PERFORMANCE KINERJA KEUANGAN PADA SEKTOR TEKSTIL DAN
GARMENT YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2010-2014
Dania Yunitasari Sunardi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro Jalan Nakula 1 No. 5-11 Semarang
Email: [email protected] Telp: (024) 3517261. Fax: (024) 3569684
ABSTRAK
Kinerja keuangan adalah salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi keuangan perusahaan. Laporan keuangan untuk menggambarkan data keuangan pada laporan periode tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pertumbuhan kinerja perusahaan, mengetahui nilai rata-rata semua rasio, mengetahui nilai terendah dan tertinggi dari semua rasio. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rasio likuiditas, aktivitas dan solvabilitas. Penelitian ini menggunakan perusahaan tekstil dan garment periode 2010-2014 sebagai objek penelitiannya. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata industri dengan rata-rata semua perusahaan dalam keadaan baik.
Kata kunci: kinerja keuangan, laporan keuangan, rasio likuiditas, aktivitas, dan solvabilitas ABSTRACT
The financial performance is one measure that can be used to describe a company's financial condition. The financial statements describe the financial data on a particular periode report. The purpose of this study was to determine the growth rate of the company's performance, determine the value of the average of all ratios, determine the lowest and highest value of all ratios. The analytical method used in this research is quantitative descriptive analysis using liquidity ratios, activity and solvency. This study uses the textile and garment companies in 2010-2014 as an object of research. The results showed the industry average with the average of all companies in a good condition.
Keywords: financial performance, financial statements, liquidity ratio, activity and solvency
PENDAHULUAN
Di era globalisasi, perkembangan pasar modal di Indonesia berjalan cukup pesat. Aktivitas pasar modal merupakan salah satu satu potensi untuk berkembangnya perekonomian Indonesia. Kehadiran pasar modal memberikan peluang investasi bagi investor untuk menanamkan modal jangka pangjangnya di pasar modal. Industri manufaktur merupakan salah satu bidang industri yang turut bersaing di perekonomian global. Di Indonesia, telah berdiri berbagai jenis perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Mengingat peran sektor manufaktur yang penting yaitu sebagai penyedia berbagai jenis barang kebutuhan manusia, maka sudah seharusnya sektor industri tersebut perlu diberi perhatian khusus untuk mengembangkan produknya guna kelangsungan dan perkembangan usaha sektor manufaktur di Indonesia. Sektor tekstil dan garment saat ini sedang mengalami kritis. Banyak buruh yang di PHK oleh perusahaannya. Seperti yang dilangsir oleh (HarianTerbit.com,Jakarta), menyatakan bahwa Asosiasi Pertekstilan Indonesian (API) mencatat sampai 02 Oktober 2015 sudah ada sebanyak
30.000 buruh pabrik dan tekstil yang dirumahkan oleh perusahaannya karena industri tekstil sedang mengalami kesulitan pemasukan akibat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Di samping itu sektor tekstil dan garment sangat penting karena sektor tekstil dan garment mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak dibandingakn dengan sektor lain. Seperti yang dilangsir oleh (Liputan6.com,Semarang), menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani industri kecil dapat menjadi industri yang dapat diandalkan. Pasalnya, industri tekstil ini mampu menyerap tenaga kerja jauh lebih banyak dibandingkan dengan industri sektor lain. Beliau mengatakan bahwa di Semarang, Jawa Tengah “daya serap tenaga sektor tekstil 6,5 kali lipat dibandingkan dengan sektor lain”.
Penelitian mengenai kinerja keuangan perusahaan sudah banyak yang dilakukan, terutama pada perusahaan dagang, manufaktur dan koperasi. Berdasarkan penelitian Kartini Rezki Anwar (2011), hasil penelitian pada PT. Mega Indah Sari Makassar menunjukkan rasio aktivitas dan rasio profitabilitas mengalami peningkatan. Pada perhitungan rasio aktivitas yang meliputi receivable turnover, inventory turnover, dan total asset turnover. Pada perhitungan rasio profitabilitas yang meliputi gross profit margin, net profit margin dan return on investment. Pada penelitian Swita Angelina Kaunang (2013), hasil penelitian pada PT. Cipta Daya Nusantara Manado menunjukkan rasio likuiditas untuk perhitungan current ratio dan quick ratio dalam keadaan baik, sedangkan cash ratio dalam keadaan kurang baik karena uang kas yang dimiliki perusahaan belum mampu melunasi hutang perusahaan. Dan untuk rasio solvabilitas dapat dilihat bahwa debt to asset ratio cukup meningkat dan untuk debt to equity ratio, LTDtER mengalami penurunan. Selanjutnya untuk rasio rentabilitas mengalami penurunan.
Sedangkan pada penelitian Finolitha Yulieth Lahonda, Ventje Ilat, Victorina Z. Tirayoh (2014), hasil penelitian pada PT. PLN (PERSERO) Wilayah Suluttenggo Area Manado menunjukkan rasio likuiditas dalam keadaan kurang baik. Dan untuk rasio solvabilitas dalam keadaan cukup baik. sedangkan untuk rasio profitabiltas dalam keadaan baik. Penelitian ini mensintesa penelitian Swita Angelina Kaunang (2013), dan Finolitha Yulieth Lahonda, Ventje Ilat, Victorina Z. Tirayoh (2014). Terdapat persamaan dan perbedaan pada penelitian Swita Angelina Kaunang (2013) dan Finolitha Yulieth Lahonda, Ventje Ilat, Victorina Z. Tirayoh (2014) dengan penelitian ini. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini adalah menganalisa kinerja keuangan suatu perusahaan. Dan perbedaannya adalah pada objek penelitian.
Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui tingkat pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan. mengetahui nilai rata-rata dari semua rasio, mengetahui nilai terendah dari semua rasio. Dan mengetahui nilai tertinggi dari semua rasio.
TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Kinerja Keuangan
(Muchlis, 2000), kinerja keuangan adalah prestasi keuangan yang tergambar dalam laporan keuangan perusahaan yaitu neraca rugi-laba dan kinerja keuangan menggambarkan usaha perusahaan (operation income). Profitabilitas suatu perusahaan dapat diukur dengan menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari kegiatan pokok perusahaan dengan kekayaan asset yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan.
(Agus, 2001), analisis rasio merupakan hasil dari penganalisaan laporan keuangan perusahaan yang digunakan untuk mengukur kondisi dan efisiensi operasi perusahaan serta struktur modal yang sehat dengan tujuan untuk memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat tercapai
Rasio Likuiditas
Terdapat dua rasio likuiditas yaitu rasio cepat dan rasio kas. Rasio cepat menurut (Kasmir, 2008), menunjukan likuiditas perusahaan yang diukur menggunakan unsur-unsur aktiva lancar yang likuid. Sedangkan rasio kas menurut (Bambang Riyanto, 2001), untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang dapat segera diuangkan.
Rasio Aktivitas
Terdapat dua rasio aktivitas yaitu rasio perputaran piutang dan rasio periode perputaran piutang. Rasio perputaran piutang menurut (Dwi Prastowo dan Rifka Juliaty, 2008), biasanya digunakan dalam hubungannya dengan analisis terhadap modal kerja, karena memberikan ukuran kasar tentang seberapa cepat piutang perusahaan berputar menjadi kas. Sedangkan rasio periode perputaran piutang menurut Werner R. Murhadi (2012), periode pengumpulan piutang mengindikasikan rata-rata lamanya piutang perusahaan yang diberikan kepada konsumennya.
Rasio Solvabilitas
Terdapat lima rasio solvabilitas yaitu debt ratio, long-term debt to equity, time interest-earned ratio, debt service coverage ratio, solvency ratio. Debt ratio menurut (Kasmir, 2008), merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total hutang dengan total aktiva. Long-term debt to equity menurut (Kasmir, 2008), merupakan rasio antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri. Time interest-earned ratio menurut (Kasmir, 2008), menunjukkan besarnya jaminan keuntungan untuk membayar bunga hutang jangka panjang. Debt service coverage ratio menurut (Werner R. Murhadi, 2012), menggambarkan jumlah kas yang tersedia untuk memenuhi kewajiban bunga dan pokok utang termasuk di dalamnya alokasi singking fund (yaitu dana yang disisihkan tiap tahun untuk pembayaran kewajiban obligasi pada saat jatuh tempo). Sedangkan solvency ratio menurut (Werner R. Murhadi, 2012), mencerminkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya.
Kerangka Pemikiran
Data Akuntansi Keuangan Perusahaan-Perusahaan Sektor Tekstil dan Garment yang
terdaftar di BEI
Performance Kinerja Keuangan • Rasio Likuiditas
• Rasio Aktivitas • Rasio Solvabilitas
METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi
Menurut Mardalis (1989), populasi adalah semua individu yang menjadi sumber pengambilan sampel. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2010-2014.
Sampel
Menurut Mardalis (1989), sampel adalah sebagian dari seluruh individu yang menjadi objek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu pemilihan objek dengan kriteria tertentu.
Metode Analisis Data
Menurut Hasan (2006), analisis data adalah memperkirakan atau dengan menentukan besarnya pengaruh secara kuantitatif dari suatu (beberapa) kejadian terhadap suatu (beberapa) kejadian lainnya, serta memperkirakan atau meramalkan kejadian lainnya. Kejadian dapat dinyatakan sebagai perubahan nilai variabel.
Analisa Kuantitatif
Menurut (Sugiyono 2008), analisis kuantitatif merupakan metode analisis yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi dan sampel tertentu. Analisis data bersifat kuantitatif atau lebih dikenal dengan statistik dilakukan dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Analisa Deskriptif
Menurut Sugiyono (2012), statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.
PEMBAHASAN Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi hutang jangka pendeknya. Pengukuran rasio likuiditas, dikatakan sebagai pengukuran paling utama bagi para kreditor maupun calon kreditor. Untuk mengetahui besarnya tingkat likuiditas perusahaan, maka digunakan dua rasio yaitu:
Rasio Cepat (Quick Ratio)
Besarnya nilai rasio cepat pada masing-masing perusahaan tekstil dan garment untuk tahun 2010-2014 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 1:
Tabel 1. Perhitungan Rasio Cepat (Quick Ratio) pada Perusahaan Tekstil dan Garment tahun 2010-2014
Nama Perusahaan 2010 2011 2012 2013 2014 Rata-rata
Polychem Indonesia Tbk 0.60 0.73 1.19 1.19 -9.28 -1.12 Argo Pantes Tbk 0.25 0.37 0.16 0.16 0.13 0.21 Century Textile Industry Tbk 0.33 0.54 0.53 0.27 0.25 0.38 Eratex Djaya Tbk 0.12 0.38 0.42 0.36 1.37 0.53 Ever Shine Tex Tbk 0.40 0.39 0.38 0.28 0.16 0.32 Panasia Indo Resource Tbk 0.25 0.40 0.42 0.22 0.31 0.32 Indorama Synthetics Tbk 0.70 0.65 0.62 0.58 0.48 0.61 Pan Brothers Tbk 0.49 0.85 0.79 2.03 2.80 1.39 Asia Pasific Fibers Tbk 0.14 0.11 0.12 0.11 0.07 0.11 Ricky Putra Globalindo Tbk 0.91 0.92 1.15 1.19 0.79 0.99 Nusantara Inti Corpora Tbk 0.59 0.58 0.32 0.19 0.21 0.38
Nilai Tertinggi 0.91 0.92 1.19 2.03 2.80 Nilai Terendah 0.12 0.11 0.12 0.11 -9.28 Rata-Rata 0.43 0.54 0.56 0.60 -0.25
Sumber: Data yang telah diolah
Berdasarkan tabel 1 menunjukkan perkembangan perusahaan tekstil dan garment selama tahun 2010-2014, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pada tahun 2010 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Ricky Putra Globalindo Tbk sebesar 0.91 (91%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar 0.12 (12%). Pada tahun 2011 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Ricky Putra Globalindo Tbk sebesar 0.92 (92%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar 0.11 (11%).
Pada tahun 2012 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Polychem Indonesia Tbk sebesar 1.19 (119). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Asia Fibers Tbk sebesar 0.12 (12%).
Pada tahun 2013 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar 2.03 (203%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar 0.11 (11%).
Pada tahun 2014 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar 2.80 (280%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Polychem Indonesia Tbk sebesar -9.28 (-928%).
Gambar 1. Rata-rata semua perusahaaan menggunakan rasio cepat tahun 2010-2014
Dari gambar 1 dapat dilihat semua perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri. Nilai tertinggi pada tahun 2014 dicapai oleh perusahaan Pan Brothers Tbk, sedangkan nilai terendah pada tahun 2014 dimiliki oleh perusahaan Polychem Indonesia Tbk.
Rasio Kas (Cash Ratio)
Besarnya nilai rasio kas pada masing-masing perusahaan tekstil dan garment untuk tahun 2010-2014 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 2:
Tabel 2. Perhitungan Rasio Kas (Cash Ratio) pada Perusahaan Tekstil dan Garment tahun 2010-2014
Nama Perusahaan 2010 2011 2012 2013 2014 Rata-rata
Polychem Indonesia Tbk 0.20 0.23 1.19 0.31 0.49 0.48
Argo Pantes Tbk 0.07 0.10 0.16 0.05 0.013 0.08
Century Textile Industry Tbk 0.02 0.14 0.53 0.02 0.011 0.14
Eratex Djaya Tbk 0.01 0.02 0.42 0.01 0.02 0.10
Ever Shine Tex Tbk 0.04 0.08 0.38 0.06 0.05 0.12
Panasia Indo Resource Tbk 0.03 0.05 0.42 0.06 0.07 0.13 Indorama Synthetics Tbk 0.36 0.26 0.62 0.22 0.13 0.32
Pan Brothers Tbk 0.05 0.23 0.79 0.75 1.74 0.71
Asia Pasific Fibers Tbk 0.01 0.003 0.12 0.005 0.006 0.03 Ricky Putra Globalindo Tbk 0.05 0.09 1.15 0.12 0.08 0.30 Nusantara Inti Corpora Tbk 0.05 0.02 0.32 0.01 0.02 0.08
Nilai tertinggi 0.36 0.26 1.19 0.75 1.74 Nilai terendah 0.01 0.003 0.12 0.005 0.006 Rata-rata 0.08 0.11 0.56 0.15 0.24
Sumber: Data yang telah diolah
Berdasarkan tabel 2 menunjukkan perkembangan perusahaan tekstil dan garment selama tahun 2010-2014, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
-10,00 -5,00 0,00 5,00
2010 2011 2012 2013 2014
Rata-rata semua perusahaan
ADMG ARGO CNTX ERTX ESTI HDTX INDR PBRX POLY RICY UNIT Rata-rata
Pada tahun 2010 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Indorama Synthetics Tbk sebesar 0.36 (36%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk dan perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar 0.01 (1%).
Pada tahun 2011 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Indorama Synthetics Tbk sebesar 0.26 (26%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar 0.003 (0.3%).
Pada tahun 2012 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Polychem Indonesia Tbk sebesar 1.19 (119%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Asia Fibers Tbk sebesar 0.12 (12%).
Pada tahun 2013 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar 0.75 (75%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar 0.005 (0.5%).
Pada tahun 2014 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar 1.74 (174%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar 0.006 (0.6%).
Gambar 2. Rata-rata semua perusahaaan menggunakan rasio kas tahun 2010-2014
Dari gambar 2 dapat dilihat semua perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri. Nilai tertinggi pada tahun 2014 dicapai oleh perusahaan Pan Brothers Tbk, sedangkan nilai terendah pada tahun 2011 dimiliki oleh perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk.
Rasio Aktivitas
Rasio ini menunjukkan efektivitas perusahaan dalam menggunakan aset yang dimilikinya dalam hal ini mengubah asset nonkas menjadi asset kas. Artinya dalam hal ini adalah mengukur kemampuan manajemen perusahaan dalam mengelola persediaan bahan mentah, barang dalam proses, dan barang jadi serta kebijakan manajemen dalam mengelola aktiva lainnya dan kebijakan pemasaran. Rasio manajemen aktiva menganalisis hubungan antara laporan laba-rugi, khususnya penjualan dengan unsur-unsur yang ada pada neraca, khususnya unsur-unsur aktiva. Untuk mengetahui besarnya tingkat aktivitas perusahaan, maka digunakan dua rasio yaitu:
Receivables Turnover Ratio (RTR)
0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2010 2011 2012 2013 2014
Rata-rata semua perusahaan
ADMG ARGO CNTX ERTX ESTI HDTX INDR PBRX POLY RICY UNIT Rata-rata
Besarnya nilai RTR pada masing-masing perusahaan tekstil dan garment untuk tahun 2010-2014 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 3:
Tabel 3. Perhitungan RTR pada Perusahaan Tekstil dan Garment tahun 2010-2014
Nama Perusahaan 2010 2011 2012 2013 2014 Rata-rata Polychem Indonesia Tbk 7.86 10.20 8.74 8.73 9.63 9.63 Argo Pantes Tbk 13.37 16.43 16.88 15.81 16.76 16.76 Century Textile Industry Tbk 6.57 8.13 5.05 4.95 5.38 5.38 Eratex Djaya Tbk 21.17 8.49 8.61 8.88 2.85 2.85 Ever Shine Tex Tbk 7.55 7.26 6.92 5.56 7.64 7.64 Panasia Indo Resource Tbk 6.41 11.52 6.10 6.31 8.19 8.19 Indorama Synthetics Tbk 9.46 9.65 8.27 8.01 8.73 8.73 Pan Brothers Tbk 8.14 7.99 5.86 6.41 5.92 5.92 Asia Pasific Fibers Tbk 5.51 7.74 7.00 6.79 5.67 5.67 Ricky Putra Globalindo Tbk 4.49 3.93 3.97 1.12 4.07 4.07 Nusantara Inti Corpora Tbk 3.86 3.85 4.00 4.88 4.50 4.50
Nilai tertinggi 21.17 16.43 16.88 15.81 16.76 Nilai terendah 3.86 3.85 3.97 1.12 2.85 Rata-rata 8.58 8.65 7.40 7.04 7.21
Sumber: Data yang telah diolah
Berdasarkan tabel 3 menunjukkan perkembangan perusahaan tekstil dan garment selama tahun 2010-2014, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pada tahun 2010 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar 21.17x. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Nusantara Inti Corpora Tbk sebesar 3.86x.
Pada tahun 2011 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar 16.43x. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Nusantara Inti Corpora Tbk sebesar 3.85x.
Pada tahun 2012 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar 16.88x. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Ricky Putra Globalindo Tbk sebesar 3.97x.
Pada tahun 2013 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar 15.81x. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Ricky Putra Globalindo Tbk sebesar 1.12x.
Pada tahun 2014 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar 16.76x. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar 2.85x.
Gambar 3. Rata-rata semua perusahaaan menggunakan RTR tahun 2010-2014
Dari gambar 3 dapat dilihat semua perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri. Nilai tertinggi pada tahun 2010 dicapai oleh perusahaan Eratex Djaya Tbk, sedangkan nilai terendah pada tahun 2013 dimiliki oleh perusahaan Ricy Putra Globalindo Tbk.
Days of Sales Outstanding (DSO)
Besarnya nilai DSO pada masing-masing perusahaan tekstil dan garment untuk tahun 2010-2014 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 4:
Tabel 4. Perhitungan DSO pada Perusahaan Tekstil dan Garment tahun 2010-2014
Nama Perusahaan 2010 2011 2012 2013 2014 Rata-rata Polychem Indonesia Tbk 46.43 35.79 41.78 41.81 37.89 40.74 Argo Pantes Tbk 27.30 22.21 21.63 23.09 21.77 23.20 Century Textile Industry Tbk 55.60 44.90 72.32 73.68 67.78 62.86 Eratex Djaya Tbk 17.24 43.01 42.40 41.11 128.18 54.39 Ever Shine Tex Tbk 48.33 50.24 52.72 65.71 47.78 52.95 Panasia Indo Resource Tbk 56.97 31.68 59.88 57.83 44.54 50.18 Indorama Synthetics Tbk 38.56 37.84 44.16 45.58 41.82 41.59 Pan Brothers Tbk 44.82 45.68 62.34 56.94 61.69 54.29 Asia Pasific Fibers Tbk 66.26 47.16 52.17 53.72 64.33 56.73 Ricky Putra Globalindo Tbk 81.23 92.85 91.94 325.89 89.66 136.31 Nusantara Inti Corpora Tbk 94.61 94.70 91.25 74.85 81.14 87.31
Nilai tertinggi 94.61 94.70 91.94 325.89 128.18 Nilai terendah 17.24 22.21 21.63 23.09 21.77 Rata-rata 52.49 49.64 57.51 78.20 62.42
Sumber: Data yang telah diolah
Berdasarkan tabel 4 menunjukkan perkembangan perusahaan tekstil dan garment selama tahun 2010-2014, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
0,00 5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 2010 2011 2012 2013 2014
Rata-rata semua perusahaan
ADMG ARGO CNTX ERTX ESTI HDTX INDR PBRX POLY RICY UNIT Rata-rata
Pada tahun 2010 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Nusantara Inti Corpora Tbk sebesar 94.61 hari. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar 17.24 hari.
