LAPORAN PROGRAM
PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING SMA NEGERI 1 AEK SONGSONGAN TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Asahan
Tahun 2020
Alamat : Jalan Emplasmen No.2 Aek Songsongan Kab. Asahan 21274
Telepon ( 0623) 7354050 e-mail :[email protected]
P E N G E S A H A N
PELAPORAN PROGRAM BIMBINGAN KONSELING
SMA NEGERI 1 AEK SONGSONGAN KABUPATEN ASAHAN
TAHUN 2019/2020Laporan Program Bimbingan Konseling ini telah diperiksa, disetujui serta disyahkan oleh Kepala Sekolah, dan Ketua Komite Sekolah. Sebagai pedoman pelaksanaan
kegiatan bimbingan konseling di SMA NEGERI 1 AEK SONGSONGAN . Laporan Program Bimbingan Konseling SMA NEGERI 1 AEK SONGSONGAN berlaku sejak disyahkan pada:
Hari : Senin
Tanggal : 29 Juni 2020
Menyetujui :
Ketua Komite Kepala SMAN 1 AEK SONGSONGAN
DAHLIA SAMUN, S.Pd.
NIP. 19610906 199801 1 001
Laporan Program Pelayanan Bimbingan Konseling SMA Negeri 1 Aek Songsongan
Tahun Pelajaran 2019/2020
A. Pengertian Bimbingan Konseling
Bimbingan Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku.
B. Paradigma, Visi, dan Misi 1) Paradigma
Paradigma bimbingan konseling adalah bantuan psiko-pendidikan dalam bingkai budaya. Artinya, pelayanan bimbingan konseling berdasarkan kaidah- kaidah ilmu dan teknologi pendidikan serta psikologi yang dikemas dalam kaji- terapan pelayanan bimbingan konseling yang diwarnai oleh budaya lingkungan peserta didik.
2) Visi
Visi pelayanan bimbingan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara optimal, mandiri, dan bahagia.
3) Misi
(1) Misi pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan.
(2) Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
(3) Misi pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.
C. Bidang Pelayanan Bimbingan Konseling
1) Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik.
2) Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.
3) Pengembangan Belajar, yaitu yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami cara-cara belajar dan dan praktik belajar dengan berbagai kemudahannya untuk mencapai kompetensinya.
4) Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
D. Fungsi Bimbingan Konseling
1) Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.
2) Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.
3) Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasai masalah yang dialaminya.
4) Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
5) Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya kurang mendapat perhatian.
E. Prinsip dan Asas Bimbingan Konseling
1) Prinsip-prinsip bimbingan konseling berkenaan dengan sasaran layanan, permasalahan yang dialamai peserta didik, program pelayanana, serta tujuan pelaksanaan pelayanan.
2) Asa-asa bimbingan konseling meliputi asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan, kegiatan, kemandirian, kekinian, kedinamisan, keterpanduan, kenormatifan, keahlian, alih tangan kasus, dan tut wuri handayani.
F. Jenis Layanan Bimbingan Konseling
1) Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/Sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari,
untuk menyesuaikan siri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan baru.
2) Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, social, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
3) Penempatan dan Penyaluran, yatiru layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompom belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.
4) Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan d sekolah, keluarga, dan masyarakat.
5) Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
6) Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yan membantu peseta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan social, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
7) Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
8) Konsultasi, yatiru layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memeperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
9) Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarpeserta didik.
G. Kegiatan Pendukung
1) Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui berbagai instrument, bai tes maupun non-tes.
2) Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia.
3) Konferensi Kasus, kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dn komitmen bagi terentasnya masalah peserta didik yang bersifat terbatas dan tertutup.
4) Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentasnya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarga.
5) Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan diri, kemampuan social, kegiatan belajar, dan karir/jabatan.
6) Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
H. Format Kegiatan
1) Individual, yaitu format kegiatan kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan.
2) Kelompok, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok.
3) Klasikal, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas.
4) Lapangan, yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau kegiatan lapangan.
5) Pendekatan Khusus, yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan untuk peserta didik.
I. Program Pelayanan 1) Jenis Program
a) Program Tahunan, yaitu program kegiatan pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/masalah.
b) Program Semesteran, program kegiatan pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
c) Program Bulanan, yaitu program kegiatan pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
d) Program Mingguan, yaitu program kegiatan pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
e) Program Harian, yaitu program kegiatan pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian
merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanandan atau satuan kegiatan pendukung konseling.
2) Penyusunan Program
a) Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi.
b) Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas konselor
J. Perencanaan Kegiatan
1) Perencanaan kegiatan pelayanan konseling mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran, bulanan serta mingguan.
2) Perencanaan kegiatan pelayanan konseling haria yang merupakan jabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk satuan layanan dan satuan pendukung yang masing-masing memuat:
a) Sasaran layanan/kegiatan pendukung b) Substansi layanan/kegiatan pendukung
c) Jenis layanan/kegiatan pendukung, serta alat bantu yang dibutuhkan d) Pelaksanaan layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat e) Waktu dan tempat
Rencana kegiatan pelayanan konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor.
Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung konseling berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pelajaran.Volume keseluruhan kegiatan pelayanan konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolah/Sekolah
K. Pelaksanaan kegiatan
1) Konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental, dan keteladanan.
2) Program pelayanan konseling yang direncanakan dalam bentuk satuan layanan dan satuan pendukung dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait.
3) Kegiatan pelayanan konseling dapat dilaksanakan di dalam atau di luar jam pembelajaran sekolah/Sekolah Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran maksimum 50%.
4) Kegiatan pelayanan konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program.
5) Alokasi waktu kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstra kurikuler yang merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran untuk setiap kelas.
6) Waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di dalam kelas dan diluar kelas setiap minggu diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/Sekolah
L. Penilaian Kegiatan
1) Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui:
a) Penilaian seger, yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani.
b) Penilaian jangka pendek, yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan terhadap peserta didik.
c) Penilaian jangka panjang, yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik.
3) Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam satuan pendukung dan satuan pendukung, untuk mengetahui efektifitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan.
4) Hasil penilaian pelayanan konseling dicantumkan dalam laporan penilaian program
5) Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik yang merupakan komponen pengembangan diri dilaporkan secara kualitatif.
M. Pengawasan Kegiatan
1) Kegiatan pelayanan konseling di sekolah/Sekolah dipantau, dievaluasi, dan dibina melalui kegiatan pengawasan.
2) Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara.
3) Intern, oleh kepala sekolah/Sekolah
4) Eksteren, oleh pengawas sekolah/Sekolah bidang konseling.
5) Fokus pengawasan adalah kemampuan profesional konselor dan implementasi kegiatan pelayanan konseling yang menjadi kewajiban dan tugas konselor di sekolah/Sekolah
6) Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.
7) Hasil pengawasan didokumentasikan, dianalisis, dan ditindaklanjuti untuk peningkatan mutu perencanaan dan muatan pengembangan diri
LAPORAN KEGIATAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
NO BIDANG
BIMBINGAN TOPIK LAYANAN KEGIATAN FUNGSI LAYANAN HASIL / OUTPUT
1 SOSIAL Penyesuaian Diri Remaja di Sekolah Baru
1. Tahap kegiatan awal/
pendahuluan 2. Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan
penutup
4. Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian dan proses penyesuaian diri 2. Peserta didik/konseli dapat memahami
karakteristik penyesuaian diri
3. Peserta didik/konseli dapat memahami cara menyesuaikan diri di sekolah
2 PRIBADI
Implementasi Iman dan Taqwa dalam kehidupan
modern
1. Tahap kegiatan awal/
pendahuluan 2. Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan
penutup
4. Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Peserta didik/konseli dapat memahami realitas di kalangan remaja
2. Peserta didik/konseli dapat memahami pengaruh iman dan taqwa di era globalisasi 3. Peserta didik/konseli dapat memahami cara
mengimplementasi Iman dan Taqwa dalam kehidupan modern
3 PRIBADI Kejujuran dan Integritas
1. Tahap kegiatan awal/
pendahuluan 2. Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan
penutup
4. Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Peserta didik dapat mengerti tentang kejujuran dan integritas
2. Peserta didik/konseli mendapat manfaat ketika memiliki integritas diri
3. Peserta didik/konseli dapat menjadi pribadi yang memiliki integritas diri
4 PRIBADI Sikap dan Perilaku Asertif
1. Tahap kegiatan awal/ pendahuluan 2. Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan
penutup
4. Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian asertif
2. Peserta didik/konseli dapat memahami ciri- ciri prilaku asertif
3. Peserta didik/konseli dapat memahami aspek- aspek prilaku asertif
5 PRIBADI Konsep diri remaja
1. Tahap kegiatan awal/
pendahuluan 2. Tahap kegiatan inti
PEMAHAMAN
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian dan komponen konsep diri
3. Tahap kegiatan penutup
4. Evaluasi dan tindak lanjut
2. Peserta didik/konseli dapat memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri
3. Peserta didik/konseli dapat memahami proses pembentukan konsep diri
6 PRIBADI Potensi diri remaja
1. Tahap kegiatan awal/
pendahuluan 2. Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan
penutup
4. Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian potensi diri
2. Peserta didik/konseli dapat memahami macam-macam potensi diri
3. Peserta didik/konseli dapat mengenali dan menggali potensi diri
7 PRIBADI Kepribadian Manusia
1. Tahap kegiatan awal/
pendahuluan 2. Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan
penutup
4. Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian kepribadian
2. Peserta didik/konseli dapat memahami tipe- tipe kepribadian
3. Peserta didik/konseli dapat memahami kepribadian yang matang
8 PRIBADI Membangun Rasa Percaya Diri
1. Tahap kegiatan awal/
pendahuluan 2. Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan
penutup
4. Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Peserta didik dapat mengerti pentingnya rasa percaya diri
2. Peserta didik/konseli dapat memahami ciri- ciri dan manfaat orang yang mempunyai percaya diri
3. Peserta didik/konseli dapat memahami proses pembentukan rasa percaya diri
4. Peserta didik/konseli dapat membangun rasa percaya diri
9 PRIBADI Pola Hidup Bersih dan
Sehat PEMAHAMAN
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian pola hidup bersih dan sehat 2. Peserta didik/konseli dapat melaksanakan
tips dalam pola hidup bersih dan sehat 3. Peserta didik/konseli dapat memahami
pentingnya kebersihan perorangan dan di dalam rumah
10 PRIBADI Menjadi pribadi yang
berkarakter PEMAHAMAN
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian pribadi yang berkarakter dan berintegritas
2. Peserta didik/konseli dapat memahami pendidkan anti korupsi
11 PRIBADI Kenakalan Remaja dan
Cara Menghindarinya PEMAHAMAN
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian kenakalan remaja
2. Peserta didik/konseli dapat memahami jenis- jenis dan sebab kenakalan remaja
3. Peserta didik/konseli dapat memahami akibat yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja
12 SOSIAL Bahaya rokok dan
dampaknya PEMAHAMAN
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian rokok
2. Peserta didik/konseli dapat memahami zat yang terkandung dalam rokok
3. Peserta didik/konseli dapat memahami bahaya yang ditimbulkan akibat merokok
13 SOSIAL Stop Bullying !
1. Tahap kegiatan awal/ pendahuluan 2. Tahap kegiatan inti
3. Tahap kegiatan penutup 4. Evaluasi dan tindak
lanjut
PEMAHAMAN
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian bullying
2. Peserta didik/konseli dapat memahami sebab-sebab dan dampak negatif bullying 3. Peserta didik/konseli dapat memahami cara
mencegah dan melawan bullying
14 SOSIAL Etika pergaulan dengan
teman sebaya PEMAHAMAN
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian etika
2. Peserta didik/konseli dapat memahami cara untuk membina persahabatan
3. Peserta didik/konseli dapat memahami etika yang harus diperhatikan dalam pergaulan
15 SOSIAL Dampak handphone
(medsos) PEMAHAMAN
1. Peserta didik/konseli dapat mengerti tentang handphone
2. Peserta didik mengetahui dampak positif- negatif handphone
3. Peserta didik dapat mengatasi dampak negatif handphone
4. Peserta didik dapat mempraktekan langkah- langkah pencegahan ketergantungan
handphone/medsos 16 BELAJAR Kiat sukses belajar di
SMA PEMAHAMAN 1. Peserta didik/konseli dapat memahami tujuan
belajar serta struktur kurikulum SMA
2. Peserta didik/konseli dapat memahami memilih peminatan/jurusan, sikap dan kebiasaan belajar
3. Peserta didik/konseli dapat memahami tips meraih sukses belajar di SMA
17 BELAJAR Motivasi berprestasi PEMAHAMAN
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian motivasi
2. Peserta didik/konseli dapat memahami motivasi berprestasi
3. Peserta didik/konseli dapat memahami cara menumbuhkan motivasi berprestasi
18 BELAJAR Strategi belajar sesuai dengan gaya belajar
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian belajar menurut para ahli
2. Peserta didik/konseli dapat memahami gaya belajar
3. Peserta didik/konseli dapat memahami modalitas belaja, ciri-ciri serta strategi belajarnya
19 KARIR Perencanaan Karir Masa Depan
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Peserta didik/konseli dapat memahami perencanaan karir masa depan
2. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian karir
3. Peserta didik/konseli dapat langkah-langkah dalam melakukan perencanaan karir
20 PRIBADI
Kebiasaan mencontek dan akibatnya
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
Peserta didik/konseli dapat menjadi individu yang memiliki sikap yang tidak mencontek
21 Dahsyatnya keutamaan
bersyukur
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan PEMAHAMAN 1. Peserta didik/konseli dapat memahami manfaat bersyukur
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
2. Peserta didik/konseli dapat memahami akibat dan ancaman jika tidak mau bersyukur 3. Peserta didik/konseli dapat memahami
sebab-sebab kurang bersyukur
22 BELAJAR
Membangkitkan semangat belajar
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya membangkitkan semangat dalam belajar
2.
Peserta didik/konseli dapat menerapkan sika dan kebiasaan yang benar dalam belajar hingga dapat membangkitkan semangat belajar untuk berprestasi
23 PRIBADI
Berpikir dan bersikap positif
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya berpikir positif
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami manfaat berpikir positif dan senyum
3.Peserat didik/konseli dapat memahami
tips untuk selalu berpikir positif
24 SOSIAL
Jiwa Kepemimpinan
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian kepemimpinan
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami fungsi-fungsi, tipe dan tugas
kepemimpinan
3.
Peserta didik/konseli dapat memahami gaya kepemimpinan
25 PRIBADI
Kesehatan Reproduksi Remaja
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian kesehatan reproduksi
2.Peserta didik/konseli dapat memahami
remaja dan ciri-cirinya
3.
