TRIYONO ADIPUTRA
PRAKTISI “HOSPITAL ENGINEERING”
LATAR BELAKANG & TUJUAN
RUMAH
SAKIT
Fasilitas
Aman
UUD KESEHATAN
No 36/2009
UUD RUMAH SAKIT
No. 44/2009
KARS
- Permenkes
- Pedoman RS
Peraturan Instansi
Terkait
Kesiapan
Rumah Sakit
GOAL
MFK
• SNI
• PLN
• PAM
HOSPITAL
HAZARD
• Fungsi Pelayanan
• Operasional
• TENAGA KERJA
• BPLH
• PU/TATA KOTA
• BAPETEN
JCI
AKREDITASI
PASAL YANG BERKAITAN DENGAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT
No
UU
Pasal Yang Bersangkutan
Yang Dimaksud
1. No. 36 Tahun 2009
Kesehatan
Bab III Hak dan Kewajiban
Bagian Kesatu HAK Pasal 5
Ayat 2
Setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau
Aman terhadap penggunaan dan digunakannya Sarana, Prasarana
dan Peralatan.
2. No. 44 Tahun 2009
Rumah sakit
BAB II
AZAS DAN TUJUAN Pasal 2
Rumah sakit diselenggarakan ..., perlindungan dan keselamatan pasien, ...
Keselamatan Pasien :
1. Aspek Medis
2. Dari bahaya yang mungkin timbul akibat tidak tepatnya perencanaan, pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan seluruh fasilitas yang
ada di RS
Pasal 3
Pengaturan penyelenggaraan Rumah Sakit bertujuan : Ayat b
Memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat, lingkungan rumah sakit dan Sumber Daya Manusia di
rumah sakit
Dari digunakannya fasilitas sarana, prasarana dan peralatan.
No
UU
Pasal Yang Bersangkutan
Yang Dimaksud
No. 44 Tahun 2009 BAB V PERSYARATAN Bagian Ketiga BANGUNAN Pasal 9Persyaratan bangunan ... harus memenuhi :
Ayat b
Persyaratan teknis rumah sakit, sesuai dengan fungsi, kenyamanan dan kemudahan dalam pemberian pelayanan serta perlindungan
dan keselamatan bagi semua orang termasuk penyandang
cacat, anak-anak dan orang usia lanjut
Dari kegagalan penggunaan sarana, prasarana dan peralatan
Bagian Keempat Prasarana
Pasal 11 Ayat 2
Prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi standar pelayanan, keamanan, serta keselamatan dan kesehatan
kerja penyelenggaraan rumah sakit
Prasarana sesuai ayat (1) yang diaplikasikan di RS harus memenuhi
persyaratan sesuai disiplin engineering masing-masing
Bagian Keempat Hak Pasien
Pasal 32 Ayat e
Memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi
Antara lain akibat digunakannya sarana, prasana dan peralatan
No
UU
Pasal Yang Bersangkutan
Yang Dimaksud
No. 44 Tahun 2009
BAB XII
Pembinaan dan Pengawasan Pasal 54
Ayat 3
... tenaga pengawas sesuai kompetensi dan
keahliannya
Sesuai keahlian dalam bidang / disiplin engineering
Ayat 4
... bersifat teknis medis dan teknis perumahsakitan
Sesuai displin engineering
Bagian Kedua
Dewan Pengawas Rumah Sakit Pasal 56
Ayat 3
Keanggotaan pengawas rumah sakit terdiri dari unsur rumah sakit,
organisasi profesi ...
Organisasi Profesi (Bidang Engineeering) ? Ayat 5 Keanggotan badan pengasa rumah sakit indonesia terdiri dari unsur pemerintah, organisasi profesi, asosiasi perumahsakitan dan tokoh masyarakat Termasuk profesi engineering ?
