• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 2 Bunguran Barat Mata Pelajaran : Kimia

Kelas / Semester : X / Ganjil Tahun Pelajaran : 2021 / 2022 Materi Pokok : Bentuk Molekul Pertemuan ke : 2 (Kedua)

Alokasi Waktu : 2 Jam pelajaran @ 30 Menit

A. Kompetensi Inti

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,tanggung-jawab,peduli(gotong- royong,kerjasama,toleran,damai),santun,responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3 : Memahami, menerapkan,menganalisis pengetahuan faktual,konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

(2)

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Pengetahuan Kompetensi Dasar Keterampilan 3.6 Menerapkan Teori Pasangan Elektron

Kulit Valensi (VSEPR) dan Teori Domain elektron dalam menentukan bentuk molekul

4.6 Membuat model bentuk molekul dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar atau perangkat lunak komputer

IPK Pengetahuan IPK Keterampilan

3.6.1 Menentukan PEB,PEI,dan elektron valensi suatu senyawa

3.6.2Menentukan bentuk molekul dengan menghubungkan PEB,PEI,dan elektron valensi suatu senyawa

3.6.3Menganalisis bentuk molekul yang terbentuk dari beberapa senyawa

4.6.1 Menggunakan bahan sehari-hari untuk membuat Atom pusat,Pasangan elektron ikatan dan Pasangan elektron bebas dari beberapa senyawa.

4.6.2 Mendesain model bentuk molekul dari beberapa senyawa menggunakan molymod dari bahan plastisin

4.6.3 Mempresentasikan bentuk molekul yang sudah dibuat

HOTS

P2

P5 C3

3

P4 C3

1

C3

C4

P4

(3)

C. Tujuan Pembelajaran

1. Setelah mempelajari tayangan power point dan video youtube diharapkan peseta didik dapat

C A

membuat atom pusat, pasangan elektron ikatan,pasangan elektron bebas dari beberapa

B

senyawa menggunakan molymod dari bahan plastisin dengan tepat.

D

2. Setelah mempelajari tayangan Power point dan video youtube diharapkan peserta didik C A

dapat mendesain Bentuk molekul dari beberapa senyawa menggunakan molymod dari bahan B

plastisin dengan tepat.

D

3. Setelah mengerjakan LKPD diharapkan peserta didik dapat mempresentasikan bentuk

C A B

molekul yang dibuat dengan tepat.

D

4. Melalui kerja kelompok peserta didik diharapkan memiliki sikap bertanggung jawab dan

C A B

komunikatif dalam menyelesaikan tugas kelompok dengan tepat.

D

PPK

TPACK

HOTS

PPK HOTS

4C

4C

(4)

D. Materi Pembelajaran Teori VSEPR

FAKTA

Bentuk suatu molekul berkaitan dengan susunan ruang atom-atom dalam molekul dimana atom bergabung dengan atom lain membentuk molekul untuk mencapai kestabilan

KONSEP

1.Pasangan elektron ikatan(PEI) 2.Pasangan elektron bebas(PEB) 3.Bentuk Molekul

PRINSIP

Teori VSEPR dan Teori domain elektron PROSEDUR

Desain bentuk molekul berdasarkan teori pasangan elektron (VSEPR)

TEKNOLOGI PEDAGOGIK CONTENT

KNOWLEDGE Laptop,Smartphone,video,powerpoint, Proses

pembelajaran dirancang dengan variasi menonton video

pembelajaran dan praktek

Bentuk molekul

berdasarkan teori VSEPR dan domain elektron

E. Strategi Pembelajaran

1. Pendekatan : TPACK

2. Model : Problem Based Learning (PBL) 3. Metode : Diskusi, Tanya Jawab ,Praktek

(5)

F. Media Pembelajaran Media/Alat:

1. PPT

2. Cetak:buku cetak Bahan:

1. Video Pembelajaran 2. Plastisin

G.Sumber belajar

1. Sutresna Nana,Sholehudin dindin,Herlina tati (2016). Aktif dan Kreatif Belajar Kimia kelas X Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam : Penerbit Grafindo

2. https://wanibesak.wordpress.com/tag/teori-vsepr-dan-geometri-molekul/

Diakses pada tanggal 1 Oktober 2021 jam 06.18 Wib

3. Lidyawati, Abdul Gani, dan Ibnu Khaldun(2017).Jurnal Penerapan Model

Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Materi Larutan Penyangga: Korespondensi:

[email protected]:http://jurnal.unsyiah.ac.id/JPSI/article/view /16552/12109(Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, Vol. 05, No.01, hlm 140-146, 2017http://jurnal.unsyiah.ac.id/jpsi)

(1 Oktober 2021 jam 10.41)

4. Youtube:1.https://www.youtube.com/watch?v=GE5kd4lMgFo(13 Oktober 2021)

(6)

H.Kegiatan Pembelajaran Tahapan

Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran Alokasi

waktu

A.Pendahuluan 10’

Pendahuluan(persiapan/orientasi)  Peserta didik dengan sopan menjawab salam guru.

 Peserta didik diarahkan untuk memperhatikan kondisi ruang kelas.

 Peserta didik dan guru berdoa bersama (Religius).

 Peserta didik aktif memberikan informasi keadaan kelas hari ini dan kehadiran peserta didik saat guru mengabsen Apersepsi  Peserta didik diingatkan kembali tentang materi

sebelumnya yaitu Bentuk Molekul dengan melakukan Tanya jawab:

-Pada molekul SO2 berapakah PEI dan PEB nya?

Disini siswa diingatkan dalam menentukan PEI 16S = 2 8 6 Elektron valensi 6

8O = 2 6 Elektron valensi 6

Jumlah PEI=(6+ (2x6))/8=(6+12)/8=18/8=2 Sisa 2 Jumlah PEI=SisaPembagian /2=2/2=1

Jumlah PEI=2,Jumlah PEB=1,Maka bentuk molekul:AX2E (Bengkok)

Motivasi  Peserta didik diajak melihat perbedaan dirinya dengan temannya berbeda bentuk hidung,bentuk wajah,dll.Juga dari alam sekitar terdapat perbedaan bentuk daun,bunga,dan akar, begitu juga dengan bentuk molekul senyawa kimia juga berbeda-beda.

Tujuan Pembelajaran  Tujuan pembelajaran disajikan oleh guru dan siswa memperhatikan dengan baik

 Kompetensi yang akan dicapai disampaikan oleh guru dan siswa menyimak dengan baik.

Tahapan Pembelajaran

 Tahapan pembelajaran dipaparkan oleh guru dan siswa menyimak dengan baik.

B. Kegiatan Inti 40’

PPK

Disiplin

(7)

Fase 1

Orientasi peseta didik kepada masalah

Peserta didik mengamati gambar(Literasi)

 Peserta didik menyaksikan penyajian guru tentang suatu gambar bentuk molekul CH4 dan mengajukan pertanyaan mendasar”Siswa-siswi ibu sekalian perhatikan gambar tersebut di atas,bagaimanakah kita dapat membuat bentuk molekul dengan menggunakan bahan sehari-hari?

Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru tentang gambar yang disajikan oleh guru

 Peserta didik dengan cermat menyimak penyampaian materi dari guru yang dilakukan dengan media power point dan video pembelajaran

Fase 2 Mengorganisasikan

peserta didik  Peserta didik dibagi kelompok yang heterogen.

 Peserta didik mendapatkan LKPD dari guru

 Peserta didik mendapatkan bahan ajar dari guru dan mempelajarinya dalam kelompok masing-masing.

 Peserta didik mendesain bentuk molekul berdasarkan LKPD yang sudah dibagikan pada masing-masing kelompok

Kritis

TPACK K Keterampilan

abad 21:Literasi

HOTS

Kompetensi 4C:Komunikasi

&

kolaborasi ,berpikir kritis dan kreatif

HOTS

Literasi

PPK

HOTS

(8)

Fase 3

Membimbing penyelidikan individu dan kelompok

 Peserta didik membuat bentuk molekul beberapa senyawa sesuai kelompok .

 Peserta didik yang membutuhkan bimbingan dapat langsung bertanya kepada guru

 Peserta didik mendapatkan bimbingan dari guru dalam diskusi kelompok

Fase 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

 Peserta didik menyelesaikan model molekul dengan memperhatikan bentuk molekul yang tepat sesuai Pasangan elektron ikatan,Pasangan elektron bebas,dan sudut ikatan dengan tepat.

 Peserta didik menyajikan hasil kerja kelompok bentuk molekul yang sudah dibuat ke depan kelas.

Fase 5 Menganalisis dan

mengevaluasi proses pemecahan masalah

.

 Peseta didik bersama guru menganalisis, mengevaluasi tentang bentuk molekul pada setiap hasil presentasi setiap kelompok.

 Peserta didik dan guru menyamakan persepsi tentang bentuk molekul yang sudah dibuat.

C.Penutup 10’

 Peserta didik difasilitasi untuk menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan

 Guru mengevaluasi pembelajaran hari ini dengan membagikan soal uraian kepada siswa

 Pelaksanaan refleksi pembelajaran hari ini.

 Peserta didik ditugaskan untuk mempelajari di rumah materi pertemuan minggu depan yaitu materi: Gaya antar molekul

 Peserta didik dan guru mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam penutup

Komunikatif

Religius

Bertanggungjawab

(9)
(10)
(11)

Kelas:XMIPA

BENTUK MOLEKUL

(12)

Lembar Kerja Peserta Didik

Sekolah : SMA Negeri 2 Bunguran Barat Mata pelajaran : Kimia

Kelas/Semester : X MIPA / 1 (satu) Materi Pokok : Bentuk Molekul

Kompetensi Dasar :4.6 Membuat model bentuk molekul dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar atau perangkat lunak komputer

Petunjuk

1. Bacalah bahan ajar yang telah dibagikan 2. Bekerjalah dalam kelompok dengan tertib.

Teori :

Teori VSEPR, merupakan suatu teori pembentukan molekul berdasarkan tolak menolak pasangan elektron. Pasangan elektron bebas (PEB) dan pasangan elektron ikatan (PEI) memiliki daya tolak menolak yang berbeda-beda. Dimana : PEB-PEB > PEB-PEI>PEI-PEI

Hal tersebut disebabkan perbedaan komposisi PEI dan PEB dari pasangan elektron yang ada pada atom pusatnya. Sehingga bentuk molekul dasar (simetris) tersebut terdistorsi menjadi bentuk molekul yang berbeda dan tidak simetris.

(13)

Untuk mempelajari lebih lanjut kerjakanlah kegiatan berikut ! Nama Kelompok:

Anggota:

Prosedur :

1.Tuliskan nama kelompok dan nama anggota di bagian atas lembar kerja ini!

2.Kerjakan setiap point yang diberikan pada tabel berikut ini dengan penuh tanggung-jawab!

Contoh:

BeF2

4Be: 2 2 ← elektron valensi = 2.

9F: 2 7 ← elektron valensi = 7.

Jumlah elektron valensi total (1 atom Be + 2 atom F) adalah 2 + 2.7 = 16.

PEI=Jumlah elektron valensi total/8 PEI=16/8

PEI=2

Tidak ada sisa pembagian, berarti jumlah PEB = 0(AX2E) bentuk molekul Planar huruf V

(14)

Nama Kelompok:

Anggota:

Kelompok 1

No Langkah kerja Keterangan

Persiapan Petunjuk Awal:

1. Siapkan plastisin,tusuk gigi,penggaris,busur.

2. Bulatin plastisin

3. Buat bulatan plastisin yang terdiri dari 2 warna

4. Tentukan warna yang mana yang menjadi Atom Pusat(A),Atom terikat(X),dan Pasangan elektron Bebas (E )

Berikan ceklis : 1.….

2.….

3…..

4.….

Pembuatan bentuk molekul

Rancanglah bentuk molekul berikut ini:

1.CO2

Nama Sudut ikatan

Jumlah PEI (X)

Jumlah PEB

(E)

Rumus (AXnEm)

Bentuk Molekul Contoh senyawa

Linear 180 2 0 AX2 CO2

2.NH3

Nama Sudut ikatan

Jumlah PEI (X)

Jumlah PEB (E)

Rumus (AXnEm)

Bentuk Molekul

Contoh senyawa Piramida

trigonal

107 3 1 AX3E NH3

(15)

Nama Kelompok:

Anggota:

Kelompok 2

No Langkah kerja Keterangan

Persiapan Petunjuk Awal:

1. Siapkan plastisin,tusuk gigi,penggaris,busur.

2. Bulatin plastisin

3. Buat bulatan plastisin yang terdiri dari 2 warna

4. Tentukan warna yang mana yang menjadi Atom Pusat(A),Atom terikat(X),dan Pasangan elektron Bebas (E )

Berikan tanda ceklis :

1.….

2.….

3…..

4.….

