• Tidak ada hasil yang ditemukan

Surabaya, Desember 2019 Hormat kami, Penulis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Surabaya, Desember 2019 Hormat kami, Penulis"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 i

K K A A T T A A P P E E N N G G A A N N T T A A R R

Puji syukur ke hadirat Allah SWT karena Laporan Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto tahun 2018 ini dapat terselesaikan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Mojokerto dan variabel yang memengaruhinya. Laporan ini merupakan hasil penelitian kerja sama antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang dilaksanakan menggunakan anggaran tahun 2019.

Dengan laporan ini, maka diharapkan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dapat mengambil kebijakan atau langkah lanjutan terkait pembangunan manusia di Kabupaten Mojokerto sehingga penduduk semakin sejahtera. Akhir kata, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan hingga terselesaikannya Laporan ini. Kami menyadari bahwa meskipun telah berupaya maksimal, namun masih banyak kekurangan yang dijumpai. Oleh karena itu kami menyampaikan permohonan maaf. Masukan dan saran akan kami terima dengan tangan terbuka.

Surabaya, Desember 2019 Hormat kami,

Penulis

(3)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 ii

(4)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 ii

D D A A F F T T A A R R I I S S I I

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR GAMBAR ... iv

DAFTAR TABEL ... v

DAFTAR LAMPIRAN ... vi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Tujuan ... 2

1.3 Manfaat ... 2

1.4 Batasan Penelitian ... 3

BAB II LANDASAN TEORI ... 4

2.1 Pembangunan Manusia ... 4

2.2 Penghitungan Indeks Pembangunan Manusia ... 4

2.2.1 Dimensi Kesehatan ... 5

2.2.2 Dimensi Pendidikan ... 5

2.2.3 Dimensi Pengeluaran ... 6

2.3 Status Gizi Baik ... 9

2.4 Pertumbuhan Ekonomi ... 10

2.5 Kemiskinan ... 14

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 17

3.1 Sumber Data ... 17

(5)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 iii

3.2 Langkah Penelitian ... 18

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 19

4.1 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto ... 19

4.2 Dimensi dalam IPM Kabupaten Mojokerto ... 22

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 34

5.1 Kesimpulan ... 34

5.2 Saran ... 35

DAFTAR PUSTAKA ... 36

LAMPIRAN... 37

(6)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 iv

D D A A F F T T A A R R G G A A M M B B A A R R

Gambar 4.1 IPM Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 .. 199

Gambar 4.2 Perkembangan IPM Kabupaten Mojokerto dan IPM Jawa Timur Tahun 2014-2018 ... 20

Gambar 4.3 IPM Kabupaten/Kota di Sekitar Kabupaten Mojokerto ... 21

Gambar 4.4 Perkembangan IPM dan Variabel Pembentuk IPM Kabupaten Mojokerto ... 22

Gambar 4.5 Angka Harapan Hidup Kabupaten Mojokerto ... 23

Gambar 4.6 Status Gizi Balita Kabupaten Mojokerto ... 25

Gambar 4.7 Komponen Dimensi Pendidikan Tahun 2018 ... 26

Gambar 4.8 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Mojokerto ... 29

Gambar 4.9 Persentase Kemiskinan Kabupaten Mojokerto ... 30

Gambar 4.10 Proporsi Pengeluaran Makanan dan Non-Makanan per Kapita . ... 33

(7)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 v

D D A A F F T T A A R R T T A A B B E E L L

Tabel 2.1 Pengertian Kategori Status Gizi Balita ... 9

Tabel 3.1 Informasi Data ... 17

Tabel 4.1 Fasilitas Kesehatan Kabupaten Mojokerto 2016-2018 ... 23

Tabel 4.2 Tenaga Kesehatan Kabupaten Mojokerto ... 24

Tabel 4.3 Jumlah Sekolah, Murid, dan Guru menurut Jenjang Pendidikan Tahun 2016-2018 ... 27

Tabel 4.4 Angka Partisipasi Sekolah Menurut Kelompok Usia dan Jenis Kelamin Tahun 2016-2018 ... 28

Tabel 4.5 Laju Inflasi Menurut Pengeluaran ... 31

Tabel 4.6 Pengeluaran Non-Makanan ... 32

(8)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 vi

D D A A F F T T A A R R L L A A M M P P I I R R A A N N

Lampiran 1 IPM Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2018 ... 37 Lampiran 2 IPM Kabupaten Mojokerto ... 3738

(9)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 1

B B A A B B I I

P P E E N N D D A A H H U U L L U U A A N N

1.1 Latar Belakang

Pembangunan menjadi upaya penting pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera. Sumber daya manusia yang berkualitas dibutuhkan untuk menunjang pembangunan negara. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur hasil pembangunan. Pengukuran IPM didasarkan pada tiga indikator, yaitu indeks harapan hidup, indeks pendidikan, dan indeks standar hidup yang layak. Melalui ketiga indikator tersebut diharapkan akan terjadi peningkatan kualitas hidup manusia. IPM dapat dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan pembangunan, karena dalam perhitungan ketiga indikator IPM telah melibatkan komponen ekonomi maupun non ekonomi seperti kualitas pendidikan, kesehatan, dan kependudukan.

Pengeluaran pemerintah dapat mencerminkan kebijakan yang diambil dalam suatu pemerintahan. Pengeluaran pemerintah digunakan untuk membiayai sektor-sektor publik yang penting untuk menunjang peningkatan kesejahteraan masyaratakat. Pembangunan kualitas sumber daya manusia yang tercermin dari IPM adalah investasi pada sektor pendidikan dan sektor kesehatan, yang diharapkan dapat berpengaruh pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan dapat mengurangi kemiskinan.

Pertumbuhan ekonomi juga berkaitan dengan pembangunan manusia.

Salah satu tujuan yang tepenting dalam pembangunan adalah mengartikan pertumbuhan ekonomi menjadi perubahan kualitas pembangunan manusia.

Kemiskinan juga merupakan faktor yang mempengaruhi IPM. Kemiskinan mempunyai dampak terhadap pembangunan karena kemiskinan terjadi

(10)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 2 akibat dari keterbatasan dan ketidakmampuan masyarakat dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari dan mengabaikan kesehatan serta pendidikan mereka.

Berdasarkan penjelasan dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai aspek kehidupan secara terencana dan berkelanjutan, makan akan dibahas dan dianalisa sejauh mana IPM di Kabupaten Mojokerto serta apa saja faktor- faktor yang mempengaruhi IPM tersebut.

1.2 Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun sebuah gambaran dan variabel-variabel determinan yang mempengaruhi perkembangan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto sebagai acuan bagi pemerintah Kabupaten Mojokerto serta stakeholder lainnya agar dapat meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan bagi masyarakat di Kabupaten Mojokerto.

1.3 Manfaat

Manfaat dari penelitian ini adalah :

1. mengetahui gambaran lengkap mengenai kondisi serta perubahan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Mojokerto,

2. mengetahui perubahan sektor pendidikan, kesehatan, dan pengeluaran di Kabupaten Mojokerto,

3. mengetahui variabel determinan yang mempengaruhi perkembangan IPM di Kabupaten Mojokerto, serta

4. sebagai data dasar evaluasi dan perencanaan kebijakan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Mojokerto.

(11)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 3 1.4 Batasan Penelitian

Penelitian ini mempunyai beberapa batasan, yaitu data bersumber dari publikasi BPS, Mojokerto dalam Angka, dan data publikasi lainnya. Metode penghitungan Indeks Pembangunan Manusia menggunakan metode baru yang berlaku sejak 2014.

