1 1. Rencana Kegiatan KKN PPM
2.1 Identifikasi Masalah
No Permasalahan Lokasi Sumber
(P/M/D)* 1 Kurang aktifnya organisasi karang taruna
desa dan kurang jelasnya fungsi karang taruna di desa
Desa
Tegalbadeng Barat
M
2 Kelompok tani SIMANTRI desa tidak memiliki struktur organisasi yang tetap sehingga pelaksanaannya kurang efektif
Desa
Tegalbadeng Barat
M
3 Terdapat beberapa anak putus sekolah dan desa merasa perlu adanya pelajaran
tambahan bagi siswa
Desa
Tegalbadeng Barat
M
4 Pemanfaatan singkong tidak disertai dengan pengetahuan pemanfaatan limbah kulit singkong
Desa
Tegalbadeng Barat
M
5 Produksi tape singkong dan keripik
singkong tidak disertai dengan pengetahuan akan pemasaran
Desa
Tegalbadeng Barat
M
6 Tingginya angka demam berdarah di kecamatan Negara
Desa
Tegalbadeng Barat
M
7 Pengidentifikasian nama jalan sudah dilakukan namun tidak dengan penomoran rumah
Desa
Tegalbadeng Barat
M
8 Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kekerasan seksual
Desa
Tegalbadeng Barat
M
9 Tidak adanya pohon perindang di pinggir jalan desa
Desa
Tegalbadeng Barat
M
10 Saat musim ikan, penyakit yang melanda masyarakat adalah gatal-gatal dan ISPA
Desa
Tegalbadeng
2 2.2 Prioritas Pemilihan Permasalahan
Barat 11 Pekerja bata merah baik usaha pribadi
maupun perusahaan belum menerapkan K3
Desa
Tegalbadeng Barat
M
12 Pelaksanaan BPJS Kesehatan tidak efektif Desa
Tegalbadeng Barat
M
13 Perlunya pemeliharaan kesehatan ternak Desa
Tegalbadeng Barat
M
No Permasalahan Alasanan Pemilihan
1 Kurang aktifnya organisasi karang taruna desa dan kurang jelasnya fungsi karang taruna di desa
Berdasarkan analisis KUWAT, permasalahan ini dapat dijadikan program KKN PPM. Hal ini dikarenakan oleh adanya kesempatan mahasiswa untuk membantu mengoptimalkan fungsi karang taruna di desa dengan melakukan diskusi dan melibatkan karang taruna dalam beberapa kegiatan. Kemudian dari segi uang, waktu, alat dan tenaga memungkinkan adanya dukungan baik dari mahasiswa sendiri, pemuda anggota karang taruna, dan desa.
2 SIMANTRI di Desa
Tegalbadeng Barat sejauh ini hanya bisa menjalankan fungsi di bagian peternakan saja hingga pengolahan pupuk dari limbah kotoran ternak, sementara proses produksi tanaman pertanian sampai
Berdasarkan analisis KUWAT, memungkinkan dijadikan program KKN PPM. Hal ini dikarenakan potensi pada Simantri tersebut sangat mungkin untuk dimaksimalkan apabila mendapatkan pembinaan dari mahasiswa KKN PPM dengan bantuan dari instansi pemerintah terkait maupun dosen UNUD yang mampu
3 saat ini tidak berjalan
maksimal. Selain itu ketua Simantri di Desa Tegalbadeng Barat juga merangkap jabatan sebagai petugas di kantor kepala desa sehingga organisasi kelompok tani Simantri di Desa Tegalbadeng Barat perlu mendapat pembinaan.
membantu menyelesaikan masalah di lapangan.