Pada tahun 2011 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Nusantara Inti Corpora Tbk sebesar 94.70 hari. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar 22.21 hari.
Pada tahun 2012 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Ricky Putra Globalindo Tbk sebesar 91.94 hari. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar 21.63 hari.
Pada tahun 2013 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Ricky Putra Globalindo Tbk sebesar 325.89 hari. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar 23.09 hari.
Pada tahun 2014 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar 128.18 hari. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar 21.77 hari.
Gambar 4. Rata-rata semua perusahaaan menggunakan DSO tahun 2010-2014
Dari gambar 4 dapat dilihat semua perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri. Nilai tertinggi pada tahun 2013 dicapai oleh perusahaan Ricky Putra Globalindo Tbk, sedangkan nilai terendah pada tahun 2010 dimiliki oleh perusahaan Eratex Djaya Tbk.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi segala kewajiban finansialnya seandainya perusahaan tersebut pada saat itu dilikuidasi. Dengan demikian solvabilitas berarti kemampuan suatu perusahaan untuk membayar semua utang-utangnya, baik hutang jangka panjang maupun hutang jangka pendek. Untuk mengetahui besarnya tingkat solvabilitas perusahaan, maka digunakan lima rasio yaitu:
Debt Ratio (DR)
Besarnya nilai DR pada masing-masing perusahaan tekstil dan garment untuk tahun 2010-2014 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 5:
Tabel 5. Perhitungan DR pada Perusahaan Tekstil dan Garment tahun 2010-2014
0,00 50,00 100,00 150,00 200,00 250,00 300,00 350,00 2010 2011 2012 2013 2014
Rata-rata semua perusahaan
ADMG ARGO CNTX ERTX ESTI HDTX INDR PBRX POLY RICY UNIT Rata-rata
Nama Perusahaan 2010 2011 2012 2013 2014 Rata-rata Polychem Indonesia Tbk 0.67 0.51 0.43 0.43 0.37 0.48 Argo Pantes Tbk 0.85 0.93 0.88 0.86 1.15 0.93 Century Textile Industry Tbk 0.94 0.84 0.93 0.93 0.92 0.91 Eratex Djaya Tbk 2.79 1.57 0.80 0.77 0.37 1.26 Ever Shine Tex Tbk 0.56 0.60 0.55 0.59 0.66 0.59 Panasia Indo Resource Tbk 0.46 0.44 0.53 0.70 0.85 0.60 Indorama Synthetics Tbk 0.49 0.56 0.57 0.59 0.59 0.56 Pan Brothers Tbk 0.81 0.55 0.59 0.58 0.44 0.59 Asia Pasific Fibers Tbk 2.98 2.99 2.98 3.34 4.30 3.32 Ricky Putra Globalindo Tbk 0.45 0.45 0.56 0.57 0.66 0.54 Nusantara Inti Corpora Tbk 0.23 0.21 0.37 0.47 0.45 0.35
Nilai tertinggi 2.98 2.99 2.98 3.34 4.30 Nilai terendah 0.23 0.21 0.37 0.43 0.37 Rata-rata 1.02 0.88 0.83 0.89 0.98
Sumber: Data yang telah diolah
Berdasarkan tabel 5 menunjukkan perkembangan perusahaan tekstil dan garment selama tahun 2010-2014, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pada tahun 2010 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar 2.98 (298%). Rasio terendah dimiliki perusahaan Nusantara Inti Corpora sebesar 0.23 (23%).
Pada tahun 2011 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar 2.99 (299%). Rasio terendah dimiliki perusahaan Nusantara Inti CorporaTbk sebesar 0.21 (0.21%).
Pada tahun 2012 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar 2.98 (298%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Nusantara Inti Corpora Tbk sebesar 0.37 (37%).
Pada tahun 2013 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk dimiliki sebesar 3.34 (334%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Polychem Indonesia Tbk sebesar 0.43 (43%).
Pada tahun 2014 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar 4.30 (430%). Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Polychem Indonesia Tbk dan Eratex Djaya Tbk sebesar 0.37 (37%).
