Informasi Dokumen
- Penulis:
- Prihatin Sulistyowati, S.S. M.Pd
- Arnelia Dwi Yasa, M.Pd
- Pengajar:
- Maftuch Junaidy Mhirda
- Sekolah: Penerbit Ediide Infografika
- Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Sosial
- Topik: Pengembangan Pembelajaran IPS SD
- Tipe: buku ajar
- Tahun: 2017
- Kota: Malang
Ringkasan Dokumen
I. Pembelajaran IPS
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan sosial yang berguna bagi kehidupan mereka. Melalui IPS, siswa diajarkan berbagai aspek kehidupan sosial yang meliputi sejarah, geografi, sosiologi, dan ekonomi. Tujuan pembelajaran IPS adalah untuk membentuk karakter siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab, demokratis, dan peduli terhadap lingkungan sosial. Dengan memahami berbagai aspek kehidupan, siswa diharapkan dapat membuat keputusan yang tepat sebagai bagian dari masyarakat.
1.1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bagian ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan hakikat pembelajaran IPS, tujuan pembelajaran IPS, serta karakteristik IPS. Tujuan pembelajaran ini sangat penting untuk membentuk pemahaman dasar mahasiswa mengenai pentingnya IPS dalam konteks pendidikan dan sosial.
1.2. Hakikat Pembelajaran IPS
Hakikat pembelajaran IPS menjelaskan bahwa IPS adalah kajian yang terintegrasi dari berbagai disiplin ilmu yang bertujuan untuk mempromosikan kompetensi kewarganegaraan. Pembelajaran IPS harus mampu mengaitkan teori dengan praktik di kehidupan sehari-hari agar siswa dapat memahami dan mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh.
1.3. Tujuan Pendidikan IPS
Tujuan pendidikan IPS adalah untuk membentuk siswa menjadi individu yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap sosial yang baik. Hal ini mencakup pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kesadaran sosial yang tinggi, sehingga siswa dapat berkontribusi positif terhadap masyarakat.
1.4. Rasional Mempelajari IPS
Rasional mempelajari IPS di jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah untuk meningkatkan kesadaran sosial siswa terhadap isu-isu yang ada di masyarakat. Dengan mempelajari IPS, siswa diharapkan dapat lebih peka terhadap masalah sosial dan dapat berpartisipasi aktif dalam penyelesaian masalah tersebut.
II. Observasi Pembelajaran IPS
Observasi dalam pembelajaran IPS sangat penting untuk mengevaluasi proses dan hasil belajar siswa. Melalui observasi, guru dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam metode pembelajaran yang diterapkan. Observasi juga membantu dalam memahami dinamika kelas dan interaksi antara siswa dengan materi pembelajaran. Dengan melakukan observasi secara sistematis, guru dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif.
2.1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bagian ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian observasi, faktor-faktor pendukung dalam observasi, serta kelebihan dan kekurangan observasi. Tujuan ini membantu mahasiswa memahami pentingnya observasi dalam proses pembelajaran.
2.2. Pengertian Observasi
Observasi adalah proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis mengenai gejala-gejala yang diteliti. Dalam konteks pendidikan, observasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang perilaku siswa dan efektivitas metode pengajaran yang diterapkan.
2.3. Faktor-faktor Pendukung dalam Observasi
Faktor-faktor yang mendukung observasi meliputi kesehatan pancaindra pengamat dan kesiapan psikologis. Pengamat perlu memiliki daya penyesuaian yang baik dengan lingkungan yang akan diamati untuk mendapatkan data yang akurat dan relevan.
2.4. Kelebihan dan Kekurangan Observasi
Kelebihan observasi termasuk kemampuan untuk mengamati perilaku secara langsung dan mencatat informasi yang terjadi secara real-time. Namun, kekurangan observasi dapat mencakup keterbatasan waktu dan kemungkinan bias dari pengamat yang dapat mempengaruhi hasil observasi.
2.5. Jenis-jenis Observasi
Terdapat beberapa jenis observasi, seperti observasi partisipan, sistematis, dan eksperimen. Setiap jenis observasi memiliki tujuan dan metode yang berbeda, sehingga guru dapat memilih jenis yang paling sesuai dengan konteks pembelajaran.
