• Tidak ada hasil yang ditemukan

HOMOLOGI DARI HIMPUNAN KUBIK YANG DIREDUKSI (ELEMENTARY COLLAPSE)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "HOMOLOGI DARI HIMPUNAN KUBIK YANG DIREDUKSI (ELEMENTARY COLLAPSE)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 2 No. 3 Hal. 98 – 102 ISSN : 2303–2910

c

Jurusan Matematika FMIPA UNAND

HOMOLOGI DARI HIMPUNAN KUBIK YANG

DIREDUKSI (ELEMENTARY COLLAPSE )

RISCHA DEVITA Program Studi Matematika,

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Kampus UNAND Limau Manis Padang, Indonesia,

[email protected]

Abstrak. Diberikan suatu ruang topologi X ⊂ Rn, yang dapat disederhanakan menjadi

suatu graf. Kemudian graf tersebut direpresentasikan secara kombinatorik. Selanjutnya dari kombinatorik ini diperoleh suatu kuantitas aljabar H∗(X) yang disebut homologi

dari X. Grup homologi ke-k dari X adalah grup kuosien yang dinotasikan Hk(X).

Sedan-gkan homologi dari X adalah koleksi dari semua grup homologi ke-k dari X yang dino-tasikan oleh H∗(X) := {Hk(X)}k∈Z. Pada paper ini, akan dikaji suatu cara yang

dina-makan dengan elementary collapse untuk mereduksi jumlah kubus dasar yang ada pada himpunan kubik. Kemudian ditunjukkan bahwa homologi dari himpunan kubik sebelum dan sesudah direduksi adalah isomorfik. Suatu contoh diberikan untuk lebih memahami teori ini.

Kata Kunci : Ruang topologi, elementary collapse, isomorfik

1. Pendahuluan

Topologi merupakan cabang matematika yang merupakan pengembangan dari ge-ometri. Awal kajian topologi dilakukan oleh Euler (sejalan dengan berkembangnya teori graf) dan konsep topologinya sendiri diperkenalkan beberapa abad kemu-dian oleh B. Listing. Kajian topologi ini dikembangkan dengan menggunakan konsep teori himpunan, dengan memperhatikan himpunan titik-titik dan kelu-arga himpunan tersebut. Salah satu konsep penting yang dikaji dalam topologi adalah pemetaan (fungsi) dari grup ke grup yang bersifat homomorfisma. Misalkan diberikan suatu ruang topologi X ⊂ Rn, yang dapat disederhanakan menjadi suatu graf. Kemudian graf tersebut direpresentasikan secara kombinatorik. Selanjutnya dari kombinatorik ini diperoleh suatu kuantitas aljabar H∗(X) yang disebut

ho-mologi dari X.

Sebuah kubus dasar Q adalah suatu hasil kali berhingga dari interval dasar I = [l, l + 1] atau I = [l] untuk suatu l ∈ Z. Jadi

Q = I1× I2× I3× · · · × Id⊂ Rd.

Suatu himpunan kubik yang sangat sederhana, memuat banyak (hingga) kubus dasar. Pada paper ini, akan dikaji suatu cara yang dinamakan dengan elementary collapses untuk mereduksi jumlah kubus dasar yang ada pada suatu himpunan ku-bik. Kemudian ditunjukkan bahwa homologi sebelum dan sesudah direduksi adalah isomorfik.

(2)

2. Homologi dari Himpunan Kubik yang Direduksi (Elementary Collapse)

Berikut merupakan definisi dari face dan proper face pada himpunan kubik.

Definisi 2.1. [4] Misal X himpunan kubik dan misalkan Q ∈ K(X). Jika Q bukan proper face dari suatu P ∈ K(X), maka Q disebut maximal face pada X. Kmax(X)

menyatakan himpunan dari maximal faces pada X. Sebuah face yang merupakan proper face dari persis satu kubus dasar pada X disebut free face pada X.

Lema 2.2. [4] Misalkan X adalah sebuah himpunan kubik. Misalkan Q ∈ K(X) adalah sebuah free face pada X dan asumsikan Q ≺ P ∈ K(X). Maka P ∈ Kmax(X)

dan dim Q = dim P − 1.

Bukti. Asumsikan P ≺ R, untuk suatu R ∈ K(X). Maka Q ≺ R, hal ini bertentan-gan denbertentan-gan Q sebagai free face dari X. Akan dibuktikan bahwa dim Q = dim P − 1. Misalkan dim Q 6= dim P − 1. Artinya

(1) dim Q > dim P − 1, atau (2) dim Q < dim P − 1.

Jelas bahwa Kasus (1) dim Q > dim P − 1 tidak berlaku, karena Q merupakan proper face dari P . Asumsikan bahwa Kasus (2) dim Q < dim P − 1 berlaku. Maka terdapat R ∈ K(X) yang berbeda dari Q dan P sedemikian sehingga Q ≺ R ≺ P . Hal ini tidak mungkin, karena bertentangan lagi dengan Q sebagai sebuah free face dari X. Jelas bahwa pengandaian bahwa dim Q 6= dim P − 1 adalah salah.

Definisi 2.3. [4] Misalkan Q adalah sebuah free face pada X dan misalkan P adalah kubus tunggal pada K(X), sedemikian sehingga Q adalah proper face dari P . Mis-alkan K0(X) := K(X)\{Q, P }. Definisikan

X0 := [

R∈K0(X)

R.

Maka X0 disebut sebuah ruang kubik yang diperoleh dari X melalui sebuah elemen-tary collapse dari P oleh Q.

Proposisi 2.4. [4] Jika X0 adalah sebuah ruang kubik yang diperoleh dari X melalui elementary collapse pada P oleh Q, maka

K(X0) = K0(X).

Bukti. Jelas bahwa K0(X) ⊂ K(X0), karena K(X0) dibentuk oleh X0 =

S

R∈K0(X)R. Akan dibuktikan K(X0) ⊂ K0(X). Asumsikan terdapat sebuah kubus

dasar S ∈ K(X0)\K0(X). Maka S ∈ {P, Q}. Misalkan x ∈ ˚S ⊂ S ⊂ X0. Maka x ∈ R

untuk suatu R ∈ K0(X) dan R ∩ ˚S ⊃ {x} 6= ∅. Maka, S ⊂ R. Karena S 6∈ K0(X), maka S adalah proper face dari R ∈ K0(X) ⊂ K(X). Akan tetapi, baik S = Q ataupun S = P dapat menjadi proper face dari R, kontradiksi.

(3)

Suatu himpunan kubik X ⊂ R2 yang memuat sembilan kubus dasar dapat

direduksi menjadi menjadi sebuah himpunan kubik yang hanya memuat satu kubus dasar saja, yaitu hanya memuat satu titik. Selanjutnya, akan dibuktikan bahwa homologinya adalah isomorfik.

Lema 2.5. [4] Asumsikan X adalah himpunan kubik dan X0 diperoleh dari X melalui elementary collapse dari P0∈ Kk(X) oleh Q0∈ Kk−1(X). Maka

1. {c ∈ Ck(X)|∂c ∈ Ck−1(X)} ⊂ Ck(X0),

2. untuk setiap c ∈ Ck−1(X) terdapat c0 ∈ Ck−1(X0) sedemikian sehingga c − c0 ∈

Bk−1(X).

Bukti.

(1) Karena P0 adalah elemen tunggal dari Kk(X) sedemikian sehingga Q0 adalah

sebuah face, maka h∂ bP , bQ0i = 0 bilamana P 6= P0. Dengan cara yang sama,

karena P0 kubus dasar berdimensi k dan Q0 sebuah face dari P0 berdimensi

k − 1, maka h∂ bP0, bQ0i = ±1. Asumsikan bahwa c ∈ Ck(X) sedemikian sehingga

∂c ∈ Ck−1(X0). Maka |∂c| ⊂ X0. Khususnya, Q06⊂ |∂c| dan sebagai akibatnya

h∂c, bQ0i = 0. Karena c = ΣP ∈Kk(X)hc, bP i bP , diperoleh 0 = h∂ X P ∈Kk(X) hc, bP i bP , cQ0i = X P ∈Kk(X) hc, bP ih∂ bP , cQ0i = ±hc, cP0i, untuk itu, c ∈ Ck(X0).

(2) Asumsikan bahwa c ∈ Ck−1(X). Misalkan c0:= c − hc, bQ0ih∂ bP0, bQ0i∂ bP0.

Maka, c − c0= hc, bQ0ih∂ bP0, bQ0i∂ bP0∈ Bk−1(X).

Karena hc0, bQ0i = hc, bQ0i − hc, bQ0ih∂ bP0, bQ0i2= 0 , maka c0 ∈ Ck−1(X0).

Teorema 2.6. [4] Asumsikan X adalah himpunan kubik dan X0 diperoleh dari X melalui elementary collapse dari P0∈ Kk(X) oleh Q0∈ Kk−1(X). Maka

H∗(X0) ∼= H∗(X).

Bukti. Bukti dimulai dengan membuat beberapa perbandingan yang jelas antara rantai-rantai, siklik-siklik, dan batas-batas dari dua kubik. Karena X0 ⊂ X, maka Cn(X0) ⊂ Cn(X) ∀n ∈ Z. Dengan Proposisi 2.4, Kn(X0) = Kn(X) untuk n ∈

Z\{k − 1, k}. Akibatnya,

Cn(X0) = Cn(X) untuk setiap n ∈ Z\{k − 1, k}.

Karena Zn(X) = Cn(X) ∩ ker ∂n untuk sebarang himpunan kubik X dan sebarang

n ∈ Z, diperoleh Zn(X0) ⊂ Zn(X) untuk setiap n ∈ Z dan

Zn(X0) = Zn(X) untuk setiap n ∈ Z \ {k − 1, k}.

Dengan cara yang sama, karena Bn(X) = ∂n+1(Cn+1(X)) untuk sebarang

him-punan kubik X dan sebarang n ∈ Z, maka diperoleh Bn(X0) ⊂ Bn(X) untuk

setiap n ∈ Z dan

(4)

Amati bahwa karena siklik-siklik dan batas-batasnya adalah sama,

Hn(X0) = Hn(X) untuk setiap n ∈ Z \ {k − 2, k − 1, k}.

Perbedaan yang mungkin dari rantai-rantai ke-k hanyalah pada pada siklik-sikliknya. Sekarang akan diperlihatkan bahwa mereka adalah sama.

Zk(X) = Ck(X) ∩ ker ∂k = Ck(X) ∩ ker ∂k∩ ker ∂k ⊂1C k(X) ∩ {c ∈ Ck|∂kc ∈ Ck−1(X0)} ∩ ker ∂k ⊂2C k(X0) ∩ ker ∂k = Zk(X0).

Inklusi 1 berdasarkan bahwa {0} ⊂ Ck−1(X0), dan inklusi 2 berdasarkan Lema

2.5(1). Karena Zk(X0) ⊂ Zk(X), dapat disimpulkan bahwa Zk(X0) = Zk(X) dan

Hk(X0) = Zk(X0)/Bk(X0) = Hk(X).

Pada tingkat rantai (k − 2) perbedaan hanya mungkin di dalam batas-batasnya. Selanjutnya akan ditunjukkan bahwa mereka sama yaitu dengan membuktikan bahwa Bk−2(X) ⊂ Bk−2(X0). Ambil b ∈ Bk−2(X). Maka b = ∂c untuk suatu

c ∈ Ck−1(X). Dengan Lema 2.5(2) terdapat c0 ∈ Ck−1(X0) sedemikian sehingga

c − c0 ∈ Bk−1(X). Secara khusus, untuk suatu d ∈ Ck(X),

b − ∂c0= ∂(c − c0) = ∂2d = 0

dan b = ∂c0 ∈ Bk−2(X0). Untuk itu telah terlihat bahwa Bk−2(X) = Bk−2(X0).

Sehingga Hk−2(X0) = Hk−2(X).

Tinggal mempertimbangkan grup homologi pada dimensi k − 1. Dalam kasus ini, grup homologinya tidak sama, tetapi akan dikonstruksi sebuah isomorfisma. Misalkan ξ ∈ Hk−1(X0). Maka ξ = [z]X0untuk suatu siklik z ∈ Zk−1(X0). Subscript

X0pada [z]X0 menyatakan kelas homologi yang diambil dari X0. Ini penting, karena

Zk−1(X0) ⊂ Zk−1(X), yang berarti bahwa dapat juga mempertimbangkan kelas

homologi [z]X dari z pada Hk−1(X). Karena Bk−1(X0) ⊂ Bk−1(X), dengan mudah

memeriksa bahwa jika [z]X0 = [z0]X0 untuk suatu z0 ∈ Zk−1(X0), maka [z]X =

[z0]

X. Ini berarti bahwa pemetaan ι : Hk−1(X0) → Hk−1(X) terdefinisi dengan

baik yang diberikan oleh ι([z]X0) = [z]X. Jelas bahwa pemetaan ini adalah sebuah

homomorfisma pada grup.

Untuk membuktikan bahwa pemetaan adalah monomorfisma, asumsikan bahwa [z]X = 0 untuk suatu z ∈ Zk−1(X). Maka z = ∂c untuk suatu c ∈ Ck(X).

Berdasarkan Lema 2.5(1), diperoleh bahwa c ∈ Ck(X0), yang menunjukkan bahwa

[z]X0 = 0. jadi, pemetaannya adalah sebuah monomorfisma. Untuk menunjukkan

bahwa ia adalah epimorfisma, pertimbangkan [z]X untuk suatu z ∈ Zk−1(X).

Berdasarkan Lema 2.5(2), terdapat c0 ∈ Ck−1(X0) sedemikian sehingga z − c0 ∈

Bk−1(X). Secara khusus, ∂(z − c0) = 0, sehingga ∂c0 = ∂z = 0. Ini menunjukkan

bahwa c0 ∈ Zk−1(X0) dan karena ι([c0]X0) = [c0]X = [z]X, maka pemetaannya

(5)

3. Ucapan Terima kasih

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Admi Nazra, Ibu Nova Noliza Bakar M.Si, Bapak Efendi, M.Si, Bapak Prof. I Made Arnawa, dan Ibu Arrival Rince Putri, M.T, M.Si yang telah memberikan masukan dan saran sehingga paper ini dapat diselesaikan dengan baik.

Daftar Pustaka

[1] Herstein, Topics in Algebra, 1999, Second Edition, John Wiley and Sons, Sin-gapore.

[2] Jacob, Bill, Linear Algebra, W. H. Freeman and Company, New York, 1990. [3] Kaczynski. T, K. Mischaikow, M. Mrozek, 2000, Algebraic Topology : A

Com-putational Approach. Springer-Verlag, New York.

[4] Kaczynski. T, K. Mischaikow, M. Mrozek, 2004, Computational Homology, Springer-Verlag, New York.

[5] Made, I Arnawa dan Hendra Syarifudin, 2011, Pengantar Aljabar Abstrak. (tidak diterbitkan).

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan pemograman yang dipakai adalah PHP dengan menggunakan database MySQL.Penulis menguji menggunakan metode user acceptance test dan black box.Dalam metode user

Hadani, Nawawi, Metode Penelitian Social (Yogyakarta; Kanisius,2005), 31.. 9 tengah tepatnya di Pulau Haruku. Penelitian ini akan difokuskan pada negeri Hulaliu dan Pelauw yang

Persoalan cabai merah sebagai komoditas sayuran yang mudah rusak, dicirikan oleh produksinya yang fluktuatif, sementara konsumsinya relatif stabil. Kondisi ini menyebabkan

 Teknik Operasi P eknik Operasi Pengeboran Lepas P engeboran Lepas Pantai, Peralat antai, Peralatan, dan Instalasinya an, dan Instalasinya Page 1.

adalah kunci yang bisa membuka dan menutup pintu Anda dengan memasukkan nomor pin seperti halnya nomor pin ATM sehingga kunci akan otomatis terbuka atau tertutup ketika

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 125

Tabel I.3 Data Hasil Survei Pendahuluan pada Pegawai Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Pangkalpinang .... Tabel I.4 Data Spesifikasi Jabatan Pegawai Struktural di

DALAM KONDISI APAPUN, ASUS, DIREKTUR, STAF, KARYAWAN, ATAU AGENNYA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS KERUSAKAN TIDAK LANGSUNG, KHUSUS, INSIDENTAL, ATAU KONSEKUENSIAL (TERMASUK