• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bidang Hospital Engineering TRIYONO ADIPUTRA PRAKTISI HOSPITAL ENGINEERING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bidang Hospital Engineering TRIYONO ADIPUTRA PRAKTISI HOSPITAL ENGINEERING"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)

TRIYONO ADIPUTRA

PRAKTISI “HOSPITAL ENGINEERING”

(2)

LATAR BELAKANG & TUJUAN

RUMAH

SAKIT

Fasilitas

Aman

UUD KESEHATAN

No 36/2009

UUD RUMAH SAKIT

No. 44/2009

KARS

- Permenkes

- Pedoman RS

Peraturan Instansi

Terkait

Kesiapan

Rumah Sakit

GOAL

MFK

• SNI

• PLN

• PAM

HOSPITAL

HAZARD

• Fungsi Pelayanan

• Operasional

• TENAGA KERJA

• BPLH

• PU/TATA KOTA

• BAPETEN

JCI

AKREDITASI

(3)

PASAL YANG BERKAITAN DENGAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT

No

UU

Pasal Yang Bersangkutan

Yang Dimaksud

1. No. 36 Tahun 2009

Kesehatan

Bab III Hak dan Kewajiban

Bagian Kesatu HAK Pasal 5

Ayat 2

Setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau

Aman terhadap penggunaan dan digunakannya Sarana, Prasarana

dan Peralatan.

2. No. 44 Tahun 2009

Rumah sakit

BAB II

AZAS DAN TUJUAN Pasal 2

Rumah sakit diselenggarakan ..., perlindungan dan keselamatan pasien, ...

Keselamatan Pasien :

1. Aspek Medis

2. Dari bahaya yang mungkin timbul akibat tidak tepatnya perencanaan, pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan seluruh fasilitas yang

ada di RS

Pasal 3

Pengaturan penyelenggaraan Rumah Sakit bertujuan : Ayat b

Memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat, lingkungan rumah sakit dan Sumber Daya Manusia di

rumah sakit

Dari digunakannya fasilitas sarana, prasarana dan peralatan.

(4)

No

UU

Pasal Yang Bersangkutan

Yang Dimaksud

No. 44 Tahun 2009 BAB V PERSYARATAN Bagian Ketiga BANGUNAN Pasal 9

Persyaratan bangunan ... harus memenuhi :

Ayat b

Persyaratan teknis rumah sakit, sesuai dengan fungsi, kenyamanan dan kemudahan dalam pemberian pelayanan serta perlindungan

dan keselamatan bagi semua orang termasuk penyandang

cacat, anak-anak dan orang usia lanjut

Dari kegagalan penggunaan sarana, prasarana dan peralatan

Bagian Keempat Prasarana

Pasal 11 Ayat 2

Prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi standar pelayanan, keamanan, serta keselamatan dan kesehatan

kerja penyelenggaraan rumah sakit

Prasarana sesuai ayat (1) yang diaplikasikan di RS harus memenuhi

persyaratan sesuai disiplin engineering masing-masing

Bagian Keempat Hak Pasien

Pasal 32 Ayat e

Memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi

Antara lain akibat digunakannya sarana, prasana dan peralatan

(5)

No

UU

Pasal Yang Bersangkutan

Yang Dimaksud

No. 44 Tahun 2009

BAB XII

Pembinaan dan Pengawasan Pasal 54

Ayat 3

... tenaga pengawas sesuai kompetensi dan

keahliannya

Sesuai keahlian dalam bidang / disiplin engineering

Ayat 4

... bersifat teknis medis dan teknis perumahsakitan

Sesuai displin engineering

Bagian Kedua

Dewan Pengawas Rumah Sakit Pasal 56

Ayat 3

Keanggotaan pengawas rumah sakit terdiri dari unsur rumah sakit,

organisasi profesi ...

Organisasi Profesi (Bidang Engineeering) ? Ayat 5 Keanggotan badan pengasa rumah sakit indonesia terdiri dari  unsur pemerintah, organisasi profesi, asosiasi perumahsakitan  dan tokoh masyarakat Termasuk profesi engineering ?

