• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

III-1 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini menjelaskan gambaran terstruktur tahap demi tahap proses pelaksanaan penelitian dalam bentuk flowchart, membahas tentang tahapan yang dilalui dalam penyelesaian masalah sesuai dengan permasalahan yang ada.

Flowchart pelaksanaan penelitian ditampilkan pada gambar 3.1 dibawah ini :

Mulai

Studi Pendahuluan

Perumusan Masalah

Penetapan Tujuan dan Manfaat

Penetapan Batasan dan Asumsi Studi Pustaka

Pengumpulan Data Tahap Identifikasi

Masalah

Tahap Pengumpulan dan Pengolahan Data

A

Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian

commit to user

(2)

III-2

Perancangan Aplikasi Berbasis Web Menggunakan metode Waterfall 1. Analysis

2. Design 3. Coding 4. Testing

Validasi Aplikasi Berbasis Web

Sesuai kebuutuhan?

tidak Tahap Pengumpulan

dan Pengolahan Data

A

Tahap Akhir Analisis dan Interprestasi

Hasil

Kesimpulan dan Saran

Selesai

Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian (lanjutan)

3.1 Studi Pendahuluan

Studi pendahuluan ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan- permasalahan yang dialami ketika melakukan kegiatan pembelian sepatu terutama saat membeli secara online melalui literatur-literatur yang didapatkan.

3.2 Studi Pustaka

Studi pustaka dilakukan dengan mencari bahan penunjang materi, referensi, teori-teori dan data yang berkaitan dengan permasalahan yang ada sebagai landasan dalam tahap-tahap selanjutnya pada penelitian ini. Pencarian literatur dilakukan dengan berbagai cara, yaitu :

1. Mencari buku, baik buku koleksi pribadi maupun hasil dari meminjam teman, laboratorium dan perpustakaan.

2. Browsing internet: mencari jurnal, artikel, maupun literatur lain yang bisa menunjang penelitian ini. commit to user

(3)

III-3

Pada tahap studi pustaka ini dilakukan studi terhadap literatur mengenai masalah ukuran dalam pembelian sepatu, fenomena belanja online, perancangan aplikasi web, dan metode-metode yang digunakan dalam pengembangan sistem.

3.3 Perumusan Masalah

Setelah melakukan studi pendahuluan, analisis dilakukan terhadap masalah yang ada. Masalah yang ada adalah pada kegiatan membeli sepatu secara online, konsumen mengalami kesulitan dalam memilih ukuran sepatu yang sesuai pada kaki sehingga konsumen bisa saja salah dalam memilih nomor dan ukuran sepatu.

Permasalahan selanjutnya adalah ukuran sepatu setiap merk berbeda-beda, sehingga diperlukan standar ukuran sepatu yang sesuai untuk kaki berdasarkan hasil pengukuran antropometri kaki. Dari latar belakang masalah tersebut akhirnya ditetapkan perumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana merancang sebuah sistem aplikasi berbasis web yang dapat digunakan di personal computer atau di smartphone untuk menentukan ukuran sepatu anak berusia 4-6 tahun sehingga sepatu yang dibeli memiliki ukuran sesuai pada kaki ketika membeli sepatu secara online.

3.4 Penetapan Tujuan dan Manfaat

Berdasarkan perumusan masalah yang telah dibuat pada sub-tahap sebelumnya, maka tahap penentuan tujuan berguna untuk memperjelas kerangka tentang apa saja yang menjadi sasaran dari penelitian ini. Pada tahap ini ditentukan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah sistem aplikasi berbasis web yang dapat digunakan di personal computer atau di smartphone untuk menentukan ukuran sepatu anak usia 4-6 tahun yang sesuai

pada kaki ketika membeli sepatu secara online. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah konsumen atau orang tua yang memiliki anak usia 4-6 tahun dapat membeli sepatu secara online agar dapat menentukan ukuran sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki sehingga dapat menghindari kesalahan ukuran.

