• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II KAJIAN PUSTAKA"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

6 BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu

Dalam penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Putra (2014) yang berjudul “Manajemen Risiko Gadai Emas Pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Malang”. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan penjelasan mengenai prosedur gadai emas serta resiko yang akan terjadi pada produk gadai emas dan mengetahui bagaimana langka-langkah mengatasi risiko yang mungkin terjadi pada produk gadai emas.

Teknik pembahasan yang digunakan penelitian ini adalah proses penelitian yang bersifat diskriptif kualitatif yaitu suatu proses penelitian yang menjelaskan atau menggambarkan informasi berupa kata-kata tertulis dam lisan. Dalam metode ini pengumpulan data yang dilakukan diperoleh berdasarkan hasil wawancara dan hasil studi dokumen. Dari hasil penelitian menjelaskan bahwa ada 8 kemungkinan resiko yang akan terjadi pada produk gadai emas, risiko yang timbul dari produk gadai emas yang disebaabkan oleh beberapa faktor di antaranya seperti faktor SDM dan bencana alam.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Anisya sinabela (2019) dari fakultas ekonomi dan bisnis islam UIN Sumatra Utara yang berjudul “ Penerapan sistem gadai emas pada cabang pegadaian syariah setia budi”.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan sistem gadai emas dan resiko

(2)

7

yang dapat terjadi pada gadai emas serta strategi yang di lakukan Cabang Pegadaian Syarian setia budi.

Teknik pembahasan yang digunakan penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif. Dengan mendeskripsikan tahap-tahapan pembiayaan gadai emas, resiko yang terjadi dalam pembiayaan gadai emas serta strategi mengatasi resiko yang terjadi dalam gadai emas. Penulis menganalisis dengan menggunakan materi dari relevan buku, wawancara dan observasi dan dokumentasi. Dari hasil tersebut menjelaskan tahapan-tahapan pembiayaan gadai emas yang paling utam yaitu adanya rahin, serta marhun yang dibawa, kemudian diserahkan kepada murtahin, lalu murtahin memproses peminjaman rahin. Risiko yang terjadi pada Cabang Pegadaian Syariah yaitu penipuan barang, pembiayaan bermasalah, dan fluktasi harga emas.

Berdasarkan dua penelitian terdahulu di atas, dapat di ketahui persamaan dan perbedaan antara penelitian terdahulu dan penelitian yang di lakukan penelitian saat ini. Persamaannya dari kedua penelitian terdahulu di atas adalah terlihat pada jenis kegiatan yang diamati yaitu gadai emas. Perbedaan yang di temukan antara penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini adalah waktu penelitian. Selain itu peneliti terdahululebih fokus pada resiko yang terjadi dalam gadai emas.

(3)

8 B. Landasan Teori

1. Pengertian Pegadaian

Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan lainnya yang sudah lama beroperasi di Indonesia. Lembaga ini dimaksudkan untuk memberikan pinjaman-pinjaman kepada perorangan. Kredit atau pinjaman yang diberikan didasarkan pada nilai barang jaminan yang diserahkan. (Latumaerissa, 2011:459).

Pegadaian adalah suatu badan usaha di indonesia yang secara resmi mempunyai inin untuk melaksanakan kegiatan lembaga keuangan yang berupa pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana ke masyarakat atas dasar hukum gadai (Susilo,2000:65).

Tujuan dari lembaga ini adalah mencega rakyat kecil yang membutuhkan pinjaman agar tidak jatuh ketangan parah pelepas uang yang dalam pemberian pinjaman mengenakan pinjaman bunga sangat tinggi dan berlipat ganda (rentenir).

2. Tugas Tujuan Dan Fungsi Pegadaian

Sebagai lembaga keuangan non bank milik pemerintah yang berhak memberikan pinjaman kredit kepada masyarakat atas dasar hukum gadai yang bertujuan agar masyarakat tidak dirugikan oleh lembaga keuangan non formal yang cenderum memanfaatkan kebutuhan dana mendesak dari masyarakat, maka pada dasarnya lembaga pegadaian tersebut mempunyai tugas, tujuan serta fungsi-fungsi poko sebagai berikut (Usman, 1995:359):

(4)

9 1) Tugas pokok

Tugas pokok pegadai yaitu menyalurkan uang pinjaman atas dasar hukum gadai dan usaha-usaha lain yang berhubungan dengan tujuan pegadaian atas dasar materi.

