• Tidak ada hasil yang ditemukan

S ADP 1200089 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S ADP 1200089 Chapter5"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

71

Silviani Anggreani, 2016

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN TUGAS PROFESIONAL GURU

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI

A. Simpulan

Berdasarkan temuan-temuan dan pembahasan hasil penelitian yang

telah diuraikan dalam Bab IV, setelah dianalisis secara teori dengan

temuan-temuan lapangan serta rumusan fokus penelitian mengenai

efektivitas pelaksanaan tugas profesional guru (studi deskriptif analitik di

SMA Laboratorium Percontohan UPI Bandung), penulis mengambil

sebuah simpulan mengenai pembahasan tersebut sebagai berikut:

1. Alasan guru yang latar belakang pendidikannya berbeda dengan tugas

mengajar karena para guru telah sertifikasi yang sesuai dengan tugas

mengajarnya di sekolah dan guru tersebut bisa/ahli dalam pelajaran

tersebut.

2. Alasan guru yang mengajar lebih dari satu sekolah dikarenakan guru

tersebut merupakan guru honorer bukan guru tetap. Sehingga

diperbolehkan untuk mengajar di sekolah lain.

3. Guru yang diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah harus

ada karena ada di dalam struktur organisasi yang menyebutkan bahwa

sekolah harus memiliki wakil kepala sekolah untuk membantu kepala

sekolah dalam mengerjakan tugasnya.

4. Masalah yang dihadapi oleh guru yang latar belakang pendidikannya

berbeda dengan tugas mengajar adalah memahami materi mata

pelajaran dan konsep dasarnya.

5. Masalah yang dihadapi oleh guru yang mengajar lebih dari satu

sekolah, tidak ada masalah. Karena sebelum mengajar di sekolah lain

guru tersebut telah berkomitmen terlebih dahulu dengan kepala sekolah.

Sehingga tidak menganggu jam pelajaran di sekolah.

6. Guru yang diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah telah

diberikan porsi untuk jam mengajar adalah 12 jam. Sehingga di luar 12

jam mengajar tersebut guru yang diberi tugas tambahan sebagai wakil

(2)

72

Silviani Anggreani, 2016

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN TUGAS PROFESIONAL GURU

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

untuk mengerjakan tugas sebagai wakil kepala sekolah yang telah

diberikan.

7. Cara Mengatasi Masalah Yang Dihadapi Oleh Guru Yang Latar

Belakang Pendidikannya Berbeda Dengan Tugas Mengajar, Guru Yang

Mengajar Lebih Dari Satu Sekolah, Dan Guru Yang Diberi Tugas

Tambahan Sebagai Wakil Kepala Sekolah. Setiap guru memiliki

caranya sendiri dalam mengatasi berbagai masalah yang terjadi baik

ketika di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Misalnya adanya

masalah pribadi yang amat rumit yang terjadi pada seorang guru, tetapi

guru tersebut dapat tetap tersenyum dan ceria seperti biasanya pada saat

sedang mengajar di kelas.

B. Implikasi dan Rekomendasi

Berdasarkan temuan penelitian yang diperoleh dari data-data di

lapangan, pada dasarnya penelitian tersebut menghasilkan informasi

mengenai efektivitas pelaksanaan tugas profesional guru, dalam penelitian

tersebut, ada beberapa hal yang berimplikasi baik dengan lembaga terkait

maupun dengan proses KBM khususnya di sekolah lainnya, yang

selanjutnya hal tersebut akan menjadi sebuah rekomendasi guna

memberikan manfaat.

Implikasi dari guru yang latar belakang pendidikannya berbeda

dengan tugas mengajar adalah ketika murid menanyakan akan pelajaran

yang dipelajari saat itu tetapi guru tersebut tidak dapat menjawabnya.

