• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

Nova Nuraeni, 2014

STUDI ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN DI BEBERAPA USAHA KATERING DI WILAYAH KOTA BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

49

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian di usaha katering yang berada di Kota Bandung. Adapun yang menjadi objek penelitian sebagai variabel bebas (X) (independent variable) yaitu kualitas produk yang terdiri dari indikator warna, penampilan, porsi, bentuk, tekstur, temperatur, aroma dan rasa. Harga yang terdiri dari indikator keterjangkauan harga terhadap daya beli, kesesuaian antara harga terhadap kualitas produk, dan harga memiliki daya saing terhadap produk sejenis. Promosi yang memiliki indikator discount price, promosi penjualan berupa brosur, website dan promosi melalui pameran. Demografi yang terdiri dari indikator tingkat usia, pendapatan, pekerjaan, kondisi ekonomi dan gaya hidup. Budaya yang terdiri dari indikator budaya daerah asal dan agama. Sosial yang terdiri dari indikator keluarga sebagai referensi, teman kerja sebagai referensi dan teman komunitas sebagai referensi.

Masalah penelitian yang merupakan variabel terikat (Y) (dependent variable) yaitu keputusan pembelian yang terdiri dari indikator pertimbangan sebelum membeli, cepat dalam memutuskan dan puas dengan keputusan yang telah diambil.

(2)

50

Menurut Sugiyono (2013, hlm.3) metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu. Berdasarkan tingkat penjelasan dan bidang penelitian, serta variabel-variabel yang diteliti, maka metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif verikatif.

Penelitian ini berjenis riset deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen pada katering di Kota Bandung.

Menurut Sugiyono (2010, hlm.35) penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai varibel mandiri, baik suatu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan atau menghubungan antara satu dengan variabel yang lain. Penelitian ini juga merupakan analisis verifikatif. Penelitian verifikatif pada dasarnya menguji kebenaran suatu hipotesis yang dilakukan melalui pengumpulan data di lapangan. Penelitian ini menggunakan alat penelitian yaitu angket kuesioner. Angket ini disusun oleh penulis berdasarkan variabel yang terdapat dalam penelitian, yaitu memberikan keterangan dan data mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian di beberapa usaha katering di wilayah Kota Bandung.

Berdasarkan jenis penelitian di atas yaitu penelitian deskriptif dan verifikatif maka metode yang digunakan adalah explanatory survey. Menurut Sugiyono (2010, hlm.9) menjelaskan “Metode explanatory survey merupakan metode penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta pengaruh antara satu variabel dengan variabel lain”.

3.2.1 Operasionalisasi Variabel

Menurut Silalahi (2009, hlm.201) mengungkapkan bahwa Operasionalisasi variabel merupakan kegiatan mengurai variabel menjadi sejumlah variabel

(3)

51

operasional atau variabel empiris (indikator/item) yang menunjuk langsung pada hal-hal yang dapat diamati atau diukur.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3.1 Operasioal Variabel:

TABEL 3.1

OPERASIONAL VARIABEL

Variabel Konsep Teoritis Indikator Skala No Item

Kualitas Produk (X1)

Kualitas pada makanan adalah segala sesuatu yang ada berhubungannya secara langsung dengan nilai atau mutu makanan.

Warna (X1.1) Ordinal 1 Penampilan (X1.2) Ordinal 2 Porsi (X1.3) Ordinal 3 Bentuk (X1.4) Ordinal 4 Tekstur (X1.5) Ordinal 5 Temperatur (X1.6) Ordinal 6 Aroma (X1.7) Ordinal 7 Rasa (X1.8) Ordinal 8

Harga (X2) harga adalah jumlah uang yang dikenakan biaya untuk produk atau jasa; jumlah dari nilai bahwa pertukaran pelanggan untuk manfaat memiliki

Keterjangkauan harga terhadap daya beli

(X2.1) Ordinal 1 Kesesuaian antara harga terhadap kualitas produk 2

(4)

52

atau menggunakan produk atau jasa. (Kotler dan Armstrong, 2012, hlm.290)

(X2.2)

Harga memiliki daya saing dengan produk

sejenis (X2.3) 3 Promosi (X3) Promosi merupakan berbagai kumpulan alat-alat insentif yang sebagian besar berjangka pendek, yang dirancang untuk merangsang pembelian produk atau jasa tertentu dengan lebih cepat dan lebih besar oleh konsumen atau pedagang. (Kotler dan Keller, 2012, hlm.519)

Discount price/potongan harga

(X2.1)

Ordinal 1

Pengaruh brosur dan

website (X2.1) Ordinal 2 Promosi melalui pameran (X2.3) Ordinal 3

Demografi (X4) Dalam segmentasi demografi, pasar dibagi menjadi beberapa

kelompok berdasarkan umur, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, agama, ras,

kebangsaan, ukuran keluarga, dan daur hidup (Kotler dan Amstrong, 2012, hlm.97) Usia (X4.1) Ordinal 1 Pendapatan (X4.2) Ordinal 2 Pekerjaan (X4.3) Ordinal 3 Kondisi Ekonomi (X8.4) Ordinal 4

Gaya Hidup/Life Style (X4.5)

(5)

53

Budaya (X5) Budaya ialah keadaan system nilai budaya, adat istiadat dan cara hidup masyarakat yang mengelilingi kehidupan seseorang. (Kotler dan Keller, 2012, hlm.151)

Budaya daerah asal (X5.1)

Ordinal 1

Agama (X5.2)

2

Sosial (X6) Faktor sosial merupakan pengaruh orang lain baik baik secara formal maupun informal (Kotler dan Keller, 2012, hlm.151) Keluarga sebagai referensi dalam memilih katering (X6.1) Ordinal 1