3 Terdapat beberapa anak putus sekolah dan desa merasa perlu adanya pelajaran tambahan bagi siswa SD
Berdasarkan analisis KUWAT, memungkinkan dijadikan program KKN PPM. Hal ini dikarenakan mahasiswa mampu membantu dalam memberikan pelajaran tambahan serta memfasilitasi pengajaran bagi anak yang putus sekolah
4 Pemanfaatan singkong tidak disertai dengan pengetahuan pemanfaatan limbah kulit singkong
Berdasarkan analisis KUWAT, memungkinkan dijadikan program KKN PPM. Hal ini dikarenakan pemanfaatan kulit singkong dapat mengurangi limbah dari produksi olahan kulit singkong dan memberikan peluang wirausaha bagi masyarakat serta dari kandungannya, kulit singkong mengandung komposisi yaitu 74.73% nutrisi, 17.45% bahan kering, 15.20% serat kasar, 0.63% Ca, dan 0.22% P (Sudaryanto, 1998)
5 Tingginya angka pengidap demam berdarah di kecamatan Negara
Berdasarkan analisis KUWAT, memungkinkan dijadikan program KKN PPM. Hal ini dikarenakan adanya dukungan dari desa dan puskesmas, serta pentingnya mencegah penyakit demam berdarah.
4 kesehatan ternak memungkinkan dijadikan program KKN
PPM. Hal ini dikarenakan pentingnya peningkatan kesehatan serta penanggulangan penyakit pada ternak
7 Pengidentifikasian nama jalan sudah dilakukan namun tidak dengan penomoran rumah
Berdasarkan analisis KUWAT, memungkinkan dijadikan program KKN PPM. Hal ini dikarenakan pentingnya penomoran rumah agar dapat dengan mudah melakukan proses pengiriman barang dari satu tempat ke desa tegalbadeng barat, serta dapat mempermudah proses administrasi aparatur desa tegalbadeng barat.
8 Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kekerasan seksual
Berdasarkan analisis KUWAT, memungkinkan dijadikan program KKN PPM. Hal ini adalah karena tujuan program ini lebih kepada pencegahan kekerasan seksual sejak dini yang menyasar siswa-siswa SD dan mendapat dukungan dari desa dan pihak sekolah
9 Tidak adanya pohon perindang di pinggir jalan desa
Berdasarkan analisis KUWAT, memungkinkan dijadikan program KKN PPM. Hal ini dikarenakan jenis tanah pada desa tegalbadeng barat merupakan desa tanah kering sehingga untuk lebih memperindah dan memperindang sepanjang jalan umum sangat cocok untuk dilakukan penananman pohon.
5 2.3 Rencana Program KKN PPM
2.3.1 Program Pokok
1. Optimalisasi Fungsi Karang Taruna (Sekaa Teruna-Teruni)
Sekaa Teruna – Teruni adalah salah satu organisasi yang ada dalam budaya Indonesia (Bali) hingga sekarang. organisasi perkumpulan muda-mudi yang berfungsi sebagai wadah dalam mengembangkan kreativitas remaja. Selain itu, organisasi ini juga diharapkan dapat menjadi tempat untuk melestarikan budaya dan tradisi setempat.Organisasi Sekaa Teruna-Teruni merupakan organisasi tradisional bertugas membantu (ngayah) desa adat dalam menyelenggarakan kegiatan agama dan budaya di desa setempat. Menjadi organisasi Sekaa Teruna-Teruni merupakan syarat utama untuk menjadi bagian dalam organisasi Desa Adat. Jika ini tidak diikuti, maka ketika seorang warga yang baru menikah dan ingin menjadi bagian dalam Desa Adat, dia diwajibkan membayar sejumlah uang kompensasi. Masing-masing desa, biasanya terdapat lebih dari tiga Sekaa Teruna-Teruni tergantung jumlah banjar adat yang ada pada desa tersebut.
Fungsi utama dari adanya karang taruna adalah untuk membantu segala kegiatan yang diadakan di areal desa adat. Oleh sebab itu, optimalisasi fungsi karang taruna sangat perlu di lakukan di desa Tegalbadeng Barat. Demi memajukan desa Tegalbadeng Barat.kegiatan yang akan kami adakan dengan karang taruna desa Tegalbadeng Barat adalah gotong royong dan penanaman pohon di desa Tegalbadeng Barat.
2. Pengembangan Sumber Daya Tanah
Desa Tegalbadeng Barat memiliki jenis tanah yang kering oleh sebab itu untuk pengembangan sumber daya tanah tersebut sangat cocok bagi penghijauan lingkungan Desa. Panasnya bumi, belum tentu disebabkan oleh perubahan iklim saja. Faktor ekonomi bisa menjadi faktor penyebab lainnya. Semakin menjamurnya bangunan gedung, juga kendaraan, secara otomatis akan mempengaruhi peningkatan temperatur udara di wilayah tersebut. Polusi udara tak terhindarkan. Ruang terbuka hijau makin terdesak. Penghijauan dipilih sebagai tanaman di sekitar jalan desa karena memiliki banyak manfaat dan pengaruh yang positif terhadap lingkungan. Penghijauan disamping berfungsi sebagai pohon
6 peneduh dijalan, ternyata pohon mahoni juga dapat mengurangi polusi udara hingga 47-68% sehingga pinggir jalan selain sebagai peneduh jalan serta sebagai penambah keindahan
3. Perencanaan Prasarana Perumahan/Pe mukiman
Perencanaan Prasarana Perumahan/pemukiman merupakan salah satu program kerja yang perlu direalisasikan di Desa Tegalbadeng Barat dan prasarana yang akan dilakukan yaitu penomoran rumah penduduk. Saat ini sudah banyak pembangunan rumah serta tempat umum yang dibangun pada desa berkembang, dengan lokasi menyebar disemua wilayah yang dianggap strategis, nyaman dan aman. Oleh sebab itu, penomoran rumah jangan dipandang sebelah mata hal ini sangatlah penting bagi penghuni terutama terkait dengan surat menyurat, domisili pada identitas rumah, seperti nama desa/kelurahan, nama jalan, nama blok, nama perumahan beserta nomor rumah yang tak kalah penting. Nomor rumah sangat dibutuhkan, karna dapat memudahkan seseorang dalam mencari alamat serta memudahkan seseorang jika akan mengirim surat dan paket melalui kantor pos atau sejenisnya.
Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan lalu dilanjutkan dengan pemasangan pemasangan penomoran rumah. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahapan kerja utama yakni survei dan penggalian informasi, berkoordinasi dan bekerjasama dengan Kepala Desa, dan warga setempat, dan pengumpulan, demonstrasi pembuatan dan pemasangan pada rumah tangga yang ditunjuk. Estimasi tim yang terlibat adalah 16 orang akan dibagi kurang lebih menjadi 3 (tiga) tahapan kelompok kerja.
4. Pembinaan Organisasi Kelompok Tani
Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) merupakan salah satu program yang digagas Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Mulai dilaksanakan sejak tahun 2009, hingga tahun 2012 ini Pemprov Bali telah berhasil membentuk 300 unit Simantri yang tersebar di sembilan Kabupaten/Kota. Selain bertujuan membangkitkan sektor pertanian, program ini juga erat kaitannya dengan upaya mewujudkan Bali sebagai pulau organik.
7 Simantri di Desa Tegalbadeng Barat sejauh ini hanya bisa menjalankan fungsi di bagian peternakan saja hingga pengolahan pupuk dari limbah kotoran ternak, sementara proses produksi tanaman pertanian sampai saat ini tidak berjalan maksimal. Selain itu ketua Simantri di Desa Tegalbadeng Barat juga merangkap jabatan sebagai petugas di kantor kepala desa sehingga organisasi kelompok tani Simantri di Desa Tegalbadeng Barat perlu mendapat pembinaan. Hal ini diharapkan agar segala potensi pada Simantri tersebut bisa lebih dimaksimalkan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan pada Simantri di Desa Tegalbadeng Barat serta menyelesaikan masalah baik dari segi teknis maupun organisasi di Simantri Desa Tegalbadeng Barat.
5. Peningkatan Kesehatan Ternak dan Penyuluhan Pengendalian Penyakit pada Ternak
Ternak merupakan potensi yang baik untuk dikembangkan terutama didaerah pedesaan. Lahan yang cukup didukung oleh lingkungan memadai merupakan faktor penting dalam keberhasilan usaha ini. Simantri merupakan program yang baik telah dicanangkan oleh pemerintah dalam rangkat meningkatkan produksi pangan desa. Di Desa Tegalbadeng Barat terdapat 1 kelompok simantri (Gapoktan Sato Kerti 481) yang telah berjalan, namun seiring perkembangannya banyak hal yang masih perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas ternak itu sendiri salah satunya dengan peningkatan kesehatan.
