Volome 2,Nomor I, N°l?ember 2000 ISSN 141/-1349
APLlKASI NEUTRON GENERATOR UNTUK ANALISIS KADAR N TOTAL DALAM TANAH PERT ANIAN DI DAERAH PROPINSI DIY
-
H.Muryono, Tjipto Sujitno, 19B.Djoko Sardjono, C. Supriyanto
P37'M, Balan, Yogyalearla
ABSTRAK
APUKASI GENERATOR NEUTRON UNTUK ANAUSIS KADAR N TOTAL DALAM TANAH PERTANIAN DI PROPINSI DIY. Telah dilakuleanabalisfs kadar N lolal dalam la'lah perlanian di daBrah Propinsi DIY.
Unsur N sangal diperlulean bagi pBninglealanproduk.ri lanaman perlanian. Sebagian besar unsur N berbenluk dalam senyawa nilral dun nilrit yang mudah mengalamipencucian dun hilang dari lahan lanah.
Akibalnya sebagian besar lanah perlanian aleanmengalami kekurangan N. Ak.releralor dapal digunalean unluk ana/isis leadarN lolal dalam lanah perlanial/. Tanah perlanian yang berupa lanah .rawahdan lanah lugalan dlkulllpulkcl1Idarl beberapa daerall di propil/si DIY. JJi laboraioriuIII, lanah dikering angil/kal/, dibersihleandart kerikil dun sisa-sisa akar, kemudian dihaluskan. Selelah bolus disaring dengan saringan
.
100 mesh. Dilimbang 100 mg lanah, dimasukkan ke dalam vial polielilin dun diiradiasi neulron cepal dari generalor neulron di dalam ak.releralor.Pencacahan dilakukan dengan deleklor Na/(I7) selama 15 menit.
Hasil ana/isis dengan generalor neulron menunjukkan bahwa pada umumnya lanah perlanian di DIY mengalami defisiensi unsur N. Pada lanah sawah menunjukkan rerala kadar N lolal yang relalif lebih linggi bila dibandingleandengan leadarN lolal pada lal/ah legalan. Masing-masing besarnya 0,25-0,39 % N unluk lanah sawah dun 0,055-0,13 % N unluk lanah tegalan. Perlu penambahan sumber N yang berupa bahan organik ( pupuk leandang alau kompos) pada lanah sawall dan lanah legalan secara periodik un/uk meninglealleanleadarN lolal di lahan perlanian di DIY.
ABSTRACT
NEUTRON GENERATOR AS A ANALYSIS TOOL FOR DETECTING N ELEMEN TOTAL CONCENTRATION IN AGRICULTURAL SOIL OF YOGYAKARTA SPECIAL DISTRICT PROVINCE. The applicatiol/ of nelliron generalor as a analysis 1001fur detecting N lolal col/cel/lralion in agricullural sui! in Yogyakarla special districl province were done. N elemenl in the soil is needed for increasing plant production. A larger part ofN elements in the soil is a nitral and nitritformerly. Those compollnd are easily to leach and lost to ground waler. II caused Ihe agricullural soil were deficiency in N lolal elemenls.
Acceleralor provide to neulron generalor were applied as a analysis loolfor detecling N lolal elemenls in agricullural soil. Agricultural soil consisl of paddy field soil and dryland soil, collecledfrom some region in DIY province. In Ihe laboralorium, soil samples were air dried and grinded , Ihenfillered in J00 meshfiller affine. Salllple~'and slandard both weighed 100 /IIg andfilled inlo vial polyelhylene. Neutron irradiation of samples were done during 15 minutes and counled by NaI(77) deleclor. II was found Ihal a large pari of agricullural soil in DIY provinve were N elemenls deficiencies. The averages of N elemenls concenlralion in agricullural soil in DIYprovince regions were 0,25-0,39 %N ofpadyfield soil and O,O55-0,JJ%N of dryland soil. The periodically addition of N source elemenl as an organic malerial inlo paddyfield and dry- land soils are need 10increase Ihe N lolal elemenls in Ihe soil of DIY province.
PENDAHULUAN
G
enerator neutron yang ads di P3TM BATAN Yogyakarta dapat menghasilkan neutron cepat dengan tenaga 14,3 MeV yang dapat dimanfaatkan untuk analisis unsur- unsur ringan seperti N, P, K, 0 daD S (1.21.Timbulnya berkas neutron cepat diperoleh dengan cars penembakan target TiT dengan ion deuteron.
