• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMK N 1 Mojokerto

Mata Pelajaran : Kimia Kelas/ Semester : X/1

Materi Pokok : Ikatan Kimia ( bentuk molekul) Alokasi Waktu : 1 jp ( 1 x45 menit)

A. Kompetensi Dasar

3.6 Menentukan bentuk molekul dengan menggunakan teori tolakan pasangan elektron kulit valensi (VSEPR) atau Teori Domain Elektron

4.6 Membuat model bentuk molekul dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar atau perangkat lunak kimia

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

3.6.1 Menyebutkan jumlah pasangan elektron ikatan (PEI) pada molekul CH4, NH3, dan H2O dengan benar

3.6.2 Menyebutkan jumlah pasangan elektron bebas (PEB) pada molekul CH4, NH3, dan H2O dengan benar

3.6.3 Menentukan type molekul CH4, NH3, dan H2O dengan benar 3.6.4 Menentukan bentuk molekul CH4, NH3, dan H2O dengan benar

4.6.1 Membuat model bentuk molekul senyawa dengan type molekul AX2, AX3, AX4, AX5, AX6, dengan menggunakan balon secara benar.

4.6.2 Membuat model bentuk molekul senyawa dengan type molekul , AX2E, AX3E, AX2E2, dengan menggunakan balon secara benar.

4.6.3 Meramalkan bentuk molekul senyawa dengan type molekul , AX4E, AX3E2, AX2E3, dengan menggunakan balon secara benar

C. Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik dapat menyebutkan jumlah pasangan elektron ikatan (PEI) pada molekul CH4, NH3, dan H2O dengan benar

2. Peserta didik dapat menyebutkan jumlah pasangan elektron bebas (PEB) pada molekul CH4, NH3, dan H2O dengan benar

3. Peserta didik dapat menentukan type molekul CH4, NH3, dan H2O dengan benar 4. Peserta didik dapat menentukan bentuk molekul CH4, NH3, dan H2O dengan benar

(2)

2

5. Peserta didik dapat membuat model bentuk molekul senyawa dengan type molekul AX2, AX3, AX4, AX5, AX6, dengan menggunakan balon secara benar.

6. Peserta didik dapat membuat model bentuk molekul senyawa dengan type molekul , AX2E, AX3E, AX2E2, dengan menggunakan sedotan minum secara benar.

D. Materi Pembelajaran 1. Fakta

• Molekul CH4 berbentuk tetrahedral, sedangkan molekul NH3 berbentuk trigonal piramida dan molekul H2O berbentuk huruf V

• Molekul CH4, NH3, dan H2O memiliki 4 pasang elektron (PE) yang sama disekitar atom pusat

• Pasangan elektron ikatan (PEI) di sekitar atom pusat CH4 sebanyak 4 dengan tanpa ada pasangan elektron bebas (PEB)

• Pasangan elektron ikatan (PEI) di sekitar atom pusat NH3 sebanyak 3 dengan 1 pasangan eektron bebas (PEB)

• Pasangan elektron ikatan (PEI) di sekitar atom pusat H2O sebanyak 2 dengan 2 pasangan eektron bebas (PEB)

• Elektron bermuatan negatif dan sesama pasangan elektron saling menolak 2. Konsep

• Pasangan elektron ikatan (PEI) adalah pasangan elektron yang digunakan oleh 2 atom untuk berikatan kovalen.

• Pasangan elektron bebas (PEB) adalah pasangan elektron yang tidak digunakan oleh 2 atom yang berikatan.

• VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion) atau tolakan pasangan kulit elektron valens adalah suatu model kimia yang digunakan untuk menjelaskan bentuk-bentukmolekul kimiawi berdasarkan gaya tolakan elektrostatik antar pasangan elektron

3. Prinsip

• Pasangan-pasangan elektron yang terdapat pada kulit valensi atom pusat selalu berada dalam kedudukan tertentu untuk mencapai toakan yang minimal

• Tolakan PEB-PEB > PEB –PEI > PEI – PEI

(3)

3

• Adanya sejumlah tertentu pasangan elektron pada kulit valensi atom pusat dan sejumlah tertentu atom ujung akan menghasilkan molekul-molekul dengan berbagai bentuk pula

• Suatu molekul senyawa kovalen dapat dinyatakan dengan rumus umum (type molekul) AXmEn dengan A adalah atom pusat, X atom ujung, indeks m menyatakan jumlah PEI dan indeks n menyatakan jumlah PEB

4. Prosedural

• Menentukan jumlah PEB (n):

.

A: Jumlah elektron valensi atom pusat

• Jumlah kebutuhan elektron atom ujung sesuai dengan kekurangan elektron valensinya untuk mencapai konfigurasi duplet atau oktet.

Atom ujung (X) Golongan Jumlah kebutuhan

elektron

H I A 1

F, Cl, Br, I VII A 1

O VI A 2

E. Pendekatan, Model, dan Metode pembelajaran:

• Pendekatan : Saintifik

• Model Pembelajaran : Kooperatif Type STAD

• Metode pembelajaran : Diskusi, Tanya Jawab, dan Penugasan F. Media Pembelajaran:

Media pembelajaran :

• Molymod

• Balon

• LKPD dan kunci

• Sedotan

G. Sumber Belajar

• Bahan ajar

• Buku-buku SMK kelas X: Buku Kimia 1 untuk Kelas X SMA dan MA

• Buku dari sumber lain yang relevan

𝑛 =𝐴 − ∑𝑘𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑒 𝑎𝑡𝑜𝑚 𝑢𝑗𝑢𝑛𝑔 2

(4)

4 H. Langkah Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Keterla

ksanaan Pendahuluan Fase 1: Guru menyampaikan tujuan dan

memotivasi peserta didik

• Berdoa

• Memeriksa kehadiran siswa , jika ada siswa yang tidak hadir mendoakan siswa tersebut cepat sembuh jika sakit atau urusannya diberi kelancaran jika siswa ijin karena keperluan tertentu.

• Memeriksa kebersihan kelas jika kelas sudah bersih guru melontarkan pujian, jika kelas kotor guru meminta siswa membersihkan disekitar tempaat duduknya masing-masing.

• Guru memotivasi siswa untuk belajar dengan menayakan macam-macam bentuk geometri suatu benda (Papan tulis, Bolpoint)

• Guru menyampaian materi pembelajaran dan indikator yang harus dicapai siswa

5menit

Kegiatan inti. Fase 2 Menyajikan informasi

• Peserta didik mengamati bentuk molekul CH4, NH3, dan H2O yang ditunjukkan oleh guru dengn menggunakan molymod (Mengamati)

• Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memberikan tanggapan/gagasan awal maupun

35 menit

(5)

5

pertanyaan mengenai hasil pengamatan mereka terkait bentuk molekul CH4, NH3, dan H2O yang ditunjukkan oleh guru Gagasan/pertanyaan yang diharapkan muncul: (bertanya)

- Mengapa CH4, NH3, dan H2O memiliki bentuk molekul yang berbeda?

- Apa nama bentuk molekul CH4, NH3, dan H2O ?

- Apa yang menyebabkan bentuk molekul CH4, NH3, dan H2O berbeda ?

Fase 3 : mengorganisasi siswa belajar

• Guru membagi kelas dalam 4 kelompok dengan anggota 2-3 siswa yang heterogen dalam kemampuan dan diberi nomor Selanjutnya guru membagikan LKPD dan balon serta sedotan.

• Siswa diminta membaca literatur tentang teori domain elektron (VSEPR) (Mengumpulkan data)

• Fase 4 membimbing kelompok belajar dan bekerja

• Siswa bekerja dalam kelompok untuk

memecahkan masalah yang

diberikan.(Mengasosiasi)

• Guru berkeliling pada tiap kelompok untuk memeriksa kerja kelompok dan membimbing jika ada kesulitan

Fase 5 : evaluasi

Meminta masing-masing kelompok untuk menjawab bahan diskusi pada LKPD ke depan kelas (Mengkomunikasikan)

(6)

6

Fase 6 : Memberi penghargaan

• Guru memberi penghargaan pada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya.