KETENTUAN YANG BERLAKU SECARA UNIVERSAL
UNTUK RUMAH SAKTI
HIGINITAS
RUMAH SAKIT MERUPAKAN :
Tempat Pertemuan Dokter, Perawat, Pasien, Keluarga Pasien &
Pengunjung Umum
Tempat berkumpulnya pasien dengan daya tahan yang lemah
dibandingkan dengan orang sehat
Tempat terjadinya sumber berbagai penyakit
Tempat timbulnya berbagai zat, gas, asap yang berbahaya
Tempat perawatan orang sakit selama 24 jam 7 hari/minggu
Tempat dilakukan tindakan medis dengan tingkat kompleksitas
yang tinggi
BIDANG-BIDANG YANG TERCAKUP DALAM HOSPITAL
ENGINEERING :
Arsitektur Bangunan :
- Struktur Bangunan
- Interior
- Pertamanan, Jalan, Parkir, Pagar
Mechanical & Electrical
Peralatan :
- Medik
- Penunjang Medik (Radiology, Lab, CSSD)
- Non Medik (Dapur, Laundry, Mortuary)
DAFTAR MEKANIKAL & ELEKTRIKAL :
Sistem Kelistrikan
Sistem Proteksi Kebakaran (Deteksi dan Penanggulangan Kebakaran serta
Evakuasi)
Sistem telekomunikasi (Nurse Call, PABX , IT(SIRS), radio komunikasi)
Sistem Pengkondisian Udara
Sistem Pengelolaan Air Bersih
Sistem Pengelolaan dan Pengolahan Air Kotor
Solid Waste Disposal (Limbah Padat) dan House Keeping
Sistem Medikal Gas dan Vakum Medik
Sistem Uap dan Air Panas
Sistem Pencahayaan
System Transportasi Vertikal (Ram, Lift, Eskalator, Dumb Waiter, Pneumatic tube)
Sistem Informasi Audio dan Video (CCTV, MATV, Intercom, sign board)
Sistem Proteksi, Radiasi, Magnetic Field, RF Field, Petir.
Sistem Sekuriti/ Akses/ sistem kunci
Sistem Bahan Bakar (Minyak Diesel, LPG, Gas Kota)
TEKNIK PERUMAHSAKITAN
(HOSPITAL ENGINEERING)
Contoh Pra Instalasi Alat
Pondasi
Alat
Gas Medik & Vakum Medik
AC
(kondisi
ruang)
Penerangan
Steam
listrik
Air buangan
Air, Air Panas
Grounding
Fire detector
Shielding
-Pb / Dinding Beton
-RF
-Faraday
SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS
Telp, Nurse
Call
PERSYARATAN BAKU SELURUH SISTEM
ENGINEERING DI RUMAH SAKIT
Kapasitas harus cukup.
Kualitas harus baik.
Keandalan harus tinggi.
Kesinambungan fungsi harus terjamin.
Keamanan dan keselamatan penggunaan harus
terjamin.