Pembuatan bentuk molekul

Rancanglah bentuk molekul berikut ini:

Nama Sudut ikatan

Jumlah PEI (X)

Jumlah PEB (E)

Rumus (AXnEm)

Bentuk Molekul Contoh senyawa Planar

bentuk V

104,5 2 2 AX2E2 H2O

Planar bentuk T

90 3 2 AX3E2 ClF3

(16)

Nama Kelompok:

Anggota:

Kelompok 3

No Langkah kerja Keterangan

Persiapan Petunjuk Awal:

1. Siapkan plastisin,tusuk gigi,penggaris,busur.

2. Bulatin plastisin

3. Buat bulatan plastisin yang terdiri dari 2 warna

4.Tentukan warna yang mana yang menjadi Atom Pusat(A),Atom terikat(X),dan Pasangan elektron Bebas (E )

Berikan tanda ceklis :

1.….

2.….

3…..

4.….

Pembuatan bentuk molekul

Rancanglah bentuk molekul berikut ini:

Nama Sudut ikatan

Jumlah PEI (X)

Jumlah PEB

(E)

Rumus (AXnEm)

Bentuk Molekul Contoh senyawa

Linear 180 2 3 AX2E3 XeF2

Segie mpat datar

90 4 2 AX4E2 XeF4

(17)

Nama Kelompok:

Anggota:

Kelompok 4

No Langkah kerja Keterangan

Persiapan Petunjuk Awal:

1. Siapkan plastisin,tusuk gigi,penggaris,busur.

2. Bulatin plastisin

3. Buat bulatan plastisin yang terdiri dari 2 warna

4.Tentukan warna yang mana yang menjadi Atom Pusat(A),Atom terikat(X),dan Pasangan elektron Bebas (E )

Berikan tanda ceklis : 1.….

2.….

3…..

4.….

Pembuatan bentuk molekul

Rancanglah bentuk molekul berikut ini:

Nama Sudut ikatan

Jumlah PEI (X)

Jumlah PEB

(E)

Rumus (AXnEm)

Bentuk Molekul Contoh senya

wa

Linear 180 2 0 AX2 CO2

Tetrah edral

109,5 4 0 AX4 CH4

(18)

Kegiatan Analisis Kelompok saat Presentasi berlangsung:

Pada saat Presentasi berlangsung:

1. Tuliskan nama kelompok yang akan anda perhatikan penyajiannya:……..

2. Berikan pendapat anda tentang bentuk molekul yang sudah dibuat oleh kelompok (Masukan) tersebut:………

………

………

………

………

………

………

………

………

3. Ajukan semua yang anda tuangkan ini pada saat kelompok tersebut membuka sesi tanya jawab pada saat mereka presentasi!

(19)
(20)

Instrumen Penilaian Sikap

LEMBAR OBSERVASI SIKAP Mata Pelajaran : Kimia

Kelas/Semester : X / 1 (Satu)

Topik/Subtopik : Bentuk Molekul Berdasarkan Teori VSEPR Indikator : Peserta didik menunjukkan perilaku ilmiah berupa

bertanggungjawab dan komunikatif saat berdiskusi tentang materi bentuk molekul berdasarkan Teori VSEPR

NO Nama Peserta didik Aspek sikap yang dinilai Jumlah skor Bertanggungjawab Komunikatif

1 Afrian Rahmatullah 2 Ande Tirta Wibisono 3 Elisya Fuliana

4 Mansur Efendi

5 M.Nurhidayat

6 Puti Intan Patricia 7 Rana De Mulyono

8 Rahmadeni

9 Rayhan Saputra 10 Rendi Ariansha 11 Rendi Fiki Pratmana

12 Sovi Alami

13 Syakila

14 Widyas Tama Nur Arifin

15 Yuni Arum Maharani 16 Jeni rahmawati

(21)

Berikan skor pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan terhadap peserta didik selama kegiatan

1. Jika tidak pernah berperilaku dalam kegiatan 2. Jika kadang-kadang berperilaku dalam kegiatan 3. Jika sering berperilaku dalam kegiatan

4. Jika selalu berperilaku dalam kegiatan

Rubrik Penilaian Aspek Sikap:

Sikap Kriteria

Bertanggungjawab Membuat semua prosedur pengerjaan yang terdapat di dalam LKPD Menyelesaikan tugas membuat bentuk molekul tepat waktu

Komunikatif Menunjukkan sikap aktif bertanya dan menjawab pertanyaan saat diskusi berlangsung

Menunjukkan sikap menanggapi pertanyaan kelompok lain saat presentasi

Pedoman Penskoran Aspek Sikap:Nilai=(Jumlah Skor/8) X 4 Interval Skor Sikap

3.33 < X ≤ 4.00 SB

2.33 < X ≤ 3.33 B

1.33 < X ≤ 2.33 C

0.00 < X ≤ 1.33 K

(22)

Instrumen Penilaian Pengetahuan

LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN

Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : X / 1 (Satu)

Topik/Subtopik : Bentuk Molekul Berdasarkan Teori VSEPR

Indikator :3.6.4Menentukan bentuk molekul dengan menghubungkan PEB,PEI,dan elektron valensi suatu senyawa

3.6.5Menganalisis dan menggambarkan bentuk molekul yang terbentuk dari beberapa senyawa

(23)

KISI-KISI SOAL

Jenis Sekolah :SMA Alokasi waktu:10 menit

Mata Pelajaran:Kimia Jumlah soal:3(Uraian)

Kelas/semester:XMIA 1/1 Penulis :Ervinna Ima Suryani Damanik,S.Pd Kurikulum:2013

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar

Materi Indikator Bentuk

Tes

Nomor soal

3.Memahami, menerapkan,meng analisis

pengetahuan faktual,konseptual, prosedural

berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,budaya, dan humaniora dengan wawasan

kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab

fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

3.6

Menerapkan Teori

Pasangan Elektron Kulit Valensi (VSEPR) dan Teori Domain elektron dalam menentukan bentuk molekul

Bentuk Molekul

3.6.1 Menentukan

PEB,PEI,dan elektron valensi suatu senyawa

Uraian 1

3.6.2Menentukan bentuk molekul dengan

menghubungkan

PEB,PEI,dan elektron valensi suatu senyawa

Uraian 2

3.6.3Menganalisis bentuk molekul yang terbentuk dari beberapa senyawa

Uraian 3

(24)

SOAL EVALUASI

1. Suatu unsur X dengan nomor atom 16 akan berikatan dengan unsur Y yang memiliki nomor atom 8 dengan jumlah atomnya 2.Tentukanlah jumlah pasangan elektron ikatan,pasangan elektron bebas,dan elektron valensinya!

2. Unsur C memiliki nomor atom 6 akan berikatan dengan unsur D yang memiliki nomor atom 8 dengan jumlah atom 2.Tentukanlah Pasangan elektron bebas,Pasangan elektron ikatan,dan elektron valensi senyawa yang terbentuk dan bentuk molekul yang terjadi!

3. Unsur A yang memiliki nomor atom 5 akan berikatan dengan unsur B yang memiliki nomor atom 9 membentuk senyawa AB3. Analisislah bentuk molekul AB3 yang terbentuk dan gambarkan bentuk molekulnya?

TABEL KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI DAN SKOR

NO Jawaban Skor

1 16X = 2 8 6 elektron valensinya 6

8Y= 2 6 elektron valensinya 6

Maka,Jumlah elektron valensi total=(6+(2x6))/8=(6+12)/8=18/8=2 sisa 2 Maka PEI=2

PEB=2/2=1

Pasangan elektron ikatan:2

Pasangan elektron bebas:1

30

2 6C= 2 4 Elektron valensi 4

8D= 2 6 Elektron valensi 6

Jumlah elektron valensi total=(4+(2x6)/8=(4+12)/8=16/8= 2 Sisa 0 PEI=2

Sisa pembagian=0 maka PEB=SP/2=0/2=0

35

(25)

Bentuk Molekul AX2E0 (AX2)

3

5A : 2 3 elektron valensi= 3

9B : 2 7 elektron valensi= 7 Bentuk Molekul :AB3

Dianalisis dari bentuk molekul ini berarti PEB=0 Jumlah electron valensi

total=((1 𝑋 𝑒𝑙𝑒𝑘𝑡𝑟𝑜𝑛 𝑣𝑎𝑙𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑎𝑡𝑜𝑚 𝐴)+ (3 𝑥 𝑒𝑙𝑒𝑐𝑡𝑟𝑜𝑛 𝑣𝑎𝑙𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑎𝑡𝑜𝑚 𝐵)) 8

Jumlah electron valensi total=((1x3)+(3x7))

8

=

3+21

8

=

24

8

=3

PEI=3

PEB=SP/2=0/2=0

Bentuk molekul AB3 adalah Trigonal Planar

35

(26)

Rubrik Penilaian Aspek Pengetahuan:

No Soal

Skor Maksimum

Kriteria Skor

Acuan/Kriteria Penilaian

1 30 5

5 5

5 5

5

Menuliskan konfigurasi elektron dengan benar Menuliskan elektron valensi dengan benar Menghitung Jumlah elektron valensi total dengan benar

Menghitung jumlah Pasangan elektron bebas dengan benar

Menyimpulkan Pasangan elektron ikatan dengan benar

Menyimpulkan Pasangan elektron bebas dengan benar

2 35 5

5 5 5 5 5 5

Menuliskan k o n f i g u r a s i e l e k t r o n d e n g a n b e n a r -Menuliskan elektron valensi dengan benar

Menuliskan PEI dengan benar Menuliskan PEB dengan benar Menuliskan bentuk molekul

Menuliskan nama dari bentuk molekul Menggambarkan bentuk molekul

3 35 5

5 5 5 5 5 5

Menuliskan k o n f i g u r a s i e l e k t r o n d e n g a n b e n a r -Menuliskan elektron valensi dengan benar

Menuliskan PEI dengan benar Menuliskan PEB dengan benar Menuliskan bentuk molekul

Menuliskan nama dari bentuk molekul Menggambarkan bentuk molekul

Pedoman Penskoran Aspek Pengetahuan:

Nilai=(Jumlah Skor/100) X 100

(27)

Instrumen Penilaian Keterampilan

LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN Mata Pelajaran : Kimia

Kelas/Semester : X / 1 (Satu)

Topik/Subtopik : Bentuk Molekul Berdasarkan Teori VSEPR

Indikator :

4.6.1 Menggunakan bahan sehari-hari untuk membuat Atom pusat,Pasangan elektron ikatan dan Pasangan elektron bebas dari beberapa senyawa.

4.6.2 Membuat model bentuk molekul dari beberapa senyawa menggunakan molymod dari bahan plastisin

4.6.3 Mempresentasikan bentuk molekul yang sudah dibuat

No Kelompok Pembuatan

Produk

Presentasi Produk Diskusi Jumlah Skor

1 1

2 2

3 3

4 4

(28)

Rubrik Penilaian Tes Praktik ( Presentasi)

No Keterampilan yang dinilai Skor Rubrik

1 Pembuatan Produk 40 Menunjukkan 2 kriteria :

- Terdapat perbedaan warna antara atom pusat dan atom terikat

- Bentuk molekul yang didesain tepat 20 Menunjukkan 1 kriteria

2 Presentasi Produk 30 Menunjukkan 3 kriteria :

- Bahasa yang digunakan bahasa baku - Suaranya jelas

- Intonasinya tepat 20 Menunjukkan 2 kriteria 10 Menunjukkan 1 kriteria

3 Diskusi 30 Menunjukan 3 kriteria :

- Menanggapi semua pertanyaan - Tanggapannya tepat

- Tanggapan disampaikan dengan santun 20 Menunjukkan 2 kriteria

10 Menunjukkan 1 kriteria

Pedoman Penskoran Aspek Keterampilan:

Nilai=(Jumlah Skor/100) x 100

(29)
(30)

S M A N 2 B U N G U R A N B A R A T

2021

BENTUK MOLEKUL

BY:ERVINNA IMA SURYANI DAMANIK,S.Pd

ervinna ima suryani dmk

BAHAN AJAR

(31)

TEORI VSEPR 1. Kompetensi dasar

Kompetensi Dasar (Pengetahuan) Kompetensi Dasar (Keterampilan) 3.6 Menerapkan Teori Pasangan Elektron

Kulit Valensi (VSEPR) dan Teori Domain elektron dalam menentukan bentuk

molekul

4.6 Membuat model bentuk molekul dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar atau perangkat lunak komputer

3.Materi

Perhatikan gambar berikut ini: Pasti siswa-siswi ibu semuanya membutuhkan air untuk minum,mandi,dan kebutuhan yang lainnya,saat menggunakan air pernahkah kita berpikir bagaimana bentuk molekul air tersebut?

Gambar 1.Air minum dan bentuk molekul H2O bentuk V

https://www.istockphoto.com/id/foto/menuangkan-air-yang-disaring-jernih-dari-kendi- penyaringan-air-ke-dalam-gelas-di-gm1074878858-287731796

(1Oktober 2021 pukul 21.20)

https://rumushitung.com/2020/04/18/kelas-12-molekul-pengertian-tipe-dan-teorinya/

(1 Oktober 2021 Pukul 21.44)

(32)

Untuk memahami tentang bentuk molekul mari kita menyimak penjelasan berikut ini:

Teori Bentuk Molekul:

1.Teori VSEPR

2.Teori domain electron

Molekul adalah kumpulan 2 atom atau bahkan lebih yang ada di dalam suatu susunan tertentu yang terikat oleh gaya kimia.Molekul tersebut akan membentuk suatu susunan ruang-ruang atom yang dikenal dengan Geometri molekul.Geometri molekul tersebut dipengaruhi oleh Pasangan Elektron Ikatan (PEI),Pasangan electron bebas(PEB) ,dan domain electron.

Pasangan electron ikatan (PEI) adalah pasangan electron yang terikat antara atom pusat dengan atom lain secara kovalen.Sedangkan Pasangan electron bebas(PEB) adalah pasangan electron bebas pada atom pusat yang terikat dengan atom lain,dan domain electron adalah total dari pasangan electron terikat dan bebas.Setiap pasangan electron (ikatan rangkap 2 atau rangkap 3) akan bernilai satu domain

1.Contoh pembentukan senyawa PEI,PEB, dan domain electron menggunakan struktur Lewis pada H2O adalah:

https://materikimia.com/wp-content/uploads/2017/08/Struktur-Lewis-H2O-Air.png(1 Oktober 2021)

Terdapat: 2 pasangan electron terikat(PEI) 2 pasangan electron bebas(PEB) Jumlah domain electron=2+2=4 1.Teori VSEPR

Teori yang digunakan untuk mempelajari gaya tolak antar sesama elektron valensi disebut teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion) yang dikembangkan oleh Gillespie dan Nylholm sehigga sering disebut sebagai teori Gillespie-Nylholm. Dengan teori ini ternyata

(33)

struktur ruang suatu senyawa dapat ditentukan dengan memperhatikan elektron bebas dan elektron ikatan dari senyawa yang bersangkutan.Teori VSEPR yaitu sebuah teori yang menyatakan bahwa “Pasangan elektron dalam ikatan kimia maupun pasangan elektron yang tidak dipakai bersama (pasangan elektron yang mandiri) saling tolak menolak, pasangan elektron akan cenderung berjauhan satu dengan yang lain. Teori ini menggambarkan arah pasangan elektron terhadap inti dari suatu atom. Gaya tolak menolak antara dua pasang elektron akan menjadi semakin kuat dengan semakin mengecilnya jarak antara kedua pasangan elektron tersebut. Sedangkan gaya tolakan akan menjadi semakin kuat apabila sudut diantara kedua pasangan elektron tersebut besarnya 900. Selain itu, tolakan yang melibatkan pasangan elektron tunggal lebih kuat dibandingkan yang melibatkan pasangan ikatan.

Berikut ini merupakan urutan besarnya gaya tolakan di antara 2 pasang elektron berdasarkan teori VSEPR ;

PEB-PEB> PEB-PEI>PEI-PEI

Urutan gaya tolak dimulai dari gaya tolak yang terbesar yaitu sebagai berikut:

1. Gaya tolak antar sesama elektron bebas (PEB vs PEB)

2. Gaya tolak antara pasangan elektron bebas dengan elektron ikatan (PEB vs PEI) 3. Gaya tolak antar pasangan elektron ikatan (PEI vs PEI).

Beberapa Bentuk Molekul Berdasarkan Teori VSEPR

Pada penentuan struktur ruang molekul-molekul berdasarkan teori VSEPR umumnya atom pusat atom pusat dilambangkan dengan A, jumlah atom yang diikat atau jumlah pasangan elektron ikatan (PEI) dilambangkan dengan X dan pasangan elektron bebas atom pusat dilambangkan dengan E. Berbagai struktur ruang molekul dapat dilihat pada Tabel.

Nama Sudut ikatan

Jumlah PEI (X)

Jumlah PEB (E)

Rumus (AXnEm)

Bentuk Molekul Contoh senyawa

Linear 180 2 0 AX2 CO2

Trigonal planar

120 3 0 AX3 BF3

(34)

Planar huruf V 2 1 AX2E SO2

Tetrahedral 4 0 AX4 CH4

Piramida trigonal

3 1 AX3E NH3

Planar bentuk V

2 2 AX2E2 H2O

Bipiramida trigonal

5 0 AX5 PCl5

Bipiramida trigonal

4 1 AX4E SF4

Planar bentuk T

3 2 AX3E2 ClF3

Linear 2 3 AX2E3 XeF2

Oktahedral 90 6 0 AX6 SF6

Piramida segiempat

5 1 AX5E BrF5

(35)

Segiempat datar

4 2 AX4E2 XeF4

Keterangan: PEI = pasangan elektron ikatan, PEB = pasangan elektron bebas, A= atom pusat, Xn = jumlah atom yang diikat atom pusat, Em = jumlah pasangan elektron bebas

2.Teori Domain Elektron

Jika terdapat elektron yang tidak digunakan untuk membentuk ikatan atau elektron bebas ditunjukan dengan garis putus-putus kemudian dua titik yang menyatakan pasangan elektron bebas.

Teori domain elektron merupakan penyempurnaan dari teori VSEPR. adapun arti dari Domain Elektron yaitu kedudukan suatu elektron atau daerah keberadaan suatu elektron, bisa ditentukan dengan jumlah domain sebagai berikut;

Setiap elektron ikatan (baik itu ikatan tunggal, rangkap dua, ataupun rangkap tiga) mempunyai 1 domain

Setiap elektron yang bebas, mempunyai nilai 1 domain

Berikut ini adalah prinsip-prinsip dasar dari teori domain elektron;

a) . Antar domain elektron pada atom pusat saling tolak-menolak sehingga mengatur diri sedemikian rupa sehingga tolakannya menjadi minimum

b) Urutan kekuatan dari domain elektron.Berikut ini merupakan urutannya:

-PEB-PEB>PEB-PEI>PEI-PEI

-Akibat adanya perbedaan kekuatan ini yakni mengecilnya sudut ikatan pada bentuk molekulnya

c) Bentuk molekul hanya ditentukan oleh pasangan eektron ikatan(PEI) Cara Menentukan Geometri Molekul

Geometri molekul atau sering disebut struktur molekul atau bentuk molekul yaitu gambaran tiga dimensi dari suatu molekul yang ditentukan oleh jumlah ikatan dan besarnya sudut-sudut yang ada disekitar atom pusat. Perlu ditekankan istilah molekul hanya berlaku untuk atom-atom yang berikatan secara kovalen. Karena hal inilah, istilah geometri molekul hanya ditujukan pada senyawa kovalen ataupun ion-ion poliatomik.