Teman kerja sebagai referensi dalam memilih katering (X6.2) Ordinal 2 Teman komunitas sebagai referensi memilih katering (X6.3) Ordinal 3 Keputusan Pembelian (Y) Keputusan meneruskan atau tidak meneruskan pembelian (Kotler dan Keller, 2012, hlm.167)

Kemantapan membeli Ordinal 1

Pertimbangan dalam membeli

2

Kesesuaian atribut dengan keinginan dan

kebutuhan

3

(6)

54

3.2.2 Jenis dan Sumber Data

Sumber data merupakan segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai data. Menurut Sugiyono (2013, hlm.193) berdasarkan sumber datanya, maka pengumpulan data dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua:

1. Data Primer (Primary Data Source)

Data primer merupakan data yang dikumpulkan secara langsung oleh peneliti untuk menjawab masalah atau tujuan penelitian yang dilakukan dalam penelitian eksploratif, deskriptif maupun kausal dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa survey ataupun observasi.

2. Data Sekunder (Secondary Data Source)

Data sekunder merupakan struktur data historis mengenai variabel-variabel yang telah dikumpulkan dan dihimpun sebelumnya oleh pihak lain. Sumber data sekunder bisa diperoleh dari dalam suatu perusahaan (data internal), internet, website, perpustakaan umum maupun lembaga pendidikan, serta membeli dari perusahaan-perusahaan yang memang megkhususkan diri untuk menyajikan data sekunder.

Berikut adalah Tabel 3.2 yang menyajikan jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian:

TABEL 3.2

JENIS DAN SUMBER DATA

No. Jenis Sumber Data Kategori Data Sumber Data

1. Data Kunjungan Wisatawan Sekunder Badan Pusat Statistik

2. Data Jumlah Katering Sekunder Assosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI)

3. Data Keputusan Pembelian Pendahuluan

(7)

55

4. Gambaran Kualitas Produk Primer Konsumen Katering 5. Gambaran Kesesuaian Harga Primer Konsumen Katering 6. Gambaran Strategi Promosi Primer Konsumen Katering

7. Gambaran Demogafi Primer Konsumen Katering

8. Gambaran Faktor Budaya Primer Konsumen Katering 9. Gambaran Faktor Sosial Primer Konsumen Katering Sumber: Data diolah, 2014

3.2.3 Populasi, Sampel dan Teknik Sampling 3.2.3.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek atau objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2013, hlm.119). Populasi dalam penelitian ini adalah konumen yang pernah menggunakan usaha jasa katering di Kota Bandung.

3.2.3.2 Sampel

Menurut Sugiyono (2013, hlm.120) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimilki oleh populasi tersebut. Pada penelitian ini tidak mungkin semua populasi diteliti. Hal ini disebabkan keterbatasan dana, tenaga dan waktu. Maka penelitian diperkenankan mengambil sebagian dari objek populasi yang telah ditentukan dengan catatan bagian yang diambil tersebut mewakili bagian yang lain yang diteliti.

(8)

56 59 91 102 126 0 20 40 60 80 100 120 140 2010 2011 2012 2013

GRAFIK FLUKTUASI ANGGOTA APJI

Sampel yang dipilih untuk mendapatkan data primer dalam penelitian ini adalah konsumen yang pernah menggunakan jasa katering yang terdaftar di Assosiasi

Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI). Berikut adalah gambar data fluktuasi Anggota Apji dari tahun 2010 – 2013:

Sumber: APJI (Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia), 2014 Gambar 3.1

Fluktuasi Anggota APJI Bandung

Dari gambar 3.1 diketahui bahwa perkembangan usaha jasa boga di Kota

Bandung mengalami peningkatan yang signifikan selama 4 tahun terakhir yaitu dari

tahun 2010 – 2013.

Dalam penelitian ini teknik penarikan sampel diambil dengan menggunakan teknik non probably sampling.

Ferdinand dalam (2006, hlm.46) mengatakan jumlah sampel adalah jumlah indikator dikali 5 sampai 10. Jadi bila terdapat 27 indikator, besarnya sampel adalah

(9)

57

antara 135 - 270. Dalam penelitian ini akan dilakukan penyebaran kuesioner dengan jumlah responden 270, karena semakin besar jumlah sampel maka semakin kecil peluang kesalahan generalisasi.

3.2.3.3 Teknik Sampling

Sugiyono (2010:116) mengemukakan bahwa teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel. Terdapat berbagai teknik sampling untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian.

Secara garis besar terdapat dua macam teknik sampling, yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Pada penelitian ini menggunakan teknik Non probability sampling yaitu, teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2013, hlm.125). Teknik sampel ini meliputi teknik purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan/kriteria tertentu (Sugiyono, 2013, hlm.126). Kriteria tersebut adalah responden yang pernah menggunakan jasa usaha katering. Dengan jenis judgement sampling, yaitu menyebarkan kuesioner di wilayah Kota Bandung, sesuai dengan kemudahan memperolehnya.

3.2.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengambilan data adalah suatu usaha untuk memperoleh data dengan menggunakan metode yang telah ditentukan. Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau dokumen (Sugiyono 2010, hlm.402).

(10)

58

Jadi, dalam pengumpulan data diatas yaitu primer dan sekunder, maka penulis melakukan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

1. Studi Literatur

Studi literatur merupakan pengumpulan data dan informasi yang berhubungan dengan teori-teori dan konsep-konsep yang berkaitan dengan masalah variabel yang diteliti, yang teridiri dari produk, harga, promosi, demografi, perilaku konsumen, dan keputusan pembelian.