PROSES PERENCANAAN RUMAH SAKIT
Pengumpulan data - Internal RS - Eksternal RS Kompilasi & Tabulasi
Analisis Kecenderungan
Rekomendasi
Studi
kelayakan
Misi & Visi RS
Master Program
• Program pelayanan
• Program fungsi
• Program ketenagaan
• Program peralatan
Dokumen Master Plan Detail Engineering Design (DED)
Ruang lingkup master plan
Ruang lingkup DED
Arsitektur Struktur Mekanikal & ElektrikalKebijaksanaan
• Kementerian Kesehatan
• Pemda
• Legislatif
• Pemilik RS (yayasan/PT)
Direksi RS & Stakeholder• Program ruang
• Design kriteria
• Block Plan
PROSES PERENCANAAN RUMAH SAKIT MERUPAKAN
KEGIATAN KERJASAMA YANG TERINTEGRASI
SECARA HOLISTIK SELURUH DISIPLIN ENGINEERING
DENGAN PELAYANAN MEDIK
KIAT MENGETAHUI / MELIHAT
KONDISI SARANA & PRASARANA
(UTILITAS)
•
STATUS RS
•
KELAS RS
•
JENIS PELAYANAN SPESIFIK
•
JUMLAH & KOMPOSISI TEMPAT
TIDUR
•
JUMLAH KUNJUNGAN POLIKLINIK
•
BED OCCUPANCY RATE (BOR)
•
JUMLAH TENAGA
•
LOKASI RS
•
AKSES RS
•
LUAS TANAH
•
LUAS BANGUNAN
•
KOEFISIEN DASAR BANGUNAN
(KDB)
PREDIKSI KEBUTUHAN
LISTRIK, AIR, AC, MEDICAL GAS,
IPAL, TELEKOMUNIKASI, NURSE
0PROFIL EKSISTING RUMAH SAKIT A. Data Umum Nama RS Pemilik Alamat Kelas : : : :
Jumlah tempat tidur : ... TT
B. Pelayanan
1. Poliklinik : (diisi jumlah ruangan dan nama ruangan) 2. Ruang Operasi : 3. Ruang Delivery : 4. Radiology : 5. Laboratorium : 6. Endoscopy : 7. Rehabilitasi Medik: 8. UGD : 9. Farmasi / Apotek : 10. Laundry : 11. Kitchen :
No. Nama Ruangan Jumlah TT 1. VVIP 2. VIP 3. Kelas I 4. Kelas II 5. Kelas III 6. Isolasi 7. ICU 8. ICCU 9. NICU 10. PICU 11. Intermediate Ward 12. Dialisis Jumlah
12. CSSD : 13. Mortuary : 14. Bengkel & Utility :
C. Pelayanan Terintegrasi di Eksisting (diisi pelayanan selain yang ada di poin B)
D. Sarana & Prasarana (Green Hospital/ Ramah Lingkungan) - Luas Tanah : ... m2
- Luas Gedung : ... m2 - Luas Tapak : ... m2 - Jumlah Lantai : ... lantai E. Peruntukan Tiap Lantai
1. Lantai 1 : 2. Lantai 2 : 3. Lantai 3 : 4. Lantai 4 : 5. Lantai 5 : F. Utilitas 1. Listrik : PLN Genset UPS Capasitor bank Trafo : : : : : ... KVA ... KVA ... KVA ... KVAR ... KVA 2. Air Bersih : 3. Medical Gas : 4. IPAL : 5. Air Panas : 6. Telekomunikasi : 7. Transportasi Vertikal :
8. Pneumatic tube (transfer speciment/ dokumen) : 9. Audio, Video, PA System
10. Penyalur Petir 11. SIRS / IT 12. Landscaping 13. Interior 14. Incinerator G. Konsep Green Hospital
PROFIL PENGEMBANGAN RUMAH SAKIT A. Dasar Pengembangan Rumah Sakit
B. Pelayanan yang Dikembangkan C. Sarana & Prasarana
- Luas Tanah : ... m2 - Luas Gedung : ... m2 - Luas Tapak : ... m2 - Jumlah Lantai : ... lantai
Catatan: jika terdiri dari banyak gedung, diisi paling atas adalah tahapan yang pertama kali dibangun
D. Peruntukan Tiap Lantai 1. Lantai 1 : 2. Lantai 2 : 3. Lantai 3 : 4. Lantai 4 : 5. Lantai 5 : E. Utilitas
SISTEM ENGINEERING YANG ADA DI RUMAH SAKIT
Sistem Kelistrikan
(mulai dari suplai PLN/20KV, panel tegangan menengah, trafo, panel distribusi, instalasi stop kontak dan penerangan, generator set / UPS dan grounding)
Sistem Pengkondisian Udara (AC)
(Chiller, Air Handling Unit, Fan Coil, Ducting, Diffuser/Grille, Filter, serta sistem sirkulasi udara)
Sistem Pendistribusian Air Bersih
(Suplai air PAM/sumur, reservoir, treatment, pompa, pressure tank, distribusi, outlet dan sanitair)
Sistem Pembuangan Air Kotor
(Pipa pembuangan bak pengumpul, trap, STP/IC PD PAL) Sistem Deteksi Kebakaran
(Heat dan smoke detector, alarm, announciator) Sistem Penanggulangan Kebakaran
(Extinguisher, hydrant, sprinkler, pressure fan, fire escape/evakuasi)
Sistem Medical Gas
(O2, N2, N2O, Compress Air, vacuum, collum ceilling, wall outlet)
Sistem Uap dan Air Panas
(Boiler, hot water tank, steam generator, steam trap)
Sistem Transportasi Vertikal
(elevator, escalator, dumbwaiter, gondola, document dan speciment transfer)
Sistem Telekomunikasi
(PABX dan telephone, nurse call, pager, HT) Sistem Audio dan Video
(TV, sound system, PA)
IT (Integrated Hospital Information System)
Sistem Proteksi, Radiasi, Magnetic Field, RF Field, Lightening.
