• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEMPERBAIKI PROFIL LIPIDLEBIH BAIK DARIPADA MINYAK SAWIT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MEMPERBAIKI PROFIL LIPIDLEBIH BAIK DARIPADA MINYAK SAWIT"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

TESIS

PEMBERIAN MINYAK KELAPA (cocos nucifera)

TRADISIONAL MEMPERBAIKI PROFIL

LIPIDLEBIH BAIK DARIPADA MINYAK SAWIT

(Elaeis guineesis)PEMURNIAN MULTI PROSES (PMP)

PADA TIKUS (Rattus norvegicus)JANTAN WISTAR

DISLIPIDEMIA

NI NYOMAN SUSIYATI

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

2016

(2)

ii

TESIS

PEMBERIAN MINYAK KELAPA (cocos nucifera)

TRADISIONAL MEMPERBAIKI PROFIL

LIPIDLEBIH BAIK DARIPADA MINYAK SAWIT

(Elaeis guineesis) PEMURNIAN MULTI PROSES (PMP)

PADA TIKUS(Rattus norvegicus) JANTAN WISTAR

DISLIPIDEMIA

NI NYOMAN SUSIYATI NIM 1490761012

PROGRAM MAGISTER

PROGRAM STUDI ILMU BIOMEDIK

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

(3)

iii

PEMBERIAN MINYAK KELAPA (cocos nucifera)

TRADISIONAL MEMPERBAIKI PROFIL

LIPIDLEBIH BAIK DARIPADA MINYAK SAWIT

(Elaeis guineesis) PEMURNIAN MULTI PROSES (PMP)

PADA TIKUS (Rattus norvegicus) JANTAN WISTAR

DISLIPIDEMIA

Tesis untuk Memperoleh Gelar Magister, Pada Program Magister, Program Studi Ilmu Biomedik

Program Pascasarjana Universitas Udayana

NI NYOMAN SUSIYATI NIM 1490761012

PROGRAM MAGISTER

PROGRAM STUDI ILMU BIOMEDIK

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

(4)

iv

Lembar Pengesahan

TESIS INI TELAH DISETUJUI PADA TANGGAL : 15 Juli 2016

Pembimbing I Pembimbing II

Prof. dr. I.G.M Aman. Sp.FK Dr. dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih, M.Sc, Sp.GK NIP 194606191976021001 NIP 195805211985031002

Mengetahui

Ketua program Studi Ilmu Biomedik Direktur

Program Pascasarjana Program Pascasarjana Universitas Udayana Universitas Udayana

Dr.dr.Gde Ngurah Indraguna Pinatih,M.Sc,Sp.GKProf.Dr.dr.A.A.Raka Sudewi,Sp.S(K) NIP 195805211985031002 NIP 195902151985102001

(5)

v

Tesis Ini Telah Diuji dan Dinilai Oleh Panitia Penguji

Program Pasca Sarjana Universitas Udayana Pada Tanggal : 15 Juli 2016

Panitia Penguji Berdasarkan SK Rektor Universitas Udayana Nomor : /UN14.4/HK/2016, Tanggal 24 Juni 2016

Ketua : Prof.dr.I Gusti Made Aman, Sp.FK

Anggota : 1. Dr.dr.Gde Ngurah Indraguna Pinatih,M.Sc 2. Prof.Dr.dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And.FAACS 3. Prof.Dr.dr. J.Alex Pangkahila, M.Sc.,Sp.And. 4. Dr.dr. Ida Sri Iswari, Sp.MK, M.Kes

(6)

vi

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala berkat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian untuk tesis yang berjudul : PemberianMinyak Kelapa (Cocosnucifera) Tradisional Memperbaiki Profil Lipid Lebih Baik Daripada Minyak Sawit (Elaeis

guineesis) Pemurnian Multi Proses (PMP) Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)

Jantan Wistar Dislipidemia.

Terima kasih kepada Prof. Dr. dr. I Ketut Suastika, Sp. PD-KEMD Rektor Universitas Udayana dan Prof. Dr. dr. A. A. Raka Sudewi, Sp. S (K) Direktur Program Pascasarjana atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan Program Pasca sarjana di Universitas Udayana.

Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. dr. I Gusti Made Aman, Sp.FK, sebagai pembimbing I atas ilmu yang diberikan selama penulis mengikuti studi, serta memberikan bimbingan dan saran yang sangat bermanfaat dalam penelitian dan penyusunan tesis ini dengan penuh perhatian dan kesabaran.Terima kasih sebesar-besarnya pula penulis sampaikan kepada Dr. dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih, M.Sc sebagai dosen pembimbing II dan selaku Ketua Program Studi Ilmu Biomedik atas ilmu yang diberikan selama penulis mengikuti studi, serta memberikan bimbingan, saran, dan motivasi dengan penuh perhatian dan kesabaran untuk penelitian dan penyusunan tesis ini.

Ucapan terima kasih secara tulus juga penulis haturkan kepada :

Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkaila, SpAnd, FAACS sebagai penguji tesis atas ilmu, saran, dan koreksi yang diberikan kepada penulis dalam menjalani pendidikan dan menyelesaikan tesis. Prof. Dr. dr. J Alex Pangkahila, MSc, Sp.And sebagai dosen dan penguji tesis atas ilmu, motivasi dan bimbingan yang sangat berguna terutama secara teknis untuk menyelesaikan studi dan penyusunan tesis. Dr. dr. Ida Sri Iswari, Sp.MK, M.Kes sebagai dosen dan penguji tesis atas ilmu, bimbingan, dan saran yang sangat bermanfaat untuk menyelesaikan studi dan penyelesaian studi dan penyelesaian tesis. I Gede Wiranatha, S.Si dari bagian Laboratory Animal

Unit Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang banyak

membantu dalam menyediakan fasilitas tempat, peralatan, serta bimbingan dalam proses penelitian dan pemeliharaan hewan coba. Drs. I Ketut Tunas, Msi yang telah banyak membantu dalam penyusunan tesis terutama dalam bidang pengolahan data (statistik). Seluruh dosen Ilmu Biomedik Kedokteran Anti Aging atas ilmu dan bimbingan yang sangat bermanfaat, serta ucapan terima kasih kepada seluruh staf yaitu Geg Wah, Amie, Eni dan Yeti atas bantuan yang diberikan kepada penulis selama studi.

Penulis juga mengucapkan terima kasih yang tulus kepada seluruh guru-guru yang telah membimbing penulis, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Akhirnya penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya

(7)

vii

kepada keluarga tercinta, kepada kedua orang tua penulis I Nyoman Teker dan Ni Wayan Bawang yang dengan penuh kasih sayang mendidik dan merawat penulis hingga dewasa, suami tercinta Pande Putu Gede Sudiara, ST yang dengan setia mendampingi penulis dalam menyelesaikan pendidikan ini, ketiga buah hati tercinta Pande Putu Naya Atmanastuti Sudiara Putri, Pande Kadek Nathan Prabhaswara Sudiara Putra, Pande Komang Naraasta Bayuneka, bapak dan ibu mertua I Wayan Kompyang Sudiasta, SPd dan Ni Ketut Kari,kedua kakak tersayang Ni Wayan Wiati dan Ni Made Sumerti yang senantiasa memberikan dukungan doa dan moril selama penulis menjalani studi dan menyelesaikan program magister ini. Terima kasih tak terhingga juga penulis berikan kepada sahabat-sahabat tercinta Ni Gusti Ayu Nyoman Sri Aryani, Widya Christine Manus dan Iftitah Yuniar Sasanthi beserta semua mahasiswa Anti Aging Medicine terutama angkatan IX atas persahabatan dan dukungan yang diberikan kepada penulis.

Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu penulis mengharapkan masukan/ide, kritik yang membangun untuk memperbaikinya. Semoga tesis ini dapat bermanfaat untuk masyarakat pada umumnya dan kemajuan ilmu pengetahuan dalam bidang kedokteran anti penuaan pada khususnya.

Denpasar, 2016 Penulis

(8)

viii ABSTRAK

PEMBERIAN MINYAK KELAPA (cocos nucifera) TRADISIONAL MEMPERBAIKI PROFIL LIPIDLEBIH BAIK DARIPADA MINYAK SAWIT

(Elaeis guineesis) PEMURNIAN MULTI PROSES (PMP) PADA TIKUS (Rattus norvegicus)JANTAN WISTAR DISLIPIDEMIA

Masyarakat Indonesia lebih menyukai makanan yang digoreng dibandingkan direbus. Minyak kelapa saat ini lebih susah ditemukan dibandingkan minyak sawit.Minyak kelapa didapat dari daging buah kelapa (Cocos nucifera) yang diproses dengan cara tradisional. Minyak sawit didapat dari buah sawit (Elaeis) yang diproses dengan cara pemurnian multi proses (PMP), diproduksi pabrik. Kandungan utama dari minyak kelapa adalah asam laurat, yang merupakan asam lemak rantai sedang. Cepat ditranspor dan dimetabolisme di hati menjadi energi. Minyak sawit kandungan terbesarnya asam oleat dan palmitat. Asam oleat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol HDL dan penurunan kolesterol LDL. Sedangkan asam palmitat bersifat netral dan sedikit meningkatkan kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberian MK tradisional yang dipanaskan memperbaiki profil lipid lebih baik daripada MS PMP yang dipanaskan.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan pre test - post test

control group designyang dilakukan di Laboratory Animal Unit, Bagian Farmakologi Fakultas

Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar pada bulan November 2015-Juni 2016. Penelitian menggunakan 21 ekor tikus jantan wistar, usia 3-4 bulan dengan berat 180-200 gram. Tikus dibuat dislipidemia dengan diberikan pakan tinggi kolesterol selama 28 hari, kemudian dipuasakan 18 jam untuk diambil darahnya. Tikus yang memenuhi kriteria inklusi (kolesterol ≥200 mg/dl) dibagi secara acak sederhana menjadi 3 kelompok. Kelompok Kontrol (P0)diberikan plasebo, Kelompok Perlakuan 1 (P1) diberikan minyak sawit PMP dan Kelompok Perlakuan 2(P2) diberikan minyak kelapa tradisional, masing-masing dipanaskan 1800C selama 10 menit, pemberian dengan sonde lambung, dosis 2x0,4ml perhari selama 14 hari. Pengambilan darah untuk pemeriksaan profil lipid dilakukan setelah tikus dipuasan 18 jam.

Hasil analisis ketiga kelompok dianalisis dengan uji One Way ANOVA. Hasil analisis sesudah perlakuan didapatkan rerata kadar kolesterol total kelompok kontrol adalah 224,43±8,98 mg/dl, kelompok perlakuan 1 adalah 164,87±6,54 mg/dl dan kelompok perlakuan 2 adalah 148,29±2,39 mg/dl; rerata kadar trigliserida kelompok kontrol adalah 152,39±7,46 mg/dl, kelompok perlakuan 1 adalah 127,99±1,98 mg/dl dan kelompok 2 adalah 112,74±3,38 mg/dl; rerata kadar HDL kelompok kontrol adalah 29,28±0,81 mg/dl, kelompok 1 adalah 37,43±2,17 mg/dl dan kelompok perlakuan 2 adalah 54,65±1,48 mg/dl; rerata kadar LDL kelompok kontrol adalah 94,98±2,65 mg/dl, kelompok perlakuan 1 adalah 69,31±1,11 mg/dl dan kelompok perlakuan 2 adalah 47,39±1,25 mg/dl. Hasil analisis pada keempat variabel tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara sangat bermakna antara kelompok kontrol, perlakuan 1 dan perlakuan 2 (p<0,01). Hasil analisis lanjutan dengan LSD (Least

Significance Difference) menunjukkan bahwa pemberian minyak kelapa tradisional yang

dipanaskan memperbaiki profil lipid lebih baik daripada minyak sawit PMP yang dipanaskan. Disimpulkan bahwa pemberian minyak kelapa tradisional yang dipanaskan memperbaiki profil lipid lebih baik daripada minyak sawit PMP yang dipanaskan dengan dosis dan kurun waktu yang sama.Diperlukan penelitian selanjutnya dengan pemanasan yang berulang dan waktu yang lebih lama.