3.5 Penetapan Batasan dan Asumsi

Pada bagian ini dijelaskan mengenai batasan dan asumsi yang digunakan pada penelitian ini.

commit to user

(4)

III-4

Penentuan batasan masalah bertujuan untuk membatasi ruang lingkup masalah yang dibahas dalam penelitian. Adapun batasan dalam penelitian ini adalah data ukuran sepatu yang digunakan dalam rancangan aplikasi web ini menggunakan data ukuran sepatu dan antropometri anak berusia 4-6 tahun yang mengacu pada penelitian Waluyono dkk (2019) dan Waluyono (2020). Sedangkan asumsi bertujuan untuk mengakomodasi hal-hal yang tidak dapat dikendalikan dalam penelitian sehingga dapat diabaikan. Adapun asumsi yang digunakan pada penelitian ini adalah ukuran sepatu dan data antropometri yang digunakan dalam merancang sistem aplikasi berbasis web dianggap valid.

3.6 Tahap Pengumpulan dan Pengolahan Data

Tahap ini menjelaskan tentang pengumpulan dan pengolahan data yang diperoleh dari studi literatur untuk merancang sebuah aplikasi web.

3.7 Pengumpulan Data

Pada tahap ini dilakukan identifikasi kebutuhan data berdasarkan perumusan masalah yang telah dijabarkan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka ataupun dari literatur-literatur yang didapatkan. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data ukuran sepatu beserta dimensi atau ukuran antropometri kaki untuk setiap nomor dan ukuran sepatu. Pertama data yang dikumpulkan yaitu data ukuran sepatu dan data antropometri kaki yang didapatkan dari penelitian Waluyono dkk (2019) dan Waluyono (2020) dimana data antropometri kaki tersebut diolah menggunakan metode K-Means Cluster dan didapatkan jumlah kluster yang dibentuk adalah 3 kluster dengan penamaan sebagai berikut: kecil atau narrow, besar atau wide dan sedang atau medium. Data tersebut digunakan sebagai acuan dalam merancang aplikasi web. Kemudian mengumpulan data-data ukuran sepatu dari beberapa merk yang diperoleh melalui website dari merk sepatu tersebut. Beberapa merk sepatu yang akan digunakan sebagai output dan pembanding sebagai berikut: ando, ardiles, bata, carvil, homyped, league, logo, new era, precise, pro att, dan tomkins.

3.8 Perancangan Aplikasi Berbasis Web Menggunakan Metode Waterfall

Pada tahap ini proses perancangan aplikasi berbasis web dikembangakan menggunakan metodel Waterfall. Metode Waterfall ini menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial terurut dimulai dari analisis, desain, commit to user

(5)

III-5

pengkodean dan pengujian. Metode waterfall ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Gambar 3.2 Metode Waterfall

Berikut ini penjelasan tahap-tahap dalam pengembangan aplikasi menggunakan metodel Waterfall (Pressman, 2010):

1. Analisis

Pada tahap ini dilakukan proses analisis kebutuhan sistem. Dari permasalahan yang ada, yaitu kendala dalam pembelian sepatu secara online.

Dibutuhkan data berupa ukuran sepatu beserta antropometri kaki dari setiap ukuran sepatu. Kemudian menentukan tools yang akan digunakan dalam merancang sistem.

2. Desain

Tahap desain merupakan langkah yang berfokus pada desain pengembangan aplikasi seperti struktur data, representasi interface dan detail prosedural.

Berikut adalah kegiatan yang dilakukan pada tahap desain:

1. Membuat alur flowchart dari penggunaan aplikasi berbasis web.

2. Membuat State Trasition Diagram (STD), yaitu diagram yang menggambarkan keadaan-keadaan yang menjadi perilaku system berikut perubahan atau transisinya.

3. Membuat database. Data ukuran sepatu dan ukuran antropometri kaki yang sudah dikumpulkan kemudian dibuat database di MySQL dengan menggunakan perangkat lunak PHPMyAdmin.

4. selanjutnya membuat desain antar muka (user interface).

3. Pengkodean

Aplikasi akan dibuat menggunakan bahasa permograman HTML dan PHP dengan framework Sublime Text 3 untuk menerjemahkan desain yang sudah dibuat kedalam bentuk bahasa yang dimengerti komputer..

4. Pengujian

Tahap berikutnya setelah pegkodean selesai, maka pengujian aplikasi berbasis web dimulai. Proses pengujian berfokus pada internal logis dari aplikasi yang dirancang, memastikan bahwa semua pernyataan sudah diuji. Kemudian commit to user

(6)

III-6

melakukan tes untuk mengungkap kesalahan dan memastikan bahwa input yang didefinisikan akan menghasilkan hasil aktual yang sesuai dengan hasil yang dibutuhkan.

3.9 Validasi Aplikasi Berbasis Web

Tahap validasi yang dilakukan adalah menguji aplikasi yang telah dibuat untuk dicoba oleh konsumen apakah aplikasi tersebut bisa digunakan sesuai kebutuhan. Untuk validasi aplikasi web dilakukan dengan cara pengujian usability. Pengujian usability mengacu pada penelitian Munaiseche (2012),

dimana analisis dilakukan sesuai dengan kriteria kebergunaan yang diujikan meliputi aspek-aspek sebagai berikut: mudah dipelajari (learnability), efisiensi (efficiency), mudah diingat (memorability), kesalahan dan keamanan (errors), dan kepuasan (satisfaction). Dari setiap aspek akan dibagi menjadi beberapa pernyataan. Berikut ini adalah desain kuisioner yang akan digunakan sebagai uji usability.

Tabel 3.1 Desain Kuisioner Pengujian Usability

Aspek Kode Pernyataan Referensi

Learnability

L1 Tombol/ikom/simbol pada tampilan aplikasi

sudah jelas fungsinya Kusuma (2015)

L2 Teks petunjuk (hint) yang ada pada tampilan

aplikasi membantu dalam pengoperasian Larasati (2020)

L3 Informasi yang diperoleh mudah dipahami Purnamasari &

Syakti (2020) L4 Tulisan pada aplikasi mudah dibaca Monkman &

Kushniruk (2013) L5 Tampilan aplikasi secara umum tidak

membingungkan

Saputra & Darnis (2020)

Efficiency

Ef1 Informasi yang diperoleh sudah lengkap Larasati (2020) Ef2 Fitur aplikasi sudah memadai Aji & Kom (2020) Ef3 Aplikasi ini membantu memberikan

informasi dengan cepat

Monkman &

Kushniruk (2013) Ef4 Aplikasi ini membantu pengelolaan data

secara digital Kusuma (2015)

Ef5 Tidak ada kesulitan dalam pengoperasian aplikasi ini

Purnamasari &

Syakti (2020) commit to user

(7)

III-7

Aspek Kode Pernyataan Referensi

Memorability

M1 Tampilan aplikasi memiliki ciri khas

tersendiri Munaiseche (2012)

M2 Penggunaan warna pada aplikasi memiliki ciri khas tersendiri

Monkman &

Kushniruk (2013) M3 Ukuran font huruf sudah nyaman Larasati (2020) M4 Tampilan form isian data memiliki ciri khas

tersendiri

Monkman &

Kushniruk (2013) M5 Aplikasi ini merupakan hal yang baru bagi

pengguna/user Kusuma (2015)

Errors

Er1 Pengguna mengalami kesulitan dalam

mengoperasikan aplikasi Aji & Kom (2020)

Er2 Jika terjadi kesalahan dalam pengoperasian aplikai memberikan peringatan/warning

Saputra & Darnis (2020)

Er3 Jika terjadi kesalahan aplikasi sudah

memberikan petunjuk penyelesaian Munaiseche (2012) Er4 Aplikasi sering berhenti (hang) Larasati (2020) Er5 Aplikasi tidak kompatibel pada Google

Chrome Kusuma (2015)

Satisfaction S1

Aplikasi ini sangat bermanfaat untuk keperluan mencari informasi tentang ukuran sepatu yang sesuai