2. Wawancara

Menurut Sugiyono (2013, hlm.188), wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti. Dalam penelitian ini penulis melakukan wawancara tidak terstruktur mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian dalam menggunakan usaha katering untuk keperluan sehari-hari, pesta, perusahaan, dan lain-lain.

3. Kuesioner/ Angket

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memeberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2013, hlm.193). Kuesioner ini berisi pertanyaan mengenai karakteristik responden, pengalaman responden, penilaian responden, serta tanggapan responden khusunya mengenai variabel yang berpengaruh pada keputusan pembelian. Pertanyaan yang ada dalam kuesioner jika dilihat dari strukturnya dapat dikelompokan menjadi 2, yaitu unstructured questions dan structured questions. Unstructured questions yaitu pertanyaan yang bersifat terbuka, sehingga responden dapat merespon secara bebas. Menurut Malhotra dalam Sudrajat (2012, hlm.41), penelitian yang menggunakan pernyataan terstruktur (structured questions) terdiri atas 3 jenis, yaitu:

(11)

59

a. Multiple choice questions, dimana peneliti menyediakan alternatif jawaban dan responden diminta menjawab 1 atau lebih alternatif tersebut. b. Dichotomous questions, yaitu pertanyaan yang hanya memiliki 2 alternatif

jawaban, yaitu “ya” atau “tidak”.

c. Scales, yaitu suatu bentuk pertanyaan yang menggunakan skala dalam mengukur dan mengetahui tingkat persetujuan responden terhadap pernyataan-pernyataan dalam kuesioner.

Dalam penelitian ini skala yang digunakan adalah skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2013, hlm.136). Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrument yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Instrumen penelitian yang menggunkan skala Likert dapat dibuat dalam bentuk checklist ataupun pilihan ganda. Pada penelitian ini menggunaka bentuk pilihan ganda, karena rata-rata responden adalah ibu-ibu sehingga dibuat agar kuesioner mudah dimengerti oleh responden. Jawaban setiap item instrument yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3.3.

TABEL 3.3

DESAIN PENGUKURAN KUISIONER

Tingkat Penilaian Nilai

Sangat Setuju (SS) 5

Setuju (S) 4

(12)

60

Tidak Setuju (TS) 2

Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sumber: Sugiyono (2013, hlm.137)

3.3 Rancangan Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis

Tujuan analisis data adalah untuk menginteprestasikan dan menarik kesimpulan dari sejumlah data yang terkumpul. Analisis data dilakukan dengan dua cara yaitu kualitatif dan kuantitatif.

Analisis data kualitatif adalah analisis yang berdasarkan data yang dinyatakan dalam bentuk uraian. Menurut Sugiyono (2010, hlm.334) Analisis Kualitatif adalah sebagai berikut:

Analisis data kualitatif ialah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola , memilih mana yang penting yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah

dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.

Data kuantitatif diperoleh dari hasil pengisian kuesioner oleh responden yang

bersangkutan dengan masalah yang diteliti. Pengisian kuesioner dilakukan secara

langsung oleh responden dengan memberi tanda pada jawaban yang telah disediakan.

Alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini

adalah skala Likert dengan menggunakan variabel berukuran nominal. Karena dalam

penelitian ini menggunakan analisis path maka data ditransformasikan menjadi skala

ukuran Interval dengan Method of Succecive Interval (MSI).

Setelah data diperoleh dengan lengakap maka dilakukan analisis data sebagai berikut:

(13)

61

3.3.1 Pengujian Validitas dan Reliabilitas

Data merupakan gambaran dari variabel yang diteliti serta berfungsi membentuk hipotesis. Benar tidaknya data akan sangat menentukan mutu hasil penelitian sedangkan benar atau tidaknya data tergantung dari baik tidaknya instrumen pengumpulan data. Instrument yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliabel.

3.3.1.1 Pengujian Validitas

Penelitian yang peneliti lakukan adalah berjudul studi analisis faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah antara variabel kualitas produk (X1), harga (X2), promosi (X3), demografi (X4), budaya (X5) dan sosial (X6) ada pengaruhnya atau tidak terhadap variabel keputusan pembelian (Y), dengan menafsirkan data yang terkumpul dari responden melalui kuesioner. Dalam sebuah penelitian data merupakan suatu hal yang sangat penting. Karena di dalam sebuah data memiliki sebuah penggambaran dari variabel yang diteliti dan juga mempunyai fungsi sebagai pembentuk hipotesis. Menurut Sugiyono (2013, hlm.187), validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti.

Dalam uji validitas digunakan koefisien korelasi. Dalam rangka mengetahui uji validitas, dapat digunakan korelasi bivariate pearson atau product moment jika r

hitung > r tabel, maka instrument atau item pernyataan berkorelasi signifikan terhadap

skor total (dinyatakan valid). Jika r hitung < r tabel, maka instrument atau item pernyataan

(14)

62

Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung kevalidan dari suatu

instrumen adalah rumus Korelasi Product Moment, yang dikemukakan oleh Pearson

sebagai berikut :

r =

Keterangan:

r = Koefisien validasi item yang dicari

X = Skor yang diperoleh subjek dari seluruh item

Y = Skor total

X = Jumlah skor dalam distribusi X

Y = Jumlah skor dalam distribusi Y

X2 = Jumlah Kuadrat dalam skor distribusi X

Y2 = Jumlah Kuadrat dalam skor distribusi X n = Banyaknya responden

Peneliti dapat memberi interpretasi terhadap kuatnya suatu hubungan dengan melihat besarnya koefisien korelasi. Rumus yang digunakan untuk menguji validitas menggunakan nilai korelasi antara data pada masing-masing pernyataan dengan skor total memakai teknik korelasi product moment, dikarenakan skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala ordinal dan terdapat prasyarat pengolahan data yang menggunakan tehnik korelasi product moment sekurang-kurangnya merupakan data interval. Maka data dalam penelitian ini perlu untuk ditransformasi menjadi skala interval dengan menggunakan Method of Succesive Interval (MSI). Teknik korelasi menggunakan pearson product moment. Untuk proses perhitungannya dibantu