(12)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 4

B B A A B B I I I I

L L A A N N D D A A S S A A N N T T E E O O R R I I

2.1 Pembangunan Manusia

Pembangunan didefinisikan sebagai suatu kegiatan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai aspek kehidupan yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan dengan memanfaatkan dan memperhitungkan kemampuan sumber daya, informasi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperhatikan perkembangan sosial.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk menilai kualitas pembangunan manusia, baik dari sisi dampaknya terhadap kondisi fisik manusia (kesehatan dan kesejahteraan) maupun yang bersifat non-fisik (pendidikan). Pembangunan yang berdampak pada kondisi fisik masyarakat misalnya tercermin dalam angka harapan hidup serta kemampuan daya beli masyarakat, sedangkan dampak non-fisik dapat dilihat dari kualitas pendidikan masyarakat.

IPM merupakan ukuran untuk melihat dampak kinerja pembangunan wilayah yang mempunyai dimensi yang sangat luas, karena memperhatikan kualitas penduduk suatu wilayah dalam hal harapan hidup, pendidikan, dan standar hidup yang layak. IPM merupakan indeks komposit yang menggambarkan kemampuan dasar manusia, terdiri dari dimensi kesehatan, dimensi pendidikan, dan dimensi standar hidup layak/ dimensi ekonomi.

2.2 Penghitungan Indeks Pembangunan Manusia

Setiap komponen IPM distandarisasi dengan nilai minimum dan maksimum sebelum digunakan untuk menghitung IPM.

(13)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 5 2.2.1 Dimensi Kesehatan

Dimensi kesehatan direpresentasikan dengan komponen Angka Harapan Hidup (AHH). Angka harapan hidup merupakan rata-rata tahun hidup yang masih akan dijalani oleh seseorang yang telah berhasil mencapai umur x, pada suatu tahun tertentu, dalam situasi mortalitas yang masih berlaku. Idealnya angka harapan hidup dihitung berdasarkan Angka Kematian Menurut Umur yang datanya diperoleh dari catatan registrasi kematian secara bertahun-tahun segingga dimungkinkan dibuat tabel kematian.

Angka Harapan Hidup merupakan alat yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. Angka Harapan Hidup yang rendah di suatu daerah harus diikuti dengan program pembangunan kesehatan, dan program sosial lainnya termasuk kesehatan lingkungan, kecukupan gizi dan kalori termasuk program pemberantasan kemiskinan.

𝐼kesehatan= 𝐴𝐻𝐻 − 𝐴𝐻𝐻𝑚𝑖𝑛 𝐴𝐻𝐻𝑚𝑎𝑥 − 𝐴𝐻𝐻𝑚𝑖𝑛 2.2.2 Dimensi Pendidikan

Dimensi pendidikan direpresentasikan dengan Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Angka harapan lama sekolah didefinsikan sebagai lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang.

Rata-rata lama sekolah didefinisikan sebagai jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk dalam menjalani pendidikan formal.

𝐼HLS = 𝐻𝐿𝑆 − 𝐻𝐿𝑆𝑚𝑖𝑛 𝐻𝐿𝑆𝑚𝑎𝑥 − 𝐻𝐿𝑆𝑚𝑖𝑛 𝐼RLS= 𝑅𝐿𝑆 − 𝑅𝐿𝑆𝑚𝑖𝑛

𝑅𝐿𝑆𝑚𝑎𝑥 − 𝑅𝐿𝑆𝑚𝑖𝑛

(14)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 6 𝐼pendidikan =𝐼HLS+ 𝐼RLS

2 2.2.3 Dimensi Pengeluaran

Rumah tangga merupakan konsumen atau pemakai barang dan jasa sekaligus pemilik faktor-faktor produksi tenaga kerja, lahan, modal, dan kewirausahaan. Rumah tangga menjual atau mengelola faktor-faktor produksi tersebut untuk memperoleh balas jasa. Balas jasa atau imbalan tersebut adalah upah, sewa, bunga dividen, dan laba yang merupakan komponen penerimaan atau pendapatan rumah tangga.

Penerimaan lain yang mungkin diperoleh rumah tangga adalah transfer (pemberian cuma-cuma), perkiraan pendapatan (imputasi) dari rumah milik rumah tangga tersebut yang ditempati sendiri atau ditempati pihak lain dengan bebas sewa, dan hasil produksi barang/ jasa dari kegiatan yang tidak digolongkan sebagai kegiatan usaha rumah tangga. Transfer yang diterima berasal dari pemerintah, badan usaha, lembaga nirlaba, rumah tangga lain, maupun dari luar negeri.

Ada dua cara penggunaan pendapatan. Pertama, membelanjakannya untuk barang-barang konsumsi. Kedua, tidak membelanjakannya seperti ditabung. Pengeluaran konsumsi dilakukan untuk mempertahankan taraf hidup. Pada tingkat pendapatan yang rendah, pengeluaran konsumsi umumnya dibelanjakan untuk kebutuhan-kebutuhan pokok guna memenuhi kebutuhan jasmani. Konsumsi makanan merupakan faktor yang penting karena makanan merupakan jenis barang utama untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Akan tetapi, terdapat berbagai macam barang konsumsi (termasuk sandang, perumahan, bahan bakar, dan sebagainya) yang dapat dianggap sebagai kebutuhan untuk menyelenggarakan rumah tangga.

Keanekaragamannya tergantung pada tingkat pendapatan rumah tangga.

Tingkat pendapatan yang berbeda-beda mengakibatkan perbedaan taraf konsumsi.

(15)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 7 Pengeluaran per kapita adalah biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi semua anggota rumah tangga selama sebulan dibagi dengan banyaknya anggota rumah tangga. Pengeluaran per kapita dihitung menggunakan rumus sebagai berikut.

𝑌∗∗ = 𝑌 𝑃𝑃𝑃 𝑌 = 𝑌

𝐼𝐻𝐾× 100 Dimana

𝑌∗∗ : pengeluaran per kapita yang disesuakan 𝑌 : pengeluaran per kapita konstan

𝑌 : pengeluaran per kapita setahun

𝐼𝐻𝐾 : Indeks Harga Konsumen tahun dasar 2012

Data pengeluaran dapat mengungkap tentang pola konsumsi rumah tangga secara umum menggunakan indikator proporsi pengeluaran untuk makanan dan non-makanan. Komposisi pengeluaran rumah tangga dapat dijadikan ukuran untuk menilai tingkat kesejahteraan ekonomi penduduk, semakin rendah persentase pengeluaran untuk makanan terhadap total pengeluaran semakin membaik tingkat kesejahteraan.

Pengeluaran rumah tangga dibedakan menurut kelompok makanan dan bukan makanan. Perubahan pendapatan seseorang akan berpengaruh pada pergeseran pola pengeluaran. Semakin tinggi pendapatan, semakin tinggi pengeluaran bukan makanan. Dengan demikian, pola pengeluaran dapat dipakai sebagai petunjuk perubahan tingkat kesejahteraan.

Indeks Harga Konsumen (IHK) digunakan untuk menghitung pengeluaran per kapita disesuaikan. IHK adalah indeks yang menghitung rata-rata barang dan jasa yang telah dikonsumsi konsumen. Indeks harga konsumen juga merupakan ukuran yang dapat memberi informasi tentang rata-rata konsumsi konsumen akan barang dan jasa dari kelompok tertentu

(16)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 8 seperti transportasi, makanan, dan obat medis. Hasil penghitungannya diperoleh dengan menghitung rata-rata harga dari perubahan harga kelompok barang dan jasa tersebut. Perubahan angka indeks harga konsumen dapat digunakan untuk menaksir perubahan harga yang sering dihubungkan dengan biaya hidup. Angka dari indeks harga konsumen juga sering digunakan dalam statistik untuk mengidentifikasi periode inflasi dan deflasi.