Peserta didik/konseli dapat memahami alat reproduksi
4.
Peserta didik dapat memahami sistem
reproduksi manusia
26 BELAJAR
Cara kerja otak kiri – otak kanan
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian otak
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami perbedaan fungsi otak kanan dan otak kiri
3.
Peserta didik/konseli dapat memahami cara membuat otak cemerlang
27 SOSIAL
Dampak pacaran di kalangan remaja
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami tentang pacaran
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami dampak pacaran di usia remaja
3.
Peserta didik/konseli dapat memahami dampak negatif pacaran bagi remaja
28
Mental disorder dan
permasalahannya
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian mental disorder
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami tanda atau gejala penyakit mental (mental disorder)
3.
Peserta didik/konseli dapat memahami bentuk-bentuk penyakit mental
29
Kepekaan diri dan
sosial
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pengertiaan kepekaan diri dan sosial
2.Peserta didik/konseli dapat
menumbuhkan kepekaan sosial
3.Peserta didik dapat memahami cara
melatih kepekaan diri
30 BELAJAR
Main mapping
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami tentang mind mapping
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami manfaat mind mapping
3.
Peserta didik/konseli dapat memahami
cara menyusun mind mapping
31
Cara belajar efektif dan efisien
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian belajar
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
3.
Peserta didik/konseli dapat memahami strategi belajar efektif dan efisien
32 PRIBADI
Manajemen waktu
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian manajemen waktu
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami prinsip-prinsip manajemen waktu
3.Konseli dapat memahami langkah-
langkah manajemen waktu
4.
Peserta didik/konseli dapat memahami cara mengatur waktu
33 PRIBADI
Kecerdasan emosi dan pengendalian diri
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami tentang kecerdasan emosi
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami tentang pengendalian diri
3.
Peserta didik/konseli dapat memahami manfaat dari pengendalian diri
34 SOSIAL
Etika bergaul (hidup bermasyarakat)
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian dan perbedaan etiket dan etika
2. Peserta didik/konseli dapat memahami tata cara berkenalan
3. Peserta didik/konseli dapat memahami etiket dalam percakapan
35 SOSIAL
Komunikasi efektif
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik dapat memahami pengertian komunikasi
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami
kebiasaan positif dalam berkomunikasi
lanjut 3.
Peserta didik/konseli dapat memahami hal-hal yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi
4.
Peserta didik dapat memahami tips komunikasi yang efektif
36 SOSIAL
Membina
persahabatan sejati
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami tentang persahabatan
2.
Peserta didik/konseli dapat membina persahabatan agar tetap awet dan lebih bermanfaat
3.
Peserta didik/konseli dapat memahami sikap terbaik dalam membangun tali persahabatan
37 SOSIAL
Problem solving remaja
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian problem solving
2.
Peserta didik dapat memahami cara mensikapi masalah
3.
Peserta didik/konseli dapat memahami langkah-langkah dalam penyelesaian masalah
38 PRIBADI
Kebiasaan mencontek dan akibatnya
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN DAN PENCEGAHAN
Peserta didik memiliki pemahaman dan kesadaran bahwa menyontek adalah perbuatan tidak baik (tercela), memahami penyebab dan dampak dari perbuatan menyontek serta mampu untuk menghindarinya
39 SOSIAL
Membangun kerjasama antar umat
beragama
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pengertiaan kerjasama antar umat beragama
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami manfaat kerjasama antar umat beragama
3.Peserta didik/konseli dapat memahami
kendala-kendala dalam kerukunan antar
umat beragama
40 KARIR
Pilihan karir setelah lulus SMA
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak
lanjut PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pilihan karir setelah lulus dari SMA
2.Peserta didik/konseli dapat memahami
hal yang harus diperhatikan untuk studi lanjut
3.
Peserta didik/konseli dapat memahami hal yang harus diperhatikan untuk mengikuti kursus/pelatihan
4.
Peserta didik/konseli dapat memahami hal yang harus diperhatikan untuk memasuki dunia kerja
41 KARIR
Profesi/Pekerjaan dalam meningkatkan
taraf hidup
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami profesi atau pekerjaan untuk
memperoleh penghasilan
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami the cash flow quadrant R.T Kiyosaki
42 BELAJAR
Peran (IQ,EQ,AQ,CQ dan SQ) dalam belajar
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian kecerdasan
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami cara melatih IQ,EQ,AQ,CQ dan SQ
43 KARIR
Pilihan karir sesuai tipe kepribadian
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami tentang kepribadian (personality)
2.Peserta didik/konseli dapat memahami
pilihan karir dan tipe kepribadian (teori holand)
44 KARIR
Meraih sukses dengan konsep “ABCD”
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian konsep “ABCD”
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami
hubungan cita-cita dan karir
penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
3.
