KOMPETENSI SOSIAL DAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU DALAM PERSFEKTIF PENDIDIKAN BERASRAMA
PROGRAM PROFESI GURU PASCA SM-3T (Analisis Indikator Kompetensi Kepribadian dan Sosial Guru
Pendidikan Berasrama Program PPG Pasca SM-3T) Oleh
Mia Muslimah Program Studi Pedagogik
Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2016
ABSTRAK
sosialnya adalah mampu bekerja sama, memiliki jiwa kepemimpinan, bersikap inklusif dan toleran, serta peduli.
Kata kunci: PPG Pasca SM-3T, Pendidikan Berasrama Guru, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Sosial
PENDAHULUAN Latar Belakang
Indonesia melakukan banyak perubahan sejak 71 tahun kemerdekaannya. Dengan banyaknya tantangan dari arus globalisasi, semua aspek kehidupan mengalami penyesuaian. Pendidikan menjadi salah satu focus utama untuk menjawab tantangan globalisasi tersebut. Menyadari hal tersebut, Pemerintah mengambil langkah strategis terhadap pembenahan pendidikan di Indonesia. Salah satunya dengan upgrading kualifikasi guru sebagai senjata utama bagi penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Pada peradaban manapun, termasuk Indonesia, guru bermakna strategis karena memiliki peran langsung terhadap proses memanusiakan manusia. Empat standar konpetensi guru (professional, pedagogic, kepribadian dan sosial) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi perdik baik kognitif, afektif, maupun psikomotornya[ CITATION Put12 \l 1033 ][ CITATION Jay13 \l 1033 ] [ CITATION Sol13 \l 1033 ][ CITATION Eli06 \l 1033 ][ CITATION Rah11 \l 1033 ][ CITATION Sah13 \l 1033 ][ CITATION Eko06 \l 1033 ]. Bukti akan keseriusan pendidikan bagi guru kemudian diwujudkan dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang penyelenggaraannya termaktub dalam landasan hukum berikut:
1. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
3. UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
4. PP No. 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas PP No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
5. PP No. 74 Tahun 2008 tentang Guru.
6. Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
7. Permendiknas No. 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.
9. Permenristek Dikti No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
10. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 17g/DIKTI/Kep/2013 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Rintisan Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan.
Setelah 42 tahun berlalu, pendidikan berasrama bagi guru kini diterapkan kembali melalui PPG. Hal tersebut perlu dilakukan menyadari bahwa adanya keterbatasan waktu yang ada dalam pengelolaan program pendidikan pada sekolah non-asrama[ CITATION Die16 \l 1033 ]. Pada empat kompetensi guru, pendidikan berasrama PPG berfokus pada pembentukan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial guru. Untuk mewujudkan keuda kompetensi tersebut, pemerintah menyusun pedoman pelaksanaan pendidikan berasrama. Pertanyaan paling mendasar yang menelisik dari program pendidikan guru berasrama adalah: Apakah sebenarnya kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial guru yang berasrama? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tulisan ini akan mengidentifikasi indicator-indikator dari kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial guru.
Ada beberapa pola PPG berasrama yakni PPG S1 Basic Science, PPG Terintegrasi, PPG SMK Kolaboratif, PPG S1 PGSD Berasrama, dan PPG Pasca SM-3T. pola pendidikan asrama yang menjadi bahan kajian ini adalah Pola PPG Pasca SM-3T.
Rumusan Masalah
“Apakah indicator kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial guru berbasis berasrama PPG Pasca SM-3T?”
Tujuan
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan alasan logis tentang pembentukan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial guru melalui pendidikan asrama. Kajian ini disusun secara terstruktur melalui dua tujuan:
1. Mengidentifikasi indicator-indikator kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial guru berbasis asrama PPG Pasca SM-3T.
Manfaat
Kajian ini bermanfaat bagi para praktisi/calon praktisi pendidikan, pengelola lembaga pendidikan, dan aktivis pendidikan dalam memahami dan mengkritisi pola pendidikan guru berbasis asrama. Melalui publikasi ini diharapkan akan lebih banyak lagi kontribusi dan ide terhadap pendidikan guru berasrama untuk membentuk kompetensi kepribadian dan sosial guru.
