• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

6

LANDASAN TEORI

2. 1 Konsep Dasar Data

Istilah data dan informasi sering digunakan secara bergantian, ada yang menyebut data sebagai informasi dan sebaliknya. Menurut Gordon B. Davis yang dimuat dalam buku [Tata Sutabri, 2012: 1], yang menjelaskan hubungan antara data dan informasi, informasi adalah data yang telah diproses ke dalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan saat itu atau keputusan mendatang.

Definisi data adalah bahan mentah yang diproses untuk menyajikan informasi [Tata Sutabri, 2012: 2].

Gambar 2.1 Pemrosesan Data [Tata Sutabri, 2012: 2]

Menurut Drs. Jhon J. Logkutoy [Tata Sutabri, 2012: 2], istilah data adalah suatu istilah majemuk yang berarti fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar, angka-angka, huruf-huruf, atau simbol-simbol yang menunjukkan suatu ide, objek, kondisi atau situasi dan lain-lain. Jelasnya, data itu bias berupa apa saja yang dapat ditemui dimana saja. Kegunaan data adalah sebagai bahan dasar yang objektif (relatif) di dalam proses kebijaksanaan dan keputusan oleh pihak pimpinan organisasi.

Penyimpanan Data

Proses Informasi

(2)

2.1.1 Klasifikasi Data

Menurut The Liang Gie [Tata Sutabri, 2012: 3], data adalah hal, peristiwa, atau kenyataan lain apapun yang mengandung sesuatu pengetahuan untuk dijadikan dasar guna penyusunan keterangan, pembuatan kesimpulan, atau penetapan keputusan.

Menurut Tata Sutabri [2012: 3], data dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu :

1. Klasifikasi data menurut jenis data

a. Data hitung (enumeration/counting data) adalah hasil perhitungan atau jumlah tertentu. Yang termasuk data hitung adalah persentase dari suatu jumlah tertentu.

b. Data ukur (measurement data) adalah data yang menunjukkan ukuran mengenai nilai sesuatu.

2. Klasifikasi data menurut sifat data

a. Data kuantitatif (quantitative data) adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan penjumlahan.

b. Data kualitatif (qualitative data) adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan kualitas atau sifat tertentu.

3. Klasifikasi data menurut sumber data

a. Data internal (internal data) adalah data yang asli, artinya data sebagai hasil observasi yang dilakukan sendiri, bukan data hasil karya orang lain.

b. Data eksternal (external data) adalah data hasil observasi orang lain. Seseorang boleh saja menggunakan data untuk suatu keperluan, meskipun data tersebut hasil kerja orang lain. Data eksternal ini terdiri dari dua jenis, yaitu :

1. Data eksternal primer (primary external data) adalah data dalam bentuk ucapan lisan atau tulisan dari pemiliknya sendiri, yakni orang yang melakukan observasi sendiri.

2. Data eksternal sekunder (secondary external data) adalah data yang diperoleh bukan dari orang lain yang melakukan observasi melainkan melalui seseorang atau sejumlah orang lain.

(3)

2.1.2 Pengolahan Data

Data merupakan bahan mentah untuk diolah yang hasilnya kemudian menjadi informasi. Pengolahan data terdiri dari kegiatan-kegiatan seperti :

1. Penyimpanan data (data storage)

Penyimpanan data meliputi pekerjaan pengumpulan (filling), pencarian (searcing) dan pemeliharaan (maintenance). Sistem yang umum dalam penyimpanan data (filling) ialah berdasarkan lembaga, perorangan, produksi atau lain-lainnya. Untuk memperoleh dalam pencarian data (searcing) di dalam file maka file dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

a. File induk (master file) yaitu berisi data-data permanent yang biasanya hanya dibentuk satu kali saja dan kemudian digunakan untuk pengolahan data selanjutnya. Contoh : file kepegawaian, file gaji.

b. File transaksi (detail file) yaitu berisi data-data temporer untuk suatu periode atau suatu bidang kegiatan atau suatu periode yang dihubungkan dengan suatu bidang kegiata. Contoh : file lembur perminggu, file mutasi harian.

Pemeliharaan file (file maintenance) meliputi peremajaan data (data updating), yaitu kegiatan menambah catatan baru pada suatu data, mengadakan perbaikan, dan lain sebagainya.

2. Penanganan data (data handling)

Penanganan data meliputi berbagai kegiatan seperti :

a. Pemeriksaan (verifying) mencangkup pengecekan data yang muncul pada berbagai daftar yan berkaitan atau yang dating dari berbagai sumber.

b. Perbandingan (comparing) untuk mengetahui berbagai sumber dan untuk mengetahui perbedaan atau ketidaksesuaian.

c. Pemeliharaan (sorting) dalam rangka kegiatan penanganan data mencangkup peraturan ke dalam suatu urutan yang teratur.

d. Peringkasan (extracting) merupakan kegiatan lain dalam penanganan data. e. Pengunaan data (data manipulation) merupakan kegiatan untuk menghasilkan

informasi. Kegiatan ini meliputi komplikasi table-tabel, statistik, ramalan mengenai perkembangan dan lain sebagainya.

(4)

2.2 Konsep Dasar Sistem 2.2.1 Teori Sistem

Suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu [Tata Sutabri, 2012: 10].

Teori sistem melahirkan konsep-konsep futuristik. Salah satu konsep yang terkenal adalah konsep sibernetika (cybernetics). Konsep bidang kajian ilmiah ini terutama berkaitan dengan upaya menerapkan berbagai disiplin ilmu, yaitu ilmu perilaku, fisika, biologi dan teknik. Oleh karena itu, sibernetika biasanya berkaitan dengan usaha-usaha otomasi tugas-tugas yang dilakukan oleh manusia sehingga melahirkan studi tentang robotika, kecerdasan buatan (artificaial intelegance) dan lain adalah masukan (input), pengolahan dan keluaran (output).

2.2.2 Karakteristik Sistem

Sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bias dikatakan seagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

2. Batasan Sistem (Boundary)

Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

(5)

3. Lingkungan Luar Sistem (Environtment)

Bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.

4. Penghubung Sistem (Interface)

Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem lain disebut penghubung sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.

5. Masukan Sistem (Input)

Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input). Contoh, di dalam suatu unit sistem komputer, “program” adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan “data” adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

6. Keluaran Sistem (Output)

Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain seperti sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi.

7. Pengolah Sistem (Proses)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan megubah masukan manjadi keluaran, contohnya adalah sstem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen. 8. Sasaran Sistem (Objective)

Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

(6)

2.2.3 Klasifikasi Sistem

Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi yang ada di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu, sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, di antaranya :

1. Sistem abstrak dan sistem fisik

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fiisik. Sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.

2. Sistem alamiah dan sistem buatan manusia

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi mellaui proses alam, tidak dibuat oleh manusia. Sedangkan sistem buatan manusia merupakan sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin yang disebut human machine sistem.

3. Sistem determinasi dan sistem probabilistik

Sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi disebut sistem deterministic. Sedangkan sistem bersifat probabilistik adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur

probabilistic.

4. Sistem terbuka dan sistem tertutup

Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya.

2.3 Konsep Dasar Informasi

2.3.1 Pengertian Informasi

Informasi adalah data yang telah diklasifikasi atau diinterpretasi untuk digunakandalam proses pengambilan keputusan [Tata Sutabri, 2012: 29].

Sistem pengolahan informasi mengolah data menjadi informasi atau tepatnya mengolah data dari bentuk tak berguna menjadi berguna bagi penerimanya.

(7)

2.3.2 Kualitas Informasi

Kualitas suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu : 1. Akurat (accurate)

Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.

2. Tepat waktu (timeline)

Informasi yang dating pada si penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan.

3. Relevan (relevance)

Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk orang satu dengan yang lain berbeda.

2.4 Konsep Dasar Sistem Informasi

2.4.1 Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan [Tata Sutabri, 2012: 46].

2.4.2 Komponen dan Jenis Sistem Informasi

Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok. Blok-blok tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran. Keenam blok tersebut antara lain :

(8)

1. Blok masukan (input block)

Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input yang

dimaksud adalah metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok model (model block)

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Blok keluaran (output block)

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

4. Blok teknologi (technology block)

Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirim keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

5. Blok basis data (database block)

Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain, tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

6. Blok kendali (control block)

Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperature, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan istem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebaginya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat datasi.

2.5 Metode Waterfall

Waterfall model merupakan proses hidup perangat lunak memiliki sebuah proses hidup perangkat lunak memiliki sebuah proses yang linear dan sekuensial [Soetam Rizky, 2011].

(9)

Metode waterfall juga disebut dengan classic life cycle. Metode ini membutuhkan pendekatan dalam pengembangan perangkat lunak dimulai dari tingkat sistem dan kemajuan sistem engineering, analisis kebutuhan software, desain (design), pemrograman (coding), uji coba (testing) dan pemeliharaan (maintenance). Aktifitas yang terdapat pada metode waterfall tampak pada gambar 2.2.

Gambar 2.2 Skema Waterfall [Soetam Rizky, 2011]

Pada skema waterfall terdapat beberapa tahapan-tahapan yang dimana dari tiap-tiap tahapan terdapat penjelasan sebagai berikut:

1. Rekayasa sistem

Tahapan ini menyangkut pengumpulan kebutuhan pada tingkat sistem dengan sejumlah kecil analisis serta desain tingkat puncak.