Gambar 5. Rata-rata semua perusahaaan menggunakan DR tahun 2010-2014
Dari gambar 5 dapat dilihat semua perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri. Nilai tertinggi pada tahun 2014 dicapai oleh perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk, sedangkan nilai terendah pada tahun 2011 dimiliki oleh perusahaan Nusantara Inti Corpora Tbk.
Long-Term Debt to Equity (LTDE)
Besarnya nilai LTDE pada masing-masing perusahaan tekstil dan garment untuk tahun 2010-2014 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 6:
Tabel 6. Perhitungan LTDE pada Perusahaan Tekstil dan Garment tahun 2010-2014
Nama Perusahaan 2010 2011 2012 2013 2014 Rata-rata Polychem Indonesia Tbk 0.92 0.44 0.47 0.47 0.35 0.53 Argo Pantes Tbk 4.21 10.24 4.92 3.32 -4.43 3.65 Century Textile Industry Tbk 7.41 2.78 7.32 0.62 0.59 3.74 Eratex Djaya Tbk -0.74 -1.43 1.98 1.65 0.05 0.30 Ever Shine Tex Tbk 0.15 0.10 0.00 0.01 0.00 0.05 Panasia Indo Resource Tbk 0.30 0.24 0.47 0.91 5.04 1.39 Indorama Synthetics Tbk 0.18 0.42 0.47 0.51 0.56 0.43 Pan Brothers Tbk 1.03 0.07 0.06 0.85 0.43 0.49 Asia Pasific Fibers Tbk -0.09 -0.06 -0.04 -0.06 -0.06 -0.06 Ricky Putra Globalindo Tbk 0.09 0.08 0.57 0.53 0.73 0.40 Nusantara Inti Corpora Tbk 0.02 0.01 0.01 0.02 0.02 0.02
Nilai tertinggi 7.41 10.24 7.32 3.32 5.04 Nilai terendah -0.74 -1.43 -0.04 -0.06 -4.43 Rata-rata 1.23 1.17 1.47 0.80 0.30
Sumber: Data yang telah diolah
Berdasarkan tabel 6 menunjukkan perkembangan perusahaan tekstil dan garment selama tahun 2010-2014, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 2010 2011 2012 2013 2014
Rata-rata semua perusahaan
ADMG ARGO CNTX ERTX ESTI HDTX INDR PBRX POLY RICY UNIT Rata-rata
Pada tahun 2010 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Century Textile Industry Tbk sebesar 7.41. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Eratex Djaya sebesar -0.74
Pada tahun 2011 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar 10.24. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar -1.43.
Pada tahun 2012 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Century Textile Industry Tbk sebesar 7.32. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar -0.04.
Pada tahun 2013 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar 3.32. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Asia Pasific Fibers Tbk sebesar -0.06.
Pada tahun 2014 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Panasia Indo Resource Tbk sebesar 5.04. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan perusahaan Argo Pantes sebesar -4.43.
Gambar 6. Rata-rata semua perusahaaan menggunakan LTDE tahun 2010-2014
Dari gambar 6 dapat dilihat semua perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri. Nilai tertinggi pada tahun 2011 dicapai oleh perusahaan Argo Pantes Tbk, sedangkan nilai terendah pada tahun 2014 dimiliki oleh perusahaan Argo Pantes Tbk.
Time Interest-Earned Ratio (TIER)
Besarnya nilai TIER pada masing-masing perusahaan tekstil dan garment untuk tahun 2010-2014 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 7:
Tabel 7. Perhitungan TIER pada Perusahaan Tekstil dan Garment tahun 2010-2014
Nama Perusahaan 2010 2011 2012 2013 2014 Rata-rata Polychem Indonesia Tbk -0.92 -44.39 -16.56 -2.52 6.66 -11.55 Argo Pantes Tbk -1.18 69.32 45.18 -19.83 77.14 34.13 Century Textile Industry Tbk 5.56 -29.33 30.37 0.92 -1.92 1.12 Eratex Djaya Tbk 3.06 -94.54 -4.02 -0.98 -0.27 -19.35 Ever Shine Tex Tbk -0.47 -4.80 29.97 82.62 50.48 31.56 Panasia Indo Resource Tbk -0.32 -1.03 -0.12 18.77 12.96 6.05
-10 -5 0 5 10 15 2010 2011 2012 2013 2014
Rata-rata semua perusahaan
ADMG ARGO CNTX ERTX ESTI HDTX INDR PBRX POLY RICY UNIT Rata-rata
Indorama Synthetics Tbk -15.74 -44.70 1.77 -18.24 -1.75 -15.73 Pan Brothers Tbk -1.56 -3.09 -3.13 -2.46 -1.93 -2.44 Asia Pasific Fibers Tbk -5.30 0.80 10.89 9.59 21.24 7.44 Ricky Putra Globalindo Tbk -0.70 -1.01 -1.03 -1.00 -0.48 -0.84 Nusantara Inti Corpora Tbk -0.31 -16.58 -0.22 -0.20 -0.23 -3.51
Nilai tertinggi 5.56 69.32 45.18 82.62 77.14 Nilai terendah -15.74 -94.54 -16.56 -19.83 -1.93 Rata-rata -1.62 -15.40 8.46 6.06 14.72
Sumber: Data yang telah diolah
Berdasarkan tabel 7 menunjukkan perkembangan perusahaan tekstil dan garment selama tahun 2010-2014, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pada tahun 2010 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Century Textile Industry Tbk sebesar 5.56. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Indorama Synthetics Tbk sebesar -15.74.
