PERADABAN ISLAM
PADA MASA TURKI USMANI (1300-1922)
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas AGAMA ISLAM
Disusun Oleh :
AGUNG PRIYO SEMBODO FEBRYAN
GUSTI GILANG R.
PELAJARAN AGAMA ISLAM
SMA NEGERI 1 SEKAYAM
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setelah Khilafah Abbasiyah di Baghdad runtuh akibat serangan tentara Mongol, kekuatan politik Islam mengalami kemunduran secara drastis. Wilayah kekuasaannya tercabik-cabik dalam beberapa kerajaan kecil yang satu sama lain saling memerangi. Beberapa peninggalan budaya dan peradaban Islam banyak yang hancur akibat serangan bangsa Mongol itu, Keadaan politik umat Islam secara keseluruhan baru mengalami kemajuan kembali setelah muncul dan berkembangnya tiga kerajaan besar, diantaranya Usmani di Turki, Mughal di India dan Safawi di Persia. Kerajaan Usmani ini adalah yang pertama berdiri juga yang terbesar dan paling lama bertahan dibanding dua kerajaan lainnya.
Dalam perkembangannya dunia islam selalu mengalami pasang surut dan disini akan memaparkan tentang periode-periode yang ada pada kerajaan Turki Usmani mulai dari awal berdirinya sampai keruntuhannya, karena kerajaan Turki Usmani inilah yang menjadi sebuah pioner dalam perkembangan dunia islam pada masanya dan juga kehancurannya menjadi sebuah pembuka masuknya era industrialisasi kedunia islam.
B. Rumusan Masalah
1. Asal-usul dinasti Turki Utsmani 2. Perluasan wilayah Turki Utsmani
BAB II PEMBAHASAN
A. Asal Usul Dinasti Turki Usmani
Kerajaan Turki Usmani didirikan oleh suku bangsa pengembara yang berasal dari wilayah Asia Tengah, yang termasuk suku kayi. Ketika bangsa Mongol menyerang dunia Islam, pemimpin suku Kayi, Sulaiman Syah, mengajar anggota sukunya untuk menghindari serbuan bangsa Mongol tersebut dan lari ke arah barat. Bangsa Mongol itu mulai menyerang dan menaklukan wilayah islam yang berada dibawah kekuasaan Dinasti Khwarazm syah tahun 1219-1220. Sulaiman Syah meminta perlindungan kepada Jalalud-Din, pemimpin terakhir Dinasti Khwarazm syah tersebut di Transoksaria sebelum dikalahkan oleh pasukan Mongol. Jalalud-Din memberikan jalan agar Sulaiman pergi ke barat kearah asia kecil, dan disanalah mereka menatap. Dalam usahanya pindah ke negeri syam itu, pemimpin orang-orang turki tersebut mendapat kecelakan hanyut di sungai Euphrat yang tiba-tiba pasang karena banjir besar tahun 1228.1
Akhirnya mereka terbagi menjadi dua kelompok, pertama ingin pulang ke negeri asalnya dan yang kedua ingin meneruskan perjalanannya ke Asia kecil. Kelompok dua berjumlah sekitar 400 keluarga yang di pimpin oleh Ertugril (Aarthogrol) Ibn Sulaiman. Mereka menghambakan dirinya kepada Sultan Alaud-Din II dari Alaud-Dinasti Saljuk Rum yang pusat pemerintahannya di Kunya, Anatoliya, Asia Kecil. Pada tahun 1258, mereka menjadikan Syukud sebagai ibukota.2
Disinilah lahir usman pada tahun 1258, bertepatan dengan waktu hancurnya Baghdad oleh Hulagu Khan.
