• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN"

Copied!
128
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Visual dan Audio Berita Kabut Asap pada Program “Net 16” Edisi 8 Oktober 2015

Program berita “Net 16” pada 8 Oktober 2015 menyajikan lima topik pemberitaan dengan topik berbeda dari tema yang sama mengenai bencana kabut asap. Lima topik berita tersebut terdiri dari “Pemerintah Setuju Menerima Bantuan Luar Tangani Kabut Asap”, “Pengujian Solusi Kabut Asap”, “Kebakaran Kalimantan Timur Mengancam Habitat Orang Utan”, “Kegeraman Warga di Tengah Masalah Kabut Asap”, dan “Inisiatif Warga Kampanye Korban Kabut Asap”. Berita menjadi penting karena mencakup kehidupan sosial masyarakat. Pemberitaan masuk dalam kategori straight

news dengan durasi antara 2 sampai 3 menit yang disajikan dengan format package. Informasi disampaikan dengan tetap memperhatikan unsur 5W+1H

dan mengandung nilai berita.

Berita yang disajikan pada umumnya bernilai disasster and crimes. Hal tersebut berkaitan dengan bencana kebakaran lahan dan hutan yang menimpa sebagian wilayah Indonesia. Meskipun demikian, nilai timeless juga terdapat dalam berita sehingga peristiwa yang terjadi disajikan secara tepat waktu.

Lima topik berita kabut asap ditayangkan dengan sajian visual dan audio yang cukup baik. Visual dilihat dari penggunaan angle kamera, pergerakan kamera, shot size, editing gambar dan grafis. Audio berupa narasi berita yang dibacakan presenter, voice over, dan soundbite. Penggunaan visual dan audio setiap topik berita kabut asap pada program “Net 16” pada 8 Oktober 2015 dapat dilihat melalui analisis naskah dua kolom dengan pembahasan sebagai berikut.

(2)

1. Analisis Visual dan Audio Berita Pertama

Tabel 4. Visual dan Audio Berita Pertama

Visual Audio

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Naskah berita oleh presenter Tommy Fadjar (TF) dan Rahma HD (RH):

RH: “Selamat sore, kita awali NET.16 hari ini dengan berita kabut asap yang menimpa sejumlah daerah di Indonesia.” TF: “Dan Indonesia akhirnya setuju menerima bantuan negara lain untuk tangani bencana kabut asap.”

RH: “Singapura rencananya akan memberikan bantuan tiga pesawat pemadam api.”

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Voice Over:

“Indonesia akhirnya setuju menerima bantuan negara lain untuk mengatasi bencana kabut asap di Sumatera dan Kalimantan. Tak hanya bantuan, beberapa negara bahkan menawarkan kerjasama bersifat bisnis untuk tangani kabut asap.”

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

(3)

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Soundbite:

Armantha Natsir, Jubir Kementerian Luar Negeri

“Mereka sudah

mengindifikasikan kesiapannya untuk bekerjasama. Banyak yang akan kita bahas adalah mekanisme konturnya. Memang tadi saya sampaikan bahwa ada beberapa yang bersifat dalam konteks simbiosis. Dan itu yang

(4)

sekarang kita sedang menunggu.”

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Voice Over:

“Negara yang sudah berkomunikasi dengan menteri luar negeri antara lain adalah Malaysia, Singapura, Australia, China dan Rusia. Singapura rencananya akan beri bantuan tiga pesawat pemadam api.”

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Kamera : Panleft

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Close up Pergerakan kamera : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Voice Over:

“Lebih dari sembilan bulan bencana asap melanda enam provinsi di Indonesia, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.”

(5)

shot

Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Long medium

shot

Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Long medium

shot

Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Voice Over:

“Ditengah darurat kabut asap status bencana nasional tak kunjung ditetapkan oleh Pemerintah, lantaran dinilai belum memenuhi lima unsur kebencanaan.”

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Kamera : -

(6)

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : High angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : High angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Kamera : Panleft Sudut Pandang : Low angle

Voice Over:

“Pemerintah fokus menangani kabut asap secara jangka pendek, yakni pemadaman yang dikomandoi oleh pemerintah daerah. Negara lain sempat tawarkan bantuan bagi Indonesia namun pemerintah menolaknya. Kinerja pemerintah kemudian menjadi sorotan karena bencana tak kunjung ada solusinya.”

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Kamera : Follow Sudut Pandang : High angle

Ukuran Gambar : Long Shot Pergerakan Kamera : Panright Sudut Pandang : Low angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Kamera : Zoom in Sudut Pandang : Low angle

(7)

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Very long shot Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Voice Over:

“Kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan telah mengganggu aktifitas warga, baik itu dibidang kesehatan, perekonomian, hingga pendidikan.”

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : Straight on

(8)

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Kamera : Panright Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Voice Over:

“Tak hanya di Indonesia, kabut asap juga mengganggu warga negeri Jiran, seperti Singapura dan Malaysia.”

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Voice Over:

“Hingga saat ini pemerintah telah mengucurkan dana lebih dari 385 milyar rupiah untuk mengatasi bencana kabut asap.

(9)

Ribuan personil TNI, POLRI, dan Satgas Kebakaran Lahan dan Hutan juga telah dikerahkan. Namun semua langkah tersebut hingga kini belum mampu mengatasi atau setidaknya mengurangi dampak bencana kabut asap. Ardia Rahma, Sahriza Irawan, melaporkan untuk NET.” Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Kamera : Panright Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Kamera : -

Sudut Pandang : Low angle

Ukuran Gambar : Medium Long

Shot

Pergerakan Kamera : -

(10)

angle

Pembahasan Tabel 4:

Program “Net 16” diawali dengan berita mengenai “Pemerintah Setuju Bantuan Luar Tangani Kabut Asap”. Berita disajikan sebagai pembuka program acara sehingga presenter secara sadar menyapa pemirsa. Nama keduanya disampaikan melalui teks tertulis yaitu Tommy Fadjar dan Rahma HD. Identitas program disajikan secara lengkap selama program “Net 16” ditayangkan.

Shot presenter diambil dengan ukuran medium shot dari straight on angle. Keduanya bergantian menyampaikan rangkaian informasi

bahwa Indonesia akhirnya menerima bantuan dari luar negeri dan Singapura berencana memberikan bantuan berupa pesawat. Lead yang disampaikan dilanjutkan dengan informasi yang lebih lengkap.