Di dalam sebuah molekul atau ion poliatom terdapat atom pusat dan substituent- substituen. Substituent yang ada terikat pada atom pusat. Substituent-substituen ini dapat berupa

(36)

atom (misalnya Br atau H) dan dapat pula berupa gugus (misalnya NO2). Terkadang sulit untuk menentukan atom pusat dari suatu molekul atau ion poliatomik.

Berikut beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan atom pusat yaitu sebagai berikut:

1. Atom pusat biasanya ditulis di awal rumus formulanya.

2. Atom pusat biasanya atom yang lebih elektropositif atau kurang elektronegatif.

3. Atom pusat biasanya atom yang memiliki ukuran lebih besar dari atom atau susbstituen- substituen yang ada. H ukuran paling kecil sehingga tidak pernah berlaku sebagai atom pusat.

Contoh: BeCl2 atom pusatnya adalah Be NH3 atom pusatnya adalah N

Elektron valensi atom pusat yang digunakan pada pembentukan senyawa kovalen terkadang digunakan untuk membentuk ikatan kadang tidak digunakan. Elektron yang tidak digunakan ditulis sebagai pasangan elektron bebas (PEB), sedangkan elektron yang digunakan dalam pembentukan ikatan ditulis sebagai pasangan elektron ikatan (PEI). Selain PEB dan PEI pada atom pusat dapat pula terdapat elektron tidak berpasangan seperti pada molekul NO2.

Dalam suatu molekul elektron-elektron tersebut saling tolak-menolak karena memiliki muatan yang sama. Untuk mengurangi gaya tolak tersebut atom-atom yang berikatan membentuk struktur ruang tertentu hingga tercapai gaya tolak yang minimum. Akibat yang ditimbulkan dari tolakan yang yang terjadi yaitu mengecilnya sudut ikatan dalam molekul.

https://wanibesak.wordpress.com/tag/teori-vsepr-dan-geometri-molekul/

Selanjutnya mari kita mempelajari cara untuk menentukan geometri suatu molekul:

Atom pusat dapat kita lambangkan dengan “A”,sedangkan elektron ikatan dengan “X”, dan domain elektron bebas dinyatakan dengan “E”.

Untuk menentukan tipe molekul siswa-siswi dapat menggunakan rumus domain elektron bebas yaitu:

Jumlah elektron Valensi total= ((Jumlah elektron valensi atom pusat + (Jumlah atom terikat x jumlah elektron valensi))/8

PEI=Jumlah elektron valensi total PEB=Sisa Pembagian/2

(37)

Rumus Umum:AXnEn Keterangan:

EV=Jumlah elektron valensi atom pusat

X=Jumlah atom yang terikat pada atom pusat,sedangkan E=Jumlah domain elektron bebas

Langkah-langkah yang digunakan untuk meramal struktur molekul tidak berbeda jauh dengan langkah-langkah yang digunakan untuk menggambar struktur Lewis suatu molekul atau ion poliatomik. Langkah-langkah yang digunakan untuk meramal bentuk molekul sebagai berikut:

1. Menentukan atom pusat.

2. Tuliskan jumlah elektron valensi dari atom pusat.

3. Menentukan jumlah elektron valensi dari masing-masing substituen jika berupa atom.

4. Satu elektron dari substituen dipasangkan dengan satu elektron dari atom pusat sehingga membentuk pasangan elektron (pasangan elektron ikatan, PEI). Perlu diperhatikan bahwa, bahwa jumlah elektron atom pusat tidak selalu memenuhi kaidah oktet. Jika masih terdapat substituen dan masih terdapat elektron pada atom pusat, maka semuanya harus dipasangkan.

5. Jika semua susbtituen telah dipasangkan dengan elektron atom pusat dan masih terdapat elektron yang tidak berpasangan, maka elektron tersebut tetap ditulis pada atom pusat sebagai elektron bebas atau pasangan elektron bebas (PEB).

6. Jika berupa ion poliatomik, maka setelah semua substituen dipasangkan kurangi elektron jika ion bermuatan positif dan tambahkan elektron jika ion bermuatan positif.

7. Menentukan bentuk molekul serta memperkirakan besarnya sudut-sudut ikatan disekitar atom pusat dengan memperhatikan tolakan-tolakan yang terjadi agar diperoleh bentuk dengan tolakan yang minimum.

Contoh:

A. berilium klorida, BeCl2 Be sebagai atom pusat memiliki 2 elektron valensi dan Cl sebagai substituen memiliki 7 elektron valensi. Setelah satu elektron valensi dipasangkan dengan satu elektron dari satu atom Be, masih terdapat satu elektron bebas pada atom Be. Oleh sebab itu, 1 elektron tersebut dipasangkan dengan satu elektron dari atom Cl. Setelah semua dipasangkan tidak ada lagi elektron bebas pada atom Be. Agar tolakan minimum maka kedua atom Cl letaknya berlawanan membentuk sudut 180°, seperti pada Gambar. Cl Be Cl 180 o Contoh Boron Trifluorida BF3 Boron sebagai atom pusat memiliki 3 elektron valensi sehingga setelah

(38)

Be sebagai atom pusat memiliki 2 elektron valensi dan Cl sebagai substituen memiliki 7 elektron valensi. Setelah satu elektron valensi dipasangkan dengan satu elektron dari satu atom Be, masih terdapat satu elektron bebas pada atom

Be Oleh sebab itu, 1elektron tersebut dipasangkan dengan satu elektron dari atom Cl. Setelah semua dipasangkan tidak ada lagi elektron bebas pada atom Be. Agar tolakan minimum

maka kedua atom Cl letaknya berlawanan membentuk sudut 180°.Hubungan antara bentuk molekul dengan PEI dan PEB adalah sebagai berikut:

A. Jika jumlah PEI = 2 dan jumlah PEB = 0, bentuk molekulnya adalah Linear (garis lurus).

Atom pusat mengikat dua atom dan sudut yang dibentuk oleh kedua atom terikat adalah 180o180o. Perhatikan gambar di bawah !

B. Jika jumlah PEI = 3 dan jumlah PEB = 0, bentuk molekulnya adalah Segitiga Datar (trigonal planar). Atom pusat mengikat tiga atom dan ketiga atom terikat terletak pada sudut- sudut segitiga sama sisi. Perhatikan gambar di bawah !

C. Jika jumlah PEI = 2 dan jumlah PEB = 1, bentuk molekulnya adalah Sudut (bengkok). Posisi dari salah satu atom terikat pada segitiga datar digantikan oleh satu pasangan elektron bebas (PEB). Perhatikan gambar di bawah !