Ertoghrul meninggal Dunia tahun 1289. Kepemimpinan dilanjutkan oleh puteranya, Usman. Putera Ertoghrul inilah yang dianggap sebagai pendiri kerajaan Usmani. Usman memerintah antara tahun 1290-1326 M. Pada tahun 1300 M, bangsa Mongol kembali menyerang Kerajaan Saljuk, dan dalam pertempuran tersebut Sultan Alaud-Din II terbunuh. Setelah wafatnya Sultan Alaud-Din tersebut, Usman memproklamasikan kemerdekaannya dan berkuasa penuh atas daerah yang didudukinya. Penguasa pertamanya adalah Usman yang sering
disebut Usman I.3 Setelah Usman I mengumumkan dirinya sebagai Padisyah
al-Usman (raja besar keluarga al-Usman) tahun 1300 M setapak demi setapak wilayah kerajaan diperluas. Dinasti Usmani berkusa kurang lebih selama 7 abad. Adapun Sultan-sultannya sebagai berikut. 30 mar 1432-3 mei 1481
1447/1448-26 mei 1512 1466/1467-22 sep 1520 6 nov 1494-5 sep 1556 30 mei 1534-13 des 1574
26.
B. Perluasan Wilayah Turki Usmani 1. Asia Kecil
Setelah Utsman wafat (1326 M), Urkhan naik tahta. Pada tahun pertama dari masa pemerintahannya ia berhasil menaklukkan kota Broessa dan pada tahun berikutnya ia dapat menduduki kota Azmir (Asia Kecil). Menyusul kemudian Thawasyanly (1330). Sedangkan untuk menaklukkan kota Ankara sengaja Urchan menunjuk putranya, Sulaiman, sebagai panglimanya. Maka pada tahun 1354 disiapkannya pasukan Usmani di bawah komando Sulaiaman untuk menyerang Ankara dan pada tahun itu juga Ankara berhasil dikuasai.
2. Ke Eropa
Murad I, sebagai pengganti Orkhan dapat menaklukkan Adrianopel yang diganti namanya dengan Edisne pada tahun 1361 kota itu dijadikan ibu kota Usmani setelah dipindahkan dari Bursa. Murad dapat menyeberangai sungai Danube dan menaklukkan Macedonia antara tahun 1371 sampai 1387. Peparangan dapat dimenangkan oleh Usmani dibawah pimpinan sultan Murad. Tetapi nasib malang menimpa sultan itu ia mati ditangan serdadu Servia (Serbia) yang berpura-pura mati.
Bayazid I, sebagai gantu Murad I diangkat menjadi Sultan tahun 1389. Ia berhasil menundukkan wilayah Turkeman di Anatolia Barat dan sisa-sisa wilayah Anatolia lainnya. Ia dapat menjadikan Bulgaria di bawah control pemerintahan usmani dan menderak tentara Salib di bawah pimpinan Hongaria. Tetapi Bayazid kalah perang melawan timur Lank diantara tahun 1402. Ia ditawan hingga wafat tahun 1403. Penggantinya Muhammad I dapat menundukkan saudara-saudaranya dan dapat memulihkan kekuasaan Usmani. Ketika Murad II sebagai pengganti Muahammad I, ia dapat menaklukkan Salonika tahun 1430.
3. Penaklukkan Konstantinopel
Ibu kota Byzantium itu akhirnya dapat ditaklukkan oleh pasukan Islam di bawah Turki Usmani pada masa pemerintahan Sultan Muhammad II. Yang bergelar Al-Fatih si Penakluk. Telah berkali-kali pasukan muslim yang sejak masa Amawiyah berusaha menaklukkan Konstantinopel tetapi selalu gagal karena kokohnya benteng-benteng di kota itu. Baru pada tahun 1453 kota itu dapat di taklukkan.
C. Kemajuan Ilmu Pengetahuan
sejumlah ulama di datangkan dari Iran dan Mesir untuk mengembangkan pengajaran Muslim dibeberapa teritorial baru.
Tapi hal ini tidak begitu berkembang, karena Turki Usmani lebih memfokuskan kegiatan mereka dalam bidang kemiliteran seperti dapat kita lihat dalam organisasi kemiliteran dan susunan pemerintahan.4
G. Gerakan nasionalisme dan Peran Mustofa Kemal
Mustafa Kemal lahir pada 1881 di suatu daerah di Salonika. Sering dikenal dengan nama Mustafa Kemal Pasya. Dan dikenal juga dengan Mustafa Kemal Attaturk (Bapak Bangsa Turki). Beliau juga mendapat julukan Ghazi, artinya sang pembela keyakinan. Julukan ini diberikan ketika beliau dengan gemilang membawa Turki kepada kemenangan dalam perang kemerdekaan melawan Yunani, Mustafa Kemal dielu-elukan dan dipanggil dengan gelar kehormatan Ghazi.