Barang dan jasa yang dikonsumsi pekerja profesional, pekerja mandiri (self-employment), warga miskin, pengangguran, dan pensiunan di suatu negara masuk dalam statistik indeks harga konsumen, sedangkan barang dan jasa yang dikonsumsi pasukan bersenjata, petani, narapidana, dan pasien rumah sakit jiwa tidak termasuk dalam statistik indeks harga konsumen. Barang dan jasa yang masuk dalam penghitungan dibagi ke dalam delapan kelompok besar, yaitu makanan, perumahan, pakaian, transportasi, biaya perawatan medis, rekreasi, pendidikan, serta barang dan jasa lainnya.

Indeks harga konsumen dapat dihitung dengan cara mensurvei biaya hidup di suatu daerah perkotaan secara bertahap. Indeks harga konsumen yang disusun oleh Badan Pusat Statistik berdasar pada data yang berasal dari produsen, konsumen, dan lain-lain. Penghitungan IHK dilakukan dengan metode tertentu. Biasanya periode waktu yang digunakan adalah ketika keadaan ekonomi sedang stabil.

𝐼pengeluaran = ln⁡(pengeluaran) − ln⁡(pengeluaran) ln pengeluaran𝑚𝑎𝑥 − ln⁡(pengeluaran𝑚𝑖𝑛)

IPM dihitung sebagai rata-rata geometrik dari dimensi kesehatan, pendidikan, dan pengeluaran sebagai berikut.

𝐼𝑃𝑀 = 𝐼kesehatan× 𝐼pendidikan× 𝐼pengeluaran

3 × 100

(17)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 9 2.3 Status Gizi Baik

Status gizi balita dinilai menurut tiga indeks, yaitu Berat Badan menurut Umur (BB/U), Tinggi Badan menurut Umur (TB/U), dan Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB). BB/U adalag berat badan anak yang dicapai pada umur tertentu. TB/U adalah tinggi badan anak yang dicapai pada umur tertentu. Sedangkan BB/TB adalah berat badan anak dibandingkan dengan tinggi badan yang dicapai. Ketiga nilai indeks status gizi tersebut dibandingkan dengan baku pertubuhan WHO. Penentuan status gizi balita berdasarkan perhitungan Z-score, yang merupakan simpangan berat badan atau tinggi badan dari berat badan atau tinggi badan normal menurut baku pertumbuhan WHO. Contoh perhitungan Z-scor BB/U adalah sebagai berikut.

𝑍𝐵𝐵/𝑈 = 𝐵𝐵anak− 𝐵𝐵standar 𝑆𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝐷𝑒𝑣𝑖𝑎𝑠𝑖(𝐵𝐵standar)

Batasan untuk kategori status gizi balita menurut indeks BB/U, TB/U, dan BB/TB menurut WHO dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.

Tabel 2.1 Pengertian Kategori Status Gizi Balita

Indikator Status Gizi Z-score

BB/U

Gizi Buruk < −3,0 SD

Gizi Kurang −3,0 SD s/d −2,0 SD

Gizi Baik −2,0 SD s/d 2,0 SD

Gizi Lebih > 2,0 SD

TB/U

Sangat Pendek < −3,0 SD

Pendek −3,0 SD s/d −2,0 SD

Normal ≥ −2,0 SD

BB/TB

Sangat Kurus < −3,0 SD

Kurus −3,0 SD s/d −2,0 SD

Normal −2,0 SD s/d 2,0 SD

Gemuk > 2,0 SD

(18)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 10 Indeks Berat Badan menurut Umur (BB/U) memberikan indikasi masalah gizi secara umum karena berat badan berkorlasi positif dengan umur dan tinggi badan. Berat badan menurut umur rendah dapat disebabkan karena pendek (masalah gizi kronis) atau menderita penyakit infeksi (masalah gizi akut). Indeks balita kedua, Indeks Tinggi Badan menurut Umur (TB/U), memberikan indikasi masalah gizi yang sifatnya kronis sebagai akibat dari keadaan yang berlangsung lama. Misalnya, kemiskinan, perilaku hidup tidak sehat, dan asupan makanan yang kurang dalam waktu yang lama sehingga mengakibatkan anak menjadi pendek. Sedangkan indeka Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) memberikan indikasi masalah gizi yang sifatnya akut sebagai akibat dari peristiwa yang terjadi dalam waktu yang tidak lama (singkat). Misalnya wabah penyakit dan kekurangan makan (kelaparan) yang menyebabkan anak menjadi kurus.

2.4 Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merupakan kenaikan aktifitas ekonomi masyarakat yang dapat menimbulkan peningkatan jumlah produksi barang dan jasa ataupun peningkatan dari pendapatan nasional. Pertumbuhan ekonomi juga di definisikan sebagai suatu proses pergeseran keadaan ekonomi sebuah negara secara berkesinambungan menuju ke kondisi perekonomian yang lebih baik selama jangka waktu tertentu yang dapat digunakan sebagai indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi di dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu cara untuk menghitungnya dengan menggunakan hitung nilai uang. Nilai uang akan tercermin dalam produk domestik bruto (PDB) dan untuk menghitung jumlah dari PDB, pemerintah perlu untuk mendata semua jenis produksi oleh bisnis di dalam negara yang akan dijual. Pengukuran atau penghitungan pertumbuhan ekonomi tidak bisa dilaksanakan setiap waktu. Sebab pengumpulan data dari PDB sangat sulit untuk dilakukan. Sehingga biasanya untuk menghitungnya hanya dilakukan

(19)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 11 dalam setiap tiga bulan serta tahunan. Rumus pertumbuan ekonomi adalah sebagai berikut

𝑅(𝑡−1,𝑡) =𝑃𝐷𝐵𝑡− 𝑃𝐷𝐵𝑡−1

𝑃𝐷𝐵𝑡−1 × 100%

𝑃𝐷𝐵𝑡 merupakan produk domestik bruto tahun tertentu dan 𝑃𝐷𝐵𝑡−1 merupakan produk domestik bruto tahun sebelumnya.

Terdapat beberapa sudut pandang mengenai penjelasan dari pertumbuhan ekonomi.

1. Teori pertumbuhan ekonomi klasik a. Adam Smith

Melihat jika sebuah perekonomian akan tumbuh berkembang apabila terdapat peningkatan penduduk yang akan memperluas pasar dan mendorong spesialisasi. Munculnya spesialisasi tersebut akan menambah tingkat produktivitas pekerja serta mendorong kemajuan dalam hal teknologi sampai pertumbuhan ekonomi.

b. David Ricardo

Pertumbuhan penduduk yang terlalu tinggi dapat memicu membludagnya tenaga kerja. Tenaga kerja yang membludag tersebut akan memicu pendapata upah yang menurun, di mana upah itu hanya dapat digunakan untuk membiayai tingkat hidup minimum (subsistence level). Dalam tahap ini, perekonomian akan mengalami stagnasi (kemandegan) yang disebut sebagai stationary state.

c. Thomas Robert Malthus

Malthus memakai materi derta dan hitung sebagai alat untuk mengemukakan bahwa bahan makanan akan bertambah menurut deret hitung (1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya). Sementara jumlah penduduk akan bertambah menurut deret ukur (1, 2, 4, 8, 16 dan seterusnya). Hal itu menyebabkan, bahan makanan akan tidak cukup untuk menghidupi penduduk (akan berlangsung kelaparan), sampai

(20)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 12 masyarakat hidup terhadap tingkat subsistence (pas-pasan) serta perekonomian akan mengalami kemandegan.

2. Teori pertumbukan ekonomi neoklasik a. Harrod-Domar

Kebutuhan pembentukan modal atau investasi sebagai suatu syarat dalam meraih pertumbuhan ekonomi yang mantap (steady growth).

