29
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian
Lembaga keuangan secara umum merupakan perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, memiliki tugas untuk menghimpun dana, menyalurkan dana atau keduanya. Lembaga keuangan memiliki kegiatan utama yaitu untuk memodali suatu bidang usaha disamping usaha lain seperti menampung uang yang sementara waktu belum digunakan oleh pemiliknya. Selain itu, kegiatan lain dari lembaga keuangan tidak terlepas dari jasa keuangan (Kasmir, 2015).
Lembaga keuangan dalam praktiknya dibagi menjadi dua golongan yaitu, lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank, dengan jenis-jenis usaha yang ditunjukkan pada gambar 3.1.
Sumber: Kasmir, 2015
Lembaga Keuangan
Lembaga Keuangan Bank
Lembaga Keuangan Lainnya (Bukan bank)
BPR
Modal Ventura Ajak Piutang
Asuransi Koperasi Simpan Pinjam Pasar Uang
& Valas Pasar Modal
Pegadaian Leasing
Dana Pensiun Bank
Umum
30 Gambar 3.1. Jenis-jenis Lembaga Keuangan
Jenis-jenis lembaga keuangan yang ditunjukkan pada gambar 3.1 akan dijelaskan pada sub bab berikut:
3.1.1. Lembaga Keuangan Bank
Sumber: Hasil pencarian peneliti, 2020 Gambar 3.2. Beberapa Logo Lembaga Keuangan Bank
Bank adalah suatu badan usaha yang berkegiatan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan yang akan disalurkan kembali ke masyarakat atau lainnya, bank menurut fungsinya, dibagi menjadi:
1. Bank Umum
Bank umum adalah bank yang kegiatan usahanya dilakukan secara konvensional atau melakukan kegiatan berdasarkan prinsip, dan dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran (Ratnasari, 2012).
31 2. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
BPR merupakan bank yang kegiatan usahanya dilakukan secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah, namun dalam kegiatannya BPR tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran (Ratnasari, 2012).
3.1.2. Lembaga Keuangan Bukan Bank
Sumber: Hasil pencarian peneliti, 2020
Gambar 3.3. Beberapa Logo Lembaga Keuangan Bukan Bank
Lembaga keuangan bukan bank merupakan badan usaha yang kegiatannya berhubungan dengan keuangan, lembaga keuangan bukan bank terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain:
1. Pasar Modal
Pasar modal atau sering dikenal dengan bursa efek merupakan suatu tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan sebuah transaksi dengan
32 tujuan memperoleh modal. Penjual dalam pasar modal adalah sebuah emiten atau perusahaan yang membutuhkan modal dengan cara menjual efek-efek di pasar modal. Sedangkan pembeli di pasar modal adalah pihak yang ingin membeli modal di perusahaan yang menurut mereka menguntungkan (Qomariah, 2015).
2. Pasar Uang
Menurut Ratnasari (2012) Pasar uang merupakan surat berharga jangka pendek. Pasar uang terjadi tidak di suatu tempat tertentu namun dilakukan melalui sarana elektronik.
3. Koperasi
Koperasi dalam praktiknya dibagi menjadi beberapa jenis koperasi, salah satunya koperasi simpan pinjam. Koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang dalam kegiatannya memungut sejumlah uang dari setiap anggotanya.
Uang yang dikumpulkan tersebut kemudian dijadikan modal untuk dikelola oleh pengurus koperasi dan dipinjamkan kembali kepada anggota yang membutuhkan (Ratnasari, 2012).
4. Pegadaian
Pegadaian adalah kegiatan untuk menjamin barang-barang berharga kepada pihak tertentu, untuk memperoleh sejumlah uang, dan barang yang digunakan sebagai jaminan akan ditebus oleh nasabah sesuai dengan perjanjian yang telah disetujui oleh nasabah dengan lembaga gadai (Ratnasari, 2012).
33 5. Leasing
Menurut Qomariah (2015) Leasing atau sewa guna usaha adalah perjanjian antara lessor (perusahaan leasing) dengan lessee (nasabah), dimana pihak lessor menyediakan barang yang dibutuhkan oleh lessee dengan imbalan pembayaran sewa untuk jangka waktu tertentu. Barang-barang modal atau barang yang disewakan atau dijual, seperti peralatan kantor atau mobil.