Kata kunci : minyak sawit, Elaeis, minyak kelapa, Cocos nucifera, laurat, oleat, palmitat,

(9)

ix ABSTRACT

ADMINISTRATION OF HEATED TRADITIONAL COCONUT OIL (Cocos nucifera) IMPROVED LIPID PROFILE BETTER THAN HEATED

MULTI PURIFICATION PROCESS (PMP) PALM OIL (Elaeis guineesis) IN DISLIPIDEMICMALE WISTAR RATS ( Rattus norvegicus)

The Indonesian prefers to eat fried foods rather than boiled. Coconut oil is currently more difficult to find than palm oil. Coconut oil obtained from the fruit flesh of coconut (Cocos nucifera) are processed in the traditional way. Palm oil obtained from oil palm fruit (Elaeis) are processed by means of multi purification process (PMP), produced by the plant. The main content of coconut oil is lauric acid, a medium chain fatty acids. medium chain fatty acids quickly transported and metabolized in the liver into energy. The biggest palm oil content of oleic acid and palmitic. Oleic acid causes an increase in HDL cholesterol and LDL cholesterol reduction. While the palmitic acid is neutral and slightly raising cholesterol. This study aimed to prove that the administration of traditional heated coconut oil improve lipid profile better than heated PMP palm oil.

This research was a purely experimental with pretest - posttest control group design that was conducted at Laboratory Animal Unit, Section of Pharmacology Faculty of Medicine Udayana University, Denpasar in November 2015-June 2016. This research used 21 Wistar male rats, age 3-4 in weighing 180-200 grams. Mice given food to make dyslipidemia with high cholesterol for 28 days, then fasted for 18 hours to have blood drawn. Rats that met the inclusion criteria (cholesterol ≥200 mg / dl) were divided randomly into three groups. Control group (P0) given placebo, treatment group 1 (P1) supplied PMP palm oil and Treatment Group 2 (P2) is given the traditional coconut oil, each heated 1800C for 10 minutes, giving the stomach sonde, 2x0,4ml dose per day for 14 days. Taking blood for lipid profile examination conducted after mice were fasted 18 hours.

The results of analysis of the three groups were analyzed by One Way ANOVA. The results of the analysis obtained after treatment average total cholesterol level of control group was 224.43 ± 8.98 mg / dl, the treatment group 1 was 164.87 ± 6.54 mg / dl and 2 treatment group was 148.29 ± 2.39 mg / dl; the control group mean triglyceride level was 152.39 ± 7.46 mg / dl, the treatment group 1 was 127.99 ± 1.98 mg / dl and the second group was 112.74 ± 3.38 mg / dl; HDL levels mean the control group was 29.28 ± 0.81 mg / dl, group 1 was 37.43 ± 2.17 mg / dl and 2 treatment group was 54.65 ± 1.48 mg / dl; the mean LDL cholesterol control group was 94.98 ± 2.65 mg / dl, the treatment group 1 was 69.31 ± 1.11 mg / dl and 2 treatment group was 47.39 ± 1.25 mg / dl. The analysis of the four variables indicate that there are very significant differences between the control group, treatment 1 and treatment 2 (p <0.01). The result of further analysis by LSD (Least Significance Difference) showed that heated traditional coconut oil improved lipid profile better than heated PMP palm oil.

It was concluded that administration of heated traditional coconut oil improved lipid profile better than heated PMP palm oil in the same dosage and period. Further research is needed with repeated heating and longer time.

Keywords: palm oil, Elaeis, coconut oil, Cocos nucifera, lauric, oleic, palmitic, lipid profile,

(10)

x DAFTAR ISI

halaman

SAMPUL DALAM... i

LEMBAR PRASYARAT GELAR... ii

LEMBAR PERSETUJUAN... iii

LEMBAR PENETAPAN PENGUJI ... iv

SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT... v

UCAPAN TERIMA KASIH ... vi

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR SINGKATAN ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 7

