• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III RESUME KASUS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III RESUME KASUS"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III RESUME KASUS

Pada bab ini berisi tentang resume kasus akupunktur pada Tn. F dengan kasus insomnia sindrom hiperaktivitas api hati. Resume kasus ini meliputi pengkajian, diagnosa akupunktur, perencanaan terapi akupunktur, penatalaksanaan terapi akupunktur dan evaluasi. Penatalaksanaan ini dilakukan pada tanggal 10 Mei 2021 sampai 28 Mei 2021 bertempat di Klinik Migoenani Klaten. Penatalaksanaan terapi dilakukan selama 6 kali kunjungan terapi.

A. Pengkajian

Pengkajian dilakukan pada tanggal 10 Mei 2021 secara autoanamnesa, didapati data pasien Tn. F usia 21 tahun agama Islam alamat Belan RT 04 RW 08, Jatinom, Klaten dan belum menikah. Dari pemeriksaan tanda vital didapatkan data tekanan darah pasien 110/70 mmHg, respirasi 18x per menit, berat badan 55 kg, frekuensi nadi 72x/menit, tinggi badan 167 cm. Pasien tidak memiliki riwayat alergi. Pengkajian ini menggunakan 4 cara pemeriksaan secara akupunktur, meliputi :

1. Pengamatan (wang)

Pada pemeriksaan Wang ini meliputi Shen (semangat), Se (rona dari kecerahan), dan Sing Tay (Postur Tubuh). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pasien sadar penuh (compos mentis). Pada pengamaatan Shen pasien terlihat sedikit gelisah. Pada pengamatan Se terlihat wajah pasien agak kemerah-merahan, dan mata pasien kemerahan. Pada pengamatan Shing Tay postur tubuh pasien tinggi dan terlihat kurus serta tidak ada gangguan pergerakan pada pada pasien. Pada pengamatan lidah, didapatkan gambaran lidah pasien dengan otot lidah merah, ujung lidah merah, selaput lidah kuning tipis, terdapat fisura, tada tapak gigi dan ada bercak sianotik.

(2)

Gambar 3.1 Hasil pemeriksaan lidah kunjungan pertama (Sumber : Dokumen pribadi Senin, 10 Mei 2021) 2. Pendengaran/Penciuman (Wen)

Pada pemeriksaan ini suara pasien masih terdengar jelas. Pada

pemeriksaan penciuman tidak terdapat bau abnormal, misalnya bau nafas dan bau keringat pada tubuh pasien yang menunjukkan adanya penyakit. Pada bau feses pasien tidak dilakukan evaluasi.

3. Anamnesa (Wun)

Pada pemeriksaan ini dilakukan anamnesa secara autoanamnesa, didapati Tn. F datang dengan keluhan susah mengawali tidur dan mempertahankan tidurnya (insomnia) sejak 3 tahun yang lalu, pasien juga mengeluhkan pusing. Awal mula terjadi keluhan ini pasien mengatakan bahwa pasien sering begadang malam untuk mengerjakan tugas saat akhir SMA.

Biasanya pasien baru bisa memulai tidurnya sekitar pukul 24.00 WIB dan bangun pukul 05.00 WIB. Pasien mudah marah dan sering merasa gelisah dan tidak tenang. Pasien juga sering terjaga tidurnya di malam hari dan susah untuk mengawali tidur lagi. Menurut keterangan pasien adalah seorang perokok aktif.

Keluhan tersebut menjadi parah ketika pasien banyak pikiran, meminum kopi dan bermain handphone. Ada riwayat penyakit pada anggota keluarga hipertensi

Nafsu makan pasien baik, frekuensi makan 3 kali sehari, jenis makanannya nasi, lauk pauk, dan sayur. Porsi makan banyak 2 centong. Pasien lebih suka makanan dengan kecenderungan rasa pedas. Frekuensi minum pasien sedikit antara 4-5 kali. Jenis minuman pasien air putih tapi pasien juga

(3)

sering minum kopi dengan total volume minum kurang lebih 1,2 liter. Pasien mengeluhkan sering merasa haus. Buang air besar pasien 2-3 hari sekali, konsistensinya padat, berbentuk lonjong dan tidak mengejan, warna kuning kecoklatan. Untuk buang air kecil frekuensinya 4-5 kali sehari jumlah sedikit warna kuning, dan agak pekat. Buang Air Kecil pada malam hari 2-3 kali.