Peserta didik/konseli dapat memahami hubungan cita-cita dan bakat/minat
4.Peserta didik/konseli dapat memahami
hubungan cita-cita dan strategi atau cara
5.Peserta didik/konseli dapat memahami
hubungan cita-cita dan do’a – dzikir
45 KARIR
Memilih profesi dengan cara
“SMART”
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian profesi dan ciri-cirinya
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami tentang SMART
3.
Peserta didik/konseli dapat memahami cara memilih profesi dengan cara SMART
46 PRIBADI
Stress dan cara mengatasinya
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian stress
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami faktor-faktor penyebab dan dampak stress
3.
Peserta didik/konseli dapat memahami cara mengatasi stress
4.
Peserta didik/konseli dapat memahami cara mengatasi cemas hadapi ujian
5.
47 BELAJAR
Kiat sukses ujian nasional
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya US dan UN
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami beberapa hal yang harus diperhatikan waktu menghadapi ujian
3.
Peserta didik/konseli dapat memahami kiat sukses ujian (US atau UN)
48 KARIR
Kiat sukses studi lanjut ke perguruan
tinggi
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami hal yang perlu diketahui dalam
melanjutkan studi ke PT
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami
cara memilih program studi dan PT
lanjut 3.
Peserta didik/konseli dapat memahami kiat sukses masuk perguruan tinggi
4.
Peserta didik/konseli dapat memahami tips cara masuk perguruan tinggi favorit
49 KARIR
Kiat sukses masuk dunia kerja
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak
lanjut PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli memahami proses menuju dunia kerja
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami persiapan sebelum masuk dunia kerja
3.Peserta didik/konseli dapat memahami
teknik membuat surat lamaran kerja
4.Peserta didik/konseli dapat membuat
CV (Curriculum vitea)
5.
Peserta didik/konseli dapat memahami kiat sukses psikotes dan wawancara kerja
50 KARIR
Kiat sukses menjadi pengusaha
muda
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat mengenal tingkatan dan jenis dalam usaha
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami tentang kepribadian dan watak (karakter) pengusaha
3.
Peserta didik/konseli dapat
memahami keuntungan dan risiko menjadi pengusaha
4.
Peserta didik/konseli dapat
memahami kiat menjadi pengusaha muda
51 SOSIAL
Kiat sukses hidup bermasyarakat
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak
PEMAHAMAN
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian manusia, masyarakat, dan ketertiban
2.
Peserta didik/konseli dapat memahami
pengertian norma,kebiasaan, adat
istiadat dan peraturan
lanjut 3.
Peserta didik/konseli dapat memahami cara sukses menjalin hubungan sosial- masyarakat
Aek Songsongan, JUNI 2020
Kepala SMAN 1 AEK SONGSONGANS A M U N, S.Pd.
NIP.
19610906 199801 1 001
LAPORAN PROGRAM
PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING SMA NEGERI 1 AEK SONGSONGAN TAHUN PELAJARAN 2020/2021
Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Asahan
Tahun 2021
Alamat : Jalan Emplasmen No.2 Aek Songsongan Kab. Asahan 21274
Telepon ( 0623) 7354050 e-mail :[email protected]
P E N G E S A H A N
PELAPORAN PROGRAM BIMBINGAN KONSELING
SMA NEGERI 1 AEK SONGSONGAN KABUPATEN ASAHAN
TAHUN 2020/2021Laporan Program Bimbingan Konseling ini telah diperiksa, disetujui serta disyahkan oleh Kepala Sekolah, dan Ketua Komite Sekolah. Sebagai pedoman pelaksanaan
kegiatan bimbingan konseling di SMA NEGERI 1 AEK SONGSONGAN . Laporan Program Bimbingan Konseling SMA NEGERI 1 AEK SONGSONGAN berlaku sejak disyahkan pada:
Hari : Senin
Tanggal : 29 Juni 2021
Menyetujui :
Ketua Komite Kepala SMAN 1 AEK SONGSONGAN
DAHLIA SAMUN, S.Pd.
NIP. 19610906 199801 1 001
Laporan Program Pelayanan Bimbingan Konseling SMA Negeri 1 Aek Songsongan
Tahun Pelajaran 2020/2021
A. Pengertian Bimbingan Konseling
Bimbingan Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku.
B. Paradigma, Visi, dan Misi 1) Paradigma
Paradigma bimbingan konseling adalah bantuan psiko-pendidikan dalam bingkai budaya. Artinya, pelayanan bimbingan konseling berdasarkan kaidah- kaidah ilmu dan teknologi pendidikan serta psikologi yang dikemas dalam kaji- terapan pelayanan bimbingan konseling yang diwarnai oleh budaya lingkungan peserta didik.
2) Visi
Visi pelayanan bimbingan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara optimal, mandiri, dan bahagia.
3) Misi
(1) Misi pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan.
(2) Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
(3) Misi pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.
C. Bidang Pelayanan Bimbingan Konseling
1) Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik.
2) Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.
3) Pengembangan Belajar, yaitu yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami cara-cara belajar dan dan praktik belajar dengan berbagai kemudahannya untuk mencapai kompetensinya.
4) Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
D. Fungsi Bimbingan Konseling
1) Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.
2) Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.
3) Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasai masalah yang dialaminya.
4) Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
5) Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya kurang mendapat perhatian.
E. Prinsip dan Asas Bimbingan Konseling
1) Prinsip-prinsip bimbingan konseling berkenaan dengan sasaran layanan, permasalahan yang dialamai peserta didik, program pelayanana, serta tujuan pelaksanaan pelayanan.
2) Asa-asa bimbingan konseling meliputi asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan, kegiatan, kemandirian, kekinian, kedinamisan, keterpanduan, kenormatifan, keahlian, alih tangan kasus, dan tut wuri handayani.
F. Jenis Layanan Bimbingan Konseling
1) Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/Sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari,
untuk menyesuaikan siri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan baru.
2) Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, social, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
3) Penempatan dan Penyaluran, yatiru layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompom belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.
4) Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan d sekolah, keluarga, dan masyarakat.
5) Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
6) Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yan membantu peseta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan social, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
7) Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
8) Konsultasi, yatiru layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memeperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
9) Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarpeserta didik.
G. Kegiatan Pendukung
1) Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui berbagai instrument, bai tes maupun non-tes.
2) Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia.
3) Konferensi Kasus, kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dn komitmen bagi terentasnya masalah peserta didik yang bersifat terbatas dan tertutup.
4) Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentasnya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarga.
5) Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan diri, kemampuan social, kegiatan belajar, dan karir/jabatan.
6) Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
H. Format Kegiatan
1) Individual, yaitu format kegiatan kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan.
2) Kelompok, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok.
3) Klasikal, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas.
4) Lapangan, yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau kegiatan lapangan.
5) Pendekatan Khusus, yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan untuk peserta didik.
I. Program Pelayanan 1) Jenis Program
a) Program Tahunan, yaitu program kegiatan pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/masalah.
b) Program Semesteran, program kegiatan pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
c) Program Bulanan, yaitu program kegiatan pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
d) Program Mingguan, yaitu program kegiatan pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
e) Program Harian, yaitu program kegiatan pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian
merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanandan atau satuan kegiatan pendukung konseling.
2) Penyusunan Program
a) Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi.
b) Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas konselor
J. Perencanaan Kegiatan
1) Perencanaan kegiatan pelayanan konseling mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran, bulanan serta mingguan.
2) Perencanaan kegiatan pelayanan konseling haria yang merupakan jabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk satuan layanan dan satuan pendukung yang masing-masing memuat:
a) Sasaran layanan/kegiatan pendukung b) Substansi layanan/kegiatan pendukung
c) Jenis layanan/kegiatan pendukung, serta alat bantu yang dibutuhkan d) Pelaksanaan layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat e) Waktu dan tempat
Rencana kegiatan pelayanan konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor.
Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung konseling berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pelajaran.Volume keseluruhan kegiatan pelayanan konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolah/Sekolah
K. Pelaksanaan kegiatan
1) Konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental, dan keteladanan.
2) Program pelayanan konseling yang direncanakan dalam bentuk satuan layanan dan satuan pendukung dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait.
3) Kegiatan pelayanan konseling dapat dilaksanakan di dalam atau di luar jam pembelajaran sekolah/Sekolah Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran maksimum 50%.
4) Kegiatan pelayanan konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program.
5) Alokasi waktu kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstra kurikuler yang merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran untuk setiap kelas.
6) Waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di dalam kelas dan diluar kelas setiap minggu diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/Sekolah
L. Penilaian Kegiatan
1) Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui:
a) Penilaian seger, yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani.
b) Penilaian jangka pendek, yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan terhadap peserta didik.
c) Penilaian jangka panjang, yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik.
3) Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam satuan pendukung dan satuan pendukung, untuk mengetahui efektifitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan.
4) Hasil penilaian pelayanan konseling dicantumkan dalam laporan penilaian program
5) Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik yang merupakan komponen pengembangan diri dilaporkan secara kualitatif.
M. Pengawasan Kegiatan
1) Kegiatan pelayanan konseling di sekolah/Sekolah dipantau, dievaluasi, dan dibina melalui kegiatan pengawasan.
2) Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara.
3) Intern, oleh kepala sekolah/Sekolah
4) Eksteren, oleh pengawas sekolah/Sekolah bidang konseling.
5) Fokus pengawasan adalah kemampuan profesional konselor dan implementasi kegiatan pelayanan konseling yang menjadi kewajiban dan tugas konselor di sekolah/Sekolah
6) Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.
