• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Disusun oleh :

Christy Gery Buyang

3110106004

Dosen Pembimbing :

FARIDA RACHMAWATI ST. MT.

Program Sarjana Lintas Jalur Jurusan Teknik Sipil

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

(2)

Data-data Proyek

• Nama : Apartemen Purimas

• Alamat : Jl. I Gusti Ngurah Rai No 44

Surabaya

• Pemilik : PT. Mahkota Berlian • Jumlah Lantai: 14 Lantai 1 Tower

Meliputi : Lt Basement : Parkir

Lt 1 : Shop House

Lt 2-17 : Kamar

• Luas Bangunan : 1412 m² • Tipe Apartemen : 1 Tower

1 BR A (21 m²), 390 unit

1 BR B (28 m²), 26 unit

2 BR A (35 m²), 104 unit

2 BR B (36.5 m²), 52 unit

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Seiring dengan proses pembangunan akses jalan lingkar timur,

masyarakat Surabaya mulai memberikan perhatian untuk memilih

tempat tinggal di kawasan tersebut.

Apartemen Purimas diharapkan menarik minat masyarakat Surabaya

khususnya daerah Surabaya Timur untuk tinggal di apartemen,

karena apartemen ini berusaha menghadirkan konsep yang

minimalis.

Pembangunan proyek ini memerlukan biaya yang besar, maka perlu

dianalisa kelayakannya dalam hal finansial. Dan perlu dianalisa pula

kelayakan dari segi teknis terhadap pemenuhan persyaratan proyek

pembangunan.

Diharapkan pembangunan proyek ini layak ditinjau dari segi teknis

dan finansial, serta bisa diterima dengan tingkat pengembalian

tertentu.

(4)

Rumusan Masalah

1. Bagaimana pemenuhan persyaratan Apartemen Purimas dari segi teknis. 2. Bagaimana kelayakan Apartemen Purimas dari segi finansial.

3. Berapa besar batas kelayakan finansial terhadap perubahan tingkat penjualan dan harapan tingkat pengembalian.

Manfaat Penelitian

 Dapat menambah pengetahuan tentang kelayakan proyek dari segi teknis

dan finansial, serta mengetahui nilai pengembalian akibat sensitivitas terhadap tingkat penjualan.

Ruang Lingkup Pembahasan

1. Aspek teknis yang ditinjau terbatas pada : a. Prakonstruksi,

b. Masa Konstruksi, c. Pasca konstruksi, 2. Analisa finansial :

a. menganalisa tingkat pengembalian investasi Apartemen Purimas dengan metode Net Present Value dan Internal Rate of Return (IRR)

b. Perhitungan analisa sensitivitas Apartemen Purimas dengan melakukan perubahan tingkat penjualan

(5)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Pengkajian Aspek Teknis

Parameter yang dipakai menggunakan perbandingan dengan standar:

-Pedoman persyaratan teknis bangunan: KDB, KLB, KDH.

-Pedoman teknis fasilitas parkir Departemen Perhubungan.

Pengkajian Aspek Finansial

Metode

Net Present Value

(NPV)

Metode

Internal Rate of Return

(IRR)

Analisa Sensitivitas

Analisa sensitivitas dilakukan dengan mengubah nilai dari suatu parameter

pada suatu saat untuk selanjutnya dilihat bagaimana pengaruhnya terhadap

akseptabilitas suatu investasi. Parameter-parameter yang biasanya berubah

dan perubahannya bisa mempengaruhi keputusan dalam studi ekonomi

teknik adalah ongkos investasi, aliran kas, nilai sisa, tingkat bunga, tingkat

pajak, tingkat hunian, dan lain-lain. (Pujawan, 2003)

(6)

Variabel Analisa Investasi 1.Biaya Investasi Total 2.Modal Sendiri(Equity) 3.Modal Pinjaman

4.Perbandingan Modal Pinjaman Terhadap Modal Sendiri 5.Masa Konstruksi

6.Suku Bunga 7.Sewa Gedung 8.Sewa Dasar

9.Faktor Kekosongan Gedung 10.Pendapatan Bangunan 11.Pengeluaran

12.Biaya Operasi dan Pemeliharaan Gedung 13.Pajak Penghasilan

(7)

BAB III

METODOLOGI

Prosedur Pengumpulan Data

1. Observasi Proyek

2. Dokumentasi

A.Data Proyek

B. Data Penunjang

- Data gambar

- Data suku bunga

- Data tarif dasar listrik, air, dan telepon.

- Data koefisien bangunan

(8)

BAB IV

ANALISA DAN PEMBAHASAN

Analisa Teknis

Masa Pra Konstruksi Zoning

Mengacu pada Rencana Tata Ruang Kota yang diperuntukkan untuk kawasan Jl. I Gusti Ngurah Rai Unit Pengembangan I, dimana lahan diperuntukan sebagai permukiman, maka proyek pembangunan Apartemen Purimas lulus uji kriteria ini.

Koefisien Dasar Bangunan

Berdasarkan RTRK Unit Pengembangan I Satelit Kota Surabaya, kawasan di Jl. I Gusti Ngurah Rai Surabaya mempunyai KDB maksimum sebesar 60%. Purimas akan

memanfaatkan luas tanahnya untuk dibangun apartemen seluas 1520,25 m2 atau

sebesar 39,98 % dari luas total. Dalam pemenuhan terhadap peraturan setempat, proyek pembangunan Apartemen Purimas telah memenuhi syarat.

Koefisien Lantai Bangunan

Kawasan Jl.I Gusti Ngurah Rai Surabaya mempunyai KLB maksimum sebesar 1500%. Berdasarkan syarat batas tersebut, Purimas hanya diperbolehkan membangun dengan total luasan lantai maksimum sebesar 57030 m2.

Ruang Terbuka

Koefisien Dasar Bangunan Apartemen Purimas sebesar 39,9% artinya bahwa Purimas telah menyisakan lahan terbuka seluas 60,1%. Dapat disimpulkan bahwa proyek Apartemen Purimas telah memenuhi luas minimal penyediaan Ruang Terbuka.

(9)

Masa Konstruksi

 Luas lahan pada proyek ini adalah 3802 m2 dan luas lahan yang dipakai

untuk pembangunan 1520,25 m2, dimana masih tersedia lahan kosong yang

bisa dipakai untuk proses bongkat muat material dan lainnya.

 Ketersediaan material pada proyek pembangunan Apartemen Purimas ini

didapat dari daerah sekitar Surabaya. Jika terjadi kekurangan pasokan dari Surabaya, kontraktor biasanya memesan dari Jakarta. Jumlah volume ready mix yang didatangkan mencapai 80 m3/minggu. Jumlah ini didatangkan dari

3 supplier yaitu surya mix, surya beton dan holcim. Letak material dari proses bongkar muat berada pada salah satu sisi jalan yang tadinya merupakan jalur untuk kendaraan keluar dari kawasan Purimas.

 Tenaga kerja yang dipekerjakan pada proyek ini didatangkan dari daerah

Surabaya dan Jawa Tengah. Jumlahnya 219 orang, sudah termasuk mandor, operator alat, tenaga ahli dan tenaga kasar. Pekerja ini berasal dari 8 sub kontraktor. Para pekerja dibagi untuk shif pagi dan shif malam.

 Alat berat yang dipakai pada proyek ini adalah 2 tower crane yang berasal

dari kontraktor PT. Nusa Raya Cipta. Tower crane ini didatangkan dari Jakarta dan kemudian dirakit di Surabaya.

 Proyek pembangunan Apartemen Purimas ini menggunakan metode

(10)
(11)

Masa Pasca Konstruksi

Aksesibilitas Dan Fasilitas Pendukung

 Ada banyak akses untuk menuju ke Apartemen Purimas. Salah satunya

melewati jalan rungkut madya jika berasal dari Surabaya bagian selatan atau barat. Banyak pengendara dari bandara juanda yang ingin menuju ke

Surabaya bagian timur memilih jalan ini, dan secara tidak langsung akan melewati Apartemen Purimas. Disamping itu, dengan selesai dibangunnya proyek jalan MERR, maka semakin mudah pula akses untuk menuju

Apartemen Purimas.

 Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain taman, parkir ground dan basement,

area belanja, area makan, fitness center, tempat bermain anak, spa dan

sauna, café dan restoran, kolam renang, perpustakaan, jasa laundry, 24 jam pengamanan, dan wifi area.

(12)

Analisa Luasan Area Parkir

 Berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Nomor:

272/HK.105/DRJD/96 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir, ketentuan kebutuhan ruas parkir berdasarkan jenis fungsi ruang apartemen :

Unit dengan luas > 90 m2 = 1 parkir R4 untuk 1 unit

Unit dengan luas70-90 m2 = 1 parkir R4 untuk 2 unit

Unit dengan luas < 70 m2 = 1 parkir R4 untuk 5 unit

 Dimana R2 = kendaraan roda dua; R4 = kendaraan roda empat; SRP =

Satuan Ruang Parkir

 Berdasarkan perhitungan kebutuhan tempat parkir tersebut di atas, total

kebutuhan parkir yang harus disediakan adalah sebesar 153 SRP kendaraan roda empat. Total tempat parkir yang disediakan oleh Purimas sebesar 128 SRP mobil / R4 (lihat tabel 2 lampiran 1). Dari 128 SRP tersebut, 115 SRP untuk R4 dan 66 SRP R2 yang dikonversi ke R4 menjadi 13 SRP R4. Dengan demikian berdasarkan tempat yang disediakan, untuk ruas parkir pada

Apartemen Purimas tidak memenuhi syarat.

 Dengan ketidakcukupannya ruas parkir yang disediakan, pihak Purimas

sendiri sedang berupaya untuk menyediakan lahan untuk menambah kapasitas parkir apartemen.

(13)

Analisa Finansial

Biaya Investasi Apartemen Purimas

No

Uraian Pekerjaan

Jumlah

1

Pengadaan Lahan

11.406.000.000

2

Biaya Perizinan

3.294.431.250

3

Biaya Perencanaan

13.177.725.000

4

Biaya Konstruksi

131.777.250.000

5

Biaya Furniture

27.040.000.000

6

Pengembangan Fasilitas

6.588.862.500

Total

193.284.268.750

(14)

Tahun ke-

Tahun

Penjualan Unit (Rp) Service Charge (Rp) Pendapatan Total (Rp)

1

2012

69.790.956.218

69.790.956.218

2

2013

78.701.889.164

78.701.889.164

3

2014

88.601.669.236

3.554.928.000

92.156.597.236

4

2015

18.810.713.018

3.554.928.000

22.365.641.018

5

2016

9.899.780.073

3.554.928.000

13.454.708.073

6

2017

3.554.928.000

3.554.928.000

7

2018

3.554.928.000

3.554.928.000

8

2019

3.910.420.800

3.910.420.800

9

2020

3.910.420.800

3.910.420.800

10

2021

3.910.420.800

3.910.420.800

Rekapitulasi Pendapatan Apartemen

Apartemen Purimas memiliki 624 unit (terdiri dari 13 lantai tipikal).

Pendapatan apartemen ini diperoleh dari penjualan unit apartemen dan

service charge.

(15)

Pengeluaran

 Biaya Operasional Yang termasuk biaya operasional apartemen, yaitu :

a.Perhitungan biaya listrik b.Perhitungan biaya air

c.Perhitungan gaji karyawan pengelola apartemen

 Biaya Pemeliharaan  Biaya Replacement

Rekapitulasi Biaya Operasional Apartemen Per Tahun

No

Tahun

Biaya/Bulan (Rp)

Biaya/Tahun (Rp)

1

2014

150.575.261

1.806.903.126

2

2015

150.575.261

1.806.903.126

3

2016

158.104.024

1.897.248.282

4

2017

158.104.024

1.897.248.282

5

2018

166.009.225

1.992.110.696

6

2019

166.009.225

1.992.110.696

7

2020

174.309.686

2.091.716.231

8

2021

174.309.686

2.091.716.231

9

2022

183.025.170

2.196.302.043

10

2023

183.025.170

2.196.302.043

(16)

Biaya Pemeliharaan

Usia Harga % (Tahun) Satuan Pengganti

I Pengecatan

1 Dinding dan Kolom m2 10.554 6 10.378 109.531.488 2 Balok dan Plat m2 3.220 6 10.954 35.271.880

II Penggantian Komponen Pintu

1 Assesoris Pintu dan Kusen bh 69 20 885.393 61.092.117 2 Kunci Pintu bh 69 20 44.900 3.098.100 3 Engsel Pintu bh 69 20 70.320 4.852.080

III Penggantian Komponen Mekanikal

1 Pompa Air bh 6 15 21.031.000 126.186.000 2 Kran Air bh 49 15 46.050 2.256.450

IV Penggantian Komponen Elektrikal

1 Saklar Tunggal bh 41 20 40.090 1.643.690 2 Saklar Ganda bh 20 20 48.140 962.800 3 Kotak Kontak bh 61 20 203.090 12.388.490 Total 100 100 100 100 No Jenis Pekerjaan Sat Vol

Penggantian Total Tahun ke-n Biaya

6 144.803.368 15 128.442.450 20 84.037.277 Keterangan Biaya (Rp) Gedung 97.760.520 Fasilitas Umum 97.760.520 195.521.040

(17)

Analisa Aliran Kas

Perhitungan cash flow tersebut menggunakan besaran

Minimum Attractive

Rate of Return

(MARR) sebesar 12%, serta penilaian investasi selama 10

tahun. Kriteria yang digunakan untuk menilai kelayakan investasi proyek Apartemen Purimas dengan menggunakan metode NPV, IRR, dan dilanjutkan dengan analisa sensitivitas

Analisa Sensitivitas

Analisa Sensitivitas dilakukan dengan mengubah tingkat penjualan

apartemen dengan presentase yang sama, selanjutnya dilihat bagaimana pengaruhnya terhadap indikator NPV dan IRR-nya.

Okupansi

Apartemen

NPV

IRR

65%

Rp. (6.932.803.821,00)

4%

75%

Rp.14.347.822.138,00.

27.00%

80%

Rp.24.988.135.117,00

36.00%

(18)

Dalam perhitungan sensitivitas, karena asumsi awal tingkat penjualan 80% menunjukkan hasil NPV positif, maka dilakukan asumsi pengurangan tingkat penjualan 5% menjadi 75% sehingga menghasilkan NPV sebesar

Rp.14.347.822.138,00. Saat dilakukan pengurangan penjualan sebesar 10% lagi menjadi 65%, NPV yang dihasilkan negative sebesar Rp.6.932.803.821,00 dan IRR yang dihasilkan 4 % lebih kecil dari MARR yang ditentukan berarti tidak layak. Tampak disini bahwa ketika tingkat penjualan 65%, proyek Apartemen Purimas tidak layak dalam hal finansial.

Rp(10.000.000.000) Rp-Rp10.000.000.000 Rp20.000.000.000 Rp30.000.000.000 65% 75% 80%

NPV

NPV 0.00% 5.00% 10.00% 15.00% 20.00% 25.00% 30.00% 35.00% 40.00% 65% 75% 80%

IRR

IRR

Gambar 4.5 Hubungan NPV dengan tingkat penjualan

Gambar 4.6 Hubungan IRR dengan tingkat penjualan

penjualan

(19)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

 Dari segi teknis, perencanaan pembangunan Apartemen Purimas telah

sesuai dengan standar zoning yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Akan tetapi dari segi pemenuhan fasilitas parkir, masih belum tercukupi. Untuk itu diperlukan tambahan lahan untuk menyediakan lahan parkir bagi penghuni apartemen.

 Dari segi finansial, harapan pengembalian investasi dengan umur 10 tahun

dapat dipenuhi dengan perolehan manfaat MARR 12% yang ditetapkan yaitu perolehan IRR 36%. Dengan nilai investasi sebesar Rp. 193.284.268.750,00 dihasilkan NPV sebesar Rp.24.988.135.117,00 dengan tingkat okupansi 80%.

 Hasil perhitungan analisa sensitivitas, dapat dilihat bahwa investasi proyek

hApartemen Purimas akan menjadi tidak layak dari aspek finansial jika tingkat penjualan sebesar 65%.

Saran

 Untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan analisa sensitivitas pada

(20)

Gambar

Gambar 4.6 Hubungan IRR dengan tingkat penjualan  penjualan

Referensi

Dokumen terkait

Tahapan kegiatan yang telah dilakukan yaitu pembuatan (konstruksi dan instalasi) pabrik biodiesel portable oleh Tim Dosen, sosialisasi manfaat penggunaan biodiesel pada

(C) Untuk mengelola air, kita perlu teknologi ramah lingkungan yang penerapannya akan meresapkan air sebanyak-banyaknya ke dalam tanah.. (D) Pengelolaan air memerlukan teknologi

Pemilihan masalah menyangkut kerusakan – kerusakan pada televisi berwarna dijadikan sebagai sistem pakar adalah kenyatan bahwa kerusakan – kerusakan pada sebuah

SUAKA melibatkan para pakar dari berbagai lembaga yang memiliki pengetahuan dan       pengalaman yang memadai sebagai narasumber dalam kegiatan Upgrading Session sehingga      

Daya simpan telur itik kira-kira 20% lebih lama bila dibandingkan dengan daya simpan telur ayam dalam kondisi lingkungan yang sama (Srigandono 1986)... Telur biasanya

Mengidentifikasi dan mengevaluasi kondisi eksisting aset alat berat yang meliputi aspek teknis, pembiayaan, legal, dan manajemen; tingkat kepentingan dan Analisis Statistik

Pembuatan Leg Rehabilitator dilakukan dengan melakukan brainstorming dengan cara membentuk kelompok yang terdiri dari beberapa orang dan seorang ketua,

Kemudian metode yang digunakan yaitu penelitian deskriptif, dengan menggambarkan keadaan nyata subyek yang akan diteliti yaitu pelayanan yang diberikan oleh Pekerja