2. Analisis

Pada tahap ini dilakukan pengumpulan perangkat lunak. Untuk memahami perangkat lunak yang dibangun, perekayasa perangkat lunak harus memahami domain informasi, tingkah laku, untuk kerja dan antarmuka yang diperlukan. Kebutuhan baik untuk sistem maupun perangkat lunak didokumentasikan dan dilihat lagi dengan pelanggan.

3. Desain sistem

Desain perangkat lunak sebenarnya adalah proses multi langkah yang berfokus pada empat atribut program yang berbeda; struktur data, arsitek perangkat lunak, representasi antarmuka dan detail prosedural. Proses desain menerjemahkan kebutuhan ke dalam sebuah representasi perangkat lunak yang dapat diperkirakan demi kualitas sebelum dimulai pemunculan ke kode. Sebagaimana persyaratan, desain didokumentasikan dan menjadi bagian dari konfigurasi perangkat lunak.

(10)

4. Pengkodean

Desain harus diterjemahkan ke dalam bentuk mesin yang bisa dibaca. Langkah pembuatan kode melakukan tugas ini. Jika desain dilakukan dengan cara yang lengkap, pembuatan kode dapat diselesaikan secara mekanis.

5. Pengujian

Sekali kode dibuat, pengujian program dimulai. Proses pengujian berfokus pada logika internal perangkat lunak, memastikan bahwa semua pernyataan sudah diuji dan pada eksternal fungsional yaitu mengarahkan pengujian untuk menemukan kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa masukan yang dibatasi akan memberikan hasil aktual yang sesuai dengan hasil yang dibutuhkan.

6. Maintenance

Software yang sudah dikirim kepada pelanggan dapat mengalami perubahan data

karena:

a. Software mengalami error

b. Software harus di adaptasi untuk menyesuaikan dengan lingkungan external, misalnya adanya sistem operasi baru atau peripheral baru.

2.6 Konsep Dasar Basis Data

2.6.1 Pengertian Basis Data

Basis data didefinisikan sebagai kumpulan terorganisasi dari data-data yang berhubungan sedemikian rupa sehingga mudah disimpan, dimanipulasi serta dipanggil oleh pengguna (Adi Nugroho, 2011: 5).

2.6.2 Sistem Basis Data

Sistem basis data dapat terbagi dalam beberapa komponen penting, yakni :

1. Data

Merupakan informasi yang disimpan dalam suatu struktur tertentu yang terintegrasi.

(11)

2. Hardware

Merupakan perangkat keras berupa komputer dengan media penyimpanan sekunder yang digunakan untuk menyimpan data karena pada umumnya basis data memiliki ukuran yang besar.

3. Sistem Operasi

Program yang mengaktifkan/memfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya dalam komputer dan melakukan operasi-operasi dasar dalam komputer yang meliputi operasi input output (IO), pengelolaan file dan sebagainya.

4. Basis Data

Basis data sebagai inti dari sistem basis data. Basis data menyimpan data serta struktur sistem basis data baik untuk entitas maupun objek-objeknya secara detail.

5. Database Management System (DBMS)

Merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan pengelolaan basis data.

6. User

Merupakan pengguna yang menggunakan data yang tersimpan dan terkelola. 7. Aplikasi Lain

Program yang dibuat untuk memberikan interface kepada user sehingga lebih mudah dan terkontrol dalam mengakses basis data.

2.6.3 Perancangan Basis Data

Aktifitas perancangan basis data akan mentransformasikan spesifikasi kebutuhan untuk tempat penyimpanan data yang akan dikembangkan selama analisis basis data ke dalam spesifikasi terstuktur untuk memandu implementasi langsung basis data. Ada 2 bentuk spesifikasi, yaitu :

1. Perancangan Basis Data Secara Logika

Sasaran perancangan basis data secara logika untuk menterjemahkan perancangan konseptual (yang mencerminkan kebutuhan data pada organisasi

(12)

yang kita analisis di tahap-tahap sebelumnya) ke perancangan basis data logika yang dapat langung di implementasikan pada sistem basis data yag dipilih. 2. Perancangan Basis Data Secara Fisik

Merupakan tahapan untuk menuangkan basis data yang bersifat logis menjadi basis data fisis yang tersimpan pada media penyimpanan eksternal. Sasaran utama perancangan basis data secara fisik adalah meningkatkan efisiensi dalam pemrosesan basis data. Perancangan basis data secara fisik membutuhkan beberapa pilihan kritis yang akan berimbas pada integritas dan kinerja dari aplikasi. Kunci-kunci untuk melakukan pilihan-pilihan mencangkup :

a. Pemilihan format penyimpanan (dinamakan tipe data) untuk tiap atribut dari model data logika. Format dipilih untuk meminimalisasi dan menoptimalkan penggunaan ruang fisik dan untuk memaksimalkan integritas data.

b. Pengelompokan atribut-atribut dari model data logika kerekaman fisik. c. Perancangan rekaman-rekaman pada memori sekunder (terutama hardisk)

sehingga rekaman-rekaman secara individual maupun kelompok rekaman (kita namakan pengorganisasian berkas) dapat disimpan, dipanggil kembali serta diperbaharui dengan cepat.

d. Memilih struktur (dinamakan indeks dan arsitektur basis data) untuk menyimpan dan menghubungkan berkas-berkas (file) sehingga pemanggilan data berlangsung dengan cara yang efisien.

e. Menyiapkan strategi-strategi untuk menangani query pada basis data dengan tujuan mengoptimalisasikan kinerja basis data dalam menangani

query.