(6)

KETENTUAN YANG BERLAKU SECARA UNIVERSAL

UNTUK RUMAH SAKTI

HIGINITAS

(7)

RUMAH SAKIT MERUPAKAN :

Tempat Pertemuan Dokter, Perawat, Pasien, Keluarga Pasien &

Pengunjung Umum

Tempat berkumpulnya pasien dengan daya tahan yang lemah

dibandingkan dengan orang sehat

Tempat terjadinya sumber berbagai penyakit

Tempat timbulnya berbagai zat, gas, asap yang berbahaya

Tempat perawatan orang sakit selama 24 jam 7 hari/minggu

Tempat dilakukan tindakan medis dengan tingkat kompleksitas

yang tinggi

(8)

BIDANG-BIDANG YANG TERCAKUP DALAM HOSPITAL

ENGINEERING :

Arsitektur Bangunan :

- Struktur Bangunan

- Interior

- Pertamanan, Jalan, Parkir, Pagar

Mechanical & Electrical

Peralatan :

- Medik

- Penunjang Medik (Radiology, Lab, CSSD)

- Non Medik (Dapur, Laundry, Mortuary)

(9)

DAFTAR MEKANIKAL & ELEKTRIKAL :

Sistem Kelistrikan

Sistem Proteksi Kebakaran (Deteksi dan Penanggulangan Kebakaran serta

Evakuasi)

Sistem telekomunikasi (Nurse Call, PABX , IT(SIRS), radio komunikasi)

Sistem Pengkondisian Udara

Sistem Pengelolaan Air Bersih

Sistem Pengelolaan dan Pengolahan Air Kotor

Solid Waste Disposal (Limbah Padat) dan House Keeping

Sistem Medikal Gas dan Vakum Medik

Sistem Uap dan Air Panas

Sistem Pencahayaan

System Transportasi Vertikal (Ram, Lift, Eskalator, Dumb Waiter, Pneumatic tube)

Sistem Informasi Audio dan Video (CCTV, MATV, Intercom, sign board)

Sistem Proteksi, Radiasi, Magnetic Field, RF Field, Petir.

Sistem Sekuriti/ Akses/ sistem kunci

Sistem Bahan Bakar (Minyak Diesel, LPG, Gas Kota)

(10)

TEKNIK PERUMAHSAKITAN

(HOSPITAL ENGINEERING)

Contoh Pra Instalasi Alat

Pondasi

Alat

Gas Medik & Vakum Medik

AC

(kondisi

ruang)

Penerangan

Steam

listrik

Air buangan

Air, Air Panas

Grounding

Fire detector

Shielding

-Pb / Dinding Beton

-RF

-Faraday

SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS

Telp, Nurse

Call

(11)
(12)
(13)

PERSYARATAN BAKU SELURUH SISTEM

ENGINEERING DI RUMAH SAKIT

Kapasitas harus cukup.

Kualitas harus baik.

Keandalan harus tinggi.

Kesinambungan fungsi harus terjamin.

Keamanan dan keselamatan penggunaan harus 

terjamin.

(14)

PROSES PERENCANAAN RUMAH SAKIT

Pengumpulan data - Internal RS - Eksternal RS Kompilasi & Tabulasi

Analisis Kecenderungan

Rekomendasi

Studi

kelayakan

Misi & Visi RS

Master Program

• Program pelayanan

• Program fungsi

• Program ketenagaan

• Program peralatan

Dokumen Master Plan Detail Engineering Design (DED)

Ruang lingkup master plan

Ruang lingkup DED

Arsitektur Struktur Mekanikal & Elektrikal

Kebijaksanaan

• Kementerian Kesehatan

• Pemda

• Legislatif

• Pemilik RS (yayasan/PT)

Direksi RS & Stakeholder

• Program ruang

• Design kriteria

• Block Plan

(15)

PROSES PERENCANAAN RUMAH SAKIT MERUPAKAN

KEGIATAN KERJASAMA YANG TERINTEGRASI

SECARA HOLISTIK SELURUH DISIPLIN ENGINEERING

DENGAN PELAYANAN MEDIK

(16)

KIAT MENGETAHUI / MELIHAT

KONDISI SARANA & PRASARANA

(UTILITAS)

(17)

STATUS RS

KELAS RS

JENIS PELAYANAN SPESIFIK

JUMLAH & KOMPOSISI TEMPAT

TIDUR

JUMLAH KUNJUNGAN POLIKLINIK

BED OCCUPANCY RATE (BOR)

JUMLAH TENAGA

LOKASI RS

AKSES RS

LUAS TANAH

LUAS BANGUNAN

KOEFISIEN DASAR BANGUNAN

(KDB)

(18)

PREDIKSI KEBUTUHAN

LISTRIK, AIR, AC, MEDICAL GAS,

IPAL, TELEKOMUNIKASI, NURSE

(19)

0PROFIL EKSISTING RUMAH SAKIT A. Data Umum Nama RS Pemilik Alamat Kelas : : : :

Jumlah tempat tidur : ... TT

B. Pelayanan

1. Poliklinik : (diisi jumlah ruangan dan nama ruangan) 2. Ruang Operasi : 3. Ruang Delivery : 4. Radiology : 5. Laboratorium : 6. Endoscopy : 7. Rehabilitasi Medik: 8. UGD : 9. Farmasi / Apotek : 10. Laundry : 11. Kitchen :

No. Nama Ruangan Jumlah TT 1. VVIP 2. VIP 3. Kelas I 4. Kelas II 5. Kelas III 6. Isolasi 7. ICU 8. ICCU 9. NICU 10. PICU 11. Intermediate Ward 12. Dialisis Jumlah

(20)

12. CSSD : 13. Mortuary : 14. Bengkel & Utility :

C. Pelayanan Terintegrasi di Eksisting (diisi pelayanan selain yang ada di poin B)

D. Sarana & Prasarana (Green Hospital/ Ramah Lingkungan) - Luas Tanah : ... m2

- Luas Gedung : ... m2 - Luas Tapak : ... m2 - Jumlah Lantai : ... lantai E. Peruntukan Tiap Lantai

1. Lantai 1 : 2. Lantai 2 : 3. Lantai 3 : 4. Lantai 4 : 5. Lantai 5 : F. Utilitas 1. Listrik : PLN Genset UPS Capasitor bank Trafo : : : : : ... KVA ... KVA ... KVA ... KVAR ... KVA 2. Air Bersih : 3. Medical Gas : 4. IPAL : 5. Air Panas : 6. Telekomunikasi : 7. Transportasi Vertikal :

(21)

8. Pneumatic tube (transfer speciment/ dokumen) : 9. Audio, Video, PA System

10. Penyalur Petir 11. SIRS / IT 12. Landscaping 13. Interior 14. Incinerator G. Konsep Green Hospital

(22)

PROFIL PENGEMBANGAN RUMAH SAKIT A. Dasar Pengembangan Rumah Sakit

B. Pelayanan yang Dikembangkan C. Sarana & Prasarana

- Luas Tanah : ... m2 - Luas Gedung : ... m2 - Luas Tapak : ... m2 - Jumlah Lantai : ... lantai

Catatan: jika terdiri dari banyak gedung, diisi paling atas adalah tahapan yang pertama kali dibangun

D. Peruntukan Tiap Lantai 1. Lantai 1 : 2. Lantai 2 : 3. Lantai 3 : 4. Lantai 4 : 5. Lantai 5 : E. Utilitas

(23)

SISTEM ENGINEERING YANG ADA DI RUMAH SAKIT

Sistem Kelistrikan

(mulai dari suplai PLN/20KV, panel tegangan menengah, trafo, panel distribusi, instalasi stop kontak dan penerangan, generator set / UPS dan grounding)

Sistem Pengkondisian Udara (AC)

(Chiller, Air Handling Unit, Fan Coil, Ducting, Diffuser/Grille, Filter, serta sistem sirkulasi udara)

Sistem Pendistribusian Air Bersih

(Suplai air PAM/sumur, reservoir, treatment, pompa, pressure tank, distribusi, outlet dan sanitair)

Sistem Pembuangan Air Kotor

(Pipa pembuangan bak pengumpul, trap, STP/IC PD PAL) Sistem Deteksi Kebakaran

(Heat dan smoke detector, alarm, announciator) Sistem Penanggulangan Kebakaran

(Extinguisher, hydrant, sprinkler, pressure fan, fire escape/evakuasi)

