LAPORAN MANAJEMEN RISIKO BULAN JANUARI TAHUN 2022
PT HALEYORA POWER
DIVISI OPERASI
PADA DISKRIPSI RISIKO:
1. Tingginya tingkat komplain dari pelanggan 2. SLA dibawah ekspektasi Pemberi Kerja 4. Terjadi Kecelakaan Kerja kritis/fatal 5. Forced Mejeure Pandemic COVID
Jakarta, 10 Februari 2022 Divisi Operasi
Agung Fajar Santosa Risk Officer
Divisi Operasi
Agung Pratomo Risk Officer
Divisi Operasi
Agus Setiono PLT EVP Operasi
Ringkasan Eksekutif
Risiko Utama Operasi
Kebijakan Manajemen Risiko di lingkungan PT Haleyora Power dituangkan dalam Peraturan Direksi PT Haleyora Power Nomor 0011.K/DIR-HP/2021 tanggal 16 Juni 2021. Kebijakan ini mengatur tentang pedoman umum Manajemen Risiko Terintegrasi yang mengacu kepada prinsip pengambilan keputusan berbasis Four-Eyes Principle (4EP).
Laporan Manajemen Risiko kepada Dewan Komisaris untuk Januari tahun 2022 ini, merupakan pelaporan dan monitoring kegiatan-kegiatan utama yaitu penetapan Profil Risiko Korporat tahun 2022 dan statusnya, memetakan mitigasi dan mengambil langkah-langkah strategis yang harus dilakukan. Laporan ini termasuk penjelasan atas program-program yang terkait dengan pengelolaan dan pengembangan implementasi Manajemen Risiko di lingkungan PT Haleyora Power.
Profil Risiko Korporat tahun 2021 menetapkan 16 risiko utama dengan level risiko Tinggi dan Ekstrem. Risiko-risiko dengan level risiko tinggi dan ekstrem yang menggambarkan tingkat kemungkinannya yang besar dan sangat besar serta mempunyai skala dampak yang bersifat medium, signifikan, hingga malapetaka. Dari hasil penyusunan Profil Risiko unit teridentifikasi 16 Risiko utama sebagai berikut:
1 Tingginya tingkat komplain dari pelanggan
Awal Januari Februari Maret TW1 C.2/
Moderat
C.2/
Moderat
- Rangkaian pelaksanaan SKP Eksternal telah selesai dimulai di tanggal 21 Oktober 2021 persiapan database responden sampai pelaporan di tanggal 03 Januari yang lalu dengan hasil Indeks Kepuasan tahun 2021 di angka 74,20% meningkat 3,63%
bila dibandingkan dengan tahun 2020
Adapun mitigasi yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Menyusun bahan evaluasi SKP 2022
2. Menyusun program kerja dan draft tim CRM tahun 2022
Dan rencana mitigasi untuk di bulan Februari adalah sebagai berikut:
1. Melakukan proses percepatan administrasi kontrak terkait amandemen penugasan (koordinasi dengan PLN terkait)
2. Implementasi 4DX, SMART-V, Si Aset dan Home permintaan Alker untuk mempercepat pengumpulan data pendukung tagihan bulanan
3. Upskilling admin penagihan di area 4. Haleyora Menyapa
5. Evaluasi Kinerja 6. Monitoring penagihan
Dari hasil pelaksanaan SKP Eksternal tahun 2021 di angka 74,20% meningkat 3,63%
dari Indeks Kepuasan Pelanggan di tahun 2020 2 SLA dibawah
ekspektasi Pemberi Kerja
Awal Januari Februari Maret TW1 D3/
Tinggi
D3/ Tinggi
1. SLA Yantek membaik karena kinerja Respon dan Recovery time maupun inspeksi meningkat dan pemenuhan alker serta tenaga kerja terutama di Region 4
2. SLA Manbil turun karena penurunan reward di sisi piutang turun bila dibandingkan dengan Desember 2021
3. SLA P2TL, Ophar GI maupun Yanbung cenderung stabil
Adapun mitigasi yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Implementasi 4DX Manbill dengan fokus LM: Pratul/Penagihan, Pemutusan, dan Migrasi ke Prabayar;
2. Pelaksanaan migrasi ke LPB untuk pelanggan terbiasa menunggak (berkoordinasi dengan PLN unit setempat) di seluruh Region (Jamali & Sumatera)
3. Evaluasi harian terkait rating 1 atau 2 dan gangguan berulang 4. Evaluasi berkala kinerja Yantek Sumut (project baru)
5. Optimalisasi Gasspol untuk Yantek Region 7
6. Percepatan pemenuhan alker yang sudah habis masa ekonomisnya
Kinerja SLA di bulan Januari 2022 sebesar 98,92% dari target yang ditetapkan sebesar 99%
4 Terjadi Kecelakaan Kerja kritis/fatal
Awal Januari Februari Maret TW1 B.5/
Ekstrem
B.3/
Moderat
Pada bulan Januari 2022, kejadian kecelakaan kerja NIHIL, namun terjadi kecelakaan operasional yang menyebabkan kebakaran pada gardu di ULP Manahan Area Layanan Surakarta. Kebakaran terjadi saat kegiatan penanganan gangguan trafo, dimana petugas
tidak melakukan pemeriksaan fisik trafo dan pengukuran tahanan isolasi. Kebakaran terjadi saat hendak memasukkan FCO trafo.
Kecelakaan operasional ini tidak termasuk dalam pengurang nilai kepatuhan. Namun jika tidak diantisipasi, maka beresiko menimbulkan kecelakaan kerja. Divisi Operasi melakukan upaya-upaya mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Adapun mitigasi yang telah dilakukan adalah:
1. Melaksanakan knowledge sharing lesson learned atas kejadian kebakaran gardu Area Layanan Surakarta
2. Melakukan evaluasi dan menyempurnakan SOP penanganan gangguan trafo distribusi 3. Melakukan upskilling terhadap petugas lapangan dalam kegiatan Akademi Yantek 4. Merancang dan melaksanakan rangkaian acara Bulan K3 (12 Januari – 12 Februari 2022) Penerapan program SEMATA dan implementasi INSPEKTA yang sudah dimulai dari tahun 2021 terus dilakukan dan dimonitoring secara konsisten. Evaluasi penerapan program SEMATA dan tindak lanjut temuan INSPEKTA dengan semua Region dan Area dilakukan secara mingguan dalam kegiatan “Jumat Selamat”.
Kejadian kecelakaan kerja pada bulan Januari 2022 NIHIL, tetapi terjadi 1 kali kecelakaan opersional yang menyebabkan kebakaran gardu. Sehingga, tingkat kemungkinan kejadian KECIL dan tingkat dampaknya MEDIUM, tingkat risikonya B.3 / Moderat. Tingkat risiko tetap dibanding bulan Desember 2021.
Adapun rencana mitigasi yang akan dilakukan pada bulan Februari 2022 antara lain:
1. Melakukan evaluasi dan menyusun program Safety Culture tahun 2022 2. Melaksanakan rangkaian acara Bulan K3 (12 Januari – 12 Februari 2022) 3. Melakukan upskilling terhadap petugas lapangan dalam kegiatan Akademi
Yantek 5 Forced Mejeure
Pandemic COVID
Awal Januari Februari Maret TW1 D4/
Tinggi
A.2/
Rendah
Pada bulan Januari 2022, kasus baru paparan COVID-19 sebanyak 4 orang. Kasus paparan Covid19 varian omicron lebih mudah menular, namun sebagian besar gejala ringan.
Sehubungan dengan kasus COVID-19 tersebut, telah dilakukan tracing sebanyak 29 orang, sehingga Covid Rate adalah sebesar 13,79%.
Adapun mitigasi yang telah dilakukan adalah:
1. Menyediakan kebutuhan sarana pemenuhan protocol COVID-19 untuk Petugas dan Sarana Perkantoran
2. Implementasi WfO/WfH dan upaya pencegahan Covid19, dengan batasan pagawai WFO non kritikal sebesar 25%
3. Pemantauan Covid19 harian
4. Melakukan tracing kontak erat untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang lebih masif
Pada bulan Desember 2021 kasus tenaga kerja yang terpapar Covid19 NIHIL, sehingga terjadi kenaikan pada bulan Januari 2022 sebanyak 4 kasus. Namun kenaikan tersebut tidak terlalu signifikan, sehingga tingkat resikonya tetap dibanding bulan sebelumnya, yaitu A.2 / Rendah. PT Haleyora Power harus tetap melakukan tindakan-tindakan proaktif dalam pencegahan penyebaran Covid19 di lingkungan perusahaan, termasuk melakukan antisipasi adanya lonjakan Covid19 varian Omicron.
Adapun rencana mitigasi yang akan dilakukan pada bulan Februari 2022 antara lain:
1. Menyediakan kebutuhan sarana pemenuhan protocol COVID-19 untuk Petugas dan Sarana Perkantoran
2. Implementasi WfO/WfH dan upaya pencegahan Covid19, dengan batasan pagawai WFO non kritikal sesuai perkembangan kasus dan arahan PLN Pusat 3. Pemantauan Covid19 harian
4. Melakukan tracing kontak erat untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang lebih masif
Loss Event
Pada bulan Januari 2022 pencapaian SLA sesuai tabel di bawah ini :
Dengan table tren denda maupun reward sebagai berikut:
Adapun mitigasi yang telah dilakukan sebagai berikut:
1. Implementasi 4DX Manbill dengan fokus LM: Pratul/Penagihan, Pemutusan, dan Migrasi ke Prabayar;
2. Pelaksanaan migrasi ke LPB untuk pelanggan terbiasa menunggak (berkoordinasi dengan PLN unit setempat) di seluruh Region (Jamali & Sumatera)
3. Evaluasi harian terkait rating 1 atau 2 dan gangguan berulang 4. Evaluasi berkala kinerja Yantek Sumut (project baru)
5. Optimalisasi Gasspol untuk Yantek Region 7
Percepatan pemenuhan alker yang sudah habis masa ekonomisnya
Profil Risiko Utama Unit
Profil Risiko Utama Unit
Dari hasil penyusunan Profil Risiko unit teridentifikasi Risiko sebagai berikut:
Kode Sasaran Utama
ID Risiko Kategori Risiko
Deskripsi Risiko Tingkat Risiko
Perubahan Tingkat Risiko
Keterangan
Customer Focus
001 Operasional Tingginya tingkat komplain dari pelanggan
C.2/
Moderat
C.2/ Moderat Dari hasil pelaksanaan SKP Eksternal tahun 2021 di angka 74,20%
meningkat 3,63% dari Indeks Kepuasan Pelanggan di tahun 2020 Customer
Focus
002 Operasional SLA dibawah ekspektasi Pemberi Kerja
D3/ Tinggi D3/ Tinggi Kinerja SLA di bulan Januari 2022 sebesar 98,92% dari target yang ditetapkan sebesar 99%
Customer Focus
004 Operasional Terjadi Kecelakaan Kerja kritis/fatal
B.5/
Ekstrem
B.3/ Moderat Kasus kecelakaan kerja bulan Januari 2022 NIHIL, tetapi terjadi kecelakaan operasional yang mengakibatkan kebakaran gardu distribusi
Customer Focus
005 Finansial Forced Mejeure
Pandemic COVID
D.4/ Tinggi A.2/ Rendah Kasus baru paparan Covid19 pada bulan Januari 2022 sebanyak 4 kasus dengan gejala ringan
Status Pelaksanaan Mitigasi Risiko
Pemantauan tindak lanjut mitigasi terhadap Risiko adalah sebagai berikut:
No ID Risiko Kategori Risiko
Deskripsi Risiko
Tingkat Risiko
Mitigasi Penanggung Jawab
Target Waktu
Status Keterangan
1 002 Operasional SLA dibawah ekspektasi Pemberi Kerja
Tinggi Pemenuhan Alat kerja
EVP OP 31 Maret 2022
Berjalan
Pelaksanaan 4DX Manbil
EVP OP 31
Desember 2022
Berjalan
2 004 Operasional Terjadi Kecelakaan Kerja kritis/fatal
Tinggi Melaksanakan knowledge
sharing lesson learned atas kejadian
kebakaran gardu Area Layanan Surakarta
VP K3L 21 Januari 2022
Selesai
Melakukan
evaluasi dan menyempurnakan SOP penanganan gangguan trafo distribusi
VP K3L 31 Januari 2022
Selesai
Melakukan upskilling
terhadap petugas
VP K3L 31
Desember 2022
Berjalan
No ID Risiko Kategori Risiko
Deskripsi Risiko
Tingkat Risiko
Mitigasi Penanggung Jawab
Target Waktu
Status Keterangan
lapangan dalam kegiatan Akademi Yantek
Merancang dan melaksanakan rangkaian acara Bulan K3 (12 Januari – 12 Februari 2022)
VP K3L 11
Februari 2022
Berjalan
3 005 Operasional Forced Mejeure Pandemic COVID
Tinggi Menyediakan kebutuhan sarana pemenuhan protocol COVID- 19 untuk Petugas dan Sarana Perkantoran
VP K3L 31
Desember 2022
Berjalan
Implementasi WfO/WfH dan upaya
pencegahan Covid19, dengan batasan pagawai WFO non kritikal sebesar 25%
VP K3L 31 Januari 2022
Selesai
No ID Risiko Kategori Risiko
Deskripsi Risiko
Tingkat Risiko
Mitigasi Penanggung Jawab
Target Waktu
Status Keterangan
Pemantauan Covid19 harian
VP K3L 31
Desember 2022
Berjalan
Melakukan
tracing kontak erat untuk mencegah
penyebaran COVID-19 yang lebih masif
VP K3L 31
Desember 2022
Berjalan
Keterangan: (Hijau) Dalam progres sesuai jadwal (Kuning) Potensi terlambat (Merah) Terlambat
Status Key Risk Indicator
Pemantauan KRI terhadap Risiko utama korporat tingkat Ekstrem, Sangat Tinggi, dan Tinggi adalah sebagai berikut:
No KRI ID Risiko Satuan Treshold Target Risk
Indicator
Hasil dan Status Pengukuran Keterangan Januari Februari Maret
1 SLA 002 Persen 99 100 98,92
2 Unit Area dengan APD yang tidak lengkap
004
Area
1 0 0 -
3 Unit Area dengan SOP tidak tersedia/
tidak updated
004
Area
1 0 52 Seluruh Region belum
melakukan update SOP pada periode 1 tahun terakhir 4 Unit Area dimana
pengawas tidak ada
004 Area 1 0 3 Area Depok, Area Binjai, dan
Area Lubuk Pakam 5 Kejadian near misses/
kecelakaan kerja
004
buah
1 0 1 1 near misses berupa
kecelakaan operasional penanganan gangguan trafo 6 Jumlah Tenaga Kerja
terpapar Covid-19
005 orang 1 0 4 Tidak mengganggu
operasional Region dan Area Keterangan status pengukuran risk indicator:
Hijau Status KRI yang memenuhi atau lebih baik dari target* *Acuan threshold atau target untuk status risk indicator disesuaikan dengan konteks risk indikator yang diukur.
Kuning Status KRI diantara target dan threshold
Merah Status KRI yang tidak memenuhi atau lebih buruk dari threshold*