Sumber berita adalah kegiatan konferensi pers. Lokasi peristiwa berada di Jakarta. Berita masuk pada kategori Darurat Kabut Asap dengan bahasan “Indonesia Terima Bantuan Luar”. Ketiga informasi tersebut disampaikan dalam bentuk tulisan yang tersaji pada visual tayangan atau disebut sebagai character generator (CG). Penyelenggaranya adalah Kementerian Luar Negeri Indonesia yang menghadirkan Armanta Natsir sebagai Juru Bicara.

Peristiwa tersebut merupakan satu objek yang diambil dengan beragam posisi kamera dengan berbagai ukuran dan pergerakan gambar diantaranya adalah medium long shot, medium shot, medium close up dengan salah satunya menggunakan pergerakan secara panleft. Voice

over menyampaikan hal-hal yang disampaikan oleh pihak kementerian

luar negeri. Pengambilan soundbite narasumber tanpa wawancara melainkan mengambil penggalan informasi yang disampaikan oleh Armanta Natsir. Gambar yang diambil berukuran medium close up.

Berita dilanjutkan pada informasi yang sifatnya lebih umum.

(11)

kebakaran tidak menjadi bencana nasional dengan penanganan terpusat pada pemeritah daerah. Penanganan yang dilakukan juga sifatnya jangka pendek. Indonesia juga pernah menolak tawaran bantuan padahal kebakaran belum dapat teratasi sehingga kinerjanya dipertanyakan. Rangkaian informasi tersebut disertai objek kebakaran lahan dan hutan serta penanganan dengan helikopter dengan bermacam ukuran. Sudut pengambilan gambar kebakaran hutan dan helikopter didominasi dari

high angle dengan beberapa pergerakan kamera yang mengikuti arah

terbang helikopter. Pada bahasan tersebut informasi terpusat pada “Pemerintah Sempat Tolak Tawaran Bantuan” yang disampaikan secara tertulis.

Informasi dilanjutkan dengan dampak dari kebakaran yang menganggu aktivitas manusia di berbagai bidang kesehatan, perekonomian, hingga pendidikan. Informasi tersebut diikuti dengan objek gambar aktivitas manusia dari berbagai ukuran seperti medium

long shot, long shot, dan medium shot yang menampilkan masyarakat

berjalan di lokasi yang terkena kabut asap dan sebagian menggunakan masker secara straight on angle. Dampak dari sektor kehidupan yang terganggu diwakili dengan objek gambar sekolah yang berukuran long

shot.

Berita memberitahukan pula bahwa kabut asap sampai pada negeri jiran dan ditampilkan gedung-gedung pencakar langit dengan dua ukuran yaitu long shot dan medium long shot. Informasi diakhiri dengan

voice over yang menyampaikan pemerintah mengeluarkan dana 385

milyar rupiah serta telah mengerahkan ribuan personil TNI, POLRI, dan Satgas Kebakaran Lahna dan Hutan, namun tidak mendapatkan hasil yang diinginkan. Gambar ditutup dengan rangkaian shot beragam ukuran yaitu medium long shot, long shot, dan medium close up dengan objek kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo pada lokasi kejadian kebakaran dan lahan di Riau. Pada objek lahan yang terbakar sengaja

(12)

diambil dengan ukuran yang sama yaitu long shot namun salah satunya menggunakan pergerakan kamera secara panright.

Topik pemberitaan pertama disampaikan oleh Ardia Rahma dan Sahriza Irawan. Nama keduanya disampaikan pada akhir berita disertai dengan penyebutan nama stasiun televisi NET. Secara keseluruhan shot dirangkai secara cut to cut dengan menggunakan editing analitis sehingga gambar yang satu dengan lainnya saling berkaitan dalam menyampaikan situasi dan kondisi. Shot dari objek yang sama diambil dalam beberapa ukuran yang luas ke lebih sempit seperti long shot ke medium long shot.

Narasi yang disampaikan voice over merupakan informasi berita dari peristiwa atau kejadian yang tidak dapat ditampilkan secara visual, seperti bahasan dalam konferensi pers yang dilakukan kementerian luar negeri. Voice over juga mendampingi gambar karena saling berkaitan, seperti proses penanganan jangka pendek dan dihadirkan shot pemadaman dengan menggunakan helikopter. Atmosfer dari lokasi kejadian tetap dipertahankan pada saat soundbite.

2. Analisis Visual dan Audio Berita Kedua

Tabel 5. Visual dan Audio Berita Kedua

Visual Audio

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Narasi berita:

RH: “BNPB akan menguji coba

bahan kimia untuk

memadamkan kebakaran lahan dan hutan.”

TF: “Bahan kimia tersebut dapat menurunkan suhu secara drastis dan memadamkam kebakaran tanpa menimbulkan asap.”

(13)

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Voice Over:

“Badan Nasional

Penanggulangan Bencana akan menguji coba penggunaan bahan kimia untuk membantu pemadaman kebakaran lahan dan hutan. Bahan kimia tersebut dinilai mampu menurunkan suhu secara drastis dan memadamkan api tanpa menimbulkan asap.

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : -

(14)

angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Low angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Low angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Soundbite:

Sutopo Purwonugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB “Karena sifat karakteristik dari gambut yang terbakar di bagian bawah dan mengeluarkan asap maka dengan menggunakan bahan kimia tadi maka asap bisa terkurangi. Kemudian, api yang masih membara bisa mati.”

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Low angle

Voice Over:

“Bahan kimia yang akan digunakan berupa bubuk yang dicampur dengan air. Bahan kimia tersebut nantinya akan dimasukan ke dalam mobil pemadam kebakaran atau digunakan dalam waterbombic.

(15)

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : Follow Sudut Pandang : Low angle

Bahan kimia itu merupakan produk temuan ilmuan Surabaya Randel Hartel Laksono. Bahan kimia dipastikan aman karena sudah diuji coba diberbagai laboratorium di luar negeri. Ukuran Gambar : Long shot

Pergerakan Gambar : Panleft Sudut Pandang : Low angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : Follow Sudut Pandang : High angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : Panright Sudut Pandang : Low angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : Zoom out Sudut Pandang : Low angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : Follow Sudut Pandang : Low angle

Soundbite:

Sutopo Purwonugroho, Kepala Pusat data, Informasi dan Humas BNPB “Aman. Saya menjamin aman. Sebenarnya

(16)

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

kan banyak yang kita gunakan untuk pemadaman kebakaran di pemukiman, di kawasan industri. Itu pun juga menggunakan bahan kimia, baik itu padat, cairan, maupun semacam foam. Itu juga banyak digunakan dan itu sifatnya aman.”