1.3 Tujuan Penelitian ... 7

1.4 Manfaat Penelitian ... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 9

2.1 Penuaan ... 9

2.2 Biomarker Penuaan ... 10

2.3 Asam Lemak ... 11

(11)

xi

2.5 Absorbsi, Transportasi, dan Metabolisme Lipid ... 13

2.6 Dislipidemia ... 18

2.7 Minyak Kelapa ... 20

2.8 Minyak Sawit ... 21

2.9 Pengaruh Pemanasan terhadap Kualitas Minyak Goreng ... 23

2.10 Minyak Goreng dan Dislipidemia ... 25

BAB III KERANGKA BERPIKIR, KONSEP DAN HIPOTESIS PENELITIAN ... 28

3.1 Kerangka Berpikir ... 28

3.2 Konsep Penelitian ... 29

3.3 Hipotesis Penelitian ... 30

BAB IV METODE PENELITIAN ... 31

4.1 Rancangan Penelitian ... 31

4.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 33

4.3 Penentuan Sumber Data ... 33

4.4 Besaran Sampel dan Tehnik Pengambilan Sampel ... 34

4.5 Variabel Penelitian ... 35

4.6 Bahan Penelitian dan Instrumen Penelitian ... 39

4.7 Hewan Percobaan ... 41

4.8 Prosedur Penelitian ... 41

4.9 Alur Penelitian ... 45

4.10 Analisis Data ... 46

BAB V HASIL PENELITIAN ... 47

5.1 Analisis Deskriptif ... 47

(12)

xii

5.3 Uji Homogenitas Data antar Kelompok ... 49

5.4 Uji Komparabilitas ... 50

5.5 Analisis Efek Perlakuan Pemberian Minyak Sawit PMP yang Dipanaskan dan Minyak Kelapa Tradisional yang Dipanaskan ... 54

BAB VI PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ... 58

6.1 Subjek Penelitian ... 58

6.2 Profil lipid... ... 59

6.3 Pengaruh Minyak Kelapa Tradisional yang Dipanaskan dan Minyak Sawit PMP yang Dipanaskan Terhadap Profil Lipid Tikus Jantan Wistar yang Dislipidemia ... 60

6.4 Kelemahan Penelitian ... 63

BAB VII SIMPULAN DAN SARAN ... 64

7.1 Simpulan ... 64

7.2 Saran ... 64

DAFTAR PUSTAKA ... 66

(13)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

2.1 Struktur Molekul TAG ... 12

2.2 Tanaman Kelapa (Cocos nucifera)... 21

2.3 Tanaman Sawit (Elaeis) ... 23

3.1 Konsep Penelitian ... 29

4.1 Rancangan Penelitian ... 31

4.2 Hubungan Antar Variabel ... 36

4.3 Alur Penelitian ... 45

5.1 Grafik Perubahan Kadar Kolesterol Total Sebelum dan Sesudah Perlakuan Antar Kelompok ... 56

5.2 Grafik Perubahan Kadar Trigliserida Sebelum dan Sesudah perlakuan Antar Kelompok ... 56

5.3 Grafik Perubahan Kadar HDL Sebelum dan Sesudah Perlakuan Antar Kelompok ... 57

5.4 Grafik Perubahan Kadar LDL Sebelum dan Sesudah Perlakuan Antar Kelompok ... 57

(14)

xiv

DAFTAR TABEL

Halaman

2.1 Persentase Asam Lemak pada Minyak Kelapa dan Minyak Sawit ... 23

5.1. Hasil Analisi Deskriptif Data Sebelum Perlakuan (Pretest) ... 47

5.2. Hasil Analisis Deskriptif Data Sesudah Perlakuan (Postest) ... 48

5.3. Hasil Uji Normalitas Variabel Penelitian Antar Kelompok ... 49

5.4. Hasil Uji Homogenitas Variabel Penelitian Antar kelompok ... 50

5.5. Rerata Nilai Variabel antar Kelompok Sebelum Perlakuan (Pretest) ... 50

5.6. Rerata Nilai Variabel antar Kelompok Sesudah Perlakuan (Posttest) ... 52

5.7. Analisis LSD Perbandingan Rerata Variabel antar Kelompok ... 53

5.8. Rerata Nilai Variabel Masing-masing Kelompok Sebelum dan Sesudah Perlakuan ... 54

(15)

xv

DAFTAR SINGKATAN

HDL = High Density Lipoprotein LDL = Low Density Lipoprotein Kemenkes = Kementerian Kesehatan

SUSENAS = Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS = Badan Pusat Statistik