6. Asuransi
Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi, premi diadakan untuk memberikan penggantian apabila terjadinya kerusakan atau kerugian yang dialami oleh tertanggung dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan (Qomariah, 2015).
7. Anjak Piutang
Anjak piutang adalah perusahaan yang melakukan kegiatan pembiayaan baik secara pembelian, pengelolaan atau pengambilalihan piutang suatu perusahaan dengan imbalan atau pembayaran tertentu milik perusahaan (Qomariah, 2015).
8. Modal Ventura
Modal Ventura adalah sebuah perusahaan yang membiayai kegiatan investasi dalam jangka waktu panjang dan memiliki resiko tinggi. Modal ventura merupakan badan usaha yang melakukan suatu pembiayaan dalam
34 bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan (Qomariah, 2015).
9. Dana Pensiun
Perusahaan dana pensiun merupakan perusahaan yang mengambil dana dari iuran yang dipotong dari pendapatan karyawan pada suatu perusahaan.
Perusahaan dana pensiun terdiri dari dua atau tiga pihak, yaitu pemberi kerja dengan karyawannya, atau pemberi kerja dengan karyawan dan juga lembaga pengelola dana pensiun (Qomariah, 2015).
3.2. Desain Penelitian
Desain penelitian adalah sebuah perencanaan dan struktur investigasi yang disusun untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan penelitian. Perencanaan terdiri dari keseluruhan skema atau program penelitian. Perncanaan berisi tentang garis besar dari sebuah penelitian atas apa yang akan dilakukan oleh peneliti dalam menulis hipotesis dan keseluruhan proses aplikasi sampai analisa data. Suatu hubungan antara struktur masalah penelitian, kerangka penelitian, dan bentuk hubungan antar variabel penelitian serta rencana penelitian untuk mendapatkan bukti hubungan variabel digambarkan secara rinci oleh desain penelitian (Cooper, 2014).
Menurut Zikmund (2013) Desain penelitian adalah rencana untuk menentukan metode dan prosedur dalam pengumpulan dan analisis informasi yang diperlukan. Desain penelitian memiliki tujuan untuk memastikan bahwa informasi yang dikumpulkan sesuai untuk menyelesaikan masalah penelitian.
35 3.2.1. Research Data
Research data merupakan data yang tersedia dan dapat digunakan untuk melakukan proses penelitian (Cooper, 2014). Pengambilan data dapat menggunakan jenis data sebagai sumber data penelitian, jenis data terdiri dari dua, yaitu:
1. Primary data adalah data yang peneliti kumpulkan untuk menjawab suatu permasalahan khusus atau suatu pertanyaan penelitian (Cooper, 2014). Sekaran
& Bougie (2009) mengatakan bahwa primary data adalah informasi yang didapatkan secara langsung oleh peneliti. Primary data dapat berupa hasil in- depth interview dengan individu maupun sekelompok atau dapat berupa kuesioner yang disebarkan oleh peneliti secara langsung maupun melalui internet (google form).
2. Secondary data adalah data yang dikumpulkan untuk melengkapi bahasan topic penelitian (Cooper, 2014). Menurut Sekaran & Bougie (2009), secondary data adalah data yang diambil melalui rekaman atau catatan yang dipublikasikan oleh perusahaan atau lembaga lainnya. Data yang diambil berdasarkan kriteria tertentu.
Peneliti menggunakan primary data sebagai sumber data utama dan menggunakan secondary data sebagai data pendukung penelitian.
Primary data didapatkan peneliti dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang tergolong ke dalam populasi penelitian. Indikator yang peneliti gunakan dalam kuesioner mengacu pada indikator yang terdapat dalam jurnal penelitian Mien & Thao (2015). Peneliti menggunakan secondary data dalam
36 penelitian sebagai data pendukung dalam penjabaran variabel dan fenomena penelitian, data yang digunakan peneliti berupa jurnal, artikel, buku-buku serta website.