Sistem Medical Gas

(O2, N2, N2O, Compress Air, vacuum, collum ceilling, wall outlet)

Sistem Uap dan Air Panas

(Boiler, hot water tank, steam generator, steam trap)

Sistem Transportasi Vertikal

(elevator, escalator, dumbwaiter, gondola, document dan speciment transfer)

Sistem Telekomunikasi

(PABX dan telephone, nurse call, pager, HT) Sistem Audio dan Video

(TV, sound system, PA)

IT (Integrated Hospital Information System)

Sistem Proteksi, Radiasi, Magnetic Field, RF Field, Lightening.

Sistem Sekuriti

(CCTV, Magnetic Card Access, Infra Red) Sistem Steriliasi

(Ruang peralatan dan instrumen serta bahan-bahan desinfektan)

Sistem Bahan Bakar

(Solar, LPG, Gas Kota, Minyak Tanah, Olie) Solid Waste Disposal dan House Keeping (Bak sampah dan Incinerator)

Civil Work/Structure Arsitektur dan Interior RS Pertamanan

(24)

PERSYARATAN BAKU SELURUH SISTEM

ENGINEERING DI RUMAH SAKIT

Kapasitas harus cukup.

Kualitas harus baik.

Keandalan harus tinggi.

Kesinambungan fungsi harus terjamin.

Keamanan dan keselamatan penggunaan 

harus terjamin.

(25)

PROSES PERENCANAAN RUMAH SAKIT

Pengumpulan data - Internal RS - Eksternal RS Kompilasi & Tabulasi

Analisis Kecenderungan

Rekomendasi Studi kelayakan

Ruang lingkup master plan

Misi & Visi RS

Master Program • Program pelayanan • Program fungsi • Program ketenagaan • Program peralatan • Program ruang • Design kriteria • Block Plan

Dokumen Master Plan Detail Engineering Design (DED) Ruang lingkup master plan

Ruang lingkup

DED Arsitektur Struktur Mekanikal & Elektrikal

Kebijaksanaan

• Kementerian Kesehatan • Pemda

• Legislatif

• Pemilik RS (yayasan/PT)

Direksi RS & Stakeholder

SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS

(26)

STANDAR MFK 9

Air minum dan listrik tersedia

24 jam sehari, tujuh hari

seminggu, melalui sumber

reguler atau alternatif, untuk

memenuhi kebutuhan utama

asuhan pasien

ELEMEN PENILAIAN MFK 9

1. Air minum (bersih) tersedia

24 jam sehari, tujuh hari

seminggu

2. Listrik tersedia 24 jam

sehari, tujuh hari seminggu

SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS

KAITAN DENGAN AKREDITASI

(27)

BAGAIMANA CARANYA???

STRATEGI PENCAPAIAN

1.Pembuatan master plan sarana dan prasarana

2.Pengusulan pembiayaan secara bertahap sesuai kebutuhan

3.Pelaksanaan kegiatan

4.Evaluasi antara perencanaan dan pelaksanaan sehari-hari

(28)

LISTRIK

1. KAPASITAS DAYA HARUS CUKUP

3 KVA – 5 KVA

PER TEMPAT TIDUR

Catatan :

Makin besar jumlah TT di RS kebutuhan listrik / KVA / TT makin

besar

Contoh : RS 100 tt membutuhkan 300 KVA – 500 KVA

Kebutuhan tersebut dipenuhi secara bertahap, sesuai

pengembangan & kedatangan alat

(29)

KARAKTERISTIK BEBAN LISTRIK

SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS

  6  12  18 24 jam KVA  Ruang Operasi 6 12 18 24 jam KVA Ruang Dapur  6  12  18 24 jam KVA  Ruang Laundry  6 12 18 24 jam KVA Ruang Poli

(30)

KARAKTERISTIK BEBAN LISTRIK

SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS

  6  12  18 24 jam KVA  Ruang ICU / ICCU 6  12 18 24 jam KVA Ruang IRNA  6  12  18 24 jam KVA 

Rumah Sakit

(31)

2. KUALITAS HARUS BAIK

FLUKTUASI TEGANGAN

±

5%

FREKUENSI

±

5%

Catatan :

a. Perlu diupayakan agar jaringan listrik / gardu (trafo)

PLN khusus untuk RS, tidak digabungkan ke konsumen

lain.

b. Penyediaan stabilizer atau UPS.

(32)

3. KEHANDALAN PENYALURAN DAYA LISTRIK KE SELURUH

RUANGAN DAN ALAT

– Sistem Jaringan

– Sistem Alat-alat Pemutus

Catatan :

a. Kesinambungan supply listrik melalui sistim jaringan “loop” atau radial yang handal.

b. Pemilihan pemutus aliran listrik yang terpadu.

(33)

SISTEM JARINGAN

SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS

 

RADIAL 

RADIAL

(34)

SISTEM JARINGAN

SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS

 

L O O P  /  R I N G

(35)

4. KESINAMBUNGAN SUMBER DAYA LISTRIK

Harus terjamin :

• Jaringan PLN

• Generator Set

• UPS / No Break Set

Catatan :

a.

Prioritas untuk ruangan kritis.

b.

Seluruh area RS harus mendapat titik lampu & stop kontak yang

mendapat sumber emergency.

c.

Pembuatan panel induk yang terintegrasi.

(36)
(37)

5. KESELAMATAN & KEAMANAN PENGGUNAAN DAYA LISTRIK

• Sistem Pengamanan.

• Proteksi.

• DLL.

Catatan :

a.

Lihat “Sistim pengaman arus bocor”.

b.

Lihat Penjelasan mengenai “hospital hazards”.

c.

Lihat “Aspek keselamatan listrik alat kesehatan”.

(38)

1. SISTEM PENANGKAL PETIR ( SPP )

INFORMASI TENTANG PRASARANA DI RUMAH SAKIT

(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)

Sistem Proteksi Petir Internal

(45)
(46)

HOSPITAL PLANNING & ENGINEERING

TOPIK :

HOSPITAL HAZARD

Ir. Hilman Hamid

STUDI KASUS :

PENGAMANAN & KEAMANAN FASILITAS DI RUMAH SAKIT

(47)

PENDAHULUAN :

Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini telah

berkembang dengan pesatnya. Dalam melaksanakan upaya pengobatan kuratif telah

berkembang pelayanannya untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pencegahan secara

terpadu.

Dengan telah dibentuknya pusat‐pusat unggulan terutama di Rumah Sakit Pendidikan dan

sebagian Rumah Sakit Swasta di kota besar, pelayanan yang sifatnya khusus seperti untuk

penyakit degeneratif dan kecacatan, gangguan jiwa serta penyakit kardiovaskuler cenderung

berkembang.

Pelayanan di rumah sakit mempunyai karakteristik yang spesifik, karena rumah sakit merupakan

organisasi dan kegiatan yang kompleks dan multi disiplin. Seiring dengan tuntutan pelayanan

yang bermutu oleh masyarakat, rumah sakit saat ini telah berusaha meningkatkan perangkat

keras dan perangkat lunak serta sumber daya manusianya. Salah satu alternatif peningkatan

kualitas pelayanan adalah dengan mengupayakan kelengkapan sarana dan prasarana, antara lain

dengan memasukkan dan memanfaatkan teknologi mutakhir di rumah sakit.

Penanggulangan “kasus kecelakaan” yang berkaitan khusus dengan adanya fasilitas dan sistem

engineering di rumah sakit perlu mendapatkan perhatian dan pemahaman yang baik.

Sikap tanggung jawab yang baik dan selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya

kegagalan dan kecelakaan harus selalu ditumbuhkan dan menjadi perhatian serius kita bersama.

(48)

LATAR BELAKANG DAN MASALAH :

Gangguan listrik, frekwensi liar, sirkulasi udara, dll.

Salah penggunaan suatu sistem engineering dan pengguna‐an 

peralatan medik.

Salah diagnosa.

Kurang tepatnya perencanaan RS.

