• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBAHASAN TES KEMAMPUAN DASAR SAINS(1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMBAHASAN TES KEMAMPUAN DASAR SAINS(1)"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBAHASAN TES KEMAMPUAN DASAR SAINS

DAN TEKNOLOGI SBMPTN 2013 KODE 431

1. Persamaan lingkaran dengan pusat (−1,1) dan menyinggung garis 3� −4�+ 12 = 0 adalah …

Sebelum menentukan persamaan lingkarannya, kita tentukan jari-jari

lingkaran tersebut. Jari-jari lingkaran tersebut sama dengan jarak antara titik pusat (−1,1) dengan garis 3� −4�+ 12 = 0.

Jarak antara titik (�1,�1) dengan garis yang memiliki persamaan ��+��+

� = 0 adalah,

� =|��1+��1+�|

√�2+2

Sehingga,

� =|3(−1)−4(1) + 12|

�32+ (−4)2

=|−3−4 + 12|

√9 + 16

= |5|

√25

=5 5= 1

Persamaan lingkaran yang memiliki titik pusat di (�1,�1) dan berjari-jari � dapat ditentukan dengan rumus,

(� − �1)2+ (� − �1)2 =�2

Sehingga persamaan lingkaran yang berpusat di (−1,1) dan memiliki jari-jari 1, dapat ditentukan sebagai berikut.

(� − �1)2+ (� − �1)2 = �2

�� −(1)2

+ (� −1)2 = 12

⟺ �2+ 2+ 1 +22+ 1 = 1

⟺ �2+2+ 2� −2+ 1 = 0

(2)

2. cot 105° tan 15° =⋯

Untuk menentukan hasil dari operasi hitung tersebut, kita dapat menggunakan sifat-sifat berikut:

(3)

3. Enam anak, 3 laki-laki dan 3 perempuan, duduk berjajar. Peluang 3 perempuan duduk berdampingan adalah …

Untuk memahami permasalahan ini, perhatikan gambar berikut!

Karena 3 perempuan harus duduk berdampingan, kita dapat menganalogikan aturan ini sebagai pengelompokan, seperti tampak pada gambar di atas. Sehingga yang perlu kita acak hanyalah L1, L2, P, dan L3 dan diperoleh �44 kemungkinan. Akan tetapi pada kelompok tersebut terdapat 3 perempuan, sehingga apabila kita acak kita mempeoleh �33 kemungkinan.

Sehingga peluangnya dapat ditentukan sebagai berikut: �(�)

= �4

4∙ � 33

�66

= 4! (4−4)!∙

3! (3−3)! 6!

(6−6)!

= 4!∙3! 6!

= 4∙3∙2∙1∙3∙2∙1 6∙5∙4∙3∙2∙1

= 144 720=

1 5

Jawaban E.

(4)

Sebelum menentukan jarak antara � ke ��, kita tentukan dulu ��, ��, dan ��

Menentukan Panjang ������

Untuk menentukan ��, kita tentukan �� terlebih dahulu. ������ merupakan sisi miring dari segitiga siku-siku ���. Sehingga,

�� =���2 +��2

=�42+ 12

=√16 + 1

=√17

��

���� merupakan sisi miring dari segitiga siku-siku ���, sehingga �� =���2+��2

=�√172+ 12

=√17 + 1

=√18 = 3√2

Diperoleh ��= 3√2.

Menentukan Panjang ���� ��

Sebelum menentukan ��, kita tentukan �� terlebih dahulu. Perhatikan bahwa ������ merupakan sisi miring dari segitiga siku-siku ���, sehingga

(5)

=�22+ 22

=√4 + 4

=√8 = 2√2

Setelah itu, kita tentukan ��. ������ merupakan sisi miring dari segitiga siku-siku ���. Oleh karena itu,

�� =���2+��2

=�12+�2√2�2

=√1 + 8

=√9 = 3

Sehingga diperoleh ��= 3.

Menentukan Panjang ���� ��

��

���� merupakan sisi miring dari segitiga siku-siku ���. Sehingga sebelum menentukan ��, kita tentukan terlebih dahulu ��. Panjang ������ dapat

ditentukan dengan menggunakan teorema Pythagoras pada segitiga siku-siku ���.

�� =���2+��2

=�12+ 22

=√1 + 4

=√5

Selanjutnya kita tentukan �� dengan menggunakan segitiga siku-siku ���. �� =���2+��2

=�√52+ 22

=√5 + 4

=√9 = 3

(6)

Menentukan Jarak dengan ������

Untuk menentukan jarak � ke ������, perhatikan segitiga ���. Sebelumnya kita memperoleh �� = 3√2, ��= 3, dan �� = 3. Sehingga segitiga tersebut merupakan segitiga sama kaki. Perhatikan gambar segitiga ��� berikut.

Karena ��� segitiga sama kaki, maka garis yang melewati � dan tegak lurus dengan ������ membagi ������ menjadi 2 bagian yang sama. Sehingga,

� = ���2− ��2

= �32 − �3 2√2�

2

= �9−9 2

= �9 2=

3

√2= 3 2√2

Jadi, jarak titik � ke ruas garis �� adalah 3� √2 2. Jawaban D.

(7)

Perhatikan bahwa: �= 2�� − �2 =�(2� − �). Sehingga grafik fungsi kuadrat tersebut terbuka ke bawah dan memotong sumbu � di �= 0 dan �= 2�, yang terletak di antara �= 0 dan �= 2.

Sehingga luas yang dibatasi oleh parabola tersebut dengan sumbu � adalah, �(�)

Sehingga, selesaian dari persamaan tersebut adalah � = 3 4� . Selanjutnya kita lakukan uji titik untuk menentukan tanda dari �(�).

(8)

Jadi peluang �(�) ≥0 adalah ditentukan dengan rumus:

(9)

⟺ 2�+ 2� = 2 + 2 cos(� − �)

⟺ 2 cos(� − �) = 2�+ 2� −2

⟺ cos(� − �) =�+� −1

Jawaban A.

8. Transformasi � merupakan pencerminan terhadap garis �= 4� dilanjutkan pencerminan terhadap garis �= − ��4. Matriks penyajian � adalah …

Transformasi sembarang titik oleh tranformasi � sama dengan pencerminan titik tersebut terhadap titik (0, 0), karena � = 4� dan �= − ��4 saling tegak lurus dan berpotongan di (0, 0).

Sehingga,

�=�−1 0 0 −1�

Jawaban E.

9. Diketahui �(�) =��3−3(1 +�)�2−3�. Jika �′′(�) habis dibagi � −1, maka kurva �= �(�) tidak mempunyai titik ekstrim lokal jika …

Diketahui bahwa �′′(�) habis dibagi � −1. Sekarang kita tentukan turunan kedua fungsi � tersebut.

�′() = 3��26(1 +)� −3

�′′() = 6�� −6(1 +)

�′′(�) habis dibagi � −1 artinya �′′(1) = 0. Sehingga, �′′(1) = 0

⟺ 6� ∙1−6(1 +�) = 0

⟺ 6� −6−6� = 0

⟺ 6� = 6� −6

⟺ � =� −1

Dengan mensubstitusi �= � −1 ke persamaan fungsi, diperoleh �(�) =��3 −3��2−3�

Kurva �= �(�) tidak mempunyai titik ekstrim lokal jika turunan pertamanya hanya memiliki paling banyak 1 akar.

�′(�) = 0

(10)

Sehingga akar dari turunan pertama � paling banyak 1, maka � ≤0. � ≤ 0

⟺ (−6�)2−4∙3� ∙(−3) ≤ 0

⟺ 36�2+ 36� ≤ 0

⟺ �2 + 0

⟺ �(�+ 1) ≤ 0

Sehingga, −1≤ � ≤0. Jawaban B.

10. Banyak bilangan ratusan dengan bilangan pertama dan terakhir mempunyai selisih 3 dan tidak ada angka yang sama adalah …

Bilangan-bilangan yang memiliki selisih 3 adalah 0 dan 3, 1 dan 4, 2 dan 5, 3 dan 6, 4 dan 7, 5 dan 8, 6 dan 9, serta kebalikannya kecuali 0 dan 3. Sehingga banyaknya bilangan yang memiliki selisih 3 adalah 13.

(11)

Jawaban –

11. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva �= 2− �2 dan � = |�| adalah … Perhatikan bahwa,

Fungsi �= |�| dapat juga didefinisikan sebagai berikut: �= �−� ,� < 0

,� ≥0

Sehingga kita tentukan terlebih dahulu titik perpotongan antara grafik fungsi �= 2− �2 dan �= |�|.

Titik potong pertama, untuk � <�

Titik potongnya dapat ditentukan dengan mensubstitusikan persamaan � di kedua fungsi tersebut.

2− �2 = −�

⟺ �2− � −2 = 0

⟺ (� −2)(�+ 1) = 0

Diperoleh �= 2 atau �=−1. Karena � < 0, kita pilih �=−1

Titik potong kedua, untuk � ≥ �

Sama seperti sebelumnya, titik potongnya dapat ditentukan dengan mensubstitusikan persamaan � di kedua fungsi tersebut.

2− �2 = �

⟺ �2+� −2 = 0

⟺ (�+ 2)(� −1) = 0

Diperoleh �=−2 atau �= 1. Karena � ≥0, kita pilih �= 1

Menentukan luas

(12)

Perhatikan bahwa 2 sin�cos� = sin 2�, maka

Pertama, kita tentukan fungsi �. �(�) =�(1− �)

Kurva naik ketika turunan pertamanya lebih dari atau sama dengan 0. �′(�) ≥0

Limit dari soal tersebut dapat ditentukan sebagai berikut

(13)

= lim

(14)

Sehingga,

�+�= 0⟺ �= −� … (1)

3�+ 2� −2 = 0 …(2)

Dengan mensubstitusikan persamaan (1) ke persamaan (2), kita peroleh

3� −2� −2 = 0

⟺ � −2 = 0

⟺ � = 2

Jawaban D.

Referensi

Dokumen terkait

Mari kita praktekkan seri firman Tuhan bulan ini tentang BUAH ROH YANG MEMBAWA KEBANGUNAN yaitu buah Roh yang ada di dalam hidup kita yang bisa membuat kita menjadi orang yang

bertujuan untuk mengetahui batasan-batasan dan pemikiran dari akademisi pemasaran, penelitian ini juga melakukan Focus Group Discussion (FGD) kepada konsumen

Perubahan sosial budaya adalah perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, mencakup perubahan budaya yang didalamnya terdapat perubahan nilai-nilai dan tata

Sebagian besar responden berusia 30 _ 49 tahun, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan tinggi, berasal dari suku bangsa Jawa, mempunyai pengetahuan kurang tentang obesitas,

Bila anda belum mengerti maksud dari “mengembalikan nilai” maka anda dapat membayangkan bahwa hasil dari function dapat dimasukkan ke dalam suatu variabel atau

Cara berpikir yang lebih mengarah bahwa kriminalitas adalah sebuah konsekuensi dari individu yang menyimpang bukan sebagai akibat dari ketidakadilan dalam

di atas adalah penulis dalam penelitian ini lebih fokus dalam komparasi antara pandangan al-Zamakhsyari dalam kitab tafsir al-Muni&gt;r dan Wahbah al- Zuh}aili dalam

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, komite audit dan komisaris independen terhadap luas pengungkapan