Guru yang mengajar lebih dari satu sekolah berimplikasi ketika murid

mencari guru yang bersangkutan untuk menanyakan akan pelajaran/tugas

tetapi guru tersebut tidak ada di sekolah. Guru yang diberi tugas tambahan

sebagai wakil kepala sekolah memiliki implikasi, yaitu ketika tugas

mengajar bersinggungan dengan tugas yang diberikan oleh kepala sekolah

sehingga harus memilih antara mengajar atau mengerjakan tugas yang

diberikan kepala sekolah yang sudah waktunya untuk diserahkan.

(3)

73

Silviani Anggreani, 2016

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN TUGAS PROFESIONAL GURU

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1. Perlu penambahan sumber daya dengan latar belakang pendidikan

yang sesuai dengan tugas mengajar di sekolah. Sehingga materi yang

akan diajarkan kepada murid tidak harus diperdalam terlebih dahulu

sebelum diajarkan ketika di dalam kelas.

2. Perlu peningkatan komitmen yang ditentukan dengan kepala sekolah

sehingga memperjelas persoalan mengenai mengajar di sekolah

lainnya.

3. Perlu adanya pengaturan tugas tambahan bagi guru yang menjabat

sebagai wakil kepala sekolah, sehingga terpenuhinya/terselesaikannya

tugas yang harus dikerjakannya sesuai dengan waktu yang telah

ditentukan.

4. Perlu adanya komunikasi antara guru senior/berpengalaman dengan

guru yang memiliki latar belakang yang berbeda, sehingga murid yang

mendengarkan dapat memahami materi yang dipelajari dengan baik

5. Perlu adanya komitmen dalam proses mengajar supaya terlaksana

secara efektif dan efisien. Sehingga mendapatkan timbal balik yang

sesuai dengan yang diharapkan.

6. Dalam menghadapi masalah yang terjadi pada guru yang diberi tugas

tambahan sebagai wakil kepala sekolah perlu dipikirkan upaya

peningkatkan layanan KBM seperti memberi fasilitas penunjang

jabatan wakil kepala sekolah yang lebih baik supaya terlaksana secara

efektif dan efisien.

7. Untuk Peneliti Selanjutnya

a. Dapat melakukan penelitian dengan focus penelitian yang sama

tetapi berada di lokasi penelitian yang berbeda, sehingga dapat

menambah ilmu mengenai efektivitas pelaksanaan tugas

profesional guru yang kemudian dapat diaplikasikan dalam sekolah

lain. Dan mengkaji lebih dalam teori yang digunakan, jangan

terbatas pada buku yang berbahasa Indonesia saja.

b. Lebih memperkaya lagi responden, misalnya dalam penggunaan

(4)

74

Silviani Anggreani, 2016

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN TUGAS PROFESIONAL GURU

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dan menemukan lebih banyak informasi mengenai efektivitas

Referensi

Dokumen terkait

sangat jelas bahwa kinerja kepala sekolah dan motivasi kerja guru secara. bersama- sama berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja

 Capaian IP.4 mengenai ketersediaan ruang guru dengan jumlah meja dan kursi yakni 8,3%, karena hanya ada satu sekolah yang telah memenuhi IP.4 ini1. yakni SDN Hegarsari,

PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI KECAMATAN KERTASARI KABUPATEN BANDUNG.. Universitas Pendidikan Indonesia |

supervisi akademik kepala sekolah dan motivasi berprestasi guru terhadap kinerja.. mengajar guru di SMP negeri kabupaten Majalengka, dapat disimpulkan

sekolah melalui kinerja mengajar guru dalam upaya meningkatkan

kelompok kerja guru dan supervisi kepala sekolah terhadap kinerja mengajar. guru di wilayah IV Kabupaten Sumedang, peneliti memberikan

Pengaruh Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dan Motivasi Kerja Guru Terhdap Kinerja Mengajar Guru SDN Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur.. Universitas Pendidikan Indonesia |

Berdasarkan hasil temuan-temuan dan pembahasan hasil penelitian yang berjudul “Pengaruh Iklim Organisasi Sekolah erhadap Kinerja Mengajar Guru di SMA dan SMK Negeri dan