• Tidak ada hasil yang ditemukan

S PGSD 1202767 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S PGSD 1202767 Chapter5"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Rima Nur Iman, 2016

PENERAPAN MODELPEMBELAJARANPROBLEM-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. SIMPULAN

Penelitian ini dilaksanakan di SDN Luginasari I kecamatan Sukajadi Kota

Bandung. Peneliti mengambil judul “Penerapan Model Pembelajaran Problem-Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Pada Siswa Sekolah Dasar”.

Masalah yang timbul adalah rendahnya keterampilan proses siswa kelas V terutama

dalam keterampilan mengamati, menafsirkan, menerapkan konsep dan

mengomunikasikan. Peneliti melaksanakan proses penelitian dalam dua siklus

dimana satu siklus terdiri dari satu pertemuan.

Pada pelaksanaannya, model pembelajaran problem-based learning terdiri dari

fase memberikan orientasi permasalahan kepada peserta didik, mengorganisasikan

siswa untuk melakukan penyelidikan, pelaksanaan investigasi, mengembangkan dan

menyajikan hasil karya serta menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan

masalah. Pada fase memberikan orientasi permasalahan kepada peserta didik

kegiatan yang dilakukan adalah mengamati penayangan video masalah-masalah yang

terjadi di lingkungan, pada fase ini pula diharapkan keterampilan mengamati siswa

akan meningkat. Fase selanjutnya adalah fase mengorganisasikan siswa untuk

penyelidikan, pada fase ini kegiatan yang dilakukan adalah membimbing siswa untuk

berkelompok dan mengidentifikasi apa saja yang terjadi pada tayangan video

pembelajaran di proses mengamati, pada fase ini diharapkan keterampilan siswa

dalam menafsirkan akan meningkat. Selanjutnya adalah fase pelaksanaan investigasi,

pada fase ini kegiatan yang dilakukan adalah diskusi kelompok terkait permasalahan

yang sedang terjadi, faktor penyebab munculnya permasalahan, akibat yang

ditimbulkan karena adanya permasalahan serta solusi yang ditawarkan untuk

memecahkan permasalahan, pada fase ini diharapkan keterampilan menerapkan

konsep siswa akan meningkat. Selanjutnya adalah fase mengembangkan dan

menyajikan hasil karya, pada fase ini kegiatan yang dilakukan adalah menyajikan

laporan hasil diskusi terkait permasalahan yang sedang dibahas, laporan dituangkan

ke dalam bentuk tabel, grafik atau diagram, pada fase ini diharapkan keterampilan

mengkomunikasikan siswa dapat meningkat. Fase terakhir adalah fase menganalisa

(2)

tanya-Rima Nur Iman, 2016

PENERAPAN MODELPEMBELAJARANPROBLEM-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

jawab bersama guru terkait proses pemecahan masalah, pada fase ini diharapkan

keterampilan mengkomunikasikan dan menanya siswa akan meningkat.

Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah adanya peningkatan keterampilan

proses siswa melalui penerapan model pembelajaran problem-based learning. Pada

siklus I rata-rata keterampilan mengamati siswa hanya mencapai 65% kemudian naik

menjadi 100% di siklus II. Pada siklus I rata-rata keterampilan menafsirkan siswa

adalah 77% kemudian naik menjadi 88% di siklus II. Pada siklus I keterampilan

menerapkan konsep siswa adalah 83% kemudian naik menjadi 100% di siklus II.

Pada keterampilan mengkomunikasikan siklus I hanya mencapai angka 48%

kemudian naik menjadi 79% di siklus II. Begitupun rata-rata keterampilan proses

siswa di siklus I hanya sampai di angka 63% dan di siklus II meningkat hingga angka

87%.

B. REKOMENDASI

Berdasarkan hasil pembahasan dan hasil penelitian penerapan model

pembelajaran Problem-Based Learning dalam mengingkatkan keterampilan proses

ini, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:

1. Bagi penelitian selanjutnya, hendaknya ketika proses mengorientasikan

permasalahan kepada peserta didik, siswa dibimbing langsung untuk

mengamati permasalahan yang terjadi secara nyata di lingkungan sekitar,

sehingga siswa menjadi lebih tertantang untuk menemukan solusi pemecahan

masalah.

2. Bagi penelitian selanjutnya, hendaknya ketika proses mengorganisasikan

peserta didik untuk penyelidikan, pendefinisian dan pengorganisasian tugas

belajar dalam rangka menyelesaikan masalah dijelaskan dengan rinci.