Pada anamnesis status organ, pasien mengalami gangguan pada organ hati, jantung, limpa, dan paru. Pada organ hati pasien mengeluhkan pusing, mudah marah, mata minus, mudah merasa cemas, mata merah kemudian pada kandung empedu pasien mengatakan ada kaku leher. Pada organ jantung pasien mengeluhkan susah mengawali tidur (insomnia), ada palpitasi dan keringat spontan. Pada organ limpa pasien mengalami mudah lelah, sering merasa gelisah dan tidak tenang serta mudah berfikir. Pada organ paru pasien mengeluhkan ada sesak nafas dan usus besar mengeluhkan sulit BAB.

Sedangkan pada organ ginjal tidak ada keluhan dan kandung kemih pasien mengeluhkan BAK malam hari.

4. Cie / Palpasi

Pada palpasi nadi didapatkan nadi pasien yaitu kedalaman superficial atau mengambang, kecepatan normal, ukuran besar, kekuatan kuat dan nadi abnormal tegang.

Tabel 3.1 diferensiasi perabaan nadi

Kiri Kanan

Cun Normal Cun Normal

Guan Kuat Guan Kuat

Chi Lemah Chi Lemah

B. Diagnosis Akupunktur

Diagnosis akupunktur pada Tn. F adalah Tn. F insomnia dengan sindrom hiperaktivitas api hati oleh karena emosi marah, kebiasaan begadang, merokok minum kopi ditandai dengan keluhan insomnia manifestasi sulit untuk mengawali tidur, mudah marah, pusing, gelisah dan mudah lelah, konstipasi, dan mudah haus.

Otot lidah merah, selaput lidah kekuningan dengan ujung lidah kemerahan. Nadi

(4)

mengambang, dan kuat serta kebiasaan pasien yang sering begadang malam, mengkonsumsi kopi dan rokok, serta emosi yang mudah marah.

C. Perencanaan Terapi Akupunktur 1. Prinsip Terapi

Prinsip terapi akupunktur pada Senin, 10 Mei 2021 pukul 14.00 WIB di Klinik Migoenani Klaten terhadap Tn. F dengan kasus insomnia sindrom hiperaktivitas api hati akibat dari kebiasaan yang tidak tepat dan emosi yang tidak stabil. Maka dapat disusun perencanaan terapi akupunktur dengan prinsip terapi pada Tn. F yaitu dengan cara menenangkan pikiran dan meredakan api hati. Hal ini sesuai dengan prinsip terapi sindrom hiperaktivitas api hati yaitu menekan api hati, menenangkan pikiran, dan mendinginkan jantung.

2. Titik Akupunktur

Titik akupunktur yang digunakan pada kasus ini adalah HT 7 (Shenmen) merupakan titik Yuan dari meridian jantung yang mempunyai efek menenangkan jiwa sehingga dapat tidur. Titik utamanya adalah GV 20 (Baihui) yang berfungsi untuk penglihatan kabur, ingatan yang buruk, dan pusing. GV 24 (Shenting) dan EX HN 1 (Sishencong) yang berfungsi untuk keluhan insomnia, LV 2 (Xingjian) yang berfungsi untuk membersihkan api dari meridian Jueyin. , EX HN 3 (Yintang) merupakan titik ekstra yang efektif untuk insomnia, ST 45 (Lidui) berfungsi untuk membersihkan api. Untuk titik tambahan pada sindrom ini yakni ada, TE 6 (Zhigou) berfungsi untuk konstipasi , Titik SP 6 (Sanyinjiao) yang berfungsi untuk menutrisi sehingga Yin dapat mengendalikan Yang, LI 4 (Hegu) yaitu titik utama meridian usus besar untuk menghilangkan pathogen dan nyeri penenang.

3. Alat dan bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam melaksanakan terapi akupunktur yakni jarum akupunktur berukuran 0,5 cun – 1 cun, elektrostimulator, kapas, alkohol 70%, kom, bengkok, pinset, spygmomanometer, stetoskop, dan tempat jarum bekas.

(5)

4. Menentukan posisi pasien

Penggunaan titik akupunktur yang akan dilakukan terapi akupunktur berada pada superior dan inferior tubuh, sehingga penusukan dilakukan terlentang (supine) agar pasien Tn. F dapat merasa nyaman saat terapi berlangsung.

D. Tindakan/Implementasi Terapi Akupunktur

Tindakan terapi akupuntur pada Tn. F dilakukan sebanyak enam kali kunjungan. Implementasi akupunktur dilakukan pada setiap kali kunjungan terapi.

Selama enam kali terapi selalu menggunakan modalitas terapi yaitu elektrostimulator. Terapi dilakukan dua kali dalam seminggu. Berdasarkan perencanaan terapi, telah disusun penatalaksanaan terapi akupunktur pada Tn. F dengan kasus Insomnia yang dilakukan pada hari Senin tanggal 10 Mei 2021 sampai dengan 28 Mei 2021 di Klaten dengan rincian tindakan atau implementasi terapi akupunktur dilakukan sebagai berikut :

Kunjungan pertama pada hari Senin, 10 Mei 2021 jam 10.30 dilakukan pengkajian data pada Tn. F. Pengkajian data dilakukan dengan tujuan mendapatkan informasi data keluhan Tn. F serta pengkajian data untuk merumuskan diagnosa akupunktur dan perencanaan terapi yang akan dilakukan untuk mengurangi keluhan Tn. F. Pada pelaksanaan terapi akupunktur, pertama Tn. F dipersilahkan duduk terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan vital sign dan didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, respirasi 18x/menit, berat badan 55 kg, frekuensi nadi 72x/menit, tinggi badan 167 cm. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan nadi, didapatkan data lidah berwarna merah, ukuran gemuk, kemerahan pada ujung lidah, berfisura, permukaan licin dengan selaput lidah kuning tipis, ada tapak gigi, ada bercak sianotik dan tidak mengelupas. Nadi superfisial dan kuat. Saat diperiksa pasien dalam keadaan compos mentis (sadar penuh).

Menurut Redhono (2012) dalam buku History Talking Anamnesis sebaiknya sebelum melakukan tindakan terapis harus melakukan anamnesa terkait keluhan utama, keluhan tambahan, dan riwayat penyakit yang pernah dialami oleh Tn. F maupun keluarga Tn. F. Setelah itu terapis juga mejelaskan bagaimana mekanisme dan tujuan terapi akupunktur, serta Tn. F diminta untuk

(6)

menandatangani lembar persetujuan tindakan atau informed consent sebelum dilakukannya penusukkan.Pada saat akan dilakukan penusukan Tn. F diberikan pengarahan tentang lokasi titik akupunktur yang akan digunakan dalam terapi dilanjutkan dengan desinfeksi pada tangan dengan cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer dan pada area yang akan ditusuk cukup diusap dengan