2) Tujuan pokok

Sifat usaha pegadaian pada prinsipnya menyediakan pelayanan bagi

kemanfaatan umum dan sekaligus memumpuk keuntunga

berdasarkanprinsip pengelolaan. Oleh karena itu, pegadaian pada dasarnya mempunyai tujuan-tujuan pokok sebagai berikut:

1) Turut melaksanakan program pemerintahan dibidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya melalui penyaluran uang pinjaman atas dasara hukum gadai.

2) Mencegah praktek pegadaian gelap dan pinjaman tidak wajar. 3) Fungsi Pokok

Fungsi pokok pegadaian adalah sebagai berikut:

1) Mengelola penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai dengan cara mudah, cepat, aman, dan hemat.

2) Menciptakan dan mengembangkan usaha-usaha lainnya yang menguntukan bagi pegadaian maupun masyarakat.

3) Mengelola keuangan, perlengkapan, kepegawain, pendidikan dan pelatihan.

(5)

10

5) Melakukan penelitian dan pengembangan serta mengawasi pengelolaan pegadaian.

3. Kegiatan Usaha Pegadaian

Kegiatan usaha perum Pegadaian Pada umumnya meliputi dua hal, yaitu pengguna dana (Susilo, 1999:181).

a. Penghimpun dana

Dana yang diperlukan di perum pegadaian untuk melakukan kegiatan usahanya berasal dari:

1) Pinjaman jangka pendek dari perbankan.

Dana jangka pendek sebagian besar adalah dalam bentuk pinjaman jangka pendek dari perbankan (sekitar 80% dari total dana jangka pendek yang dihimpun).

2) Pinjaman jangka pendek dari pihak lain.

Pinjaman jangka pendek dari pihak lain biasanya di peroleh dari uatang kepada rekanan , utang kepada nasabah, utang pajak, dan lain-lain. 3) Pemberian obligasi

Untuk memperoleh/menghimpun dana perum pegadaian perna menerbitkan obligasi sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 1993 dan pada tahun 1994 yang jangka waktunya masing-masing lima tahun.

4) Modal sendiri modal sendiri yang dimiliki oleh perum pegadaian terdiri dari:

a) Modal awal, yaitu kekayaan negara di luar APBN. b) Penyertaan modal pemerintah

(6)

11

c) Laba ditahan, laba ditahan ini merupakan akumulasi laba sejak perusahaan perum pegadaian berdiri.

b. Penggunaan dana

Dana yang berhasil di himpun akan digunakan untuk mendanai kegiatan usaha perum pegadaian. Dana tersebut antara lain digunakan untuk hal-hal berikut:

1) Uang kas dan dana likuid lain

Perum pegadaian memerlukan dana likuid yang siap digunakan untuk berbagai macam kebutuhan seperti: kewajiban yang telah jatuh tempo,penyaluran dana kredit atas dasar hak gadai, pembayaran pajak dan lain-lainnya.

2) Pendanaan kegiatan operasional

Dana diantara lain di gunakan untuk gaji pegawai, honor, perawatan peralatan, dan lain-lain.

3) Pembelian dan pengadaan berbagai macam bentuk aktiva tetap dan inventaris yaitu antara lain: tanah, bangunan kantor, komputer, kendaraan, dan lain-lain. Aktiva tetap berupa tanah dan bangunan dan inventaris tidak secara langsung tidak dapat menghasilkan penerimaan bagi perum pegadaian, namun merupakan hal yang sangat penting guna mencarkan kegiatan usahanya.

4) Penyaluran dana

Penggunaan dana yang utama adalah untuk di salurkan dalam bentuk pembiayaan atas dasar hukum gadai. Dana yang digunakan perum

(7)

12

pegadaian untuk kegiatan pembiayaan lebih dari 50% dari jumlah dana yang dihimpun.

5) Investasi lain. Kelebihan dana atau (idle fund), yang belum diperlukan untuk mrndanai kegiatan usaha perum pegadaian dapat digunakan untuk berinvestasi dibidang properti seperti kantor, toko, dan lain-lain.