MK = Minyak Kelapa MS = Minyak Sawit

PPARα = Peroxisome Proliferator-Activated Receptors alpha PPARᵧ = Peroxisome Proliferator-Activated Receptors gamma PMP = Pemurnian Multi Proses

MUFA = Monounsaturated Fatty Acids TNFα = Tumor Necrosis Factor alpha AAM = Anti Aging Medicine

SCFA = Short Chain Fatty Acids MCFA = Medium Chain Fatty Acids LCFA = Long Chain Fatty Acids SFA = Saturated Fatty Acid

PUFA = Poly Unsaturated Fatty Acid TFA = Trans Fatty Acids

TAG = Triacylglycerol

sn = stereospesific numbering system VCO = Virgin Coconut Oil.

(16)

xvi PKO = Palm Kernel Oil

FFA = Free Fatty Acid

NEFA = nonesterified fatty acids

NCEP =National CholesterolEducation Program LPL = Lipoprotein Lipase

VLDL = Very Low Density Lipoprotein PAU = Pusat Antar Universitas Depkes = Departemen Kesehatan SD = Standar Deviasi

CHOD PAP = cholesterol oxidase-phenol+aminophenazone

GPO PAP = glycerol-3-phosphate oxidase-phenol+aminophenazone FK UNUD = Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

EDTA = Ethylenediaminetetraacetic acid LSD = Least Significant Difference CETP = Cholesteryl ester transfer protein 2- MAG = 2- monoacyl glycerol

CE = Cholesteryl ester CCK = Cholecystokinin

PKV = Penyakit Kardiovaskuler TG = Trigliserida

HMGR-KoA = hydroxy-methylglutary-coenzyme a reductase PJK = Penyakit Jantung Koroner

(17)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Kelaikan etik (Ethical clearance) ... 72

Lampiran 2. Tabel konversi Perhitungan dosis Laurence & Bacharach ... 73

Lampiran 3. Foto-foto penelitian ... 74

Lampiran 4. Laporan hasil analisis minyak sawit ... 75

Lampiran 5. Hasil analisis deskriptif data pre test ... 77

Lampiran 6. Hasil analisis deskriptif data post test ... 78

Lampiran 7. Uji normalitas data pre dan post test ... 79

Lampiran 8. Uji homogenitas data pre test ... 80

Lampiran 9. Uji homogenitas data post test ... 81

Lampiran 10. Analisis komparasi data pre test ... 82

Lampiran 11. Analisis komparasi data post test ... 83

Lampiran 12. Multiple comparison ... 84

Lampiran 13. Analisis efek perlakuan kelompok P0 dan P1 ... 85

Referensi

Dokumen terkait

n Waktu yang diperlukan ( running time ) oleh sebuah algorithm cenderung tergantung pada jumlah input yang diproses.. n Running time dari sebuah algoritme adalah fungsi dari

Salah satu lembaga pendidikan yang memberikan kontribusi besar dalam memben- tuk karakter anak bangsa adalah madrasah, karena madrasah memiliki ciri khusus

Pengendapan endapan turbidit terjadi sesaat setelah arus kehilangan tenaga, yang pertama kali diendapkan adalah fraksi- fraksi kasar pada bagian bawah, sedangkan

Hasil penelitian meninjukkan bahwa: (1) Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah , Audit Internal, dan Good Governance menunjukkan kondisi yang baik; (2) Penerapan

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengkaruniakan atas mereka keteguhan dan kekuatan untuk bersabar, sehingga mereka berani menyampaikan di hadapan orang-orang kafir, “Rabb kami adalah

Lebih dari sepertiga (38 %, meningkat dari 34 % pada tahun 2004) area global tanaman biotek di tahun 2005, atau setara dengan 33.9 juta hektar, berada di negara berkembang

Pada beberapa penelitian, ditemukan bahwa penggunaan klomifen sitrat (Clomid®) untuk penggunaan yang lebih dari 1 tahun dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker ovarium.. •

Kolam 3 merupakan kolam lanjutan dari kolam 1 dan 2 yang berfungsi sebagai sediment pond atau pengendap awal sehingga partikel padatan yang masuk ke kolam 3 kecil karena