Sistem Sekuriti
(CCTV, Magnetic Card Access, Infra Red) Sistem Steriliasi
(Ruang peralatan dan instrumen serta bahan-bahan desinfektan)
Sistem Bahan Bakar
(Solar, LPG, Gas Kota, Minyak Tanah, Olie) Solid Waste Disposal dan House Keeping (Bak sampah dan Incinerator)
Civil Work/Structure Arsitektur dan Interior RS Pertamanan
PERSYARATAN BAKU SELURUH SISTEM
ENGINEERING DI RUMAH SAKIT
Kapasitas harus cukup.
Kualitas harus baik.
Keandalan harus tinggi.
Kesinambungan fungsi harus terjamin.
Keamanan dan keselamatan penggunaan
harus terjamin.
PROSES PERENCANAAN RUMAH SAKIT
Pengumpulan data - Internal RS - Eksternal RS Kompilasi & Tabulasi
Analisis Kecenderungan
Rekomendasi Studi kelayakan
Ruang lingkup master plan
Misi & Visi RS
Master Program • Program pelayanan • Program fungsi • Program ketenagaan • Program peralatan • Program ruang • Design kriteria • Block Plan
Dokumen Master Plan Detail Engineering Design (DED) Ruang lingkup master plan
Ruang lingkup
DED Arsitektur Struktur Mekanikal & Elektrikal
Kebijaksanaan
• Kementerian Kesehatan • Pemda
• Legislatif
• Pemilik RS (yayasan/PT)
Direksi RS & Stakeholder
SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS
STANDAR MFK 9
Air minum dan listrik tersedia
24 jam sehari, tujuh hari
seminggu, melalui sumber
reguler atau alternatif, untuk
memenuhi kebutuhan utama
asuhan pasien
ELEMEN PENILAIAN MFK 9
1. Air minum (bersih) tersedia
24 jam sehari, tujuh hari
seminggu
2. Listrik tersedia 24 jam
sehari, tujuh hari seminggu
SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS
KAITAN DENGAN AKREDITASI
BAGAIMANA CARANYA???
STRATEGI PENCAPAIAN
1.Pembuatan master plan sarana dan prasarana
2.Pengusulan pembiayaan secara bertahap sesuai kebutuhan
3.Pelaksanaan kegiatan
4.Evaluasi antara perencanaan dan pelaksanaan sehari-hari
LISTRIK
1. KAPASITAS DAYA HARUS CUKUP
3 KVA – 5 KVA
PER TEMPAT TIDUR
Catatan :
Makin besar jumlah TT di RS kebutuhan listrik / KVA / TT makin
besar
Contoh : RS 100 tt membutuhkan 300 KVA – 500 KVA
Kebutuhan tersebut dipenuhi secara bertahap, sesuai
pengembangan & kedatangan alat
KARAKTERISTIK BEBAN LISTRIK
SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS
6 12 18 24 jam KVA Ruang Operasi 6 12 18 24 jam KVA Ruang Dapur 6 12 18 24 jam KVA Ruang Laundry 6 12 18 24 jam KVA Ruang Poli
KARAKTERISTIK BEBAN LISTRIK
SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS
6 12 18 24 jam KVA Ruang ICU / ICCU 6 12 18 24 jam KVA Ruang IRNA 6 12 18 24 jam KVA
Rumah Sakit
2. KUALITAS HARUS BAIK
FLUKTUASI TEGANGAN
±
5%
FREKUENSI
±
5%
Catatan :
a. Perlu diupayakan agar jaringan listrik / gardu (trafo)
PLN khusus untuk RS, tidak digabungkan ke konsumen
lain.