Pada tahun 2011 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar 69.32. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar -94.54.
Pada tahun 2012 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar 45.18. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Polychem Indonesia Tbk sebesar -16.56.
Pada tahun 2013 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Ever Shine Tex Tbk sebesar 82.62. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar -19.83.
Pada tahun 2014 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar 77.14. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar -1.93.
Gambar 7. Rata-rata semua perusahaaan menggunakan TIER tahun 2010-2014
Dari gambar 7 dapat dilihat semua perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri. Nilai tertinggi pada tahun 2013 dicapai oleh perusahaan Ever Shine Tex Tbk, sedangkan nilai terendah pada tahun 2011 dimiliki oleh perusahaan Eratex Djaya Tbk.
Debt Service Coverage Ratio (DSCR)
-150,00 -100,00 -50,00 0,00 50,00 100,00 2010 2011 2012 2013 2014
Rata-rata semua perusahaan
ADMG ARGO CNTX ERTX ESTI HDTX INDR PBRX POLY RICY UNIT Rata-rata
Besarnya nilai DSCR pada masing-masing perusahaan tekstil dan garment untuk tahun 2010-2014 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 8:
Tabel 8. Perhitungan DSCR pada Perusahaan Tekstil dan Garment tahun 2010-2014
Nama Perusahaan 2010 2011 2012 2013 2014 Rata-rata Polychem Indonesia Tbk 0.04 0.20 0.02 0.02 -0.04 0.05 Argo Pantes Tbk -0.02 -0.07 -0.05 0.06 -0.14 -0.04 Century Textile Industry Tbk -0.02 0.14 -0.12 0.003 -0.15 -0.03 Eratex Djaya Tbk -0.15 -0.004 -0.02 0.05 -0.04 -0.03 Ever Shine Tex Tbk 0.01 0.04 -0.10 -0.12 -0.13 -0.06 Panasia Indo Resource Tbk 0.05 0.05 0.02 -0.17 -0.03 -0.02 Indorama Synthetics Tbk 0.10 0.02 0.03 0.05 0.07 0.05 Pan Brothers Tbk 0.08 0.12 0.12 0.14 0.08 0.11 Asia Pasific Fibers Tbk 0.001 0.01 -0.02 -0.02 -0.03 -0.01 Ricky Putra Globalindo Tbk 0.07 0.11 0.10 0.03 0.08 0.08 Nusantara Inti Corpora Tbk 0.02 0.03 0.10 0.12 0.16 0.09
Nilai tertinggi 0.10 0.20 0.12 0.14 0.16 Nilai terendah -0.15 -0.07 -0.12 -0.17 -0.15 Rata-rata 0.02 0.06 0.01 0.01 -0.02
Sumber: Data yang telah diolah
Berdasarkan tabel 8 menunjukkan perkembangan perusahaan tekstil dan garment selama tahun 2010-2014, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pada tahun 2010 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Indorama Synthetics Tbk sebesar 0.10. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar -0.15.
Pada tahun 2011 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Polychem Indonesia Tbk sebesar 0.20. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar -0.07.
Pada tahun 2012 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar 0.12. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Century Textile Industry Tbk sebesar -0.12.
Pada tahun 2013 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar 0.14. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Panasia Indo Resource Tbk sebesar -0.17.
Pada tahun 2014 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Nusantara Inti Corpora Tbk sebesar 0.16. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Century Textile Industry Tbk sebesar -0.15.
Gambar 8. Rata-rata semua perusahaaan menggunakan DSCR tahun 2010-2014
Dari gambar 8 dapat dilihat semua perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri. Nilai tertinggi pada tahun 2011 dicapai oleh perusahaan Polychem Indonesia, sedangkan nilai terendah pada tahun 2013 dimiliki oleh perusahaan Panasia Indo Resource Tbk.