2.6.4 Konsep Dasar Sistem Basis Data

Basis data merupakan sekumpulan data yang disusun secara logis dan dikendalikan secara sentral. Basis data memiliki bagian-bagian yang penting, yaitu :

a. Karakter-karakter

Karakter merupakan bagian data yang tekecil, dapat berupa karakter numeric, huruf ataupun karakter-karakter khusus yang membentuk suatu item data.

(13)

b. Field

Suatu field menggambarkan suatu atribut dari record yang menunjukkan suatu item dari data, seperti misalnya nama, alamat dan lain sebaginya. Kumpulan dari field membentuk suatu record.

c. Record

Kumpulan dari field membentuk suatu record. Record menggambarkan suatu unit data individu tertentu. Kumpulan dari record membentuk suatu file. Misalnya file personalia, tiap-tiap record dapat mewakili data tiap-tiap karyawan.

d. File

File terdiri dari record-record yang menggambarkan satu kesatuan data yang sejenis. Misalnya file matakuliah berisi data tentang semua mata kuliah yang ada.

e. Data Base

Kumpulan dari file membentuk suatu database.

2.6.5 Kamus Data

Kamus data biasanya merupakan bagian dari katalog sistem (system catalog) yang dibentuk untuk setiap basis data. Katalog sistem mendeskripsikan semua objek basis data, termasuk data tentang tabel-tabel seperti nama tabel, pembuat tabel, pengguna yang berhak menggunakanya, nama dan tipe data, kunci tamu (foreign key) dan kunci primer (primary key), berkas indeks dan sebagainya. Katalog sistem diciptakan oleh DBMS dan informasinya disimpan di tabel sistem, yang padanya dapat dilakukan permohonan seperti tabel data biasa, jika pengguna memiliki hak yang memadai. [Adi Nugroho, 2011: 530].

(14)

Tabel 2.1. Notasi Struktur Data

Tabel 2.2. Contoh Struktur Data

No Nama Arus Data Struktur Data

1 Data Barang = Kd_Brg + Nm_Brg + Satuan + Hrg_Sat + Qty_Masuk + Qty_Keluar + Stok_Akhir + Tanggal

2 Data Pelanggan = Kd_Plg + Nm_Plg + Alamat + Kota + Kode_Pos + Telp + Lama_Kredit + Lmt_Kredit + NPWP

3 Data Pesanan = No_Psn + Tgl_Psn + Kd_Plg + Nil_Psn + Kd_Brg + Qty

4 Data Faktur = No_Fax + Tgl_Fax + Kd_Plg + Nil_Fax + Kd_Brg + Qty

Notasi Keterangan

= Terdiri dari

+ Dan ( and )

( ) Pilihan ( ya atau tidak )

{ } Pengulangan proses/ Iterasi

( ) Pilih salah satu jawaban

I Pemisah pilihan didalam ( )

* Keterangan atau catatan

(15)

2.7 Konsep Dasar Berorientasi Objek

2.7.1 UML (Unified Modeling Language)

Unifield Modeling Language (UML) adalah bahasa untuk menspesifikasi,

menvisualisasikan serta mengkonstruksi bangunan dasar sistem perngkat lunak, termasuk melibatkan pemodelan aturan-aturan bisnis [Adi Nugroho, 2012: 119].

UML disebut sebagai bahasa pemodelan bukan metode. Bahasa pemodelan (sebagaian besar grafik) merupakan notasi dari metode yang digunakan untuk mendesain secara cepat. Bahasa pemodelan merupakan bagian terpenting dari metode. UML merupakan bahasa standar untuk penulisan blueprint software yang digunakan untuk visualisasi, spesifikasi, pembentukan dan pendokumentasian alat-alat dari sitem perangkat lunak.

TujuanUML diantaranya adalah :

1. Memberikan model yang siap pakai, bahasa pemodelan visual yang ekspresif untuk mengembangkan sistem dan yang dapat saling menukar model dengan mudah dan dimengerti secara umum.

2. Memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahasa pemrograman dan proses rekayasa.

3. Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam pemodelan.

2.7.2 Analisa dan Perancangan Berorientasi Objek

UML biasanya disajikan dalam bentuk diagram/gambar yang meliputi class beserta atribut dan operasinya, serta hubungan antar class. UML terdiri dari banyak diagram, diantaranya :

1. Use Case Diagram

Use Case diagram adalah gambar dari beberapa atau seluruh aktor dan use case

dengan tujuan mengenali interaksi mereka dalam suatu sistem. Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem, yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem dan bukan “bagaimana”. Sebuah use case

(16)

mempresentasikan sebuah interaksi antara actor dengan sistem. Use case menggambarkan kata kerja seperti login ke sistem, maintenance user dan sebagainya. Oleh karena itu, use case diagram dapat membantu menganalisa kebutuhan suatu sistem. Dalam use case diagram terdapat istilah seperti aktor, use case dan use case

relationship. Customer System Logistic Admin Logistik Purchasing Customer Order Barang

Cek Stok Barang Logistik Pemesanan Barang Kosong Order Barang Supplier Pengecekan Order dari Supplier Menerima Order Customer «Include» Changing Standart Cost Customer Accounting Membuat Invoice Penjualan «Include» Assign Costumer Diskon Pengiriman Barang Transaksi Return Customer Transaksi Return Supplier «extends» «Include» «extends» Suplier

(17)

Tabel 2.3 Tabel Simbol Use Case Diagram

Notasi Nama Simbol Keterangan

System Boundary

Menggambarkan batasan antara usecase

dengan aktor

Aktor

Sebuah aktor mencirikan suatu bagian

outside user atau susunan yang

berkaitan dengan user yang berinteraksi

dengan sistem

Use Case

Merupakan serangkaian skenario yang

terikat bersama-sama oleh suatu tujuan

Communication

Menggambarkan hubungan antara use

case dengan aktor

2. Activity Diagram

Activity diagram menggambarkan rangkaian aliran dari aktifitas, digunakan untuk

mendiskripsikan aktivitas yang dibentuk dalam suatu operasi sehingga dapat juga digunakan untuk aktivitas lainnya seperti use case atau interaksi. Diagram berupa flow

chart yang digunakan untuk memperlihatkan aliran kerja dari sistem.

(18)
(19)

Tabel 2.4 Simbol Activity Diagram

3. Sequence Diagram

Sequence diagram menggambarkan kolaborasi dinamis antara sejumlah objek dan

untuk menunjukkan rangkaian pesan yang dikirim antar objek, sesuatu yang terjadi pada titik tertentu dalam eksekusi sistem. Sequence diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan waktu. Secara mudahnya

sequence diagram adalah gambaran tahap demi tahap yang seharusnya dilakukan

untuk menghasilkan sesuatu sesuai dengan use case diagram. Sequence diagram

Simbol Keterangan

Titik Awal

Titik Akhir

Activity

Pilihan untuk pengambilan

keputusan

Fork : Untuk menunjukkan kegiatan yang dilakukan secara paralel

Rake : menunjukkan adanya dekomposisi

Tanda Waktu

Tanda Penerimaan

(20)

berhubungan erat dengan use case diagram dimana 1 use case akan menjadi 1

sequence diagram.

Tabel 2.5 Simbol Sequence Diagram

Simbol Nama Simbol Keterangan

Object1

Object Life Line Partisipan Form.

Activation Merupakan sebuah focus dari control

pada suatu waktu.

Message Pesan yang menggambarkan

komunikasi yang terjadi antar objek.

Message (Call) Pesan yang menggambarkan

pemanggilan yang terjadi antar objek.

Message (return)

Pesan yang dikirim untuk diri sendir.

Message (return)

Pesan yang dikirim untuk diri sendir.

Lifetime Menambahkan pemulaan dan

(21)

Gambar 2. 5 Contoh Sequence Diagram

4. Class Diagram

Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek

beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi dan lain-lain.

Class diagram berfungsi untuk menjelaskan tipe dari objek sistem dan hubungannya

dengan objek yang lain. Objek adalah nilai tertentu dari setiap attribute kelas entity.

Class adalah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan

merupakan inti dari pengembangan berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan (attribute/property) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metode/fungsi).

(22)

Tabel 2.6 Simbol Class Diagram

Simbol Nama Simbol Keterangan

Class1 Class Menggambarkan sesuatu yang

mengkapsulkan informasi di class menampung nama class, atribut dan method.

1 0..1

Asosiasi Asosiasi yang menghubungkan

class dengan class Multiplycity.

1 *

Agregation Aggregation menggambarkan

suatu class terdiri dari class lain atau suatu class adalah bagian dari class lain.

Generalization Generalization merupakan

sebuah taxonomic relationship antara class yang lebih umum dengan class yang lebih khusus. +terima kartu() +keluar kartu() +baca kartu() Pembaca Kartu +isian() +terima masukan() Layar ATM +buka() +tarik dana() +potong dana() +verifikasi dana() -Nomor account -Pin -Saldo Account +sediakan tunai() +sediakan tanda bukti() -Saldo tunai

Dispenser Tunai *

*

(23)

2.8 Visual Basic. NET 2010

Visual Basic. NET 2010 adalah salah satu bahasa pemograman yang ada dalam Visual Studio. Visual Studio 2010 adalah versi terbaru. Dimana sudah ada Visual Studio 2011 tetapi masih dalam versi beta yang biasanya belum stabil sebagai full version. Pada pemograman database, Visual Basic. NET 2010 sangat tepat jika disandingkan dengan Microsoft SQL Server [Hidayatullah, Priyanto. 2012].

Adapun kelebihan dari Visual Basic. NET 2010 antara lain :

1. Adanya fasilitas penanganan kesalahan (bug) yang real time background

complier sehingga developer Visual C# dapat mengetahui kesalahan kode secara up-to-date.

2. Visual Basic. NET 2010 menyediakan model pemograman data akses activeX Data Object (ADO), ditambah denga XML baru berbasis Microsoft ADO. NET. 3. Visual Basic. NET 2010 menghasilkan Visual Basic. NET 2010 untuk web. 4. Mendukung pembuatan aplikasi client-server, terdistribusi, serta aplikasi yang

berbasis Windows maupun web.

5. Net Framework com memungkinkan pemakai dapat berinteraksi dengan sistem yang sudah ada, dengan menggunakan XML wb service.

6. Net Framework mendukung interaksi lebih dari 20 bahasa pemograman.

7. Penyebaran program yang mudah, baik untuk aplikasi Windows maupun aplikasi web karena sudah tersedia wzard secara khusus dengan fasilitas tambahan yang menarik.

Lingkungan pengembangan dari VB .NET disebut dengan .NET Framework. Framework ini menangani bagaimana .NET programming membangun tipe intrinsic, class, dan antarmuka. Pada april 2012, .NET Framework terbaru adalah versi 4.5. dimana komponen paling penting dari framework ini adalah Common Language Runtime (CLR). Dengan dikembangkan program ini, para programmer dapat membangun aplikasi

desktop (Windows Form), aplikasi web berbasis ASP. Net dan juga aplikasi command line (Console). Bahasa pemograman yang terdapat di dalam Visual Studio 2010

(24)

Gambar 2.7 Interface Microsoft Visual Studio 2010

2.9 SQL Server

SQL merupakan bahasa komputer standar yang digunakan untuk berkomunikasi dengan sistem manajemen basis data relational (RDBMS).

SQL Server adalah RDBMS (Relational Database Management System) yang dikembangkan oleh Microsoft SQL Server dapat digunakan sebagai basis data (database) untuk kebutuhan personal, seperti basis data pada aplikasi Windows Mobile Device serta aplikasi yang menggunakan basis data dengan banyak server. SQL Server terdiri dari berbagai versi, antara lain Express Edition, Personal Edition dan Enterprise Edition. Microsoft juga mengembangkan platformnya untuk dapat menghasilkan kolaborasi system yang handal.

(25)

Dalam menggunakan query, ada beberapa hal yang harus diketahui yang menjadi aturan dalam SQL, diantaranya adalah:

1. Incasesenitive

Artinya huruf besar dan huruf kecil tidak dibedakan. 2. Penulisan Query

Query bisa ditulis satu baris penuh atau dipisah perbari (untuk query yang

panjang).

3. Kata kunci dalam SQL

a. Keyword (Reserved Word)

Merupakan kata-kata yang sudah dipakai oleh sistem seperti CREATE. Pada umumnya dalam penulisannya, keyword dalam SQL biasanya ditulis dengan huruf capital semua. Namun, ini bukan aturan, hanya tergantung dari kesepakatan.

b. Identifier (Pengenal)

Merupakan nama-nama varibel ataupun identifier lainnya. Pada umumnya

identifier ditulis dengan menggunakan campuran antara huruf besar dan huruf

kecil misalnya Mahasiswa, Nillai dan sebagainya. Sekali lagi ditegaskan bahwa aturan ini bukanlah aturan baku dalam penulisan identifier, hanya tergantung kesepakatan.

Perintah atau statement dalam SQL secara umum dapat dibagi menjadi tiga kategori atau sub bahasa, yakni :

1. Data Definition Language (DDL)

Bagian dari SQL ini mengandung definisi suatu tabel seperti pembuatan, penghapusan dan pemodifikasian definisi tabel dan view. DDL juga dapat memberikan batasan akses ke suatu tabel atau view.

2. Data Manipulation Languange (DML)

DML merupakan bagian dari SQL yang memungkinkan pengguna untuk melakukan suatu proses atau manipulasi suatu basis data seperti melakukan query INSERT, UPDATE dan DELETE.