}

)

(

}{

)

(

{

)

)(

(

2 2 2 2

y

y

n

x

x

n

y

x

xy

n

(15)

63

dengan software SPSS17 for windows Untuk mengadakan interpretasi mengenai besarnya koefisien korelasi menurut Arikunto (2010, hlm. 245) adalah sebagai berikut :

Menurut Arikunto (2010, hlm.245) untuk mengadakan interpretasi mengenai besarnya koefisien korelasi dapat dilihat pada Tabel 3.4 berikut.

TABEL 3.4

INTERPRETASI BESARNYA KOEFISIEN KORELASI

Besarnya Nilai Interpretasi

Antara 0,800 sampai dengan 1,000 Sangat tinggi Antara 0,600 sampai dengan 0,800 Tinggi Antara 0,400 sampai dengan 0,600 Cukup Antara 0,200 sampai dengan 0,400 Rendah Antara 0,199 sampai dengan 0,000 Sangat Rendah Sumber : Arikunto (2010, hlm.245)

Sedangkan pengujian keberartian koefisien korelasi (t) dilakukan dengan

taraf signifikansi 5%. Rumus uji t yang digunakan sebagai berikut :

𝑡 = 𝑟 √𝑛 − 2

√1 − 𝑟2; 𝑑𝑏 = 𝑛 − 2

Keputusan pengujian validitas item instrumen, menggunakan taraf

signifikansi adalah sebagai berikut :

1. Nilai r dibandingkan dengan nilai rtabel dengan dk= n-2 dan taraf signifikansi

(16)

64

2. Item pertanyaan yang diteliti dikatakan valid, jika rhitung > rtabel

3. Item pertanyaan yang diteliti dikatakan tidak valid, jika rhitung < rtabel

4. Berdasarkan jumlah angket yang diuji sebanyak 30 responden dengan tingkat

signifikansi 5% dan derajat kebebasan (dk) n-2, (30-2=28), maka didapat nilai

rtabel sebesar 0,3610.

Perhitungan validitas item instrumen dilakukan dengan bantuan program

SPSS 17 for windows. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS 17

for windows diperoleh hasil pengujian validitas dari item pertanyaan yang diajukan

peneliti. Berikut ini adalah hasil pengujian validitas dari item pertanyaan yang

diajukan peneliti.

TABEL 3.5

HASIL PENGUJIAN VALIDITAS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN

No Pertanyaan rhitung rtabel Keterangan

A. Kualitas Produk

1 Kombinasi warna makanan 0.911 0,3610 Valid

2 Penampilan makanan 0.972 0,3610 Valid

3 Jumlah porsi makanan 0.933 0,3610 Valid

4 Bentuk makanan 0.974 0,3610 Valid

5 Suhu makanan 0.829 0,3610 Valid

6 Tekstur makanan 0.910 0,3610 Valid

(17)

65

8 Rasa makanan 0.786 0,3610 Valid

B Harga

1 Harga sesuai kemampuan daya beli 0.787 0,3610 Valid 2 Harga sesuai dengan kualitas makanan 0.810 0,3610 Valid 3 Harga memiliki daya saing dengan produk

sejenis 0.892 0,3610

Valid

C Promosi

1 Promosi melalui discount price/potongan

harga 0.883 0,3610

Valid

2 Promosi melalui brosur/website 0.824 0,3610 Valid 3 Promosi melalui pameran 0.886 0,3610 Valid

D Demografi

1 Pemilihan katering menunjukan status

ekonomi 0.637 0,3610

Valid 2 Pemilihan katering sesuai dengan usia 0.636 0,3610 Valid 3 Pemilihan katering disesuaikan dengan

pendapatan 0.611 0,3610

Valid 4 Pekerjaan menuntut menggunakan jasa

katering 0.783 0,3610

Valid 5 Menggunakan katering karena sedang

menjadi trend 0.871 0,3610

Valid

E Budaya

1 Pemilihan menu katering disesuaikan

dengan daerah asal 0.929 0,3610

Valid 2 Pemilihan menu katering sesuai dengan

agama yang dianut 0.900 0,3610

Valid

F Sosial

1 Keluarga sebagai referensi 0.896 0,3610 Valid 2 Teman kerja sebagai referensi 0.949 0,3610 Valid

(18)

66

3 Teman komunitas sebagai referensi 0.933 0,3610 Valid

G Keputusan Pembelian

1 Cepat dalam memutuskan katering yang

akan digunakan 0.763 0,3610

Valid 2 Pertimbangan sebelum menggunakan

katering yang akan digunakan 0.894 0,3610

Valid 3 Puas dengan keputusan 0.929 0,3610 Valid Sumber : Pengolahan Data 2014

Berdasarkan hasil pengolahan data di atas, pengukuran validitas menunjukan

bahwa item-item pertanyaan dalam kuesioner valid, karena koefisien korelasi yang

diperoleh lebih besar dari 0,3610.

3.3.1.2 Pengujian Reliabilitas

Menurut Sugiyono (2013, hlm.168) Reliabilitas adalah pengukuran yang berkali-kali menghasilkan data yang sama atau konsisten. Sedangakn menurut Arikunto (2010, hlm.178) reliabilitas menunjuk kepada satu pengertian bahwa instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik.

Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunkan rumus Cronbach’s alpha, yaitu: Sumber: Arikunto (2010, hlm.239) Keterangan :

𝑟 = (

K

K − 1

) (1 −

∑ 𝜎

𝑏2

𝜎

2

𝑡

)

(19)

67

r = Koefisien reliabilitas instrumen

k = Banyaknya butir pertanyaan

Σσb2 =

Total varians butir

σt2 =

Total varians

jumlah varian butir tiap pernyataan dapat dicari dengan cara mencari nilai varians tiap butir yang kemudian dijumlahkan (Σσb2

) sebagai berikut:

Keterangan:

n = Jumlah sampel

σ= Nilai variansi

x = nilai skor yang dipilih (total dari nomor-nomor butir pernyataan)

keputusan uji reliabilitas ditentukan dengan kriteria sebagai berikut:

1. Jika koefisien internal seluruh item (r1) ≥ rtabel dengan tingkat signifikansi 5%

maka item pertanyaan dikatakan reliabel.

2. Jika koefisien internal seluruh item (r1) < rtabel dengan tingkat signifikansi 5%

maka item pertanyaan dikatakan tidak reliabel.

Untuk mengadakan interpretasi mengenai besarnya koefisien korelasi menurut Arikunto (2010, hlm.245) adalah sebagai berikut :

TABEL 3.6

INTERPRETASI BESARNYA KOEFISIEN KORELASI

Besarnya Nilai Interpretasi

Antara 0,800 sampai dengan 1,000 Sangat tinggi ∑x2 - (∑x)2

σ2

=

(20)

68

Sumber: Arikunto (2010, hlm.245)

Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan terhadap 30 responden dengan

tingkat signifikansi 5% dan derajat kebebasan (dk) n-2 (30-2=28) dengan

menggunakan software komputer SPSS (Statistical Product for Service Solution)

17.0, diketahui bahwa semua variabel reliabel, hal ini dikarenakan 𝐶𝜎 masing-masing variabel lebih besar dibandingkan dengan koefisien alpha cronbach yang bernilai

0,700. Berikut tabel uji reliabilitas instrumen penelitian:

TABEL 3.7

HASIL PENGUJIAN RELIABILITAS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN DI USAHA KATERING DI KOTA BANDUNG

No Variabel rhitung (Cronbach’s Alpha) rtabel Keterangan Perceived 1 Kualitas Produk 0.961 0,70 Reliabel 2 Harga 0.733 0,70 Reliabel 3 Promosi 0.817 0,70 Reliabel 4 Demografi 0.758 0,70 Reliabel 5 Budaya 0.799 0,70 Reliabel 6 Sosial 0.882 0,70 Reliabel

Antara 0,600 sampai dengan 0,800 Tinggi Antara 0,400 sampai dengan 0,600 Cukup Antara 0,200 sampai dengan 0,400 Rendah Antara 0,199 sampai dengan 0,000 Sangat Rendah

(21)

69

7 Keputusan

0.770 0,70 Reliabel

Sumber : Pengolahan Data 2014

3.3.2 Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif bertujuan mengubah kumpulan data mentah menjadi mudah dipahami dalam bentuk informasi yang lebih ringkas. Analisis deskriptif dapat digunakan untuk mencari kuatnya hubungan antara variabel melalui analisis korelasi dan membuat perbandingan dengan membandingkan rata-rata data atau populasi tanpa perlu diuji signifikansinya (Sugiyono, 2013, hlm.148).

Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan variable-variabel penelitian antara lain:

1. Analisis Deskriptif Variabel Independen (X)

Variabel independen adalah variabel bebas yang artinya variable tersebut merupakan sesuatu yang mempengaruhi atau menghasilkan variabel dependen. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian di beberapa usaha katering diidentifikasikan sebagai variabel independen.

2. Analisis Deskriptif Variabel Dependen (Y)

Variabel dependen adalah variabel tidak bebas yang artinya variable tersebut merupakan sesuatu yang dipengaruhi atau dihasilkan oleh variable independen. Keputusan pembelian diidentifikasikan sebagai variabel dependen.

Variabel berfungsi sebagai pembeda agar jelas setiap item yang diteliti dan juga sekaligus berfungsi untuk menggambarkan adanya saling keterkaitan atau memiliki hubungan antar satu variabel dengan variabel lainnya serta memberi gambaran hubungan keterkaitan yang erat dengan teori yang digunakan, dalam hal ini adalah tentang keputusan pembelian pada beberapa usaha katering di wilayah Kota Bandung.

(22)

70

Terdapat tujuh faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian dengan masing-masing variabelnya, maka variabel dalam penelitian ini terdiri faktor kualitas produk dengan delapan variabel (X1.1, X1.2, X1.3, X1.4, …X1.8), faktor harga dengan tiga variabel (X2.1, X2.2, X2.3), faktor promosi dengan tiga variabel (X3.1, X3.2, X3.3), faktor demografi dengan tujuh variabel (X4.1, X4.2, X4.3,…X4.5), faktor budaya dengan dua variabel (X5.1, X5.2), faktor sosial dengan tiga variabel (X6.1, X6.2, X6.3), dan faktor keputusan pembelian dengan tiga variabel (X7.1, X7.2, X7.3). Gambaran mengenai faktor dan variabel penelitian dapat dilihat pada tabel 3.8.

TABEL 3.8

KONSTRUK, FAKTOR DAN VARIABEL DALAM KERANGKA “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMILIH KATERING DI

KOTA BANDUNG

Konstruk Faktor Variabel Kode Pengukuran

Keputusan pembelian terhadap beberapa usaha katering di wilayah Kota Bandung

Produk (F1) Warna X1.1 Ordinal

Penampilan X1.2 Ordinal Porsi X1.3 Ordinal Bentuk X1.4 Ordinal Tekstur X1.5 Ordinal Temperatur X1.6 Ordinal Aroma X1.7 Ordinal Rasa X1.8 Ordinal

Harga (F2) Keterjangkauan harga terhadap daya beli

X2.1 Ordinal

Kesesuaian harga terhadap kualitas makanan

X2.2

(23)

71

dengan produk sejenis Promosi (F3) Discount price/potongan

harga

X3.1 Ordinal

Promosi penjualan berupa brosur dan website

X3.2 Ordinal

Promosi melalui bazar X3.3 Ordinal Demografi

(F4)

Usia X4.1 Ordinal

Pendapatan X4.2 Ordinal

Pekerjaan X4.3 Ordinal

Kondisi Ekonomi X4.4 Ordinal Gaya hidup/life style X4.6 Ordinal Budaya (F5) Budaya daerah asal X5.1 Ordinal

Agama X5.2 Ordinal

Sosial (F6) Keluarga sebagai referensi

X6.1 Ordinal

Teman kerja sebagai referensi X6.2 Ordinal Teman komunitas sebagai referensi X6.3 Ordinal Keputusan Pembelian (F7) Cepat dalam memutuskan X7.1 Ordinal Pertimangan dalam membeli X7.2 Ordinal

Puas dengan keputusan X7.3 Ordinal

Sumber: Data diolah, 2014

(24)

72

Analisis verifikatif dipergunakan untuk menguji hipotesis dengan menggunakan uji statistik dan menitik beratkan pada pengungkapan perilaku variabel penelitian. Proses yang dilakukan adalah melalui analisis path. Dalam hal ini analisis jalur (Path Analysis) digunakan untuk menentukan besarnya pengaruh variabel independen (X1, X2, X3, X4,X5, X6) terhadap Y baik secara langsung maupun tidak langsung

3.3.4 Transformasi Data Ordinal Menjadi Interval

Dalam penggunaan alat statistik di penelitian ini sudah ditentukan skala minimal data yang dibutuhkan. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data berskala ordinal (skala likert, sehingga menurut Agusyana (2011, hlm.147) perlu dilakukan proses tranformasi data dari ordinal ke data interval karena persyaratan alat analisis membutuhkan data interval). Hays yang dikutip dalam Agusyana (2011, hlm.147) menjelaskan bahwa metode transformasi yang dapat digunakan adalah method of succesive interval (MSI). Metode digunakan untuk melakukan transformasi data ordinal menjadi data interval. Riduwan & Kuncoro (2011, hlm.12) menjabarkan langkah-langkah MSI adalah sebagai berikut :

1. Perhatikan setiap butir jawaban responden dari angket yang disebarkan. 2. Pada setiap butir, ditentukan jumlah orang yang mendapat skor 1, 2, 3, 4 dan 5

yang disebut sebagai frekuensi.

3. Setiap frekuensi dibagi dengan banyaknya responden dan hasilnya disebut dengan proporsi.

4. Tentukan proporsi kumulatif dengan menjumlahkan nilai proporsi secara berurutan perkolom skor.

5. Gunakan tabel distribusi normal, hitung nilai Z untuk setiap proporsi kumulatif yang diperoleh.

6. Tentukan nilai tinggi densitas untuk setiap nilai Z yang diperoleh (dari tabel). 7. Tentukan nilai skala (NS) dengan menggunakan rumus:

𝑁𝑆 = (density at lower limit − density at upper limit) (𝑎𝑟𝑒𝑎 𝑏𝑒𝑙𝑜𝑤 𝑢𝑝𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑖𝑚𝑖𝑡 − 𝑎𝑟𝑒𝑎 𝑏𝑒𝑙𝑜𝑤 𝑙𝑜𝑤𝑒𝑟 𝑙𝑖𝑚𝑖𝑡)

(25)

73

8. Tentukan nilai transformasi dengan rumus: Y = NS + [ 1 + | 𝑁𝑆𝑚𝑖𝑛 |]

Untuk memudahkan proses transformasi data dari ordinal ke data interval, peneliti menggunakan program MSI pada MS.Excel yang digunakan untuk proses transformasi data.

3.3.5 Analisis Jalur

Menurut Riduwan dan Kuncoro (2011, hlm.2) analisis jalur (path analysis) digunakan untuk menganalisis pola hubungan antar variabel dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung seperangkat variabel bebas (eksogen) terhadap variabel terikat (eksogen).

Adapun langkah-langkah dalam menguji path analysis menurut Riduwan dan Kuncoro (2011, hlm.116) adlah sebagai berikut:

a. Merumuskan hipotesis dan persamaan struktural

X 11 X 2 X 3 X 4 X 5 Y

ε

X 5

(26)

74

GAMBAR 3.1

DIAGRAM JALUR SUB STRUKTUR HIPOTESIS

Keterangan : Y : Keputusan pembelian X1 : Kualitas produk X2 : Harga X3 : Promosi X4 : Demografi X5 : Budaya X6 : Sosial

: residu (variabel lain di luar variabel X yang berpengaruh) ke variabel akibat

(endogenous) dinyatakan oleh besarnya dari variable eksogenous.

Berdasarkan gambar 3.1 ditunjukan bahwa X1, X2, X3, X4, X5 dan X6 yang

merupakan vaiabel independen (eksogen) mempunyai jalur hubungan langsung Y

(endogen).

