HARI KEBANGKITAN (KIAMAT bagian-6)
Dikutip dari Buku Penjelasan Surat Yaa Siin (Yang DiterbitkanSecara Nasional), Penulis Ust. Ir. Al-Bahra, M.Kom
ABSTRAK
Semua makhluk tetap di padang mahsyar dalam
panas matahari selama seribu tahun. Setelah itu manusia
di giring kearah kegelapan, dan orang-orang mukmin
keluar dari kegelapan tersebut dalam sesaat. Sedangkan
orang-orang kafir dan munafik berdiam diri selama
seribu tahun kemudian setelah seribu tahun mereka
keluar. Kemudian manusia di giring untuk di hisab. Di
dalam hisab (penghitungan amal) tersebut terdapat
sepuluh tempat pemberhentian. Dan dalam setiap
pemberhentian mereka berdiam selama seribu tahun, dan
ditanyai mengenai apa yang telah mereka kerjakan.
Di pemberhentian pertama mereka ditanya mengenai shalat dan zakat. Pada pemberhentian kedua mereka ditanya tentang hawa nafsu yang mereka ikuti. Di tempat pemberhentian ketiga, mereka ditanya mengenai hak-hak orang tua. Di pemberhentian yang keempat, mereka ditanya mengenai hak-hak anak dan keluarga. Pada pemberhentian kelima, mereka ditanya tentang hak-hak pembantu. Di pemberhentian yang keenam, mereka ditanya mengenai hak-hak bertetangga dan kerabat dekat. Pada tempat pemberhentian ketujuh, mereka ditanya tentang hubungan silaturrahim. Di pemberhentian kedelapan, mereka ditanya mengenai kebencian dan permusuhan. Pada pemberhentian kesembilan, mereka ditanya
mengenai perintah kebaikan dan mencegah kemungkaran. Di pemberhentian kesepuluh, mereka ditanya tentang pergunjingan, adi domba dan kebohongan.
Barang siapa di dunia tidak melakukan perbuatan-perbuatan jelek dan menjaga hak-hak Allah, maka ia akan melewati sepuluh tempat ini dalam sesaat. Dan barang siapa tidak menjaga hak-hak tersebut, maka ia akan berdiam diri selama seribu tahun pada setiap pemberhentian itu.
Dan setelah peristiwa itu, manusia digiring ke suatu tempat yang disitu dibentangkan pada mereka buku-buku catatan amal mereka, dan mereka berhenti di tempat tersebut selama seribu tahun. Ada sebagian mereka akan diberikan buku catatan amal, mereka menerima dengan tangan kanan dalam keadaan putih. Dan ada sebagian mereka diberikan buku catatan amal, dan mereka menerimanya dengan tangan kiri dalam keadaan hitam, dan sebagiannya lagi di berikan dari punggung mereka. Kemudian datang keputusan dari Allah SWT :“Bacalah
kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai
penghisab terhadapmu” (QS:Al-Isra[17]:14).
Manusia akan menemukan di dalam buku-buku tersebut, semuah hal yang telah mereka kerjakan di dunia, dari kebaikan dan keburukan. Kemudian mereka berkata: “Aduhai alangkah celakanya, mengapa kitab ini tidak
meninggalkan amalan kecil dan amalan besar kecuali ia
pasti menghitungnya (mencatatnya).”
Lalu manusia digiring ke mizan (timbangan), yang letaknya di depan Arasy, dan tepat di sebelah kanannya berdiri malaikat Ridwan penjaga surga bersama para malikat dan beserta mereka ada pakaian-pakaian dan buraq. Di sebelah kiri mizan berdiri malaikat Zabaniyah beserta para malikat, bersama mereka telah ada rantai dan belenggu. Semua manusia telah membawa dosa-dosa dan
kebaikan-kebaikan mereka, berhenti di samping mizan. Kemudian seorang pemanggil berseru: “Wahai manusia,
lihatlah pada mizan! Karena sekarang akan di timbang
perbuatan fulan bin fulan.”Mereka berhenti di sebelah
mizan selama seribu tahun.
Diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW bahwa pada hari kiamat seseorang dari umatku mendatangi mizan, dan baginya ada sembilan puluh sembilan catatan dari dosa-dosa dan keburukan. Setiap catatan panjangnya sejauh mata memandang. Kemudian Allah SWT berfirman : “Wahai hamba-Ku, apakah engkau mengingkari dari apa
yang ada di dalam catatan ini. Atau para pencatat melakukan kesalahan?” Hamba tersebut menjawab: “Tidak, wahai Tuhanku! Semua perkara di dalam catatan ini benar-benar aku kerjakan di dunia, maka tidak ada ruang bagiku
untuk ingkar.”
