i
ANALISIS HARGA DISKON TERHADAP LABA PADA SMILE TOUR AND TRAVEL MAKASSAR
FITRIANI TASMIN 105720221110
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR 2014
ANALISIS HARGA DISKON TERHADAP LABA PADA SMILE TOUR AND TRAVEL MAKASSAR
FITRIANI TASMIN 105720221110
Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Manajemen
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR 2014
HALAMAN PERSETUJUAN
Judul Penelitian : ANALISIS HARGA DISKON TERHADAP LABA PADA SMILE TOUR AND TRAVEL MAKASSAR Nama Mahasiswa : FITRIANI TASMIN
No.Stambuk/Nim : 105720221110 Jurusan : MANAJEMEN
Fakultas : EKONOMI DAN BISNIS
Perguruan Tinggi : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
Makassar, Mei 2014 Menyetujui
Pembimbing I Pembimbing II
Hj.Lilly Ibrahim.SE.M.Si Hj.Naidah.SE.M.Si
Mengetahui
Dekan Fakultas Ekonomi Ketua Jurusan Manajemen
Dr.H.Mahmud Nuhung,S.E,M.A. Moh.Aris Pasigai.SE.MM
HALAMAN PENGESAHAN
Skripsi atas nama : FITRIANI TASMIN Nim.105720221110 ini telah diperiksa dan diterima oleh Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar Nomor : 091- 1435 H/2014 M.Dan telah dipertahankan di depan penguji pada hari Jumat,Tanggal 16 Mei 2014 M. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
Makassar, Sya’ban 1435H
Mei 2014M
Panitia Ujian
1.Pengawas Umum : Dr.H.Irwan Akib,M.Pd. ( ) (Rektor Unismuh Makassar)
2.Ketua : Dr.H.Mahmud Nuhung,S.E.M.A ( ) (Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis)
3.Sekretaris : H.Sultan Sarda,SE.M.Si ( ) (WD I Fak.Ekonomi & Bisnis)
4.Penguji :
a) H.Muhammad Rusydi,SE.M.Si ( )
b) Dr.Andi Mappatompo,MM ( )
c) Idham Khalid,SE.MM ( )
d) Hj.Naidah.SE.M.Si ( )
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada ALLAH SWT atas limpahan rahmat dan ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Banyak kendala yang dihadapi oleh penulis dalam rangka penyususnan skripsi ini,yang hanya berkat bantuan dari berbagai pihak,maka skripsi ini selesai tepat pada waktunya.Oleh karena itu dalam kesempatan ini izinkanlah penulis untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua saya,saudara-saudara dan keluarga yang selama ini memberikan dorongan dan motivasi,serta tak lupa saya sampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Bapak Dr.H.Irwan Akib,M.Pd,Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Bapak Dr.H.Mahmud Nuhung,S.E.M.A,Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Bapak Moh.Aris Pasigai.SE.MM,selaku Ketua Jurusan Manajemen.
4. Ibu Hj.Lilly Ibrahim.SE,M.Si,selaku Pembimbing I.
5. Ibu Hj.Naidah.SE.M.Si,selaku Pembimbing II.
6. Ibu Pimpinan dan Karyawan Smile Tour and Travel Makassar.
7. Sahabatku Suriyanti Karim beserta rekan-rekan seperjuangan pada manajemen 1.
Menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan,maka dengan segala kerendahan hati penulis akan selalu menerima kritikan dan saran yang bersifat konstruktif guna perbaikan mutu skripsi ini.
Akhir kata,semoga Allah Yang Maha Kuasa memberikan imbalan yang setimpal kepada semua pihak yang telah sudi membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan ini,amin.
Makassar, Mei 2014
Penulis
ABSTRAK
Fitriani Tasmin. 2014. “ Analisis Harga diskon Terhadap laba Pada Smile Tour and Travel Makassar”, (dibimbing oleh Hj. Lilly Ibrahim dan Hj.
Naidah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar strategi harga diskon yang diterapkan dalam pemasaran tiket pesawat pada Smile Tour and Travel Makassar dapat meningkatkan laba perusahaan.
Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, langsung dan studi kepustakaan dengan Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapan strategi harga diskon sudah sangat tepat untuk peningkatan laba perusahaan. Adapun perkembangan selisih pendapatan laba terbesar diperoleh dari tahun 2012 ke tahun 2013 terjadi pada bulan september sebesar Rp 443.150.000 (4,22%).
Kata Kunci : Strategi Harga Diskon, Analisis Deskriptif
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
ABSTRAK ... vi
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR GAMBAR ... xi
DAFTAR TABEL.... ...x
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 3
C. Tujuan Penelitian ... 3
D. Manfaat Penelitian ... 4
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ... 5
A. Pengertian Pemasaran ... 5
B. Pengertian Pemasaran Jasa ... 8
C. Tujuan Pemasaran... 9
D. Strategi pemasaran ... 13
E. Pengertian Marketing Mix ... 19
F. Pengertian Harga diskon ... 24
G. Pengertian Laba ... 25
H. Kerangka Pikir ... 28
I. Hipotesis ... 29
BAB III. METODE PENELITIAN... 30
A. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 30
B. Metode Pengumpulan Data ... 30
C. Jenis dan Sumber Data ... 31
D. Definisi Operasional ... 31
E. Metode Analisis ... 32
BAB IV. PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 33
A. Sejarah singkat Perusahaan ... 33
B. Visi dan Misi Perusahaan ... 34
C. Struktur Perusahaan Smile Tour and Travel ... 35
D. Job Description ... 36
E. Analisis Perkembangan Penjualan Tiket ... 38
F. Analisis Strategi Marketing Mix ... 41
G. Analisis harga diskon Terhadap peningkatan Laba ... 44
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 49
A. Simpulan ... 49
B. Saran ... 49 DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR GAMBAR
Nomor Halaman Gambar 1. Bagan Alur Kerangka Pikir ... 29
DAFTAR TABEL
Nomor Halaman Tabel 1.Perkembangan Nilai Penjualan Tiket Lion Air Rute Makassar-Jakarta pada Smile Tour and Travel Tahun 2009-2013...39
Tabel 2.Perkembangan Volume penjualan Tiket Lion Air Rute Makassar-Jakarta pada Smile Tour and Travel Tahun 2009-2013 ... 40
Tabel 3.Daftar Harga Tiket Pesawat Lion Air tahun 2012 ... 46
Tabel 4.Perkembangan Pendapatan Laba Sebelum dan setelah harga diskon tahun 2012-2013 ... 47
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Maraknya sektor jasa di era otonomi daerah dan era globalisasi mengundang berbagai analisis dan pemikiran strategis guna pengembangan di sektor ini, seiring dengan berkembangnya bisnis di sektor jasa, kegiatan pemasaran sangat diperlukan untuk menjadikan perusahaan tetap beroperasi dengan baik.
Pemasaran sebagai salah satu kegiatan pokok yang dilakukan perusahaan untuk mempertahankan produknya disamping dapat memperhatikan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta memiliki kemampuan untuk memenuhi keuntungan maksimal.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dilakukan strategi pemasaran.
Bentuk strategi pemasarannya adalah dengan melakukan penetapan strategi harga jual yang digunakan Smile Tour and Travel Makassar adalah harga diskon, dimana harga diskon dilakukan pada saat penjualan tiket lagi sepi atau low season. Untuk pemasaran di sektor jasa. perusahaan berusaha memetik dan mempertahankan konsumen dengan berbagai fasilitas dan kemudahan- kemudahan tertentu, dengan demikian perusahaan dapat menikmati keuntungan dan iuga mampu membangun loyalitas konsumen untuk meraih keunggulan tersendiri agar konsumen tidak berpaling ke produk lain atau perusahaan jasa lainnya.
Dalam hubungan ini. perkembangan industri di sektor jasa penerbangan yang bergerak di bidang pemasaran tiket pesawat berusaha mengembangkan pemasarannya untuk dapat meraih target penjualan yang lebih maksimal. Dan bagi perusahaan penerbangan khususnya Smile Tour and Travel Makassar, untuk lebih memaksimalkan penjualan maka di lakukan penetapan harga diskon pada saat penjualan tiket lagi sepi karena harga dsikon penjualan merupakan salah satu kegiatan yang dapat merangsang pembelian oleh konsumen. Harga adalah salah satu bagian Marketing Mix yang besar peranannya. Harga merupakan suatu permasalahan yang fundamental dalam dunia usaha, baik bagi produsen maupun bagi konsumen karena harga merupakan ukuran untuk mengetahui berapa besar nilai suatu barang atau jasa yang dapat dipertukarkan dengan sejumlah uang.
