• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Akper Buntet Jurnal Ilmiah Akper Buntet Pesantren Cirebon ISSN: Vol. 4 No

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Jurnal Akper Buntet Jurnal Ilmiah Akper Buntet Pesantren Cirebon ISSN: Vol. 4 No"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. I DENGAN GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN

AKIBAT BATU GINJAL DI RUANG PRABU SILIWANGI LANTAI 4 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GUNUNG JATI CIREBON

Jejen, Yanti Susanti

Akademi Keperawatan Buntet Pesantren Cirebon Email: [email protected], [email protected]

Abstrak

Nefrolitiasis atau batu ginjal adalah keadaan dimana ditemukannya batu pada ginjal salah satu penyakit ginjal yang paling sering terjadi di Indonesia adalah batu ginjal. Prevalensi penyakit ini diperkirakan lebih sering pada laki-laki dibanding perempuan. Tingginya prevalensi kasus dan akibat lanjutan melatarbelakangi penulis mengambil judul Karya Tulis Ilmiah asuhan keperawatan pada Tn. I dengan gangguan sistem perkemihan akibat batu ginjal.

Tujuan penulisan pada Karya Tulis Ilmiah ini adalah agar penulis mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada Tn. I dengan memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat komprehensif, melalui 5 tahap yaitu pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Metode penulisan yang penulis gunakan adalah metode deskriptif berbentuk laporan studi kasus dengan teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, dan studi literatur.

Masalah keperawatan yang muncul pada kasus adalah gangguan rasa nyaman nyeri, ansietas berhubungan dengan status kesehatan, gangguan eliminasi urine.

Kesimpulan yang penulis ambil yakni, bahwa pencapaian hasil optimal dari tujuan diatas dapat dicapai apabila kita melaksanakan proses keperawatan secara komprehensif yang meliputi aspek bio-psiko-sosio dan spiritualserta ditunjang oleh adanya kerjasama dengan klien dan keluarga klien dan tenaga medis lainnya.

Kata Kunci: sistem perkemihan; batu ginjal; penyakit

Pendahuluan

Menurut World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa sehat adalah keadaan sejahtera, sempurna dari fisik, mental, dan sosial yang tidak terbatas hanya pada bebas dari penyakit dan kelemahan. Dalam definisi ini, sehat bukan sekedar terbebas dari penyakit atau cacat. Orang yang tidak berpenyakit pun tentunya belum tentu di kaitkan sehat. Dia semestinya dalam keadaan yang sempurna, baik fisik, mental, maupun social. Entertain sehat yang ditemukan oleh WHO ini merupakan suatu keadaan ideal, dari sisi biologis, psiologis, dan social sehingga seseorang dapat melakukan aktivitas secara optimal (Francis Jr, Salk, & Quilligan Jr, 1947).

Definisi kesehatan menurut Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi” (Indonesia, 2009)

(2)

Masalah kesehatan di anatanya adalah dengan adanya gangguan pada sistem perkemihan misalnya nefrotik sindrom, ISK, gagal ginjal seta adanya batu ginjal.

Menurut e-jaournal Keperawatan (e-Kp) Menurut (Fauzi & Putra, 2016) Nefrolitiasis (Batu Ginjal) merupakan salah satu penyakit ginjal, dimana ditemukannya batu yang mengandung komponen kristal dan matriks organik yang merupakan penyebab terbanyak kelainan saluran kemih. Lokasi batu ginjal khas dijumpai di kaliks, atau pelvis dan bila keluar akan terhenti dan menyumbat pada daerah ureter (batu ureter) dan kandung kemih (batu kandung kemih). Batu ginjal dapat terbentuk dari kalsium, batu oksalat, kalsium oksalat, atau kalsium fosfat.

Namun yang paling sering terjadi pada batu ginjal adalah batu kalsium.