Penutup • Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran teori Domain Pasangan Elektron (VSEPR) secara komunikatif.

(Mengkomunikasikan)

• Guru memberikan tugas untuk belajar mempersiapkan ulangan harian bab ikatan kimia dan bentuk molekul

5 menit

(7)

7 I. PENILAIAN

1. Penilaian test tulis 2. Penilaian ketrampilan 3. Penilaian sikap Selama PBM

J. INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR a. Tes tertulis

b. Lembar pengamatan penilaian sikap( lampiran) c. Lembar pengamatan penilaian ketrampilan (lampiran)

Mengetahui, Mojokerto, 5 Juli 2022

Kepala SMKN 1 Mojokerto Guru Mata Pelajaran,

ABADI, S.Pd, M.Pd. MOH. YUSUF UTOMO, S.Pd Pambina Tk. 1 NIP. 19790222 200801 1 010

NIP. 19650427 199512 1 002

(8)

8

Lembar Kerja Peserta Didik

Judul : Meramalkan bentuk molekul menurut Teori Domain Elektron ( VSEPR) Tujuan : Dapat meramalkan bentuk molekul menurut Teori Domain Elektron (

VSEPR)

Materi : Suatu molekul senyawa kovalen dapat dinyatakan dengan rumus umum (type molekul) AXmEn dengan A adalah atom pusat, X atom ujung, indeks m

menyatakan jumlah PEI dan indeks n menyatakan jumlah PEB.

Untuk menentukan jumlah pasanganan elektron bebas PEB dapat menggunakan rumus:

. A : Golongan Atom Pusat

Jumlah kebutuhan elektron atom ujung sesuai dengan kekurangan elektron valensinya untuk mencapai konfigurasi duplet atau oktet.

Atom ujung (X) Golongan Jumlah kebutuhan

elektron

H I A 1

F, Cl, Br, I VII A 1

O VI A 2

Untuk meramakan bentuk molekul senyawa kovalen, anda dapat menggunakan media belajar balon udara. Langkah-langkah memanfaatkan balon untuk meramalkan bentuk molekul adaah sebagai berikut:

1 Tiuplah sejumlah balon (ukuran secukupnya) 2. Ikat ujung balon agar ukuran balon tidak berkurang

3. Gabungkan sejumlah balon mulai dari 2 balon sampai 6 balon

4. Amati struktur balon yang teramati, cocokkan dengan nama-nama bentuk molekul yang ada

Untuk meramalkan molekul yang memiliki PEB akan lebih mudah menggunakan media sedotan. Langkah-langkah memanfaatkan sedotan untuk meramalkan bentuk molekul yang memiliki PEB sebagai berikut:

1. Genggaman telapak tangan kiri dianalogikan sebagai atom pusat 2. Sedotan dianalogikan sebagai pasangan elektron ikatan (PEI) 3. Pegang sejumlah sedotan dengan genggaman telapak tangan kiri

𝑛 =𝐴 − ∑𝑘𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑒 𝑎𝑡𝑜𝑚 𝑢𝑗𝑢𝑛𝑔 2

(9)

9

4. Amati bentuk yang terjadi, cocokkan dengan nama-nama bentuk molekul yang ada.

Lengkapilah tabel dibawah ini !

Rumus molekul

Jumlah.

PEI

Jumlah PEB

Jumlah

PE AXmEn

Bentuk geometri

Bentuk molekul SF4

BrF5

ClF3

H2O NH3

(10)

10

LEMBAR PENILAIAN SIKAP (OBSERVASI GURU)

Mata Pelajaran : KIMIA Kelas : X

Topik : Bentuk Molekul Semester : 1

Tanggal Penilaian :

No Nama Siswa Skor Jumlah

Skor Nilai Jujur Kerjasama Teliti Proaktif Peduli

1 HELMI 2 MILLAH 3 NURUL 4 LINA

5 NETY 6 MARIYAH 7 KRISMINING 8 MAJID 9 NUR A 10 ALYA

Skor penilaian :

1. Jika tidak pernah berperilaku dalam kegiatan (skor 1) 2. Jika kadang-kadang berperilaku dalam kegiatan (skor 2) 3. Jika sering berperilaku dalam kegiatan (skor 3)

4. Jika selalu berperilaku dalam kegiatan (skor 4)

Penilaian sikap pada kegiatan pembelajaran : Nilai = Jumlah skor X 100

20

Predikat Nilai

Sangat baik (SB) 80 ≤ SB ≤ 100

Baik (B) 70 ≤ B ≤ 79

Cukup (C) 60 ≤ C ≤ 69

Kurang (K) < 60

Mojoketo, Guru Kimia

MOH. YUSUF UTOMO, S.Pd NIP. 19790222 200801 1 010

(11)

11

LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN

Mata Pelajaran : KIMIA Kelas : X

Topik : Bentuk Molekul Semester : 1

Tanggal Penilaian : pada saat proses pembelajaran Berilah tanda V pada kolom sesuai hasil pengamatan

NO Nama

Keterampilan

Menerapkan prinsip pemecahan masalah

KT CT T ST

1 HELMI 2 MILLAH 3 NURUL 4 LINA

5 NETY 6 MARIYAH 7 KRISMINING 8 MAJID 9 NUR A 10 ALYA

Keterangan:

1. Kurang terampil ( KT), jika sama sekali tidak dapat menerapkan prinsip dan strategi pemecahan masalah

2. Cukup terampil(CT), jika sudah ada usaha menerapkan konsep pemecahan masalah 3. Terampil (T), jika sudah menunjukan penerapan konsep pemecahan masalah

walaupun belum sempurna

4. Sangat terampil (ST), jika sudah menunjukkan penerapan pemecahan masalah dengan sempurna

Mojoketo, Guru Kimia

MOH. YUSUF UTOMO, S.Pd NIP. 19790222 200801 1 010

(12)

12

KUNCI JAWABAN LKPD

NO. Rumus molekul

Jumlah.

PEI

Jumlah PEB

Jumlah

PE AXmEn

Bentuk geometri

Bentuk molekul

1 SF4 4 1 5 AX5

Trigonal bipiramida

Trigonal bipiramida

2 BrF5 5 1 6 AX6 Oktahedra Oktahedra

3 ClF3 3 2 5 AX3E2

Trigonal bipiramida

Hurut T bengkok 4 H2O 2 2 4 AX2E2 Tetrahedral Huruf V

5 NH3 3 1 4 AX3E Tetrahedral Trigonal

piramida

(13)

13

BENTUK MOLEKUL A. Konfigurasi Elektron

Untuk mengetahui susunan elektron atau tata ruang elektron dalam kulit atom mengikuti langkah sebagai berikut:

Langkah 1, isilah jumlah elektron maksimum di setiap lintasan dengan 2, 8, 18, 32, … Langkah 2, jika dalam pengisian tidak dapat mengisi elektron maksimum di lintasan itu

maka isilah elektron sesuai dengan elektron maksimum di bawahnya.

Langkah 3, sisa tidak boleh melebihi angka 8.

Contoh :

35X = 2, 8, 18, 7 pada lintasan akhir terdapat 7e- K L M N

55Y = 2, 8, 18, 18, 8, 1 pada lintasan akhir terdapat 1e- K L M N O P

82Z = 2, 8, 18, 32, 18, 4 pada lintasan akhir terdapat 7e- K L M N O P

Catatan

• Jumlah elektron yang terdapat pada lintasan akhir disebut elektron valensi.

• Elektron valensi menentukan nomor golongan dalam SPU.

• Jumlah lintasan menentukan nomor periode dalam SPU.

Perhatikan contoh berikut:

No No Atom

Unsur Konfigurasi Elektron

Jumlah Elektron

Valensi

Jumlah Kulit

Golongan Periode

1 2 3 4 5 6 7

4 7 10 14 17 19 34

Be N Ne Si Cl K Se

2, 2 2, 5 2, 8 2, 8, 4 2, 8, 7 2, 8, 8, 1 2, 8, 18, 6

2 5 8 4 7 1 6

2 2 2 3 3 4 4

IIA VA VIIIA

IVA VIIA IA VIA

2 2 2 3 3 4 4

(14)

14 B. Elektron Valensi dan Rumus Lewis

Dalam bidang kimia, elektron valensi adalah elektron-elekron sebuah atom yang dapat ikut membentuk ikatan kimia dengan atom lainnya. Elektron-elektron valensi yang

terdapat di sebuah atom netral bebas dapat berikatan dengan elektron-elektron valensi atom lain untuk membentuk ikatan kimia. Dalam ikatan kovalen tunggal, kedua atom

menyumbang satu elektron valensi untuk membentuk pasangan bersama.

Untuk unsur golongan utama, elektron-elektron dalam kulit terluar merupakan elektron valensinya. Untuk logam transisi, beberapa elektron kulit yang lebih dalam juga

merupakan elektron valensi. Kebanyakan atom yang mempunyai elektron valensi terisi penuh akan bersifat stabil dan sukar bereaksi.

Elektron valensi dapat menentukan bagaimana ciri-ciri kimia unsur tersebut dan apakah unsur tersebut dapat berikatan dengan yang lain atau tidak.

Struktur Lewis adalah diagram yang menunjukkan ikatan-ikatan antar atom dalam suatu molekul. Struktur Lewis digunakan untuk menggambarkan ikatan kovalen dan ikatan kovalen koordinasi.

Struktur Lewis dikembangkan oleh Gilbert N. Lewis, yang menyatakan bahwa atom-atom bergabung untuk mencapai konfigurasi elektron yang lebih stabil.

Untuk menyusun struktur Lewis dari suatu atom atau unsur, dapat dengan cara menuliskan simbol titik pada sekeliling atom. Setiap titik mewakili satu elektron yang terdapat pada kulit valensi atom tersebut. Elektron yang terlibat dalam ikatan ini hanya elektron-elektron yang terdapat pada kulit terluar dan jumlah total elektron yang terlibat dalam pembentukan ikatan ini tidak mengalami perubahan (merupakan jumlah total elektron valensi dari atom- atom yang berikatan).

Pada umumnya, jumlah elektron pada kulit valensi sama dengan golongan dari suatu atom.

Oleh karena itu, jumlah titik pada simbol Lewis sama dengan golongan dari atom tersebut.

Namun untuk logam transisi, lantanida, dan aktinida yang mempunyai kulit dalam yang tidak terisi penuh, titik Lewis dari unsur-unsur tersebut tidak dapat dituliskan secara sederhana

(15)

15

Lambang lewis tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan pembentukan pasangan elektron yang terjadi antar atom-atom dalam senyawa kovalen.

C. Ide Dasar Teori VSEPR

Dalam suatu molekul elektron-elektron yang terdapaat pada atom pusat dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu elektron-elektron pada kulit-kulit dalam (inner elekctron shell) dan elektron-eektron pada kulit valensi (valence shell electron). Elektron-elektron pada kulit dalam bila jumlahnya ssama dengan elektron dari gas mulia dianggap memiiki simetri bola, atau rapatan elektronnya berbentuk bola. Gillespie dan Nyholm mengemukakan bahwa interaksi antara elektron-elektron dalam yang memiliki simetri bola dengan elektron-elektron yang terdapat pada kulit valensi dapat diabaikan. Dengan kata lain rapatan elektron dalam dengan simetri bola ini dianggap tidak berpengaruh terhadap bentuk suatu molekul. Apabila elektron-elektron pada kulit-kulit dalam jumlahnya tidak sama dengan elektron-elektron gas mulia maka elektron-elektron dalam ini dianggap tidak memiliki simetri bola. Interaksi antara elektron-elektron dalam ini dengan elektron-elektron pada kulit valensi tidak dapat diabaikan.

Keadaan ini banyak dijumpai pada molekul-molekul yang atom pusatnya merupakan logam transisi, yaitu pada senyawa-senyawa kompleks.

Suatu molekul dengan ikatan-ikatan tunggal dapat dinyatakan dengan rumus umum AXmEn dengan A adalah atom pusat, X atom ujung (subtituen yang terikat pada atom pusat) dan E pasangan elektron bebas (PEB) yang terdapat pada kulit valensi atom pusat. . Rumus mencari n adalah dengan mengurangi elektron valensi (golongan) atom pusat dengan jumlah kebutuhan elektron atom ujung, lalu dibagi 2.

(16)

16

Perhatikan type molekuln geometri molekul, bentuk molekul dari berbagai senyawa berikut:

NO TIPE

MOLEKUL

GEOMETRI

MOLEKUL BENTUK MOLEKUL CONTOH

1 AX2 LINIER LINIER BeCl2

2 AX3 TRIGONAL

PLANAR

TRIGONAL PALANAR BF3

3 AX2E HURUF V SO2

4 AX4

TETRAHEDRAL

TETRAHEDRAL CH4

5 AX3E TRIGONAL PIRAMIDA NH3

6 AX2E2 HURUF V H2O

7 AX5

TRIGONAL BIPIRAMIDA

TRIGONAL BIPIRAMIDA

PCl5

8 AX4E SEE SAW SF4

9 AX3E2 HURUF T BENGKOK IF3

10 AX2E3 LINIER XeF2

11 AX6

OKTAHEDRAL

OKTAHEDRAL SF6

12 AX5E TETRAGONAL

PIRAMIDA TERDISTORSI

IF5

13 AX4E2 BUJUR SANGKAR XeF4

14 AX7 PENTAGONAL

BIPIRAMIDA

PENTAGONAL BIPIRAMIDA

IF7

𝑛 =𝐴 − ∑𝑘𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑒 𝑎𝑡𝑜𝑚 𝑢𝑗𝑢𝑛𝑔 2

(17)

17 Contoh Soal:

Tentukan bentuk molekul dari : 1. SO3

2. PCl3

3. XeF2

Jawab:

1. SO3

Type umum : AXmEn

→ m = 3

→ n = (6-2.3)/2 = 0

→ AX3 → Bentuk molekul : Trigonal Planar 2. PCl3

Type umum : AXmEn

→ m = 3

→ n = (5-1.3)/2 = 1

→ AX3E → Bentuk molekul : Trigonal Piramida

3. XeF2

Type umum : AXmEn

→ m = 2

→ n = (8-1.2)/2 = 3

→ AX2E3 → Bentuk molekul : Linier

Referensi

Dokumen terkait

Mengingat pentingnya menganalisis kesulitan-kesulitan belajar pada pembelajaran SKI, penulis bermaksud untuk melakukan penelitian terhadap siswa MAN 3 Sleman dengan

Pola sambungan pada perkerasan beton semen harus mengikuti batasan-batasan sebagai berikut. 1) Hindari bentuk panel yang tidak teratur. Usahakan bentuk panel spersegi

Sudut Personal control, kasus pemasungan yang terjadi dapat disimpulkan bahwa para pelaku pemasungan terhadap penderita gangguan jiwa yang merupakan keluarganya

Mencamtumkan Daftar Pustaka Sumber Teori Yang di Dapatkan baik dari Buku atau Internet 7.. Burning ke CD dan di serahkan ke Dosen paling lambat

Armstrong (2009:64) berpendapat,“ the best way to approach curriculum using the theory of multiple intelligences is by thinking about how one can translate the

Pengadilan Militer III – 13 Madiun dalam rangka melaksanakan pembinaan personil baik personil Militer dan PNS sesuai tugas dan jabatannya yang ada di pengadilan

Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Muaro Jambi adalah yang tertinggi diantara Kabupaten/Kota lain, yaitu sebesar 3,86 persen; sedangkan pertumbuhan terendah

Keadaan ini tercermin dari jumlah jenis, marga dan suku yang terdapat pada masing-masing petak cuplikan baik petak terbakar maupun petak tidak terbakar yang jauh lebih rendah