PEMBAHASAN
pembiasaan; (3) ibrah, mengambil hikmah/lesson learnt; (4) pendidikan melalui nasihat; (5) kedisiplinan; (6) kemandirian; dan (7) persaudaraan dan persatuan. Selain itu, prinsip-prinsip tersebut perlu dilakukan secara bertahap yang runtut dan progresif, proses yang intensif, pendampingan yang dialogis melalui sistem among, dan output memenuhi criteria yang diinginkan. Selama menjalani program pendidikan, peserta dibimbing dan dikembangkan dalam tahap-tahap pembentukan kepribadian. Tahapan pembentukan kepribadian calon guru dalam pendidikan berasrama menurut skema berikut:
skema tahap pembentukan kepribadian pendidikan berasrama modifikasi [ CITATION Die16 \l 1033 ]
kegiatan ditekanan pada aspek spiritualitas panggilan profesi. Dalam proses ini diperlukan sebuah refleksi akhir yang mendalam tentang karirnya.
Kurikulum yang dikembangkan di asrama bersifat komplementer dengan pendidikan akademik di kampus. Focus dinamika kehidupan asrama lebih pada pengambangan soft skills, seperti: kemampuan berkomunikasi, sikap moral, tanggung jawab, sikap sosial, kerja sama, kepemimpinan, dan sejumlah keterampilan yang mendukung profesi. Kurikulum asrama dapat dipahami sebagai segala bentuk aktifitas baik yang bersifat rutin harian yang terjadwal sebara teratur dan sistematis maupun aktivitas khusus yang diprogramkan pengelola asrama untuk membentuk kompetensi kepribadian dan sosial.
Berdasarkan uraian tersebut, aspek kepribadian dan sosial guru dapat disusun indicator sebagai berikut:
Indikator kompetensi kepribadian dan sosial guru pendidikan berasrama PPG Pasca SM-3T
Kompetensi Kepribadian Kompetensi Sosial Ketaatan beragama Toleransi
Tanggung jawab Kerja sama Sopan-santun Kepemimpinan Kemandirian Kepedulian Kreatifitas Komunikasi Kedisiplinan
Jujur Mandiri
Cinta tanah air Tangguh/handal Adil
Kesimpulan
Berdasarkan uraian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa indicator dari kompetensi kepribadian guru berbasis pendidikan berasrama PPG Pasca SM-3T adalah ketaatan beragama, jujur, bertanggung jawab, sopan/santun, mandiri, kreatif, disiplin, cinta tanah air, tangguh/handal, dan adil. Sedangkan indicator kompetensi sosialnya adalah mampu bekerja sama, memiliki jiwa kepemimpinan, bersikap inklusif dan toleran, serta peduli.
Saran
Kajian ini mengarahkan saran pada pertanyaan lanjutan sebagai bahan pengembangan kajian. Apakah perbedaan antara kompetensi kepribadian dan sosial PPG berasrama dengan PPG non-asrama?
DAFTAR PUSTAKA
Devianti, P. (2012). Pengaruh Persepsi Guru tentang Pembelajaran Inklusi terhadap Prestasi belajar Siswa di SD. Karya Ilmiah UM.ac.id , --.
Fitriyanto, J. S. (2013). Pengaruh Pesepsi Siswa tentang Keterampilan Guru terhadap Motivasi Prestasi Siswa SD. Perpus IAIN Salatiga .
Marwan, S. (2013). Pengaruh Persepsi Siswa tentang Kompetensi Pedagogik Guru terhadap Hasil Belajar IPS Sejarah Siswa SMP. Jurnal Penelitian Universitas Negeri Semarang .
Murwani, E. D. (2006). Peran Guru dalam Membangun Kesadaran Kritis Siswa. Jurnal Pendidikan Penabur - No. 06/Th. V/Juni 2006 , 59-68.
Poesponegoro, M. D., & Notosusanto, N. (2008). Sejarah Nasional Indonesia III: Zaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan Islam di Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Rahayu, M., Fachruddin, C., Widhiastuti, R., & Badaruddin. (2011). PEngaruh Persepsi Guru tentang Lingkungan Terhadap Perilaku Siswa. Repository USU , --.
Renard, J. (2006). Thales of God's Fried: Islamic Hagiography in Translation. California: Universiti of California Press.
Sahidin, L., & Jamil, D. (2013). Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Persepsi Siswa tentang Cara Guru Mengajar Terhadap Hasil Belajar Matematika. Jurnal Pendidikan Matematika Volume 4 Nomor 2 , 211.
Sirat, R. (2016). Dari Isola ke Bumi Siliwangi: Menyusuri Jejak-Jejak PTPG Bandung, FKIP Unpad, IKIP Bandung, Hingga Universitas Pendidikan Indonesia. Depok: Komodo Books.