Menurut Jurnal e-Clinic (eCl), Volume 3, Nomor 1, Januari-April 2015, Angka kejadian nefrolitiasis dalam populasi mencapai 5-12%, dengan puncak kejadian terjadi pada usia 35-55 tahun. Di Amerika Serikat, prevalensi nefrolitiasis meningkat dua kali lipat sejak 1964-1972 dan mulai stabil sejak awal 1980. peningkatan prevalensi juga terjadi di beberapa negara seperti Jerman, Spanyol, dan Italia. Secara global, rata-rata prevalensi sebesar 3.25% pada tahun 1980an dan 5.64% pada 1990- an. Di Indonesia, kasus penyakit nefrolitiasis merupakan penyakit yang relatif tinggi jumlah penderitanya (0,5% dari populasi). Data yang dikumpulkan dari rumah sakit di seluruh Indonesia pada tahun 2002 adalah sebanyak 37.636 kasus baru dengan jumlah kunjungan sebesar 58.959 orang. Sedangkan jumlah pasien yang dirawat adalah sebesar 19.018 orang, dengan jumlah kematian adalah sebesar 378 orang.

Nefrolitiasis yang paling sering terbentuk adalah batu kalsium oksalat (80%). Jenis batu lainnya yang tersering berturut-turut adalah batu asam urat, batu kalsium fosfat, batu struvit, dan batu sistin.

Di Indonesia sendiri, penyakit ginjal yang paling sering ditemui adalah gagal ginjal dan nefrolitiasis. Prevalensi tertinggi penyakit nefrolitiasis yaitu di daerah di Yogyakarta (1,2%), diikuti Aceh (0,9%), Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah masing-masing (0,8%), Sulawesi Utara ditemukan sebesar 0,5%. Prevalensi penyakit nefrolitiasis meningkat seiring dengan bertambahnya umur, tertinggi pada kelompok umur 55-64 tahun 1,3%, menurun sedikit pada kelompok umur 65-74 tahun 1,2% dan umur ≥ 75 tahun 1,1%. Prevalensi lebih tinggi pada laki- laki 0,8% dibanding perempuan 0,4%. Prevalensi tertinggi pada masyarakat tidak bersekolah dan tidak tamat SD 0,8% serta masyarakat wiraswasta 0,8%. Prevalensi di pedesaan sama tinggi dengan perkotaan 0,6%.

Penyebab pasti yang membentuk batu ginjal belum diketahui, oleh karena banyak faktor yang dilibatkannya. Diduga dua proses yang terlibat dalam batu ginjal yakni supersaturasi dan nukleasi. Supersaturasi terjadi jika substansi yang menyusun batu terdapat dalam jumlah besar dalam urin, yaitu ketika volume urin dan kimia urin yang menekan pembentukan batu menurun. Pada proses nukleasi, natrium hidrogen urat, asam urat dan kristal hidroksipatit membentuk inti. Ion kalsium dan oksalat kemudian merekat (adhesi) di inti untuk membentuk campuran batu. Proses ini

(3)

Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2013, Nefrolitiasis atau batu ginjal adalah keadaan dimana ditemukannya batu pada ginjal salah satu penyakit ginjal yang paling sering terjadi di Indonesia adalah batu ginjal. Prevalensi penyakit ini diperkirakan lebih sering pada laki-laki

Metode Penelitian

Menurut http://poltekkesmajapahit.ac.id jenis penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Metode studi literatur adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelolah bahan penelitian. Studi kepustakaan merupakan kegiatan yang diwajibkan dalam penelitian, khususnya penelitian akademik yang tujuan utamanya adalah mengembangkan aspek teoritis maupun aspek manfaat praktis. Studi kepustakaan dilakukan oleh setiap peneliti dengan tujuan utama yaitu mencari dasar pijakan / fondasi untuk memperoleh dan membangun landasan teori, kerangka berpikir, dan menentukan dugaan sementara atau disebut juga dengan hipotesis penelitian.

Sehingga para peneliti dapat menggelompokkan, mengalokasikan, mengorganisasikan, dan menggunakan variasi pustaka dalam bidangnya. Dengan melakukan studi kepustakaan, para peneliti mempunyai pendalaman yang lebih luas dan mendalam terhadap masalah yang hendak diteliti.

Hasil dan Pembahasan

Selama melaksanakan asuhan keperawatan pada Tn. I dengan gangguan sistem perkemihan akibat pre op batu ginjal di ruang Prabu Siliwangi lantai 4 RSUD Gunung Jati Cirebon. Yang dilaksanakan pada tanggai 05 Maret 2020 sampai 06 maret 2020 pada bagian BAB III ini dibahas tentang kesenjangan antara teori dengan kasus yang ditemukan dilahan praktek. Pembahasan ini di uraikan secara sistematis dengan menggunakan pendekatan tahapan proses keperawatan yang dimulai dari tahap pengkajian, diagnose, intervensi, implementasi, dan evaluasi.

1. Pengkajian

Tahap pengkajian adalah tahap awal dari pelaksanaan asuhan keperawatan, penulis tidak menemykan kesulitan dalam menganalisa karena keluarga mau diajak bekerjasama, sedangkan data-data yang lain penulis dapatkan dari status pasien yang diambil pada saat pengkajian.

Saat pengkajian penulis menemukan adanya kesenjangan data antara teori dan kasus. Secara teori biasanya ditemukan klien klien mengalami mual-muntah, dan nafsu makan menurun akan tetapi pada saat dikaji kebutuhan nutrisi klien terpenuhi

2. Diagnosa keperawatan

Setelah melakukan tahap pengkajian penulis melakukan analisa data dan mengangkat diagnosa keperawatan berdasarkan prioritas masalah. Penulis menemukan bahwa tidak semua diagnosa yang tidak ada dalam teoritis dapat

(4)

ditemukan sebagai masalah yang harus diselesaikan. penulis menemukan 3 diagnosa yang muncul, diantaranya yaitu:

a. Gangguan rasa nyaman neyri berhubungan dengan respon obstruksi batu pada ginjal ditandai dengan klien mengatakan nyeri pada perut bagian bawah tembus hingga kebelakang dan menjalar kebagian Genetalia, skala nyeri 6 dari (0-10)

b. Ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan

c. Gangguan eliminasi urine berhubungan dengan pembentukan batu saluran d. kemih

Sedangkan berdasarkan teori diagnosa yang muncul diantaranya:

a. Nyeri kolik berhubungan dengan aktivitas peristaltik otot polos sistem kalises, peregangan dari terminal saraf sekunder dari adanya batu pada ginjal.

b. Diagnosa keperawatan ini tidak muncul pada kasus Tn.I hal ini karena tidak ada data-data yang menunjang atau mendukung untuk menegakan diagnosa tersebut, pada saat dikaji Tn.I tidak mengalami peregangan dari terminal saraf sekunder dari adanya batu pada ginjal.

c. Perubahan pola miksi berhubungan dengan retensi urine, sering BAK, hematuria sekunder dari iritasi saluran kemih.

d. Diagnosa keperawatan ini tidak muncul pada kasus Tn.I hal ini karena tidak ada data-data yang menunjang atau mendukung untuk menegakan diagnosa tersebut, pada saat dikaji Tn.I tidak mengalami sering BAK hematuria sekunder dari iritasi saluran kemih.

e. Risiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual, muntah efek sekunder dari nyeri kolik.

Diagnosa keperawatan ini tidak muncul pada kasus Tn.I hal ini karena tidak ada data-data yang menunjang atau mendukung untuk menegakan diagnosa tersebut, pada saat dikaji Tn.I tidak mengalami mual muntah, nafsu makan normal selalu habis.

Berdasarkan data tersebut diatas dapat dilihat antara tinjauan kasus dan tinjauan teoritis terdapat kesenjangan yaitu pada tinjauan teoritis dapat ditemukan Nyeri kolik, Perubahan nutrisi, Resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan, sedangkan diagnosa sesuai kasus tidak ada diagnosa tersebut di atas, hal ini terjadi karena tidak ada tanda dan gejala yang menunjang.

3. Perencanaan

Perencanaan yang telah disusun oleh penulis sesuai dengan masalah yang muncul. Penyusunan rencana keperawatan berdasarkan konsep yang ada ditinjauan teoritis sehingga penulis tidak mengalami hambatan dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada Tn. I.

4. Implementasi

Pada tahap implementasi penulis melaksanakan asuhan keperawatan sesuai dengan rencana dan tujuan keperawatan yang telah dibuat. Pada tahap ini penulis

(5)

mengalami hambatan dalam melaksanakan asuhan keperawatan tidak dapat melakukan selama 24 jam karena keterbatasan waktu dan tenaga.

Sehingga penulis melakukan kerja sama dengan perawat di ruangan dan keluarga untuk terlaksananya asuhan keperawatan yang berkesinambungan.

a. Melakukan implementasi gangguan rasa nyaman nyeri

b. Melakukan implementasi ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan

c. Melakukan implementasi Gangguan eliminasi urine 5. Evaluasi

Evaluasi dilaksanakan setelah melakukan setiap tindakan. Dilaksanakan setiap hari untuk memantau keefektifan tindakan yang penulis lakukan. Pada tahap ini penulis mengalami hambatan karena ketentuan evaluasi keperawatan minimal 3 hari. Adapun keseuaian antara tujuan dan hasil yang didapat selama melukan asuhan keperawatan antara lain:

a. Gangguan rasa nyaman nyeri

Dalam perencanaan, diagnosa gangguan rasa nyaman nyeri tidak teratasi dalam 4x24 jam, tetapi pada evaluasi hari ke 2 gangguan rasa nyaman nyeri teratasi sebagian karena skala nyeri nya masih 3.

b. Gangguan eliminasi urine

Dalam perencanaan, diagnosa gangguan eliminasi urine tidak teratasi dalam 4x24 jam, tetapi pada evaluasi hari ke 2 gangguan eliminasi urine teratasi sebagian karena klien BAK keluarnya masih sediki-sedikit.

Kesimpulan

Asuhan keperawatan yang telah diberikan secara langsung kepada Tn. I dengan gangguan sistem perkemihan akibat pre op batu ginjal yang dilaksanakan selama dua hari, yang dilaksankan pada tanggal 05 maret 2020 sampai tanggal 06 maret 2020 diruang Prabu Siliwangi lantai 4 RSUD Gunung Jati Cirebon dilaksanakan dengan hati yang tulus dan ikhlas. Penulis melaksanakan asuhan keperawatan yang bertujuan untuk mendokumentasikan ke dalam bentuk Karya Tulis Ilmiah, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Angka kasus batu ginjal (nefrolitiasis) di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon pada tahun 2020 angka kejadian nefrolitiasis yang datang di ruang prabu siliwangi lantai 4 RSUD Gunung Jati Kota Cirebon selama 6 bulan terakhir berjumlah 50 orang.

Kejadian di bulan Oktober 8 orang, kejadian terbanyak terjadi pada bulan November 15 orang, pada bulan Desember 6 orang, pada bulan Januari 10 orang, Februari 7 orang, dan bulan Maret 4 orang. karena batu ginjal ini dapat menyebabkan komplikasi diantaranya akan menghambat aliran urine, maka perlu diberikan asuhan keperawatan pada pasien dan keluarga. Metode penulisan karya ini adalah metode deskriptif yang berbentuk studi kasus, sedangkan teknik pengumpulan datanya dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, dan sistematika penulisan dari karya tulis ilmiah ini terdiri dari 4 BAB, yaitu

(6)

pendahuluan, tinjauan teoritis, tinjauan kasus dan pembahasan, dan kesimpulan deam saran.

2. Batu ginjal atau nefrolitiasis merupakan suatu keadaan terdaptnya batu (kalkuli) di ginjal. Batu ginjal terbentuk pada tubuli ginjal yang kemudian berada di kaliks, infundibulum, pelvis ginjal, dan bahkan bisa mengisi pelvis serta seluruh kaliks ginjal, (Menurut Arif Muttaqin dan Kumala Sari 2011 hal.1).

3. Menurut e-jaournal Keperawatan (e-Kp) Menurut Marco Manza Adi Putra dan Ahmad Fauzi (2013) Nefrolitiasis (Batu Ginjal) merupakan salah satu penyakit ginjal, dimana ditemukannya batu yang mengandung komponen kristal dan matriks organik yang merupakan penyebab terbanyak kelainan saluran kemih. Lokasi batu ginjal khas dijumpai di kaliks, atau pelvis dan bila keluar akan terhenti dan menyumbat pada daerah ureter (batu ureter) dan kandung kemih (batu kandung kemih). Batu ginjal dapat terbentuk dari kalsium, batu oksalat, kalsium oksalat, atau kalsium fosfat. Namun yang paling sering terjadi pada batu ginjal adalah batu kalsium.

4. Setelah melakukan asuhan keperawatan pada Tn. I dengan gangguan sistem perkemihan akibat pre op batu ginjal ditemukan diagnosa keperawatan yaitu gangguan rasa nyaman nyeri, ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan, gangguan eliminasi urine. Dari tiga diagnosa diatas yang teratasi sebagian yaitu gangguan rasa nyaman nyeri, gangguan eliminasi urine, dan yang sudah teratasi yaitu ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan. Selama proses keperwatan penulis mengalami hambatan, yaitu dalam ketentuan evaluasi keperawatan minimal 3 hari, sedangkan penulis menjalankan selama 2 hari. Hal ini karena penulis harus pindah dan melakukan praktik diruang prabu siliwangi lantai 3 RSUD gunung jati.

(7)

Daftar Pustaka

Ali, Zaidin. 2010. Dasar-Dasar Dokumentasi Keperawatan, Cetakan 1. Jakarta: EGC.

Baradero, Marry. 2010. Asuhan Keperawatan Gangguan Ginjal. Jakarta: EGC

Fauzi, Ahmad, & Putra, Marco Manza Adi. (2016). Nefrolitiasis. Jurnal Majority, 5(2), 69–73.

Francis Jr, Thomas, Salk, Jonas E., & Quilligan Jr, J. J. (1947). Experience with vaccination against influenza in the spring of 1947: a preliminary report. American Journal of Public Health and the Nations Health, 37(8), 1013–1016.

Indonesia, Republik. (2009). Undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Jakarta Republik Indones.

Harmilah. 2020. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Sistem Perkemihan, Cetakan 1. Yogyakarta: Pustaka Baru.

LeMone, Priscilla. 2014. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: Rapha Publishing

Muttaqin, Arif. dan Sari Kumala. 2011. Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Perkemihan.

Jakarta: Salemba Medika.

Nursalam. 2011. Proses dan Dokumentasi Keperawatan, Konsep dan Praktek.

Jakarta: Salemba Medika.

Prabowo, Eko. 2014. Asuhan Keperawatan Sistem Perkemihan. Jakarta: Nuha Medika.

Soeryoko, Hery. 2011. Tanaman Obat Paling Favorit Penghancur Batu Ginjal.

Yogjakarta: CV Andi.

Widayanti, Dhina. 2017. Gangguan Pada Sistem Perkemihan Dan Penatalaksanaan Keperawatan. Yogyakarta: Deepublish.

Referensi

Dokumen terkait

Setelah penulis memberikan asuhan keperawatan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yaitu dari mulai pengkajian sampai dengan evaluasi yang

Dari permasalahan yang sudah dijabarkan di atas perlu dilakukan penelitian dengan tujuan adalah untuk : (1) mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pengaruh antara model

kebijakan, ketentuan, rencana dan prosedur (yang tertuang dalam SE, SK, Memorandum dan SOP) BMT Taruna Sejahtera telah benar-benar dijalankan dan dipatuhi. 3) Melakukan

Setelah diketahui dari uraian diatas, dengan melihat permasalahan yang terjadi, menjadi ketertarikan untuk dilakukannya suatu penelitian dengan tema Analisis Pengaruh

Terminal Bus juga merupakan suatu area dan fasilitas yang di dalamnya terdapat interaksi berbagai elemen seperti manusia (penumpang, pedagang dan kru bus), fasilitas

Berdasarkan data kuantitatif dan kualitatif yang peneliti dapatkan dari validasi ahli, uji kegunaan, uji kelayakan, dan uji ketepatan maka model bimbingan pribadi

2004 – 2010 : Pondok Buntet Pesantren Cirebon Asrama Habbil Ilmi7. 2007 : Ijazah Qur’an Qiroat Hafs, Habbil Ilmi Buntet Pesantren Cirebon 2008 : English Course, LBK YLPI

Pihak Pertama berjanji akan mewujudkan target kineija yang seharusnya sesuai iampiran perjanjian ini, dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti yang lelah