Kesehatan ternak merupakan faktor yang sangat vital untuk mendukung keberhasilan produksi ternak itu sendiri. Salah satu cara peningkatan kesehatan ternak pada simantri yang ada di Desa Tegalbadeng Barat salah satunya melalui pengendalian penyakit ternak sapi pada simantri tersebut. Kegiatan yang dapat dilakukan melalui pemberian vitamin, obat cacing dan spraying untuk mencegah infeksi parasit seperti cacing, lalat dan kutu.
Pemberian vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak terhadap penyakit, meningkatkan nafsu makan dan meminimalisir infestasi parasit terhadap ternak. Selain itu kegiatan lain yang dilakukan adalah memberikan pembekalan secara langsung ke lapangan kepada peternak simantri tentang pengendalian
8 penyakit yang sering terjadi pada simantri tersebut contohnya penyakit Jembrana serta manajemen pemeliharaan ternak yang baik untuk menunjang kesehatan ternak itu sendiri.
6. Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong
Pemanfaatan singkong, sering kali menghasilkan sampah yang secara tidak langsung dapat mencemari lingkungan. Masyarakat Desa Tegalbadeng Barat banyak yang memiliki usaha pengolahan singkong menjadi tape ataupun keripik singkong. Namun meraka belum mengolah limbah hasil usaha tersebut. Selama ini, bagi masyarakat, limbah dianggap tidak berguna lagi, namun sebenarnya limbah juga dapat diubah menjadi barang yang bermanfaat serta dapat bernilai ekonomis. Dalam kehidupan, singkong merupakan umbi yang tidak asing lagi untuk kita. Kita sering melihat singkong yang diolah menjadi makanan baik itu makanan pokok pengganti nasi maupun diubah menjadi cemilan. Salah satu pengelolaan limbah singkong adalah dengan memanfaatkan kulit singkong yang biasanya terbuang percuma menjadi produk yang bernilai ekonomi dan memiliki nilai tambah. Produk yang dihasilkan adalah kripik kulit singkong. Dari kandungannya, kulit singkong mengandung komposisi yaitu 74.73% nutrisi, 17.45% bahan kering, 15.20% serat kasar, 0.63% Ca, dan 0.22% P (Sudaryanto, 1998)
Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat cara pembuatan kripik kulit singkong dan bernilai ekonomis. Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan termasuk percontohan dalam pembuatan produk kepada ibu-ibu rumah tangga serta para pelaku usaha keripik singkong ataupun tape yang ada di Desa Tegalbadeng Barat. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahapan kerja utama yakni survei dan penggalian informasi, berkoordinasi dan bekerjasama dengan Kepala Desa, dan warga setempat, dan pengumpulan, pelatihan dan demonstrasi pembuatan dan pemasangan pada rumah tangga yang ditunjuk. Estimasi tim yang terlibat adalah 16 orang akan dibagi kurang lebih menjadi 3 (tiga) tahapan kelompok kerja.
9 Mengingat terbatasnya waktu belajar di Sekolah dan masih minimnya tempat les atau bimbel membuat anak-anak SD di Desa Tegalbadeng Barat tidak dapat memanfaatkan waktu luang yang mereka miliki secara maksimal sehingga tercetus kegiatan bimbingan belajar sore yang diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan serta memanfaatkan waktu luang mereka.
Kegiatan dilaksanakan 2 kali dalam 1 minggu yang akan dibagi menjadi 1 kali bimbingan belajar Matematika dan 1 kali bimbingan belajar Bahasa Jepang yang dilaksanakan secara bergantian. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahapan kerja utama yakni survei dan penggalian informasi, berkoordinasi dan bersosialisasi dengan Sekolah setempat dan Kepala Desa serta pelaksanaan bimbingan belajar sore.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dibidang Matematika dan Bahasa Jepang bagi anak-anak SD kelas 5 dan 6 di Desa Tegalbadeng Barat.
8. Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak
Saat ini marak berita di media elektronik maupun media cetak, mengenai kasus kekerasan seksual pada anak. Dengan melihat jumlah penduduk yang berusia anak-anak cukup banyak di Desa Tegalbadeng Barat, maka dirasa perlu mengadakan sosialisasi mengenai kekerasan seksual pada anak serta upaya pencegahannya. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai cara-cara mencegah kekerasan seksual pada anak, apa saja yang bisa dilakukan ketika mengalami kekerasan seksual, serta memberi pengetahuan dasar mengenai hukum yang berlaku pada kekerasan seksual. Kegiatan ini menyasar siswa-siswa SD kelas 6 dengan menggunakan media video untuk memudahkan pemahaman siswa.
9. Penyuluhan Pencegahan Demam Berdarah
Pemberian Penyuluhan mengenai 3M (Menguras, Menutup, Mengubur) Plus ini didasarkan pada tingginya kejadian demam berdarah yang terdapat di Kecamatan Negara. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti perubahan iklim yang tidak menentu, serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya dewasa ini yang mengakibatkan nyamuk dapat
10 bersarang dan menyebabkan penyakit demam berdarah. Penyakit tersebut tentunya dapat mempengaruhi produktivitas dan pendapatan masyarakat desa.
Kegiatan ini meliputi pengenalan mengenai penyakit demam berdarah, mulai dari vektor penyebab, gejala, dan cara mencegah penyakit tersebut. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Tegalbadeng Barat mengenai pemberantasan dan pencegahan penyakit demam berdarah.
Optimalisasi Karang Taruna Desa Tegalbadeng Barat (Bidang Sosial Budaya)
No No.Sektor Nama Program Bahan Volume Sumber Dana 1 09.3.1.02 Optimalisasi fungsi karang taruna dengan kegiatan pembentukan organisasi,gotong royong dan penanaman pohon. Sound system, snack. 16 orang 6 x 3 jam Mhs
Penghijauan Pada Jalan Umum Desa Tegalbadeng Barat (Bidang Prasarana Fisik) 2. 03.1.1.03 Pengembangan
Sumber daya tanah
Bibit pohon, bambu, cangkul, air. 16 orang 5 x 3 jam Mhs
Penomoran Rumah Tingkat Rukun Warga Pada Desa Tegalbadeng Barat (Bidang Prasarana Fisik) 3. 15.1.9.99 Perencanaan prasarana perumahan\pemukiman Stiker 5 orang 4 x 4 Mhs
11 jam
Meningkatkan Produksi Pertanian Melalui Pembinaan Organisasi Kelompok Tani Simantri di Desa Tegalbadeng Barat (Bidang Peningkatan Produksi)
4. 02.1.2.13 Pembinaan organisasi kelompok tani Materi penyuluhan, LCD dan alat-alat perlengkapan kegiatan 16 orang 30 x 3 jam Mhs
Pembinaan Organisasi Kelompok Tani Peternakan (Bidang Peningkatan Produksi) 5. 02.3.2.13 Peningkatan Kesehatan Ternak dan Penyuluhan Pengendalian Penyakit pada Ternak Materi penyuluhan, Spuit, Vit. B kompleks, Obat Cacing, Butox, Sprayer 16 orang 10 x 2 jam Mahasiswa
Meningkatkan Produksi Pertanian Melalui Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong Menjadi Olahan yang Bernilai Ekonomis (Bidang Peningkatan Produksi)
6. 02.1.2.11 Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong Materi penyuluhan dan alat-alat pembuatan keripik kulit singkong 16 orang 3 x 4 jam Mhs
Bimbingan Belajar Sore untuk Anak-Anak SD Kelas 5 dan 6 di Desa Tegalbadeng Barat (Bidang Sosial Budaya)
7. 11.1.1.01 Bimbingan Belajar Sore Materi pembelajaran dan alat-alat 16 orang 10 x 3 jam Mhs
12 perlengkapan
kegiatan
Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak di SDN 1,2,3 Desa Tegalbadeng Barat (Bidang Sosial Budaya)
8. 11.1.9.55 Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Materi penyuluhan, LCD dan alat-alat perlengkapan kegiatan 16 orang 3 x 4 jam Mhs
Penyuluhan kepada Masyarakat Desa mengenai Demam Berdarah dan cara Mencegahnya (Bidang Kesehatan Masyarakat)
9. 13.1.1.55 Penyuluhan 3M Plus untuk Mencegah Penyakit Demam Berdarah Materi penyuluhan, LCD dan alat-alat perlengkapan kegiatan 16 orang 3 x 5 jam Mhs 2.3.2 Program Bantu 1. Ngayah
Ngayah yang dimaksudkan disini adalah turut membantu di Pura ataupun acara adat atau keagamaan di Desa Tegalbadeng Barat seperti saat adanya piodalan.