3.2.2. Metode Penelitian
Peneliti adalah suatu proses untuk menemukan Penelitian merupakan proses untuk menemukan solusi dalam masalah setelah dilakukan studi dan analisis faktor situasional (Sekaran & Bougie, 2009). Dalam penelitian terdapat dua jenis penelitian, seperti yang dipaparkan oleh Sekaran & Bougie (2019) penelitian terbagi menjadi dua, yaitu Basic Research dan Applied research yang masing- masing adalah sebagai berikut:
1. Basic Research adalah sebuah penelitian yang dilakukan untuk berkontribusi dalam menambah ilmu pengetahuan.
2. Applied Research adalah penelitian yang hasil penelitiannya diharapkan dapat memecahkan masalah yang sedang terjadi di suatu organisasi.
Penelitian ini menggunakan basic research sebagai jenis penelitian. Karena penelitian ini digunakan sebagai pengampu peneliti untuk menyelesaikan tugas akhir.
Menurut Zikmund (2013), metode data penelitian terbagi menjadi dua, yaitu:
1. Qualitative Business Research
Jenis penelitian ini dimana peneliti tidak bergantung terhadap pengukuran numerik, melainkan peneliti memberikan penafsiran yang akurat berdasarkan fenomena yang terjadi.
37 2. Quantitative Research
Penelitian kuantitatif adalah sebuah penelitian yang meneliti berdasarkan pengukuran dengan menggunakan pengukuran numerik dan menggunakan pendekatan analisis.
Menurut Cooper (2014), penelitian juga terdapat beberapa jenis, yaitu:
1. Exploratory Research Design
Jenis penelitian ini berguna ketika peneliti tidak mendapatakan gagasan yang menyeluruh dari permasalahan yang mereka temui selama proses penelitian. Sehingga peneliti diharuskan memperluas pemahaman mereka tentang penelitian penelitian dengan mengumpulkan latar belakang topik, memperbaiki pertanyaan penelitian dan memberikan kesimpulan berdasarkan logika yang kritis.
2. Descriptive Research Design
Jenis penelitian ini terstruktur dengan jelas mengenai pernyataan dari hipotesis atau pertanyaan investigasi, dengan mendeskripsikan fenomena atau karakteristik yang ada di dalam subjek populasi (who, what, when, where dan how). Proporsi di dalam populasi sudah terukur dan memiliki karakteristik yang jelas.
3. Causal Research Design
Jenis penelitian ini dilakukan untuk memberi jawaban atas hubungan sebab akibat (kausal) di antara variabel, sehingga dibutuhkan adanya hipotesis untuk menggambarkan hubungan di antara variabelnya.
38 Metode penelitian yang digunakan pada penleitian ini adalah penelitian kuantitatif dan descriptive research design. Peneliti mendapatkan data kuantitatif dari penyebaran kuesioner yang diberikan kepada responden yang memenuhi kriteria penelitian dan hasil pengolahan kuesioner tersebut berupa data yang diukur secara numerik dan adanya analisis terhadap data tersebut. Selain itu, peneliti juga memilih descriptive research sebagai metode penelitian karena peneliti menggunakan nya untuk mendeskripsikan suatu karakteristik dari objek yang diteliti melalui indikator yang terdapat dalam kuesioner.
3.3. Ruang Lingkup Penelitian 3.3.1. Target Populasi
Menurut Zikmund (2013) populasi adalah sekelompok orang dalam satu kesatuan yang memiliki karakteristik yang sama. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan lembaga keuangan yang berada di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Diambilnya karyawan yang bekerja di lembaga keuangan karena peneliti ingin melihat apakah karyawan lembaga keuangan memiliki perilaku yang baik terhadap pengelolaan keuangan mereka, dimana pekerjaan mereka berkutik terhadap pengetahuan keuangan dan melayani nasabah atas persoalan keuangan.