menggunakan kapas alkohol 70%. Persilahkan pasien untuk naik ke bed yang sudah disediakan kemudian posisikan pasien untuk terlentang lalu lakukan penusukan pada titik GV 20 (Baihui) penusukan dilakukan melintang sedalam 0,5-0,8 cun berada di vertex kepala, 5 cun posterior ke titik tengah garis rambut anterior. Setelah itu lakukan penusukan pada titik GV 24 (Shenting), EX HN 1 (Sishencong), HT 7 (Shenmen), ST 45 (Lidui), SP 6 (Sanyinjiao), LI 4 (Hegu), LV 2 (Xingjian) dan TE 6 (Zhigou). Terapis harus menanyakan apakah pada area penusukan ada yang terasa perih atau tidak. Jika tidak ada yang perih maka lanjutkan memasang alat bantu terapi yakni elektrostimulator dengan mengatur waktu 20 menit, gelombang yang digunakan yakni gelombang 1 Continous Wave dengan frekuensi 50Hz dan intensitasnya menyesuaikan kenyamanan pasien untuk merangsang titik akupunktur. Hal yang perlu diingat oleh terapis yakni menanyakan kepada pasien apakah getaran dari elektrostimulator tersebut masih terasa atau tidak.

Setelah selesai dan elektrostimulator berbunyi maka matikan semua tombol yang ada pada elektrostimulator. Pastikan semua tombol sudah off kemudian lepas kabel pada jarum. Lalu cabut jarum dengan cara menekan lokasi tusukan menggunakan kapas alkohol dan usapkan. Setelah terapi selesai lalukan sterilisasi tangan dan merapikan elektrostimulator. Selanjutnya pasien dipersilahkan untuk turun dari bed dan duduk dikursi dan menjelaskan saran dan anjuran serta jadwal terapi selanjutnya, setelah itu pasien dapat dipersilahkan pulang. Saran dan anjuran yang diberikan untuk menunjang terapi akupunktur pada Tn. F yakni pasien dianjurkan untuk menghindari kafein dan rokok untuk memudahkan tidur, mengontrol atau menstabilkan emosi dan berpikiran positif, hindari menggunakan gadget menjelang waktu tidur, melakukan aktivitas relaksasi dan olah raga secara rutin.

(7)

Kunjungan kedua pada hari jumat, 14 Mei 2021 jam 14.00 dilakukan pengkajian data pada Tn. F, pertama Tn. F dipersilahkan duduk terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan vital sign dan didapatkan tekanan darah 110/80 mmHg, respirasi 18x/menit, berat badan 55 kg, frekuensi nadi 80x/menit, tinggi badan 167 cm. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan nadi, didapatkan data lidah berwarna merah, ukuran gemuk, kemerahan pada ujung lidah, berfisura, permukaan licin dengan selaput lidah kuning tipis, ada tapak gigi, ada bercak sianotik dan tidak mengelupas. Nadi pasien kuat dan tegang. Saat diperiksa pasien dalam keadaan compos mentis (sadar penuh). Pada saat akan dilakukan terapi pasien dipersilahkan untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan posisi tidur terlentang karena akan dilakukan penusukan diarea kepala, tangan dan kaki.

Terapi akupunktur dilakukan sebanyak 1 sesi dengan posisi tidur terlentang agar dapat memberikan kenyamanan pada pasien saat dilakukannya terapi akupunktur.

Terapis mempersiapkan peralatan terapi yang akan digunakan yaitu jarum akupunktur 0,5 cun – 1 cun, bengkok, alkohol swab 70%, elektrostimulator, handsanitizer, botol jarum bekas, spignomanometer, stetoskop, pinset, nampan

dan bed yang akan digunakan terapi serta mencuci tangan terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan terapi. Titik akupunktur yang digunakan adalah GV 20 (Baihui) yang berfungsi untuk penglihatan kabur, ingatan yang buruk, dan pusing.

GV 24 (Shenting), ST 45 (Lidui) dan EX HN 1 (Sishencong) yang berfungsi untuk keluhan insomnia, LV 2 (Xingjian) yang berfungsi untuk membersihkan api dari meridian Jueyin, HT 7 (Shemnen) merupakan titik Yuan dari meridian jantung, mempunyai efek menenangkan jiwa sehingga memudahkan tidur berfungsi untuk membersihkan api, EX HN 3 (Yintang) merupakan titik ekstra yang efektif untuk insomnia. Untuk titik tambahan pada sindrom ini yakni ada, TE 6 (Zhigou) berfungsi untuk konstipasi, Titik SP 6 (Sanyinjiao) yang berfungsi untuk menutrisi sehingga Yin dapat mengendalikan Yang, LI 4 (Hegu) yaitu titik utama meridian usus besar untuk menghilangkan pathogen dan nyeri penenang. Saran dan anjuran hindari minuman berkafein (kopi) karena kafein dapat meningkatkan hormone adrenalin yang membuat mata kita tetap terjaga, menghindari menggunakan gadget sebelum tidur karena stimulasi dari ponsel akan membuat