3. Retrieving Data

Retrievieng data merupakan bagian dari SQL yang bertugas menampilkan data,

pada umumnya pengguna menggunakan query atau perintah SQL, yaitu SELECT untuk menampilkan data.

(26)

2.10 Metode Pegujian

2.10.1 Analisa dan Perancangan Berorientasi Objek

White Box testing secara umum merupakan jenis testing yang lebih berkonsentrasi terhadap isi dari perangkat lunak itu sendiri. jenis ini lebih banyak berkonsentrasi kepada source code dari perangkat lunak yang dibuat ,sehingga membutuhkan proses testing yang jauh lebih lama dan lebih mahal dikarenakan membutuhkan ketelitian dari para tester serta kemmpuan ;teknis pemrograman bagi para testernya [Soetam Rizky, 2011].

Akibatnya, jenis testing tersebut hanya dapat dilakukan jika perangkat lunak telah dinyatakan selesai dan telah melewati tahapan analisa awal. Jenis testing ini juga membutuhkan inputan data yang dianggap cukup memenuhi syarat agar perangkat lunak benar – benar dinyatakan memenuhi kebutuhan pengguna. Dan adapun prinsip dari keluaran tipe testing ini adalah :

1. Menjamin bahwa semua alur program yang independen (dalam bentuk modul, form, prosedur, class dan lainnya) telah dites minimal satu kali

2. Telah melakukan testing terhadap semua jenis perulangan dengan kondisi percabangan dengan nilai true dan false.

3. Telah melakukan testing terhadap semua jenis perulangan dengan kondisi normal dan kondisi yang dianggap melampaui batas perulangan (umumnya kondisi yang melampaui batas harus diatasi oleh prosedur tetentu)

4. Telah melakukan testing terhadap struktur data internal (seperti variabel) agar terjaga validitasnya.

2.10.2 Uji Coba Black Box

Black box testing adalah tipe testing yang memperlakukan perangkat lunak yang tidak diketahui kinerja internalnya. Sehingga para tester memandang perangkat lunak seperti layaknya sebuah kotak hitam yang tidak penting dilihat isinya, tapi cukup dikenai proses testing di bagian luar.

Jenis testing ini hanya memandang perangkat lunak dari sisi spesifikasi dan kebutuhan yang telah di definisikan pada saat awal perancangan. Sebagai contoh, jika

(27)

terdapat sebuah perangkat lunak yang merupakan sebuah sistem informasi inventory di sebuah perusahaan. Maka pada jenis white box testing, perangkat lunak tersebut akan berusaha dibongkar listing programnya untuk kemudian di tes menggunakan teknik – teknik yang telah dijelaskan sebelumnya. Sedangkan pada jenis balck box testing, perangkat lunak tersebut akan dieksekusi kemudian berusaha dites apakah telah memenuhi kebutuhan pengguna yang di definisikan pada saat awal tanpa harus membongkar listing programnya. Beberapa keuntungan yang di peroleh dari jenis testing ini antara lain :

1. Anggota tim tester tidak harus dari seseorang yang memiliki kemampuan teknis di bidang pemrograman.

2. Kesalahan dari perangkat lunak ataupun bug seringkali ditemukan oleh komponen tester yang berasal dari pengguna.

3. Hasil dari black box testing dapat memperjelas kntradiksi ataupun kerancuan yang mungkin timbul dari eksekusi sebuah perangkat lunak

4. Proses testing dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan white box testing.

2.11 SEJARAH BAHASA INGGRIS

Sejarah bahasa Inggris diawali dengan kedatangan toga suku Jermanik yang menyerbu Britania pada abad ke-5. Suku-suku ini, para Angles, Saxon, dan Jutes, melintasi Laut Utara dari tempat yang sekarang dikenal sebagai Denmark dan Jerman bagian utara. Saat itu, penduduk Inggris berbicara dengan bahasa Celtic, tapi sebagian besar pengguna bahasa Celtic didorong ke sisi barat dan utara oleh penjajah - terutama ke area yang sekarang kita kenal sebagai Wales, Skotlandia, dan Irlandia. Suku Angles datang dari tempat bernama Englaland dan bahasa mereka dikenal dengan nama Englisc. Dari kedua kata inilah nama England (Inggris) dan English (bahasa Inggris) berasal (http://www.englishfirst.co.id).

2.12 PENGERTIAN APLIKASI PEMBELAJARAN

Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. Belajar, mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. Belajar terjadi tanpa guru atau tanpa

(28)

kegiata mengajar dan pembelajaran formal lainnya, sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas.

Komputer memiliki program – program aplikasi yang daat digunakan untuk dimanfaatkan atau dikembangkan dalam pencapaian di bidang pendidikan. seperti dalam pengembangan materi atau bahan – bahan pembelajaran, sebagai alternatif sumber belajar, komputer dapat digunakan untuk mentransfer materi – materi kepada peserta didik atau dalam konteks ini biasa disebut dengan pembelajaran berbasis komputer.

