Akan diperhatikan tipe data dari masing-masing operand dalam ungkapan dan secara otomatis akan dilakukan.

Teks penuh

(1)

Konversi Tipe Data

Akan diperhatikan tipe data dari masing-masing operand dalam ungkapan dan secara otomatis akan dilakukan.

Prioritas :

Tipe Data Prioritas

long double Tertinggi

double float long int char Terendah Misalnya :

double = int * float; 1. int ⇒ float

2. akan menghasilkan : double = float * float

3. float * float ⇒ double, sebab disebelah kiri tanda = adalah double. Konversi dengan operator cast ().

Dilakukan sendiri oleh programmer dengan menggunakan operator cast --> type cast.

1. dengan menambahkan (tipe_data) variabel Contoh :

Jika A bertipe char, maka

(int) A --> menghasilkan data bertipe int.

tipe A tidak berubah.

// contoh operator cast1 #include <iostream.h> #include <conio.h> void main()

{

char a = 'A';

cout << "Nilai ASCII dari " << a << " : " << (int) a <<' \n';

}

2. dengan menambahkan tipe_data (variabel) Contoh :

int (A) // contoh operator cast2 #include <iostream.h> #include <conio.h> void main()

{

char a = 'A';

(2)

<< int (a) <<'\n'; }

Pada operator penugasan, konversi data juga terjadi // contoh konversi tipe data dengan =

#include <iostream.h> #include <conio.h> void main() { char c; int i; float x; x = 176.5; i = x; c = i; cout << "Isi x = " << x <<'\n'; cout << "Isi i = " << i <<'\n'; cout << "Isi c = " << c <<'\n'; }

Fungsi Pustaka

Digunakan untuk melakukan operasi dimana tidak terdapat operator untuk operator tersebut.

Dilakukan dengan memanfaatkan library functions. Contoh :

// contoh pemakaian pustaka #include <iostream.h>

#include <conio.h> #include <math.h> void main()

{

cout << "Akar dari 27 = " << sqrt(27) <<' \n'; }

Operasi Dasar I/O

cout

obyek yang berguna untuk meletakkan suatu informasi ke standard output (normalnya monitor).

Contoh :

// contoh pemakaian cout #include <iostream.h> #include <conio.h> void main()

{

cout << "Pilihan Anda salah \a\n"; }

(3)

Manipulator

digunakan untuk mengatur tampilan data.

Misalnya mengatur agar suatu nilai ditampilkan dengan lebar 10 karakter.

endl

digunakan untuk menyisipkan karakter new line (sama seperti \n). Data akan langsung dikirimkan ke standard output (monitor).

Contoh :

// contoh pemakaian endl #include <iostream.h> #include <conio.h> void main() { int jum1 = 150; int jum2 = 23;

cout << "Jumlah 1 = " << jum1 << endl; cout << "Jumlah 2 = " << jum2 << endl; }

setw()

digunakan untuk mengatur lebar tampilan data. Data akan ditampilkan rata kanan.

Contoh :

// contoh pemakaian setw() #include <iostream.h> #include <iomanip.h> #include <conio.h> void main() { int jum1 = 150; int jum2 = 23; int jum3 = 1401;

cout << "Jumlah 1 = " << setw(4) << jum1 << endl;

cout << "Jumlah 2 = " << setw(4) << jum2 << endl;

cout << "Jumlah 3 = " << setw(4) << jum3 << endl;

}

Jika nilai parameter setw() lebih kecil dari jumlah karakter data yang akan ditampilkan, setw() tidak memberikan efek apapun.

setfil()

berguna untuk mengatur karakter yang dipakai untuk memenuhi bagian field yang ditentukan.

Biasa dipakai untuk membuat laporan keuangan. Contoh :

// contoh pemakaian setfill() #include <iostream.h>

(4)

#include <conio.h> void main()

{

float jum1 = 123.25;

cout << setw(8) << jum1 << endl;

cout << setfill('#') << setw(8) << jum1 << endl; }

dec, oct, dan hex

digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk desimal(dec – basis 10), oktal(oct – basis 8), dan heksadesimal(hex – basis 16).