Jika pembentukan modal sudah dilaksanakan, maka perekonomian akan sanggup untuk memproduksi berbagai barang dalam jumlah yang lebih besar.

b. Schumpeter

Saat yang lain menilai penduduk sebagai aspek pokok di dalam proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Schumpeter beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi akan ditentukan dengan kemampuan kewirausahaan (entrepreneurship), sebab mereka berani untuk berinovasi di dalam kegiaatan produksi.

c. Robert Solow

Menurut gagasan dari Solow, dalam jangka waktu yang panjang, tingkat tabungan akan mampu menentukan modal dalam proses suatu produksi. Berarti, semakin tinggi dari tingkat tabungan, maka semakin tinggi juga modal serta output yang dihasilkan.

3. Teori pertumbuhan ekonomi historis a. Frederich List

List mengelompokan tahapan pertumbuhan ekonomi menurut dari kebiasaan masyarakat dalam hal menjaga kelangsungan hidupnya lwat tata cara berproduksi. Diawali dengan berburu serta mengembara (bergantung pada alam), beternak serta bertani, pertanian serta kerajinan, sampai industri, kerajinan, dan juga perniagaan.

(21)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 13 b. Werner Sombart

Tahapan dalam pertumbuhan ekonomi berlangsung sebab penduduk mempunyai rangkaian organisasi serta ideologi masyarakat. Tahapan diantaranya yaitu:

 Zaman perekonomian tertutup, yang mana penduduknya masih terbatas dalam menghasilkan barang serta melakukannya dengan cara kekeluargaan

 Zaman kerajinan serta pertumbuhan, penduduk mulai mengenal pembagian kerja, dan yang terakhir

 Zaman kapitalis, zaman di mana pemilik modal mulai muncul.

c. Walt Whitman Rostow

Menurut gagasan dari Rostow, pada pertumbuhan ekonomi, sebuah negara akan melewati beberapa tahapan seperti berikut:

 tradisional, ekonomi yang kebanyakan berupa sektor pertanian

 transisi (pratake-off), berlangusngnya peralihan struktur dari tenaga kerja pertanian menuju industri

 tinggal landas (take-off), hambatan yang ada di dalam struktur sosial serta politik yang bisa diatasi

 menuju kematangan (the drive to maturity), serikat dagang dan buruh yang semakin maju, dan terakhir

 tahap konsumsi periode tinggi (high mass consumption), tenaga kerja kebanyakan berupa tenaga kerja terdidik serta masyarakat perkotaan yang mendominasi.

d. Karl Bucher

Karl Bucher menjabarkan mengenai pertumbuhan ekonomi sbeuah negara yang dilatarbelakangi dengan hubungan anatara produsen dengan konsumen. Tahapannya ialah sebagai berikut:

(22)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 14

 Masa rumah tangga tertutup, pendudk hanya memenuhi kebutuhan untuk kelompoknya sendiri, 2. masa rumah tangga kota, adanya hubungan dagang antar desa serta desa dengan kota,

 masa rumah tangga bangsa atau kemasyarakatan, perdagangan yang terjadi antar kota akan menciptakan suatu kesatuan penduduk yang melaksanakan pertukaran dagang dalam negara, dan yang terakhir

 masa rumah tangga dunia, masa di mana perdagangan sudah melalui beberapa masa negara, seperti sekarang ini.

4. Teori pertumbuhan ekonomi Kuznets

Teori yang terakhir merupakan teori menurut Kuznets. Beliau menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah suatu peningkatan dari kemampuan jangka panjang dalam sebuah negara untuk menyediakan berbagai jenis barang ekonomi dengan jumlah yang banyak terhadap penduduknya.

Penjelasan lebih kanjut, Kuznets mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat diraih oleh 3 faktor berikut ini:

 Peningkatan persediaan barang yang terus-menerus.

 Perkembangan teknologi.

 Penggunaan teknologi secara efektif dan efisien.

2.5 Kemiskinan

Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Jadi Penduduk Miskin adalah penduduk yang memiliki rata- rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan.

(23)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 15 Garis Kemiskinan (GK) merupakan penjumlahan dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk miskin. Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kilokalori perkapita perhari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi- umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah- buahan, minyak dan lemak, dll). Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Paket komoditi kebutuhan dasar non makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di pedesaan.

Rumus Penghitungan garis kemiskinan adalah sebagai berikut.

𝐺𝐾 = 𝐺𝐾𝑀 + 𝐺𝐾𝑁𝑀

𝐺𝐾 : Garis Kemiskinan

𝐺𝐾𝑀 : Garis Kemiskinan Makanan 𝐺𝐾𝑁𝑀 : Garis Kemiskinan Non Makan

Persetase penduduk miskin didefinisikan sebagai persentase penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan (GK). Sumber data utama yang dipakai adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel Modul Konsumsi dan Kor. Untuk menghitung persetase penduduk miskin dapat menggunakan rumus sebagai berikut.

𝑃𝛼 =1

𝑛 𝑧 − 𝑦𝑖 𝑧

𝑞

𝑖=1

(24)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 16 𝛼 : 0

𝑧 : garis kemiskinan

𝑦𝑖 : Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan (𝑖 = 1,2,3, … , 𝑞), 𝑦𝑖 < 𝑧

𝑞 : Banyaknya penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan 𝑛 : jumlah penduduk

(25)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 17

B B A A B B I I I I I I

M M E E T T O O D D O O L L O O G G I I P P E E N N E E L L I I T T I I A A N N

3.1 Sumber Data

Data yang digunakan pada publikasi ini dari beberapa jenis data terutama yang bersumber dari kegiatan BPS Kabupaten Mojokerto dan BPS Provinsi Jawa Timur, yaitu sebagai berikut.

1. Survey Soasial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Tahun 2018.

2. Kabupaten Mojokerto dalam Angka, Data Dinamis Provinsi Jawa Timur, Statistik Daerah Mojokerto, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mojokerto pada beberapa tahun.

Tabel 3.1 Informasi Data

No. Data Sumber

1. Laju Pertumbuhan Ekonomi menurut Kabupaten/Kota

di Jawa Timur 201-2018 BPS

Provinsi Jawa Timur 2. Indeks Pembanguanan Manusia Kabupaten/Kota di

Jawa Timur 2008-2018

3. Persentase Kemiskinan menurut Kabupaten/Kota di Jawa Timur 2016-2018

4. Data Kependudukan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Mojokerto

BPS Kabupaten

Mojokerto 5. Data Fasilitas Kesehatan dan Tenaga Kesehatan

Kabupaten Mojokerto 2017-2018

6. Status Gizi Baik Kabupaten Mojokerto 2016-2018 7. Angka Harapan Hidup, Angka Harapan Lama

Sekolah, dan Rata-rata Lama Sekolah di Kabupaten Mojokerto 2019

8 Data pengeluaran makanan dan non makanan Kabupaten Mojokerto 2017-2018

(26)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 18 3.2 Langkah Penelitian

Langkah-langkah penelitian dalam analisis variabel determinan yang mempengaruhi perkembangan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto dijabarkan sebagai berikut.

1. Studi Literatur

Studi literatur terkait indeks pembangunan manusia diantaranya definisi indeks pembangunan, kriteria IPM, serta variabel yang berkaitan dengan indikator pembentuk IPM.

2. Pengumpulan Data

Data yang digunakan untuk analisis merupakan data sekunder yang bersumber dari:

 Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto

 Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS)

 Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur 3. Analisis Data

 Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan kondisi data secara umum dan dapat disajikan dalam bentuk grafik dan diagram.

 Analisis perbandingan nilai IPM Kabupaten Mojokerto beserta kabupaten/kota lain di Jawa Timur.

4. Penyusunan Kesimpulan dan Saran

Pada tahap ini kesimpulan dan saran disusun berdasarkan analisis deskriptif terkait perkembangan IPM Kabupaten Mojokerto. Saran yang dihasilkan berupa masukan terkait strategi pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupatn Mojokerto.