b. Penyediaan stabilizer atau UPS.
3. KEHANDALAN PENYALURAN DAYA LISTRIK KE SELURUH
RUANGAN DAN ALAT
– Sistem Jaringan
– Sistem Alat-alat Pemutus
Catatan :
a. Kesinambungan supply listrik melalui sistim jaringan “loop” atau radial yang handal.
b. Pemilihan pemutus aliran listrik yang terpadu.
SISTEM JARINGAN
SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS
RADIAL
RADIAL
SISTEM JARINGAN
SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS
L O O P / R I N G
4. KESINAMBUNGAN SUMBER DAYA LISTRIK
Harus terjamin :
• Jaringan PLN
• Generator Set
• UPS / No Break Set
Catatan :
a.
Prioritas untuk ruangan kritis.
b.
Seluruh area RS harus mendapat titik lampu & stop kontak yang
mendapat sumber emergency.
c.
Pembuatan panel induk yang terintegrasi.
5. KESELAMATAN & KEAMANAN PENGGUNAAN DAYA LISTRIK
• Sistem Pengamanan.
• Proteksi.
• DLL.
Catatan :
a.
Lihat “Sistim pengaman arus bocor”.
b.
Lihat Penjelasan mengenai “hospital hazards”.
c.
Lihat “Aspek keselamatan listrik alat kesehatan”.
1. SISTEM PENANGKAL PETIR ( SPP )
INFORMASI TENTANG PRASARANA DI RUMAH SAKIT
Sistem Proteksi Petir Internal
HOSPITAL PLANNING & ENGINEERING
TOPIK :
HOSPITAL HAZARD
Ir. Hilman Hamid
STUDI KASUS :
PENGAMANAN & KEAMANAN FASILITAS DI RUMAH SAKIT
PENDAHULUAN :
Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini telah
berkembang dengan pesatnya. Dalam melaksanakan upaya pengobatan kuratif telah
berkembang pelayanannya untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pencegahan secara
terpadu.
Dengan telah dibentuknya pusat‐pusat unggulan terutama di Rumah Sakit Pendidikan dan
sebagian Rumah Sakit Swasta di kota besar, pelayanan yang sifatnya khusus seperti untuk
penyakit degeneratif dan kecacatan, gangguan jiwa serta penyakit kardiovaskuler cenderung
berkembang.
Pelayanan di rumah sakit mempunyai karakteristik yang spesifik, karena rumah sakit merupakan
organisasi dan kegiatan yang kompleks dan multi disiplin. Seiring dengan tuntutan pelayanan
yang bermutu oleh masyarakat, rumah sakit saat ini telah berusaha meningkatkan perangkat
keras dan perangkat lunak serta sumber daya manusianya. Salah satu alternatif peningkatan
kualitas pelayanan adalah dengan mengupayakan kelengkapan sarana dan prasarana, antara lain
dengan memasukkan dan memanfaatkan teknologi mutakhir di rumah sakit.
Penanggulangan “kasus kecelakaan” yang berkaitan khusus dengan adanya fasilitas dan sistem
engineering di rumah sakit perlu mendapatkan perhatian dan pemahaman yang baik.
Sikap tanggung jawab yang baik dan selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya
kegagalan dan kecelakaan harus selalu ditumbuhkan dan menjadi perhatian serius kita bersama.