(39)

D. Jika jumlah PEI = 4 dan jumlah PEB = 0, bentuk molekulnya adalah Tetrahedral.

Tetrahedral (tetrahedron) merupakan piramida dengan alas segitiga dimana keempat sisi-sisinya merupakan segitiga sama sisi. Perhatikan gambar di bawah !

E. Jika jumlah PEI = 3 dan jumlah PEB = 1, bentuk molekulnya adalah Trigonal Piramidal (piramida segitiga). Salah satu atom terikat pada tetrahedral digantikan oleh satu pasangan elektron bebas (PEB). Perhatikan gambar di bawah !

F. Jika jumlah PEI = 2 dan jumlah PEB = 2, bentuk molekulnya adalah Sudut (bengkok). Posisi dari dua atom terikat pada tetrahedral digantikan oleh dua pasangan elektron bebas (PEB). Perhatikan gambar di bawah !

(40)

G. Jika jumlah PEI = 5 dan jumlah PEB = 0, bentuk molekulnya adalah Trigonal Bipiramidal (segitiga bipiramida). Dibentuk oleh dua piramida dengan alas segitiga dimana kedua alas piramida tersebut saling berimpit. Perhatikan gambar di bawah !

H. Jika jumlah PEI = 4 dan PEB = 1, bentuk molekulnya adalah Seesaw (jungkat- jungkit). Posisi dari salah satu atom terikat pada segitiga bipiramida digantikan oleh satu pasangan elektron bebas (PEB). Perhatikan gambar di bawah !

(41)

I. Jika jumlah PEI = 3 dan jumlah PEB = 2, bentuk molekulnya adalah Bentuk T. Posisi dari dua atom terikat pada segitiga piramida digantikan oleh dua pasangan elektron bebas (PEB).

Perhatikan gambar di bawah !

J. Jika jumlah PEI = 2 dan jumlah PEB = 3, bentuk molekulnya adalah Linear (garis lurus). Posisi dari tiga atom terikat pada segitiga bipiramida digantikan oleh tiga pasangan elektron bebas (PEB). Perhatikan gambar di bawah !

K. Jika jumlah PEI = 6 dan jumlah PEB = 0, bentuk molekulnya adalah Oktahedral. Dibentuk oleh dua buah limas alas segiempat dimana kedua alasnya saling berimpit. Perhatikan gambar di bawah !

(42)

L. Jika jumlah PEI = 5 dan jumlah PEB = 1, bentuk molekulnya adalah Segiempat Piramida. Posisi dari salah satu atom terikat pada tetrahedral digantikan oleh satu pasangan elektron bebas (PEB). Perhatikan gambar di bawah !

M. Jika jumlah PEI = 4 dan jumlah PEB = 2, bentuk molekulnya adalah Segiempat Datar. Posisi dari dua atom terikat digantikan oleh dua pasangan elektron bebas (PEB).

Perhatikan gambar di bawah !

Contoh soal:

(43)

1. BeF2 2. BCl3 3. SO2 4. CH4 5. NH3 6. H2O 7. PCl5 8. SF4 9. ClF3 10. XeF2 Pembahasan:

1. BeF2

4Be: 2 2 ← elektron valensi = 2.

9F: 2 7 ← elektron valensi = 7.

Jumlah elektron valensi total (1 atom Be + 2 atom F) adalah 2 + 2.7 = 16.

PEI=Jumlah elektron valensi total/8 PEI=16/8

PEI=2

Tidak ada sisa pembagian, berarti jumlah PEB = 0.

Karena jumlah PEI = 2 dan jumlah PEB = 0, maka bentuk molekulnya adalah AX2 linear (garis lurus).

2. BCl3

5B: 2 3 ← elektron valensi = 3.

17Cl: 2 8 7← elektron valensi = 7.

Jumlah elektron valensi total (1 atom B + 3 atom Cl) adalah 3 + 3.7 = 24.

PEI=Jumlah elektron valensi total/8 PEI=24/8

PEI=3

Tidak ada sisa pembagian, berarti jumlah PEB = 0. Karena jumlah PEI = 3 dan jumlah PEB = 0, maka bentuk molekulnya adalahAX3 trigonal planar (segitiga datar).

3. SO2

16S: 2 8 6 ← EV = 6.

8O: 2 6 ← EV = 6.

Jumlah elektron valensi total(1 atom S+2 atom O) adalah 6 + 2.6=18 PEI=Jumlah elektron valensi total/8

PEI=18/8

(44)

PEI=2 sisa 2

SP (sisa pembagian) = 2.

PEB=SP/2 PEB=2/2 PEB=1

Karena PEI = 2 dan PEB = 1, maka bentuk molekulnya adalah bentuk AX2E (V atau sudut (bengkok))

4. CH4

6C: 2 4 ← EV = 4.

Elektron valensi atom H anggap = 7.

JEVT = 4 + 4.7 = 32 PEI=JEVT/8=32/8=4 PEI=JEVT/8=32/8=4

Tidak ada sisa pembagian, dengan demikian PEB = 0. Karena PEI = 4 dan PEB = 0, maka bentuk molekulnya adalah AX4 tetrahedral.

5. NH3

7N: 2 5 ← EV = 5.

Elektron valensi atom H anggap = 7.

JEVT = 5 + 3.7 = 26.

PEI=JEVT/8=26/8=3 sisa 2 SP (sisa pembagian) = 2.

PEB=SP/2=2/2=1

Karena jumlah PEI = 3 dan jumlah PEB = 1, maka bentuk molekulnya adalah AX3E trigonal piramidal (piramida segitiga).

6. H2O

8O: 2 6 elektron valensi:6

Elektron valensi atom H anggap = 7.

JEVT = 2.7 + 6 = 20 PEI=JEVT/8=20/8=2 sisa 4 SP(Sisa pembagian)=4 PEB=SP/2=4/2=2

Karena PEI = 2 dan PEB = 2, maka bentuk molekulnya adalah AX2E2 bentuk V atau sudut (bengkok).

7. PCl5 15P: 2 8 5 17Cl: 2 8 7 JEVT=5+5.7=40 PEI=JEVT/8=40/8=5

Tidak ada sisa pembagian, berarti PEB = 0. Karena PEI = 5 dan PEB = 0, maka bentuk molekulnya adalah AX5 trigonal bipiramidal (segitiga bipiramida).