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Low angle

Vice Over:

“Penggunaan bahan kimia dalam pemadaman kebakaran lahan dan hutan di Indonesia bukan hal baru. Tahun 1997,

Indonesia pernah

menggunakannya.

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : High

angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Voice Over:

“Sementara ahli gambut di Universitas Palangka Raya pun punya analisa lain untuk mengatasi sekaligus untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan. Caranya dengan membentuk tim serbu api yang melibatkan masyarakat setempat.”

Ukuran Gambar : Medium long

(17)

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Soundbite:

Suwido H. Limin, Ahli Gambut Universitas Palangka Raya “Kita tidak membuntut gerakan api tetapi memblokade gerakan api. Api yang menyebar maju ke sana itu, kita blok dari depan. Tidak ada air? Kita bor. Memang tidak ada air, catatan dari saya selama itu hamparan gambut pasti diperoleh air.”

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : Panright Sudut Pandang : Straight on

angle

Voice Over:

“Pemadaman api dengan melibatkan masyarakat ini dinilai lebih efisien dari segi anggaran. Biaya pemadaman diperkirakan antara 100 hinga 200 juta rupiah. Sangat jauh jika dibandingkan dengan menggunakan helikopter yang berkisar antara 4 hingga 9 milyar rupiah.”

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

(18)

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Soundbite:

Mofit Saptono, Wakil Walikota Palangka Raya

“Pertanyaannya informasi-informasi yang dikemukakan oleh penduduk penduduk lokal

(19)

digunakan apa tidak. Yang mengerti masalah asap, yang mengerti masalah daerahnya, bencana apa yang terjadi, itu adalah masyarakatnya.”

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Voice Over:

“Dana yang sangat besar justru dialokasikan untuk pencegahan kebakaran lahan dan hutan. Dalam sebulan tim serbu api dapat menghabiskan dana sebesar 14 milyar rupiah. Dana tersebut digunakan sebagai upah masyarakat, asuransi, peralatan, dan biaya tidak terduga. Tim liputan melaporkan untuk Net.”

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

(20)

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : Tilt down Sudut Pandang : Low angle Pembahasan Tabel 5:

Berita kedua yang disajikan program “Net 16” membahas mengenai “Pengujian Solusi Kabut Asap”. Semua pemberitaan selalu diawali dengan pembacaan lead oleh presenter yang berada di studio secara bergantian. Gambar yang digunakan berukuran medium shot. Isi

lead berita menyatakan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana

(BNPB) akan menguji bahan kimia untuk menanggulangi kebakaran lahan dan hutan dengan tidak menimbulkan asap.

Shot pemberitaan diawali dengan objek helikopter pada landasan

udara dengan ukuran long shot. Shot selanjutnya diambil secara medium

long shot, medium close up, dan long shot yang menampilkan aktivitas

tim petugas penanggulangan bencana dan petugas daerah provinsi Jambi di area landasan udara, termasuk pula aktivitas helikopter yang diambil dari sudut pandang low angle dengan ukuran long shot dan medium shot. Gambar tersebut berasal dari satu lokasi yang sama dan menggunakan beragam teknik pengambilan gambar.

Berita diperoleh dari Jakarta dengan fokus pembahasan “BNPB akan Coba Gunakan Bahan Kimia” dan masih dalam kategori berita Darurat Kabut Asap. Informasi tersebut disajikan sebagai character

(21)

generator. Voice over menyatakan bahwa BNPB melakukan uji coba

bahan kimia sebagai upaya penanganan bencana. Bahan kimia disebutkan dapat menurunkan suhu secara derastis.

Pihak yang dijadikan narasumber dalam soundbite adalah Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwonugroho. Informasi nama dan jabatan disampaikan melalui character generator. Gambar diambil secara medium close up dan straight on angle. Shot tersebut menunjukan Sutopo yang menyampaikan bahwa dengan menggunakan bahan kimia, asap menjadi berkurang dan api yang masih menyala bisa padam.

Shot kemudian menampilkan helikopter yang tengah menanggulangi kebakaran lahan dan hutan dengan ukuran medium shot secara low angle. Gambar disusul dengan beberapa shot berukuran

medium shot secara follow dari low angle, long shot secara panleft dari low angle,medium shot secara follow dari high angle, long shot secara panright dari low angle, medium long shot secara zoom in dari low angle. Shot-shot tersebut masih menggunakan objek yang sama yaitu aktivitas

helikopter yang tengah memadamkan kebakaran dengan water bombic.

Voice over menyatakan bahan kimia berupa bubuk yang telah

dicampur air. Bahan tersebut disimpan di dalam mobil pemadam kebakaran dan digunakan pula pada water bombic. Penemunya adalah Randall Hartolaksono, ilmuwan asal Surabaya. Bahan kimia dipastikan aman karena sudah dilakukan uji coba di luar negeri. Water bombic yang disebarkan melalui udara dengan helikopter pada gambar adalah bahan kimia yang telah dicampur dengan air.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwonugroho kembali dijadikan sebagai soundbite. Shot yang diambil berukuran medium shot. Perbedaan dengan soundbite sebelumnya adalah teknik J cutting yang digunakan sehingga suara sudah muncul terlebih dahulu pada shot yang menunjukan waterbombic sebelumnya yang berukuran medium shot dengan teknik follow secara low angle. Sutopo

(22)

dalam soundbite menyatakan menjamin keamanan penggunaan bahan kimia dalam bentuk padat, cair, atau foam.

Voice over kembali menyampaikan informasi dengan menampilkan gambar yang menunjukan kondisi lahan dan hutan yang dipenuhi dengan asap tebal. Shot yang disajikan berukuran long shot dengan sudut pandang high angle. Gambar disusul dengan shot berukuran long shot dari high angle dengan objek asap tebal. Voice over berisi informasi yang menyatakan bahwa bahan kimia pernah digunakan pada saat kebakaran lahan dan hutan pada tahun 1997.

Perbedaan fokus bahasan kemudian beralih dan masih membahas mengenai solusi yang dapat dilakukan agar kebakaran lahan dan hutan segera teratasi. Objek gambar dan narasi berita berasal dari kegitaan seminar yang dilakukan Universitas Palangka Raya. Teks tertulis menyampaikan lokasi sumber berita yaitu di Palangka Raya dengan fokus bahasan “Ahli Lahan Gambut: Libatkan Warga” dengan kategori berita “Darurat Kabut Asap”. Shot diawali dengan gambar berukuran

long shot yang diikuti dengan medium long shot dan medium shot. Voice over menyampaikan bahwa ahli gambut dari Universitas Palangka Raya

mempunyai cara untuk mengatasi kebakaran lahan dan hutan dengan membentuk tim serbu api yang melibatkan masyarakat. Beberapa shot dan voice over tersebut merupakan satu kesatuan yang terjadi pada saat berlangsungnya seminar di Universitas Palangka Raya.