Masih sering terjadi kecelakaan yang menimpa PASIEN dan STAFF RS serta Kerusakan Peralatan

Medik akibat :

(49)

USAHA YANG TELAH DIRINTIS OLEH PRODUSEN ALAT DAN

PERENCANAAN SISTEM ENGINEERING BERTUJUAN ANTARA

LAIN UNTUK :

Mencegah terjadinya kegagalan dan kecelakaan.

Meningkatkan kualitas pelayanan.

Efisiensi tenaga.

Meningkatkan kecepatan dan kemudahan.

Memperbaiki tingkat kenyamanan dan keamanan penggunaan

fasilitas.

(50)

DISIPLIN ENGINEERING

YANG TERLIHAT DALAM PERENCANAAN RUMAH SAKIT

Hospital Planner/Engineering.

Arsitek.

Sipil/Struktur.

Elektro (Power).

Elektro (Lighting).

Mesin/Mekanikal (Pump & Piping).

Mesin/Fisika Teknik (Air Conditi‐

oning & Steam).

Mesin/Mekanikal (Elevator/Dump

Waiter).

Elektronik (Telecommunication).

Elektronik (Alarm, Detector).

Gas Medik.

Sanitasi dan Sterilisasi.

Proteksi Radiasi, Medan Magnet

& Frekwensi Liar.

Elektronika & Peralatan Penun‐

jang Medik.

Keamanan dan Pengamanan.

Interior.

Landscape.

(51)

PENGERTIAN

Pengamanan dan Keamanan terhadap :

Kegagalan Fungsi

Salah Operasi

Gangguan Luar

Gangguan Alam

Pengamanan dan Keamanan meliputi :

Manusia (Staff, Pasien, Pengunjung)

Fasilitas di Rumah Sakit

Fasilitas Rumah Sakit meliputi :

Sarana

(gedung, jalan, halaman, parkir, jembatan, pagar)

Prasarana

(listrik, air, limbah, tata udara, komunikasi, transportasi, steam, medical gas,

bahan bakar, dll)

Peralatan

(medik, penunjang medik dan non medik)

(52)

Rumah Sakit sebagai institusi pelayanan terhadap kesembuhan 

pasien, apakah sudah aman terhadap    bahaya ?

Apakah Rumah Sakit Modern dapat mengatasi kemungkinan 

terjadinya bahaya ?

Apakah Rumah Sakit lama/tua rentan terhadap kemungkinan 

terjadinya bahaya ?

BAHAYA  APA  SAJA YANG  MUNGKIN  TERJADI

DI RUMAH SAKIT ???

(53)

BEBERAPA KASUS HOSPITAL HAZARD

Robohnya lisplank karena lapuk.

Penggunaan electric couter yang tidak 

tepat.

Tertukarnya Outlet gas medik.

Terjebaknya pasian di dalam lift.

Meninggalnya pasien di ruang MRI.

Tidak berfungsinya emergency Genset.

Pengoplosan obat kemoterapi yang tidak

sesuai prosedure.

Terbakarnya

lengan

bayi

di

dalam

Inkubator.

Jatuhnya pasien dari jendela lantai 8.

Meledaknya steam boiler.

Meledaknya panel listrik.

Kelalaian staf/pasien dalam pemilihan 

kran air panas.

Kebakaran di power house.

Meledaknya panel TM oleh binatang.

Terganggunya peralatan EEG oleh 

pemancar.

Resonansi suara pada void gedung.

Terganggunya peralatan EEG, ECG, USG 

oleh getaran tiang pancang.

Penggunaan motor AC untuk tempat 

tidur listrik.

Terganggunya komputer sistem informasi, 

LINAC oleh surge/spike/transient.

Terganggunya exposure X‐Ray karena low 

voltage.

Lain‐lain kasus yang tidak termonitor.

(54)

1.

BAHAYA KEBAKARAN

Akibat dari :

Hubungan singkat listrik.

Api rokok.

Kebocoran gas bakar.

Penggunaan las, kompor gas, lampu

minyak, lilin, cairan/bahan yang mudah

terbakar dengan cara yang tidak tepat

dan benar.

Kualitas produk alat listrik yang jelek

(kapasitor, ballast, fuse, busbar, kabel, 

fan, saklar, dll)

SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS

2.

