• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Serian Film Animasi Pendek Sebagai Media Pengenalan Kisah Wayang untuk Remaja.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Serian Film Animasi Pendek Sebagai Media Pengenalan Kisah Wayang untuk Remaja."

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

PERANCANGAN SERIAN FILM ANIMASI PENDEK SEBAGAI

MEDIA PENGENALAN KISAH WAYANG UNTUK REMAJA

Oleh

Titus Himawan

1064140

Kisah wayang adalah kebudayaan Indonesia yang sangat berharga, kebudayaan ini berkembang di pulau Jawa dan beberapa kisah wayang adalah kisah asli dari Indonesia. Namun tingkat pengetahuan remaja terhadap kisah wayang di Indonesia tergolong sangat rendah. Berdasarkan hasil kuesioner pada target audience remaja berusia 12-18 tahun di Bandung, Indonesia, terdapat 2 dari 10 orang yang mengenali kisah wayang asli Indonesia. Hal ini dilatar belakangi karena kurangnya media informasi, dan banyaknya cerita asing dari luar Indonesia yang mudah diakses oleh remaja. Hal ini sangat disayangkan karena beberapa kisah wayang adalah kebudayaan asli Indonesia, dan kisah-kisah ini memiliki cerita dengan ajaran moral yang baik dan tidak kalah dengan cerita asing.

Berdasarkan permasalahan diatas, media informasi berbentuk serian animasi pendek dirancang dengan tujuan untuk memperkenalkan kisah wayang kepada remaja dan menambah ketertarikan remaja terhadap kisah wayang. Serian animasi dengan judul utama, "Kisah Wayang" akan menyampaikan kisah-kisah dunia perwayangan terutama kisah wayang asli Indonesia, salah satunya adalah kisah Dewa Ruci dan kisah Arjuna Wiwaha.

Kisah wayang akan disampaikan melalui media utama yaitu serian film animasi pendek, yang didukung dengan teaser seri film animasi dan end-credit teaser untuk meng-informasikan audience tentang seri film selanjutnya, disertai juga perancangan poster, sosial media, website,

dan gimmick. Film animasi pendek dirancang dengan gaya visual baru, dan mendapat perubahan beberapa plot cerita dengan menambahan unsur humor ke dalamnya agar diminati oleh remaja dan menimbulkan rasa ingin tahu dan respek terhadap kisah wayang.

(2)

Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT

SHORT ANIMATION SERIES DESIGN TO INTRODUCE

WAYANG STORIES FOR TEENAGER

Submitted by

Titus Himawan

1064140

Wayang (Indonesian traditional puppet show) stories are one of Indonesian very valuable culture

which developed in Java and some of the stories are Indonesian native stories. However, the level of teenagers’ knowledge of the stories of Indonesian wayang is low. Based on the results of questionnaires to a target audience of 12-18 year-old adolescents in Bandung, Indonesia, there

are 2 out of 10 people who recognize the native Indonesian wayang stories. This is as a result of

lack of information about the stories and also the easy access to many foreign stories for

teenagers. This is unfortunate since some of the stories are native Indonesian culture and have

good moral teaching which is not inferior to the foreign stories.

Based on the above issues, an informational medium in the form of short animations are designed

with the aim to introduce the story of the puppet to teenagers and to increase the interest of the

young people to wayang stories. This animation series with the main title "Wayang Story" will

convey the stories of world puppetry mainly native Indonesian wayang stories, one of which is

the story and the story of Dewa Ruci and Arjuna Wiwaha.

Wayang stories will be delivered through the main media which is a short animated film, which

is supported by the teaser series of animated films and end-credit teaser to inform the audience

about the next movie series, accompanied also designing posters, social media, website, and a

gimmick. A short animated film is designed with a new visual style, and it has some plot changes

by adding humor into it to make it attractive to teenagers and raises curiosity and respect for the

wayang stories.

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL... i

LEMBAR PENGESAHAN... ii

PERNYATAAN ORISINILITAS KARYA DAN LAPORAN... iii

PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN... iv

ABSTRAK... v

2.2Penggambaran Tokoh Karakter dalam Karya Fiksi ... 7

2.3Computer Generated Imagery ... 8

2.3.1 Definisi Computer Generated Imagery ... 8

(4)

Universitas Kristen Maranatha

2.4Struktur Naratif ... 10

2.5Perkembangan Psikologi Remaja ... 12

2.6Segmentasi Pasar ... 14

2.6.1 Targeting ... 15

2.6.2 Positioning ... 15

BAB III TUJUAN PERANCANGAN……….. 17

3.1 Perusahaan / Lembaga Terkait ... 17

3.4 Tinjauan terhadap Proyek / Persoalan Sejenis ... 34

(5)

4.4.6 Media Pendukung ... 62

BAB V PENUTUP………...………...…. 66

5.1 Simpulan ... 66

5.2 Saran ... 67

DAFTAR PUSTAKA ... 68

(6)

Universitas Kristen Maranatha

Gambar 3.10 Diagram hasil survei pada remaja 12-18 tahun ... 32

Gambar 3.11 Diagram hasil survei pada remaja 12-18 tahun ... 32

Gambar 3.12 Diagram hasil survei pada remaja 12-18 tahun ... 33

Gambar 3.13 Diagram hasil survei pada remaja 12-18 tahun ... 33

Gambar 3.14 Screenshot film animasi kisah wayang, Lakon Bisma ... 34

Gambar 3.15 Screenshot film animasi cerita rakyat, Asal Mula Kota Cianjur .... 35

Gambar 3.16 Screenshot film animasi cerita rakyat, Mat Jenin ... 36

Gambar 4.1 Typeface Drakonheart Leiend ... 41

Gambar 4.10 Siluet model tokoh karakter Nemburnawa ... 58

Gambar 4.11 Illustrasi environment Hutan ... 59

(7)

Gambar 4.13 Illustrasi environment Interior Istana ... 60

Gambar 4.14 Illustrasi environment Eksterior Istana ... 60

Gambar 4.15 Illustrasi environment Singrangga Land ... 60

Gambar 4.16 Illustrasi environment Gua Singrangga ... 61

Gambar 4.17 Screenshot scene Introduksi ... 61

Gambar 4.18 Screenshot scene Arc pertama ... 62

Gambar 4.19 Screenshot scene Arc kedua ... 62

Gambar 4.20 Poster Dewa Ruci ... 63

Gambar 4.21 Desain merchandise ... 64

(8)

Universitas Kristen Maranatha BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan. Kebudayaan dapat

berupa berupa tarian, alat musik, cerita/kisah, ritual, ornamen, motif kain,

musik, seni pertunjukan, arsitektur, pakaian tradisional, senjata, makanan,

dan bahasa. Beberapa dari kebudayaan ini sudah hilang atau terlupakan

karena kurangnya perhatian masyarakat Indonesia terhadap budayanya,

maupun perkembangan zaman yang begitu cepat sehingga menggantikan

budaya tradisi dengan budaya modern.

Pulau jawa adalah salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki kebudayaan

yang beraneka ragam. Di daerah ini dapat ditemukan banyak cerita/kisah

tradisional yang sangat menarik. Cerita-cerita ini menceritakan tentang

legenda asal usul tempat, asal usul tokoh karakter, pesan moral yang baik,

humor, dan lain-lain. Cerita/kisah tradisional ini sering diperkenalkan sebagai

dongeng, seni pertunjukan, pantun&peribahasa.

Cerita/kisah tradisional hampir dimiliki oleh setiap suku bangsa Indonesia

dari berbagai daerah. Cerita/kisah ini mulai dilupakan dan kurang diketahui

oleh masyarakat Indonesia sendiri seiring dengan perkembangan zaman dan

banyaknya cerita asing yang masuk ke Indonesia. Salah satunya adalah

cerita/kisah tradisional dari Pulau Jawa. Fenomena ini terjadi karena

kurangnya kewaspadaan masyarakat Indonesia terhadap budaya sendiri dan

kurangnya proses dokumentasi. Sangat disayangkan, cerita/kisah tradisional

yang dimiliki oleh Indonesia tidak kalah menarik dengan cerita-cerita modern

lainnya.

Dokumentasi adalah salah satu cara untuk melestarikan dan mengembangkan

budaya. Melalui proses dokumentasi yang baik, kebudayaan Indonesia dapat

(9)

dokumentasi di Indonesia belum berjalan dengan baik, dan masih banyak

yang menggunakan bahasa lisan untuk melestarikan budaya secara turun

temurun.

Salah satu cerita/kisah tradisional yang sudah mulai terlupakan adalah kisah

tokoh wayang. Kisah tokoh wayang pada umumnya diceritakan dengan seni

pertunjukan. Namun seiring dengan perkembangan zaman, peminat

masyarakat Indonesia untuk menonton seni pertujukan wayang terus

berkurang. Sehingga menyebabkan tokoh-tokoh dan cerita wayang ini kurang

dikenali oleh masyarakat, terutama generasi baru. Salah satu kisah dan tokoh

wayang yang sudah cukup terlupakan adalah Bima di kisah Dewa Ruci.

Perkembangan zaman dan teknologi dapat menjadi ancaman serta menjadi

media pendukung budidaya kebudayaan Indonesia tergantung dengan cara

penggunaannya. Generasi baru, terutama anak-anak dan remaja zaman ini

banyak mengkonsumsi waktunya dengan media dan teknologi baru. Media

dan teknologi baru dapat menyajikan informasi dengan cepat dan praktis.

Peneliti ingin menggunakan potensi media dan teknologi baru untuk

menyampaikan kisah tradisional wayang salah satunya kisah Dewa Ruci

untuk generasi baru terutama kaum remaja di pulau Jawa.

1.2 Permasalahan dan Ruang Lingkup

Berdasarkan latar belakang masalah dan ruang lingkup yang telah diuraikan,

maka rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:

a. Bagaimana menyampaikan kisah wayang denganmenggunakan media

dan teknologi baru untuk remaja?

b. Bagaimana upaya dokumentasi dan publikasi serian film animasi

pendek kisah wayang agar dapat dijangkau oleh target-target

audience?

Ruang lingkupdalam perancangan animasi pendek ini adalah remaja berusia

(10)

Universitas Kristen Maranatha

oleh kisah wayang lebih bersifat heroik, mengandung unsur kekerasan dan

kedewasaan. Salah satu kisah wayang, yaitu kisah Dewa Rucimemiliki makna

cukup mendalam dan mengandung kisah pencarian jati diri yang baik untuk

dijadikan pesan moral untuk remaja.

1.3 Tujuan Perancangan

Berdasarkan pokok-pokok permasalahan yang telah dirumuskan dalam

rumusan masalah di atas, maka tujuan perancangan karya ini adalah sebagai

berikut:

a. Mengenalkan kembali kisah wayang kepada remaja usia 12-18 tahun

di pulau Jawa.

b. Menambahkan ketertarikan remaja terhadap kisah wayang melalui

perancangan film animasi pendek kisah wayang yang menarik dan

mudah dijangkau.

1.4 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

Dalam menyusun laporan ini, metode perolehan dan pengolahan data yang

digunakan adalah:

a. Observasi

Pencarian data melalui pengamatanke Museum Wayang untuk

memperdalam wawasan mengenai hal yang terkait dengan proses

perancangan tugas akhir ini.

b. Studi Pustaka

Studi pustaka dilakukan dengan mencari referensi pada dan

buku-buku kisah Wayang. Referensi ini digunakan sebagai pedoman untuk

memahami pokok permasalahan dan mencari cara pemecahan masalah

yang tepat, efektif.

c. Kuesioner

Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat

pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada remaja berusia 12-18

tahununtuk validitas pernyataan. Kuesionerjuga menjadi salah satu

(11)

1.5 Skema Perancangan

(12)

Universitas Kristen Maranatha

BAB V

PENUTUP

5.1 Simpulan

Kisah Wayang adalah kumpulan serian film animasi pendek yang menceritakan

cerita wayang, terutama kisah wayang asli Indonesia. Kisah Wayang disertai

dengan beberapa sub-judul dengan durasi yang relative lebih pendek. Hal ini

menekankan tentang animasi yang dapat dinikmati tanpa menghabiskan waktu

yang banyak, dan dapat memberikan kesan yang positif untuk audience terutama

di penekanan plot humor ke dalam cerita Kisah Wayang.

Tujuan dari perancangan serian film animasi pendek ini adalah untuk

memperkenalkan cerita wayang, terutama cerita wayang asli Indonesia kepada

remaja. Serta menarik minat remaja untuk lebih mencintai dan turut ikut serta

dalam membudidayakan kebudayaan Indonesia.