Ahli gambut sebagai pembicara dalam seminar diwawancarai sebagai soundbite. Shot berukuran medium close up secara straight on

angle. Ahli gambut bernama Suwido H. Limin tertulis dalam informasi

teks pada gambar. Suwido menyatakan cara menangani kebakaran lahan dan hutan dengan memblokade gerakan api agar tidak meluas dan apabila sumber air tidak ditemukan maka dapat mengebor tanah.

Objek gambar selanjutnya adalah kegiatan penanggulangan kebakaran oleh berbagai pihak. Shot diawali dengan gambar berukuran

(23)

akan memulai masuk ke lokasi kebakaran lahan dan hutan. Shot disusul dengan objek yang sama dengan ukuran long shot, medium long shot,

medium shot, dan close up secara straight on angle. Gambar disajikan

dengan voice over yang menyatakan pemadaman yang melibatkan masyarakat dinilai lebih efisien dari segi anggaran karena biaya diperkirakan antara 100-200 juta rupiah dan apabila dengan menggunakan helikopter dapat mencapai 4-9 milyar rupiah.

Wakil Walikota Palangka Raya Motif Sutopo diwawancarai sebagai soundbite. Nama dan jabatan tertera secara tertulis dalam gambar dengan ukuran medium close up secara straight on angle. Motif menyatakan bahwa informasi dari masyarakat lokal dapat digunakan karena yang mengetahui masalah daerah adalah masyarakatnya sendiri.

Informasi selanjutnya masih di lokasi kebakaran dengan aktivitas pemadaman. Shot diambil secara medium long shot memperlihatkan tim penanggulangan bencana kebakaran yang sedang memadamkan api menggunakan selang. Situasi dan kondisi yang sama disajikan dengan beberapa shot berukuran medium long shot dan medium close up dengan pergerakan tilt down. Informasi disertai voice over yang menyatakan bahwa dana yang besar telah dialokasikan untuk pencegahan kebakaran lahan dan hutan. Tim serbu api selama sebulan menghabiskan dana 14 milyar rupiah yang digunakan sebagai upah masyarakat, asuransi, peralatan, dan biaya tak terduga. Pada penutup topik berita mengenai kabut asap disampaikan bahwa berita dihasilkan oleh tim peliput NET TV.

Topik kedua seperti halnya topik pertama berita dirangkai secara

cut to cut dengan menggunakan editing analitis sehingga gambar yang

satu dengan lainnya saling berkaitan dalam menyampaikan situasi dan kondisi. Gambar diambil dengan ukuran luas ke yang lebih sempit serta sebaliknya apabila objek yang diambil sama. Informasi dalam bentuk visual menjelaskan yang tidak disampaikan oleh voice over ataupun

(24)

digunakan hanya dinyatakan dalam voice over. Atmosfer digunakan dengan volume kecil dan terdengar pula saat penggunaan soundbite. 3. Visual dan Audio Berita Ketiga

Tabel 6. Visual dan Audio Berita Ketiga

Visual Audio

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Narasi Berita:

RH: “Tidak hanya manusia, kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan Timur juga mengancam ratusan orang utan di pusat rehabilitasi Samboja Lestari.”

TF: “Karenanya satgas penanggulangan kebakaran hutan menyisir dan memadamkan sisa kebakaran di sekitar area pusat rehabilitasi orang utan.”

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : High angle

Voice Over:

“Petugas pusat rehabilitasi dan tim satgas penanggulangan kebakaran menyisir kawasan hutan di sekitar lokasi rehabilitasi Orang Utan Samboja Lestari di Kutai, Kertanegara, Kalimantan Timur.”

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

(25)

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : Panright Sudut Pandang : High angle

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : High angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Voice Over:

Mereka menyisir dan memadamkan sisa kebakaran yang belum padam. Hal ini sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak kembali terjadi, mengingat lokasinya yang berdekatan dengan pusat rehabilitasi Orang Utan. Medan hutan dan sumber air yang terbatas menjadi kendala upaya pemadaman sisa kebakaran lahan dan hutan.”

Ukuran Gambar : Verry long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : Panright Sudut Pandang : Straight on

(26)

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Close up Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Soundbite:

Agus Sri Widodo, Petugas Pemadam Kebakara Hutan “Untuk peralatan pun kami juga hati-hati untuk penggunaan peralatan karena terlalu jauh selang contohnya kan. Kan jadi terganggu.”

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : Panleft Sudut Pandang : Straight on

Voice Over:

“Guna mencapai lokasi yang sulit dijangkau mesin pompa, petugas terpaksa menggunakan alat pemadam personal. Walau

(27)

angle kurang efektif, tapi ini satu-satunya upaya untuk menghindarkan kebakaran mencapai pusat rehabilitasi orang utan. Petugas juga menyiapkan rencana evakuasi orang utan bila kebakaran tak lagi dapat dicegah.”

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Close up Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : High angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Very long shot Pergerakan Gambar : Panleft

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

(28)

Ukuran Gambar : Very long shot Pergerakan Gambar : Tilt down Sudut Pandang : Low angle

Voice Over:

“Setidaknya terdapat 209 orang utan yang direhabilitasi di kawasan Samboja Lestari ini. Di areal ini juga terdapat 46 ekor beruang madu titipan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kaltim yang ikut direhabilitasi. Tim liputan melaporkan untuk NET.”

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : Panright Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : Panleft Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

(29)

Pembahasan Tabel 6:

Pemberitaan mengenai kebakaran lahan dan hutan yang mengancam habitat orang utan disajikan sebagai topik ke tiga. Informasi dimulai dengan pembacaan lead berita yang disampaikan oleh Tommy dan Rahma secara bergantian. Seperti sebelumnya, shot presenter diambil secara medium shot dengan straight on angle di ruang studio. Keduanya menyampaikan bahwa kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan Timur mengancam habitat orang utan di pusat rehabilitasi Samboja Lestari. Tim Satuan Tugas (Satgas) diinformasikan juga melakukan upaya dalam mengantisipasi dan memadamkan api.

Shot diawali dengan objek yang menunjukkan petugas Satgas

yang tengah melakukan pemadaman api. Gambar tersebut berukuran long

shot dengan sudut pandang low angle. Beberapa shot dengan objek yang

sama kemudian disajikan secara long shot, close up dengan panright, dan medium shot yang diambil dari sudut low angle, serta shot dengan ukuran sama dengan sudut pengambilan straight on angle. Shot-shot tersebut menyertakan character generator yaitu “Kebakaran Mendekati Lokasi Rehabilitasi” sebagai fokus informasi dengan kategori berita “Darurat Kabut Asap” yang diinformasikan dari “Samboja Kaltim”.

Rangkaian shot aktivitas penyisiran kebakaran lahan dan hutan disertakan voice over yang menyebutkan petugas pusat rehabilitasi dan tim satgas melakukan penyisiran di lokasi rehabilitasi orang utan di Samboja Lestari, Kutai, Kartanegara. Shot masih diambil dari usaha penyisiran dengan ukuran gambar medium long shot, very long shot, long

shot, medium shot, dan close up secara straight on angle. Tim Satgas

diinfromasikan melalui voice over melakukan penyisiran dan pemadaman kebakaran. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi agar kebakaran tidak lagi terjadi mengingat medan hutan dan sumber air yang terbatas menjadi kendala.

Soundbite berasal dari petugas Satgas Agus Sri Widodo.

(30)

dengan ukuran medium close up secara straight on angle. Soundbite menginformasikan bahwa kendala yang dialami karena alat yang terlampau jauh. Agus juga menyatakan pihaknya berhati-hati dalam menggunakan alat-alat.

Soundbite kemudian diikuti beberapa shot yang menampilkan

aktivitas penyisiran dan pemadaman kebakaran. Shot-shot tersusun dari gambar berukuran long shot tanpa dan dengan panleft serta close up dari

high angle. Shot selanjutnya menampilkan aktivitas para orang utan.

Objek berupa orang utan yang tengah beraktivitas ditampilkan dalam serangkain shot diantaranya very long shot, dan long shot serta beberapa

shot menggunakan teknik tiltdown, panright, dan panleft.

Voice over disampaikan bersamaan dengan shot penyisiran dan

pemadaman serta aktivitas orang utan. Informasi tersebut menyatakan bahwa upaya dalam menangani kebakaran lahan dan hutan mendapat kendala sehingga dilakukan pemadaman dengan menggunakan alat pemadam personal. Upaya tersebut dirasa tidak efektif. Tim satgas juga membuat rencana evakuasi apabila kebakaran tidak dapat dicegah dan mencapai pusat rehabilitasi.

Pusat rehabilitasi orang utan diperlihatkan kembali dengan sejumlah orang utan yang sedang berkativitas. Gambar tersusun dari rangkaian shot berukuran very long shot secara tilt down dari low angle,

medium shot secara panright, long shot secara panleft, long shot, dan medium shot. Voice over yang bersamaan ditampilkan dengan rangkaian shot tersebut menyatakan bahwa terdapat 209 ekor orang utan dan 46

beruang madu titipan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kaltim di pusat rehabilitasi.

Rangkaian gambar topik ketiga disajikan secara cut to cut dengan menggunakan editing analitis sehingga gambar yang satu dengan lainnya saling berkaitan dalam menyampaikan situasi dan kondisi. Berita tersebut dilaporkan oleh tim liputan NET TV. Gambar disajikan dengan berbagai ukuran, beberapa teknik pergerakan kamera, serta sudut pengambil

(31)

gambar yang variatif sehingga kejadian dapat disaksikan seolah pemirsa melihat secara langsung. Voice over dan soundbite menyampaikan infomasi yang tidak disampaikan dalam bentuk visual sehingga menyempurnakan informasi. Atmosfer lokasi kejadian menjadi natural

sound terdengar jelas pada saat soundbite.

4. Visual dan Audio Berita Keempat

Tabel 7. Visual dan Audio Berita Keempat

Visual Audio

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Narasi Berita:

TF: “Seorang bayi berusia 28 hari di Palembang meninggal dunia akibat infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA.” RH: “Sementara sejumlah elemen masyarakat menuntut ganti rugi puluhan trilyun rupiah pada perusahaan pelaku pembakaran hutan dan lahan.”

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Voice Over:

“Suasana duka menyelimuti pasangan Suhendra dan Musida warga Palembang, Sumatera Selatan. Anak ketiga mereka yang baru berumur 28 hari meninggal akibat terkena infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA.”

(32)

Pergerakan Gambar : Tilt up Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Close up Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Big close up Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : High angle

Voice Over:

“Husein Saputra, sang balita menjadi korban paparan kabut asap pekat yang melanda kawasan Palembang. Sempat dirawat akibat demam tinggi dan sesak nafas. Namun, akhirnya Husein tak tertolong.”

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

(33)

angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : High

angle

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : - Sudut Pandang : High

angle

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Soundbite:

Musida, Orang tua korban. “Waktu itu semakin sesak. Di rumah itu memang agak sesak. Tapi tidak terlalu sesak. Masih ke bidan. Sampai ke bidan itu sesak nafasnya. Kata si Bidan langsung bawa ke rumah sakit, langsung ke UGD. Katanya tu, takutnya kena ISPA.”

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : High

angle

Voice Over:

“Dinas Kesehatan Provinsi

Kalimantan Selatan

membenarkan bahwa balita malang tersebut meninggal akibat ISPA sebagai dampak

(34)

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : - Sudut Pandang : High

angle

paparan kabut asap pekat.”

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : High angle

Voice over:

“Tak kunjung usainya kebakaran lahan dan hutan di Jambi mendorong sejumlah pihak untuk melakukan aksi hukum. Walhi Jambi bersama LSM penggiat lingkungan menggugat sejumlah perusahaan yang diduga melakukan pembakaran hutan dan lahan. Mereka menuntut ganti rugi 7 trilyun rupiah sebagai kompensasi kepada masyarakat yang terkena dampak kabut asap serta 44 trilyun rupiah untuk pemulihan lahan yang rusak akibat kebakaran hutan dan lahan.

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : High

angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

(35)

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Gambar : -

(36)

angle

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Soundbite:

Musri Nauli, Direktur WALHI Jambi

“Ada sekitar 33. 000 hektar yang rusak dan biaya untuk menutup 44 trilyun sebagai ganti rugi. Kerugiannya itu ada biaya kerugian langsung ada 7 trilyun dan biaya pemulihan 44 trilyun.”