Setelah kekalahannya atas Eropa, Usmani mulzi menyadari kelemahannya dan menyadari akan perlunya pembaruan militer. Ketika terjadi perang dunia pertama (1915). Turki Usmani yang bergabung dengan Jerman menderita kekalahan, sampai dengan tahun 1919 pihak sekutu memaksa turki menandatangani perjanjian Sioris.
Menurut Mustafa Kemal kemunduran-kemunduran Turki Usmani disebabkan karena tidak beresnya system kekhalifahan. Oleh karena itu system itu harus dihapuskan kalau turki ingin maju sebagaimana Negara Eropa lainnya.5 Dalam konteks inilah Mustafa Kamal Attaturk berperan
khususnya dalam melahirkan Republik Turki yang diproklamirkan pada tanggal 23 Oktober 1923.6 Bangsa Eropa mengakui Republik Turki yang
ditandai oleh Perjanjian Lausanne pada tahun 1923.
Diantara beberapa rangkaian kebijakan pembaharuan Mustafa Kemal berperinci kepada nasionalisme. Ide Nasionalisme dalam pemikiran Mustafa Kemal ialah nasionalisme Turki yang terbatas daerah geografisnya dan bukan ide nasionalisme yang luas, yakni diilhami oleh Ziya Gokalp (1875-1924)
yang menyerukan reformasi Islam untuk menjadikan Islam sebagai ekspresi dari etos Turki. Dalam pemahaman Mustafa Kemal, Islam yang berkembang di Turki adalah Islam yang telah disatukan dengan budaya Turki, sehingga ia berkeyakinan bahwa Islam dapat diselaraskan dengan dunia modern. Namun turut campurnya Islam dalam segala aspek kehidupan pada bangsa dan agama akan menghambat Turki untuk maju.
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Kerajaan Turki Usmani didirikan oleh suku bangsa pengembara yang berasal dari wilayah Asia Tengah, yang termasuk suku kayi. Ketika bangsa Mongol menyerang dunia Islam, pemimpin suku Kayi, Sulaiman Syah, mengajar anggota sukunya untuk menghindari serbuan bangsa Mongol tersebut dari lari ke arah barat.
2. Dengan modal wilayah sempit di Anatolia Tengah ditambah dengan bekas wilayah Saljuk Rum, Turki Usmani mengembangkan sayapnya ke Eropa. Mula-mula mereka menaklukkan Asia kecil dahulu kemudian menyeberang ke daratan Eropa.
3. Hanya sedikit kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan mapun pendidikan, hal ini dikarenakan Turki Utsmani lebih fokus dalam bidang organisasi kemiliteran. Meskipun begitu, dalam bidang kebudayaan Turki Utsmani telah mencapai banyak kemajuan.
4. Mustofa Kemal dianggap oleh rakyat Turki sebagai penyelamat mereka sehingga dia dijuluki dengan berbagai macam gelar. Memang kemajuan-kemajuan yang telah dilakukannya begitu banyak, namun juga karena kebijakan-kebijakannya pula kerajaan Turki Utsmani yang telah berdiri berabad-abad harus berakhir dari masa kejayaannya.
B. Penutup
Demikianlah makalah yang dapat penulis uraikan, semoga memberikan manfaat bagi kita dan dapat menambah khazanah keilmuan para pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
A. Mughni, Syafiq. Sejarah Kebudayaan Islam di Turki. Jakarta: Logos Wacana Ilmu. 1997
Daya, Burhanudin, Absrak Sejarah Islam Mendunia dan Periringan/Persaingannya dengan Nasrani, Jurnal Ulama, Vol I/No 2/XII/2008
K. Ali, Sejarah Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003
Syalabi, Ahmad. Sejarah dan Kebudayaan Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 1988