POLA PENGGUNAAN OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL (OHO) PADA PASIEN GERIATRI DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA PERIODE JANUARI – JULI 2008.
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar subjek (82,9%) memiliki kadar glukosa darah puasa tinggi (>126 mg%) yang dapat pula dikategorikan sebagai kadar gula
laboratorium darah didapatkan kadar glukosa darah sewaktu 212 mg/dl. Faktor resiko yang dipikirkan menjadi penyebab terjadinya Diabetes Melitus tipe II pada pasien ini
Pada variabel Diabetes Mellitus (DM) dikatagorikan berdasarkan kadar gula darah puasa, dikatakan mengalami DM bila mana kadar gula darah puasa > 126 mg/dl
Diperlukan konfirmasi atau pemastian lebih lanjut dengan mendapatkan paling tidak satu kali lagi kadar gula darah sewaktu yang abnormal tinggi (>200 mg/dL) pada
200 mg/dL atau kadar glukosa darah lebih tinggi dari normal dengan tes.b. toleransi glukosa oral (TTGO) yang terganggu pada lebih dari satu
a) Seseorang dikatakan penderita diabetes mellitus jika kadar glukosa darah a) Seseorang dikatakan penderita diabetes mellitus jika kadar glukosa darah ketika puasa > 120 mg/dl
Atas dasar studi tersebut, label diabetes untuk angka ≥126 mg/dL ( puasa ) dan ≥200 mg/dL ( setelah beban ) tetap digunakan, dan spektrum kadar glukosa darah 100 – 125 ( puasa )
Glukosa plasma sewaktu merupakan hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan saat makan terakhir; atau gejala klasik DM ditambah kadar glukosa plasma puasa ≥ 126