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Voice Over:

“Langkah hukum juga diambil warga Riau. Tak hanya menuntut perusahaan pelaku pembakaran hutan dan lahan mereka juga menolak kunjungan kerja presiden ke Sumatera bila tidak disertai dengan solusi ampuh mengatasi kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan.” Ukuran Gambar : Medium shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

(37)

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Soundbite:

Hendri, Dosen Fakultas Hukum Universitas Riau

“Datang dengan membawa kebijakan yang itu real. Contoh, dia harus memberikan perhatian, memberikan tabung oksigen kepada semua keluarga yang di Pekanbaru terutama Riau

umumnya. Kemudian

memberikan bantuan uang tunai kepada masyarakat yang sekarang sudah berobat ke rumah sakit-rumah sakit.”

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Voice Over:

Kegeraman warga ini merupakan akibat dari lambannya penanganan kabut asap di sejumlah daerah di Indonesia.

(38)

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Pemerintah di nilai kurang serius dan lambat menanggulangi kabut asap yang setiap harinya merugikan warga. Tak hanya disektor ekonomi dan pendidikan, kesehatan warga juga terdampak akibat paparan kabut asap yang tak kunjung usai. Tim liputan melaporkan untuk NET.”

Ukuran Gambar : Very long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : High angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : High

angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

(39)

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : Tilt up Sudut Pandang : High angle

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Pembahasan Tabel 7:

Berita keempat dimulai dengan pembacaan lead oleh presenter di studio dengan informasi grafis berupa logo acara, logo stasiun televisi, waktu tayang, dan kategori pemirsa. Lead dibacakan oleh Rahma HD dan Tommy Fadjar secara bergantian. Shot gambar ditampilkan dengan ukuran medium shot secara straight on angle di ruang studio. Isi lead tersebut menyampaikan bahwa bayi berusia 28 hari di Palembang

(40)

meninggal dunia akibat infeksi saluran pernafasan (ISPA). Informasi lain membahas mengenai sejumlah elemen masyarakat yang menuntut ganti rugi kepada para pelaku pembakaran lahan dan hutan.

Objek gambar diawali dari keluarga korban ISPA berukuran long

shot. Shot dengan obyek yang sama selanjutnya dihadirkan dengan

beberapa gambar berukuran close up, medium shot, dan big close up secara straight on angle. Voice over menyampaikan bahwa pasangan Suhendra dan Musida kehilangan anak ketiga berusia 28 hari akibat ISPA. Character generator yang menyertai berita menyebutkan “Bayi Meninggal Akibat ISPA” sebagai fokus bahan pemberitaan. Berita masuk dalam kategori “Darurat Kabut Asap” yang bersumber dari “Palembang”.

Voice over selanjutnya menyebutkan bahwa korban meninggal

bernama M. Husein Saputra. Korban sebelum meninggal sempat dirawat karena demam tinggi dan sesak nafas. Bayi tersebut tidak tertolong. Gambar yang ditampilkan bersamaan dengan voice over yaitu beberapa

shot pemakaman korban yang masih baru. Gambar diambil secara long medium shot, disusul dengan shot secara high angle berukuran medium shot, close up, medium shot dari low angle, dan medium long shot.

Informasi selanjutnya berupa soundbite hasil wawancara dengan Musida selaku ibu korban yang menceritakan kondisi bayinya sebelum dirawat ke rumah sakit. Informasi nama dan keterangan narasumber berupa teks tertulis pada gambar. Shot diambil secara medium close up.

Shot-shot dilanjutkan dengan beberapa gambar berukuran medium shot yang memperlihatkan puskesmas. Voice over menyebutkan bahwa

korban meninggal menurut Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan diakibat oleh ISPA. Rangkaian gambar dan voice over saling mewakili satu dengan lainnya.

Gambar selanjutnya menghadirkan serangkaian shot yang menampilkan kabut asap yang menyelimuti lahan dan hutan. Shot-shot tersebut diambil secara long shot dari sudut high angle. Ada pula alat berat dan papan sebuah perusahaan yang diambil secara medium long

(41)

shot dari straight on angle. Voice over menyatakan bahwa kebakaran

hutan di Jambi belum dapat terselesaikan. Teks tertulis “Elemen Warga Tempuh Langkah Hukum” menunjukan fokus bahasan dengan kategori berita “Darurat Kabut Asap” yang berasal dari “Jambi”.

Shot beralih ke masyarakat yang sedang berkumpul. Shot pertama

yang diambil berukuran medium shot. Beberapa shot kemudian diambil secara medium shot dan medium close up. Voice over yang mendampingi menyampaikan bahwa Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jambi dan Lembaga Sosisal Masyarakat (LSM) penggiat lingkungan menggugat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan. Tuntutan yang diajukan terkait ganti rugi berupa uang sebanyak 7 trilyun rupiah sebagai dana kompensasi kepada para korban dan 44 trilyun rupiah untuk pemulihan lahan dan hutan.

Serangkaian shot yang menampilkan masyarakat yang berkumpul menjadi fakta mengenai informasi yang disampaikan melalui voice over. Kedua unsur informasi tersebut saling terkait dengan informasi bahwa terdapat masyarakat yang aktif pada WALHI dan LSM Jambi sedang membicarakan gugatan terkait kebakaran lahan dan hutan.

Soundbite kemudian dihadirkan dengan ukuran medium close up

memperlihatkan Musri Nauli, Direktur WALHI Jambi. Informasi nama dan jabatan disampaikan melalui teks tertulis pada gambar. Musri menyampaikan bahwa ada sebanyak 33.000 hektar lahan yang rusak. Musri juga menjelaskan bahwa ganti rugi diminta sebanyak 44 trilyun sebagai biaya pemulihan dan 7 triliyun sebagai akibat dari kerugian langsung.

Objek beralih ke peristiwa Forum Dosen Muda Universitas Riau.

Shot diambil secara long shot, disusul beberapa shot lain dengan ukuran medium shot dan medium long shot. Objek yang diambil dari serangkaian

gambar tersebut adalah forum dosen yang disampaikan melalui voice

(42)

Voice over secara lengkap menyebutkan bahwa sejumlah warga di

Riau juga menuntut perusahaan pelaku pembakaran hutan dan lahan. Pihaknya pun menolak kunjungan kerja presiden ke Sumatera apabila tidak disertai dengan solusi mengatasi kebakaran hutan. Informasi teks tertulis “Warga Tuntut Keseriusan Pemerintah” menjadi fokus dari serangkaian informasi dengan kategori berita “Darurat Kabut Asap” yang diberitakan dari “Pekan Baru, Riau”.