(27)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 19 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Mojokerto pada tahun 2018 sebesar 72,64 yang termasuk kategori tinggi. IPM Kabupaten Mojokerto berada di urutan ke-12 se-Jawa Timur. Jika dibandingkan dengan IPM Provinsi Jawa Timur, IPM Kabupaten Mojokerto lebih besar daripada IPM Provinsi Jawa Timur, yaitu sebesar 70,77 (kategori tinggi) seperti yang terlihat dalam Gambar 4.1 Kabupaten/ Kota lainnya yang memiliki IPM lebih dari IPM Provinsi Jawa Timur ada sebanyak 18 Kabupaten/ Kota seperti yang disajikan dalam Gambar 4.2 Hal ini dapat mengindikasikan adanya pembangunan manusia di Jawa Timur yang masih belum merata karena cukup bervariasinya nilai IPM masing-masing Kabupaten/ Kota di Jawa Timur.

Gambar 4.1 IPM Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Timur Tahun 2018

Perkembangan IPM Kabupaten Mojokerto memiliki tren yang semakin meningkat selama lima tahun terakhir seperti yang ditunjukkan dalam

72.64

0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 90.00 100.00

IPM Jawa Timur 70.77

(28)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 20 Gambar 4.2. Hal ini juga sama seperti tren IPM Provinsi Jawa Timur yang semakin naik, tetapi IPM Provinsi Jawa Timur selalu berada di bawah IPM Kabupaten Mojokerto dari 2015 hingga 2018. Kategori IPM Provinsi Jawa Timur mengalami peningkatan dari kategori sedang menjadi kategori tinggi sejak tahun 2017. Pertumbuhan IPM Kabupaten Mojokerto dari tahun 2017 ke tahun 2018 sebesar 0,38% dengan rata-rata pertumbuhan IPM selama 5 tahun terakhir sebesar 0,84%.

Gambar 4.2Perkembangan IPM Kabupaten Mojokerto dan IPM Jawa Timur Tahun 2014-2018

Kabupaten/ Kota yang berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto memiliki IPM yang beragam. Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kota Malang, Kota Mojokerto, dan Kota Batu memiliki IPM lebih tinggi daripada Kabupaten Mojokerto, sedangkan Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Lamongan memiliki IPM lebih rendah daripada Kabupaten Mojokerto seperti disajikan dalam Gambar 4.3. Di antara kabupaten dan kota yang berada di sekeliling wilayah Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Malang memiliki IPM tertinggi, yaitu masing- masing sebesar 79,50 dan 80,89.

70.22 70.85 71.38 72.36 72.64

68.14 68.95 69.74 70.27 70.77

2014 2015 2016 2017 2018

Tahun

IPM Kab Mojokerto IPM Jawa Timur

(29)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 21 Gambar 4.3 IPM Kabupaten/Kota di Sekitar Kabupaten Mojokerto

Gambar 4.4 menunjukkan bahwa IPM Kabupaten Mojokerto menunjukkan peningkatan tiap tahun. Peningkatan terjadi seiring dengan peningkatan setiap variabel-variabel yang terlibat dalam perhitungan IPM.

Angka harapan lama sekolah (EYS) meningkat sebesar 0,01 dan rata-rata lama sekolah (MYS) meningkat sebesar 0,03 dibandingkan tahun lalu. Jika dibandingkan dengan peningkatan EYS dan MYS pada tahun sebelumnya, peningkatan pada tahun 2018 tidak begitu signifikan. Sedangkan Angka Harapan Hidup pada tahun 2018 meningkat sebesar 0,14 jika dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan AHH tahun 2018 lebih tinggi jika dibandingkan peningkatan AHH pada tahun 2017, yang sebesar 0,07. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan pada sektor kesehatan masyarakan Kabupaten Mojokerto. Pada indikator pengeluaran masyarakat Kabupaten Mojokerto, terjadi peningkatan tiap tahun. Akan tetapi peningkatan pengeluaran masyarakat Kabupaten Mojokerto pada tahun 2018 lebih rendah dibandingkan dengan peningkatan pengeluaran masyarakat pada tahun 2017.

72.64

69.40 67.41

79.50

71.86 71.97 75.28

80.89

77.14 75.04

0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 90.00 100.00

Mojokerto Malang Pasuruan Sidoarjo Jombang Lamongan Gresik Kota Malang

Kota Mojokerto

Kota Batu

(30)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 22 Gambar 4.4 Perkembangan IPM dan Variabel Pembentuk IPM Kabupaten

Mojokerto

4.2 Dimensi dalam IPM Kabupaten Mojokerto

Unsur dalam pengukuran IPM ada tiga (3), yaitu dimensi umur panjang dan sehat direpresentasikan oleh indikator Angka Harapan Hidup (AHH), dimensi pengetahuan direpresentasikan oleh indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS), serta dimensi kehidupan yang layak direpresentasikan oleh pengeluaran perkapita (PPP).

Keseluruhan indikator di bidang pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat tersebut dirangkum menjadi indeks komposit yang memberi gambaran menyeluruh mengenai pembangunan manusia yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

4.2.1 Dimensi Kesehatan IPM Kabupaten Mojokerto

Indikator kesehatan yang tinggi dapat ditunjukkan pada daerah yang mampu mengoptimalkan pembangunan kesehatan dengan baik. Masyarakat mempunyai kesempatan yang sama untuk menikmati fasilitas kesehatan di seluruh kategori penerima pendapatan tanpa terkecuali. Umur harapan hidup saat lahir mempresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat.

12.44 12.52 12.53

7.76 8.15 8.18

71.38 72.36 72.64

72.03 72.1 72.24

11798

12240

12454

11400 11600 11800 12000 12200 12400 12600

0 20 40 60 80 100 120 140 160

2016 2017 2018

EYS MYS IPM AHH pengeluaran

(31)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 23 Gambar 4.5Angka Harapan Hidup Kabupaten Mojokerto

Angka harapan hidup Kabupaten Mojokerto terus meningkat dari tahun ke tahun. Kabupaten Mojokerto telah berhasil meningkatkan usia harapan hidup saat lahir dari 72,02 (tahun 2016) menjadi 72,24 (tahun 2018) yang ditunjukkan dalam Gambar 4.5. Pada tahun 2017 terjadi kenaikan angka harapan hidup Kabupaten Mojokerto sebesar 0,07% dan pada tahun 2018 terjadi kenaikan sebesar 0,14% dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya perkembangan kualitas kesehatan di Kabupaten Mojokerto.

Tabel 4.1 Fasilitas Kesehatan Kabupaten Mojokerto 2016-2018 Fasilitas 2016 2017 2018

RS Umum 2 2 2

RS Khusus 1 1 1

RS Swasta 7 9 8

Klinik bersalin 15 - -

Puskesmas Rawat Inap 16 16 16

Puskesmas Rawat Jalan 11 11 11

Puskesmas Pembantu 55 53 55

Balai Pengobatan 19 - 3

Tempat Praktek Dokter

Umum 223 - 60

Tempat Praktek Dokter

Gigi 43 - 20

Apotek 81 76 76

Poliklinik Desa 304 - 11

Posyandu 1275 1275 1275

72.03

72.1

72.24

2016 2017 2018

(32)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 24

Laboratorium Medis 9 - -

Kabupaten Mojokerto tidak mengalami banyak perubahan jumlah fasilitas kesehatan setiap tahun. Fasilitas kesehatan yang memadai diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan yang diharapkan menjadikan tingkat kesehatan masyarakat menjadi lebih baik.

Tabel 4.2 Tenaga Kesehatan Kabupaten Mojokerto

Tenaga Kesehatan 2016 2017 2018 S2 Kesehatan dan Non

Kesehatan 10 - -

Dokter Spesialis 123 78 117

Dokter Umum 104 84 105

Dokter Gigi 39 34 31

Sarjanan Non Kesehatan 719 - -

Sarjana Farmasi 44 34 -

Sarjana Kesehatan Masyarakat 15 10 16

Penilik Kesehatan - - -

Analisis Kesehatan 70 90 68

Ahli Gizi 35 2 4

Pengatur Gizi - 29 32

Asisten Apoteker 33 126 73

Bidan 537 544 555

Perawat 609 725 865

Sanitarian 27 32 25

Perawat Gigi 31 43 34

Jumlah tenaga kesehatan hingga tahun 2018 di Kabupaten Mojokerto cukup memadai. Penambahan terjadi pada tenaga medis, khusunya perawat.

Sebaliknya, jumlah tenaga kesehatan non-medis belum banyak bertambah.

Terutama pada daerah-daerah pedesaan yang sangat memerlukan bidan dan mantri kesehatan sehingga memudahkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Harapannya pemerintah daerah Kabupaten Mojokerto segera menambah jumlah tenaga medis kesehatan pada fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta. Tentunya diikuti dengan peningkatan kualitas dan kemampuan tenaga medis/paramedis untuk setiap kategori.

(33)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 25 Gambar 4.6Status Gizi Balita Kabupaten Mojokerto

Data Dinas Kesehatan tentang status gizi balita meliputi balita dengan gizi buruk, gizi kurang, dan bergizi baik. Jumlah balita dengan gizi buruk di Kabupaten Mojokerto pada tahun 2018 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, yaitu menurun sebesar 458 balita seperti dalam Gambar 4.6. Diharapkan semakin banyak lagi program yang dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak. Kualitas generasi yang akan datang sangat ditentukan oleh derajat kesehatan ibu dan anak saat ini. Sebaliknya, balita gizi baik pada tahun 2018 jumlahnya meningkat dibandingkan tahun lalu, yaitu meningkat sebanyak 370 balita bergizi baik.

4.2.2 Dimensi Pengetahuan IPM Kabupaten Mojokerto

Dimensi pengetahuan terdiri dari 2 indikator, yaitu Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Pada tahun 2018, Angka Harapan Lama Sekolah Kabupaten Mojokerto sebesar 12,53 tahun yang berarti bahwa anak-anak usia 7 tahun berpeluang untuk menamatkan

682 689

62045 1872

224 636

62415 1446

Buruk Kurang Baik Lebih

2018 2017

(34)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 26 pendidikan hingga lulus Sekolah Menengah Atas (SMA/Sederajat). Rata-rata lama sekolah (RLS) pada tahun 2018 adalah 8,18 tahun yang artinya secara umum rata-rata penduduk Kabupaten Mojokerto usia 25 tahun ke atas sebagian besar telah menempuh pendidikan hingga SMP/sederajat kelas VIII.

Perkembangan HLS dan RLS Kabupaten Mojokerto selama lima tahun terakhir cenderung naik dengan perlahan seperti dalam Gambar 4.6. Pada tahun 2018, HLS tumbuh sebesar 0,08% dan RSL tumbuh sebesar 0,36%.

Kenaikan indikator HLS terbesar selama 2014-2018 terjadi pada tahun 2016, yaitu sebesar 0,26 atau tumbuh sebesar 2,13% dari tahun sebelumnya.

Untuk indikator RLS, kenaikan yang terbesar selama tahun 2014-2018 terjadi pada tahun 2017, yaitu sebesar 0,39 atau tumbuh sebesar 5,02%.

Peningkatan indikator dimensi pengetahuan dari IPM menunjukkan adanya kemajuan dalam pembangunan manusia di sisi pendidikan dari tahun ke tahun.

Gambar 4.7Komponen Dimensi Pendidikan Tahun 2018

Peningkatan Angka Harapan Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah pada tahun 2018 menunjukkan semakin banyaknya anak usia 7 tahun ke atas yang berpeluang untuk bersekolah dan rata-rata lamanya penduduk usia

11.97 12.18 12.44 12.52 12.53

7.74 7.75 7.76 8.15 8.18

0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00

2014 2015 2016 2017 2018

Angka Harapan Lama Sekolah Rata-rata Lama Sekolah

(35)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 27 25 tahun ke atas yang telah mengenyam pendidikan semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan meningkatnya jumlah sekolah SD, SMP, dan SMA/SMK di Kabupaten Mojokerto pada tahun 2018 karena adanya penambahan sekolah swasta. Pada tahun 2018, jumlah bangunan sekolah tingkat dasar ada sebanyak 613 bangunan, bangunan SMP ada sebanyak 213, dan bangunan SMA/ SMK ada sebanyak 152 seperti dalam Tabel 4.3. Jumlah guru untuk setiap jenjang pendidikan juga mengalami peningkatan sejalan dengan meningkatnya jumlah sekolah. Dalam proses belajar-mengajar, keberadaan dan kualitas guru sangat penting dan menentukan keberhasilan program pendidikan.

Tabel 4.3 Jumlah Sekolah, Murid, dan Guru menurut Jenjang Pendidikan Tahun

2016-2018

Jenjang Uraian 2016 2017 2018

SD

Jumlah Sekolah 412 413 613

Jumlah Murid 66.968 66.640 99.296

Jumlah Guru 5.730 4.603 6.600

SMP

Jumlah Sekolah 125 125 213

Jumlah Murid 34.176 33.538 44.930

Jumlah Guru 2.674 2.033 3.111

SMA/

SMK

Jumlah Sekolah 95 103 152

Jumlah Murid 34.073 35.285 36.429

Jumlah Guru 2.130 2.012 2.723

Sumber : Kabupaten Mojokerto Dalam Angka 2019

Angka Partisipasi Sekolah (APS) dapat digunakan untuk mengetahui perbandingan antara jumlah penduduk usia sekolah tertentu yang sedang bersekolah dengan seluruh penduduk menurut kelompok usia yang sama dikalikan seratus. APS penduduk usia 7-12 tahun atau usia sekolah SD/MI sebesar 100 pada tahun 2018 untuk penduduk laki-laki ataupun perempuan sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh penduduk usia sekolah SD/MI telah menempuh pendidikan tingkat dasar (SD/MI). Penduduk laki-laki usia 13-15

(36)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 28 tahun (kelompok usia pendidikan SMP) memiliki APS yang lebih rendah daripada APS kelompok usia pendidikan SD yaitu sebesar 95,53 seperti disajikan dalam Tabel 4.4. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa tidak semua lulusan SD yang berjenis kelamin laki-laki melanjutkan pendidikan SMP. Pada tingkat pendidikan SMA/ SMK/ MA, APS untuk penduduk laki-laki ataupun perempuan lebih rendah daripada APS kelompok usia pendidikan SMP, yaitu secara berturut-turut 81,66 dan 81,73. Hal ini sejalan dengan indikator RLS Kabupaten Mojokerto tahun 2018 yang bermakna sebagian besar penduduk usia 25 tahun ke atas memiliki pendidikan hingga kelas VIII SMP. Secara umum, APS Kabupaten Mojokerto tahun 2018 cenderung meningkat pada setiap kelompok umur.

Tabel 4.4 Angka Partisipasi Sekolah Menurut Kelompok Usia dan Jenis Kelamin Tahun 2016-2018

Kelompok Usia Uraian 2016 2017 2018

7-12 tahun (SD/MI)

Laki-laki 100,00 100,00 100,00 Perempuan 99,65 100,00 100,00 13-15 tahun

(SLTP/MTs)

Laki-laki 99,44 94,94 95,53

Perempuan 95,35 100,00 100,00 16-18 tahun

(SLTA/ MA)

Laki-laki 78,62 84,37 81,66

Perempuan 78,16 77,26 81,73

Sumber : BPS, SUSENAS 2016-2018

4.2.3 Dimensi Pengeluaran IPM Kabupaten Mojokerto

Salah satu target yang ingin dicapai dari perkembangan pembangunan manusia adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja penuh dan produktif, serta pekerjaan yang layak untuk semua. Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur prestasi ekonomi suatu negara. Dalam kegiatan ekonomi sebenarnya, pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan ekonomi fisik.

