• Tidak ada hasil yang ditemukan

S BSI 1205734 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S BSI 1205734 Chapter5"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

155

Shofiana Khoerunnisa, 2016

PENERAPAN MEDIA KOMIK DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil pembahasan penelitian, pengolahan data, dan analisis

data mengenai pembelajaran menulis yang berkaitan dengan kemampuan menulis

sebuah cerita pendek menggunakan media komik pada peserta didik kelas VII

SMP Negeri 1 Lembang, peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut.

1) Secara umum, kemampuan awal peserta didik di kelas eksperimen dalam

menulis cerita pendek masih ada dalam kategori kurang, begitupun dengan

kelas kontrol. Tingkat kesalahan peserta didik terbanyak pada kurang

mampunya peserta didik dalam menghidupkan alur sebagai jalan cerita yang

mempunyai unsur sebab akibat dalam menulis cerita pendek. Pada hasil tes

awal kemampuan peserta didik dalam menuliskan cerita pendek di kelas

eksperimen dan kelas kontrol didapatkan data bahwa nilai rata-rata peserta

didik di kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 67,31 dan 68,40. Sesuai

dengan kategori penilaian cerita pendek, kedua nilai rata-rata cerita pendek

tersebut termasuk ke dalam kategori kurang. Nilai tertinggi dan terendah di

kelas eksperimen adalah 85,33 berkategori baik dan 50,66 berkategori

kurang. Sedangkan, nilai tertinggi dan terendah di kelas kontrol adalah 85,33

berkategori baik dan 60 berkategori kurang. Berdasarkan hasil analisis cerita

pendek peserta didik disimpulkan bahwa cerita pendek peserta didik masih

belum memenuhi aspek keterpaduan unsur intrinsik dan kesesuaian

penggunaan bahasa cerpen yaitu penggunaan ejaan.

2) Setelah diberi perlakuan dengan menggunakan media komik kemampuan

peserta didik dalam menulis cerita pendek di kelas eksperimen mengalami

perbedaan. Hal tersebut terlihat dari aspek keterpaduan unsur intrinsik,

peserta didik sudah mulai memerhatikan kaidah alur dengan cukup baik. Pada

hasil tes akhir kemampuan peserta didik dalam menuliskan cerita pendek di

(2)

156

Shofiana Khoerunnisa, 2016

PENERAPAN MEDIA KOMIK DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

peserta didik di kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 85,46 dan 73,74.

Sesuai dengan kategori penilaian cerita pendek, kedua nilai rata-rata cerita

pendek tersebut termasuk ke dalam kategori baik. Nilai tertinggi dan

terendah di kelas eksperimen adalah 94,66 berkategori sangat baik dan 78,66

berkategori baik. Sedangkan, nilai tertinggi dan terendah di kelas kontrol

adalah 89,33 berkategori baik dan 61,33 berkategori kurang.

3) Berdasarkan hasil tes awal dan tes akhir di kelas eksperimen dan kontrol,

terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis cerita pendek

di kelas eksperimen dengan menggunakan media komik. Pernyataan ini

didukung oleh hasil oengujian hipotesis dengan nilai diperoleh thitung > ttabel,

yaitu 9,029 > 1,999 dengan taraf kepercayaan 95%. Hal tersebut

membuktikan bahwa, Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian,

berdasarkan hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis kerja

(Ha) dapat diteima, yaitu terdapat perbedaan signifikan kemampuan menulis

cerpen dengan menggunakan media komik dibandingkan dengan menulis

cerpen tanpa menggunakan media komik. Keefektifan pun dapat terlihat pada

perbedaan nilai rata-rata eksperimen dari 67,41 menjadi 85,46. Sedangkat

nilai rata-rata kelas kontrol dari 68,40 menjadi 73,74.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penerapan media komik

dapat digunakan dalam pembelajaran menulis cerita pendek. Berikut merupakan

saran terkait penerapan media komik dalam pembelajaran menulis cerita pendek.

1. Bagi Guru

a) Guru harus lebih memberikan pemahaman kepada peserta didik terkait

unsur intrinsik cerita pendek, terutama dalam pencarian ide cerita dan

jalan cerita.

b) Tahap penulisan cerita pendek dapat dilakukan di luar kelas agar peserta

didik mendapatkan kenyamanan dibandingkan di dalam kelas.

(3)

157

Shofiana Khoerunnisa, 2016

PENERAPAN MEDIA KOMIK DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 2. Bagi Peneliti Selanjutnya

a) Pemaparan setiap tahapan menulis harus benar-benar tersampaikan dan

dilaksanakan dengan baik, agar peserta didik pun dapat menjalani setiap

tahapannya dengan baik pula.

b) Pemilihan komik harus lebih variatif, beragam, dan memiliki daya tarik

Referensi

Dokumen terkait

Jika dilihat dari skor rata-rata pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol, maka dapat dikatakan bahwa sebagian besar siswa belum dapat menulis teks cerita pendek dengan baik

siswa kelas eksperimen memiliki kemampuan mengeja hampir sama dengan.. siswa

Pembelajaran menulis cerpen di kelas kontrol tidak menggunakan metode CIRC berbasis tayangan video berita,.. melainkan metode terlangsung dengan media

Artinya, hasil penghitungan tersebut merujuk pada peningkatan yang signifikan dari prates ke pascates di kelas eksperimen dengan menggunakan metode grup investigasi

Kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum dilakukan pembelajaran di kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai kategori sama, yaitu berada pada kategori tinggi,

Gambar 4.4 Grafik Perbandingan Nilai Rata-Rata Pascates Kemampuan Menulis Puisi Bebas Kelas Eksperimen dan Kelas

4.9 Grafik Perbandingan Persentase Jumlah Siswa Berdasarkan Kategori Penilaian Sikap Peduli Lingkungan Kelas Kontrol dan Eksperimen

Uji hipotesis menunjukkan terdapat pengaruh dari penerapan metode membaca rekreatif dalam pembelajaran membaca teks cerita pendek pada siswa kelas XI.. Kata Kunci: