• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hukum Memperingati Hari Besar Islam: Studi Terhadap Pendapat Ormas Islam di Sumatera Utara - Repository UIN Sumatera Utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Hukum Memperingati Hari Besar Islam: Studi Terhadap Pendapat Ormas Islam di Sumatera Utara - Repository UIN Sumatera Utara"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

121

BAB I V PEN U TU P

A. Kesim pulan

Secara umum terdapat kesepakatan dan perbedaan pendapat

mengenai hukum memperingati hari besar I slam menurut empat ormas

I slam di Sumatera Utara. Ada dua kesepakatan di antara mereka. Pertama,

tentang boleh, mubah, memperingati hari besar I slam terutama satu

Muharram (tahun baru I slam), M aulid Nabi, I sra’ Mi’raj dan Nuzul Qur’an.

Hukum ini bisa berubah kepada hukum yang lima sesuai illatnya. Kedua,

hukum boleh tersebut dapat berubah menjadi haram jika tidak sesuai dengan

syari’at I slam. Adapun perbedaan mereka terletak pada eksistensi Barzanji

dalam maulid Nabi Muhammad saw. Muhammadiyah memandang bahwa

dalam Barzanji terdapat uraian yang bertentangan dengan Hadis sahih yang

diriwayatkan oleh Bukh±r³ . Sedangkan tiga ormas I slam lainnya

memandangnya sebagai sastra dan seni I slami. Setelah dianalisa dalil yang

diajukan oleh Muhammadiyah tentang eksistensi Barzanji ternyata H adis

tersebut oleh ulama masih diperdebatkan , ikhtilaf.

Dalam mengokohkan pendapatnya, ada empat argumentasi yang

digunakan empat ormas I slam. Pertama dan Kedua, merujuk petunjuk umum

ayat Alquran dan Hadis. Ketiga, kaidah u¡-liyah tentang boleh melakukan

sesuatu. Keempat, teori ma¡lah±t. Teori yang terakhir ini dikemukakan oleh

Muhammadiyah, kaidah u¡-liyah semata oleh Al-I ttihadiyah, tunjukan umum

Alquran dan H adis oleh Al-Washliyah. Tunjukan umum Hadis dan kaidah

u¡-liyah oleh Nahdlatul Ulama. Teori ma¡lah±t yangdipakai Muhammadiyah

di karenakan tidak adanya dalil secara khusus tentang peringatan hari besar

I slam dan sebagai konsekuensi dari berpegang kepada Alquran dan Hadis

(2)

122

Berkenaan dengan adanya larangan memperingati hari besar I slam

oleh orang tertentu di mediamassa, Waspada, empat ormas I slam tidak

sepakat dengan pelarangan tersebut. Beragam mereka menanggapinya.

Muhammadiyah tidak sepakat dengan pelarangan mutlak, Nahdlatul Ulama

memandang larangan tersebut selain bukan otoritasnya juga termasuk

khil±fiyah, Al-Washliyah memandang pelarang terlalu sempit memaknai

bid’ah. Al-I ttihadiyah tidak sepakat tetapi menghormati pendapat tersebut.

Meskipun demikian mereka tidak mau menanggapinya, karena mereka

sebelumnya pernah meminta kepada Waspada agar tulisan-tulisannya

dihentikan.

Berdasarkan penelitian terhadap dalil-dalil yang dirujuk pelarang

dalam memperingati hari besar I slam, ternyata dalil-dalil, berupa dua Hadis

sahih, yang diajukan masih diperdebatkan bahkan mereduksi jalinan makna

keseluruhan Hadis yang merupakan landasan mereka dalam

mengistimbatkan hukum dan pendapat yang diajukan dipandang tidak begitu

kuat. Dua Hadis tersebut yaitu

ﺔﻟﻼﺿ

ﺔﻋﺪﺑ

ﻞﻛ

dan

نﺮﻘﻟا

ﺮﯿﺧ

. Hadis yang

pertama adalah Hadis yang diperdebatkan, sedangkan Hadis kedua, secara

liter lik tidak ditemukan seperti itu. yang ada adalah

ﺔﻣﻷا

ﺮﯿﺧ

dan

ﺮﯿﺧ

سﺎﻨﻟا

. Di mana batas dari priode sebaik-baik manusia dan sebaik-baik umat, secara keseluruhan Hadis menunjukkan tidak hanya terbatas pada qur n

ketiga atau Salaf a¡-¢±li¥ bahkan sesudahnya.

Hasil penelitian lain yang masih erat hubungannya dengan penelitian

ini adalah mengenai eksisnya perdebatan khil±fiyah di harian Waspada. Ada

tiga faktor yang sangat signifikan terhadap eksisnya perdebatan khil±fiyah.

Pertama, Faktor Sumber dalam hal ini Gurunya dan buku sumber

rujukannya. Kedua, Faktor Penguat dalam hal ini pendukungnya. Ketiga,

Faktor Wadah atau Tempat yang mengais keuntungan dalam perdebatan ini

(3)

123

signifikan. Oleh karenanya ada dua cara agar perdebatan tidak eksis lagi.

Pertama, diharapkan tidak ada seorangpun yang membalas stetment yang

bernuansa perdebatan khil±fiyah di mediamassa, Waspada. Kedua, kepada

penulis-penulis di Waspada diharapkan tidak ada yang menilai positif

perdebatan khil±fiyah yang bernuansa memecah-belah umat.

B. Sar an-sar an

I nti dari permasalahan ini adalah masalah khil±fiyah, oleh karenanya

khususnya umat I slam di Sumatera Utara tidak terpancing dengan adanya

tulisan-tulisan atau statement yang mengarah kepada saling menyalahkan

bahkan perpecahan. Untuk mencegah hal ini sebaiknya masyarakat Sumatera

Utara dapat meminta, menerima, tau¡iyah atau fatwa Majelis Ulama

I ndonesia Sumatera Utara. Karena Majelis ini selain pendapat ormas I slam

ada di dalamnya dan juga merupakan pendapat r epr esentatif bagi umat I slam

I ndonesia.

Mengenai perbedaan pendapat mengenai Barzanji dan kisah-kisah

syair Nabi saw. lainnya perlu adanya penelitian yang mendalam terutama

menurut pendekatan sastra Arab I slam dan Pemikiran teologi para pengarang

Barzanji dan kisah-kisah syair Nabi saw. yang lainnya. Hal ini karena

kitab-kitab tersebut merupakan karya monumental pada masanya dan lagi

perselisihan yang ada karena hanya menggunakan pendekatan Alquran dan

Referensi

Dokumen terkait

Nur Ahmad Fadhil Lubis [UIN Sumatera Utara) M. Yasir Nasution [UIN Sumatera UtaraJ Muhammad Amin Suma [UIN Syahid Jakarta). Ibrahim Siregar (IAIN Padang

Budiman, NIM 3072044 Program Studi Pendidikan Islam telah diuji dalam Sidang Terbuka Disertasi Program Doktor (S3) Program Pascasarjana IAIN Sumatera Utara Medan

Amiur Nuruddin (lAlN Sumatera Utara) Nawir Yuslem (lAlN Sumatera Utara) Muhammad Amin Suma (UlN Syahid Jakarta) Rusydi Ali Muhammad (lAlN ar-Raniry Banda Aceh). Solly

Gerakan dinasti ini mempunyai arti yang sangat penting bagi masyarakat umat Islam khususnya suku Barbar, karena dengan adanya gerakan ini umat Islam Afrika Utara

Sesuai dengan penyebaran angket yang telah peneliti lakukan di Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumatera Utara kami memperoleh hasil tanggapan dari

Penelitian ini hendak menelusuri bagaimana aktivitas Filantropi Islam di Kalangan Jama’ah Tabligh Halqah Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara, bentuk-bentuk

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA ILLEGAL FISHING DENGAN ALAT TANGKAP IKAN TERLARANG DI PELABUHAN BELAWAN SUMATERA UTARA Studi Pada DITPOLAIRUD Polda Sumatera Utara TESIS

PERAN KEPOLISIAN DALAM PENEGAKAN HUKUM DALAM TINDAK PIDANA PENYEROBOTAN TANAH Studi Kasus Di Kepolisian Daerah Sumatera Utara TESIS Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat