• Tidak ada hasil yang ditemukan

REFORMASI BIROKRASI NASIONAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "REFORMASI BIROKRASI NASIONAL"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI DAN PRIORITAS PROGRAM

STRATEGI DAN PRIORITAS PROGRAM 

REFORMASI BIROKRASI NASIONAL

Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur 

Negara dan Reformasi Birokrasi

Mengapa kita membutuhkan 

Reformasi Birokrasi

2

Birokrasi sebagai mesin pencapaian Tujuan Konstitusi

Dalam rangka Peningkatan Daya Saing Nasional

Birokrasi menjadi  instrumen Pemersatu Bangsa

(2)

Mengapa kita membutuhkan 

Reformasi Administrasi?

“Sustained economic and social development 

takes place when there is leadership 

intention, cognition and learning which 

involves continual modification of 

perceptions belief structure and mental

perceptions, belief structure and mental 

models” (Neo and Chen, 2007)

Mengapa Kita membutuhkan RB

“Streamlining organization is a matter of great 

importance In fact it constitutes a revolution If we

importance. In fact, it constitutes a revolution. If we 

fail to carry out this revolution, if we let the present 

over‐staffed and overlapping party and state 

organization stay as they are – without clearly 

defined duties and with many incompetent, 

irresponsible, lethargic, undereducated, and 

ineffiecient staff member we ourselves will not be

ineffiecient staff member, we ourselves will not be 

satiefied and we will not have the support of lower 

cadre, much less of the people” (Deng Xiaoping, 1982)

(3)

4 Tujuan antara RB s/d 2014

5 Pemerintahan yang terbuka berbasiskan ICT Pemerintahan yang partisipatif SDM Aparatur yang Kompeten Pemerintahan yang Efektif dan

Efisien yang partisipatif y g p dan Kompetitif

Strategi Reformasi Birokrasi Nasional

3 Sasaran 

RB

1. Terwujudnya  pemerintahan  yang bersih  dan bebas  korupsi,  kolusi, dan  nepotisme; 2. Meningkatnya  kapasitas dan  akuntabilitas  kinerja  birokrasi 3. Meningkatnya  kualitas  pelayanan  publik

(4)

9 PROGRAM PERCEPATAN REFORMASI BIROKRASI

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi

1. Penataan Struktur Birokrasi

2. Penataan Jumlah Dan Distribusi PNS

3. Sistem Seleksi Dan Promosi Secara Terbuka

4. Profesionalisasi PNS

5. Pengembangan Sistem Elektronik Pemerintah (e-Government)

6. Peningkatan Pelayanan Publik

7. Peningkatan Transparansi Dan Akuntabilitas Aparatur

8. Peningkatan Kesejahteraan Pegawai Negeri

9. Efisiensi Penggunaan Fasilitas, Sarana Dan Prasarana Kerja

Pegawai Negeri Sipil

7

9 PROGRAM PERCEPATAN REFORMASI BIROKRASI

Program

RENCANA AKSI

a. Evaluasi dan Penataan Organisasi K/L 1

g

Penataan Struktur Birokrasi

b. Evaluasi dan Penataan Organisasi Pemda; c. Penyederhanaan Rantai Birokrasi (Eselon) d. Evaluasi LPN dan LNS;

RENCANA AKSI

a. Analisis dan pemetaan jabatan di K/L dan Pemda;

b K bij k i th

Program

Penataan Jumlah, Dan

Distribusi PNS

b. Kebijakan minus growth;

c. Kebijakan Pembatasan dan/atau Pengurangan Belanja pegawai; d. Monitoring dan Evaluasi

Redistribusi/Realokasi PNS;

e. Kebijakan Pemberian Pensiun Dini secara Sukarela.

2

(5)

9 PROGRAM PERCEPATAN REFORMASI BIROKRASI

P

RENCANA AKSI

a. Kebijakan Seleksi CPNS melalui:

ƒ Kerjasama dengan Konsorsium PTN (Tes Kompetensi Dasar)

3

Program Sistem Seleksi CPNS

Dan Promosi PNS Secara Terbuka;

ƒ Penggunaan Computer Assisted Test (CAT) b. Kebijakan Promosi PNS:

ƒ Penguatan Assesment Center untuk Promosi Jabatan dan Diklat (Penjenjangan dan/atau Fungsional);

ƒ Pengisian Lowongan Jabatan Secara Terbuka (Antar Instansi Baik Tingkat Nasional Maupun Regional).

RENCANA AKSI

a. Penetapan Standar Kompetensi Jabatan;

Program Profesionalisasi PNS

b. Mutasi dan Rotasi Sesuai Kompetensi Secara Perodik; c. Peningkatan Kemampuan PNS Berbasis Kompetensi; d. Sertifikasi Kompetensi Profesi;

e. Penegakan Etika

f. Penegakan Disiplin Pegawai Negeri; g. Pengukuran Kinerja individu;

h. Penguatan Jabatan Fungsional :

ƒ Penambahan Jumlah Jabatan Fungsional; ƒ Penetapan Pola Karier Jabatan Fungsional; ƒ Peningkatan Kemampuan Jabatan Fungsional; dan ƒ Peningkatan Tunjangan Jabatan Fungsional.

4

9

9 PROGRAM PERCEPATAN REFORMASI BIROKRASI

Program RENCANA AKSI a. e-Office; b. e-Planning;

5

g Pengembangan Sistem Elektronik Pemerintah (e-Government); b. e Planning; c. e-Budgetting; d. e-Procurement; e. e-Performance. f. e-Audit RENCANA AKSI

a. Peningkatan Pelayanan Publik

ƒ Kejelasan Biaya, Persyaratan, dan Waktu pengurusan Perizinan.

Program Peningkatan Pelayanan Publik

ƒ Penguatan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;

b. Penguatan Budaya Pelayanan Prima Melalui:

ƒ Penetapan dan Penerapan Standar Pelayanan Publik dan Maklumat Pelayanan (Melalui Implementasi UU tentang Pelayanan Publik dengan Pembentukan Perwakilan Komisi Ombudsman di Daerah-Daerah);

ƒ Pemeringkatan Pelayanan Publik Seluruh K/L dan Pemda;

ƒ Survei IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat); ƒ Pengelolaan Pengaduan Masyarakat.

6

(6)

9 PROGRAM PERCEPATAN REFORMASI BIROKRASI

RENCANA AKSI a. Pelaporan Harta Kekayaan PNS:

b. Kebijakan Pengelolaan Keuangan Negara: P l k P k di A l T h

Program

Peningkatan

Transparansi Dan

Ak

t bilit

ƒ Pelaksanaan Proyek di Awal Tahun

ƒ Penertiban Pembuatan/Penggunaan Rekening Untuk Penampungan Sementara (Escrow Account);

c. Whistle Blower System; d. Penguatan PPATK;

e. Pelaksanaan saran perbaikan yang diberikan oleh BPK/KPK/APIP

e. Pengintegrasian Beberapa Jenis Pelaporan (Once Input For All Report);

f Peningkatan Akuntabilitas Kinerja dan Keuangan

7

Akuntabilitas

Aparatur

f. Peningkatan Akuntabilitas Kinerja dan Keuangan dari Instansi Pemerintah (SAKIP).

g. Laporan keuangan

h. Kegiatan pendidikan/pembinaan dan promosi anti korupsi

i. Program pengendalian gratifikasi j. Penandatanganan Pakta Integritas k. Keterbukaan Informasi Publik

11

9 PROGRAM PERCEPATAN REFORMASI BIROKRASI

Program

RENCANA AKSI

a. Perbaikan Struktur Penggajian;

8

Program Peningkatan Kesejahteraan Pegawai Negeri;

b. Pemberian Tunjangan Berbasis Kinerja ƒ Remunerasi Melalui Pelaksanaan Reformasi

Birokrasi Secara Substansial (Ada Keinginan Kuat Untuk Melakukan Perubahan); ƒ Remunerasi Berdasarkan Kinerja Individu.

c. Perbaikan Sistem Pensiun/purna tugas

Program Efisiensi Penggunaan Fasilitas, Sarana Dan Prasarana Kerja PNS

RENCANA AKSI

a. Kebijakan Efisiensi Penggunaan Fasilitas Kedinasan;

b. Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja; c. Pendayagunaan Fasilitas Pemerintah yang Ada; d. Efisiensi Perjalanan Dinas.

9

(7)

Program Prioritas 2013

13

Program

RENCANA AKSI

a. Audit Organisasi 13 K/L

b Penyederhanaan Eselon 3 dan 4 bertahap

1

g

Penataan Struktur Birokrasi

b. Penyederhanaan Eselon 3 dan 4 bertahap c. Migrasi bertahap jabatan struktural ke fungsional

RENCANA AKSI

a. Pengesahan RUU ASN dan RPP Pelaksanaan c. Penetapan Kebutuhan PNS secara nasional d Uji Kompetensi PNS secara nasional

Program

Penataan SDM

d. Uji Kompetensi PNS secara nasional e. Pensiun Dini

f. Pelaksanaan seleksi berbasis CAT g. Pelaksanaan promosi secara terbuka h. Pengukuran Kinerja Individu

i. Penetapan standar Kompetensi Jabatan j. Perubahan sistem Penggajian dan Pensiun

2

13

Program

RENCANA AKSI

a. Penetapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah b. Penyusunan RUU Sistem Pengawasan Internal Pemerintah

3

Program Prioritas tahun 2013

14

Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas

c. Penguatan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah d. Implementasi Zona Integritas/WBBM (Unit Penggerak Integritas) e. Penetapan RUU Administrasi Pemerintahan (RUU AP)

f. Harmonisasi Peraturan Perundang-Undangan

RENCANA AKSI

a. Fokus perbaikan sektor doing bussiness dan pelayanan dasar

4

Program

Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

b. Implementasi UU 25/2009 dan PP 96/2012 tentang Pelayanan Publik c. Pembangunan Sistem Pengaduan Pelayanan Publik (lokal/Nasional) d. Pembentukan Jabatan Fungsional Pengawas Pelayanan Publik e. Pemeringkatan Pelayanan Publik Nasional

f. Pembangunan Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP) g. Pelaksanaan One Agency one Innovation

h. Pembangunan National Hot Line Service/Call Center

4

(8)

Program Prioritas tahun 2013

15

Program

Pemantapan RB Mikro di K/L/Pemda

RENCANA AKSI a. Pengembangan efektivitas PMPRB on line b. Pelaksanaan coaching clinic RB untuk K/L/Pemda c. Perluasan Pelaksanaan RB ke Pemda

5

15

Strategic Leadership (Mark Moore)

Support and Legitimate Capabilities Public Value

(9)

Dynamic Governance (Neo dan Chen)

17

Thinking 

Capabilities

Ahead

Thinking 

Again

Able People

A il

Adaptive 

Process

Change

Adaptive

Policies

Thinking 

Across

Agile 

Process

Culture: Incorruptibility, Meritocracy, Growth, Prudence, Markets

Apa yang harus kita lakukan untuk RB

Membentuk tim RB

18

Menyusun road map RB 

Membangun visi dan nilai bersama

Melakukan manajemen perubahan

Menggerakkan sumber daya manusia aparatur

Monitoring pelaksanaan agenda RB 

Melakukan evaluasi terus menerus

(10)

Prinsip Dasar Perubahan 

Komitmen Penuh

19

Menyeluruh

Kecepatan penuh

Inovasi terdesentralisasi

Terus menerus dan berkelanjutan 

Budaya Lama       Budaya Baru

Dilayani

Melayani

O i

t i

O i

t i

Orientasi

proses

Orientasi

outcome

Menunggu

Menjemput

Inkompeten

p

Kompeten

p

Rumit

Sederhana

Koruptif

Bersih

(11)

21

Dua Aspek dalam Perubahan

Sistem, prosedur dan

infrastruktur dirancang dan

TEKNIS

Kondisi

Saat Ini

Kondisi

Masa

Depan

infrastruktur dirancang dan

dikembangkan

Rancangan perubahan teknis

+

TEKNIS

Transformasi Bisnis

T

f

i B d

Rancangan perubahan teknis

dapat diterima, diadopsi dan

dijalanlankan oleh pegawai

secara efektif

=   TRANSFORMASI YANG 

SUKSES

NON TEKNIS

Transformasi Budaya

Memahami

1

Melibatkan

2

3

Perubahan Yang Sukses

Memahami

pemangku

kepentingan

Melibatkan

sebanyak mungkin

pegawai

Memberdayakan

pegawai

Identifikasi

Memahami

kepentingannya

Identifikasi calon

agen perubahan

Membangun agen

Melakukan

perubahan di unit 

kerja

kepentingannya

Strategi

melibatkannya

Membangun agen

perubahan

Menjalankan

‘quick wins’

kerja

Menetapkan

ukuran kinerja

Mengukur kinerja

(12)

TERIMA KASIH

Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Referensi

Dokumen terkait

6 Melakukan training need analysis Dokumen kajian kebutuhan diklat Kemenko Marves 7 Pelaksanaan diklat teknis pegawai Kemenko Marves Laporan pelaksanaan diklat teknis Kemenko Marves

di Jakarta dengan melibatkan pemangku kepentingan seperti wakil dari Keswa Kemenkes, BNN, UNODC, NU, Bappeda Provinsi (DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,

Hasil penelitian menunjukan komunikasi kolaboratif antar pemangku kepentingan untuk keberlanjutan bisnis UMK belum efektif. Program pemerintah belum secara optimal melibatkan

Bagi pegawai yang pada saat Peraturan Presiden ini ditetapkan. terjadi penurunan penghasilan, akan diberikan tambahan

pelaksana BPK yang melakukan Pelanggaran Tata Tertib Kerja Pegawai dapat dikenakan sanksi berupa Pemotongan Tunjangan Kegiatan dan Pembinaan Khusus (TKPK-BPK) sebagaimana

Pegawai yang dijatuhi hukuman disiplin sedang dikenakan pemotongan TKPK-. BPK sebesar 25% (dua puluh

PMPRB ۞ JUJUR ۞ PROFESIONAL ۞ MELAYANI ۞ INOVATIF ۞ BERARTI KOMPONEN PENILAIAN PENGUNGKIT HASIL Manajemen Perubahan Penataan Peraturan Perundang- undangan

Pengelolaan alokasi dana desa harus transparan dan akuntabel, dengan melibatkan peran pemangku kepentingan untuk memastikan penggunaan dana yang efektif dan bertanggung