(37)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 29 Tingkat pendapatan dan IPM mempunyai korelasi yang luas. Namun pertumbuhan pendapatan tidak secara otomatis meningkatkan IPM. Hal ini disebabkan sumber daya yang dihasilkan oleh pertumbuhan ekonomi tidak dapat digunakn unuk mempromosikan indikator lainnya. Akan tetapi kondisinya bias berubah. Masyarakat miskin dapat memperoleh manfaat ganda dari pertumbuhan pendapat serta peningkatan IPM jika pemerintah mau menggunakan manfaat dari pertumbuhan untuk membiayai pelayaa kesehatan dan akses pendidikan masyarakat miskin tersebut. Selain itu, struktur dan proses yang ada dimasyarakat sudah tepat, sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi juga dinikmati masyarakat miskin.

Gambar 4.8 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Mojokerto

Pada tahun 2017, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto mengalami pertumbuhan 5,74% dan meningkat dari tahun sebelumnya yang ditampilkan dalam Gambar 4.8. Pada tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto sebesar 5,85%, yaitu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto pada tahun 2017 dan 2018 bernilai lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Timur dan Nasional. Peningkatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten

4.6 4.8 5 5.2 5.4 5.6 5.8 6

2016 2017 2018

Indonesia Jawa Timur Kab. Mojokerto

(38)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 30 Mojokerto tahun 2018 terjadi akibat peningkatan pada kategori pengolahan yang juga berdampak pada kinerja kategori lainnya.

Petumbuhan ekonomi suatu daerah akan berdampak pada tingkat kemiskinan. Menurut Yacoub (2012) dalam penelitiannya menyatakan bahwa kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar karena kemiskinan menyangkut pemenuhan kebutuhan yang paling mendasar dalam kehidupan.

Selain itu, kemiskinan berkaitan dengan keterbatasan lapangan pekerjaan serta tingkat pendidikan dan kesehatan.

Gambar 4.9 Persentase Kemiskinan Kabupaten Mojokerto

Peningkatan pertumbuhan ekonomi tiap tahun selaras dengan penurunan persentase kemiskinan di Kabupaten Mojokerto tiap tahun. Pada tahun 2017, persentase kemiskinan di Kabupaten Mojokerto menurun sebesar 0,42% dibanding tahun sebelumnya dan persentase kemiskinan pada tahun 2018 kembali menurun sebesar 0,11%. Persentase kemiskinan di Kabupaten Mojokerto dari tahun 2016 hingga tahun 2018 lebih rendah dibandingkan dengan persentase kemiskinan di Jawa Timur seperti yang terdapat dalam Gambar 4.9. Penurunan persentase kemiskinan di Kabupaten Mojokerto tahun 2018 terjadi karena beberapa hal diantaranya penurunan laju inflasi di berbagai sektor.

10.61

10.19

10.08 12.05

11.77

10.98

9 9.5 10 10.5 11 11.5 12 12.5

2016 2017 2018

Kab. Mojokerto Jawa Timur

(39)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 31 Beberapa penelitian dari pakar di beberapa negara menunjukkan bahwa inflasi yang relatif rendah (lebih kecil dari dua digit atau di bawah 10%) akan merangsang pertumbuhan ekonomi, seperti jika harga naik sedikit akan merangsang produsen untuk meningkatkan usaha sehingga akan banyak tenaga kerja terserap, keuntungan pengusaha meningkat, dan pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, inflasi yang rendah akan meningkatkan daya beli masyarakat.

Tabel 4.5Laju Inflasi Menurut Pengeluaran Kategori Pengeluaran 2017 2018

Umum 3.05 1.97

Bahan Makanan -0.8 -0.86

Makanan Jadi, Minuman,

Rokok, dan Tembakau 4.1 0.71

Perumahan Air, Listrik, Gas,

dan Bahan Bakar 6.88 3.72

Sandang 4.9 4.63

Kesehatan 3.21 -0.33

Pendidikan, Rekreasi, dan

Olahraga -2.44 -0.14

Transportasi, Komunikasi,

dan Keuangan 3.44 4.53

Pada tabel 4.5, dapat dilihat bahwa inflasi pada umumnya mengalami penurunan pada tahun 2018 dibanding tahun sebelumnya. Beberapa sektor juga mengalami penurunan inflasi dibandingkan tahun sebelumnya. Pada sektor bahan makanan, terjadi penurunan inflasi pada tahun 2018 menjadi 1,97 dibandingkan tahun sebelumnya. Pada sektor makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami penurunan inflasi yang cukup besar, dari nilai inflasi 4,1 pada tahun 2017 menjadi 0,71 pada tahun 2018. Sektor perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami penurunan hampir setangah kali dari inflasi pada tahun sebelumnya. Inflasi pada sektor sandang hanya mengalami sedikit penurunan inflasi dibanding tahun sebelumnya.

(40)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 32 Beberapa sektor lainnya mengalami deflasi dimana nilai inflasi bernilai negatif, yaitu sektor bahan makanan, sektor kesehatan, serta sektor pendidikan, rekreasi dan olahraga. Akan tetapi, pada sektor kesehatan dan sektor pendidikan, rekreasi dan olah raga mengalami penurunan deflasi. Hal ini berarti positif dalam perkembangan perekonomian Kabupaten Mojokerto. Jika deflasi berlangsung terus menerus dalam jangka panjang, maka pemerintah dan penduduk akan merasakan dampak negatifnya akibat lesunya aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Penurunan nilai inflasi pada tahun 2018 dibandingkan tahun sebelumnya menyebabkan peningkatan tingkat konsumsi masyarakat Kabupaten Mojokerto yang akan menyebabkan kenaikan IPM Kabupaten Mojokerto. Tingkat konsumsi masyarakat Kabupaten Mojokerto berkaitan dengan pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Mojokerto.

Pengeluaran per kapita dibagi menjadi dua sektor yang berbeda, yaitu sektor makanan dan sektor non-makanan. Perkembangan tingkat kesejahteraan rumah tangga juga bisa diukur dari perubahan persentase pengeluaran non- makanan. Semakin sejahtera rumah tangga, maka peningkatan pendapatan akan lebih banyak dibelanjakan pada konsumsi non-makanan.

Tabel 4.6Pengeluaran Non-Makanan Pengeluaran

Non-Makanan 2017 2018

Keperluan pesta dan

upacara 4.37% 3.80%

pajak dan asuransi 6.13% 6.74%

barang tahan lama 19.52% 12.43%

Pakaian, alas kaki, dan

tutup kepala 5.65% 6.03%

aneka barang dan jasa 25.43% 27.33%

perumahan dan fasilitas

rumah tangga 38.90% 43.67%

(41)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 33 Pengeluaran per kapita pada tahun 2018 pada kategori pajak dan asuransi, pakaian, alas kaki dan tutup kepala, aneka barang dan jasa serta kategori perumahan dan fasilitas rumah tangga mengaami kenaikan jika dibanding tahun sebelumnya. Sedangakan pengeluaran per kapita pada kategori keperluan pesta dan acara serta barang tahan lama menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Gambar 4.10 Proporsi Pengeluaran Makanan dan Non-Makanan per Kapita Pada tahun 2017 dan tahun 2018 persetase pengeluaran makanan lebih tinggi daripada persentase pengeluaran non-makanan seperti dalam Gambar 4.10. Dengan kata lain, masyarakat lebih mengutamakan kebutuhan makanan daripada kebutuhan non-makanan. Selama tahun 2018, persentase pengeluaran non-makanan turun, kondisi ini mencerminkan jumlah nominal rupiah untuk mencukupi kebutuhan makanan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini kurang baik untuk kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian, meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat yang disusul dengan penurunan inflasi di beberapa sector dan persentase kemiskinan menurun, bukan berarti tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat.

51.48 52.67

48.52 47.33

2017 2018

non makanan makanan

(42)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 34

B B A A B B V V

K K E E S S I I M M P P U U L L A A N N D D A A N N S S A A R R A A N N

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang didapatkan dari penilitian berikut adalah.

1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Mojokerto pada tahun 2018 sebesar 72,64 termasuk kategori tinggi dan berada di urutan ke-12 se-Jawa Timur. IPM Kabupaten Mojokerto lebih besar daripada IPM Provinsi Jawa Timur, yaitu sebesar 70,77 (kategori tinggi).

2. Pada dimensi kesehatan, terjadi kenaikan angka harapan hidup setiap tahun. Hal ini diikuti dengan peningkatan balita dengan status gizi baik dan penurunan balita dengan status gizi buruk.

3. Dimensi pengetahuan yang direpresentasikan dengan Angka Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2018, Angka Harapan Lama Sekolah Kabupaten Mojokerto sebesar 12,53 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) adalah 8,18 tahun.

4. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto mengalam peningkatan setiap tahun. Hal ini juga diikuti dengan penurunan persentase kemiskinan di Kabupaten Mojokerto. Inflasi di berbagai sektor mengalami penurunan, yang menjadikan daya beli konsumen meningkat. Pada tahun 2018, persentase pengeluaran makanan lebih tinggi daripada persentase pengeluaran non-makanan, serta persentase pengeluaran non-makanan mengalami penurunan. Kondisi ini kurang baik untuk kesejahteraan masyarakat karena sebagian besar pengeluaran dalam rumah tangga digunakan untuk sektor makanan saja.

(43)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 35 5.2 Saran

Saran berikut diberikan sebagai rekomendasi pembangunan manusia di Kabupaten Mojokerto selanjutnya.

1. Diharapkan peningkatan dalam dimensi kesehatan terus terjadi dengan dilakukan kebijakan-kebijakan penunjang perbaikan pelayanan kesehatan sehingga setiap elemen masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang merata. Berbagai penyuluhan kepada masyarakat dapat dilakukan sebagai pencegahan berbagai penyakit dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan untuk kesejahteraan hidup.

2. Pemerintah Kabupaten Mojokerto hendaknya meningkatkan rata-rata lama sekolah penduduk sehingga kualitas sumber daya manusia juga semakin meningkat.

3. Diharapkan pemerintah Kabupaten dapat meningkatkan daya beli masyarakat Kabupaten Mojokerto di sektor non-makanan.

(44)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 36

D D A A F F T T A A R R P P U U S S T T A A K K A A

BPPK Pemerintah Jawa Timur (2019) Buku Dinamis Semester 1-2019.

BPPK Pemerintah Jawa Timur (2018) Data Dinamis Provinsi Jawa Timur Triwulan 1-2019.

Meliana, A. Zain, A. (2013) Analisis Statistika Faktor yang Memperngaruhi Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur dengan Menggunakan Regresi Panel. Jurnal Sains dan Seni POMITS, ITS: Surabaya

Dewi, N., Yusuf, Y., Iyan, R.Y., (2017) Pengaruh Kemiskinan dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Indeks Pembanguanan Mansia di Provinsi Riau. JOM Fekom. Universitas: Pekanbaru, Riau

Direktorat Gizi Masyarakrat, (2018) Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Yacoub, Yarlina. 2012. Pengaruh Tingkat Pengangguran terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Ekonomi Sosial. Pontianak Universitas Tanjungpura. Pontianak.

BPS Kabupaten Mojokerto. (2019) Statistik Daerah Kabupaten Mojokerto 2019.

BPS Kabupaten Mojokerto. (2018) Statistik Daerah Kabupaten Mojokerto 2018 BPS Kabupaten Mojokerto (2018) Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten

Mojokerto 2018

(45)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 37

L L A A M M P P I I R R A A N N

Lampiran 1 IPM Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2018

Kabupaten/Kota IPM Kabupaten/Kota IPM

Pacitan 67.33 Magetan 72.91

Ponorogo 69.91 Ngawi 69.91

Trenggalek 68.71 Bojonegoro 67.85

Tulungagung 71.99 Tuban 67.43

Blitar 69.93 Lamongan 71.97

Kediri 71.07 Gresik 75.28

Malang 69.40 Bangkalan 62.87

Lumajang 64.83 Sampang 61.00

Jember 65.96 Pamekasan 65.41

Banyuwangi 70.06 Sumenep 65.25

Bondowoso 65.27 Kota Kediri 77.58

Situbondo 66.42 Kota Blitar 77.58

Probolinggo 64.85 Kota Malang 80.89

Pasuruan 67.41 Kota

Probolinggo 72.53

Sidoarjo 79.50 Kota Pasuruan 74.78

Mojokerto 72.64 Kota Mojokerto 77.14

Jombang 71.86 Kota Madiun 80.33

Nganjuk 71.23 Kota Surabaya 81.74

Madiun 71.01 Kota Batu 75.04

(46)

Analisis Variabel Determinan yang Mempengaruhi Perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 38 Lampiran 2 IPM Kabupaten Mojokerto

Tahun IPM AHH EYS MYS Pengeluaran 2010 68.14 71.64 11.69 7.22 10099.07 2011 68.71 71.69 11.75 7.26 10551.67 2012 69.17 71.72 11.81 7.3 10914.56 2013 69.84 71.75 11.86 7.57 11171.16 2014 70.22 71.76 11.97 7.74 11208.45 2015 70.85 71.96 12.18 7.75 11559.5 2016 71.38 72.03 12.44 7.76 11798 2017 72.36 72.1 12.52 8.15 12240 2018 72.64 72.24 12.53 8.18 12454 EYS (Expected Years of Schooling): Harapan Lama Sekolah MYS (Mean Years of Schooling): Rata-rata Lama Sekolah

(47)

Referensi

Dokumen terkait

Kenaikan premi swap sebagai akibat menurunnya ekspektasi pelaku pasar terhadap rupiah dan kenaikan suku bunga SIBOR yang ditengarai sebagai akibat kenaikan suku bunga Fed Fund

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berupa Laporan Hasil Praktek

Sehubungan dengan terselesaikannya penyusunan skripsi dengan judul Meningkatan Hasil Belajar Pada Materi Perkembangan Teknologi Produksi, Komunikasi Dan Transportasi

Tulisan ini mencoba mengetengahkan bahasan tentang hukum Islam pada masa kontemporer, yang berkenaan dengan pembaharuan dalam konteks pemikiran fiqh dengan pokok-pokok bahasan yang

Perusahaan Belanda, yang kini hampir selama satu abad memperluas perdagangan- nya di Kerajaan Siam di bawah nenek moyang Duli Yang Maha Mulia Paduka Raja yang sangat luhur,

Seluruh data yang terkumpul akan dikupas pada pembahasan sekaligus menjawab pertanyaan penelitian tentang penggunaan prinsip-prinsip Islam dalam mendidik lanjut usia

Penelitian yang dilakukan oleh Yurniwati berjudul “Pengaruh Lingkungan Bisnis Eksternal dan Perencanaan Strategis terhadap Kinerja Perusahaan Manufaktur” dengan tujuan

Sedangkan kelompok perlakuan ekstrak daun pegagan yang menunjukkan perubahan rata-rata derajat kerusakan hepar terendah adalah.. kelompok K6, yaitu kelompok yang