Solvency Ratio (SR)
Besarnya nilai SR pada masing-masing perusahaan tekstil dan garment untuk tahun 2010-2014 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 9:
Tabel 9. Perhitungan SR pada Perusahaan Tekstil dan Garment tahun 2010-2014
Nama Perusahaan 2010 2011 2012 2013 2014 Rata-rata Polychem Indonesia Tbk 0.01 0.11 0.01 0.01 -0.14 -0.001 Argo Pantes Tbk -0.10 -0.08 -0.07 0.04 -0.18 -0.08 Century Textile Industry Tbk -0.04 0.12 -0.13 -0.004 0.01 -0.01 Eratex Djaya Tbk -0.15 0.31 0.02 0.02 0.001 0.04 Ever Shine Tex Tbk 0.005 0.01 -0.11 -0.15 -0.14 -0.08 Panasia Indo Resource Tbk 0.003 0.04 0.004 -0.13 -0.03 -0.02 Indorama Synthetics Tbk 0.09 0.02 0.002 0.004 0.01 0.03 Pan Brothers Tbk 0.05 0.09 0.08 0.08 0.06 0.07 Asia Pasific Fibers Tbk 0.03 0.06 -0.03 -0.03 -0.07 -0.01 Ricky Putra Globalindo Tbk 0.04 0.04 0.04 0.01 0.02 0.03 Nusantara Inti Corpora Tbk 0.02 0.04 0.003 0.004 0.002 0.01
Nilai tertinggi 0.09 0.31 0.08 0.08 0.06 Nilai terendah -0.15 -0.08 -0.13 -0.15 -0.18 Rata-rata -0.003 0.07 -0.02 -0.01 -0.04
Sumber: Data yang telah diolah
Berdasarkan tabel 9 menunjukkan perkembangan perusahaan tekstil dan garment selama tahun 2010-2014, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
-0,20 -0,10 0,00 0,10 0,20 0,30 2010 2011 2012 2013 2014
Rata-rata semua perusahaan
ADMG ARGO CNTX ERTX ESTI HDTX INDR PBRX POLY RICY UNIT Rata-rata
Pada tahun 2010 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Indorama Synthetics Tbk sebesar 0.09. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar -0.15.
Pada tahun 2011 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Eratex Djaya Tbk sebesar 0.31. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar -0.08.
Pada tahun 2012 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar 0.08. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Century Textile Industry Tbk sebesar -0.13.
Pada tahun 2013 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar 0.08. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Ever Shine Tex Tbk sebesar -0.15.
Pada tahun 2014 rasio tertinggi dimiliki perusahaan Pan Brothers Tbk sebesar 0.06. Sedangkan rasio terendah dimiliki perusahaan Argo Pantes Tbk sebesar -0.18.
Gambar 9. Rata-rata semua perusahaaan menggunakan SR tahun 2010-2014
Dari gambar 9 dapat dilihat semua perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri. Nilai tertinggi pada tahun 2011 dicapai oleh perusahaan Eratex Djaya Tbk, sedangkan nilai terendah pada tahun 2014 dimiliki oleh perusahaan Argo Pantes Tbk.
PENUTUP Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil penelitian analisis laporan keuangan perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan rasio likuiditas, rasio aktivitas dan rasio solvabilitas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Berdasarkan analisis likuiditas perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di BEI periode 2010-2014 dengan menggunakan rasio cepat dapat dilihat kinerja perusahaan Ricky Putra Globalindo Tbk dapat dikatakan baik dibandingkan dengan semua perusahaan. Sedangkan
-0,30 -0,20 -0,10 0,00 0,10 0,20 0,30 0,40 2010 2011 2012 2013 2014
Rata-rata semua perusahaan
ADMG ARGO CNTX ERTX ESTI HDTX INDR PBRX POLY RICY UNIT Rata-rata
dengan menggunakan rasio kas dapat dilihat kinerja perusahaan Pan Brothers Tbk dapat dikatakan baik dibandingkan dengan semua perusahaan.
2. Berdasarkan analisis aktivitas perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di BEI periode 2010-2014 dengan menggunakan RTR dan DSO dapat dilihat kinerja perusahaan Argo Pantes Tbk dapat dikatakan baik dibandingkan dengan semua perusahaan.
3. Berdasarkan analisis solvabilitas perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di BEI periode 2010-2014 dengan menggunakan DR dapat dilihat kinerja perusahaan Nusantara Inti Corpora Tbk dapat dikatakan baik dibandingkan dengan semua perusahaan. Dengan menggunakan rasio LTDE dapat dilihat kinerja perusahaan Century Textile Industry Tbk dapat dikatakan baik dibandingkan dengan semua perusahaan. Untuk TIER dapat dilihat kinerja perusahaan Argo Pantes Tbk dapat dikatakan baik dibandingkan dengan semua perusahaan. Sedangkan dengan menggunakan rasio DSCR dan SR dapat dilihat kinerja perusahaan Pan Brothers Tbk dapat dikatakan baik dibandingkan dengan semua perusahaan.
Saran
Saran yang dapat diberikan penulis, antara lain:
1. Bagi calon investor dalam melakukan investasi pada perusahaan tekstil dan garment harus memperhatikan kinerja perusahaannya, agar investasi yang dilakukan nantinya dapat mendatangkan keuntungan yang lebih baik.
2. Bagi peneliti yang akan datang hendaknya mengupas lebih dalam laporan keuangan sehingga dapat diketahui penyebab rasio itu baik atau buruk dan hendaknya menambah referensi.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar, K. R. (2011). Analisis Kinerja Keuangan Pada PT Mega Indah Sari Makassar.
Darminto, D. P. (2008). Analisis Laporan Keuangan dan Aplikasi. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manejemen YKPN.
Kaunang, S. A. (2013, Desember). Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT. Cipta Daya Nusantara Manado. Jurnal Emba, Vol 1, 1993-2003.
Lahonda, F. Y. (2014, Maret). Analisis Kinerja Keuangan Pada PT. PLN (PERSERO) Wilayah Suluttenggo Area Manado. Jurnal Emba, Vol 2, 627-637.
Murhadi, W. R. (Jakarta). Analisis Laporan Keuangan, Proyeksi dan Valuasi Saham. Salemba Empat.