Istilah pembelajaran komputer pertama kali diadopsi dari beberapa terjemahan sejenis yang menjelaskan penggunaan atau pemanfaatan komputer untuk dunia pendididkan atau pembelajaran. Pengertian komputer pembelajaran dibagi menjadi tiga hal, yaitu :

1. Computer Assisted Learning (CAL) 2. Computer Based Training (CBT) 3. Computer assisted Instruction (CAI)

Dalam konteks pengembangan, pembelajaran berbasis komputer lebih tepat dikaitkan dengan pengertian CAI (Computer Assisted Instruction). Pengertian CAI (Computer Assisted Instruction) adalah suatu sistem penyamaian materi pembelajaran berbasis mikroprosesor yang pelajarannya di rancang dan di program kedalam sistem tersebut. CAI dapat berbentuk tutorial, drills and practice, simulasi dan permainan. Media pembelajaran berbasis CAI ini mempunyai kemampuan dalam mengintegrasikan komponen warna, musik dan animasi grafik (graphic animation). Media pembelajaran berbasis CAI ini juga mampu memberikan balikan (feedback) sehingga siswa dapat aktif berinteraksi dengan media yang diproduksi. Bentuk pembelajaran CAI yang diberikan adalah bentuk tutorial bercabang.

2.12.1 Bentuk Dan Karakteristik Program Pembelajaran

1. Tutorial dengan ciri – ciri : a. Menyajikan informasi baru

b. Memuat penjelasan, rumus, prinsip, bagan, tabel, definisi, latihan, dan brancing yang sesuai, dan

(29)

c. Penyajian tidak sama dengan buku teks.

2. Drills and Practice dengan ciri-ciri : konsep-konsep sudah dikuasai siswa, menerapkan rumus-rumus, bekerja dengan kasus atau berisi soal-soal latihan yang berusaha menjelajahi daya tangkap siswa/pengguna terhadap materi.

3. Problem solving dengan ciri-ciri : latihan yag berupa tugas yang sifatnya lebih tinggi dari drill and practice yang meliputi beberapa langkah dan proses disajikan kepada si pembelajar yang menggunakan komputer sebagai alat atau sumber untuk mencari pemecahan.

4. Simulasi

Menyajikan latihan – latihan sebagai bahan evaluasi dari apa yang sudah didapat dari pembalajaran yang ada.

5. Games

Bahan pembelajaran sekaligus latihan sebagai bahan evaluasi dalam bentuk permainan, baik audio maupun visual.

2.12.2 Prosedur Pengembangan

Proses produksi pembelajaran berbasis komputer dapat dilakukan dengan berbagai program aplikasi, seperti microsoft PowerPoint, Macromedia Flash, Adobe Primer, Macromedia Dream Weaver, Microsoft Front Page, PHP, Java Script, dan sebagainya. Selain memerlukan fitur program aplikasi komputer dan komputer itu sendiri, proses produksi juga memerlukan fitur program aplikasi komputer dan komputer itu sendiri, proses produksi juga memerlukan berbagai peralatan (hardware). Misal : Camera Foto, Camera Video, Scanner, CD/DVD Writer dan sebagainya. Pemilihan program dan peralatan tersebut di dasarkan pada tingkat kebutuhan dan keahlian pengembangan program. Pengemasan produk pembelajaran berbasis komputer juga bermacam – macam, mulai dari CD interaktif, Video Pembelajaran, Web Blog Pembelajaran, Game Pembelajaran, dan sebagainya, yang semua itu memerlukan komputer sebagai media dasar untuk menayangkan dan menyampaikan pesan yang terkandung di dalamnya.

Gambar

Gambar 2.1 Pemrosesan Data [Tata Sutabri, 2012: 2]
Gambar 2.2 Skema Waterfall [Soetam Rizky, 2011]
Tabel 2.1. Notasi Struktur Data
Gambar 2. 4 Contoh Activity Diagram
+4

Referensi

Dokumen terkait

Terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan didasar data dengan cara yang sudah

Blok dalam sistem informasi yang terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematika yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan

1.Blok komponen sistem informasi yang terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di dasar data untuk

Blok model adalah rangkaian gabungan antara prosedur logika dan model matematik yang akan mengolah data yang tersimpan pada database dengan cara yang ditentukan untuk

Blok komponen sistem informasi yang terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di dasar data untuk

matematika yang mempproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. Komponen output, adalah hasil

Basis data (database block), basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan

Blok Teknologi Technology Block Teknologi merupakan “kotak alat” dalam sistem informasi yang digunakan untuk menerima input, menjadikan model, menyimpan dan mengakses data,