• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 3.1. Tabel ketersediaan data radar.
Gambar  4.1.1.  Grafik  time  series  CH  VS  Waktu  di  Stasiun  Plansite pada tanggal 16 Maret 2010
Tabel  4.4.  Relasi  Z-R,  koefisien  korelasi  dan  determinasi  serta standard error setiap bulan

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dimulai dengan mengkoreksi data TRMM terhadap data curah hujan observasi, menghitung debit menggunakan model SWAT lalu evaluasi debit terhadap

Model Soil and Water Assessment Tool (SWAT) dapat menghitung kesetimbangan air dalam suatu DAS dengan input yang sederhana, yaitu: curah hujan, temperatur maksimum –

Faktor lain pemicu tingginya erosi pada tahun 1998 khususnya untuk ekspor sedimen yang nilai erosinya jauh diatas tahun-tahun lain adalah karena curah hujan yang

Pada penelitian ini digunakan dua jenis data masukan model TRIGRS yaitu data meterologi yang diwakilkan oleh curah hujan harian pada tahun 2011, data topografi

- Dari hasil CDF membuktikan bahwa fenomena penurunan curah hujan, debit dan water level yang terjadi merupakan fenomena ekstrim minimum pada Juni 2004 dan Juli

Hasil prediksi model ANFIS untuk curah hujan pentad menunjukkan pada skenario 3 daan 4 menghasilkan nilai ramalan yang lebih baik dengan nilai TS(kemampuan model

Namun hasil perhitungan debit limpasan dengan menggunakan curah hujan maksimum hasil perhitungan CDF dianggap lebih baik karena hasil yang didapatkan sesuai dengan

Berdasarkan hasil perubahan yang terjadi pada tipe hujan di wilayah Papua terhadap fenomena ENSO, didapatkan respon yang berbeda-beda antara tipe hujan secara