4. Pelayanan PT. Pegadain (Persero)

Selain melayani jasa pemeberian kredit atas dasar hukum gadai, pegadain juga memiliki pelayanan lain yang terdiri dari:

1) Pelayanan gadai barang

2) Pelayanan bayar sewa modal (bunga) 3) Pelayanan tebus barang gadai

4) Pelayan lelang barang gadai

5. Gadai

Pengertian Gadai menurut susillo (1999) yang di kutip oleh Muhammad Sholikul (2003: 16) adalah suatu hak yang diperoleh oleh seorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak. Barang bergerak tersebut diserahkan kepada orang yang berpiutang oleh seorang yang mempunyai utang atau oleh orang lain tas nama orang yang mempunyai utang. Seorang yang berutang tersebut memberikan kekuasaan kepada orang yang berpiutang untuk menggunakan barang bergerak yang telah diserahkan untuk melunasi utang apabila pihak yang berutang tidak dapat melunasi kewajibannya pada saat jatuh tempo.

(8)

13

Gadai menurut Undang-Undang Hukum Perdata, Buku II Bab XX Pasal 1150 adalah suatu hak yang diperoleh seorang berpiutang atas suatu barang bergerak, yang diserahkan kepadanya oleh seorang berutangatau oleh seorang lain atas namanya, dan yang memberikan kekuasaan kepada yang berpiutang itu untuk mengambil pelunasan dari barang tersebut secara didahulukan dari pada orang-orang berpiutang lainnya; denagan pengecualian biaya untuk melelang barang tersebut dan biaya yang telah dikeluarkan untuk menyelamatkannyta setelah barang itu digadaikan, biaya-biaya mana harus didahulukan (Usman, 357).

Jadi dapat disimpulkan bahwa gadai adalah suatu hak yang diperoleh orang yang berpiutang atas suatu barang bergerak yang diserahkan oleh orang yang berutang sebagai jaminan utangnya dan barang tersebut dapat dijual (dilelang) oleh yang berpiutang bila yang berutang tidak dapat melunasi kewajibannyaa pada saat jatuh tempoh.

6. Keuntungan Usaha Gadai

1) Waktu yang relatif singkat untuk memperoleh uang yaitu pada hari itu juga, hal ini disebabkan oleh prosedurnya yang tidak berbelit-belit

2) Persyaratan yang sangat sederhana sehingga mempermudahkan konsumen untuk memenuhinya.

3) Pihak pegadaian tidak mempermasalahkan uang tersebut digunakan untuk apa, jadi sesuai dengan kehendak nasabahnya.

(9)

14 7. Hak Dan Kewajiban Pemegang Gadai

a. Hak pegang gadai

1) Pemegang gadai berhak untuk menjual barang yang digadaikan, yaituh apabila pemberi gadai pada saat jatuh tempoh atau pada waktu yang ditentukan tidak dapat memenuhi kewajibannya sebagai orang yang beutang. Sedang hasil penjualan barang jaminan tersebut diambil sebagian untuk melunasi utang pemberian gadai dan sisanya dikembalikan kepadannya.

2) Pemegang gadai berhak mendapatkan penggantian biaya yang telah di keluarkan untuk menjaga keselamtan barang jaminan.

3) Selama utangnya belum dilunasi, maka pemegang gadai berhak untuk menahanbarang jaminan yang diserahkan oleh pemberian gadai. b. Kewajiban pemegang gadai.

1) Pemegang gadai berkewajiban bertanggung jawab atas hilanngnya atau merosotnya harga barang yang digadaikan jika semua itu atas kelalaiaiannya.

2) Pemegang gadai tidak dibolehkan menggunakan barang-barang yang digadaikan untuk kepentingan sendiri.

3) Pemegang gadai berkewajiban untuk memberi tahu kepada pemberi gadai sebelum diadakan pelengan barang.

8. Hak Dan Kewajiban Pemberi Gadai a. Hak pemberi gadai

1) Pemberi gadai mempunyai hak untuk mendapatkan kembali barang miliknya setelah pemberi gadai sudah melunasi utangnya

(10)

15

2) Pemberi gadai berhak menuntut ganti kerugian dari kerusakan dan hilangnya barang gadai bila hal itu disebabkan oleh kelalaian pemegang gadai.

3) Pemberi gadai berhak mendapatkan sisa dari penjualan barangnya setelah dikurangi biaya pelunasan utang, bunga dan biaya lainnya. 4) Pemberi gadai berhak meminta kembali barangnya bila pemegang

gadai telah jelas menyalahgunakan barangnya. b. Kewajiban pemberi gadai

1) Pemberi gadai berkewajiban untuk melunasi utang yang telah diterimanya dari pemegang gadai dalam tanggang waktu yang telah ditentukan termaksuk bunga dan biaya lain yang telah ditentukan pemegang gadai.