Soundbite diambil dengan ukuran medium close up. Narasumber

bernama Hendri, Dosen Fakultas Hukum Universitas Riau sesuai innformasi tertulis yang tertera pada gambar. Hendri mengatakan bahwa kedatangan presiden harus disertai dengan solusi nyata seperti memberikan perhatian, tabung oksigen, dan uang kepada para korban paparan kabut asap.

Shot setelah soundbite beralih ke lokasi jalan yang dipenuhi kabut

asap dengan jumlah kendaraan yang padat. Objek tersebut diambil dengan ukuran long shot, disusul dengan medium shot, long shot dengan objek lahan yang terbakar, dan long shot dengan aktivitas kendaraan yang diselimuti kabut asap. Shot diambil secara straight on angle. Selain

shot tersebut ditampilkan pula alat pengukur kondisi udara yang diambil

secara medium shot dengan teknik tilt down dari high angle dan diikuti

shot jalan raya berukuran long shot dari straight on angle.

Serangkaian shot yang diambil sebagai penutup tersebut disertai dengan voice over yang menyatakan bahwa warga geram karena penanganan kabut asap diangggap lamban. Pemerintah dinilai kurang serius dan lambat dalam menanggulangi kebakaran, padahal dampak negatif sudah mempengaruhi banyak sektor.

Berita topik keempat dirangkai secara cut to cut dan seperti berita sebelumnya dengan menggunakan editing analitis yang menyatukan gambar satu dengan lainnya agar saling berkaitan. Berita menyajikaan tiga hal penting yaitu korban kabut asap, gugatan masyarakat Jambi, dan gugatan masyarakat Riau. Laporan tersebut disampaikan oleh tim liputan

(43)

dari NET TV. Selama berita disajikan, informasi yang tidak disampaikan melalui gambar disampaikan melalui audio. Shot diambil dari ukuran yang luas ke yang sempit atau sebaliknya apabila objek sama. Objek dan ukuran shot yang sama divariasikan dengan perbedaan sisi pengambilan gambar dengan teknik pergerakan kamera. Selain voice over dan

soundbite, audio yang dipertahankan adalah atmosfer dari lokasi kejadian

pada soundbite.

5. Analisis Visual dan Audio Berita Kelima

Tabel 8. Visual dan Audio Berita Kelima

Visual Audio

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Naskah Berita:

TF: “Sebelumnya warga Riau berencana untuk melakukan tiga gugatan jalur hukum melalui pengadilan negeri Pekanbaru kepada pemerintah, Rahma. Dan hal ini berkaitan dengan masih dirugikannya warga Indonesia akibat paparan kabut asap yang ada di enam provinsi karena pelaku pembakaran hutan dan lahan. Dan tiga jalur hukum ini meliputi close action, citizen law

shot, dan legal standing.

RH: “Upaya perlawanan hukum ini dimediasi oleh sejumlah aktivis lingkungan dan lembaga swadaya masyarakat dimana mereka membuat posko pengaduan dan mengajak para

(44)

korban kabut asap untuk memberikan aduan dan sejumlah hal yang bisa jadi bukti dalam pengadilan.

RH: “Masih seputar teriakan warga tentang keprihatinan kabut asap sejumlah warga berinisiatif membuat kampanye bagi korban bencana kabut asap. Aksi diluncurkan di media sosial hingga jalanan.”

Pergerakan Gambar : Zoom In

Voice Over:

“Inisiatif warga untuk membuat gerakan bagi korban bencana kabut asap di Sumatera dan Kalimantan bermunculan. Banyak kalangan mencoba menggalang bantuan melalui situs hingga media sosial. Salah satunya melalui situs kita bisa dot com dana yang terkumpul sebagian besar digunakan untuk membeli masker N95 dan tabung oksigen bagi warga yang terdampak kabut asap.”

Pergerakan Gambar : Zoom Out

Pergerakan Gambar : Panright

Ukuran Gambar : Long shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Voice Over:

“Tak hanya di dunia maya, beberapa kelompok masyarakat setempat terjun langsung untuk menggalang bantuan. Seperti di

(45)

Medan, Sumatera Utara warga melakoni tokoh pewayangan demi bisa mengumpulkan masker bagi korban bencana kabut asap.” Ukuran Gambar : Medium shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : High angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

(46)

Ukuran Gambar : Mediumclose

up

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Soundbite:

Ki Barong Mulyono, Seniman “Kita orang-orang jadul yang notabeni masih peduli dengan segala kekayaan budaya yang ada di Indonesia ini kami sangat prihatin.”

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Voice Over:

“Dua tokoh pewayangan ini turun ke jalan dalam rangka gerakan sejuta masker. Aksi berlangsung di Bundaran Mayestik Jalan Gatotsubroto Medan.”

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

(47)

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Ukuran Gambar : Medium close

up

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Soundbite:

Ahmadi, Penggagas Gerakan Sejuta Masker

“Ini karena ada sahabat kita dari Pekanbaru dan Riau itu memberitahu bahwa mereka kekurangan masker bukan karena tidak ada uangnya tetapi karena tidak ada masker yang tersedia. Jadi kita tergerak untuk melakukan pengumpulan dana untuk membeli masker.”

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

angle

Voice Over:

“Sejumlah pengemudi kendaraan bermotor turut berpartisipasi. Para penggagas gerakan ini berharap pemerintah segera menangani bencana kabut asap, Tim liputan melaporkan untuk NET.”

Ukuran Gambar : Medium long

shot

Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : Straight on

(48)

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : High angle

Ukuran Gambar : Medium shot Pergerakan Gambar : -

Sudut Pandang : High angle Pembahasan Tabel 8:

Masyarakat peduli terhadap bencana kabut asap. Kepedulian tersebut disampaikan pada berita kelima. Lead berita tidak segera disampaikan oleh presenter. Diawal topik, presenter menyampaikan informasi yang masih berhubungan dengan topik keempat. Shot diambil masih secara medium shot di ruang studio.

Tommy menyebutkan bahwa sebelumnya warga Riau berencana melakukan tiga gugatan jalur hukum melalui pengadilan negeri Pekanbaru. Hal tersebut dikarenakan warga Indonesia masih dirugikan dengan adanya bencana kabut asap. Jalur hukum tersebut meliputi close

action, citizen law shot, dan legal standing.

Rahma melanjutkan bahwa upaya tersebut dimediasi oleh aktivis lingkungan dan LSM dengan membuat posko pengaduan dan mengajak korban untuk melakukan aduan sebagai bukti. Rahma kemudian menyampaikan lead topik kelima yang menyebutkan bahwa warga berinisiatif melakukan kampanye bagi korban kabut asap mulai dari media sosial sampai jalanan.