BAHAYA AKIBAT

TERJADINYA GANGGUAN

PETIR (LIGHTNING STRIKE)

Kebakaran.

Kerusakan alat secara 

berantai.

(55)

3.

BAHAYA AKIBAT

LEDAKAN

Terjadi pada sistem :

Steam (boiler).

Gas bakar.

Gas medik dengan percikan

bara api/loncatan listrik.

Udara tekan.

Hubungan singkat listrik

(panel dan kabel).

SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS

4. BAHAYA TEGANGAN

SENTUH

Tersentuh langsung dengan 

bagian yang bertegangan.

Tersentuh langsung dengan 

penutup alat (body/ case) 

akibat arus bocor (kegagalan 

isolasi).

Tersentuk tidak langsung 

melalui orang lain.

(56)

5.

BAHAYA AKIBAT TERJADINYA

FLUKTUASI TEGANGAN YANG

EKSTRIM

Daya tahan alat menurun.

Terganggunya

sistem

pengaman.

Terjadinya gangguan sinyal

semu pada operasi start‐

stop alat.

Konsumsi

listrik

menjadi

lebih besar (Low Voltage).

SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS

6.

BAHAYA AKIBAT TERJADINYA

TEGANGAN TRANSIENT

Komponen alat rusak.

Tambahan sistem 

pengaman.

Tambahan rangkaian 

berikut panel listrik.

(57)

7.

BAHAYA

AKIBAT

FREKUENSI LIAR

Stasiun Pemancar/Relay.

Peralatan

Pembangunan

(Mixing Plant).

Kendaraan Bermotor.

Pesawat Udara.

Penggunaan HT dan Ponsel.

SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS

8.

BAHAYA KEBOCORAN

RADIASI

Dari

alat

sendiri

(reposisi alat).

Dalam ruang alat.

Luar ruangan alat.

(58)

9.

BAHAYA PENGGUNAAN UV LAMP

Kerusakan fisiologis.

10. BAHAYA PENGARUH MEDAN MAGNIT

Dalam ruangan alat.

Di luar ruangan alat.

(59)

11. BAHAYA

PENCEMARAN/KON-TAMINASI

KUALITAS AIR DAN UDARA

Pencemaran pada sumber (PAM, Artesis).

Pencemaran pada reservoir dan saluran.

Sistem sirkulasi udara bersih dan kotor.

Kebocoran gas anestesi, sirkulasi ruang OK.

Penundaan penggantian absolut/hepa dan medium filter AC.

(60)

12. BAHAYA INFEKSI NOSOKOMIAL

Ruang isolasi.

Proses cuci dan sterilisasi bahan infeksius.

Sistem sirkulasi udara.

Sistem alur kegiatan (instrumen, staff, pasien, pengunjung).

SOP dan kaedah pengawasan di rumah sakit.

(61)

13. BAHAYA KONTAK DENGAN BAHAN ATAU

CAIRAN PANAS

Uap dan air panas.

14. BAHAYA AKIBAT KEBOCORAN CAIRAN

ATAU AIR DAN BAHAN KIMIA

Eter, alkohol.

Bahan Desinfektan.

Bahan Bakar.

Kebocoran/Rembesan Air.

(62)

15. BAHAYA AKIBAT

KEAUSAN/ FATIK

PERALATAN

Gangguan mekanis sistem

pengaman.

Patahnya peralatan.

Ausnya

skrup

dan

mur/baut.

SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS

16. BAHAYA AKIBAT KERETAKAN/

PERUBAHAN / PENURUNAN

STRUKTUR BANGUNAN

Leveling alat berubah.

Ledakan pada lantai.

Kelapukan material bangunan.

Renovasi ruangan (terhadap

sistem yang ada).

(63)

17. BAHAYA AKIBAT BANJIR, GEMPA DAN

KEBAKARAN

Sistem evakuasi dan arahan/jalan untuk 

keselamatan.

18. BAHAYA

AKIBAT

SALAH

PROSEDUR

PENGGUNAAN SISTEM DAN PERALATAN

Pewarnaan/penandaan antara lain : instalasi gas

medik.

Kelayakan kapabilitisan petugas.