3.3.2. Sampling Techniques
Teknik menentukan ukuran dari sampel dibagi menjadi dua yaitu, sebagai berikut:
39 1. Probability Sampling
Teknik yang digunakan untuk menentukan sampel yang dimana kita mengetahui setiap elemen dari populasi, terdapat probabilitas dalam setiap pemilihan yang terjadi (Cooper, 2014). Dimana teknik ini dibagi empat jenis, yaitu:
a) Simple Random Sampling
Prosedur dalam menentukan sampel dimana dapat dilihat dari setiap elemen dalam populasi yang memiliki peluang yang sama.
b) Systematic Sampling
Pada prosedur penentuan sampel jenis ini, dilakukan penentuan sampel secara acak dan pada setiap n di dalam list yang sudah ada akan dipilih dengan dimulai dari satu titik (elemen) yang telah ditentukan.
c) Stratified Sampling
Teknik penentuan sampel dengan probabilitas dimana subsample yang memiliki karakteristik yang sama dan telah tergambarkan dari setiap strata pupulasi diambil secara sederhana dan acak.
d) Cluster Sampling
Pada jenis ini sampel ditentukan secara efisien dengan melakukan pengambilan unit sampel utama yang merupakan sekelompok besar elemen dalam populasi.
2. Non-probability Sampling
Menurut Cooper (2014), non-probability sampling adalah teknik yang menentukan sampel dengan cara melakukan pertimbangan yang sangat
40 matang berdasarkan kenyamanan dalam menentukan sampel, karena tidak semua orang memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel. Menurut Zikmund (2013), di dalam non-probability sampling terdapat empat jenis sampling techniques, yaitu:
a) Convenience Sampling
Jenis teknik pengambilan sampel ini digunakan oleh peneliti dengan menggunakan individu yang tersedia sebagai partisipan.
b) Judgment Sampling
Dalam jenis teknik sampling ini, peneliti memilih partisipan/responden dengan karakteristik yang ditetapkan oleh peneliti, seperti orang yang sudah memiliki pengalaman, sikap, atau persepsi dari suatu hal yang peneliti ingin ketahui.
c) Quota Sampling
Jenis teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan menentukan sampel dengan karakteristik yang sama atau relevan secara bertingkat.
d) Snowball Sampling
Jenis teknik sampling yang dilakukan dengan merujuk pada sampel element responden. Responden mungkin memiliki karakteristik yang sama pada sampel element.
Peneliti menggunakan judgement sampling sebagai sampling technique dimana peneliti memilih responden berdasarkan karakteristik yang telah peneliti tetapkan, yaitu para karyawan lembaga keuangan, yang berdomisili di Jabodetabek, berumur 26-39, yang mengatur keuangan, memiliki kartu kredit dan investasi.
41 3.3.3. Sampling Unit
Sampel adalah bagian dari populasi yang terdiri dari beberapa anggota yang dipilih dari kelompok yang menjadi populasi (Sekaran & Bougie, 2009). Menurut Zikmund (2013) sampel adalah seseorang yang termasuk bagian dari populasi, tujuan diambilnya sampel adalah untuk mengetahui karakteristik dari suatu populasi.
Oleh karena itu dalam penelitian ini terdapat sampling unit yaitu sebagai berikut:
1. Karyawan yang bekerja di perusahaan lembaga keuangan
2. Berdomisili di Kota Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
3. Berusia 26-39 tahun (Kelahiran tahun 1981-1994).
4. Karyawa lembaga keuangan yang mengatur keuangan mereka.
5. Memiliki kartu kredit dan investasi.
3.3.4. Sampling Size
Menurut Hair, et al. (2014), pada umumnya penelitian yang memiliki ukuran sampel sebanyak 100 atau lebih besar dari itu dapat dianngan sebagai penelitian yang baik. Dengan aturan minimum sampel setidaknya berjumlah lima kali lebih banyak daripada jumlah variabel yang akan dianalisis. Dengan perhitungan minimal ratio untuk observasi adalah 5:1, yang memiliki arti bahwa setiap 5 observasi dilakukan terhadap satu indikator yang digunakan dalam penelitian.
Penelitian ini memiliki sampel sebanyak 125 pengamatan dengan memperhitungkan rasio 5 sampel per indikator penelitian. Didapatkan 25 indikator penelitian di dalam penelitian ini, dimana sebelumnya penelitian ini menggunakan
42 40 indikator namun setelah dilakukannya pre-test kepada 30 responden, didapatkan bahwa hanya 25 indikator yang valid dan reliabilitas. Pada penelitian ini jumlah minimal sampel yang harus didapatkan adalah 25x5= 125.
3.4. Teknik Pengumpulan Data 3.4.1. Metode Pengumpulan Data
Menurut Zikmund (2013) pengumpulan data terdapat beberapa metode yang dapat digunakan, yaitu:
1. Observation Research
Metode ini melukakan proses sintesis dalam merekam atau mencatat pola perilaku orang, objek dan kejadian-kejadian yang terjadi.
2. Survey Research
Metode ini adalah pengumpulan data primer yang dilakukan dengan cara berkomunikasi langsung dengan responden, baik secara tatap muka atau melalui media dengan menggunakan telepon atau kuesioner.
Penelitian ini menggunakan metode survey research, karena peneliti melakukan in-depth interview terhadap beberapa karyawan lembaga keuangan, serta menyebarkan kuesioner menggunakan google form (bantuan internet) untuk mendapatkan data.
3.4.2. Sumber dan Cara Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, primary data yang peneliti gunakan, didapat melalui penyebaran kuesioner yang berbentuk google form. Kuesioner disebarkan kepada responden yang memenuhi kriteria penelitian, yaitu kepada karyawan yang bekerja di perusahaan lembaga keuangan daerah Jabodetabek dan berusia 26-39 tahun, mengatur keuangan, memiliki kartu kredit dan investasi. Hal ini dilakukan untuk
43 mengambil hasil yang lebih spesifik. Secondary data dalam penelitian ini didapatkan dari jurnal, artikel, buku-buku serta secara online yang berkaitan dengan fenomena yang peneliti angkat.
3.5. Prosedur Penelitian 3.5.1. Periode Penelitian
Menurut Sekaran & Bougie (2009), sebuah penelitian dapat dilakukan dengan mengumpulkan data dalam periode waktu tertentu atau rentang waktu ke waktu. Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan periode waktu tertentu, yaitu dari tanggal 21 Februari 2020 – 29 Mei 2020. Data yang peneliti dapatkan berupa data sekunder dan data primer.
3.5.2. Proses Penelitian
Dalam penelitian, peneliti melakukan beberapa proses untuk menjalankan prosedur penelitian, yaitu:
1. Mencari dan mengumpulkan informasi data sekunder yang didapatkan dari jurnal, artikel berita, dan buku yang dianalisa dan dibuatnya kerangka penelitian dan hipotesis.
2. Peneliti menentukan metode penelitian dari penyusunan definisi operasional, research design, hingga proses sampling yang akan peneliti gunakan dalam penelitian.
3. Membuat measurement atau indikator penelitian berdasarkan referensi dari jurnal utama, dan pendukung lainnya untuk membuat measurement yang baik dan dapat dipahami oleh responden.
4. Peneliti melakukan pre-test untuk menguji indikator penelitian. Dalam hal ini peneliti melakukan pre-test kepada 30 responden dengan 40 indikator,
44 dan didapatkan bahwa hanya 25 indikator yang dapat digunakan untuk analisis faktor dengan responden yang meluas.
5. Peneliti melakukan main-test minimal kepada 125 responden sesuai dengan sampling size yang telah peneliti tentukan.
3.6. Skala Pengukuran
Skala yang digunakan dalam penelitian ini dalam kuesioner adalah pengukuran likert. Zikmund (2013) berkata bahwa skala likert adalah pengukuran sikap setiap responden, dengan cara responden memberikan penilaian akan pendapatnya dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju dengan mengikuti petunjuk yang telah diberikan. Menurut Sekaran & Bougie (2013) setelah mengembangkan indikator yang akan digunakan dalam penelitian, peneliti dapat memutuskan untuk menggunakan skala dalam bentuk angka yang memungkinkan peneliti untuk menilai indikator yang akan diteliti. Skala likert yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert 1-5.