LATAR BELAKANG DAN MASALAH :
•
Gangguan listrik, frekwensi liar, sirkulasi udara, dll.
•
Salah penggunaan suatu sistem engineering dan pengguna‐an
peralatan medik.
•
Salah diagnosa.
•
Kurang tepatnya perencanaan RS.
Masih sering terjadi kecelakaan yang menimpa PASIEN dan STAFF RS serta Kerusakan Peralatan
Medik akibat :
USAHA YANG TELAH DIRINTIS OLEH PRODUSEN ALAT DAN
PERENCANAAN SISTEM ENGINEERING BERTUJUAN ANTARA
LAIN UNTUK :
•
Mencegah terjadinya kegagalan dan kecelakaan.
•
Meningkatkan kualitas pelayanan.
•
Efisiensi tenaga.
•
Meningkatkan kecepatan dan kemudahan.
•
Memperbaiki tingkat kenyamanan dan keamanan penggunaan
fasilitas.
DISIPLIN ENGINEERING
YANG TERLIHAT DALAM PERENCANAAN RUMAH SAKIT
Hospital Planner/Engineering.
Arsitek.
Sipil/Struktur.
Elektro (Power).
Elektro (Lighting).
Mesin/Mekanikal (Pump & Piping).
Mesin/Fisika Teknik (Air Conditi‐
oning & Steam).
Mesin/Mekanikal (Elevator/Dump
Waiter).
Elektronik (Telecommunication).
Elektronik (Alarm, Detector).
Gas Medik.
Sanitasi dan Sterilisasi.
Proteksi Radiasi, Medan Magnet
& Frekwensi Liar.
Elektronika & Peralatan Penun‐
jang Medik.
Keamanan dan Pengamanan.
Interior.
Landscape.
PENGERTIAN
Pengamanan dan Keamanan terhadap :
Kegagalan Fungsi
Salah Operasi
Gangguan Luar
Gangguan Alam
Pengamanan dan Keamanan meliputi :
Manusia (Staff, Pasien, Pengunjung)
Fasilitas di Rumah Sakit
Fasilitas Rumah Sakit meliputi :
Sarana
(gedung, jalan, halaman, parkir, jembatan, pagar)
Prasarana
(listrik, air, limbah, tata udara, komunikasi, transportasi, steam, medical gas,
bahan bakar, dll)
Peralatan
(medik, penunjang medik dan non medik)
Rumah Sakit sebagai institusi pelayanan terhadap kesembuhan
pasien, apakah sudah aman terhadap bahaya ?
Apakah Rumah Sakit Modern dapat mengatasi kemungkinan
terjadinya bahaya ?
Apakah Rumah Sakit lama/tua rentan terhadap kemungkinan
terjadinya bahaya ?
BAHAYA APA SAJA YANG MUNGKIN TERJADI
DI RUMAH SAKIT ???
BEBERAPA KASUS HOSPITAL HAZARD
Robohnya lisplank karena lapuk.
Penggunaan electric couter yang tidak
tepat.
Tertukarnya Outlet gas medik.
Terjebaknya pasian di dalam lift.
Meninggalnya pasien di ruang MRI.
Tidak berfungsinya emergency Genset.
Pengoplosan obat kemoterapi yang tidak
sesuai prosedure.
Terbakarnya
lengan
bayi
di
dalam
Inkubator.
Jatuhnya pasien dari jendela lantai 8.
Meledaknya steam boiler.
Meledaknya panel listrik.
Kelalaian staf/pasien dalam pemilihan
kran air panas.
Kebakaran di power house.
Meledaknya panel TM oleh binatang.
Terganggunya peralatan EEG oleh
pemancar.
Resonansi suara pada void gedung.
Terganggunya peralatan EEG, ECG, USG
oleh getaran tiang pancang.
Penggunaan motor AC untuk tempat
tidur listrik.
Terganggunya komputer sistem informasi,
LINAC oleh surge/spike/transient.
