• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN MANAJEMEN RISIKO BULAN AGUSTUS TAHUN 2021 PT HALEYORA POWER DIVISI PERENCANAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN MANAJEMEN RISIKO BULAN AGUSTUS TAHUN 2021 PT HALEYORA POWER DIVISI PERENCANAAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN MANAJEMEN RISIKO BULAN AGUSTUS TAHUN 2021

PT HALEYORA POWER

DIVISI PERENCANAAN

PADA DISKRIPSI RISIKO:

6. Disruptive Condition: Perubahan Kebijakan Bisnis PLN

9. Kendala karena adanya UU persaingan usaha (UU no 5 th 1999 ttg larangan monopoli & Persaingan usaha tidak sehat

Jakarta, 03 September 2021

Divisi Perencanaan Divisi Perencanaan Divisi Perencanaan

Heru Pramudiya Risk Officer

Ari Tasman Risk Officer

Edward

EVP Perencanaan

(2)

Ringkasan Eksekutif

Risiko Utama Perencanaan

Kebijakan Manajemen Risiko di lingkungan PT Haleyora Power dituangkan dalam Peraturan Direksi PT Haleyora Power Nomor 0011.K/DIR-HP/2021 tanggal 16 Juni 2021.

Kebijakan ini mengatur tentang pedoman umum Manajemen Risiko Terintegrasi yang mengacu kepada prinsip pengambilan keputusan berbasis Four-Eyes Principle (4EP).

Laporan Manajemen Risiko kepada Dewan Komisaris untuk Agustus tahun 2021 ini, merupakan pelaporan dan monitoring kegiatan-kegiatan utama yaitu penetapan Profil Risiko Korporat tahun 2021 dan statusnya, memetakan mitigasi dan mengambil langkah- langkah strategis yang harus dilakukan. Laporan ini termasuk penjelasan atas program- program yang terkait dengan pengelolaan dan pengembangan implementasi Manajemen Risiko di lingkungan PT Haleyora Power.

Profil Risiko Korporat tahun 2021 menetapkan 16 risiko utama dengan level risiko Tinggi dan Ekstrem. Risiko-risiko dengan level risiko tinggi dan ekstrem yang menggambarkan tingkat kemungkinannya yang besar dan sangat besar serta mempunyai skala dampak yang bersifat medium, signifikan, hingga malapetaka.

Dari hasil penyusunan Profil Risiko 2021 teridentifikasi risiko yang berkaitan dengan Perencanaan sebagai berikut:

(6) Disruptive Condition: Perubahan Kebijakan Bisnis PLN.

(9) Kendala karena adanya UU persaingan usaha (UU no 5 th 1999 ttg larangan monopoli & Persaingan usaha tidak sehat.

6 Disruptive condition ; Perubahan kebijakan bisnis PLN

Awal Juli Agustus D4/

Ekstrem

C2/

Moderat

C2/

Moderat

Sampai dengan bulan Agustus tahun 2021, PLN masih menghadapi berbagai tantangan dala era VUCA sehingga PLN melakukan transformasi untuk menjaga keberlangsungan usahanya. Salah satunya yaitu mengubah kebijakan pada bisnis PLN. Hal tersebut berdampak kepada pendapatan usaha yang semakin menurun dari project-project captive penugasan dari PLN ke PT Haleyora Power dan berpotensi kepada pengurangan jumlah TK pada project captive eksisting.

Adapun mitigasi yang telah dilakukan adalah melakukan:

1. Rekompossisi TK pada project Yantek pada UID Lampung dari ROW ke Yandal pada bulan Agustus 2021.

2. Melakukan perluasan market non captive:

a. Sinergi dengan Icon+ terkait kerjasama di Iconnet dengan pendapatan Rp 7,56 M sd Agustus 2021. Dengan rincian di Agustus sebesar Rp 2,08 M.

b. Integrasi ListriQu ke PLN Mobile dengan pendapatan Rp 4,48 M sd Agustus 2021 dengan rincian di Agustus sebesar Rp 772 JT.

c. Pengembangan ListriQu di Regional Sumatera (PLN UIW Aceh dan PLN UIW Sumut untuk semua ULP) dan Regional di wilayah kerja PLN T (PLN UIW Kalselteng) selama bulan Agustus 2021.

Berdasarkan perkembangan situasi nasional dan global yang belum menunjukkan trend positif sd pada bulan Agustus tahun 2021 akibat pandemi COVID-19 sehingga

(3)

memicu PLN melakukan perubahan-perubahan khususnya dalam kebijakan bisnis untuk menjaga keberlangsungan usahanya. Sehingga tingkat Risiko ini pada tingkat Moderat (C2) dengan tingkat kemungkinan Sedang serta tingkat dampak Minor.

9 Kendala karena adanya UU

persaingan usaha (UU no 5 th 1999 ttg larangan monopoli & Persaingan usaha tidak sehat

Awal Juli Agustus C3/

Tinggi

C2/

Moderat

C2/

Moderat

Penugasan diluar Perdir 734 dan PKS 37 dimana market share > 50% yang disebabkan:

vendor existing wanprestasi, terminasi, dan kondisi gagal lelang.

Terkait adanya larangan monopoli pada UU Persaingan Usaha (UU no 5 th 1999) dimana PT Haleyora Power sd saat ini telah memiliki market share dari penugasan PLN diatas 50%

yaitu tepatnya sebesar 50,35% yaitu dengan rincian per Unit Induk UID/UIW PLN sbb:

Maka PT haleyora Power juga perlu melakukan ekspansi bisnisnya ke project-project non captive demi keberlangsungan pertumbuhan bisnisnya.

Adapun mitigasi yang telah dilakukan adalah:

1. Melakukan updating dashboard monitoring market share pada bulan Agustus tahun 2021.

2. Realisasi Market Share per Agustus 2021 adalah sebesar 50,35% (untuk fungsi O&M distribusi).

3. Sinergi dengan Icon+ terkait kerjasama di Iconnet dengan pendapatan Rp 7,56 M sd Agustus 2021. Dengan rincian di Agustus sebesar Rp 2,08 M.

4. Integrasi ListriQu ke PLN Mobile dengan pendapatan Rp 4,48 M sd Agustus 2021 dengan rincian di Agustus sebesar Rp 772 JT.

5. Pengembangan ListriQu di Regional Sumatera (PLN UIW Aceh dan PLN UIW Sumut untuk semua ULP) dan Regional di wilayah kerja PLN T (PLN UIW Kalselteng) selama bulan Agustus 2021.

untuk menjaga keberlangsungan usahanya maka PT Haleyora Power mengembangkan usahanya kepada usaha non captive. Hal ini dikarenakan selain market share dari penugasan PLN ke PT Haleyora Power telah mencapai 50,53%, juga berkaitan dengan UU Persaingan usaha (UU No 5 th 1999) tentang larangan monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

Sehingga tingkat Risiko ini tetap pada tingkat Moderat (C2) dengan tingkat kemungkinan Sedang serta tingkat dampak Minor.

(4)

Profil Risiko Utama Unit

Profil Risiko Utama Unit

Dari hasil penyusunan Profil Risiko unit teridentifikasi Risiko sebagai berikut:

Kode Sasaran Utama

ID Risiko Kategori Risiko

Deskripsi Risiko Tingkat Risiko

Perubahan Tingkat Risiko

Keterangan

Innovative 006 Operasional Disruptive condition ; Perubahan kebijakan bisnis PLN

D4/

Ekstrem

C2/ Moderat Melakukan perluasan market non Captive seperti Icon+, Integrasi LQ ke PLN Mobile, Pengembangan ListriQu ke Unit PLN.

Innovative 009 Operasional Kendala karena adanya UU persaingan usaha (UU no 5 th 1999 ttg larangan monopoli &

Persaingan usaha tidak sehat

C3/ Tinggi C2/ Moderat Untuk menjaga keberlangsungan usahanya maka PT Haleyora Power mengembangkan usahanya kepada usaha non captive. Hal ini dikarenakan selain market share dari penugasan PLN ke PT Haleyora Power telah mencapai > 50%.

(5)

Status Pelaksanaan Mitigasi Risiko

Pemantauan tindak lanjut mitigasi terhadap Risiko adalah sebagai berikut:

No ID Risiko Kategori Risiko

Deskripsi Risiko

Tingkat Risiko

Mitigasi Penanggung Jawab

Target Waktu

Status Keterangan

2 006 Operasional Disruptive condition ; Perubahan kebijakan bisnis PLN

D4/

Ekstrem

People :

- Peningkatan kompetensi tenaga kerja.

- Optimalisasi dan shifting tenaga kerja ke fungsi-fungsi yang lain.

- Melakukan sosialisasi dan awareness kepada tenaga kerja.

Method :

- Mengimplementasikan pola kerja yang berbasis perencanaan dan teknologi.

(mis. Menggunakan alat khusus, aplikasi, dsb)

Product :

- Perluasan market Non Captive dengan melakukan kolaborasi dengan mitra dan Anak Perusahaan PLN.

EVP HCM EVP AGA EVP OP

31 Agustus 2021

Dilaksanakan

(6)

No ID Risiko Kategori Risiko

Deskripsi Risiko

Tingkat Risiko

Mitigasi Penanggung Jawab

Target Waktu

Status Keterangan

- Pengembangan produk ListriQu dan perluasan market ListriQu

009 Operasional Kendala karena adanya UU persaingan usaha (UU no 5 th 1999 ttg larangan

monopoli &

Persaingan usaha tidak sehat

C3/ Tinggi - Pemahaman tentang UU persaingan usaha no.5 th 1999 - Melakukan riset pasar terkait pelaku usaha lain dengan bidang usaha sejenis di wilayah kerja HP

- Membatasi market share di unit PLN sebesar 50%

- Meningkatkan kemampuan manajemen konflik dan stakeholder management ManReg dan Area

- HP memperluas pasar non captive

EVP AGA EVP OP MAN REG

31 Agustus 2021

Dilaksanakan

Keterangan: (Hijau) Dalam progres sesuai jadwal (Kuning) Potensi terlambat (Merah) Terlambat

(7)

Status Key Risk Indicator

Pemantauan KRI terhadap Risiko utama korporat tingkat Ekstrem, Sangat Tinggi, dan Tinggi adalah sebagai berikut:

No KRI ID Risiko Satuan Treshold Target Risk

Indicator

Hasil dan Status Pengukuran Keterangan

Juli Agustus -

1 1.Amand kontrak karena Perubahan proses bisnis PLN

006 Kali 1 Nihil Nihil Nihil - Tidak ada amandemen karena

perubahan proses bisnis PLN

2.Terminasi Kontrak existing

006 Kali 0 Nihil Nihil Nihil - Tidak ada Terminasi kontrak

eksisting

2 Keberatan pihak tertentu dengan

penugasan HP di Unit PLN

009 Kali 1 Nihil Nihil Nihil - Tidak ada keberatan dari

pihak tertentu dengan penugasan HP di Unit PLN

Keterangan status pengukuran risk indicator:

Hijau Status KRI yang memenuhi atau lebih baik dari target* *Acuan threshold atau target untuk status risk indicator disesuaikan dengan konteks risk indikator yang diukur.

Kuning Status KRI diantara target dan threshold

Merah Status KRI yang tidak memenuhi atau lebih buruk dari threshold*

Referensi

Dokumen terkait