(45)

8. SF4 16S: 2 8 6 9F: 2 7

JEVT=6+4.7=34

PEI=JEVT/8=34/8=4 sisa 2 SP=2

PEB=SP/2=2/2=1

Karena jumlah PEI = 4 dan jumlah PEB = 1, maka bentuk molekulnya adalah AX4E Bidang empat(seesaw (jungkat-jungkit).

9. ClF3 17Cl: 2 8 7 9F: 2 7

JEVT=7+3.7=28

PEI=JEVT/8=28/8=3 sisa 4 SP=4

PEB=SP/2=4/2=2

Karena PEI = 3 dan PEB = 2, maka bentuk molekulnya adalah AX3E2 Planar Bentuk T.

10. XeF2

54Xe: 2 8 18 18 8 9F: 2 7

JEVT=8+2.7=22

PEI=JEVT/8=22/8=2 sisa 6 SP=6

PEB=SP/2=6/2=3

Karena PEI = 2 dan PEB = 3, maka bentuk molekulnya adalahAX2E3 linear (garis lurus).

https://www.maretong.com/2019/08/cara-menentukan-bentuk-molekul.html (1 Oktober 2021 pukul 20.48)

(46)

Daftar Pustaka

1. Sutresna Nana,Sholehudin dindin,Herlina tati (2016). Aktif dan Kreatif Belajar Kimia kelas X Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam : Penerbit Grafindo

2. https://wanibesak.wordpress.com/tag/teori-vsepr-dan-geometri-molekul/

Diakses pada tanggal 1 Oktober 2021 jam 06.18 Wib

3. https://www.maretong.com/2019/08/cara-menentukan-bentuk-molekul.html (1 Oktober 2021 pukul 20.48)

4. Lidyawati, Abdul Gani, dan Ibnu Khaldun(2017).Jurnal Penerapan Model

Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Materi Larutan Penyangga: Korespondensi:

[email protected]:http://jurnal.unsyiah.ac.id/JPSI/article/view /16552/12109(Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, Vol. 05, No.01, hlm 140-146, 2017http://jurnal.unsyiah.ac.id/jpsi)

(1 Oktober 2021 jam 10.41)

5. Youtube:1.https://www.youtube.com/watch?v=GE5kd4lMgFo(13 Oktober 2021)

(47)

BENTUK MOLEKUL

TEORI VSEPR DAN DOMAIN ELEKTRON By:ERVINNA IMA SURYANI

DAMANIK,S.Pd

(48)

KOMPETENSI DASAR

• 4.6 Membuat model bentuk molekul

dengan menggunakan bahan-bahan

yang ada di lingkungan sekitar atau

perangkat lunak komputer

(49)

IPK

• 4.6.1 Menggunakan bahan sehari-hari untuk membuat Atom pusat,Pasangan elektron ikatan dan Pasangan elektron bebas dari beberapa senyawa.

• 4.6.2 Membuat model bentuk molekul dari beberapa senyawa menggunakan molymod dari bahan plastisin

• 4.6.3 Mempresentasikan bentuk

molekul yang sudah dibuat

(50)

TUJUAN PEMBELAJARAN

• 1.Setelah mempelajari tayangan power

point dan video youtube diharapkan

peseta didik dapat membuat atom

pusat, pasangan elektron

ikatan,pasangan elektron bebas dari

beberapa senyawa menggunakan

molymod dari bahan plastisin dengan

tepat.

(51)

Tujuan Pembelajaran

• 2.Setelah mempelajari tayangan Power point dan video youtube diharapkan peserta didik dapat mendesain Bentuk molekul dari beberapa senyawa menggunakan molymod dari bahan plastisin dengan tepat.

• 3.Setelah mengerjakan LKPD

diharapkan peserta didik dapat

mempresentasikan bentuk molekul

yang dibuat dengan tepat.

(52)

Tujuan Pembelajaran

• 4.Melalui kegiatan diskusi dan presentasi peserta didik memiliki sikap

bertanggungjawab dalam

menyelesaikan tugas kelompok dengan

tepat.

(53)

Proses tahapan pembelajaran

• Inti:

-1.Orientasi Masalah

– 2.Kelompok

– 3.Siswa mendapatkan LKPD – 4.Presentasi kelompok

– 5.Menganalisis kelompok lain yang presentasi

• Penutup:Kesimpulan,Soal

Evaluasi,Refleksi,Doa

(54)

ORIENTASI MASALAH

(55)

Bentuk Molekul CO 2

Nama Sudut ikatan

Jumlah PEI (X)

Jumlah PEB (E)

Rumus (AX n E m )

Linear 180 2 0 AX 2

(56)

Cara penentuan PEI dan PEB CO 2

6 C = 2 4 Elektron valensi 4

8 O = 2 6 Elektron valensi 6

Maka Jumlah elektron valensi total=

(4+ (2x6))/8=(4+12)/8=16/8=2 PEI=2

PEB=Sisa Pembagian/2=0/2=0 PEB=0

Rumus AX 2 E 0 (AX 2 ) = Linear

(57)

VIDEO PEMBELAJARAN

https://www.youtube.com/watch?v=GE5kd4lM

gFo

Gambar

TABEL KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI DAN SKOR
Gambar 1.Air minum dan bentuk molekul H 2 O bentuk V

Referensi

Dokumen terkait

Antiremed Kelas 11 Kimia , Struktur Atom Bentuk Molekul dan Gaya Antar Molekul - Struktur Atom - Latihan Soal

Setelah mempelajari massa atom relatif (Ar) dan massa molekul relatif (Mr) serta konsep mol pada pertemuan sebelumnya, peserta didik dapat menentukan Rumus Empiris (RE) dan

Untuk meramalkan bentuk molekul, pertama-tama harus diketahui terlebih dahulu jumlah pasangan- pasangan electron yang berada di sekitar atom pusat. Untuk menentukan

Dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, siswa dapat menentukan massa atom relatif dan massa molekul relatif dalam suatu persamaan reaksi..

kimia dan membentuk molekul. Molekul merupakan bagian terkecil dari suatu senyawa. Senyawa terdiri atas dua buah unsur atau lebih. Suatu senyawa masih dapat

Teori ini menggambarkan susunan geometric dari pasangan elektron di sekitar atom pusat sebagai akibat tolak menolak antara pasangan elektron ( Tolakan

Ikatan kimia antar-atom (dalam satu molekul) dapat diamati pada ikatan antara atom H dengan atom Cl membentuk sebuah molekul HCl, sedangkan ikatan kimia antarmolekulnya yaitu

Struktur lewis atau sering disebut rumus lewis adalah suatu pola atau diagram yang menggambarkan jumlah elektron valensi dari atom-atom yang akan membentuk ikatan