1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki 34 provinsi. Semua itu terhubung dengan perdagangan yang tidak lepas oleh sarana transportasi. Na- mun, tidak semua bisnis memiliki alat angkutan tranportasi yang memadai untuk menditribusikan barang produksi atau dagangannya kepada konsumen. Hal itu di- sebabkan oleh biaya modal untuk memiliki alat angkutan transportasi yang mahal.
Dalam dunia bisnis jasa transportasi pengangkutan barang, sangat penting untuk mengantar barang untuk sampai tujuan. Di sinilah peranan perusahaan jasa peng- iriman barang untuk kemajuaan usaha-usaha dari kecil sampai besar menjadi sangat penting.
Bisnis jasa angkutan barang bertumbuh sangat cepat. Bisnis logistik tumbuh sekitar 15 persen- 20 persen per tahunnya, dengan total pasar logistik di Indonesia yang sekitar Rp 1.849 triliun. Pemerintahpun berupaya untuk membuat logistik ini menjadi efisien, terkait masih tingginya biaya logistik nasional yang mencapai 26 persen dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
(Pikiran Rakyat, 2015). Data ini menunjukan bahwa bisnis jasa angkutan barang merupakan salah satu usaha yang saat ini memiliki tingkat pertumbuhan yang ti- nggi. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti minyak, gas, batu bara, dan kelapa sawit. Keadaan ini membuat pasar logistik di Indonesia sangat menjanjikan.
Persaingan di industri pengiriman logistik ini akan semakin ketat dengan banyak perusahaan-perusahaan baru di bidang ini yang akan meramaikan per- saingan di Indonesia. Bisnis logistik mengalami kemajuan terutama dalam bidang teknologi dengan mengikuti perkembangan jaman perusahaan dapat betahan di tengah persaingan yang semakin ketat. Pelanggan semakin mengukur kemampuan layanan perusahaan untuk memuaskan pelanggan tidak hanya dengan harga yang terjangkau tetapi seperti akurasi waktu pengiriman, kemudahan mendapatkan informasi yang akurat, respon yang cepat terhadap petanyaan dan menanggapi masalah yang dilihat pelanggan.
2
Menurut Arini Tathagati (2015) SOP (Standar Operasi Prosedur) dide- finisikan sebagai dokumen yang menjabarkan aktivitas operasional yang dilak- sanakan sehari-hari, dengan tujuan berguna untuk memberikan gambaran menge- nai sistem tata kerja secara jelas kepada karyawan, dengan tujuan agar pekerjaan tersebut dilaksanakan secara benar, tepat, dan konsisten, untuk menghasilkan pro- duk sesuai standar yang telah ditetapkan sebelumnya. SOP bermanfaat sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan operasional untuk mengurangi kesalahan, dan kar- yawan dapat menyelesaikan masalah sesuai prosedur. Penerapan SOP dalam peru- sahaan dapat menjadi keandalan suatu perusahaan dalam memberikan layanan.
Salah satu contoh perusahaan jasa angkutan yang sudah menerapkan stan- dar kualitas yang baik adalah United Parcel Service (UPS). UPS mengirim 13 juta paket setiap hari dan berjanji bahwa mereka semua akan tiba sesuai jadwal.
Mereka menepati janjinya dengan melacak lokasi, jadwal, dan kinerja 500 pesa- wat dan 150.000 kendaraan mereka yang membawa paket melalui sistem pengi- riman tepat waktu. (Ebert dan Griffin, 2006, p.21) Hal ini menunjukkan kontrol kualitas sangat penting, karena kehandalan pengiriman dan ketepatan waktu sa- ngat menentukan kepuasan pelanggan. FedEx adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengiriman asal Amerika. FedEx cukup terkenal dengan jasa pengiriman expressnya yang cepat. FedEx tau bahwa pelayanan dan pengalaman pelanggan sangat penting, oleh karena itu FedEx selalu melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan pelayanan. FedEx telah mengatur identifikasi pemanggil masuk ke database mereka sehingga mereka langsung tau informasi pengirimnya dengan sekejap. Dengan kombinasi yang kuat ini, mereka tahu siapa yang mene- lepon sebelum mereka menjawab telepon (Harianbernas, 2016). Hal ini menu- njukkan bahwa melakukan perubahan dan perkembangan dalam sistem opera- sional penting untuk kepuasan pelanggan bagaimana proses layanan berjalan de- ngan efisen dan pelanggan merasa dihargai.
PT. Cahaya Baru Abadi Jaya juga perlu memperhatikan manajemen ope- rasional yang baik untuk meningkatkan kinerjanya. Perusahaan ini merupakan perusahaan jasa angkutan barang menggunakan transportasi darat dengan truk sebagai sarana pengangkut barang. Perusahaan ini melayani pengiriman di wila- yah pulau Jawa dengan memberlakukan delivery order dengan batasan minimum
order, truck kecil minimum 35 ton, dan truk besar 45 ton, bila melebihi batas mi- nimum, order selanjutnya akan dikenai biaya perkilogram. PT. Cahaya Baru Aba- di Jaya dapat mengangkut segala jenis barang contoh diantara lain pasir, batu bara, batu kapur, kertas, dan lain sebagainya. berdiri pada tahun 1987 dalam ben- tuk Usaha Dagang (UD) dan pada tahun 2015 menjadi Perseroan Terbatas (PT).
Perusahaan ini masih dalam penyesuaian dalam perpindahan dari UD menjadi PT.
PT. Cahaya Baru Abadi Jaya mengeluhkan belum dapat memenuhi semua permintaan pelanggannya sendiri karna keterbatasan armada truk yang tersedia.
Perusahaan masih bergantung dengan bekerja sama dengan perusahaan lain dalam memenuhi permintaan. Peraturan yang ada dalam perusaan tidak berjalan dengan baik. Ketika karyawan melanggar peraturan, hanya diberi peringatan secara verbal. Keterbatasan pengawasan dan pengotrolan terhadapan tenaga kerja masih kurang. Supir seringkali menolak untuk mengakut barang dengan berbagai alasan.
Pihak perusahaan harus mencari pengganti dari supir yang lain sehingga memakan waktu lama. Hal ini dapat sangat berpengaruh pada jalannya operasional perusahaan dan kepuasan pelanggan.
Penelitian tentang manajemen operasional pada PT. Cahaya Baru Abadi Jaya ini penting dan menarik karena perusahaan ini mengalami masalah dalam hal manajemen operasi dan pengawasan kualitas pelayanan yang sangat penting dalam operasional perusahaan. Hal-hal tersebut sangat diperlukan oleh perusahaan agar produktif, konsisten, efektif, efisien, sistematis, dan terkelola dengan baik.
Untuk mengetahui lebih dalam kinerja operasional di PT. Cahaya Baru Abadi Jaya. Penelitian dilakukan melaluli analisis fungsi manajemen operasional pada PT. Cahaya Baru Abadi Jaya.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam pene- litian ini adalah:
Bagaimana PT. Cahaya Baru Abadi Jaya menerapkan manajemen operasional di dalam perusahaan ?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
4
Mendeskripsikan Fungsi manajemen operasional di PT Cahaya Baru Abadi Jaya
1.4 Manfaat Penelitian
Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah penulis maka manfaat penelitian ini sebagai berikut:
1. Manfaat Pembaca
Manfaat yang dirasakan oleh pembaca adalah penulis memiliki wawasan yang lebih luas mengenai manajemen operasional yang baik dan pembaca akan memiliki pengetahuan yang dapat digunakan di kemudian hari.
2. Manfaat Perusahaan
Dengan adanya penelitian mengenai manajemen operasional ini, perusahaan akan memiliki gambaran mengenai proses operasional peru- sahaan dan dapat melakukan efisiensi, meningkatkan efektivitas, mengu- rangi biaya dalam kegiatan, meningkatkan kualitas, konsistensi dalam pe- rusahaan.
3. Manfaat Bagi Ilmu Pengetahuan dan Akademik
Penelitian ini berguna untuk menjadi referensi dan memperluas il- mu pengetahuan tentang manajemen operasional. Dan sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya .
1.5 Batasan Penelitian
Penelitian ini mengenai Fungsi manajemen operasional dengan objek penelitian Kantor pusat PT. Cahaya Baru Abadi Jaya Surabaya dengan data lima tahun terakhir.
DAFTAR REFERENSI
D’Alesandro, H., dan Cradell, S. (2014). FedEx Ground Retools its Succession Planning and Development Processes to Deliver Business Results. Human Resource Management International Digest, Vol. 17 Iss: 6. Retrieved Februari 6, 2018, from Emerlad database .
Ebert, Ronald J. And Ricky W. Grifin. (2006). Business Essentials (5th ed). New Jersey : Pearson Prentince Hall.
Fernie, J., Sparks L,. dan McKninnon, A. C. (2010). Retail logistics in the UK:
past, present and future. International Journal of Retail & Distribution Management, Vol. 38 Iss: 11/12, pp.894-914. Retrieved Februari 6, 2018, from Emerlad database.
Frank, J. (2016, Juli 16). Mau Jadi Juara ? Tingkatkan Service Anda ! . Harian Bernas. Retived September 8, 2016, from
http://www.pututwiryawan.harianbernas.com/berita-18247-Mau-Jadi- Juara--Tingkatkan-Service-Anda-.html
Heizer, J. And Render, B. (2015). Manajemen Operasi: Manajemen
Keberlangsungan dan Rantai Pasokan ( 11th ed). Jakarta : Salemba Empat.
Javalgi, R.G., dan Raisenwitz, T. H. (2001). International Logistics Operations of MNCs: An Exploration of the Pharmaceutical Industr. Review of Business.
22.1 p43. Retrieved Februari 6, 2018, from Gale database.
Moleong, Lexy J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Munady. (2015, Mei 29).Pertumbuhan Bisnis Logistik Sangat Cepat. Pikiran Rakyat. Retived September 8, 2016 from http://www.pikiran-
rakyat.com/ekonomi/2015/05/29/329099/pertumbuhan-bisnis-logistik- sangat-cepat
32
Purhantara, W. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Bisnis.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Rao, M.S. ( 2017). Employees First, Customers second and shareholders third?
Towards a modern HR philosophy. Human Resource Management International Digest, Vol. 25 Iss: 6, pp.6-9. Retrieved Februari 6, 2018, from Emerlad database.
Shao, X., dan Ji, J. (2006). Reconfiguration of pharmaceutical logistics operations in China: an empirical study. Transportation Journal. 45.4.
Retrieved Februari 6, 2018, from Gale database.
Silalahi, Ulber. (2009). Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT Refika Aditama Sugiono. (2014). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta.
Tathagati, A (2015). Step by Step Membuat Standard Operating Procedure.
Yogyakarta : Efata Publishing