Tinjauan hukum Islam terhadap gadai tanpa batas waktu di Desa Tunggu Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
Penelitian ini menarik dilakukan karena adanya pemanfaatan barang jaminan oleh pihak penerima gadai (murtahin) dan adanya syarat yang bertentangan dengan tinjauan
Gadai atau ar-rahn adalah menahan barang jaminan yang bersifat materi si peminjam (rahin) sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya, dan barang yang
Berdasarkan pengertian rahn (gadai) yang dikemukakan oleh beberapa ahli diatas, dapat diketahui bahwa rahn (gadai) adalah menahan barang jaminan yang bersifat materi
Berdasarkan pengertian gadai yang dikemukakan oleh para ahli hukum di atas, Zainuddin Ali berpendapat bahwa gadai (rahn) adalah menahan barang jaminan yang bersifat
Syarat al-marhun (barang yang dijadikan agunan), menurut para fiqih adalah barang jaminan itu bernilai harta yang dapat dengan utang, barang jaminan itu bernilai harta yang
Berdasarkan pengertian gadai yang dikemukakan oleh para ahli hukum Islam di atas, dapat disimpulkan bahwa gadai adalah menahan barang jaminan yang bersifat
Berdasarkan pemaparan tersebut dapat diketahui bahwa rahn atau gadai adalah jaminan atau penahanan suatu harta atau barang atas utang piutang sehingga jika utang
Berdasarkan pengertian gadai yang dikemukakan oleh para ahli hukum Islam diatas, berpendapat bahwa gadai (rahn) adalah menahan barang jaminan atas pinjaman yang diterimanya, dan