2) Pemberi gadai berkewajiban merelakan penjualan atas barang gadai miliknya, apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan pemberi gadai tidak dapat melunasi utangnya kepada pemegang gadai.

9. Pengertian KCA (Kredit Cepat Aman)

KCA (Kredit Cepat Aman) adalah kredit dengan sistem gadai yang diberikan kepada nasabah, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun kebutuhan produktif. KCA merupakan produk terpercaya untuk mendapatkan pinjaman secara muda, cepat dan aman. Untuk mendapatkan kredit, nasabah hanya perlu membawa agunan berupa perhiasan emas, emas batangan, mobil, sepeda motor, laptop, handphone, dan barang elektronik lainnya.

(11)

16 10. Pengertian gadai emas

Emas merupakan sebuahlogam yang mempunyai sifat unik yang berwarna kuning berkilau, lembut, tidak berkarat,dan sukar diperoleh. (Adri, 2011:126). Dalam kamus bahasa indonesia emas adalah logam mulia yang berwarna kuning yang dapat ditempat dan dibentuk, bisa diperbuat perhiasan yang berupacincin, gelang dan kalung.

(http://kamusbasaindonesia.web.id/emas.2020).

11. Macam-Macam Emas

Ada beberapa macam-macam emas yaitu: 1) Emas Perhiasan

Emas perhiasan merupakan jenis emas yang sering ditemui dalam kehidupan masyarakat sehari-hari yang emas perhiasannya dalam bentuk cincin, gelang, kalung, liontin, giwang dan juga masih banyak lainnya.

2) Emas Batangan

Emas batangan adalah emas yang dalam bentuk batangan atau emas lantakan, dan emas ini memiliki nomor seri yang terukir pada batang emas tersebut. Batang emas yang terkenal di Indonesia dikalangan masyarakat luas adalah emas dengan merek Logam Mulia yang diproduksi oleh PT. Aneka tambang(Antam) yang memiliki kadar emas 99,99 dan untuk keaslianya dari emas batangan ini didampingi oleh sertifikat emas dengan nomor seri sesuai dengan nomor seri yang ada di emas batangan.

(12)

17

Koin emas adalah emas yang berbentuk koin. Ada dua jenis emas yang ada di Indonesia yang terkenal dikalangan masyarakat luas yaitu emas ONH (Ongkos naik haji) dan yang keduanya koin dinar emas. Koin ONH (Ongkos Naik Haji) salah satu alternatif yang digunakan oleh masyarakat yang ingin naik haji selain itu juga bisa digadaikan untuk keperluan mendadak.

4) Emas Glanule

Emas glanule merupakan emas yang memiliki bentuk butiran-butiran. Emas ini jarang sekali ditemui karena emas ini hanya dimiliki oleh toko-toko emas taupun para pengrajin emas, karena dari sifat emas ini adalah dapat dilebur tanpa mengubah nilai emas itu sendiri. (Fatima: 2019).

12. Barang Jaminan Gadai

Pada dasarnya, hampir semua barang bergerak dapat digadaikan di perum pegadaian. Namun ada juga barang-barang bergerak tertentu yang tidak dapat digadaikan. Jenis barang-barang yang dapat diterima sebagai barang jaminan di perum pegadaian yaitu antara lain (Marzuki,1995:360):

a. Barang-barang perhiasan 1) Emas 2) Perak 3) Intan 4) Mutiara b. Barang-barang elektronik

(13)

18 1) Tv

2) Kulkas 3) Radio 4) Hadphone

5) Kamera dan lain-lain

c. Barang-barang rumah tangga

1) Barang-barang tekstil, berupa pakain, permadani, atau kain batik.

2) Barang-barang pecah bela dengan catatan bahwa semua barang-barang yang dijaminkan harus dalam kondisi baik.

d. Kendaraan 1) Sepeda 2) Motor 3) Mobil e. Mesin 1) Mesin jahit 2) Mesin ketik 3) Mesin kapal motor

Adapun barang-barang tertentu yang tidak dapat dijadikan sebagai jaminan perjanjian gadai. Adapun barang-barang tersebut meliputi :

(14)

19

1. Binatang ternak seperti : sapi, kerbau, kambing dan lain-lainnya 2. Hasil bumi seperti : padi, jagung, ketelah pohon dan lain-lainnya 3. Barang dagangan dalam jumlah besar.