Struktur hubungan di atas menunjukkan bahwa kualitas produk (X1),

harga (X2), prmosi (X3), demografi (empati) (X4), budaya (X5) dan sosial (X6)

berpengaruh terhadap variabel dependent yaitu keputusan pembelian (Y) yang

terdiri dari di usaha katering di Kota Bandung.

b. Identifikasi persamaan sub struktur hipotesis

Menghitung matriks invers korelasi

X1 X2 X3 X4 X5 X6 C1.1 C1.2 C1.3 C1.4 C1.5 C1.6 C2.2 C2.3 C2.4 C2.5 C2.6 C3.3 C3.4 C3.5 C3.6 C4.4 C4.5 C4.6 C5.5 C5.6 C6.6

(27)

75 rYX1 rYX2 rYX3 rYX4 rYX5 rYX6

c. Menghitung semua koefisien jalur melalui rumus sebagai berikut:

d. Hitung R2Y (X1, X2, X3, X4, X5, X6) yaitu koefisien yang menyatakan determinasi

total X terhadap Y dengan menggunakan rumus:

R2Y (X1, X2, X3, X4, X5, X6) = [𝜌𝑌𝑋1,……..,𝜌𝑌𝑋6]

e. Statistik Uji yang Digunakan

F = X1 X2 X3 X4 X5 X6 C1.1 C1.2 C1.3 C1.4 C1.5 C1.6 C2.2 C2.3 C2.4 C2.5 C2.6 C3.3 C3.4 C3.5 C3.6 C4.4 C4.5 C4.6 C5.5 C5.6 C6.6. ρYX1 ρYX2 ρYX3 ρYX4 ρYX5 ρYX6 rYX1 rYX2 rYX3 rYX4 rYX5 rYX6

(28)

76

Hasil F hitung dibandingkan dengan tabel distribusi F Snedecor, apabila F hitung ≥ F

tabel, maka Ho ditolak dengan demikian dapat diteruskan pada pengujian secara

individual, statistik yang digunakan adalah:

t mengikuti distribusi t-student dengan derajat kebebasan n-k-1.

f. Menguji pengaruh langsung dan tidak langsung dari setiap variabel

Pengaruh X1 terhadap Y

Pengaruh langsung = ρYX1 . ρYX1

Pengaruh tidak langsung melalui (X2) = ρYX1 . rX1X2 . ρYX2

Pengaruh tidak langsung melalui (X3) = ρYX1 . rX1X3 . ρYX3

Pengaruh tidak langsung melalui (X4) = ρYX1 . rX1X4 . ρYX4

Pengaruh tidak langsung melalui (X5) = ρYX1 . rX1X5 . ρYX5

Pengaruh tidak langsung melalui (X6) = ρYX1 . rX1X6 . ρYX6 +

Pengaruh total (X1) terhadap Y = ………

Pengaruh X2 terhadap Y

Pengaruh langsung = ρYX2 . ρYX2

Pengaruh tidak langsung melalui (X1) = ρYX2 . rX2X1 . ρYX1

(29)

77

Pengaruh tidak langsung melalui (X4) = ρYX2 . rX2X4 . ρYX4

Pengaruh tidak langsung melalui (X5) = ρYX2 . rX2X5 . ρYX5

Pengaruh tidak langsung melalui (X6) = ρYX2 . rX2X6 . ρYX6 +

Pengaruh total (X2) terhadap Y = ………

Pengaruh X3 terhadap Y

Pengaruh langsung = ρYX3 . ρYX3

Pengaruh tidak langsung melalui (X1) = ρYX3 . rX3X1 . ρYX1

Pengaruh tidak langsung melalui (X2) = ρYX3 . rX3X2 . ρYX2

Pengaruh tidak langsung melalui (X4) = ρYX3 . rX3X4 . ρYX4

Pengaruh tidak langsung melalui (X5) = ρYX3 . rX3X5 . ρYX5

Pengaruh tidak langsung melalui (X6) = ρYX3 . rX3X6 . ρYX6 +

Pengaruh total (X3) terhadap Y = ………

Pengaruh X4 terhadap Y

Pengaruh langsung = ρYX4 . ρYX4

Pengaruh tidak langsung melalui (X1) = ρYX4 . rX4X1 . ρYX1

Pengaruh tidak langsung melalui (X2) = ρYX4 . rX4X2 . ρYX2

Pengaruh tidak langsung melalui (X3) = ρYX4 . rX4X3 . ρYX3

Pengaruh tidak langsung melalui (X5) = ρYX4 . rX4X5 . ρYX5

Pengaruh tidak langsung melalui (X6) = ρYX4 . rX4X6 . ρYX6 +

(30)

78

Pengaruh X5 terhadap Y

Pengaruh langsung = ρYX5 . ρYX5

Pengaruh tidak langsung melalui (X1) = ρYX5 . rX5X1 . ρYX1

Pengaruh tidak langsung melalui (X2) = ρYX5 . rX5X2 . ρYX2

Pengaruh tidak langsung melalui (X3) = ρYX5 . rX5X3 . ρYX3

Pengaruh tidak langsung melalui (X4) = ρYX5 . rX5X4 . ρYX4

Pengaruh tidak langsung melalui (X6) = ρYX5 . rX5X6 . ρYX6 +

Pengaruh total (X5) terhadap Y = ………

Pengaruh X6 terhadap Y

Pengaruh langsung = ρYX6 . ρYX6

Pengaruh tidak langsung melalui (X1) = ρYX6 . rX6X1 . ρYX1

Pengaruh tidak langsung melalui (X2) = ρYX6 . rX6X2 . ρYX2

Pengaruh tidak langsung melalui (X3) = ρYX6 . rX6X3 . ρYX3

Pengaruh tidak langsung melalui (X4) = ρYX6 . rX6X4 . ρYX4

Pengaruh tidak langsung melalui (X6) = ρYX6 . rX6X5 . ρYX5 +

Pengaruh total (X6) terhadap Y = ………

(31)

79

Menurut Ghozali (2011: 97) koefisien determinasi (R²) digunakan untuk

mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel dependen

(terikat). Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Apabila R² kecil

berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel

dependen amat terbatas, dan sebaliknya apabila nilainya mendekati satu berarti

variabel-variabe independen memberikian hampir semua informasi yang dibutuhkan

untuk memprediksi variasi variabel dependen. Riduwan (2009:228) menyatakan

secara statistik koefisien determinasi dapat ditentukan menggunakan rumus sebagai

berikut :

KP= r2×100%

Keterangan :

KP = Koefisien Determinasi r2 = Nilai koefisien korelasi

3.3.7 Uji Hipotesis

a. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t)

Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel

penjelas/bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat (Ghozali.