Contoh :

// contoh pemakaian dec, oct, hex #include <iostream.h> #include <iomanip.h> #include <conio.h> void main() { int nilai = 250;

cout << nilai << endl;

cout << oct << nilai << endl; cout << hex << nilai << endl; cout << dec << nilai << endl; }

setbase

sama fungsinya dengan manipulator oct, dec, dan hex. Contoh :

// contoh pemakaian setbase #include <iostream.h> #include <iomanip.h> #include <conio.h> void main() { int nilai = 250;

cout << nilai << endl;

cout << setbase(8) << nilai << endl; cout << setbase(16) << nilai << endl; cout << setbase(10) << nilai << endl; }

flush

Saat mengeluarkan data ke standard output, cout akan menggunakan suatu penyangga (buffer) .

Jika buffer belum penuh maka cout tidak mengirimkan data ke standard output --> untuk efisiensi pengiriman data.

Jika menggunakan manipulator endl sama artinya kita menggunakan ‘\n’ diikuti dengan flush.

(5)

Ketiga pernyataan dibawah ini mempunyai arti yang sama : cout << “C++\n” << flush;

cout << “C++” << endl;

cout << “C++” << ‘\n’ << flush;

ends

berfungsi untuk menambahkan karakter null (ASCII nol) ke deretan suatu karakter. Diperlukan jika kita mengirimkan sejumlah data ke file disk atau ke modem (biasa dipakai sebagai tanda akhir file).

Contoh :

cout << ‘a’ << ‘b’ << ’c’ << ends;

Akan dikirim 3 buah data dan diakhiri dengan karakter null. Dimonitor, ends akan menampilkan karakter kosong.

setiosflags()

digunakan untuk mengontrol sejumlah tanda format yang terdapat dibawah ini :

Tanda Format Keterangan

ios::left mengatur rata kiri thd lebar field yang diatur setw()

ios::right mengatur rata kanan thd lebar field yang diatur setw()

ios::scientific format keluaran dlm notasi eksponensial.

ios::fixed format keluaran dlm notasi desimal

ios::dec format keluaran dalam basis 10

ios::oct format keluaran dalam basis 8

ios::hex format keluaran dalam basis 16

ios::uppercase format huruf pada notasi hexadesimal dalam bentuk

kapital

ios::showbase menampilkan awalan 0x (nol x) untuk bilangan

hexadesimal dan 0 (nol) untuk bilangan octal

ios::showpoint menampilkan titik desimal pada bilangan pecahan yang

tidak memiliki bagian pecahan

ios::showpos menampilkan tanda + pd bilangan positif

Contoh :

ios::left dan ios::right

// contoh pemakaian ios::left dan ios::right #include <iostream.h> #include <iomanip.h> #include <conio.h> void main() { int a = 234, b = 5678;

cout << setw(5) << a << endl; cout << setw(5) << b << endl; cout << "---" << endl; cout << setiosflags(ios::left); cout << setw(5) << a << endl; cout << setw(5) << b << endl; cout << resetiosflags(ios::left); cout << "---" << endl; cout << setiosflags(ios::right);

(6)

cout << setw(5) << a << endl; cout << setw(5) << b << endl; }

// contoh pemakaian ios::left dan ios::right #include <iostream.h>

#include <iomanip.h> #include <conio.h> void main()

{

cout << setiosflags(ios::left) << setw(25)

<< "N A M A" << setiosflags(ios::right) << setw(8) << "G A J I" << endl; cout << setiosflags(ios::left) << setw(25)

<< "Rudi Hartono"

<< setiosflags(ios::right) << setw(8) << 750000 << endl; cout << setiosflags(ios::left) << setw(25)

<< "Joko Supriyanto"

<< setiosflags(ios::right) << setw(8) << 500000 << endl;

cout << setiosflags(ios::left) << setw(25) << "Rika S." << setiosflags(ios::right) << setw(8) << 350000 << endl;

(7)

PERNYATAAN

Pernyataan if

Pernyataan if dapat dipakai untuk mengambil keputusan berdasarkan suatu kondisi.

Bentuk pernyataan ini ada dua macam : • if saja dan

• else

Pada bentuk pernyataan ini, kondisi yang digunakan dapat menggunakan ungkapan. Dan ungkapan-ungkapan ini tentunya akan melibatkan operator relasi seperti == dan operator logika seperti && dan ||.