2. Menghadiri Acara Desa
Menghadiri acara desa yang dimaksud adalah menghadiri acara-acara tertentu yang bersifat umum seperti perlombaan-perlombaan saat peringatan HUT RI, HUT Kabupaten Jembrana dan lain sebagainya.
3. Gotong Royong
Gotong royong dilakukan dalam upaya memelihara kebersihan desa Tegalbadeng Barat dan memelihara keindahan lingkungan desa. Kegiatan ini dilakukan utamanya di ruas-ruas jalan desa Tegalbadeng Barat dengan melibatkan
13 karang taruna atau sekaa teruna teruni. Kegiatan gotong royong ini juga merupakan dari rangkaian program optimalisasi fungsi karang taruna dengan tujuan untuk mengaktifkan fungsi karang taruna serta menghidupkan suasana yang akrab dan bertanggung jawab.
4. Membantu dalam Pembangunan MCK, Renovasi TK, dan Renovasi Kantor Desa
Kegiatan ini merupakan program bantu yang dilakukan mahasiswa dari bidang prasarana fisik baik dalam persiapan maupun pengawasan dalam pelaksanaannya. 5. POSDAYA
Posdaya merupakan kegiatan yang bertujuan untuk membantu siswa-siswa terutama tingkat SD yang memiliki keinginan untuk belajar. Kegiatan ini lebih mengarah kepada pendidikan. Setiap siswa yang ingin belajar atau membutuhkan bantuan dalam masalah pelajaran akan diizinkan untuk belajar di posko dan akan di bantu oleh para mahasiswa sehingga permasalahan terkait pendidikan dapat terselesaikan. Namun, tidak menutup kemungkinan Posdaya diupayakan untuk membantu masyarakat yang mendatangi posko untuk meminta bantuan, maka mahasiswa akan menyesuaikan apakah permasalahan yang dihadapi tersebut bisa untuk di bantu atau tidak.
No Nama Program Lokasi Jml Mahasiswa Keterangan
1 Gotong royong Desa
Tegalbadeng Barat 16 orang 3 x 4 Jam Non Tema 2 Ngayah Desa Tegalbadeng Barat 16 orang 2 x 5 Jam Non Tema
3 Menghadiri acara desa Desa
Tegalbadeng Barat 16 orang 3 x 5 Jam Non Tema 4 Membantu dalam Pembangunan MCK, Renovasi TK, dan Posko 16 orang 10 x 2 Jam Non Tema
14 Renovasi Kantor Desa
5 POSDAYA Posko 16 orang
2 x 5 Jam
Non Tema
2.4 Rencana Waktu Program KKN Nama
Bidang
Uraian Kegiatan Minggu ke – (Juli-Agustus 2016)
1 2 3 4 5 Sosialisasi program ke perangkat desa Peningkatan Produksi
Pembinaan Kelompok Tani Pelayanan Kesehatan Ternak
Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong
Sosial Budaya
Optimalisasi Fungsi Karang Taruna
Bimbingan Belajar Sore Penyuluhan Pencegahan Kekerasan Seksual
Prasarana Fisik
Pengembangan Sumber Daya Tanah (Penghijauan) Perencanaan Prasarana Perumahan/Pemukiman (Penomoran Rumah) Kesehatan Masyarakat
Penyuluhan Demam Berdarah
Evaluasi Program