3. Bagi penelitian selanjutnya, ketika fase pelaksanaan investigasi guru atau

peneliti hendaknya lebih memberikan dorongan dan motivasi yang kuat kepada

peserta didik dalam proses mendapatkan informasi. Jika penyelidikan melalui

proses diskusi, maka guru seharusnya lebih mengawasi proses diskusi. Jika

proses pemerolehan informasi memiliki kendala sumber belajar atau sumber

informasi maka sekolah beserta guru alangkah baiknya menyediakan sumber

(3)

Rima Nur Iman, 2016

PENERAPAN MODELPEMBELAJARANPROBLEM-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4. Bagi penelitian selanjutnya, ketika proses mengembangkan dan menyajikan

hasil, alangkah baiknya guru lebih memotivasi siswa agar percaya diri ketika

mempresentasikan hasil diskusinya.

5. Bagi penelitian selanjutnya ketika proses menganalisis dan mengevaluasi

proses penyelidikan, alangkah baiknya guru/peneliti lebih intensif dalam

melakukan proses tanya jawab dengan menguasai materi ajar dan siswa

diarahkan pada pertanyaan-pertanyaan yang esensial terkait proses pemecahan

masalah.

6. Dalam mengembangkan keterampilan mengamati, peneliti hendaknya

menggunakan media pembelajaran yang menyenangkan yang dapat menarik

atensi siswa untuk memperhatikan proses pembelajaran. Alangkah baiknya jika

siswa dibawa langsung ke dalam situasi permasalahan yang ada.

7. Dalam mengembangkan keterampilan menafsirkan hendaknya guru lebih

memperjelas tugas dan tujuan yang harus dicapai siswa, LKS lebih jelas

petunjuk pengisian serta tidak menggunakan bahasa yang menimbulkan

ambiguitas atau kata-kata yang sulit dimengerti siswa.

8. Dalam mengembangkan keterampilan menerapkan konsep, alangkah baiknya

jika siswa dibimbing untuk berpikir konstruktivisme sehingga pembelajaran

pun didasarkan kepada pengalaman nyata siswa.

9. Dalam mengembangkan keterampilan mengomunikasikan alangkah baiknya

guru membekali siswa dengan pemahaman statistika dasar cara membuat dan

membaca tabel, diagram dan grafik. Dalam proses mengomunikasikan verbal

guru lebih menumbuhkan kepercaya dirian siswa dalam mengemukakan

pendapat di depan umum.

10. Bagi guru, penerapan model pembelajaran Problem-Based Learning ini dapat

dijadikan sebagai model pembelajaran alternatif dalam meningkatkan

keterampilan proses siswa dan juga kemampuan siswa dalam berpikir

konstruktivis.

11. Bagi guru, hendaknya lebih meningkatkan model dan metode pembelajaran di

kelas menjadi lebih variatif agar dapat menarik minat siswa dalam belajar.

12. Bagi sekolah, diharapkan dapat lebih mengembangkan program penerapan

model-model pembelajaran dengan mengadakan Kelompok Kerja Guru (KKG)

(4)

Rima Nur Iman, 2016

PENERAPAN MODELPEMBELAJARANPROBLEM-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

13. Bagi Peneliti hendaknya dapat lebih menerapkan model pembelajaran

Problem-Based Learningini tidak hanya di kelas V namun juga di kelas tinggi

lainnya.

14. Bagi siswa diharapkan dapat lebih terbuka terhadap berbagai model dan

metode pembelajaran yang baru maupun terhadap guru baru yang akan

melakukan penelitian.

15. Bagi peneliti lain, hendaknya dapat mengambil kesimpulan terkait kelemahan

dan kelebihan model pembelajaran problem-based learning ini apabila

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan Langkah-Langkah Dalam Proses Menulis (Writting Process) Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Siswa Sekolah Dasar. Universitas Pendidikan Indonesia |

Penerapan Model Pembelajaran Time Token Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Dan Berbicara Bagi Siswa Sekolah Dasar.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

PENERAPAN METODE MEMBACA TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

PENERAPAN MODEL CONCEPT SENTENCE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI DI KELAS IV SEKOLAH DASAR. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

PENERAPAN PENDEKATAN KOOPERATIF TIPE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAGI SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

judul penelitian, “ Penerapan Pendekatan Pengalaman Anak untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Bagi Siswa Kelas V Sekolah Dasar”. Rumusan