7) Hasil pengawasan didokumentasikan, dianalisis, dan ditindaklanjuti untuk peningkatan mutu perencanaan dan muatan pengembangan diri
LAPORAN KEGIATAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
NO BIDANG
BIMBINGAN TOPIK LAYANAN KEGIATAN FUNGSI LAYANAN HASIL / OUTPUT
1 PRIBADI Manfaat menjaga kebersihan
1. Tahap kegiatan awal/
pendahuluan 2. Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan
penutup
4. Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Mengidentifikasi Berbagai macam perilaku hidup bersih
2. Menjelaskan Manfaat menjaga kebersihan
3. Mengklasifikasi berbagai macam kegiatan yang mengarah kehidupan bersih
4. Menganalisis hikmah di balik selalu disiplin menjaga kebersihan
2 PRIBADI Memahami Protokol Kesehatan
1. Tahap kegiatan awal/
pendahuluan 2. Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan
penutup
4. Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Mengidentifikasi Berbagai macam perilaku yang sesuai dengan protokol kesehatan
2. Menjelaskan tentang protokol kesehatan Covid-19
3. Mengklasifikasi perilaku taat protokol Kesehatan
4. Menganalisis perilaku yang dapat mencegah tertularnya covid-19
3 BELAJAR Semangat Belajar Dari Rumah
1. Tahap kegiatan awal/
pendahuluan 2. Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan
penutup
4. Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Mengidentifikasi berbagai macam kegiatan belajar dari rumah
2. Menjelaskan kriteria semangat dalam belajar
3. Mengklasifikasi perilaku belajar aktif yang dilakukan daari rumah
4. Menganalisis keberhasilan siswa dengan belajar dari rumah
4 BELAJAR Menggunakan Media Sosial Dengan Bijak
1. Tahap kegiatan awal/ pendahuluan 2. Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan
penutup
4. Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Mengidentifikasi berbagai macam perilaku yang menyimpang dalam bermedsos
2. Menjelaskan cara penggunaan media social dengan bijak
3. Mengklasifikasi perilaku bijak dalam penggunaan media social
4. Menganalisis kegiatan yang dikategorikan positif dalam penggunaan media sosial
5 PRIBADI
Tata Cara Agar Terhindar Penularan
Covid-19
1. Tahap kegiatan awal/
pendahuluan 2. Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan
penutup
4. Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Mengidentifikasi Berbagai macam perilaku yang menyebabkan tertular covid-19
2. Menjelaskan tata cara agar terhindar dari tertularnya covid-19
3. Mengklasifikasi perilaku yang dapat menghindarkan diri dari tertularnya covid-19
4. Menganalisis kegiatan yang efektif agar terhindar dari covid-19
6 BELAJAR Mengatasi Kejenuhan dalam Belajar Online
1. Tahap kegiatan awal/
pendahuluan 2. Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan
penutup
4. Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Mengidentifikasi Berbagai macam penyebab kejenuhan dalam belajar 2. Menjelaskan bagaimana cara mengatasi
kejenuhan dalam belajar
3. Mengklasifikasi berbagai macam perilaku yang menunjukkan sikap jenuh dalam belajar
4. Menganalisis teknik yang sesuai untuk mengatasi kejenuhan dalam belajar
7 BELAJAR Hikmah di balik Pandemi Covid-19
1. Tahap kegiatan awal/
pendahuluan 2. Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan
penutup
4. Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Mengidentifikasi pola perilaku saat adanya pandemi covid-19
2. Menjelaskan hikmah di balik pandemi covid-19
3. Mengklasifikasi berbagai macam perilaku baru saat pandemi
Menganalisis perilaku-perilaku yang dapat dijadikan acuan untuk mencecah tertularnya virus corona
8 BELAJAR
Belajar Yang Efektif Di Masa Pandemi Covid-
19
1. Tahap kegiatan awal/
pendahuluan 2. Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan
penutup
4. Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Mengidentifikasi cara-cara belajar yang efektif saat pandemi covid-19
2. Menjelaskan bagaimana belajar yang efektif saat pandemi covid-19
3. Mengklasifikasi berbagai macam model belajar
4. Menganalisis teknik belajar yang efektif saat pandemic
9 PRIBADI
Hidup Sehat Walau Berdampingan
dengan Covid
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Membuat dasar pengelompokan perilaku hidup sehat
2. Mengidentifikasi cara hidup sehat 3. Menyusun strategi hidup sehat dimasa
pandemic
10 SOSIAL Peduli Lingkungan
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Mengidentifikasi Berbagai macam perilaku yang termasuk dalam peduli lingkungan
2. Menjelaskan bagaimana cara bersikap dalam menjaga lingkungan
3. Mengklasifikasi berbagai macam kegiatan yang dikategorikan peduli lingkungan
4. Menganalisis berbagai macam dampak positif dari peduli lingkungan
11 PRIBADI
Pentingnya Menjaga Kesehatan Lingkungan
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Mengidentifikasi Perilaku hidup sehat 2. Menjelaskan tentang menjaga
kesehatan lingkungan dan sekitarnya 3. Mengklasifikasi Jenis kegiatan yang
termasuk dalam menjaga kesehatan lingkungan
4. Menganalisis berbagai macam perilaku yang dapat menghindarkan diri dari penyakit
12 PRIBADI Pemahaman Tentang Virus Corona
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Mengidentifikasi Berbagai macam jenis virus corona
2. Menjelaskan tentang virus corona 3. Mengklasifikasi Jenis virus dalam
kelompok coronavirus
4. Menganalisis bentuk penularan yang disebabkan covid-19
13 PRIBADI
Tetap Bahagia Di Tengah Pandemi
Covid-19
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Mengidentifikasi berbagai macam kegiatan di tengah pandemic covid-19 2. Menjelaskan criteria kegiatan yang bisa
membuat hati bahagia
3. Mengklasifikasi kegiatan yang bermanfaat di tengah pandemic covid-19
4. Menganalisis berbagai macam kegiatan yang bermanfaat bagi kebahagiaan diri
14 PRIBADI
Mengisi Waktu Luang Dengan Kegiatan
Positif
1.Tahap kegiatan awal/
pendahuluan
2.Tahap kegiatan inti 3. Tahap kegiatan penutup
4.Evaluasi dan tindak lanjut
PEMAHAMAN
1. Mengidentifikasi Berbagai macam kegiatan yang positif di waktu luang 2. Menjelaskan apa saja yang termasuk
kegiatan yang positif
3. Mengklasifikasi berbagai macam kegitan positif
4. Menganalisis Beberapa kegiatan yang efektif dalam mengisi waktu luang
Aek Songsongan, JUNI 2021
Kepala SMAN 1 AEK SONGSONGANS A M U N, S.Pd.
NIP.
19610906 199801 1 001
LAPORAN PROGRAM
PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING SMA NEGERI 1 AEK SONGSONGAN TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Asahan
Tahun 2022
Alamat : Jalan Emplasmen No.2 Aek Songsongan Kab. Asahan 21274
Telepon ( 0623) 7354050 e-mail :[email protected]
P E N G E S A H A N
PELAPORAN PROGRAM BIMBINGAN KONSELING
SMA NEGERI 1 AEK SONGSONGAN KABUPATEN ASAHAN
TAHUN 2021/2022Laporan Program Bimbingan Konseling ini telah diperiksa, disetujui serta disyahkan oleh Kepala Sekolah, dan Ketua Komite Sekolah. Sebagai pedoman pelaksanaan
kegiatan bimbingan konseling di SMA NEGERI 1 AEK SONGSONGAN . Laporan Program Bimbingan Konseling SMA NEGERI 1 AEK SONGSONGAN berlaku sejak disyahkan pada:
Hari : Senin
Tanggal : 27 Juni 2022
Menyetujui :
Ketua Komite Kepala SMAN 1 AEK SONGSONGAN
DAHLIA SAMUN, S.Pd.
NIP. 19610906 199801 1 001
Laporan Program Pelayanan Bimbingan Konseling SMA Negeri 1 Aek Songsongan
Tahun Pelajaran 2021/2022
A. Pengertian Bimbingan Konseling
Bimbingan Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku.
B. Paradigma, Visi, dan Misi 1) Paradigma
Paradigma bimbingan konseling adalah bantuan psiko-pendidikan dalam bingkai budaya. Artinya, pelayanan bimbingan konseling berdasarkan kaidah- kaidah ilmu dan teknologi pendidikan serta psikologi yang dikemas dalam kaji- terapan pelayanan bimbingan konseling yang diwarnai oleh budaya lingkungan peserta didik.
2) Visi
Visi pelayanan bimbingan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara optimal, mandiri, dan bahagia.
3) Misi
(1) Misi pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan.
(2) Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
(3) Misi pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.
C. Bidang Pelayanan Bimbingan Konseling
1) Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik.
2) Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.
3) Pengembangan Belajar, yaitu yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami cara-cara belajar dan dan praktik belajar dengan berbagai kemudahannya untuk mencapai kompetensinya.
4) Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
D. Fungsi Bimbingan Konseling
1) Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.
2) Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.
3) Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasai masalah yang dialaminya.
4) Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
5) Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya kurang mendapat perhatian.
E. Prinsip dan Asas Bimbingan Konseling
1) Prinsip-prinsip bimbingan konseling berkenaan dengan sasaran layanan, permasalahan yang dialamai peserta didik, program pelayanana, serta tujuan pelaksanaan pelayanan.
2) Asa-asa bimbingan konseling meliputi asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan, kegiatan, kemandirian, kekinian, kedinamisan, keterpanduan, kenormatifan, keahlian, alih tangan kasus, dan tut wuri handayani.
F. Jenis Layanan Bimbingan Konseling
1) Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/Sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari,
untuk menyesuaikan siri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan baru.
2) Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, social, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
3) Penempatan dan Penyaluran, yatiru layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompom belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.
4) Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan d sekolah, keluarga, dan masyarakat.
5) Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
6) Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yan membantu peseta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan social, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
7) Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
8) Konsultasi, yatiru layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memeperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
9) Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarpeserta didik.
G. Kegiatan Pendukung
1) Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui berbagai instrument, bai tes maupun non-tes.
2) Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia.
3) Konferensi Kasus, kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dn komitmen bagi terentasnya masalah peserta didik yang bersifat terbatas dan tertutup.