(8)

otak menjadi aktif sehingga sulit untuk tidur, konsumsi susu karena susu karena mengandung triptofan yaitu asam amino dari protein yang dicerna dan bisa membuat lebih cepat tidur, mengontrol atau menstabilkan emosi dan berpikiran positif, hindari merokok karena kandungan nikotin dalam rokok dapat menyebabkan sulit tidur, mudah terbangun dan tidur tidak nyenyak

Kunjungan ketiga pada hari Senin, 17 Mei 2021 jam 16.00 dilakukan pengkajian data pada Tn. F, pertama Tn. F dipersilahkan duduk terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan vital sign dan didapatkan tekanan darah 110/80 mmHg, respirasi 18x/menit, berat badan 55 kg, frekuensi nadi 84x/menit, tinggi badan 167 cm. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan nadi, didapatkan data lidah berwarna merah, ukuran gemuk, kemerahan pada ujung lidah, berfisura, permukaan licin dengan selaput lidah kuning tipis, ada tapak gigi, ada bercak sianotik dan tidak mengelupas. Nadi superfisial dan kuat. Saat diperiksa pasien dalam keadaan compos mentis (sadar penuh). Pada saat akan dilakukan terapi pasien dipersilahkan untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan posisi tidur terlentang karena akan dilakukan penusukan diarea kepala, tangan dan kaki.

Terapi akupunktur dilakukan sebanyak 1 sesi dengan posisi tidur terlentang agar dapat memberikan kenyamanan pada pasien saat dilakukannya terapi akupunktur.

Terapis mempersiapkan peralatan terapi yang akan digunakan yaitu jarum akupunktur 0,5 cun – 1 cun, bengkok, alkohol swab 70%, elektrostimulator, handsanitizer, botol jarum bekas, spignomanometer, stetoskop, pinset, nampan

dan bed yang akan digunakan terapi serta mencuci tangan terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan terapi. Titik akupunktur dan saran anjuran sama seperti kunjungan pertama.

Kunjungan keempat pada hari Senin, 21 Mei 2021 jam 15.00 dilakukan pengkajian data pada Tn. F, pertama Tn. F dipersilahkan duduk terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan vital sign dan didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, respirasi 18x/menit, berat badan 55 kg, frekuensi nadi 86x/menit, tinggi badan 167 cm. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan nadi, didapatkan data otot lidah merah dengan selaput lidah kuning tipis, fisura sudah mulai berkurang, bercak sianotik masih ada dan ujung lidah kemerahan, nadi pasien kuat dan cepat..

(9)

Saat diperiksa pasien dalam keadaan compos mentis (sadar penuh). Pada saat akan dilakukan terapi pasien dipersilahkan untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan posisi tidur terlentang karena akan dilakukan penusukan diarea kepala, tangan dan kaki. Terapi akupunktur dilakukan sebanyak 1 sesi dengan posisi tidur terlentang agar dapat memberikan kenyamanan pada pasien saat dilakukannya terapi akupunktur. Terapis mempersiapkan peralatan terapi yang akan digunakan yaitu jarum akupunktur 0,5 cun – 1 cun, bengkok, alkohol swab 70%, elektrostimulator, handsanitizer, botol jarum bekas, spignomanometer, stetoskop, pinset, nampan dan bed yang akan digunakan terapi serta mencuci tangan terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan terapi. Titik akupunktur dan saran anjuran sama seperti kunjungan pertama.

Kunjungan kelima pada hari selasa, 25 Mei 2021 jam 16.00 dilakukan pengkajian data pada Tn. F, pertama Tn. F dipersilahkan duduk terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan vital sign dan didapatkan tekanan darah 110/80 mmHg, respirasi 20x/menit, berat badan 55 kg, frekuensi nadi 80x/menit, tinggi badan 167 cm. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan nadi, didapatkan otot lidah pasien merah muda dengan selaput lidah tipis, bercak sianotik berkurang dan kemerahan pada ujung lidah masih terlihat namun tidak separah pada kunjungan pertama dengan nadi kuat dan normal.. Saat diperiksa pasien dalam keadaan compos mentis (sadar penuh). Pada saat akan dilakukan terapi pasien

dipersilahkan untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan posisi tidur terlentang karena akan dilakukan penusukan diarea kepala, tangan dan kaki.

Terapi akupunktur dilakukan sebanyak 1 sesi dengan posisi tidur terlentang agar dapat memberikan kenyamanan pada pasien saat dilakukannya terapi akupunktur.

Terapis mempersiapkan peralatan terapi yang akan digunakan yaitu jarum akupunktur 0,5 cun – 1 cun, bengkok, alkohol swab 70%, elektrostimulator, handsanitizer, botol jarum bekas, spignomanometer, stetoskop, pinset, nampan

dan bed yang akan digunakan terapi serta mencuci tangan terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan terapi. Titik akupunktur dan saran anjuran sama seperti kunjungan pertama

(10)

Kunjungan keenam pada hari jumat, 28 Mei 2021 jam 16.00 dilakukan pengkajian data pada Tn. F, pertama Tn. F dipersilahkan duduk terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan vital sign dan didapatkan tekanan darah 110/80 mmHg, respirasi 20x/menit, berat badan 55 kg, frekuensi nadi 80x/menit, tinggi badan 167 cm. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan nadi, didapatkan otot lidah merah muda dengan selaput lidah tipis, bercak sianotik sudah berkurang, dan kemerahan pada ujung lidah berkurang. Nadi pasien kuat dan normal. Saat diperiksa pasien dalam keadaan compos mentis (sadar penuh). Pada saat akan dilakukan terapi pasien dipersilahkan untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan posisi tidur terlentang karena akan dilakukan penusukan diarea kepala, tangan dan kaki. Terapi akupunktur dilakukan sebanyak 1 sesi dengan posisi tidur terlentang agar dapat memberikan kenyamanan pada pasien saat dilakukannya terapi akupunktur. Terapis mempersiapkan peralatan terapi yang akan digunakan yaitu jarum akupunktur 0,5 cun – 1 cun, bengkok, alkohol swab 70%, elektrostimulator, handsanitizer, botol jarum bekas, spignomanometer, stetoskop, pinset, nampan dan bed yang akan digunakan terapi serta mencuci tangan terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan terapi. Titik akupunktur dan saran anjuran sama seperti kunjungan pertama

E. Evaluasi Terapi

Setelah dilakukan tindakan akupunktur pada Tn. F dengan kasus insomnia sindrom hiperaktivitas api hati di Klaten kemudian dilakukan evaluasi kunjungan pasien dari kunjungan pertama sampai dengan kunjungan terakhir sebanyak 6 kali yakni dari tanggal 10 Mei 2021 sampai dengan 28 Mei 2021, sebanyak 2 kali dalam seminggu adalah sebagai berikut :

Pada kunjungan kedua tanggal 14 Mei 2021, lidah pasien merah selaput lidah kekuningan, ada bercak sianotik, ujung lidah merah, dan berfisura. Pasien mengatakan belum ada perubahan. Pasien masih mengeluhkan pusing tapi tidak terlalu berat. Nadi pasien superfisial, kuat dan tegang. BAB pasien masih belum lancar.

Pada kunjungan ketiga tanggal 17 Mei 2021, dasar lidah pasien merah dengan selaput lidah kekuningan, kemerahan pada ujung lidah sudah mulai

(11)

berkurang. Nadi superfisial, pasien cepat dan kuat. Pasien tidur lebih awal sekitar jam 11.00 malam dan kualitas tidur sudah mulai membaik karena tidak terbangun di malam hari. Pasien sudah tidak merasakan pusing. BAB pasien juga sudah mulai lancar. Kebiasaan merokok pasien semakin berkurang dari 4 batang menjadi 3 batang dalam sehari tetapi pasien masih minum kopi.

Pada kunjungan keempat tanggal 21 Mei 2021, otot lidah merah dengan selaput lidah kuning tipis, bercak sianotik sudah mulai berkurang dan ujung lidah kemerahan. Nadi pasien kuat, cepat, tegang. Pasien masih merasa nyaman dalam tidurnya jam 11.30 tetapi kualitas tidur kembali menjadi kurang baik karena pasien kembali terbangun pada malam hari pada pukul 02.00 malam dan sulit mengawali tidur kembali. Pasien juga mengeluhkan pusing. BAB pasien menjadi lancar. Kebiasaan merokok pasien masih 3 kali dalam sehari disertai minum kopi.

Pada kunjungan kelima tanggal 25 Mei 2021, otot lidah pasien merah muda dengan selaput lidah tipis, bercak sianotik berkurang dan kemerahan pada ujung lidah masih terlihat namun tidak separah pada kunjungan pertama dengan nadi kuat dan normal. Pasien sudah bisa tidur dengan nyenyak sekitar jam 10.30 dengan kualitas tidur yang baik karena pasien merasa segar pada saat bangun tidur. Terkadang pasien masih mudah terpancing emosinya. BAB pasien lancar dari sebelum terapi hanya 2 hari sekali sekarang sudah 1 kali sehari. Kebiasaan merokok masih sama yakni 2 kali dalam sehari.

Kunjungan enam dan merupakan kunjungan terakhir pasien pada tanggal 28 Mei 2021, otot lidah merah muda dengan selaput lidah tipis, bercak sianotik sudah berkurang, dan kemerahan pada ujung lidah berkurang. Nadi pasien kuat dan normal. Pasien sudah bisa tidur dengan nyenyak sekitar jam 22.00 dengan kualitas tidur semakin baik karena merasa segar pada waktu bangun tidur. Pasien juga tidak merasa pusing lagi. Kebiasaan merokok pasien masih 2 kali dalam sehari.

(12)

Gambar 3.2 Hasil pemeriksaan lidah kunjungan ke enam (Sumber : Dokumen pribadi jumat, 28 Mei 2021)

Referensi

Dokumen terkait

Kepentingan ini erat kaitannya dengan peran yang diharapkan dari ilmuwan manajemen pendidikan, tidak saja nantinya diharapkan sebagai seorang perumus kebijakan pendidikan

Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda dapat diketahui bahwa motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan konsumen dalam menabung yang

Dengan demikian tekanan air di pipa induk akan lebih tenggi dari yang ada di pipa retikulasi dan pengaturannya antara kedua jenis pipa ini dilakukan oleh valve

AHLI ALAMAT 31 ANUSHIA DEVI NAIR A/P PATHMANIBAN 1674356

Hal ini menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk masuk menjadi pelaku bisnis dimana kompetensi perusahaan dapat menyediakan layanan pusat kebugaran yang lebih personal

Sedangkan patok kayu dipasang sebagai titi per 25 meter yang sudah diketahui koordinatnya dari hasil pengolahan di software autocad, Koordinat patok kayu yang per

larutan baku 1000 µg/ml Pb; Larutkan 1,000 g Pb dengan 7 ml HNO3 pekat dalam gelas piala 250 ml dan masukkan ke dalam labu ukur 1000 ml kemudian encerkan dengan air suling sampai

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh berbagai alternatif output yang akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan LinkAja dengan pendekatan 14 true