(64)

19. BAHAYA AKIBAT KELALAIAN CARA/PROSEDUR

PEMELIHA-RAAN PERLATAN

Kalibrasi/Pengecekan.

SOP pemeliharaan.

(65)

ASPEK KESELAMATAN LISTRIK

ALAT KESEHATAN

(66)

ASPEK KESELAMATAN LISTRIK

ALAT KESEHATAN

Referensi :

Aspek dasar falsafah keselamatan peralatan Elektromedik untuk 

menjamin keamanan jalannya pelayanan Dit. Jen. Pelayanan Medik 

Dep. Kes.

Dokumen Hospital Hazard.

(67)

Alat kesehatan sebagai bagian dari proses :

- DIAGNOSTIK

- TREATMENT

Suatu pelayanan kesehatan mempunyai

dampak positif dan negatif.

(68)

Alat kesehatan mempunyai beberapa sisi dampak negatif, antara lain :

1. Alat bekerja baik

 energi yang diberikan mempunyai pengaruh

negatif.

2. Terjadi Kesalahan Tingkat Pertama

 energi yang diberikan listrik besar atau kurang

dan mempunyai pengaruh negatif.

3. Tidak Bekerjanya Alat

 keselamatan pasien tergantung pada fungsi alat.

 sifat pemeriksaan/pengobatan yang tidak boleh

terhenti atau pengulangan.

(69)

Bahaya yang mungkin timbul akibat penggunaan alat kesehatan dapat 

berupa :

1. Energi listrik  Langsung berupa arus listrik melalui tubuh manusia terdiri dari :

tersentuh langsung dengan bagian yang ber-tegangan.

tersentuh langsung dengan penutup alat (cover) akibat arus bocor (kegagalan

isolasi)

tersentuh tidak langsung melalui orang lain

2. Gaya mekanik  Akibat kerusakan listrik

 Ketidak stabilan

3. Interferensi Frekuensi Tinggi  Mempengaruhi proses otomatisasi/digital pada pencatatan diagnostik

atau treatment

4. Temperatur yang Berlebihan  Luka bakar

5. Kebakaran  Terbakarnya isolasi dan sebagainya

6. Bahan-Bahan Kimia  Timbulnya gas-gas/cairan yang korosif secara kimiawi, beracun atau panas

7. Kerusakan Komponen

8. Kegagalan Catu Daya

(70)

PENGARUH LUAR TERHADAP ALAT KESEHATAN :

1.

CATU DAYA LISTRIK

A.

TERJADINYA FLUKTUASI TEGANGAN YANG EKSTRIM

B.

TERJADINYA TEGANGAN TRANSIENT

C.

TERJADINYA GANGGUAN PETIR :

-

LANGSUNG

-

BERBENTUK SPIKE/SURGE PADA SISI TM

2.

PEMAKAIAN PENGAMAN YANG KURANG TEPAT

A.

UPS

D. LINE CONDITIONER

B.

LINE FILTER

E. HARMONIC FILTER

C.

SURGE DIVERTER/SUPPRESSOR

3.

KONDISI LINGKUNGAN ALAT

A.

TEMPERATUR DAN HUMIDITY

B.

GETARAN DAN NOISE

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1691 tahun 2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit, keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem

Hal ini ditunjukan sebagaimana tercantum dalam Pasal 21 Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit yang menyebutkan “Rumah Sakit

Sesuai dengan Undang-undang nomor 44 Tahun 2009 pasal 36 menetapkan bahwasetiap rumah sakit harus menyelenggarakan tata kelola rumah sakit dan tata kelola klinis

Dasar hukum pelaksanaan akreditasi rumah sakit adalah UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit Pasal 29 huruf b menyebutkan bahwa Rumah Sakit wajib memberikan pelayanan kesehatan

Pada dimensi proses budaya keselamatan pasien terdapat 4 dimensi yang tergolong tinggi yaitu kerjasama dalam unit 97,3%, dukungan manajemen rumah sakit untuk keselamatan

Secara normatif, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit telah mengatur tentang perlindungan hukum terhadap pasien, baik yang bertujuan untuk melindungi keselamatan

44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit “UU 44/2009”, pasien adalah: “....setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan,

44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit “UU 44/2009”, pasien adalah: “setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan, baik