4. Barang yang cepat rusak, busuk atau susut 5. Barang-barang seni yang sulit ditaksir 6. Barang-barang yang mudah terbakar

7. Barang-barang jenis senjata, amunisi, dan mesiu 8. Barang-barang milik pemerintah

9. Barang-barang ilegal

13. Prosedur Penaksir Barang Gadai

Penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai mensyaratkan adanya penyerahan barang bergerak sebagai jaminan pada loket yang telah di tentukan oleh pegadaian setempat. Besar kecilnya jumlah pinjaman yang diberikan oleh perum pegadain kepada nasabah, tergantung dari nilai barang taksir setelah petugas penaksir menaksirkan barang tersebut. Petugas penaksir yaitu orang-orang yang sudah mempunyai keahlian dan pengelaman khusus dalam melakukan penaksiran barang-barang yang akan digadaikan. Pada dasarnya pedoman penaksiran barang yang telah ditentukan oleh perum pegadaian agar penaksir atas suatu barang dapat sesuai dengan nilai barang yang sebenarnya.

Adapum menurut Susilo (1999) yang di kutip oleh Muhammad Sholikul (2003:34) tentang pedoman penaksiran yang dikelompokan atas dasar jenis barangnya adalah sebagai berikut:

(15)

20 a. Barang Kantong

1) Emas

a. Petugas penaksir melihat harga pasar pusat (HPP) dan standar taksiran logam yang telah di tetapkan oleh kantor pusat. Harga pedoman untuk keperluan penaksir ini selalu di sesuaikan dengan perkembangan harga yang terjadi.

b. petugas penaksir melakukan karatase dan berat c. petugas penaksir menentukan nilai taksiran 2) Permata

a) petugas penaksir melihat standar taksiran permata yang telah di tetapkan oleh kantor pusat. Standar ini selalu di sesuaikan dengan perkembangan pasar permata yang ada.

b) petugas penaksir menguji kualitas dan berat permata. c) petugas penaksir menentukan nilai taksiran.

b. barang gudangbarang-barang gudang yang di maksud disini yaitu meliputi mobil, motor, mesin, barang elektronik, tekstil, dan lainnya.

1) Petugas penaksir melihat harga pasar setempat (HPS) dari barang. Harga pedoman untuk keperluan penaksir ini selalu di sesuaikan dengan perkembangan harga yang terjadi.

2) Petugas penaksir menentukan nilai taksir

14. Kegiatan Usaha Pegadaian Lainnya

Mungkin selama ini masyarakat kita hanya mengenal usaha pegadaian secara sepintas saja yaitu sebagai tempat peminjaman uang dengan cara

(16)

21

menggadaikan barangnya. Padahal dalam praktiknya disamping usaha peminjam uang perum pegadain juga melakukan usaha lainnya.

Usaha lain yang dilakukan oleh perum pegadaian adalah:

1) Melayani jasa taksiran, bagi masyarakat yang ingin menaksir berapa nilai barang rillbarang-barang berharga miliknya aeperti, emas, intan, berlian, mobil, televisi, dan barang-barang lainnya. Hal ini berguana bagi masyarakat yang ingin mengetahui jumlah kekayaannya.

2) Melayani jasa titipan barang, bagi masyarakat yang ingin menitipkan barang-barang berharganya. Jasa penitipsn ini diberikan untuk untuk memberikan rasa aman kepada pemiliknya dari kehilangan, kebakaran atau kecurian.

3) Memberikan kredit, terutama bagi karyawan yang mempunyai penghasilan tetap. Pembayaran pinjaman dilakukan dengan memotong gaji si peminjam secara bulanan.

4) Ikut serta dalam usaha tertentu bekerja sama dengan pihak ketiga, misalnya dalam pembangunan perkantoran atau pembangunan lainnya dengan sistem Build, operate and transfer (B.O.T). (Kasmir, SE.,MM. 1998: 253).