Seperti yang kita ketahui bahwa suatu perusahaan didirikan oleh pemiliknya dengan maksud untuk mencapai tujuan utama yakni untuk mengeluarkan biaya yang sekecil-kecilnya dan menghasilkan laba (profit) yang sebesar-besarnya.
Smile Tour and Travel Makassar merupakan perusahaan yang membidangi biro perjalanan domestik,perjalanan haji dan umroh.Perusahaan merasa bahwa pendapatan yang maksimal sangat diperlukan agar aktivitas perusahaan dapat berjalan terus menerus.
Oleh karena itu salah satu Upaya strategi pemasaran yang dilakukan oleh Smile Tour and Travel Makassar untuk peningkatan laba yakni melalui penerapan harga diskon dalam waktu tertentu,yaitu pada waktu pemasaran
tiket lagi sepi.Dimana harga diskon yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan harga yang ditawarkan oleh perusahaan travel lainnya.Hal ini dilakukan untuk menarik perhatian konsumen untuk memilih perusahaan sebagai pilihan untuk menggunakan jasa perusahaan.Tak dapat dipungkiri bahwa yang menjadi dasar keputusan pembelian konsumen adalah mencari harga yang paling murah.Dengan demikian apabila kita sudah berhasil menarik konsumen yang sebanyak-banyaknya maka sudah dipastikan perusahaan akan memperoleh laba(Profit).
Sebagaimana yang kita ketahui dengan adanya peningkatan laba yang diperoleh perusahaan akan sangat membantu untuk tetap mempertahankan kelangsungan dan eksistensi perusahaan dan untuk mencapai pengembangan produk-produk usaha lainnya.
Hal-hal yang cukup mendukung kegiatan pemasaran Smile Tour and travel yaitu dilakukannya penerapan Harga Diskon terhadap produknya saat penjualan tiket lagi sepi.
Dari uraian tersebut diatas, penulis tertarik memilih judul Analisis Harga diskon Terhadap Laba pada Smile Tour and Travel Makassar.
B. Rumusan Masalah
Merujuk pada latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka permasalahan yang akan dibahas Pada penulisan proposal ini yaitu :
Apakah Strategi Harga diskon yang diterapkan dalam pemasaran tiket pesawat oleh Smile Tour and Travel Makassar dapat meningkatkan laba perusahaan.
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi harga diskon yang diterapkan perusahaan dalam pemasaran tiket pesawat dapat meningkatkan Iaba pada Smile Tour and Travel Makassar.
D. Manfaat Penelitian
Adapun Manfaat penelitian ini adalah :
1. Sebagai bahan masukan bagi Smile Tour and travel dalam pengambilan keputusan di bidang pemasaran.
2. Sebagai bahan acuan atau referensi bagi pihak yang melakukan penelitian dan penulisan yang serupa dimasa yang akan datang.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Pemasaran
Menurut Kotler dan Susanto (2000), bahwa pemasaran adalah proses sosial dan managerial dimana individu dan kelompok berusaha untuk mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan cara menciptakan sesuatu. serta menawarkan dan menukarkan produk yang bernilai satu sama lain.
Sedangkan Sunanto (2004), mengatakan bahwa pemasaran berarti mengelola pasar untuk menghasilkan sesuatu yang dapat dipertukarkan dan untuk memperoleh keuntungan dengan tujuan menciptakan nilai dan memuaskan kebutuhan dan keinginan. Dari kedua pendapat tersebut di atas.
pemasaran sebagai aktivitas yang dilakukan individu maupun kelompok dalam menukarkan produk yang memiliki nilai dan kepuasan.
Selanjutnya Lupivoadi dan Hamdani (2006) mengemukakan bahwa tujuan pertama pemasaran untuk menemukan nilai sepanjang hidup dari pelanggan guna menghasilkan keuntungan terus-menerus.
Menurut Sofian Assauri (2007). bahwa pengertian pemasaran sebagai kegiatan manusia, yang diarahkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Dari kedua pendapat tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran adalah suatu proses pertukaran dalam menjalankan konsep. harga, promosi dan distribusi untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan individu dan organisasi.
Lebih lanjut Pemasaran merupakan penghubung antara organisasi dengan konsumennya. peran penghubung ini akan berhasil bila semua upaya pemasaran diorientasikan kepada konsumen. Keterlibatan semua pihak dari manajemen puncak hingga karyawan non manajerial dalam merumuskan maupun mendukung peiaksanaan pemasaran dalam melakukan aspek.
Pemasaran yang diartikan kebanyakan orang mengatakan bahwa pemasaran berarti: menjual atau memasang iklan. Dan bahkan ada pula yang mengatakan bahwa pemasaran sama halnya dengan melakukan kegiatan distribusi. promosi dan sebagainya, tetapi semua hal-hal diatas pada dasarnya belum mendekati sebagaimana yang diinginkan. Namun, adalah sanqat penting untuk di ketahui. bahwa menjual, memasang iklan dan melakukan kegiatan distribusi hanya merupakan sebagian dari kegiatan pemasaran. karena kegiatan pemasaran meliputi kegiatan yang lebih dari hanya sekedar menjual dan memasang iklan.
Kasmir dan Jakfar (2003:74) mengemukakan bahwa pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dengan mana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain.
Tjiptono (2005:2) mengemukakan bahwa pemasaran merupakan proses di mana struktur permintaan terhadap produk dan jasa diantisipasi atau diperluas dan dipuaskan melalui konsepsi. promosi. distribusi. dan pertukaran barang.
Menarik untuk diamati. semua definisi di atas tidaklah bertentangan satu sama lain. Justru setiap rumusan tersebut saling melengkapi.
Keanekaragaman defenisi merefleksikan kompleksitas fenomena pemasaran, dimana perspektif berbeda cenderung menekankan aspek yang berbeda pula.
Kendati demikian, pada prinsipnya melalui proses interaksi dan pertukaran nilai muncul begitu banyak produk (baik berupa barang, jasa, gagasan, tempat, orang/pribadi, maupun organisasi) sebagaimana yang kita jumpai sehari-hari.
Sedangkan Stanton yang dikutip Firdaus (2008: 120) mengatakan bahwa:
Pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan dan menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Pada dasarnya pemasaran suatu barang mencakup perpindahan atau aliran dari dua hal, yaitu aliran fisik barang itu sendiri dan aliran kegiatan transaksi untuk barang tersebut. Aliran keqiatan transaksi merupakan rangkaian kegiatan transaksi mulai dari penjualan produsen sampai kepada pembeli konsumen akhir.
Rangkuti (2009: 21) berpendapat bahwa pemasaran merupakan suatu interaksi yang berusaha untuk menciptakan hubungan pertukaran dan bukan merupakan cara yang sederhana yang hanya sekedar untuk menghasilkan penjualan.
Machfoedz (2010:140) mengemukakan bahwa pemasaran adalah suatu proses yang diterapkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dengan menyediakan produk (barang dan jasa). Konsumen tertentu yang merupakan sasaran upaya pemasaran disebut pasar sasaran.
Berdasarkan definisi tersebut di atas dapat dikatakan bahwa pemasaran merupakan suatu proses sosial ekonomi yang berkaitan dengan mengalirnya barang dan jasa secara ekonomis dari produsen ke konsumen. sehingga secara efektif dapat memenuhi permintaan yang heterogen dengan kemampuan penawaran atau suplai yang heterogen dan dapat memenuhi tujuan-tujuan masyarakat jangka pendek maupun jangka panjang.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas. maka pembahasan tentang pemasaran dapat lebih jelas dan terbatas dalam pembahasan yang tegas terkait dengan kegiatan pemasaran yang berlaku universal.
B. Pengertian Pemasaran Jasa
Kita mengetahui bahwa yang disalurkan oleh para produsen bukan benda-benda berwujud saja tapi juga jasa-jasa. Sifat perusahaan yang menghasilkan jasa ialah bahwa jasa itu tidak bisa ditimbun atau ditumpuk dalam gudang seperti barang-barang lainnya sambil menunggu saat penjualan.
Penyaluran jasa kebanyakan bersifat langsung dari produsen kepada konsumen seperti jasa travel perjalanan serta macam-macam service lainnya.
Apabila pendapatan seseorang meningkat ada kecenderungan untuk memperbesar pengeluaran untuk membeli jasa-jasa tersebut. Oleh karena itu marketing jasa makin lama makin menjadi sangat penting.
Selama ini pemasaran jasa masih belum begitu diperhatikan, tapi melihat banyaknya jumlah uang yang dibelanjakan untuk membeli jasa tersebut, maka para produsen jasa mulai memberi perhatian khusus. Hal ini ditambah pula dengan tingkat persaingan yang mulai ketat diantara para penghasil jasa.
Menurut Buchari Alma (2000). pemasaran jasa adalan suatu proses atau langkah-langkah yang ditempuh oleh perusahaan dalam memasarkan produknya dengan cara mempekerjakan serta memelihara tenaga kerja yang baik yang mampu menganggap konsumen sebagai partner. Perusahaan juga harus menjaga hubungan baik dalam jangka panjang dengan konsumen.
Relationship marketing ini sangat menekankan menjaga dan selalu memperbaiki hubungan dengan langganan yang ada ketimbang mencari langganan baru.
Filosofi ini berlandaskan pada asumsi dan kenyataan bahwa jauh lebih murah biaya mempertahankan langganan daripada menarik atau merekrut langganan baru.
C. Tujuan Pemasaran
Dalam melakukan kegiatan pemasaran suatu perusahaan memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai, baik dari tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. Dalam jangka pendek biasanya untuk merebut hati konsumen terutama untuk produk yang baru diluncurkan. Sedanqkan dalam jangka panjang dilakukan untuk mempertahankan produk-produk yang sudah ada agar tetap eksis.
Berikut ini ada beberapa tujuan suatu perusahaan dalam melakukan kegiatan pemasaran yang merujuk pada teori Lupiyoadi dan Hamdani (2006).
antara lain :
1. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan akan suatu produk maupun jasa.
2. Dalam rangka memenuhi keinginan para pelanggan akan suatu produk atau jasa.
3. Dalam rangka memberikan kepuasan semaksimal mungkin terhadap pelanggannya.
4. Dalam rangka meningkatkan penjualan dan laba.
5. Dalam rangka menguasai pangsa pasar dan menghadapi pesaing.
6. Dalam rangka memperbesar kegiatan usaha.
Sebagaimana telah diketahui pada umumnya perusahaan bertujuan untuk memaksimalkan Iaba dari hasil penjualan. Oleh sebab itu, untuk mencapai tujuan yang diinginkan dari suatu perusahaan maka terlebih dahulu diketahui bagaimana menyalurkan barang dengan tepat untuk mencapai Iaba maksimal.
Suatu perusahaan yang menginginkan laba yang maksimal, maka biasanya perusahaan menggunakan dua cara, yaitu:
1. Penjualan yang dilakukan secara langsung kepada konsumen 2. Penjualan yang dilakukan dengan menggunakan perantara
Yang pertama. setiap perusahaan yang memproduksi barang ataupun jasa, maka perusahaan secara langsung mengadakan penjualan produknva
pada pasar atau konsumen tanpa melalui perantara. sedangkan yang kedua, pengusaha di dalam mengadakan penjualan produknya kepada konsumen menggunakan perantara. Jadi dengan demikian penjualan dilakukan tidak secara langsung. Dari pihak perantara disini mempunvai peranan penting.
karena perantaralah yang mengedarkan dan memperkenalkan produk perusahaan kepada konsumen.
Sebuah perusahaan yang didirikan mempunyai tujuan utama, yaitu mencapai tingkat keuntungan tertentu. pertumbuhan perusahaan atau peningkatan share pasar. Di dalam pandangan konsep pemasaran, tujuan perusahaan ini dicapai melalui keputusan konsumen. Keputusan konsumen diperoieh setelah ketutuhan dan keinginan konsumen dioenuhi melalui kegiatan pemasaran yang terpadu.
Tujuan pemasaran adalah mengubah orientasi falsafah manajemen pemasaran lain yang ternyata telah terbukti tidak berhasil mengatasi berbagai persoalan, karena adanya perubahan dalam ciri-ciri pasar dewasa ini yang cenderung berkembang.
Perubahan tersebut terjadi antara lain karena pertambahan jumlah penduduk, pertambahan daya beli, selera konsumen, peningkatan dan meluasnya hubungan atau komunikasi. perkembangan teknologi. dan perubahan faktor lingkungan pasar lainnya.
Subagyo (2010 : 311) mengemukakan bahwa: Tujuan pemasaran adalah apa yang ingin kita capai, sebuah tujuan pemasaran memperhatikan keseimbangan antara produk dan target pasar. ini berhubungan dengan produk
apa yang kita jual pada pasar tertentu supaya meningkatkan volume penjualan.
memberikan kepuasan kepada pelanggan dan memaksimalkan laba.
Alma (2004: 6) mengemukakan bahwa tujuan pemasaran adalah mengadakan keseimbangan antar Negara daerah saling mengisi mengadakan perdagangan antara daerah surplus denqan Negara daerah minus.
Di negara berkembang. iasa yang ditawarkan ke pasar saling bersaingan. Di negara tersebut kita jumpai situasi Buyer's Market, dimana para pembeli berkuasa. yang dapat memilih barang sesuai kemauannya.
menghadapi para penjual yang satu sama lain bersaingan. Para penjual ini berusaha merebut hati konsumen dengan berbagai cara seperti meningkatkan servis, memberi hadiah, korting, harga obral, iklan, papan reklame. dan sebagainya.
Sebaliknya di negara belum maju (under developed) produksi masih kurang dibandingkan dengan kebutuhan masyarakatnva. Di negara ini kita jumpai situasi Seller's Market, dimana para penjual yang berkuasa. dan bisa mempermainkan harga.
Para produsen di negara developed menghadapi Buyer's Market.
pasaran dalam negeri sudah sempit buat mereka. Oleh sebab itu mereka berusaha mencari pasaran di luar negerinya. Penjualan barang kepasaran seperti ini (import/export) membutuhkan organisasi dan aturan-aturan tertentu. Inilah tuiuan pemasaran. yaitu mengadakan keseimbangan antar Negara daerah saling mengisi mengadakan perdagangan antara daerah surplus dengan Negara daerah minus.
Alma (2004: 5) mengemukakan tujuan pemasaran adalah:
a. Untuk mencari keseimbangan pasar, antara buyer's market dan seller's market, mendistribusikan barang dan jasa dari daerah surplus ke daerah minus, dari produsen ke konsumen, dari pemilik barang dan jasa ke calon konsumen.
b. Tujuan pemasaran yang utama ialah memberi kepuasan kepada konsumen.
Tujuan pemasaran bukan komersial atau mencari laba. Tapi tujuan pertama ialah memberi kepuasan kepada konsumen. Dengan adanya tujuan memberi kepuasan ini, maka kegiatan marketing meliputi berbagai lembaga produsen. Istilah marketing meliputi marketing yayasan, marketing lembaga pendidikan, marketing pribadi, marketing masjid, marketing non profit organization.
Tujuan pemasaran lembaga-lembaga non profit ini ialah membuat satisfaction kepada konsumen, nasabah, jamaah, murid, rakyat, yang akan menikmati produk yang dihasilkannya. Oleh sebab itu lembaga-lembaga tersebut harus mengenal betul siapa konsumen. jamaah. murid yang akan dilayaninya. Jika konsumen merasa puas, maka masalah keuntungan akan datang dengan sendirinya. Produsen akan memetik keuntungan secara terus menerus, sebagai hasil dari memberi kepuasan kepada konsumennya.
D. Strategi Pemasaran
Istilah strategi berasal dari bahasa Yunani yang berarti kepemimpinan (Leadership). Dalam suatu konteks pemasaran, kita menghubungkannya dengan aktifitas pemasaran dan sasaran-sasaran pemasaran.
Seiring dengan semakin meningkatnya kegiatan ekonomi dewasa ini, semakin banyak pula perusahaan-perusahaan baru bermunculan, tak pelak lagi barang yang ditawarkan oleh suatu perusahaan harus bersaing dengan barang yang ditawarkan oleh perusahaan lain. Persaingan ini membuat suatu perusahaan tidak boleh memasarkan barang-barang yang ditawarkan asal- asalan melainkan harus menerapkan suatu strategi pemasaran dengan tepat agar dapat bersaing dengan perusahaan lain.
Dikemukakan oleh Philio Kotler (1992:92) bahwa strategi pemasaran terdiri dari prinsip-prinsip dasar yang mendasar pada manajemen pemasaran untuk mencapai tuiuan bisnis dan pemasarannva dalam sebuah sasaran.
Strategi pemasaran mengandung keputusan dasar tentang pengeluaran pemasaran, barang pemasaran dan alokasi pemasaran.
Menurut Assauri (2007). strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu pada masing-masing tingkatan dan acuan serta lokasinya terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan terutama keadaan pesaingnya yang selalu berubah.
Stanton, J. William (1996). ruang lingkup strategi manajemen pemasaran mencakup berbagai macam elemen pemasaran yang berkaitan. Dari berbagai macam elemen tersebut yang berikut ini merupakan eiemen pokok dimana strategi manajemen pemasaran difokuskan pada :
1. Pemilihan pasar yang ingin dilayani perusahaan secara efektif.
2. Strategi produk termasuk pemilihan barang atau jasa yang ingin dipasarkan. penentuan seri produk dan kombinasi seri produk yang kompetitif dan menguntungkan.
3. Strategi harga termasuk menentukan tujuan strategi harga. penentuan harga untuk konsumen segmen-segmen pasar yang berbeda, mempertimbangkan faktor biaya dalam menentukan harga produk serta persaingan harga.
4. Strategi distribusi pokok termasuk penentuan tujuan strategi jaringan distribusi, pemilihan distributor yang menyalurkan produk sampai ke tangan konsumen akhir dan pengelolaan jaringan distribusi.
5. Strategi periklanan dan sarana promosi penjualan lainnya, termasuk pemilihan komponen dan struktur promosi penjualan yang akan dipergunakan.
Menentukan tujuan yang ingin dicapai perusahaan merupakan bagian penting dalam proses penyusunan strategi pemasaran. Tanpa defenisi tujuan pemasaran yang eksplisit (realistis. lugas. dan jelas). sulit bagi perusahaan apapun untuk menentukan arah strategi manajemen pemasaran, kecuali perusahaan mengetahui dengan jelas apa yang ingin dicapai selama kurun waktu tertentu, mereka tidak dapat menyusun rencana strategi pemasaran yang berguna. Akan tetapi karena kondisi dan kebutuhan tiap-tiap perusahaan tidak sama, tujuan strategi pemasaran yang ingin dicapai perusahaan yang satu juga tidak sama dengan perusahaan yang lain.
Usmara (2003 : 22) bahwa strategi pemasaran merupakan sesuatu yang sangat penting bagi setiap perusahaan, sesuatu yang penting umumnya tidak mudah dirumuskan dan dilaksanakan."
Dari pendapat di atas ada baiknya kalau kita mengetahui lebih jauh pengertian dari strategi pemasaran yang dikemukakan oleh Swasta dan Handoko (2000: 119) bahwa strategi pemasaran adalah : Merupakan sejumlah tindakan-tindakan khusus. tetapi lebih merupakan pernyataan yang menunjukkan usaha-usaha pemasaran pokok yang diarahkan untuk mencapai tujuan.
Kemudian pengertian yang sama juga dikemukakan oleh Radiosunu (2001 : 20) tentang strategi pemasaran adalah suatu proses penganalisaan kesempatan, pemilihan, objectivis, pengembangan strategi. perumusan rencana. dan pelaksanaan kegiatan dan pengawasan.
Dalam konteks penyusunan strategi, pemasaran memiiiki 2 dimensi.
yaitu dimensi saat ini dan dimensi masa yang akan datang. Dimensi saat ini berkaitan dengan hubungan yang telah ada antara perusahaan dengan lingkungannya. Sedangkan dimensi masa yang akan datang mencakup hubungan di masa yang akan datang yang diharapkan akan dapat terjalin dan program tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Strategi pemasaran menurut Tjiptono (2009: 6) adalah merupakan pernyataan (baik secara implisit maupun eksplisit) mengenai bagaimana suatu merek atau lini produk mencapai tujuannya. Setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk dapat tetap hidup dan berkembang, tujuan tersebut hanya dapat
dicapai melalui usaha mempertahankan dan meningkatkan tingkat keuntungan/laba perusahaan. Usaha ini hanya dapat dilakukan apabila perusahaan dapat mempertahankan dan meningkatkan penjualannya, melalui usaha mencari dan membina langganan, serta usaha menguasai pasar. Tujuan ini hanya dapat dicapai apabila bagian perusahaan melakukan strategi yang mantap untuk dapat menggunakan kesempatan atau peluang yang ada dalam pemasaran. sehingga posisi atau kedudukan perusahaan di pasar dapat dipertahankan dan sekaligus ditingkatkan.
Seperti diketahui keadaan dunia usaha bersifat dinamis, yang diwarnai dengan adanya perubahan dari waktu ke waktu dan adanya keterkaitan antara satu dengan lainnya. Oleh karena itu, strategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting untuk keberhasilan usaha perusahaan umumnya dan bidang pemasaran khususnya. Di samping itu, strategi pemasaran yang ditetapkan harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan pasar dan lingkungan pasar tersebut. Dengan demikian. strategi pemasaran harus dapat memberi gambaran yang jelas dan terarah tentang apa yang akan dilakukan perusahaan dalam menggunakan setiap kesempatan atau peluang pada beberapa pasar sasaran. Dalam hal ini dibutuhkan dunia bagian keberhasilan kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan, yaitu sasaran pasar yang dituju (target market), dan acuan pemasaran yang dijalankan (marketing mix) untuk sasaran pasar tersebut.
Usmara (2003: 22) mengemukakan bahwa strategi pemasaran merupakan sesuatu yang sangat penting bagi setiap perusahaan. Sesuatu yang penting umumnya tidak mudah dirumuskan dan diiaksanakan.
Strategi pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang menyeluruh, terpadu dan menyatu dibidang pemasaran, yang memberikan panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan pemasaran suatu perusahaan.
Faktor lingkungan yang dianalisis dalam penyusunan strategi pemasaran adalah keadaan pasar atau persaingan, perkembangan teknologi, keadaan ekonomi, peraturan dan kebijakan pemerintah, keadaan ekonomi peraturan dan kebijakan pemerintah, keadaan sosiai budaya dan keadaan politik. Masing-masinq faktor ini dapat menimbulkan adanya kesempatan atau ancaman/hambatan bagi pemasaran produk suatu perusahaan.
Faktor internal perusahaan yang dianalisis dalam penyusunan strategi pemasaran adalah faktor yang terkait dengan pelaksanaan fungsi perusahaan.
yang meliputi keuangan pembelanjaan. pemasaran, produksi serta organisasi dan sumber daya manusia. Masing-masing faktor internal yang terkait dengan fungsi perusahaan tersebut dapat merupakan hal yang menunjukkan adanya keunggulan atau kelemahan perusahaan. Khusunya dalam bidang pemasaran.
faktor-faktor lingkungan atau eksternal seperti telah diuraikan di atas, adalah faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh Dimoinan perusahaan (uncontrollable factors). Sedangkan faktor internal dalam bidang pemasaran adaiah faktor yang dapat dikendalikan oleh pimpinan perusahaan umumnva
dan pimpinan pemasaran khususnya (controllable factors),yang terdiri dari produk. Harga, penyaluran/distribusi, promosi dan pelayanan (service).
E. Pengertian Marketing Mix
Setiap perusahaan selalu berusaha untuk dapat tetap hidup, berkembang dan mampu bersaing. Setiap perusahaan selalu menetapkan dan menerapkan strategi dan cara pelaksanaan kegiatan pemasarannya. Kegiatan pemasaran yang dilakukan diarahkan untuk dapat mencapai sasaran perusahaan yang dapat berupa laba yang diperoleh perusahaan dalam jangka panjang.
Pengarahan kegiatan pemasaran lersebut hanya mungkin dapat dilakukan dengan menerapkan garis-garis besar pedoman atau patokan umum perusahaan dalam bidang pemasaran yang sering dikenal dengan kebijakan pemasaran. Kebijakan pemasaran tentunya sejalan dengan konsep pemasaran yang menekankan pemberian pelayanan yang memuaskan kepada konsumen melalui kegiatan dan strategi pemasaran yang terpadu dan memungkinkan diperolehnya keuntungan/laba dalam jangka panjang.
Salah satu unsur dalam strategi pemasaran terpadu adalah strategi acuan/bauran pemasaran yang merupakan strategi yang dijalankan perusahaan.
yang berkaitan dengan penentuan bagaimana perusahaan menyajikan penawaran produk pada segmen pasar tertentu yang merupakan sasaran pasar.
Uraian tersebut diatas, Sofyan Assauri (1999:60) berpendapat bahwa Marketing Mix adalah merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang
merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen.
Marketing Mix terdiri dari himpunan variabel yang dapat dikendalikan dan digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen.
Jadi sasaran pasar sudah ditentukan melalui riset pemasaran, maka perusahaan harus merebut suatu rencana yang baik untuk memasuki segmen pasar yang dipilih. Keputusan-keputusan dalam pemasaran dapat dikelompokkan ke dalam empat strategi. Yaitu:
Strategi Produk
Strategi Harga
Startegi Promosi
Saluran Distribusi
Kombinasi dari keempat strategi tersebut akan membentuk Marketing Mix. Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka menurut Basu Swasta (1987:193) bahwa Marketing Mix merupakan kombinasi dari keempat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yakni produk,struktur harga,kegiatan promosi,dan sistem distribusi.
William J. Stanton teriemahan Y. Lamarto (1996:45) berpendapat lain tentang bauran pemasaran (Marketing Mix), yaitu istilah yang dipakai untuk menjelaskan kombinasi empat besar pembentuk inti sistem pemasaran sebuah organisasi.
Berdasarkan pengertian tersebut diatas,penulis dapat mengatakan bahwa keempat unsur tersebut adalah produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem pemasaran suatu perusahaan.
1. Produk (Product)
Dalam pemasaran yang perlu diperhatikan oleh perusahaan adalah barang apa yang hendak dipasarkan dan memenuhi syarat untuk dikombinasikan oleh konsumen. Dengan demikian maka proaukiah yang merupakan dasar untuk mencapai tujuan perusahaan. Jadi dalam memasarkan produk dan jasa haruslah diperhatikan kualitas, jaminan, merek dan tingkat pelayanan yang diberikan.
2. Harga (Price)
Harga merupakan suatu permasalahan yang fundamental dalam dunia usaha, baik bagi produsen maupun bagi konsumen karena harga merupakan ukuran untuk mengetahui berapa besar nilai suatu barang atau jasa yang dapat dipertukarkan dengan sejumlah uang.
Jadi transaksi dapat terjadi apabila ada kesepakatan harga atara produsen dan konsumen. Sudah pasti keputusan konsumen tidak didasarkan atas harga semata tetapi dengan berbagai pertimbangan, misalnya : jaminan, selera, situasi, ekonomi dan sebagainya.
3. Promosi (Promotion)
Promosi merupakan salah satu aspek yang penting dalam kegiatan pemasaran karena hal tersebut merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan suatu produk kepada konsumen atau pemakai. Promosi
juga sering dinyatakan sebagai proses berlanjut karena dapat menimbulkan rangkaian kegiatan selanjutnya dari perusahaan.
Promosi dipandang sebagai arus informasi atau persesuaian satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.
Beberapa kegiatan yang dalam promosi pada umumnya ada empat, yaitu :
a. Periklanan, yaitu merupakan suatu bentuk penyajian dan promosi dari gagasan, barang atau jasa yang dibiayai oleh sponsor tertentu yang bersifat non personal,
b. Personal selling, yang merupakan penyajian secara lisan dalam suatu pembicaraan dengan seseorang atau lebih calon pembeli dengan tujuan agar dapat terealisirnya penjualan.
c. Promosi penjualan, yang merupakan segala kegiatan pemasaran selain personal selling, advertising dan publisitas yang merangsang pembelian oleh konsumen dan keefektifan agen seperti pameran,pertunjukan dan demonstrasi.
d. Publisitas, yang merupakan usaha untuk merangsang akan suatu produk secara non personal dengan membuat baik-baik berita yang bersifat komersial tentang produk tersebut baik melalui media cetak ataupun media elektronik.
4. Distribusi (Place)
Distribusi adalah salah satu variabel Marketing Mix yang dapat rnensukseskan pemasaran.
Tujuan utama pemasaran adalah menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Kegiatan untuk memperlancar arus barang/iasa dari produsen ke konsumen periu diperhatikan keputusan-keputusan tentang distribusi. yaitu :
Sistem transportasi
Sistem penyimpanan/pergudangan
Pemilihan saluran distribusi yang tepat
Pengklasifikasian ini sering juga dinamakan "The Four" yang diajukan oleh seorang ahli pemasaran yang bernama MC. Carthy.
Menurut Albert W. Trey yang dikutip oleh Winardi (1997:12) berpendapat bahwa variabel-variabel keputusan pemasaran dapat dibagi dalam dua faktor, yaitu :
a. Pemasaran (The Offering)
yang terdiri dari produk, pembungkus, merek, harga dan service.
b. Metode-metode serta alat-alat yang meliputi saluran-saluran penjualan secara perorangan, periklanan, promosi penjualan dan publisitas.
Adapun langkah awal yang harus dilakukan dalam menentukan Marketing Mix yang optimal iaiah menentukan komponen-komponen utama dari Marketing Mix yang sesuai untuk peniualan di pasar tertentu.
Sejalan dengan uraian tersebut di atas, maka dalam menetapkan Marketing Mix harus berpegangan pada prinsip ekonomis yaitu untuk mencapai hasil tertentu diusahakan pengorbanan sekecil-keciinya, atau dengan pengorbanan tertentu diusahakan hasil sebesar-besarnva.
F. Pengertian Harga Diskon
Menurut Mahmud Machfoedz (2005:141), harga diskon adalah cara menjual barang dibawah harga pasar, menetapkan harga spesial oada waktu atau event-event tertentu, dan periode tertentu memberikan potongan kontan.
peniualan dengan kredit berbunga rendah, iangka cicilan lebih panjang, penjualan dengan kredit berbunga rendah.
Perusahaan umumnya akan menyesuaikan daftar harga mereka dan memberikan diskon serta potongan untuk setiap pembayaran yang lebih cepat, pembelian dalam jumlah besar, dan pembelian diluar musim. Perusahaan harus melakukan itu secara berhati-hati atau mereka akan menemukan bahwa laba mereka jauh lebih kecil dibandingkan yang direncanakan, agar hal tersebut tidak terjadi maka berikut ini ada beberapa peraturan-peraturan tentang pemberian diskon :
a. Jangan menawarkan diskon hanya karena setiap orang melakukannya.
b. Perusahaan harus kreatif saat memberikan diskon.
c. Perusahaan hendaknya menggunakan diskon untuk mencuci gudangatau menghasilkan bisnis tambahan.
d. Perusahaan sebaiknya menetapkan batas waktu pada saat melakukan transaksi.
e. Perusahaan harus memastikan bahwa pelanggan akhir melakukan transaksi.
f. Perusahaan seharusnya memberikan diskon hanya untuk tetap bertahan hidup dalam pasar yang matang.
g. Perusahaan hendaknya mengakhiri pemberian diskon secepat mungkin.
Strategi penetapan harga diskon sering merupakan Zero-sum game (mengambil keuntungan dari derita pihak tain). Jika berhasil, pesaing akan segera mengambil keuntungan dengan menirunya dan perusahaan itu kehilangan efektifitasnya. Jika tidak berhasil akan menghabiskan uang perusahaan yang sebenarnya dapat digunakan untuk kiat pemasaran yang berdampak jangka panjang, seperti meningkatkan mutu produk dan pelayanan serta meningkatkan citra produk melalui periklanan.
G. Pengertian Laba
Kegiatan perusahaan sudah dapat dipastikan berorientasi pada keuntungan atau laba. menurut Soemarso (2004:245) Laba adalah selisih lebih pendapatan atas beban sehubungan dengan usaha untuk memperoleh pendapatan tersebut selama periode tertentu. Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan laba sejauh mana suatu perusahaan memperoleh pendapatan dari kegiatan peniualan sebagai selisih dari keseiuruhan usaha yang didalam usaha itu terdapat biaya yang dikeluarkan untuk proses penjualan selama periode tertentu.
Umumnya perusahaan didirikan untuk mencapai tujuan tertentu yaitu memperoleh laba yang optimal dengan pengorbanan yang minimal untuk
mencapai hal tertentu perlu adanya perencanaan dan pengendalian dalam setiap aktivitas usahanya agar perusahaan dapat membiayai seluruh kegiatan yang berlangsung secara terus menerus.
Pengertian laba menurut Zaky Baridwan (2004 : 29) adalah Kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari badan usaha dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempengaruhi badan usaha selama satu periode kecuali yang termasuk dari pendapatan (revenue) atau investasi oleh pemilik.
Sedangkan menurut Henry Simamora f2002 : 45) Laba adalah perbandingan antara pendapatan dengan beban jikalau pendapatan melebihi beban maka hasilnya adalah laba bersih.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa laba berasal dari semua transaksi atau kejadian yang terjadi pada badan usaha dan akan mempengaruhi kegiatan perusahaan pada periode tertentu dan iaba di dapat dari selisih antara pendapatan dengan beban. apabila pendapatan lebih besar dari pada beban maka perusahaan akan mendapatkan laba apabila terjadi sebaliknya maka perusahaan mendapatkan rugi.
Menurut Donald E. Kieso, Jerry J. Weygandt dan Terry D. Warfield yang diterjemahkan oleh Emil Salim (2002:40) menyatakan bahwa:
"Keuntungan adalah kenaikan ekuitas (aktiva bersih) sebuah perusahaan yang ditimbulkan oleh transaksi peripheral atau insedentil dan dari semua transaksi serta kejadian lainnya dan situasi yang mempengaruhi perusahaan selama
suatu periode kecuali yang berasal dari pendapatan atau investasi oleh pemilik."
Selanjutnya C. Rollin Niswonger Carl S. Warren. James M; Reeve dan Phiiip E.Fees yang diterjemahkan oleh Alfonsus Sirait dan Heida Gunawan (1999:2) menyatakan sebagai berikut: "Keuntungan atau laba selisih diantara jumiah yang diterima dari pelanggan atas barang atau jasa yang dihasilkan dengan jumiah yang dikeluarkan untuk memberikan sumber daya dalam menghasilkan barang atau jada tersebut." Dari pernyataan diatas ini dapat diketahui bahwa penghasilan dapat dibagi dua vaitu: 1. Laba yang sudah direalisasi yaitu laba yang teriadi dari transaksi penjualan 2. Laba yang belum direalisasi yaitu laba yang terjadi karena pertambahan kekayaan sebagai akibat kenaikan nilai aktiva dan belum terjadi transaksi.
Sedangkan menurut Standar Akuntansi Keuangan (2002:25) pengertian laba terdiri dari dua konsep yaitu:
1. Pemeliharaan modal keuangan, dimana laba hanya diperoleh kalau jumlah financial (uang) dari aktiva bersih pada akhir periode melebihi financial atau uang dari aktiva bersih pada awal perdiode. setelah konstibusi dari perusahan memiliki selama satu periode.
2. Pemeliharaan modal fisik. dimana laba hanya diperoleh kalau kapasitas produtif fisik (kemampuan usaha) pada awal periode, setelah konstribusi dari para pemilik selama satu periode."
Berikut ini komponen unsur-unsur laba yang terdiri dari:
a. Pendapatan yaitu arus masuk atau pemanbahan lain atas aktiva suatu entitas atau penyelesaian kewajiban kewajibannya (kombinasi keduanya) yang berasal dari penyerahan atau produksi barang, operasi utama atau operasi inti yang berkelanjutan dari suatu entitas.
b. Beban yaitu arus keluar atau pemakaian lain aktiva atau teriadinya kewajiban (kombinasi keduanya) yang berasal dari penyerahan atau produksi barang. pemberian jasa. atau pelaksanaan jasa atau pelaksanaan aktivitas-aktivitas lain yang merupakan operasi utama atau operasi inti berkelanjutan dari suatu entitas.
c. Keuntungan yaitu kenaikan suatu entitas atau aktivitas bersih yang berasal dari transaksi peripheral atau insidental pada suatu entitas dan dari transaksi lain dan kejadian serta situasi lain yang mempengaruhi entitas kecuali yang dihasilkan dari pendapatan atau investasi pemilik.
H. Kerangka Pikir
Tercapainya target penjualan yang maksimal sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan merupakan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai oleh Smile Tour and Travel, sehingga masalah-masalah yang kemungkinan menjadi penghambat dalam pencapaian tujuan dan sasaran dicarikan solusi sesegera mungkin mengingat semakin banyaknya perusahaan jasa serupa yang juga berusaha untuk memenangkan persaingan guna memperkuat dan memperkokoh posisi perusahaannya dipasaran.
Gambar 1.
Bagan Alur Kerangka pikir
I. Hipotesis
Berdasarkan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka hipotesisnya adalah diduga bahwa strategi harga diskon dalam pemasaran tiket pesawat yang diterapkan dapat meningkatkan laba pada Smile Tour and Travel Makassar.
Smile Tour and Travel Makassar
Strategi Pemasaran
Harga Diskon
Laba
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi yang dijadikan objek dalam melakukan penelitian sehubungan dengan penulisan ini adalah perusahaan Smile Tour and Travel, yang beralamat Jalan Tamalate I Blok 11 No.17 Makassar.
Penelitian dilakukan sejak persiapan sampai pada tahap penyelesaian diperkirakan 1 bulan mulai Maret- April 2014.
B. Metode Pengumpulan Data
Dalam memperoleh data dan informasi yang diperlukan sehubungan dengan penulisan skripsi ini, digunakan cara sebagai berikut:
a. Penelitian Kepustakaan (Liberary Research), dimaksudkan bahwa penulis mengambil atau mengumpulkan beberapa teori dari berbagai macam literatur-literatur yang berhubungan dengan penulisan ini.
b. Penelitian Lapang (Field Research), yakni penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan cara melakukan observasi langsung dilapangan dalam hal ini pada Smile Tour and Travel.
C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data
a. Data Kualitatif adalah data yang bukan dalam bentuk angka. tetapi daiam bentuk keterangan-keterangan, kebijakan dan lainnya.
b. Data Kuantitatif adalah data yang berupa angka-angka atau data yang dapat dihitung.
2. Sumber Data
1. Data Primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari perusahaan Smile Tour and Travel Makassar dengan jalan mengadakan wawancara secara langsung dengan pimpinan perusahaan, bagian pemasaran, serta sejumlah karyawan yang berhubungan dengan penulisan ini.
2. Data Sekunder yaitu data yang diperoleh dari buku-buku atau literatur-literatur yang ada hubungannya dengan pembahasan data analisa data penulisan laporan ini.
D. Defenisi Operasional
1. Smile Tour and Travel Makassar adalah perusahaan yang bergerak dalam sektor jasa khususnya di bidang penjualan tiket pesawat.
2. Strategi Pemasaran yang diterapkan oleh Smile Tour and Travel Makassar, yaitu memberikan potongan harga (Harga diskon) terhadap pelanggan dengan cara menetapkan harga tiket yang lebih rendah pada saat penjualan tiket lagi sepi.
3. Laba adalah keuntungan yang akan diperoleh perusahaan apabila perusahaan tersebut mampu menerapkan strateginya sendiri untuk menghasilkan keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik daripada yang diperoleh perusahaan lain.
E. Metode Analisis
Adapun metode analisis yang akan digunakan berdasarkan hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya adalah analisis deskriptif. metode analisis ini digunakan untuk menjabarkan strategi harga diskon dalam pemasaran tiket pesawat yang dilakukan oleh perusahaan dalam meningkatkan laba.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Sejarah Singkat Perusahaan
Smile Tour and Travel Makassar dibangun pada tahun 2007 tumbuh,berkembang dan bersaing dengan baik seiring dengan menjamurnya perusahaan-perusahaan yang sejenis di Makassar,Sulawesi Selatan.Memberikan pelayanan di industri perjalanan,inovatif & Menawarkan solusi lengkap perjalanan.Memberikan pelayanan dalam penerbangan,reservasi hotel,paket perjalanan wisata,dan umroh..Dan memiliki tujuan pengetahuan dan petunjuk yang memberikan nilai besar dan pengalaman yang tak terlupakan setiap kali perjalan.Smile Tour and Travel Makassar memiliki banyak customers dari perusahaan-perusahaan yang cukup berkembang pesat.
Demi mempertahankan kinerja perusahaan dan menghadapi persaingan,maka setiap perusahaan memilik visi dan misi untuk mencapai target yang diinginkan.Pencapaian visi dan misi tersebut perlu dilakukan melalui tindakan efektif dan efesien untuk mencapai sasaran yang dituju.
Smile Tour and Travel Makassar merupakan salah satu perusahaan yang berkembang di bidang Tour and travel yang menyediakan berbagai perjalanan baik dalam maupun luar negri.Maka divisi Tour and Hotel serta ticketing sangatlah berperan penting dalam meningkatkan dan menunjang kinerja perusahaan pertama kali berdiri.Dimana peran divisi Tour and hotel
lebih menuju pada reservasi hotel atau melakukan sebuah perjalanan.Serta ticketing lebih menjual tiket secara online maupun secara langsung.Maka peran serta dari semua hal diatas sangatlah penting.
Bagian Tour and hotel telah ada sejak berdirinya Smile Tour and Travel Makassar sebagai jasa dalam pemesanan paket wisata dan reservasi hotel baik lokal maupun internasional.Customer dapat memesan paket wisata bila sudah ada dalam daftar perjalanan paket wisata yang sudah disiapkan atau dapat juga memilih atau mengatur tempat wisata yang diinginkan.
Proses dalam pemesanan paket wisata maupun hotel dapat dilakukan melalui web site email,via telepone ataupun pelayanan secara langsung.Divisi Tour and hotel akan melakukan pengecekan terhadap tempat wisata yang akan dituju melalui internet ataupun via telepon kepada bagian tour tempat wisata yang akan dituju melalui internet ataupun via telepone kepada bagian tour tempat yang diuju.Dalam melakukan pemesanan hotel,pihak divisi Tour and hotel akan melakukan pengecekan melalui via telepone ataupun melalui messenger.Jika pemesan hotel dalam negri atau luar negri maka divisi Tour and Hotel akan segera menelpon kebagian informasi hotel.
B. Visi Dan Misi Perusahaan
Visi Smile Tour and Travel Makassar merupakan perusahaan yang bergerak dalam jasa tour and travel yang bergerak baik domestik maupun internasional.Dan memiliki visi perusahaan yang menjadi dasar berjalannya perusahaan ini.Visi Smile Tour and Travel makassar yaitu :”Menciptakan
sebuah perjalan wisata dengan mudah,terdepan dan terpercaya dengan memiliki pelayanan yang baik,ramah,dan cepat.”
Misi Smile Tour and Travel Makassar merupakan perusahaan yang bergerak dalam jasa tour and travel yang bergerak baik domestik maupun internasional.Dan memiliki visi perusahaan yang menjadi dasar berjalannya perusahaan ini.Misi Smile Tour and Travel,yaitu: “Menyediakan sebuah pengalaman-pengalaman yang menyenangkan dan memperluas pengetahuan kepada setiap orang.
C. Struktur Perusahaan Smile Tour and Travel Makassar
Untuk melaksanakan semua kegiatan dan pelayanan yang diberikan oleh Smile Tour and Travel Makassar ,agar dapat berjalan dengan baik dan lancar,maka diperlukan adanya struktur,tatanan yang mengatur dan memberikan pedoman kepada seluruh personalia atau karyawan agar dapat mengetahui tugas dan tanggung jawab yang dipimpinnya.Untuk itu,diperlukan adanya suatu struktur organisasi yang memperlihatkan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian untuk menciptakan suatu hubungan kerja yang harmonis,efektif dan efesien antara atasan daan bawahaan (karyawan).
Pengorganisasian merupakan salah satu pengolahan managemen untuk mengatur seluruh sumber yang diperlukan atau dibutuhkan perusahaan harus jelas adanya pembagian pekerjaan,gambaran hubungan antara ataasan dengan bawahan,tugas serta tanggung jawab.Dengan pengorganisasian yang baik maka segala sesuatu yang telah ditetapkan,direncanakan oleh perusahaan
tercapai secara maksimal.Dilihat dari Bentuk dan susunannya,organisasi Smile Tour and Travel Makassar dapat digolongkan dalam bentuk organisasi line kekuasaan dan tanggung jawab berjalan dari pucuk pimpinan ke bawah sesuai bagian-bagian sebagai berikut :
D. Job Description
Smile Tour and Travel Makassar mempunyai struktur perusahaan yang memiliki jabatan dan pekerjaannya masing-masing.Berikut adalah sususnan dan pekerjaannya :
1. Director
Direktur bertindak sebagai seoran pimpinan yang bertugas mengontrol dan mengawasi semua pekerjaan karyawan yang ada dalam perusahaan.dan juga memiliki tanggung jawab dan wewenang terhadap perusahaan.
2. Manager in ticketing Departement
Kepala bagian tiket,bertugas sebagai pengatur dan yang mengurusi bagian dalam pemesan tiket untuk lokal maupun internasional.
3. Ticketing
Tiketing memiliki tugas untuk membantu customer dalam mengetahui jadwal maupun harga pesawat,membuat travel voucher dan membuat invoice.
4. Messenger
Memiliki tugas sebagi pengantar tiket kepada customers serta mengambil tiket dari distributor.
5. Manager in finance Departement
Kepala bagian keuangan yang bertugas mengurusi bentuk keuangan Smile Tour and Travel Makassar Dalam operasional.Mengkordinasi semua kegiatan pencatatan pembukuan sampai dengan penyusunan laporan Keuangan perusahaan,mencatat pengeluaran kas kecil,Mencatat penerimaan hasil penjualan dan mengatur bukti-bukti pembelian.
6. Cashier
Membantu kepala akunting dalam mencatat erta membuat jurnal pendapatan dan pengeluaran serta membuat jurnal pembukuan.
7. Collector
Membantu dalam melakukan kemudahan untuk penagihan hutang customers.
8. Driver
Membantu dalam mengantar seluruh staff perusahaan bila ada keperluan ke luar kantor.mmengantar barang serta membantu mengantar tamu ke bandara bila ada perjaalan wisata.
9. Manager Tour and hotel
Kepala bagian tour and hotel yang bertugas dalam melakukan penyusunan tempat wisata.Melakukan survey,bertemu klien dalam pemesanan tour dan reservasi hotel.
10. Tour Consultant and hotel
Membantu dalam menyiapkan perjalan wisata,melakukan konsultasi dengan customers serta membantu reservasi hotel untuk seluruh negara.
11. Tour Leader
Bertugas sebagai Tour Guide,dimana memiliki keahlian dalam bahasa,pengetahuan serta,memiliki keahlian dalam komunikasi.
E. Analisis Perkembangan Penjualan Tiket
Dalam meningkatkan kinerja penjualan,salah satu upaya yang ingin dicapai oleh setiap unit usaha jasa travel adalah dengan meningkatkan hasil penjualan tiket.Guna menunjang aktivitas operasional perusahaan.Untuk meningkatkan volume penjualan tiket,salah satu faktor yang berpengaruh adalaah dengan melakukan perkembangan kinerja penjualan dalam pemasaran tiket.Sebab dengan penerapan manajemen pemasaran,akan secara langsung mempengaruhi volume penjualan.
Smile Tour and Travel Makassar adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan tiket.Dalam melaksanakan usaha penjualan tiket maka perusahaan tersebut di atas dalam tahun 2009 s/d 2013 mengalami perkembangan penjualan.Namun dalam tahun 2012 mengalami penurunan penjualan.Dengan adanya penurunan penjualan maka perlu dilakukan analisis penjualan dalam pemasaran tiket .Hal ini untuk melihat naik (Turunnya) penjualan tiket dalam 5 tahun terakhir (tahun 2009-2013).
Berikut ini akan disajikan analisis perkembangan Nilai penjualan tiket dalam 5 tahun terakhir,yang dapat dilihat melalui tabel I yaitu :
Tabel 1
Perkembangan Nilai Penjualan Tiket Lion Air Rute
“Makassar-Jakarta “Pada Smile Tour and Travel Makassar”
Tahun 2009 S/D 2013 Tahun Volume Penjualan
(Lembar)
Harga Jual (Rp)
Nilai penjualan (Rp) 2009
2010 2011 2012 2013
1.318 1.336 1.381 1.047 1.397
Rp.735.000 Rp.765000 Rp.775.000 Rp.975.000 Rp.800.000
Rp. 968.730.000 Rp.1.022.040.000 Rp.1.070.275.000 Rp.1.020.825.000 Rp.1.117.600.000
Rata-Rata 1.296 Rp.810.000 Rp.1.039.894.000
Sumber : Smile Tour and Travel
Berdasarkan data volume penjualan tiket Lion Air rute Makassar-Jakarta pada Smile Tour and Travel ,Maka dapat disajikan laju perkembangan
penjualan tiket sebagai berikut : 1. Tahun 2009/2010
Besarnya perkembangan penjualan tiket Lion Rute “Makassar-Jakarta
“untuk periode 2009/2010 dapat ditentukan sebagai berikut : Perkembangan penjualan 2009/2010 =
2. Tahun 2010/2011
Besarnya perkembangan penjualan tiket Lion Rute Makassar-Jakarta untuk tahun 2010/2011 dapat ditentukan sebagai berikut :
Perkembangan penjualan 2010/2011 =
X 100 % = 3,37 % 3. Tahun 2011/2012
Besarnya perkembangan penjualan tiket Lion Rute Makassar-Jakarta Untuk tahun 2011/2012 Dapat ditentukan sebagai berikut :
Perkembangan penjualan 2011/2012 =
X 100% = 2,41 % 4. Tahun 2012/2013
Besarnya perkembangan penjualan tiket Lion Rute Makassar –Jakarta untuk tahun 2012/2013 dapat ditentukan sebagi berikut :
Perkembangan penjualan 2012/2013 =
X 100%=33,4 %
Untuk lebih jelasnya hasil perhitungan perkembangan volume penjualan tiket Lion Rute “Makassar-Jakarta “yang dapat dilihat melalui tabel II yaitu sebagai berikut :
Tabel 2
Perkembangan Volume Penjualan tiket Lion Air Rute “Makassar-Jakarta
“pada Smile Tour and Travel Makassar Tahun 2009 s/d Tahun 2013
Tahun Volume
Penjualan Tiket (Lembar)
Perkembangan Penjualan
Lembar %
2009 2010 2011 2012 2013
1.318 1.336 1.381 1.047 1.397
- 18 45 334 350
- 1,37 3,37 2,41 33,4 Total 4.385 79 35,73 Rata-Rata 877 20 8,93
Berdasarkan hasil olahan data menunjukkan bahwa prosentase perkembangan jumlah penjualan tiket dalam 5 Tahun (Tahun 2009- 2013)nampak pada tahun 2012 mengalami penurunan.Dimana rata-rata penurunan volume penjualan tiket yang rata-rata menurun sebesar 20 Lembar atau 8,93 %.Terjadinya penurunan dalam penjualan tiket Lion Rute “Makassar- Jakarta “adalah disebabkan karena adanya pengaruh penetapan harga jual yang sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan perusahaan travel lainnya.Dengan adanya penurunan penjualan maka upaya yang dilakukan oleh perusahaan adalah dengan melakukan perbaikan strategi marketing mix dalam pemasaran tiket.
F. Analisis Strategi Marketing Mix
Sukses tidaknya suatu perusahaan ditentukan oleh faktor manajemen yang dimiliki oleh setiap manajer perusahaan.Oleh Karena itu,kualitas seorang pemimpin tercermin dari kebijakan yang telah ditentukan guna tercapainya tujuan perusahaan.
Strategi merupakan penuntun atau petunjuk dalam pengambilan keputusan.Sebuah kebijaksanaan dapat menjadi suatu tindakan yang konkrit bila suatu taktis atau strategis dapat dilakukan secara tepat.
Strategi yang dilakukan oleh setiap manager perusahaan merupakan motor penggerak guna memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh setiap perusahaan.
Smile Tour and Travel dalam menerapkan strategi pemasaran dalam menghadapi persaingan pasar,menerapkan strategi pemasaran Marketing
mix,dimana strategi ini dapat dikontrol dan dikendalikan secara langsung oleh perusahaan.
Dibawah ini dapat kita lihat strategi Marketing Mix yang diterapkan oleh Smile Tour and Travel adalah sebagi berikut :
1. Analisis Produk (Product )
Pada kenyataannya dapat dikatakan bahwa setiap produsen senantiasa menginginkan keuntungan yang diperoleh secara Riil dari kegiatan pemasaran,agar tingkat keuntungan nyata yang diharapkan itu dapat diperoleh pada setiap musim penjualan maka orientasi perusahaan difokuskan pada peningkatan pelayanan jasa.
Karena Smile Tour and Travel bergerak dibidang jasa,maka analisis produk tidak begitu penting akan tetapi yang paling penting dan perlu terus ditingkatkan adalah mutu pelayanannya.
2. Analisis Harga (Price)
Harga adalah bagian terpenting dalam suatu kegiatan pemasaran barang atau jasa.Bila dikaitkan dengan keadaan yang kian komperatif dalam dunia bisnis.maka harga dan jasa dapat merupakan salah satu kunci yang sangat penting bagi terjualnya suatu produk perusahaan.
Adanya persaingan pada pasar yang mana menawarkan jasa yang sama,untuk mengimbangi hal tersebut maka seorang pemimpin dalam suatu perusahaan sangatlah penting untuk menentukan harga dengan berbagai pertimbangan sehingga barang atau jasa yang ditawarkan dapat dijangkau oleh masyarakat atau konsumen.Dalam menetapkan kebijakan mengenai harga yang
merupakan wewenang pimpinan suatu perusahaan,Smile Tour and Travel menetapkan berbagi macam harga tergantung kebutuhan dan tergantung jauh dekatnya perjalanan.
3. Analisis Promosi (Promotion)
Dalam suatu persaingan yaalam dunia bisnis dewasa ini,promosi juga menempati posisi yang sangat penting guna membantu kelancaran usaha dibidang pemasaran.Promosi merupakan wahana perkenalan kepada konsumen trentang perusahaan dengan barang atau jasa yang di tawarkan.Demikian kuatnya peranan promosi terhadap aktivitas perusahaan dewasa ini.
Salah satu ciri dari kekuatan perusahaan terletak pada beberapa dana yang dialokasikan untuk kegiatan promosi.Kegiatan promosi diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan.Oleh karena itu perencanaan promosi sedapat mungkin mempertimbangkan berbagai hal berhubungan dengan kondisi internal perusahaan.Hal ini yang perlu dikemukakan sehubungan dengan kegiatan promosi,diusahakan sedapat mungkin tidak sampai melanggar norma dan kultural masyarakat.Selain itu diusahakan agar tidak sampai menjatuhkan perusahaan pesaing.
Dalam memperkenalkan jenis usaha yang dilakoni atau produk yang dihasilkan Smile Tour and Travel kepada konsumen,perusahaan juga tidak lepas dari kegiatan promosi.Promosi ini bertujuan untuk memperkenalkan perusahaan dan produk yang dihasilkan oleh perusahaan kepada masyarakat.Promosi terutama dilakukan melalui media cetak dan elektronik yang ada di makassar, serta memperkenalkan langsung kepada masyarakat atau
konsumen mengenai produk yang dihasilkannya.Dari hasil promosi tersebut,maka kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan dapat terselenggara dengan baik serta volume penjualan dapat meningkat sesuai yang diharapkan.
4. Analisis Distribusi (Place)
Saluran distribusi perusahaan pada hakekatnya merupakan mata rantai yang harus dilalui suatu produk yang dihasilkan oleh perusahaan sebelum produk tersebut sampai ketangan konsumen.Saluran distribusi Smile Tour and Travel dapat dengan langsun g mengadakan kerjasama dengan beberapa pihak travel.
Selain itu pihak perusahaan juga memiliki rencana perluasan usaha dengan membuat beberapa cabang ditempat lain.Saluran distribusi langsung,dimana masyarakat dapat langsung memperoleh tiket melalui travel ataupun langsung melalui Smile Tour and Travel.
G. Analisis Harga diskon Terhadap Peningkatan Laba
Perkembangan jumlah penjualan produk merupakan salah satu ukuran keberhasilan perusahaan dalam memasarkan hasil produksinya dan menjadi dasar bagi perusahaan agar senantiasa menganalisa perkembangan penjualan perusahaan,apakah mengalami perkembangan atau tidak.Penjualan merupakan benih dari keberhasilan suatu perusahaan yang dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan,apakah keuntungan yang diperoleh perusahaan akan meningkat atau bahkan sebaliknya.Dengan semakin meningkatnya jumlah penyaluran produk.maka akan memberi peluang kepada perusahaan untuk
memperluas pemasaran produknya,sehingga keuntungan yang diperoleh dapat meningkat.
Dibawah ini dapat kita lihat strategi harga diskon yang diterapkan oleh Smile Tour and Travel,adalah sebagai berikut :
1. Perkembangan laba sebelum diterapkan harga diskon
Panasnya suhu persaingan dalam industri jasa akhir akhir ini,tak pelak merupakan reaksi atau jawaban terhadap tuntutan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha yang juga terus berkembang seiring laju perekonomian nasional.
Seiring dengan semakin meningkatnya kegiatan ekonomi dewasa ini.semakin banyak pula perusahaan-perusahaan baru bermunculan.Persaingan ini membuat perusahaan mengadakan strategi agar dapat terus bertahan.
Smile Tour and Travel sendiri mengadakan strategi harga diskon untuk dapat terus mempertahankan diri agar tetap eksis didunia usaha yang digelutinya.Perusahaan memberikan potongan harga yang tidak lebih dari 5%
dan itupun sudah diperhitungkan baik-baik oleh perusahaan agar tidak rugi,harga diskon ini diberikan hanya kepada penumpang yang membeli tiket lebih dari satu,group dan instansi tertentu pada saat penjualan tiket lagi sepi atau low season.
Untuk mengetahui lebih lanjut perkembangan laba yang diperoleh Smile Tour and Travel Makassar sebelum diterapkan harga diskon,berikut ini tabel rekapitulasinya pada tahun 2013.