Pemberitaan dimulai dengan hasil screenshoot situs penggalang dana yang dihasilkan dari Screencast-O-Matic.com. Terdapat 3

screenshot yang digunakan dengan menggunakan beberapa efek yaitu zoom in, zoom out, dan panleft. Voice over menyebutkan bahwa warga

Kalimantan dan Sumatera melakukan inisiatif penggalangan dana melalui situs dan media sosial. Screenshot menjadi bukti terhadap aksi tersebut.

(49)

Diinformasikan salah satu situs yang mengadakan penggalangan dana adalah situs kitabisa.com. Dana yang terkumpul digunakan untuk membeli masker N95 dan tabung oksigen bagi warga yang terkena dampak kabut asap. Character generator menyatakan “Warga Galang Bantuan di Situs Internet” kategori berita “Darurat Kabut Asap” menjadi kunci rangkaian gambar dari screenshot dan voice over yang saling berkaitan dalam menyampaikan informasi.

Shot beralih ke beberapa gambar yang memperlihatkan aktivitas

warga turun ke jalan. Shot diambil dengan ukuran long shot disusul dengan gambar berukuran medium shot, medium close up, dan medium

shot dari sudut straight on angle dan high angle. Rangkaian shot

disajikan dengan voice over yang menyatakan bahwa penggalangan dana juga dilakukan secara langsung. Di Medan, Sumatera Utara warga mengenakan kostum pewayangan untuk memperoleh masker agar dapat menolong korban bencana kabut asap, ditampilkan pada shot-shot tersebut.

Soundbite berasal dari hasil wawancara dengan Ki Barong

Mulyono, seniman dengan menggunakan ukuran gambar medium close

up secara straight on angle. Informasi nama dan profesi disampaikan

melalui teks tertulis pada layar. Ki Barong mengatakan bahwa orang-orang jadul (jaman dulu) masih peduli dengan budaya Indonesia dan sangat perihatin.

Rangkaian gambar kemudian dilanjutkan kembali dengan menayangkan Ki Barong dan masyarakat yang tengah melakukan aksi di jalan. Gambar tersusun dari beberapa shot dengan ukuran medium long

shot, long shot, dan close up secara high dan low angle. Voice over

menyertai gambar menyebutkan dua orang menggunakan kostum pewayangan turun ke jalan dalam rangka aksi Gerakan Masker yang berlangsung di Bundaran Mayestik, Jalan Gatot Subroto, Medan. Visual dan audio saling menginformasikan peristiwa aksi yang dilakukan masyarakat.

(50)

Soundbite kedua dimunculkan kembali dengan ukuran medium close up hasil wawancara dengan penggagas gerakan Sejuta Masker,

Ahmadi. Ahmadi mengatakan bahwa ada sahabatnya di Pekanbaru dan Riau yang memberitahukan di sana kekurangan masker karena tidak ada lagi masker yang tersedia. Hal tersebut yang membuat Ahmadi tergerak melakukan gerakan aksi sejuta masker.

Gambar kembali menyajikan shot-shot yang menampilkan aksi gerakan sejuta masker dalam berbagai ukuran seperti medium long shot dan medium shot secara low angle. Voice over dalam rangkaian gambar tersebut menyampaikan bahwa sejumlah pengendara ikut berpartisipasi dalam aksi. Harapan dari penggagas agar pemerintah dapat segera menangani bencana kabut asap.

Berita mengenai gugatan warga Jambi dan Riau dirangkai secara

cut to cut dan seperti berita sebelumnya digunakan editing analitis yang

menyatukan gambar satu dengan lainnya agar saling berkaitan. Gambar dalam menyampaikan peristiwa selalu menggunakan varian teknik ukuran gambar dan sudut pandang tertentu dengan posisi pengambilan gambar yang berbeda. Visual dan audio yang digunakan saling terkait dan sesuai satu dengan lainnya. Audio dari natural sound terdapat pada

soundbite. Keseluruhan nformasi topik kelima disampaikan oleh tim

liputan NET TV.

B. Hubungan Visual dan Audio Berita Kabut Asap pada Program “Net 16” Edisi 8 Oktober 2015

Lima topik bahasan berita dengan tema kabut asap disajikan dengan visual dan audio berita yang saling selaras. Gambar tersusun dari rangkaian

shot kejadian atau peristiwa dengan berbagai ukuran, sudut pandang, dan

pergerakan kamera dari berbagai posisi pengambilan gambar. Topik kelima juga menyajikan gambar hasil screenshot sebagai bukti kelengkapan informasi. Ukuran gambar yang mendominasi adalah dari yang berfokus luas ke fokus yang lebih sempit, seperti long shot ke medium shot atau medium

Gambar

Tabel 4. Visual dan Audio Berita Pertama
Tabel 5. Visual dan Audio Berita Kedua
Gambar  tersebut  berasal  dari  satu  lokasi  yang  sama  dan  menggunakan  beragam teknik pengambilan gambar
Tabel 6. Visual dan Audio Berita Ketiga
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kekuatan karakter dan persepsi komunikasi empatik orangtua dengan kecenderungan kenakalan remaja pada siswa SMK

exigua paling tinggi terjadi pada saat 96 jam setelah perlakuan ekstrak bintaro (85,0%), diikuti oleh ekstrak akar tuba (82,5%), dan yang terendah diperoleh dari hasil

Layanan referensi adalah suatu kegiatan layanan yang berupa pemberian bantuan kepada pengguna perpustakaan agar dapat menemukan informasi yang dibutuhkan.. Layanan

Dapatan kajian bagi pengurusan bilik darjah pula mendapati mereka mempunyai peraturan yang tegas, mewujudkan kelas yang sistematik dan teratur dari segi alatan

Sama seperti masa kosong hubungan selang beranak dengan produksi susu laktasi lengkap sangat nyata pada semua persamaan regresi dan nyata pada persamaan kubik

No Kriteria Unjuk Kerja/Indikator Unjuk Kerja Tujuan Pembelajaran Metode Pelatihan yang Disarankan Tahapan Pembelajaran Sumber/ Referensi yang Disarankan Jam Pelajaran

Namun ERFOLGHABEN masih memiliki beberapa masalah di dalam proses bisnisnya dengan pelanggan yaitu, respon yang lama ketika pelanggan ingin berkomunikasi untuk

Hasilnya untuk menghadirkan kondisi pencahayaan yang optimal pemerataan tingkat terang/illuminance setiap waktu, diwujudkan dengan perencanaan sistem kontrol cahaya pasif dan