III. Sumber Belajar dan Bahan Ajar IPS
Sumber belajar dan bahan ajar merupakan komponen penting dalam pembelajaran IPS. Sumber belajar mencakup berbagai informasi yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar siswa. Bahan ajar berfungsi sebagai alat bantu yang memfasilitasi pengajaran dan membantu siswa memahami materi dengan lebih baik. Memilih sumber belajar yang tepat akan meningkatkan efektivitas pembelajaran IPS.
3.1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bagian ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan sumber belajar dan bahan ajar, serta menyebutkan macam-macam sumber belajar yang ada. Tujuan ini penting untuk memahami variasi sumber belajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPS.
3.2. Sumber Belajar
Sumber belajar mencakup tempat, benda, orang, buku, dan peristiwa yang dapat digunakan sebagai wahana belajar. Memanfaatkan sumber belajar yang beragam akan membantu siswa memperoleh informasi dari berbagai perspektif dan pengalaman.
3.3. Fungsi Sumber Belajar
Fungsi sumber belajar sangat penting dalam keberhasilan pembelajaran. Sumber belajar dapat berfungsi untuk riset, desain, produksi, evaluasi, dan pelayanan. Pengelolaan sumber belajar yang baik akan mendukung proses belajar mengajar yang efektif.
3.4. Bahan Ajar
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam kegiatan pembelajaran. Bahan ajar dapat berupa media tulis, audio visual, dan interaktif. Penggunaan bahan ajar yang tepat akan memudahkan siswa dalam memahami materi.
3.5. Jenis-jenis Bahan Ajar
Jenis-jenis bahan ajar meliputi bahan ajar cetak, audio, pandang dengar, dan interaktif. Setiap jenis bahan ajar memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga guru perlu mempertimbangkan penggunaannya sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
IV. Pendekatan Pembelajaran IPS
Pendekatan dalam pembelajaran IPS sangat beragam dan harus disesuaikan dengan karakteristik siswa dan konteks pembelajaran. Pendekatan yang tepat akan meningkatkan keterlibatan siswa dan efektivitas pembelajaran. Dalam pembelajaran IPS, pendekatan saintifik, kontekstual, dan konstruktivisme sering digunakan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna.
4.1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bagian ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan berbagai pendekatan pembelajaran IPS dan mengidentifikasi pendekatan yang sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran. Tujuan ini penting untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang metode pembelajaran.
4.2. Hakikat Pendekatan
Pendekatan dalam pembelajaran dapat dilihat sebagai sudut pandang terhadap proses belajar. Pendekatan yang berpusat pada siswa mendorong keterlibatan aktif dan kreatif siswa dalam proses pembelajaran, sementara pendekatan yang berpusat pada guru lebih fokus pada penyampaian informasi.
4.3. Pendekatan Pembelajaran Saintifik
Pendekatan saintifik merupakan ciri khas dari kurikulum 2013, yang melibatkan langkah-langkah ilmiah dalam pembelajaran. Melalui pendekatan ini, siswa diajarkan untuk mengamati, bertanya, menalar, bereksperimen, dan mengkomunikasikan hasil belajar mereka.
4.4. Pendekatan Kontekstual
Pendekatan kontekstual mengaitkan materi pelajaran dengan situasi nyata yang dihadapi siswa. Pendekatan ini mendorong siswa untuk menghubungkan pengetahuan yang mereka miliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan.
4.5. Pendekatan Konstruktivisme
Pendekatan konstruktivisme menekankan pada kreativitas siswa dalam menyalurkan ide-ide baru. Siswa didorong untuk menyelidiki dan menguji pengetahuan baru yang mereka peroleh, sehingga mereka dapat membangun pemahaman yang lebih dalam tentang materi.
Referensi Dokumen
- Pengetahuan Sosial ( Ichas Hamid Al-lamri dan Tuti Istianti )
- Fungsi Pembelajaan Ilmu Pengetahuan Sosial ( Ishack dalam Winataputra )
- Kurikulum 2013 ( Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan )
- Pengintegrasian pembelajaran tematik ( Poerwadarminta )