Berkas neutron yang dihasilkan digunakan W1tuk menembak cuplikan yang akan ditentukan unsur- unsurnya. Dengan demikian maka generator neutron dapat digunakan untuk melakukan analisis unsur N di dalam tanah pertanian di Propinsi DIY 131.
Tanah merupakan media kehidupan bagi semua jenis tumbuhan. Lewat bagian akar atau sejenis akar, tumbuhan mengambil unsur-unsur makanan dari dalam tanah. Unsur makanan yang diambil dari tanah digunakan untuk tenaga, pertumbuhan, clan menghasilkan produksi tanaman yang berupa biji-bijian, sayuran, buah-buahan dB.
Unsur N merupakan salah satu unsur pokok yang sangat diperlukan oleh tumbuhan. Di dalam tanah, unsur N berupa senyawa nitrat, nitrit, amonia atau sebagai senyawa penyusun bahan or~anik yang ads di dalam tanah. Menurut WIDODO 4) pemupukan N yang ekonomis dapat tercapai bila diketahui kadar N total di dalarn taoah. Kadar N total di dnlarnlanah
2000APLIKASI NEUTRON GENERATOR UNTUK ANA LlSIS KADAR N TOTAL DALAM 7'ANAHl'ERTANAHAN DI VAERAlf P/WNI'lNSI WY H. Muryono., dick
154
V%me 2. Nomor 1. Nopember 2000 ISSN 14JJ-1349 cenderung menunm karena proses pencucian clan
penguapan. Mengingat pentingnya peranan unsur N bagi tumbuhan, maka perlu dilakukan analisis unsur N pactabeberapa tanah pertanian yan~ actadi daerah Propinsi DIY. Menurut OATOT, S. 10],rendahnya produksi pertanian per satuan luas, khususnya bahan pangan , disebabkan karena terjadi defisiensi unsur N pacta berbagai tanah pertanian. Dari analisis N total di dalam tanah pertanian, akan dapat diketahui tingkat defisiensi kadar unsur N pactamasing-masing lokasi pengambilansampel tanah.
Penggunaan generator neutron untuk analisis N-14 dalam bijian telah dilakukan oleh peneliti terdahulu, misalnya analisis protein pads beberaga jenis daun ketela pabon di daerah Propinsi DIY. 51.
Juga telah dilakukan analisis unsur N total di dalam daun jagung yang sehat clandaun jagung yang sakit bulBi16.1].
Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan basil analisis kadar N total dalam tanah pertanian di DIY. Dari analisis tersebut akan dapat diketahui kadar N total pads tanah pertanian di DIY. Apabila kadar N totalnya sangat rendah maka perlu dilakukanupaya untuk mengantisipasinya.
BAHAN DAN METODA
Rancangan Penelitian
Raneangan penelitian adalah raneangan Beak lengkap dengan 5 maeam daerah lokasi, 2 jenis tanah clan 1 jenis unsur (N) clan 3 ulangan.
Pengumpulan Cuplikan
Pengumpulan cuplikan tanah dilakukan pacta bulan Mei 1998. Di Sleman, euplikan tanah diambil dari 4 keeamatan, yaitu Moyudan, Mlati, Cangkringan clan Berbah. Di Kodya Yogyakarta, euplikan tanah diambil dari 4 keeamatan, yaitu Wirobrajan, Tegalrejo, Umbulhardjo, Kotagede. Di Bantul, cuplikan tanah diambil dari 4 kecamatan, y!'itu Sedayu, Sewon, Imogiri, Piyungan. Di Kulonprogo , cuplikan tanah dlambil dari 4 keeamatan, yaitu Nanggulan, Sentolo, Watts, Temon. Di Ounungkidul, cuplikan tanah diambil dari 4 kecamatan, yaitu PlayeD, Nglipar, Ponjong, Semin. Cuplikan tanah diambil pac;lakedalaman 5-30 em, masing-masing sebanyak :I: 1 kg. Cuplikan tanah yang diambil acta 2 macam, ialah cuplikan untuk tanah tegalan clancuplikan untuk tanah sawah.
Preparasi Cuplikan daD Standar
Cuplikan tanah dibersihkan dari rerumputan, barn clan kerikil
,
kemudian dieampur hingga rata.Tanah dikeringkan pacta suhu kamar selama seminggu,kemudian dihaluskan clandisaring dengan
saringan 100 mesh. Dibuat standar dengan campuran bahan selulose dengan leusine dengan kadar N yang divariasi. Masing-masingvariasi kadar N ditimbang 100 mg. Untuk menguji ketepatan metoda yang diterapkan, digunakan standar SRM Soil-? dari IAEA.
Iradiasi daD Pencacahan Cuplikan
Masing-masing cuplikan clan standamya dimasukkan ke dalam wadah dari bahan plastik, diberi label clandiiradiasi dengan neutron eepat dari akselerator. Iradiasi euplikan dilakukan selama 30 menit. Selama proses iradiasi, generator neutron dioperasikan pads voltage 110 kV dengan ams 500 mA. Setelah iradiasi, cuplikan dicacah dengan spektroskopi gamma selama 15 menit. Atat spektrometer gamma terdiri dari detektor NaI(Tl), somber tegangan tinggi, preamplifier, amplifier, clan PC aeeuspee sebagai pengganti MCA.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis kadar N total dalam tanah di daerah kodya Yogyakartadisajikan pactaTabell.
Tabel 1. Data kadar N total dalam tanah di beberapa keeamatan di Kodya Yogyakarta
Di daerah Wirobrajan clan Umbulharjo terdapat kadar N total dalam tanah yang relatif lebih tinggi hila dibandingkan dengan lokasi tanah sawah lainnya. Sedangkan pada tanah tegalan tidak terlihat
perbedaan yang bermakna. .Dari label tersebut terlihat bahwa kadar N total dalam tanah sawah bervariasi antara 0,29-0,38 % N total, sedangkan di tanah tegalan, kadar N total bervariasi antara 0,10- 0,12 % N total.
Analisis kadar N total dalam tanah di kabupaten Sleman disajikan pacta Tabel 2. Pacta umumnya tanah sawah di kabupaten Sleman memiliki kadar N total yang tinggi. Daerah Berbah menunjukkan angka yang paling tinggi hila dibandingkan dengan daerah lainnya. Dari tabel tersebut terlihat bahwa kadar N total dalam tanah sawah bervariasi antara 0,38-0,42 % N total, sedangkan di tanah tegalan, kadar N total bervariasi antara 0,12-0,14 % N total.
/-
Proseding Seminar Nasiona/ Teknologi Akselerator don Akselerator
Vo/.2, No.1, Nopember
155 Lokasi Kadar N total (%) dalam cuplikan tanah .
Sawah Tegalan
Wirobrajan 0,38: 0,07 0.11:1:0,012
Tegalrejo 0,29:1: 0,05 0.10:1:0,022
Umbulhardjo 0,32:1: 0,04 0,12:1:0,017
Kotagede 0,29:1: 0,09 0,11:1:0,019
Rerata 0,34:1: 0,015 0,11:1:0,007
V%me 2, Nomor 1, Noe..ember 2000
.Tabel 2. Data kadar N total dalam tanah di beberapa kecamatan di Kabupaten Sleman
Tabel 3. Data kadar N total dalam tanah di beberapa kecamatan di Kabupaten Bantul
Ana1isis kadar N total dalam tanah di kabupaten Bantul disajikan pada Tabel 3. Di daerah Sedayu terdapat kadar N total dalam tanah yang relatif lebih tinggi hila dibandingkan dengan lokasi tanah sawah lainnya, sedangkan pada tanah tegalan tidak terlihat perbedaan yang bennakna. Dari label tersebut terlihat bahwa kadar N total dalam tanah sawah bervariasi antara 0,28-0,31 % N total, sedangkan di tanah tegalan, kadar N total bervariasi antara 0,07-0,09 % N total.
Tabel 4. Data kadar N total dalam tanah di beberapa kecamatan di Kabupaten Kulonprogo
Analisis kadar N total dalam tanah di kabupaten Kulonprogo disajikan pada Tabel 4. Di daerah NangguIan terdapat kadar N total dalam tanah yang relatif lebih tinggi hila dibandingkan dengan lokasi tanah sawah lainnya, sedangkan pada tanah tegalan tidak terlihat perbedaan yang
ISSN 1411-1349
bennakna. Dari label tersebut terlihat bahwa kadar N total dalam tanah sawah bervariasi antara 0,24- 0,28 % N total, sedangkan di tanah tegalan, kadar N lotal bervariasi antara 0,05-0,07 % N total.
Tabel 5. Data kadar N total dalam tanah di beberapa kecamatan di Kabupaten Gunung Kidul
Analisis kadar N total dalam tanah. di kabupaten Gunungkidul disajikan pada Tabel 5. Di daerah Semin dan Ponjong terdapat kadar N total dalam tanah yang relatif lebih tinggi hila dibandingkan dengan lokasi tanah sawah lainnya.
Sedangkan pada tanah tegalan tidak terlihat perbedaan yang bennakna. Dari label tersebut terlihat bahwa kadar N total dalam tanah sawah bervariasi antara 0,24-0,27 % N total, sedangkan di tanah tegalan, kadar N total bervariasi antara 0,04- 0,07 % N total.
Analisis kadar N total rata-rata dalam tanah di beberapa daerah kabupaten di propinsi DIY disajikan pada Tabel 6. Tanah di DIY (baik sawah atau tegalan) menunjukkan kadar N total yang lebih rendah hila dibandingkan dengan tanah kebun percobaan di Jasinga dan Jember, sedangkan untuk lingkungan tanah di DIY, daerah Sleman dan Kodya Yogyakartamenunjukkan kadar N total tanah sawah yang paling tinggi. Demikian pula untuk kadar N total dalam tanah tegalan. Dari tabel tersebut terlihat bahwa di DIY, kadar N total dalam tanah sawah bervariasi antara 0,25-0,34 % N total, sedangkan di tanah tegalan, kadar N total bervariasi antara 0,05- 0,13 % N total,
Menurut GATOT, S. [\01kadar N total yang tinggi di lokasi tanah sawah dikarenakan penggunaan pupuk yang intensif pada tanaman padi dan diteruskan dengan tanaman kedele sebagai tanaman selingan. Residu bintil akar pada pertanaman kedele telah ikut andil dalam meningkatkan kadar N total di dalam tanah
.
Sementara kondisi pengairan yang kurang menyebabkan unsur N banyak yang hUang karena menguap.
2000APLIKASI NEUTRON GENERATOR UNTUK ANALlSlS KADAR N TOTAL DALAM TANAH PERTANAHAN DI DAERAH PRONPINSI DIY H. Mllryono., dkk
156 Lokasi Kadar N total (%) dalam c:uplikan tanah
Sawah Tegalan
Moyudan 0,38:1: 0,07 0,14:1:0,012
Mlnti 0,3% O,OS 0,13:1:0.022
Cangkringan 0,37:1: 0,04 0,12:1:0,017
Berbah 0,42:1: 0,09 0,13:1:0,019
Rerata 0,3% 0,0\9 0,13:1:0.008
Lokasi Kadar N total (%) dalam c:uplikan tnnnh
Sawah Tegalan
Sedayu 0,3\ :I:0,07 0,09:1:0,0\2
Sewon 0,29:1: 0,05 0,07:1:0,022
hnogiri 0,30:1: 0,04 0,08:.1:0,017
Piyungan 0,28:1: 0,09 0,0%0,019
Rerata 0,29:1: 0,01\ 0,08::1:0.008
Lokasi Kadar N total (%) dalam c:uplikan tal1ah
Sawah Tegalan
Nanggulan 0,28 :I:0,07 0,07:1:0,0\2
Sentolo 0,26Z 0,05 O,06Z0,022
Wates 0,24::1: 0,04 0,05:1:0,017
Temon 0,27::1: 0,09 0,07:1:0,019
Rerata 0,26:1: 0,015 O,O6Z0,O08
Lokasi Kadar N total (%) dalam c:uplikantanall
Sawah Tegalan
PlayeD 0,25 ::I:0,07 0.05:1:0,012 Nglipar 0,24::1: O,OS 0,04::1:0,022
Ponjong O,26Z 0,04 O,O6Z0,OI7
Semin 0,27:1: 0,09 0,07:1:0,019
Rerata 0,25:1: 0,011 0,055:1: 0,011
Volome 2, Nomor I, Nopember 2000 ISSN ]411.1349 Tabel6. Data kadar N total dalam tanah di beberapa daerah di DIY, di Kebun Percobaan
Jasinga clan Jember[9.IOj
Catatan :
1. Kodya Yogyakarta,2.Kabupaten Sleman, 3. Kabupaten Bantul, 4. Kabupaten Gunungkidul , 5. Kabupaten Kulonprogo, 6. Kebun percobaan IPB di Jasinga, 7. Kebun percobaan Fak. Pertanian Univ. Negeri Jember .
LANDON, J.R (S) menggolongkan tanah dengan kadar N total yang tinggi (0,5-1,0%), sedans (0,2-0,5%), rendah (0,1-0,2 %) atau sangat rendah
«0,1 %). Selain karena jenis tanah."ya, kadar N total dalam tanah yang tinggi disebabkan karena kondisi tanaman sebelum dilakukan sampling.
Tanaman sela yang berupa tanaman leguminosa seperti kedele clan kacang tanah akan berpengaruh yang positip terhadap kadar N total dalam tanah' Demikian pula tanaman Bela yang berupa jagung akIn mempunyai pengaruh yang negatip terhadap kadar N total di dalam tanah. Penggunaan pupuk anorganik yang intensip clan disertai dengan penggunaan pupuk kandang atau kompos pacta tanaman padi sebelumnya akan mempunyai pengaruh yang positip terhadap kadar N total di dalam tanah. Daerah tanah sawah dengan pengairan teknis secara teori akan memudahkanunsur N untuk cepat hilang terbawa aliran air. Akan tetapi, pads daerah-daerah yang pengairannya balk biasanya menggunakan pola budidaya dengan pemupukan yang intensif sehingga mengakibatkanunsur N tetap tersedia dalam tanah. Tanah di kebun percobaan di Jasinga clan di Jember menunjukkan kadar N total yang relatih lebih tinggi hila dibandingkan dengan tanah.tanah di DIY. Hal ini disebabkan karena pacta kebun percobaan, penggunaanpupuk yangterkontrol secara ketat balk pactalahan sawah atau tegalan yang secara rutin digunakan untuk penelitian [9).
Pacta tanah tegalan, penanaman tanaman palawija yang berupa ketela pohon akan mempunyai pengaruh yang negatip terhadap kadar N total di dalam tanah. Apalagi tanaman ketela pohon terkenal rakus unsur hara tanaman. Sedangkan penanaman palawija yang mengikutsertakan tanaman leguminosa seperti kedele clankacang tanah di tanah tegalan akan mempunyai pengaruh yang positip terhadap kadar N total di dalam tanah'
Perbedaan kadar N dalam tanah sawah clan tanah tegalan disebabkan karena perbedaan dalam budidaya tanaman, pols tanam clan penambahan bahan organik ke dalam tanah [101.Pactatanah sawah, biasanya dilakukan pemupukan N secara intensif sedangkan pada tanah tegalan, pemupukan tanaman tidak dilakukan secara intensif.
KESIMPULAN
1. Dari basil diagnosa dengan generator neutron menunjukkan bahwa pacta umumnya tanah pertanian di DIY mengalami defisiensi unsur N.
Pads tanah sawah menunjukkan terata kadar N total yang relatif lebih tinggi hila dibandingkan dengan kadar N total pacta tanah tegalan. Rerata kadar N total di tanahsawah antara 0,25-0,39 % N total, sedangkan di tanah tegalan, kadar N total bervariasi antara 0,055-0,13 % N total.
2. Urut-urutan kadar N total dalam tanah sawah dari yang tertinggl sampai yang terendah berturut-turut adalah Sleman (0,39:1:0,009% N total ), Yogyakarta (0,34:1:0,015 %N tota!), Bantul (0,29:1:0,011%N total ), Kulonprogo (0,26:1:0,015 % N total) clan Gunungkidul (0,25:1:0,011%N total ). Urut-urutan kadar N total dalam tanah tegalan" dari yang tertinggi sampai yang terendah berturut-turut adalah Sleman (0,13:1:0,008% N total), Yogyakarta (0,11:1:0,007%N total), Bantul (0,08:1:0,008%N total), Kulonprogo (0,06:1:0,008% N total) clan Gunungkidul(0,055:1:0,011%N total).
3. Kadar N total di tanah pertanian di DIY tergolong "sedang" sehingga perlu penambahan sumber N yang berupa bahan organik ( pupuk kandang atau kompos) pada tanah sawah clan tanah tegalan secara periodik untuk meningkatkan kadar N total di lahan pertanian di DIY.
Proseding Seminar Nasional Teknologi Akselerator dan Akselerator
YoU. No.1, Nopember
157
Jenis Rerata kadar N total (%) pacta lokasi
tanah I 2 3 4 5 6 7
Sawah 0,34:1:0,015 0,39:1: 0,29:1: 0,25:1: 0,26:1: 0,39:1: 0,41:1:
0,019 0,011 0,011 0,015 0,021 0,019
Tegalan 0,11:1:0,007 0,13:1: 0,08:1: 0,055:1: 0,06:1: 0,10:1: 0,13:1:
0,008 0,008 0,011 0,008 0,011 0,021
Volollle 2, Nolllor I. Nopelllber 2000
UCAPANTERIMAKAsm
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Sdr. Suripto dan Rahayu Widowati dad Akademi Pertanian Yogyakarta, atas bantuannya dalam pengumpulan cuplikan. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Sdr. Wijiyono SP, Suhardjo BE , Drs. Darsono M.Sc, Suraji BE. daDPurwanto atas bantuannya dalam preparasi, iradiasi daD pencacahancuplikan.
DAFrAR PUSTAKA
1. S.S NARGOLWALLA. E.P.
PRZYBLOWICZ.ActivationAnalysis WithNeutronGenerators.J. Wileyand Sons.NY.1973
2. NIEMANN, E.G., D.NEUMULLER.
Determination of seed nitrogen content by 14N ( Y ,n )I3N activation analysis. Seed protein improvement.IAEA, Vienna, 1989
3. KAFALA, S.I., B.V. ANISINOV , TOLKACHEV . Automatic activation analysis of fertilizer and plant samples by fast neutrons.
J.Radioanal. Nucl. Chern. 97(2),341-345 4. WIDODO. Evaluasi Produksi Tanaman Pangan
pacta Lahan Marginal di DIY. Dinas Pertanian Propinsi DIY. 1997.
"
ISSN 14/1-1349
5. LANDON, J.R. Booker Tropical Soil Manual.
Booker Agriculture International Limited. 1984.
6. H.MURYOND, DARSONO, AGUS TZ.
Penggunaan APN daD APNC untuk identifikasi Fe, Mg, dan N dalam daun jagung yang sakit bulai (S.Maydis R.Butler). Prosiding PPI Penelitian Dasar dan Iptek Nuklir. Yogyakarta, 8-10 Juli 1997. hal. 29-34.
7. H.MURYONO,SUDARMADJI, WIJIYONO, AGUS TZ, Metoda APN untuk evaluasi penyebaran unsur logam berat dalam cuplikan tanah di DIY. Prosiding PPI Penelitian Dasar dan Iptek Nuklir. Yogyakarta, 26-27 Mei 1998.
hal. 284-288
8. H.MURYOND, KRIS TRI BASUKI, ZAINUL KAMAL. Fast neutron activation analysis for quality control of protein contents in cassava leaves at Yogyakarta Special District Province.
International Workshop and Seminar in Catalyst Chemistry. Yogyakarta, February 8-13 1999 9. NURHAYATI, H. Dasar-dasar Ilmu Tanah.
Penerbit IPB, Bogor (1988) 488 P
.
10. GATOT SUKARNO. Pengaruh Pol a Tanam daD
Penambahan Bahan Organik Terhadap Perubahan Kadar N dalam Tanah
.
AgrijW11alVo!.3 No. I Juli 1995. Fak. Pertanian Univ, Neged Jember. Hal. 15-23
2000APLIKASI NEUTRON GENERATOR UNTUK ANALISIS KADAR N TOTAL DALAM TANAH PERTANAHIIN DI DAERAH PRONPINSI DIY H. Muryono., dick
158
Volome 2, Nomor I, Nopember 2000 ISSN 1411-1349
:.~
f J
\ .~. :. '.~\.
( ~. .~
Lautan Hindia
Gambar
1.
Lokasi pengambilan cuplikan di daerah Propinsi DIY.A. Kotamadya Yogyakarta, 1= Dusun Nitipuran, Kal. Patangpuluhan, Kec. Wirobrajan. 2= Dusun Tompeyan, Kal. Tegalmulyo, Kec. Tegalrejo. 3=
Dusun Gambirsari, Kal. Pandean, Kec.
Vmbulhardjo. 4= Dusun Pilahan, Kal.
Tegalgendu , Kec. Kotagede.
B. Kabupaten Sleman, 1= Dusun Sangubanyu, Kal.
Bendosari, Kec. Moyudan. 2= Dusun Simping.
Kal. Tirtoadi, Kec. Mlati. 3= Dusun Sabrangwetan, Kal. Wukirsari, Kec.
0 Cangkringan. 4= Dusun Kaliajir, Kal. Kalitirto, Kec.Berbah.
C. Kabupaten Bantul, 1= Dusun Beji, Kal.
Argorejo, Kec. Sedayu. 2= Dusun Jotawang, Kal.
Bangunhardjo, Kec. Sewon. 3= Dusun Soreyan,
Kal. Karangtalun,Kec. Imogiri. 4= Dusun.
Sampakan, Kal. Sitimulyo,Kec. Piyungan.
D. Kabupaten Kulonprogo, 1= Dusun Temanggal, Kal. Wijimulyo, Kec. Nanggulan. 2= Dusun Weden, Kal. Kaliagung, Kec. Sentolo. 3= Dusun
Selokarang,Kal. Trihardjo, Kec. Wales. 4=
Dusun Sindutan, Kal. Kebonrejo, Kec. Ternon.
E. Gunungkidul, 1
=
Dusun Kepil, Kal. Bandung, Kec. Playen. 2= Dusun Ngangkruk, Kal.Pilangrejo, Kec. Nglipar. 3= Dusun Sokoliman,
Proseding Seminar Nasional Teknologi Akselerator dan
Akse/erator .
Vol.2, No.1, Nopember
, --u....
,,
.
,,
.
,,.
, ,,, ,,,, ,,,, ,,,, ,,,,,,,.h""""' h-.h .
u
~Km
i
Kal. Sawahan, Kec. Ponjong. 4= Dusun Bulu, Kal. Candirejo , Kec. Semin.
TANYAJAWAB Sutlyah
.. Tadi diperlukanpupuklsumberN. Semental'a pupuk hasil dari limbah tapioka mengandungN, apa bisa dipakai.? Hasil seperti ini ditunggu masyarakat.
Muryono
* Jawaban : Dart hasi/ penelitian terlihat bahwa limbah tapioka pada lapisan bawtlh menunjukkan kadar N yang paling tinggi don sudah tidak terjadi proses dekompoisisi sehingga jika digunakan untuk pupuk tidak merusak sistem perakaran tanaman. Agar /ebih eftsien do/am pemupukan, /imbah tap/aka tersebut dapat dicampur dengan zeolit
Sutiyah
159
Va/orne 2. Norn()rL Nopernber 2000
, Tadi diperlukan pupuk/sumber N. Sementara pupuk hasil dad limbah tapioka mengandung N, apa bisa dipakai.7. Hasil seperti in! ditunggu
masyarakat.
Muryono .
>Ie Jawaban
..
Dari hasil penelitian terlihat bahwalimbah tapioka pada lapisan bawah menunjukkan kadar N yang paling tinggi don sudah tidak terjadi proses dekompoisisi sehingga jika digunakan untuk pupuk tidak merusak sistem perakaran tanaman. Agar lebih eftsien dalam pemupukan, limbah tapioka tersebut dapat dicampur dengan zeolit (bahanalam loka/) sehingga unsur N dapat
>Ie
ISSN 1411-1349
diman/aatkan oleh tanaman dalam waktu yang relatif lebih lama don tidak cepat hilang dart sistem perakaran tanaman.
Paidi
>Ie
Apakah akselerator dapat digunakan untuk tracer (perunut) unsur-unsur tertentu dalam tanaman
7.
Muryono
>Ie Akselerator tidak dapat
perunut. Untuk perunut senyawa /unsur radioaktif yang dapat dipesan di
Yogyak(/r/(/.
digunak(/n un/uk bisa digunakan J2p, JjN, Jjs d/!.
P3TM BATAN
2000APLIKASI NEUTRON GENERATOR UNTUK ANA LlSIS KADAR N 160 TOTAL DALAM TANAH PERTANAHAN DI DA ERA H PRONPlNSI DIY
H.Muryono..dick