Aji & Kom (2020)

S2

Informasi yang diberikan oleh aplikasi ini membantu dalam memberikan ukuran sepatu yang sesuai

Larasati (2020)

S3

Aplikasi ini memberikan peluang untuk mempercepat proses kerja dan kinerja terutama pemberian informasi

Saputra & Darnis (2020)

S4

Aplikasi ini memberikan pengalaman tersendiri bagi pengguna/user terutama dalam hal cara memberikan informasi

Munaiseche (2012)

S5 Aplikasi ini perlu dikembangkan lebih lanjut Kusuma (2015)

Semua pernyataan yang ada pada tabel 3.1 kemudian dibagikan kepada responden. Dalam menentukan responden yang akan diteliti, digunakan teknik sampling snowball. Teknik sampling snowball adalah metode sampling dimana

sampel diperoleh melalui proses bergulir dari satu responden ke respoden yang lainnya (Neuman, 2003). Dengan cara mencari dahulu beberapa sampel atau responden, yaitu orang tua yang memiliki anak berusia 4-6 tahun dan paham commit to user

(8)

III-8

dengan penggunaan internet atau web browser, kemudian dari beberapa respoden yang didapat dimintai partisipasinya untuk mencari rekan atau orang tua yang juga memiliki anak berusia 4-6 tahun juga. Jumlah respoden yang dipilih sebanyak 40 respoden. Responden mengisi semua pernyataan melalui media online dengan bantuan platform google form. Pilihan jawaban disajikan dalam skala likert dari 1 sampai 5 yang menunjukkan respon sangat tidak setuju sampai sangat setuju terhadap pernyataan mengenai usability. Kemudian dilakukan ujiivaliditas untuk menentukan tingkat kevalidan dan ketepatan suatu item pernyataan dalam sebuah kuesioner yang digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti dan ujiireliabilitas untuk mengukur sejauh mana kuesioner yang digunakan dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Setelah itu baru dihitung nilai dari pengujian usability.

3.10 Tahap Analisis dan Interpretasi Hasil

Pada tahap ini dilakukanan analisis dan evaluasi terhadap hasil rancangan aplikasi web penentuan ukuran sepatu yang diusulkan dalam penelitian ini.

Tahapan evaluasi adalah tahapan yang dilakukan untuk mengetahui kekurangan pada rancangan aplikasi.

3.11 Kesimpulan dan Saran

Tahap terakhir dalam penelitian ini adalah kesimpulan dan saran. Pada tahap ini dilakukan penarikan kesimpulan terhadap analisis dan menjawab tujuan dari penulisan penelitian yang telah dilakukan serta mengemukakan saran dan masukan untuk perbaikan maupun untuk penelitian selanjutnya.

commit to user

Referensi

Dokumen terkait

Prawirosentono (1999), mengemukakan kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan

Hadith yang berkaitan dengan anak angkat, antara lain dijelaskan dalam hadith riwayat bukhari dan muslim: dari Abu Dzar R.A bahawa ia mendengar Rasulullah saw bersabda tidak

Jenis kajian penelitian ini adalah library research (penelitian pustaka), yaitu penelitian yang berusaha menghimpun literatur berupa naskah, kitab-kitab, buku-buku, karya

respondents who were able to make monthly payment in. terms of the amount of their monthly income and

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peng- gantian penggunaan jagung kuning dengan campuran limbah roti dan tepung jerami bawang putih (80:20) dapat meningkatkan

The main problem of this study is: Is there any significant correlation between the mastery of vocabulary and reading comprehension of the eleventh year students of SMK

(III.3b) Penyelesaian persamaan (III.3a) dan (III.3b) di atas untuk lima buah mode pertama secara berurutan dari gerak aksial dan lentur diberikan pada tabel III.3a dan III.3b

Yoghurt yang memiliki manfaat baik bagi kesehatan kita .Hal ini dikarenakan di dalam yoghurt mengandung bakteri hidup.Menurut Winarno (1980) makanan yang mengalami