2005, hlm.84). pengujian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel bebas

(Kualitas produk, harga, promosi, demografi, budaya dan sosial) terhadap variabel

terikat (keputusan pembelian) secara terpisah atau parsial.

(32)

80

H0 : β0 = 0, variabel-variabel bebas (kualitas produk, harga, promosi, demografi,

budaya dan sosial) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel

terikat (keputusan pembelian).

H1 : β1 ≠ 0, variabel-variabel bebas (kualitas produk, harga, promosi, demografi,

budaya dan sosial) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat

(keputusan pembelian).

Dasar pengambilan keputusan menurut Ghozali (2011, hlm.84):

1. Dengan membandingkan nilai t hitungnya dengan tabel.

a) Apabila t tabel > t hitung, maka H0 diterima dan H1 ditolak

b) Apabila t tabel < t hitung, maka H0 ditolak dan H1 diterima

c) Dengan tingkat signifikansi 95% (α = 5%) dengan nilai df (degree of freedom)

n-k-1

2. Dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi

Apabila angka probabilitas signifikansi > 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak.

Apabila angka probabilitas signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima.

b. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)

Dalam penelitian ini untuik mengetahui tingkat signifikansi pengaruh

variabel-variabel independent secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel

dependent dilakukan dengan menggunakan uji F test yaitu dengan cara

membandingkan antara F hitung dengan F tabel. Uji F pada dasarnya menunjukkan

(33)

81

secara bersama-sama terhadap variabel terikat (Ghozali, 2011, hlm.84). Pada

penelitian ini pengujian hipotesis secara simultan dimaksudkan untuk mengukur

besarnya pengaruh kualitas produk, harga, promosi, demografi, budaya dan sosial

secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya, yaitu keputusan pembelian.

F = (𝑛−𝑘−1) ∑ 𝜌YXi𝜌YXi

𝑛 𝑖=1

(𝑛−𝑘−1) ∑𝑛𝑖=1𝜌YXi𝜌YXi

Hasil F hitung dibandingkan dengan tabel distribusi F Snedecor, apabila F hitung

≥ F tabel, maka Ho ditolak dengan demikian dapat diteruskan pada pengujian

secara individual, statistik yang digunakan adalah:

𝑡 = 𝜌𝑌𝑋𝑖 − 𝜌𝑌𝑋𝑖

√(1 − 𝑅2𝑌(𝑋1, 𝑋2, 𝑋3))(𝐶𝑖𝑖+ 𝐶𝑖𝑗+ 𝐶𝑗𝑗)

(𝑛 − 𝑘 − 1)

t mengikuti distribusi t-student dengan derajat kebebasan n-k-1.

Hipotesa yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah:

H0 : β1 = β2 = β3 = β4 = β5 = β6 = 0, variabel-variabel bebas (kualitas produk, harga,

promosi, demografi, budaya dan sosial) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan

secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya (keputusan pembelian).

Ha : βi ≠ 0, variabel-variabel bebas (kualitas produk, harga, promosi, demografi,

budaya dan sosial) mempunyai pengaruh yang signifikan secara bersama-sama

terhadap variabel terikatnya (keputusan pembelian).

Dasar pengambilan keputusan (Ghozali, 2011, 84):

(34)

82

Apabia F tabel > F hitung, maka H0 diterima H1 ditolak.

Apabia F tabel < F hitung, maka H0 ditolak H1 diterima.

2. Dengan mengguanakan angka probabilitas signifikansi

Apabila probabilitas signifikansi > 0,05, maka H0 diterima H1 ditolak.

Gambar

GRAFIK FLUKTUASI ANGGOTA APJI

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga rancangan implikasi yang peneliti buat ialah pengaruh kualitas pelayanan dan citra merek yang mempengaruhi minat beli dan berdampak kepada keputusan pembelian pada PT

Data yang dikumpulkan melalui pengamatan di lapangan (observasi) dan wawancara, lalu dilakukan analisis secara induktif. Pada penelitian ini peneliti ingin

Dalam penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Paramitha (2014) dengan judul penelitian “Analisis faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap produk

hipotesis penelitian dan digunakan peneliti untuk mengetahui apa saja yang mempengaruhi terjadinya suatu fenomena, dimana peneliti ingin mengetahui hubungan antar

Penelitian yang dilaksanakan adalah untuk menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan wisatawan dalam berkunjung ke Kawasan Wisata Air Panas Cibolang dengan,

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan kualitatif, suatu pendekatan penelitian yang di lakukan secara mengetahui karena ingin memahami makna, ataupun proses subyek penelitian

Pada penelitian yang peneliti lakukan, yakni yang berjudul: “Evaluasi Prasarana dan Sarana Pendidikan SMA Negeri 4 Bandung Menuju Sekolah Inklusif”, metode yang

Menganalisis proses pengambilan keputusan pembelian, maka perlu dilakukan analisis deskriptif. Langkah awal analisis deskriptif dengan membuat tabel frekuensi