Tabel 3.1 Skala Pengukuran Likert
Keterangan Skala
Sangat Tidak Setuju 1
Tidak Setuju 2
Netral 3
Setuju 4
Sangat Setuju 5
Sumber: Pengolahan data peneliti, 2020
45 3.7. Definisi Operasional Variabel
Variabel adalah sesuatu yang memiliki variasi-variasi atau perubahan- perubahan dari satu contoh ke contoh yang lainnya yang dapat menunjukkan perbedaan dalam nilai. Dalam penelitian variabel terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu variabel dependen, variabel independen, serta variabel teramati.
3.7.1. Variabel Independen
Menurut Zikmund (2013) variabel independen adalah variable yang diharapkan dapat mempengaruhi variabel dependen dengan berbagai cara. Variabel Independen adalah sebuah variabel yang ditentukan pada proses yang sedang dipelajari, namun tidak mempengaruhi variabel independen itu sendiri (Zikmund, et al., 2013). Pada penelitian ini, yang termasuk dalam variabel independen adalah financial attitude, financial knowledge, dan locus of control.
3.7.2. Variabel Dependen
Variabel dependen adalah hasil suatu proses yang diprediksi atau dijelaskan oleh variabel lain, atau dengan arti lain variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain namun tidak mempengaruhi variabel lain. (Zikmund, et al., 2013). Variabel dependen adalah variabel yang menjadi persoalan pokok bagi si peneliti, yang selanjutnya menjadi objek penelitian (Hardani, et al., 2020). Pada penelitian ini, yang termasuk dalam variabel dependen adalah financial management behavior.
3.7.3. Variabel Teramati
Variabel teramati (observer variable) atau variabel terukur (measured variable) adalah variabel yang dapat diukur secara empiris yang sering disebut sebagai indikator atau pernyataan secara spesifik yang mengandung data dari
46 responden dalam merespon pernyataan (di dalam kuesioner) atau pernyataan dari berbagai macam tipe observasi lainnya (Hair, et al., 2014).
Penelitian ini memiliki 40 pertanyaan di dalam kuesioner penelitian, sehingga variabel teramati penelitian ini terdiri dari 40 indikator.
47 3.8. Tabel Operasionalisasi Variabel
Tabel 3.2 Tabel Operasional Variabel
No Variabel Definisi Operasional Kode Measurement Skala
1.
Financial Attitude
Kecenderungan psikologis seseorang yang diungkapkan ketika mengevaluasi praktik manajemen keuangan yang direkomendasikan dengan beberapa tingkat kesepakatan atau ketidaksepakatan (Mien & Thao, 2015).
FA1 Saya harus menulis tujuan keuangan yang membantu saya menentukan prioritas dalam pengeluaran
Skala Likert 1-5 FA2 Penting bagi saya membuat anggaran secara tertulis
untuk memiliki manajemen keuangan yang sukses FA3 Menurut saya, menabung tidaklah penting (r)
FA4 Penting bagi saya untuk merencanakan kemungkinan terjadinya cacat gaji (pendapatan tidak lagi mencukupi) FA5 Memastikan properti saya diasuransikan terhadap risiko
yang wajar, untuk manajemen keuangan yang sukses FA6 Menurut saya, perencanaan untuk masa depan adalah
cara terbaik untuk maju
FA7
Memikirkan target finansial saya dalam 5 tahun kedepan sangat penting untuk kesuksesan finansial
48 2.
Financial Knowledge
Kemampuan setiap individu untuk menjaga stabilitas keuangan mereka dengan mengelola arus kas pribadinya (Fiksenbaum, et al, 2017 ).
FK1 Saya mengetahui tentang suku bunga yang dibebankan oleh bank
Skala Likert 1-5 FK2 Saya mengetahui tentang peringkat kredit yang
dilakukan oleh perusahaan
FK3 Saya mengetahui tentang mengelola keuangan pribadi saya
FK4 Saya mengetahui cara menginvestasikan uang saya untuk membeli saham di pasar saham
FK5 Saya memahami laporan saldo pada rekening bank saya
3.
Locus of Control
Tingkatan dimana pengendalian
tanggung jawab seseorang terhadap peristiwa yang terjadi pada dirinya (Rotter, 1966)
LC1 Saya tidak memiliki cara untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan yang saya hadapi
Skala Likert 1-5 LC2 Sekitar saya mempengaruhi kondisi keuangan saya
LC3 Saya tidak mampu menghadapi permasalahan keuangan saya
LC4 Saya memiliki sedikit kendali atas hal-hal yang terjadi pada keuangan saya
4.
Financial Management
Behavior
Bagaimana seseorang berperilaku dengan
FB1 Saya selalu membayar semua tagihan saya tepat waktu
Skala Likert 1-5 FB2 Saya melunasi seluruh total tagihan kartu kredit setiap
bulan
FB3 Disaat menggunakan kartu kredit, saya memaksimalkan pagu (limit) kartu kredit (r)
49 Sumber measurement: (Mien & Thao, 2015)
keuangan pribadi yang diukur dengan tindakan individu tersebut (Marsh, 2006).
FB4 Saya hanya melakukan pembayaran minimum pada tagihan kartu kredit (r)
FB5 Saya menyiapkan tabungan darurat
FB6 Saya menyimpan uang dari penghasilan setiap bulan FB7 Saya menyimpan uang untuk tujuan jangka panjang
(seperti mobil, pendidikan, rumah)
FB8 Penting bagi saya untuk memiliki asuransi pensiun FB9 Saya melakukan pembelian untuk berinvestasi
(obligasi, saham, reksadana, emas)
50 3.9. Teknik Analisis Data
3.9.1. Uji Instrumen 3.9.1.1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid tidaknya suatu kuesioner.
Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2013).
Pengukuran validitas yang peneliti gunakan mengacu pada Tabel 3.3 yang dijabarkan di bawah ini.
Tabel 3.3 Alat Uji Validitas
No. Alat Uji Validitas Nilai Disyaratkan
1.
Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) Measure of Sampling Adequacy
Merupakan uji yang digunakan untuk mengukur tingkat interkorelasi antar variabel dan mengetahui dapat atau tidaknya dilakukan analisis faktor (Ghozali, 2013).
Nilai KMO yang dikehendaki harus lebih dari 0.50.
Nilai KMO yang berada di antara 0.5 dan 1.0 dinyatakan bahwa adanya kesesuaian, dan apabila nilai KMO lebih kecil dari 0.5 dinyatakan bahwa tidak adanya kesesuaian (Hair, et al., 2014)
2.
Bartlett’s test of sphericity Adalah uji statistik untuk
menentukan ada tidaknya korelasi antar variabel (Ghozali, 2013).
Hasil uji dikatakan valid untuk menunjukkan adanya korelasi antar variabel apabila nilai signifikan yang didapat kurang dari sama dengan 0.05 (Hair, et al., 2014)
51 3.
Anti-image correlation matrix / Measure of Sampling
Merupakan ukuran yang dihitung untuk melihat apakah indikator sesuai dengan analisis faktor (Hair, et al., 2014).
Nilai MSA (Measure of Sampling) untuk memenuhi syarat ini harus ≥ 0.5 (Hair, et al., 2014).
4.
Factor loading of component matrix Merupakan uji untuk melihat besaran korelasi antar variabel dan faktor- faktor serta kunci untuk memahami sifat faktor tertentu (Hair, et al., 2014)
Syarat untuk memenuhi kriteria pada uji ini, apabila factor loading of component matrix ≥ 0.5 (Hair, et al., 2014).
3.9.1.2. Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten dari waktu ke waktu.
Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan dua cara yaitu, repeated measure memberikan pertanyaan yang sama di waktu yang berbeda untuk melihat keapakah jawabannya tetap konsisten dengan sebelumnya atau tidak, dan one shot adalah pengukuran yang hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain. Reliabilitas dapat diukur dengan uji statistic Cronbach Alpha (α), suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.7 (Ghozali, 2013).
52 3.9.2. Uji Asumsi Klasik
3.9.2.1. Uji Normalitas
Uji Normalitas meruapakan satu uji yang digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti yang diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Normalitas dapat dideteksi dan diketahui dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya. Model regresi yang memenuhi asumsi normalitas jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, jika sebaliknya maka model regresi tidak berdistribusi normal (Ghozali, 2013).
3.9.2.1. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas memiliki tujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang memiliki kesamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain atau disebut dengan Homoskedastisitas (Ghozali, 2013). Dalam uji Heteroskedastisitas untuk menjamin keakuratan hasil dari analisis dengan grafik plots, ada beberapa uji statistik yang dapat digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya Heteroskedastisitas, salah satunya uji Glejser. Ghozali (2013) mengatakan bahwa model regresi tidak mengandung adanya Heteroskedastisitas apabila hasil dari probabilitas signifikan dalam uji Glejser di atas tingkat kepercayaan 5%.
53 3.9.2.2. Uji Multikolonieritas
Menurut Ghozali (2013) Uji Multikolonieritas merupakan suatu uji yang bertujuan untuk menguji apakah ditemukan korelasi antar variabel dalam model regresi. Model regresi yang baik adalah model regresi yang tidak memiliki korelasi antar variabel independen. Model regresi dapat dikatakan baik apabila nilai tolerance ≤ 0.10 atau sama dengan nilai variance inflation factor (VIF) ≥ 10.
3.9.3. Uji Model
3.9.3.1. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R²) mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi antara nol dan satu. Nilai R² yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen. Namun, R² dapat menyebabkan bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model, karena R² selalu naik jika variabel independen ditambahkan ke dalam model tak peduli variabel itu berpengaruh signifikan atau tidak terhadap variabel dependen. Oleh karena itu peneliti perlu menggunakan adjusted R² yang dapat naik atau turun jika variabel independen ditambahkan ke dalam model. Dan untuk hasil standar estimasi error, jika nilainya semakin kecil maka membuat model regresi semakin tepat dalam memprediksi variabel dependen (Ghozali, 2013).
54 3.9.4. Uji Hipotesis
3.9.5.1. Uji Signifikan Pengaruh Simultan (Uji F)
Uji Statistik F menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Ghozali, 2013).
Ghozali (2013) didalam bukunya mengatakan bahwa Hipotesis nol (Ho) yang hendak diuji apakah semua parameter dalam model sama dengan nol, yang artinya apakah semua variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel independen. Dan hipotesis alternatif (Ha) tidak semua parameter secara simultan sama dengan nol, artinya variabel independen secara simultan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. Ha dapat diterima apabila, nilai F-hitung lebih besar daripada nilai F-tabel, hal ini dilakukan dengan cara membandingkan antara nilai F-hitung dan nilai F-tabel. Ha dalam penelitian ini dituliskan dalam bentuk H1, H2, dan H3.
3.9.5.2. Uji Signifikan Parameter Individual (Uji t)
Uji T atau t-test menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Hipotesis nol (Ho) yang hendak diuji dapat menunjukkan suatu parameter (bi), sebagai berikut:
Ho: bi = 0, artinya suatu variabel independen bukan merupakan variabel penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen.
Ha: bi ≠ 0, artinya suatu variabel independen merupakan variabel penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen.
55 Terdapat dua cara dalam melakukan uji beda t-test, yaitu:
a) Bila jumlah degree of freedom (df) adalah 20 atau lebih, dan derajat kepercayaan sebesar 5% maka Ho yang menyatakan bi=0 dapat ditolak bila nilai t > 2 (dalam nilai absolut).
b) Membandingkan nilai statistic t dengan titik kritis menurut tabel.
Apabila nilai statistic t hasil perhitungan lebih tinggi dibandingkan t tabel, maka hipotesis alternatif (Ha) diterima yang artinya bahwa suatu variabel independen secara individual mempengaruhi variabel independen. (Ghozali, 2013)
3.9.4.1. Analisis Regresi Linier
Analisis regresi adalah studi yang mengenai ketergantungan variabel dependen (terikat) dengan satu atau lebih variabel independen (variabel bebas).
Analisis regresi pun menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen (Ghozali, 2013).
Persamaan regresi linear yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
Y= bX + e Keterangan:
Y = Variabel dependen atau terikat (Produktivitas) b = Koefisien regresi
X = Variabel independen atau bebas e = Error