Film animasi pendek ini akan disajikan dengan gaya visual baru yang disukai

remaja yaitu percampuran gaya visual realis dan kartun, disertai dengan

perubahan plot dengan menekankan unsur humor untuk memberi variasi dan

kesan positif kepada remaja. Penyampaikan informasi film animasi pendek

menggunakan narasi bahasa Indonesia, yang mewakili peran Dalang di dalam

seni pertunjukan wayang.

Perancangan serian film animasi pendek kisah wayang sangat potensial untuk

memperkenalkan kisah wayang untuk remaja, namun masih sangat besar ruang

untuk meningkatkan efektivitas. Dalam segi cerita, visual, maupun segi promosi.

Diharapkan melalui langkah kecil ini, dapat memberikan dampak besar terhadap

(13)

5.2 Saran

Saran yang didapat penulis dari penguji antara lain mengenai suara narator yang

dapat dipertimbangkan menggunakan suara wanita atau laki-laki. Pemilihan

suara yang lebih berat atau lebih ringan, masih dapat dikembangkan agar

penyampaian pesan dapat lebih menarik. Penguji juga memberikan saran untuk

menjaga beberapa unsur kisah wayang asli jangan dihilangkan dan dimodifikasi,

perlu perhitungan dalam menjaga unsur kebudayaan namun tetap tampil menarik

(14)

Universitas Kristen Maranatha DAFTAR PUSTAKA

Aminuddin. 2000. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Blair, Preston. 1994. Cartoon Animation. California: Walter Foster Publising, Inc.

Buxton, Bill. 2002. TheArt of Maya: an Introduction to 3D Computer Graphics. New York: Alias Wavefront.

Chatman, Seymour. 1980. Story and Discourse (Narrative Structure in Fiction and

Film) .London: Cornel University Press.

Derakhshani, Dariush. 2012. Introducing Autodesk Maya 2013. Indiana: John Wiley & Sons, Inc.

Hurlock, Elizabeh B. 2004. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kasali, Rhenald. 1999. Membidik Pasar Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kotler, Philip dan Gary Armstrong. 1991. Prinsip Prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga.

Kotler, Philip, 1997. Manajemen Pemasaran. Jakarta, Prenhallindo.

Kotler, Philip. 2005. Manajamen Pemasaran.Jilid 1 dan 2. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia.

Kutha Ratna, Nyoman. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Monks, F.J. 2001. Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarya: Gajah Mada University Press.

Saladin, Djaslim. 2003. Intisari Pemasaran dan Unsur-unsur Pemasaran. Edisi Ketiga, Bandung: Linda Karya.

Sayuti, Suminto. 2000. Kajian Fiksi. Yogyakarta: Gama Media.

Gambar

Gambar 1.1 Skema perancangan

Referensi

Dokumen terkait

Hasil skrining awal dengan metode High Throughput Screening (HTS) hanya ekstrak isolat bakteri Flavobacterium sp yang memiliki aktivitas antibakteri, selanjutnya hasil uji

Perilaku data stasioner mengindikasikan bahwa data tersebut memiliki rata-rata, varians dan kovarians setiap saat sama, tidak menjadi persoalan di titik yang mana mereka

Dari hasil kuesioner didapat bahwa buku pengembangan diri yang paling diminati adalah buku pengembangan diri dalam kategori motivasi, bisnis dan karir.. Gambar 2.6

Robbins dan Judge (2008) juga berpendapat yang dimaksud dengan pengabaian (neglect) adalah secara pasif membiarkan kondisi menjadi lebih buruk, termasuk

Atribut yang menjadi karakteristik konsumen sepeda motor yang paling dominan dalam mempengaruhi pembelian sepeda motor Yamaha NMAX yaitu atribut Harga (Kredit) dengan

164 Hasil wawancara dengan Raihan Nabil, Akmal Firza, Raihan Adzka selaku siswa yang tergabung dalam grup hadroh MI Ma’arif Giriloyo 1 Imogiri Bantul pada tanggal 2

Sedangkan saran yang dapat diberikan adalah: (1) Diharapkan kedepan Pemerintah Daerah lebih memperhatikan dan memfasilitasi pembangunan di desa long lebusan

memiliki kelebihan yaitu selain dengan seleksinya yang ketat untuk menentukan kelayakan anggota, proses pencairannyapun dapat dilakukan dikantor Tamzis atau di tempat