Kemudian Allah SWT berfirman: “Wahai hambaku,
bagimu ada satu kebaikan di sisi-Ku, dan pada hari ini Aku
tidak akan berbuat zalim” Lalu Allah Ta'ala mengeluarkan
satu lembar berukuran satu jari, dan diatasnya tertulis
Asyahadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah. Dan Allah SWT berfirman:
“Wahai hamba-Ku, kamu tidak memisahkanmu dari kalimat
ini di dunia, sampai kamu mendatangi bibir kubur, maka pada hari ini aku tidak akan memisahkanmu dari kalimat ini.
Dan hari ini tidak ada kezaliman pada seseorang” Lalu
catatan-catatan tersebut diletakkan pada satu sisi yang lain. Maka lembaran-lembaran itu dikembalikan pada catatan-catatan tersebut, karena asma Allah dan nama kekasih-Nya adalah paling agung dan paling tinggi. Dan tidak ada sesuatupun yang lebih agung dari dua nama tersebut.
Aisyah r.a. bertanya : ”Wahai Rasulullah pada hari
kiamat apakah mereka mengingat keluarganya?” Nabi SAW
seseorang tidak mampu untuk mengingat orang lain.”
Pertama, saat di baca buku-buku amal perbuatannya. Kedua, tatkala amal perbuatannya di timbang. Ketiga, ketika berada di atas shirath (jembatan di atas neraka). Kemudian malaikat datang dan menggiring manusia.
Shirath adalah jembatan yang memanjang di atas pertengahan neraka jahannam, yang lebih lembut dari pada satu rambut dan lebih tajam dari pada pedang. Neraka jahannam berada di bawah shirath dengan api yang menjilat-jilat di atasnya. Di atas shirath, malaikat zabaniyah melemparkan orang-orang ahli maksiat dari shirath. Diatasnya terdapat tujuh tempat berhenti, dan panjang shirath sejauh perjalanan tiga ribu tahun, seribu tahun menanjak, seribu tahun menurun dan seribu tahun mendatar. Di setiap tempat pemberhentian, manusia di tanya mengenai satu hal.
Tujuh tempat pemberhentian itu ialah : Pemberhentian Pertama Tentang Iman. Pemberhentian kedua Mengenai Shalat. Pemberhentian ketiga Mengenai Zakat. Pemberhentian keempat Tentang Puasa. Pemberhentian kelima Mengenai Haji. Pemberhentian keenam Tentang Wudu Dan Mandi. Pemberhentian ketujuh Mengenai Kedzaliman. Barang siapa yang lengah dalam hal-hal yang sudah di sebutkan di atas, maka dia akan berhenti di satu pemberhentian selama seribu tahun. Dan jika tidak lengah, maka ia akan melewatinya pada setiap pemberhentian dalam sesaat saja.
Adapun hari kiamat adalah sehari, namun panjangnya berjarak seribu tahun dengan memperhitungkan tempat-tempat berhenti ini. Karena pada hari kiamat terdapat lima puluh tempat berhenti, setiap manusia akan berhenti pada satu pemberhentian selama seribu tahun.
Orang pertama yang melewati shirath adalah Rasulullah SAW. Lalu beliau berhenti di jembatan itu dan
mengucapkan: “Ya Allah, selamatkanlah umatku.”
Kemudian manusia melewati shirath. Malaikat datang dengan membawa bendera dan panji-panji. Nabi Muhammad SAW diberi panji pujian yang panjangnya sejauh perjalanan seribu tahun, diatasnya di tulis tiga baris. Baris pertama: “Bismillaahir rahmaanir rahiim”, baris kedua:
“Alhamdu lillahi rabbil 'aalamiin,” dan baris ketiga: “La
ilaaha illallaahmuhamadur rasuulullah”. Nabi Muhammad
SAW berdiri di bawahnya para Nabi, para ulama, orang saleh, orang yang mati syahid dan orang-orang yang jujur berada di bawahnya. Seperti keterangan yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW yang artinya : “Sesungguhnya Nabi Adam a.s. dan orang (nabi)
setelahnya berada dibawah benderaku”
Kemudian para malaikat datang dengan membawa berbagai pakaian, buraq, dan mahkota, lalu mereka memanggil : “Dimana orang-orang yang pertama kali
masuk Islam ?” Maka Abu Bakar r.a. berkata: “Aku sambut
panggilanmu”, dan mereka memberikan bendera padanya.
Lalu sahabat muhajirin dan para shiddiqqiin berkumpul di bawahnya dan mereka masuk surga bersama Abu Bakar.
Lalu para malaikat datang dengan satu bendera dan mereka berseru: “Dimana orang-orang yang menolong
agama Islam?” Maka Umar bin Khattab r.a. menjawab: “Aku
sambut panggilanmu”, selanjutnya para malaikat itu
memberikan bendera padanya. Orang-orang yang adil dan melakukan perintah kebaikan dan mencegah kemungkaran berkumpul, berada di bawah bendera ini, dan masuk surga bersama-sama Umar bin Khattab r.a.
Kemudian para malikat datang dengan membawa sebuah bendera dan mereka berseru : “Di mana
orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah?” Maka
Utsman bin Affan r.a. berkata: “Aku sambut panggilanmu”, lalu para malaikat itu memberikan bendera itu padanya.
Dan semua orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah berkumpul, dibawah bendera itu kemudian mereka masuk surga bersama-sama Utsman bin Affan r.a.
Selanjutnya para malaikat datang dengan membawa bendera dan berseru: “Dimana para kekasih (wali) Allah?”, maka Ali bin Abi Thalib r.a. menjawab : “Aku sambut
panggilanmu.” Maka para malaikat memberi bendera
tersebut padanya, dan semua kekasih (wali) Allah berkumpul di bawahnya, lalu masuk surga bersama-sama dengan Ali.
Kemudian datang para malaikat dengan membawa sebuah bendera dan mereka memanggil : “Di mana
orang-orang yang telah di bunuh secara dzalim di dunia.” Maka
Husain bin Ali r.a. menjawab: “Aku sambut panggilanmu”,
lalu para malaikat itu memberikan bendera tersebut padanya. Semua orang yang di bunuh secara zalim berkumpul di bawahnya, dan Fathimah r.a. berada di depan orang-orang itu. Di tangan kanan Fathimah ada gamis Husain dalam keadaan berdarah, sedangkan ditangan kirinya terdapat gamis Hasan dalam keadaan teracuni, lalu Fathimah r.a. berkata: “Wahai Tuhanku, ambillah
penganiyaan dari orang yang berlaku dzalim yang
menganiayaku.” Lalu Rasulullah SAW bersabda kepada
Fathimah: “Wahai Fathimah, hari ini adalah hari pertolongan (syafaat) bukan hari pertengkaran, karena perkataan ayahnya Muhammad SAW, maka semua orang yang di dzalimi masuk surga bersama Husain r.a.
Selanjutnya para malaikat datang membawa sebuah bendera dan mereka berseru: “Di mana orang-orang yang
bertobat dengan tobat nasuha (sungguh-sungguh) dan
mereka tetap dalam tobatnya?” Maka Wahsyi, pembunuh
Hamzah menjawab: “Aku sambut panggilanmu”, lalu para malaikat memberikan bendera itu padanya. Semua orang
yang bertobat berkumpul di bawahnya, dan mereka masuk surga bersamanya.
Kemudian datang para malaikat dengan membawa sebuah bendera dan mereka memanggil : “Di mana
orang-orang yang banyak berzikir (mengingat) kepada Allah?”lalu
datang malaikat lagi dan berseru: “Di mana orang-orang
yang takut kepada Allah?” Dengan cara-cara inilah bendera
di serahkan, sehingga bendera tersebut ada tiga ratus dua puluh bendera. Karena Agama Islam mempunyai tiga ratus dua puluh hukum syariat. Seperti keterangan yang difirmankan Allah Ta'ala : “Dan orang-orang yang bertakwa
kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga
berombongan-rombongan (pula)” (QS. Az-Zumar[39]:73)
Lalu malaikat berseru: “Di mana Fir'aun?” Dan para malaikat mendatanginya dengan memakaikan mahkota dari api di kepalanya. Di sisi Fir'aun berkumpul orang-orang yang berbuat dzalim lagi sombong, sedangkan Fir'aun didepan mereka. Mereka di giring ke neraka jahanam.
Setelah itu malaikat berteriak: “Di mana Qabil bin
Adam?” Lalu malaikat mendatanginya dengan memakaikan
rantai dari neraka di lehernya dan belenggu dari neraka di kakinya. Kemudian semua orang yang dengki dan orang-orang yang membunuh dengan dzalim berkumpul, Qabil di depan mereka. Mereka digiring ke dalam neraka.
Kemudian malaikat berteriak: “Di mana Ka'ab bin
Asyraf pimpinan Yahudi?“. Lalu malaikat itu mendatangi
dan memakaikan belenggu dari neraka di tangannya. Dan orang-orang yang menutupi kebenaran berkumpul di sisinya, dan ka'ab bin asyraf berada di depan mereka dan digiring ke neraka.
DAFTAR PUSTAKA
1. Al-Bahra, Ust, Ir, M.Kom, Penjelasan Surat Yaa Siin
(Panduan Yaa Siin dan Tahlil Modern Buku-2),
STMIK Muhammadiyah Jakarta, Jakarta, 2009 2. Al-Quran dan Terjemahnya
3. Shahih Al-Bukhari 4. Shahih Muslim 5. Tafsir Ibnu Katsir