15. Prosedur Pinjaman

Seperti diketahui bahwa menariknya peminjam uang di pegadaian disebabkan prosedurnya yang muda, cepat dan biaya yang kena relatif

(17)

22

ringan. Disamping itu biasanya perum pegadaian tidak begiti mementingkan untuk apa uang tersebut digunakan. Yang penting setiap proses peminjaman uang dipegadaian haruslah dengan jaminan barang-barang tertentu. Hal ini tentu sangat berlawanan dengan prosedur peminjam uang di lembaga keuangan lainnya seperti bank.

Secara garis besar proses atau prosedur peminjaman uang di perum pegadaian dapat dijelaskan berikut ini:

1) Nasabah datang langsung kebagian informasi untuk memperoleh penjelasan, tentang pegadaian, misalnya tentang barang jaminan, jangka waktu pengemballian, jumlah pinjaman, dan biaya secara modal (bunga pinjaman).

2) Bagi nasabah yang sudah jelas dan mengetahui prosedurnya dapat langsung membawa barang jaminan ke bagian penaksir untuk ditaksir nilai jaminan yang diberikan. Pemberian barang jaminan disertai bukti diri seperti KTP atau surat kuasa bagi pemilik barang yang tidak dapat datang.

3) Bagian penaksir akan menaksirkan nilai jaminan yang diberikan, baik kualitas barang maupun nilai barang tersebut, kemudian barulah ditetapkan nilai taksir barang tersebut.

4) Setelah nilai taksir ditetapkan langka selanjutnya adalah menentukan jumlah pinjaman beserta sewa modal (bunga) yang dikenakan dikemudian diinfokan kecalon peminjam.

(18)

23

5) Jika calon peminjam setuju, maka barang jaminan ditahan untuk disimpan dan nasabah memperoleh pinjaman, berikut surat bukti gadai.

Kemudian untuk proses pembayaran kembali pinjaman baik yang sudah jatuh tempo maupun yang belum dapat dilakukan sebagai berikut:

1) Pembayaran kembali pinjaman berikut sewa modal dapat lanagsung dilakukan kasir dengan menunjukan surat bukti gadai dan melakukan pembayaran senjumlah uang.

2) Pihak pegadaian menyerahkan barang jaminan apabila pembayaran sudah lunas dan diserahkan langsung ke nasabah untuk diperiksa kebenaranya dan jika sudah benar dapat langsung dibawa pulang. 3) Pada prinsipnya pembayaran kredit pinjaman dan sewa modal dapat

dilakukan sebelum jangka waktu pinjaman jatuh tempo. Jadi si nasabah jika sudah punya uang dapat langsung menebus jaminannya.

4) Bagi nasabah yang tidak dapat pembayarn pinjaman, maka barang jaminannya akan dilelang secara resmi kemasyarakat luas.

5) Hasil penjualan lelang diberitahukan kepada nasabah dan seandainya nasabah uang hasil lelang setelah dikurangi pinjaman dan biaya-biaya masih lebih maka akan dikembalikan ke nasabah (Kasmir, SE.,MM 1998: 252).

Referensi

Dokumen terkait

Dalam prakteknya, jika nasabah cidera janji (wanprestasi) atau dengan perkataan lain barang yang digadaikan tidak ditebus dengan jangka waktu yang ditentukan, maka benda

ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa “orang yang menggadaikan (pemberi gadai) adalah orang yang mempunyai hak atas manfaat barang yang digadaikan, meskipun barang yang

pada kasus ini Rahin (pemberi gadai) dan Murtahin (penerima gadai) sepakat bahwa T diperbolehkan mengambil manfaat dari lahan perkebunan karet yang digadaikan MH

Jaminan dapat diartikan sebagai benda atau barang bergerak yang dimiliki debitor atau pemberi gadai baik benda atau barang tersebut telah ada ataupun yang aka

Dari segi rukun dan syarat. gadai yang ada di masyarakat Bugis di kecamatan Watang Sidenreng sudah sah atau sudah betul. tetapi dari pemanfaatan barang gadai tidak dibenarkan

Apabila oleh para pihak tidak telah diperjanjikan lain, maka si berpiutang adalah berhak jika si berutang atau si pemberi gadai bercedera janji, setelah tenggang waktu yang

Adalah merupakan item/ pokok pekerjaan didalam Bill of Quantity dimana harga satuan untuk bahan/ material tertentu sudah ditentukan. Pemberi Tugas berhak untuk

Sebuah toko potongan harga menunjukan lima unsure : (1) Toko tersebut secara teratur menjual barang-barang dagangannya dengan harga lebih rendah disbanding mereka