Terganggunya exposure X‐Ray karena low
voltage.
Lain‐lain kasus yang tidak termonitor.
1.
BAHAYA KEBAKARAN
Akibat dari :
•
Hubungan singkat listrik.
•
Api rokok.
•
Kebocoran gas bakar.
•
Penggunaan las, kompor gas, lampu
minyak, lilin, cairan/bahan yang mudah
terbakar dengan cara yang tidak tepat
dan benar.
•
Kualitas produk alat listrik yang jelek
(kapasitor, ballast, fuse, busbar, kabel,
fan, saklar, dll)
SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS
2.
BAHAYA AKIBAT
TERJADINYA GANGGUAN
PETIR (LIGHTNING STRIKE)
Kebakaran.
Kerusakan alat secara
berantai.
3.
BAHAYA AKIBAT
LEDAKAN
Terjadi pada sistem :
Steam (boiler).
Gas bakar.
Gas medik dengan percikan
bara api/loncatan listrik.
Udara tekan.
Hubungan singkat listrik
(panel dan kabel).
SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS
4. BAHAYA TEGANGAN
SENTUH
Tersentuh langsung dengan
bagian yang bertegangan.
Tersentuh langsung dengan
penutup alat (body/ case)
akibat arus bocor (kegagalan
isolasi).
Tersentuk tidak langsung
melalui orang lain.
5.
BAHAYA AKIBAT TERJADINYA
FLUKTUASI TEGANGAN YANG
EKSTRIM
Daya tahan alat menurun.
Terganggunya
sistem
pengaman.
Terjadinya gangguan sinyal
semu pada operasi start‐
stop alat.
Konsumsi
listrik
menjadi
lebih besar (Low Voltage).
SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS
6.
BAHAYA AKIBAT TERJADINYA
TEGANGAN TRANSIENT
Komponen alat rusak.
Tambahan sistem
pengaman.
Tambahan rangkaian
berikut panel listrik.
7.
BAHAYA
AKIBAT
FREKUENSI LIAR
Stasiun Pemancar/Relay.
Peralatan
Pembangunan
(Mixing Plant).
Kendaraan Bermotor.
Pesawat Udara.
Penggunaan HT dan Ponsel.
SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS
8.
BAHAYA KEBOCORAN
RADIASI
Dari
alat
sendiri
(reposisi alat).
Dalam ruang alat.
Luar ruangan alat.
9.
BAHAYA PENGGUNAAN UV LAMP
Kerusakan fisiologis.
10. BAHAYA PENGARUH MEDAN MAGNIT
Dalam ruangan alat.
Di luar ruangan alat.
11. BAHAYA
PENCEMARAN/KON-TAMINASI
KUALITAS AIR DAN UDARA
Pencemaran pada sumber (PAM, Artesis).
Pencemaran pada reservoir dan saluran.
Sistem sirkulasi udara bersih dan kotor.
Kebocoran gas anestesi, sirkulasi ruang OK.
Penundaan penggantian absolut/hepa dan medium filter AC.
12. BAHAYA INFEKSI NOSOKOMIAL
Ruang isolasi.
Proses cuci dan sterilisasi bahan infeksius.
Sistem sirkulasi udara.
Sistem alur kegiatan (instrumen, staff, pasien, pengunjung).
SOP dan kaedah pengawasan di rumah sakit.
13. BAHAYA KONTAK DENGAN BAHAN ATAU
CAIRAN PANAS
Uap dan air panas.
14. BAHAYA AKIBAT KEBOCORAN CAIRAN
ATAU AIR DAN BAHAN KIMIA
Eter, alkohol.
Bahan Desinfektan.
Bahan Bakar.
Kebocoran/Rembesan Air.
15. BAHAYA AKIBAT
KEAUSAN/ FATIK
PERALATAN
Gangguan mekanis sistem
pengaman.
Patahnya peralatan.
Ausnya
skrup
dan
mur/baut.
SUMBER: DOK. WORKSHOP MFK-KARS