Pernyataan if sederhana

Kodisi digunakan untuk menentukan pengambilan keputusan

Pernyataan dapat berupa sebuah pernyataan ataupun sebuah pernyataan majemuk.

Bagian ini dijalankan kalau kondisi bernilai benar. Contoh program #include<iotream.h> #include<conio.h> void main() { int usia; clrscr();

cout << ”Masukan usia Anda ? : “; cin >> usia;

if(usia <17)

cout << “Anda belum cukup umur !!!” << endl; }

Pernyataan else

Pernyataan else tidak pernah sendiri selalu menggunakan if. Berikut bentuk

penggunaannya.

Pernyataan2 dijalankan apabila kondisi bernilai salah. Contoh program #include<iotream.h> #include<conio.h> void main() { int usia; clrscr();

cout << ”Masukan usia Anda ? : “; cin >> usia; if (kondisi) pernyataan; if(kondisi) pernyataan1; else pernyataan2;

(8)

if(usia <17)

cout << “Anda belum cukup umur !!!” << endl; else

cout << “Selamat Anda sudah cukup umur!” << endl; } contoh lain #include<iostream.h> void main() { int x;

cout << “Masukan bilangan bulat : “; cin >> x;

if(x>0)

cout << x << “ adalah bilangan positif” << endl; else

cout << x << “ adalah bilangan negatif “ << endl; }

Tugas

Buatlah program untuk menentukan apakah sebuah bilangan bulat itu adalah genap atau ganjil.

Simpan dengan nama L4Axxxx di drive V, xxxx= 4 digit nim terakhir contoh L4A2012.cpp.

Pernyataan if di dalam if

Pernyataan if yang terletak di dalam if sering disebut nested if atau if bersarang.

Bentuk penggunaanya adalah sbb :

Contoh program #include<iostream.h> #include<conio.h> void main() { int kode_hari; clrscr();

cout << “## Menentukan Hari ##” << endl;

cout << “1=Senin 3=Rabu 5=Jumat 7=Minggu” << endl; cout << “2=Selasa 4=Kamis 6=Sabtu” << endl;

cout << “Kode Hari : “; cin >> kode_hari; //proses seleksi if(kondisi1) Pernyataan1; else if(kondisi2) Pernyataan2; else if(kondisi3) Pernyataan3; else if(kondisiN) pernyataanN; else //optional pernyataanM; //optional

(9)

if(kode_hari==1)

cout << “Senin”<< endl; else if(kode_hari==2)

cout << “Selasa” << endl; else if(kode_hari==3)

cout << “Rabu” << endl; else if(kode_hari==4) cout << “Kamis” << endl; else if(kode_hari==5)

cout << “Jumat” << endl; else if(kode_hari==6)

cout <<”Sabtu” << endl; else if(kode_hari==7)

cout <<”Minggu” << endl; else

cout << “Kode Hari Salah” << endl; }

Pernyataan switch

Pernyataan ini merupakan pernyataan pilihan berganda. Bentuk umum dari pernyataan switch sbb : Contoh program #include<iostream.h> #include<conio.h> void main() { int kode_hari; clrscr();

cout << “## Menentukan Hari ##” << endl;

cout << “1=Senin 3=Rabu 5=Jumat 7=Minggu” << endl; cout << “2=Selasa 4=Kamis 6=Sabtu” << endl;

cout << “Kode Hari : “; cin >> kode_hari; //proses seleksi

switch(kode_hari) {

case 1:

cout << “Senin” << endl; break;

case 2:

cout << “Selasa” << endl; break; Switch(unkapan) { case ungkapan1: pernyataan1; break; case ungkapan2: pernyataan2; break; ... default: //optional pernyataanX //optional }

(10)

case 3:

cout << “Rabu” << endl; break;

case 4:

cout << “Kamis” << endl; break;

case 5:

cout << “Jumat” << endl; break;

case 6:

cout << “Sabtu” << endl; break;

case 7:

cout << “Minggu” << endl; break;

default:

cout << “Kode Hari Salah !” << endl; break;

} //akhir dari switch }

Tugas

Buatlah program “Tebak Angka Tak Berhadiah”.

Simpan dengan nama L4Bxxxx di drive V, xxxx= 4 digit nim terakhir contoh L4B2012.cpp.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :