DIBURSA EFEK INDONESIA
SKRIPSI
Diajukan oleh :
Riyanto 0913015027/FE/EA
Kepada
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” J AWA TIMUR
PENGARUH RETURN ON ASSETS (ROA), RETURN ON EQUITY (ROE) DAN EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAP HARGA SAHAM
PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG GO PUBLIK DIBURSA EFEK INDONESIA
SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
Untuk Menyusun Skripsi S-1 Program Studi Akuntansi
Oleh: Riyanto 0913015027/FE/EA
FAKULTAS EKONOMI
DAN EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG GO PUBLIK
DIBURSA EFEK INDONESIA
yang diajukan
Riyanto 0913015027/FE/EA
telah disetujui untuk diseminarkan oleh
Pembimbing Utama
Dra. Ec. Anik Yuliati, M. Aks Tanggal... NIP. 030 217 155
Mengetahui Ketua Program Studi
USULAN PENELITIAN
PENGARUH RETURN ON ASSETS (ROA), RETURN ON EQUITY (ROE) DAN EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAP HARGA SAHAM
PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG GO PUBLIK DIBURSA EFEK INDONESIA
yang diajukan
Riyanto 0913015027/FE/EA
telah disetujui untuk direvisi oleh
Pembimbing Utama
Dra. Ec. Anik Yuliati, M. Aks DR. Hero Priono, M.Si. Ak
Dra. Ec. Tituk Diah W. M. Aks Dra. Ec. Muslimin M,Si.
(ROE) DAN EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAP HARGA
SAHAM PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG GO PUBLIK
DIBURSA EFEK INDONESIA
Yang diajukan
Riyanto 0913015027/FE/EAdisetujui untuk Ujian Lisan oleh
Pembimbing Utama
Dra. Ec. Anik Yuliati, M. Aks Tanggal………
Mengetahui Wakil Dekan I
SKRIPSI
PENGARUH RETURN ON ASSETS (ROA), RETURN ON EQUITY
(ROE) DAN EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAP HARGA
SAHAM PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG GO PUBLIK
DIBURSA EFEK INDONESIA
Disusun Oleh:
Riyanto 0913015027/FE/EATelah dipertahankan dihadapan
dan diterima oleh Tim Penguji Skripsi
Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Pembangunan Nasionall ”Veteran” Jawa Timur
Pada tanggal 22 Februari 2013
Pembimbing Tim Penguji :
Pembimbing Utama : Ketua
Dra.Ec.Anik Yuliati, M.Aks Drs.Ec.Eko Riadi, M.Aks Sekretaris
Dra.Ec.Anik Yuliati,M.Aks Anggota
Dra.Erry Andhaniwati,M.Aks, Ak
Mengetahui
Dekan Fakultas Ekonomi
i
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang merupakan salah satu persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur dengan judul “PENGARUH RETURN ON ASSETS (ROA), RETURN ON EQUITY (ROE) DAN EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG GO PUBLIK DIBURSA EFEK INDONESIA”
Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bantuan dari beberapa pihak, maka akan sulit bagi penulis untuk dapat menyusun skripsi ini. Sehubungan dengan hal itu, maka dalam kesempatan istimewa ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam mendukung kelancaran penulisan skripsi baik berupa dukungan, doa maupun bimbingan yang telah diberikan. Secara khusus penulis dengan rasa hormat yang mendalam mengucapkan terima kasih kepada:
2. Bapak Dr. Dhani Ichsanudin Nur, SE. MM, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur.
3. Bapak Dr. Hero Priono M.Si, Ak, selaku Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur.
4. Ibu Dra. Ec. Anik Yuliati, M. Aks, selaku dosen pembimbing yang telah membimbing penulis dalam mengerjakan skripsi.
5. Bapak dan Ibu staf PT. Bursa Efek Surabaya, yang telah membantu memberikan informasi yang penulis perlukan demi kesempurnaan penyusunan skripsi.
6. Bapak dan Ibu tercinta yang senantiasa dengan kasih sayang memberikan semangat, nasihat dan dorongan moral maupun materiil sampai terselesaikan skripsi ini.
7. Serta pihak-pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, segala kritik dan saran sangat penulis harapkan guna meningkatkan mutu dari penulisan skripsi ini. Penulis juga berharap, penulisan skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.
Surabaya, Februari 2013
iii
2.2.2.2. Pendekatan Penilaian Saham ... 19
2.2.3. Rasio Keuangan ... 20
2.2.4.1. Pengaruh Return On Assets (ROA) Terhadap Harga Saham ………... 28 3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel – Variabel ... 33
3.1.1. Definisi Operasionnal ... 33
v
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Deskripsi Perusahaan ... 44
4.1.1. Gambaran Umum perusahaan sector otomotif ... 44
4.2. Deskripsi Variabel ... 54
4.3. Deskripsi Hasil Pengujian Hipotesis ... 58
4.3.1. Uji Normalitas ... 57
4.3.2. Uji Asumsi Klasik ... 59
4.3.2.1. Autokorelasi ... 59
4.3.2.2. Multikolinearitas ... 60
4.3.2.3. Heteroskedastisitas ... 61
4.4. Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda ... 62
4.5. Hasil Pengujian Uji F dan uji t ... 63
4.6. Pembahasan ... 64
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Data Harga Saham Perusahaan Otomotif
Tahun 2008 – 2011 ……..……….……… 53
Lampiran 2. Data ROA Perusahaan Otomotif Tahun 2008 - 2011 ……….…. 54
Lampiran 3. Data ROE Perusahaan Otomotif Tahun 2008 - 2011 ……….………. 55
Lampiran 4. Data EPS Perusahaan Otomotif Tahun 2008 - 2011 ……….. 56
Lampiran 5. Pengolahan Data Dengan Regresi Linier Berganda ……… 60
Tabel 4.9. Koefisien Regresi ………. 61
Tabel 4.10. Hasil Uji F ……….. 62
vii
Tabel 4.1. Data Harga Saham Perusahaan Otomotif Tahun
2008 - 2011 ………..……….……… 53
Tabel 4.2. Data ROA Perusahaan Otomotif Tahun 2008-2011 ………. 54
Tabel 4.3. Data ROE Perusahaan Otomotif Tahun 2008-2011 ………. 55
Tabel 4.4. Data EPS Perusahaan Otomotif Tahun 2008-2011 ……….. 56
Tabel 4.5. Normalitas Data Masing-masing Variabel ………. 57
Tabel 4.6. Data Autokorelasi ……… 58
Tabel 4.7. Hasil Pengujian Multikolinieritas ……… 59
Tabel 4.8. Hasil Pengujian Heteroskedastisitas ……… 60
Tabel 4.9. Koefisien Regresi ………. 61
Tabel 4.10. Hasil Uji F ……….. 62
DAFTAR GAMBAR
ix ABSTRAK
Dalam berinvestasi, seorang investor memerlukan informasi tentang perusahaan mana yang dapat memberikan keuntungan kemudian hari. Analisis investasi saham merupakan hal yang mendasar untuk diketahui para pemodal, mengingat tanpa analisis yang baik dan rasional para pemodal akan mengalami kerugian. Keputusan membeli saham terjadi bila nilai perkiraan suatu saham diatas harga saham. Sebaliknya keputusan menjual saham terjadi bila nilai perkiraan suatu saham dibawah harga saham yang dapat timbul dari adanya fluktuasi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan yang bersangkutan. Tolak ukur peningkatan nilai perusahaan adalah dengan peningkatan harga saham. Tinggi rendahnya harga saham merupakan penilaian sesaat yang dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu faktor internal dan faktor. eksternal. Harga saham suatu perusahaan mencerminkan nilai perusahaan dimata investor, apabila harga saham suatu perusahaan tinggi, maka nilai perusahaan dimata investor juga baik dan begitu juga sebaliknya, oleh karena itu harga saham menunjukkan hal yang penting bagi perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh
Return On Assets (ROA), Retun On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham perusahaan otomatif yang go publik di Bursa Efek Indonesia
Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan – perusahaan Otomotif yang go publik di Bursa Efek Indonesia yang listing antara tahun 2008-2011 berjumlah 13 perusahaan. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi linier berganda.
Setelah mengetahui permasalahan, meneliti dan membahas hasil penelitian tentang pengaruh ROA, ROE dan EPS berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham dan Dividen maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : Return On Assets (ROA), Retun On Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan otomotif yang go publik di Bursa Efek Indonesia. Earning Per Share (EPS) mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap harga saham perusahaan otomotif yang go publik di Bursa Efek Indonesia
PENGARUH RETURN ON ASSETS (ROA), RETURN ON
EQUITY (ROE) DAN EARNING PER SHARE (EPS)
TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN
OTOMOTIF YANG GO PUBLIK
Riyanto
ABSTRAK
Dalam berinvestasi, seorang investor memerlukan informasi tentang perusahaan mana yang dapat memberikan keuntungan kemudian hari. Analisis investasi saham merupakan hal yang mendasar untuk diketahui para pemodal, mengingat tanpa analisis yang baik dan rasional para pemodal akan mengalami kerugian. Keputusan membeli saham terjadi bila nilai perkiraan suatu saham diatas harga saham. Sebaliknya keputusan menjual saham terjadi bila nilai perkiraan suatu saham dibawah harga saham yang dapat timbul dari adanya fluktuasi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan yang bersangkutan. Tolak ukur peningkatan nilai perusahaan adalah dengan peningkatan harga saham. Tinggi rendahnya harga saham merupakan penilaian sesaat yang dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu faktor internal dan faktor. eksternal. Harga saham suatu perusahaan mencerminkan nilai perusahaan dimata investor, apabila harga saham suatu perusahaan tinggi, maka nilai perusahaan dimata investor juga baik dan begitu juga sebaliknya, oleh karena itu harga saham menunjukkan hal yang penting bagi perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh Return On Assets (ROA), Retun On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham perusahaan otomatif yang go publik di Bursa Efek Indonesia
Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan – perusahaan Otomotif yang go publik di Bursa Efek Indonesia yang listing antara tahun 2008-2011 berjumlah 13 perusahaan. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi linier berganda.
Setelah mengetahui permasalahan, meneliti dan membahas hasil penelitian tentang pengaruh ROA, ROE dan EPS berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham dan Dividen maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : Return On Assets (ROA), Retun On Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan otomotif yang go publik di Bursa Efek Indonesia. Earning Per Share (EPS) mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap harga saham perusahaan otomotif yang go publik di Bursa Efek Indonesia
1 1.1. Latar Belakang Masalah
Faktor yang menentukan keberhasilan proses pelaksanaan pembagunan
yang sesuai dengan pola perdagangan global adalah faktor dana untuk investasi
baik dari pemerintah (berasal dari modal asing), untuk membiayai pembiayaan
dari semua sektor diperlukan investasi yang cukup besar, diantaranya dengan
menggali dana dari masyarakat yang salah satu sasarannya adalah mengaktifkan
kegiatan pasar modal.
Pasar modal bukan hanya bersifat makro, tetapi secara mikro juga
memberi kontribusi kepada perusahaan, manajemen dapat memenuhi kebutuhan
dananya melalui sumber dana internal dan sumber dana ekternal. Sumber dana
internal adalah aliran kas yang diperoleh dari hasil operasi perusahaan ditambah
dengan penjualan aktiva. Sedangkan sumber dana ekternal berasal dari penjualan
saham, obligasi maupun kredit dari bank.
Pasar modal di Indonesia dalam perkembangnnya telah memberikan
kontribusi yang cukup bagi pertumbuhan ekonomi. Untuk meningkatkan
2
mengeluarkan paket-paket deregulasi seperti paket Desember 1987, paket
Oktober 1988 dan paket Desember 1988 serta ditunjang dengan peraturan
pemerintah Nomor 46 tahun 1996 dan Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.
Investor maupun calon investor dapat memperkirakan berapa tingkat
pengembalian yang diharapkan (expected return) dan seberapa jauh kemungkinan hasil yang sebenarnya nanti akan menyimpang dari hasil yang
diharapkan. Apabila kesempatan investasi mempunyai tingkat risiko yang lebih
tinggi, maka investor akan mengisyaratkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi
pula. Dengan kata lain, semakin tinggi risiko suatu kesempatan investasi maka
akan semakin tinggi pula tingkat keuntungan (return) yang diisyaratkan oleh investor (Jogiyanto, 2000).
Dalam berinvestasi, seorang investor memerlukan informasi tentang
perusahaan mana yang dapat memberikan keuntungan kemudian hari. Analisis
investasi saham merupakan hal yang mendasar untuk diketahui para pemodal,
mengingat tanpa analisis yang baik dan rasional para pemodal akan mengalami
kerugian. Keputusan membeli saham terjadi bila nilai perkiraan suatu saham
diatas harga saham. Sebaliknya keputusan menjual saham terjadi bila nilai
perkiraan suatu saham dibawah harga saham yang dapat timbul dari adanya
Tolak ukur peningkatan nilai perusahaan adalah dengan peningkatan
harga saham. Tinggi rendahnya harga saham merupakan penilaian sesaat yang
dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu faktor internal dan faktor. eksternal
(Nirawati, 2003). Harga saham suatu perusahaan mencerminkan nilai perusahaan
dimata investor, apabila harga saham suatu perusahaan tinggi, maka nilai
perusahaan dimata investor juga baik dan begitu juga sebaliknya, oleh karena itu
harga saham menunjukkan hal yang penting bagi perusahaan.
Peneliti mengambil sampel perusahaan yang tercatat di BEI, yaitu
perusahaan Otomotif yang Go Publik di Indonesia antara tahun 2008 hingga
tahun 2011. Dari tabel 1 dapat dilihat bahwa harga saham perusahaan Otomotif
yang terdaftar di BEI mengalami fluktuatif dari tahun 2008 hingga 2011.
Tabel 1: Harga Saham Perusahaan Otomatif yang Go Publik di Bursa Efek
Indonesia
No
. NAMA PERUSAHAAN
Tahun
2008 2009 2010 2011
1. ASTRA
INTERNATIONALTBK.
11.050 34.700 54.600 74.450
Harga saham Astra International Tbk dari tahun 2008 ke 2011
mengalami kenaikan berturut – turut dari harga 11.050, 34.700, 54.600 dan yang
paling tertinggi tahun 2011 sebesar 74.450. Harga Saham Astra Otoparts Tbk
pada tahun 2008 sampai 2009 mengalami kenaikan dari harga 3.500 ke harga
5.850. Pada tahun berikutnya mengalami peningkatan yang drastis yaitu pada
tahun 2010 sebesar 14.300, tapi sayang pada tahun berikutnya yaitu tahun 2011
mengalami penurunan yang drastis pula yaitu menurun hingga 3.400. Harga
saham Indo Kordsa Tbk. relatif stabil karena dari tahun 2008 sampai tahun 2011
tidak ada peningkatan maupun penurunan yang signifikan yakni berturut-turut
1800, 1.450, 2.400 dan 2.150. Harga saham Goodyear Indonesia Tbk. Pada
tahun 2008 harga saham sebesar 5.200. pada tahun 2009 harga saham mengalami
kenaikan sebesar 9.600, tapi tahun 2010 mengalami penurunan yang drastis
sebesar 1.500, namun pada tahun 2011 mengalami kenaikan yang signifikan
yaitu 9.800. Harga Saham Gajah Tunggal Tbk. Dari athun 2008 sampai 2011
harga saham relative stabil karena dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yakni
210, 435, 2.350 dan 3.000. Harga Saham Indo Mobil Sukses Inti’l Tbk
mengalami naik turun, tahun 2008 sampai 2009 mengalami penurunan yaitu dari
1.200 menjadi 860. Tapi pada tahun berikutnya meningkat dengan drastis yaitu
pada tahun 2010 sebesar 7.900 dan tahun 2011 sebesar 14.300. Harga saham
Indospring Tbk pada tahun 2008 sebesar 1.200 dan tahun 2009 mengalami
sedikit kenaikan yaitu 1.250. tapi tahun 2010 mengalami penurunan lagi menjadi
6
Saham Multi Strada Arah Sarana Tbk dari tahun 2008 sampai 2011 selalu
mengalami kenaikan dari tahun ke tahun yaitu mulai dari tahun 2008 sebesar
145, 205, 335 dan terakhir tahun 2011 menjadi 510. Harga saham Multi Prima
Sejahtera Tbk tahun 2008 dan 2009 harga saham stabil sebesar 1.100. Pada
tahun 2010 berangsur mengalami kenaikan sebesar 3.225 tapi tahun berikutnya
yaitu tahun 2011 menurun menjadi 2.200. Harga Saham Nipress Tbk dari tahun
2008 sampai2011 selalu mengalami peningkatan harga saham yakni sebesar
700, 1.450, 3.975 dan terakhir tahun 2011 menjadi 4.000. Harga saham Prima
Alloy Steel Universal Tbk dari tahun 2008 sampai 2010 selalu mengalami
penurunan yaitu 120, 119, dan 93, pada tahun 2011 baru mengalami kenaikan
sebesar 132. Harga saham Selamat Sempurna Tbk relatif baik karena mengalami
kenaikan dari tahun 2008 sampai tahun 2011 selalu stabil yaitu 650, 750, 1.070
dan 1.380. Harga saham Renuka Coalindo Tbk tahun 2008 dan 2090 stabil pada
harga 90. Pada tahun 2010 dan 2011 berangsur mengalami kenaikan sebesar 130
menjadi 480.
Berdasarkan kejadian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat
peningkatan dan penurunan (fluktuasi) harga saham disetiap masing-masing
perusahaan. Astra International Tbk memiliki saham yang paling tinggi
dibandingkan dengan perusahaan yang lain. Hal ini yang akan menjadi daya tarik
Rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba
disebut juga Operating Rasio Profitabilitas yang diuji dalam penelitian yaitu
Return On Assets (ROA), Retun On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS).
Retun on Assets menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari
aktiva yang digunakan. Return On Equity mengukur kemampuan peruusahaan
dalam menciptakan laba yang tersedia bagi pemegang saham. Sedangkan
Earning Per Share menunjukkan kemampuan setiap lembar saham dalam
menciptakan laba dalam satu periode pelaporan keuangan.
Berdasarkan permasalahan uraian diatas, maka penulis melakukan
penelitian denga judul “ PENGARUH RETURN ON ASSETS (ROA), RETUN ON EQUITY (ROE), DAN EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG GO PUBLIK DIBURSA EFEK INDONESIA”.
1.2. Per umusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang tersebut diatas maka dapat diambil
rumusan masalah sebagai berikut :
a. Apakah yaitu Return On Assets (ROA), Retun On Equity (ROE), dan
8
b. Manakah diantara yaitu Return On Assets (ROA), Retun On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) yang mempunyai pengaruh dominan terhadap harga saham perusahaan otomatif yang go publik dibursa efek indonesia?
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang dilakukan sehubungan dengan permasalah
tersebut adalah untuk mengetahui pengaruh yaitu Return On Assets (ROA),
Retun On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham perusahaan otomotif yang go publik dibursa efek Indonesia.
1.4. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang dapat diambil dari penelitian ini adalah:
1. Bagi pihak peneliti
Merupakan salah satu sarana untuk memperluas wawasan dan pengetahuan
2. Bagi pihak Akademis
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi akademis sebagai darma
bakti terhadap perguruan tinggi Universitas Pembagunan Nasional “Veteran”
Jawa Timur pada umumnya dan fakultas ekonomi pada Khususnya.
3. Bagi pihak Praktisi
Penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna untuk mengambil
keputusan dalam melakukan investasi dengan memperhatikan faktor
fundamental perusahaan yang paling dominan serta memberikan pengaruh
BAB II
TINJ AUAN PUSTAKA
2.1.Penelitian Ter dahulu
Berdasarkan penelitian sebelumnya, peneliti peneliti yang pernah
dilakukan mengenai rasio-rasio profitabilitas ini antara lain :
a. Noer Sasongko & Nila Wulandari (Fakultas Ekonomi Universitas
Muhammadiyah Surakarta) 2006
Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Eva Dan Rasio-Rasio
Profitabilitas Terhadap Harga Saham”
Permasalahan yang diambil adalah apakah pengaruh EVA (Economic Value Added) dan rasio-rasio profitabilitas yang terdiri dari ROA
(Return on Asset), ROE (Return on Equity), ROS (Return on Sales), EPS (Earning Per Share), dan BEP (Basic Earning Power) terhadap harga saham.
Sampel yang digunakan adalah perusahaan manufaktur yang telah
tercatat dibursa efek Indonesia.
Metode penelitian menggunakan Regresi Linier Berganda
Hipotesis yang diambil pada penelitian ini bertujuan untuk menguji
apakah rasio-rasio profitabilitas berpengaruh terhadap harga saham.
Kesimpulan :
Value Added) dan rasio-rasio profitabilitas terhadap harga saham. Rasio-rasio profitabilitas yang terdiri dari ROA (Return on Asset), ROE (Return on Equity), ROS (Return on Sales), EPS (Earning Per Share), dan BEP (Basic Earning Power).
Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya EPS (Earning Per Share) yang berpengaruh terhadap harga saham. Informasi lain yaitu EVA (Economic Value Added), ROA (Return on Asset), ROE (Return on Equity), ROS (Return on Sales), dan BEP (Basic Earning Power) tidak berpengaruh terhadadap harga saham.
b. Tri suciyati (Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, (Universitas
Gunadarma)
Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh ROA, ROE, NPM, EPS Dan
EVA Terhadap perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di BEI”
Permasalahan yang diambil adalah pengaruh ROA (Return On Asset),
ROE (Return On Equity), NPM (Net Profit Margin), EPS (Earning Per Share), dan EVA (Economic Value Added) terhadap harga saham. Sampel yang digunakan adalah perusahaan sektor pertambangan yang
terdaftar di BEI.
Metode penelitian menggunakan Regresi Linier Berganda
Hipotesis yang diambil pada penelitian ini bertujuan untuk menguji
apakah ROA, ROE, NPM, EPS, dan EVA berpengaruh terhadap harga
12
Hasil analisis menunjukkan bahwa serentak bersama-sama
variable ROA (Return On Asset), ROE (Return On Equity), dan NPM
(Net Profit Margin), EPS (Earning Per Share) dan EVA (Economic Value Added) yang berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
Tabel 2 :Perbedaan penelitian yang dilakukan sekarang dengan peneliti terdahulu
14
2.2.Landasan Teor i
2.2.1. Pasar Modal
2.2.1.1. Penger tian Pasar Modal
Pengertian pasar modal menurut Husnan (1993 : 1) adalah pasar untuk
berbagai instrumen keuangan (sekuritas) jangka panjang yang diperjualbelikan,
baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh
pemerintah, public authorities maupun perusahaan swasta.
Sedangkan menurut Ahmad (1996 : 18) pasar modal diidefinisikan
sebagai kebutuhan sistem keuangan yang terorganisasi, termasuk bank-bank
komersial dan semua perantara dibidang keuangan, serta surat-surat kertas
berharga, klaim, jangka panjang dan jangka pendek, primer dan yang tidak
langsung.
2.2.1.2.Manfaat Pasar Modal
Pasar modal merupakan lembaga keuangan yang dapat dijadikan
pembiayaan bagi perusahaan, memberikan kesempatan bagi perusahaan yang
telah berkembang untuk menawarkan sahamnya. Perusahaan dapat menawarkan
surat berharganya baik dalam bentuk obligasi maupun saham melalui pasar
modal dengan perantara perusahaan penjamin emisi.
Menurut Husnan (1993 : 2) beberapa manfaat dari pasar modal adalah
1. Pasar modal merupakan alternatif penghimpunan dana selain sistem
perbankan.
2. Pasar Modal memungkinkan perusahaan menerbitkan sekuritas yang berupa
tanda hutang (obligasi) maupun surat tanda kepemilikan.
3. Pasar Modal memungkinkan para pemodal mempunyai berbagai pilihan
investasi yang sesuai dengan preferensi resiko mereka.
2.2.1.3. Faktor -Faktor Yang Mempengar uhi Per kembangan Pasar Modal
Partisipasi yang aktif dari perusahaan yang akan menjual saham maupun
investor serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam pasar modal, merupakan
faktor penting yang dapat mempengaruhi perkembangan pasar modal. Beberapa
faktor-faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan dari Pasar Modal yaitu :
1.Supply Sekuritas
Berarti harus banyak perusahaan yang tersedia menerbitkan sekuritas di Pasar
modal.
2.Permintaan atas Sekuritas
Artinya harus terdapat anggota masyarakat yang memiliki sejumlah modal
atau membeli sekuritas-sekuritas iang ditawarkan di Pasar Modal.
3.Kondisi Politik dan Ekonomi
Kondisi politik yang stabil dan ikut membantu pertumbuhan ekonomi yang
16
4.Masalah hukum dan peraturan
Memberikan sekuritas pada dasarnya mengandalkan diri pada informasi yang
disediakan oleh perusahaan yang menerbitkan sekuritas, peraturan yang
melindungi pemodal dari informasi yang tidak benar dan menyelesaikan
menjadi mutlak diperlukan.
5.Lembaga - lembaga pendukung pasar modal
Contohnya seperti bahan pengawas pasar modal (Stock exchange commission)
yang memberi ijin (dengan memeriksa persyaratan) bagi calon emiten, Bursa
Efek, para pesaing, underwriter, akuntan, ahli hukum dan sebagainya.
2.2.1.4. Har ga Penawaran Pasar Per dana
Baik terlalu besar atau tidak return penjamin, sejumlah harga pasar perdana terlihat terlalu rendah. Pasar penawaran perdana menurut Bailey (1995 : 78)
adalah penawaran pertama saham ke publik dan kadang disebut unscasoned offering. Masalah penawaran yang mengundang pertanyaaan bagi para peneliti dibidang keuangan.hal tersebut disebabkan karena pada umumnya penawaran
saham dipasar perdana memberikan abnormal return yang positif bagi para pemodal segera setelah saham - saham tersebut diperdagangkan di bursa.
Abnormal return menunjukkan selisih tingkat keuntungan yang sebenarnya (actual return) dengan tingkat keuntungan yang ditaksir (estimated return).
karena memiliki suatu saham, lebih besar dari tingkat keuntungan pasar. hal ini
menunjukkan harga saham pada waktu penawaran perdana relatif murah.
Ada beberapa penjelasan yang diberikan untuk fenomena bahwa harga
saham pada penawaran perdana relatif terlalu murah, yaitu :
1. Adanya mispriced dipasar perdana sebagai akibat sistem informasi pada pasar perdana, pembentukan harga akan tergantung pada perundingan antar
underwriter dengan emiten. Dalam perundingan tersebut para underwriter
mempunyai informasi lebih banyak dibandingkan dengan emiten, dan mereka
memanfaatkan informasi tersebut untuk memperkecil resiko. Resiko ini terjadi
pada saat underwriter memberikan jaminan full commitment. Dengan jaminan ini underwriter akan membeli saham-saham yang tidak laku dijual terjual pada pasar perdana. Sebagai akibatnya, mereka cenderung menekankan harga
sehingga harga pada saat penawaran perdana cenderung underpriced. Dengan kata lain, underpriced tersebut terjadi karena kekurangtahuan pihak lain. 2. Didasarkan atas kemungkinan perubahan prospek perusahaan setelah
dilakukan penawaran perdana. Umumnya perusahaan yang melakukan
penawaran perdana bermaksud untuk meningkatkan kapasitas produksi,
investasi hanya akan dilakukan apabila diharapkan akan memberikan Net Present Value (NPV) yang positif, NPV tersebut merupakan tambahan wedith (kemakmuran pemegang saham).
Ada dua kemungkinan yang timbul sehubungan dengan kemampuan dana
perusahaan (pemegang saham lama) untuk mengamati suatu investasi yang
18
a. Apabila perusahaan mempunyai dana, maka seluruh NPV positif tersebut
akan dinikmati oleh pemegang saham lama.
b. Apabila perusahaan tidak mempunyai dana, maka perusahaan bisa
memutuskan untuk :
• Tidak mengambil investasi tersebut, yang berarti kehilangan
kesempatan untuk menikmati NPV positif.
• Menerbitkan saham baru (yang akan dibeli oleh pemegang saham
baru) dan mengambil investasi tersebut.
2.2.2.Saham
2.2.2.1. Penger tian Saham
Menurut Sunariyah (2003: 30), saham adalah penyertaan modal dalam
pemilikan suatu perseroan terbatas (PT) atau yang bias disebut emiten, dan
apabila menurut Tjiptono D Hendy MF (2001: 5), saham merupakan tanda
penyertaan atas Perseroan terbatas (PT).
Dalam pasar modal, saham dibedakan menjadi 2 yaitu :
1.Saham biasa (common stock)
Menurut soenariyah (2004,47) saham biasa adalah suatu saham yang sudah
dikenal masyarakat yang menyatakan bahwa pemilik sebagian perusahaan.
Setiap pemilik memperoleh sertifikat sebagai tanda kepemilikan
perusahaan.Hak – hak pemegang saham perlu dipahami oleh para investor
2.Saham prioritas (Preferen Stock)
Menurut Soenariyah (2004: 49) saham preferen sama seperti saham biasa
yaitu mempunyai hak – hak istimewa dibandingkan dengan pemegang saham
biasa. Hak – hak istimewa tersebut tergantung pada perjanjian kontrak dengan
manajemen.
2.2.2.2. Pendekatan Penilaian Saham
Menurut Francis (1998 : 603 ) yang dikembangkan oleh Sibarini
(2003:505) mengemukakan dua pendekatan dalam penelitian sekuritas yaitu “The fundamental Approuch And The Technical Approuch”. Analisis yang mempergunakan teknik analisis fundamental percaya bahwa harga saham,
meggambarkan nilai intrinsik dan saham. Nilai intrinsik yang dimaksud disini
adalah cara penentuan nialai saham berdasarkan kemampuan masa depan
perusahaan.
2.2.2.3.Faktor – Faktor Yang Mempengar uhi Harga Saham
Menurut Usenan (1990: 167), faktor – faktor yang menpengaruhi harga
saham dalah :
1.Faktor Fundamental
Faktor fundamental adalah faktor yang menggambarkan keadaan sesuatu
perusahaan dan faktor – faktor lain yang dapat mempengaruhi kondisi
20
prospek perusahaan, prospek pemasaran perkembangan teknologi,
kemampuan menghasilkan keuntungan, manfaat terhadap perekonomian
nasional, kebijakan pemerintah, hak- hak investor.
2.Faktor Tekhnisi
Faktor tekhnisi adalah faktor yang menggambarkan pasaran suatu efek baik
secara individu maupun kelompok, antara lain : perkembangan kurs, keadaan
pasar, volume dan frekuensi transaksi, kekuatan pasar.
3.Faktor – faktor ingkungan sosial,. Ekonomi dan politik.
Faktor ini adalah faktor diluar fundamental dan faktor tehnis diantaranya
adalah : tingkat inflasi (dan tingkat bunga) kebijakan moneter, musim, neraca
pembayaran dan APBN, kondisi ekonomi, keadaan politik.
2.2.3. Rasio Keuangan
2.2.3.1. Definisi Rasio Keuangan
Rasio dalam analisis laporan keuangan adalah angka yang menunjukkan
hubungan antara suatu unsur - unsur dengan unsur lainnya dalam laporan
keuangan.Hubungan antar unsur – unsur laporan keuangan tersebut dinyatakan
dalam bentuk matematis yang sederhana. Secara individual rasio ini kecil artinya,
kecuali jika dibandingkan dengan rasio standar yang dipakai sebagai dasar
perbandingan, dari penafsiran rasio – rasio suatu perusahaan (jumangan,
Analisis rasio keuangan merupakan alat yang digunakan untuk mengukur
kinerja finansial perusahaan. Melalui analisis rasio ini bisa diperoleh informasi
dan gambaran perkembangan finansial perusahaan dengan mengadakan
insterprestasi dari laporan keuangan, yaitu dengan menghubungkan pos – pos
yang ada (Sutrisno,2003 : 243).
Rasio keuangan ini hanya menyederhanakan informasi yang
menggambarkan hubungan antara pos tertentu dengan yang lainnya. Dengan
penyederhanaan ini kas dapat menilai secara cepat hubungan antara pos tadi dan
dapat membandingkannya dengan rasio lain sehingga kita dapat memperoleh
informasi dan memberikan penilaian (Harahap, 2007 : 297).
2.2.3.2. jenis – jenis keuangan
Menurut Sutrisno (2003, 246-256) Rasio keuangan diperoleh dengan cara
menghubungkan elemen – elemen laporan keuangan, jenis rasio menurut tujuan
penggunaan rasio yang bersangkutan rasio – rasio ini dapat dikelompokkan
menjadi :
1. Rasio Likuiditas
Kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban – kewajibannya yang
segera harus dipenuhi.Kewajiban yang harus dipenuhi adalah hutang
jangka pendek.
2. Rasio Leverage
22
perusahaan dibiayai dengan hutang.
3. Rasio Aktivitas
Rasio ini mengukur seberapa besar evektivitas peruusahaan dalam
memanfaatkan sumber dananya. Rasio aktivitas dinyatakan sebagai
perbandingan penjualan dengan berbagai elemen aktiva.Rasio aktivitas
meliputi perputaran persediaan, perputaran piutang, perputaran aktiva, dan
perputaran aktiva tetap.
4. Rasio Keuntungan
Keuntungan merupakan hasil dari kebijaksanaan yang diambil oleh
manajemen.Rasio Keuntungan untuk mengukur seberapa besar tingkat
keuntungan yang dapat diperoleh oleh perusahaan. Semakin besar tingkat
keuntungan menunjukkan semakin baik manajemen dalam mengelola
perusahaan.
5. Rasio Penilaian
Rasio penilaian merupakan suatu rasio untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam menciptakan nilai pada masyarakat (investor) atau pada
para pemegang saham. Rasio ini memberikan informasi sebagai besar
masyarakat menghargai perusahaan, sehingga mereka mau meberi saham
perusahaan dengan kerja yang lebih tinggi dibanding dengan nilai buku
2.2.3.3. Retur n On Assets (ROA)
Return on Assets (ROA) merupakan salah satu rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur efektivitas kegiatan operasional manajemen dalam
mendayagunakan seluruh aktiva perusahaan untuk menghasilkan keuntungan
bagi investor. Rasio ini juga merupakan indikator keberhasilan manajemen dalam
menjalankan kegiatan operasional (Sartono, 200 : 131).
Selain itu, Return on Assets disebut sebagai rentabilitas ekonomis, yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua
aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Dalam hal ini laba yang dihasilkan adalah
laba setelah pajak (EAT). (Sutrisno, 2003 : 254) Semakin tinginya ROA maka
semakin baik posisi keuangan perusahaan.
Variabel Return on Assets ini diukur dengan menggunakan skala rasio dan satuan pengukurannya adalah persen (%).
Return on Assets dapat diformulasikan sebagai berikut :
Return on Assets = ( x 100% )
24
2.2.3.4. Retur n On Equity (ROE)
Return on Equity (ROE) merupakan salah satu rasio yang digunakan investor untuk mengetahui profitabilitaas perusahaan yang mengukur tingkat
pengembalian atas investasi bagi pemegang saham biasa. Menurut jones (2004 :
400), “ Return on Equity in the accounting rate of return that stockholder emphasis is ROE, because it is the key indevermining earning growth and dividend growth”. Return on Equity adalah salah satu komponen kunci dalam pertumbuhan earning dan dividen.
Menurut Sutrisno (2003 : 255(), Return on Equity (ROE) ini sering disebut dengan rate of return on net severth yaitu kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan modal sendiri yang dimiliki. Rasio ini juga
menunjukkan rentanbilitas dan efisiansi modal sendiri. Rasio ini dapat dihitung
dengan membandingkan laba bersih setelah pajak atau EAT dengan modal
sendiri, dengan rumus sebagai berikut :
Return on Equity = ( ) x 100 %
Sumber : Riyanto (1997: 333)
Salah satu alasan utama mengapa mengoperasikan perusahaan adalah
untuk menghasilkan laba yang bermanfaat bagi para pemegang saham. Ukuran
dicapai (Prastowo dan Juliaty, 2005 : 92).
Para investor berkepentingan untuk mengetahui bagaimana yang dicapai
manajemen perusahaan atas modal yang telah diinvestasikan. Kinerja tersebut
dapat diukur melalui laba bersih yang diperoleh perusahaan Return on Equity
dapat diukur dengan membandingkan antara laba bersih dengan modal sendiri,
serta dapat digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi atas penggunaan modal
sendiri yang dioperasikan dalam perusahaan.
Apabila perusahaan dapat menghasilkan Return on Equity tinggi. Maka para investor menganggap bahwa perusahaan telah menggunakan modalnya
dengan seefisien dan seefektif mungkin, berarti akan memberikan jaminan pada
investor untuk memperoleh laba yang diharapkan. Dampak yang timbul adalah
minat investor terhadap saham perusahaan semakin tinggi dan mendorong pada
kenaikan harga sahamnya yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan
saham. Demikian pada sebaliknya jika Return on Equity perusahaan rendah,
maka akan mengurangi minat investor untuk membeli saham perusahaan dan
kondisi tersebut akan mendorong harga saham akan turun, sehingga pendapatan
saham juga akan turun.
Teori Yang Mendasari
Teori yang mendasari adalah teori yang dikemukan oleh Ross (1976)
yaitu Arbitrage Pricing Theory (APT), yang dikutip daro Rodonidan Yong (2002,. 2), menyatakan bahwa tingkat keuntungan yang diharpakan harus
dihubungkan dengan resiko yang menyebabkan suatukemungkinan yang tidak
26
kegiatan arbitrage dan resiko ini disarankan sebagai faktor (Reaksi dan Yong, 2002 : 2).
Tingkat keuntungan dari setiap sekuritas yang diperdagangkan di bursa
terdiri dari dua komponen. Pertama, Tingkat keuntungan ini merupakan bagian
dari tingkat keuntungan yang diperkirakan atau diharapkan oleh para pemegang
saham. Kedua, adalah keuntungan yang tidak pasti atau beresiko (Husnan, 1998 :
198).
Untuk mengetahui tingkat keuntungan yang diperkirakan atau diharapkan
oleh para pemegang saham inilah maka para investor dapat menganalisis rasio
keuangan salah satunya adalah rasio profitabilitas yaitu Return on Equity atau ROE.
2.2.3.5. Ea r ning Per Share (EPS)
Earning Per Share merupakan rasio yang menunjukkan berapa besar keuntungan (return) yang diperoleh investor atau pemegang saham per saham
(Darmaji dan fakhruddin, 2001 : 139). Rasio ini dapat dihitung dengan
membandingkan laba bagi pemilik atau EAT dengan jumlah lembar saham,
dengan rumus sebagai berikut (Sutrisno, 2001 : 255) :
Earning Per Share = ( )
Menurut Tuanakota (1986 : 213), salah satu sebab mengapa EPS sangat
populer karena adanya anggapan bahwa EPS menggandung informasi yang
penting untuk melakukan produksi mengenai besarnya deviden per share tingkat saham dikemudian hari. EPS juga di anggap relevan dalam menilai efektifitas
manajemen dan pembagian deviden
Apabila rasio EPS tinggi, investor menganggap perusahaan mempunyai
prospek yang cerak di masa yamg akan datang. Karena investor percaya bahwa
nilai suatu saham akan bergantung pada kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan earing setiap lembar saham. Menurut Stice dan Skousen (2005 :647), tedapat hubungan yang signifikan antar perusahaan earning dengan perubahan harga saham”. Apabila earning per share yang dihasilkan sesuai dengan harapan investor untuk menanamkan modalnya juga meningkat. Dan
sebaliknya, jika nilai EPS mudah menyebabkan turunnya harga saham, dan
investor akan merespon bahwa perusahaan tersebut memiliki prospek yang buruk
di masa depan.
Teori Yang Mendasari
Praktek yang ditulis dalam Tuanakota (1986 : 178) mengemukakan teori
28
Persamaan akuntansi yang mendasari teori ini adalah Assets – Sperifle Equities – Residual Equity.Residual dalam istilah residual equity berarti “sisa”.Jadi para pemegang saham bisa memperoleh hak atau income atau assets
setelah pemegang obligasi memperoleh bunga dan pemegang saham preferen
menerima deviden.
2.2.4. Faktor – faktor Yang Mempengar uhi Har ga Saham
2.2.4.1. Pengar uh Retur n On Assets (ROA) Ter hadap Harga Saham
Rasio ini mengukur pengembalian atas total aktiva setelah bunga dan
pajak. Pengembalian total aktiva/total investasi menunjukkan kinerja manajemen
dalam mengutamakan aktivita perusahaan untuk menghasilkan laba. Perusahaan
mengharapkan adanya hasil pengembalian yang sebanding dengan dana yang
digunakan. Hasil pengembalian ini dapat dibandingkan dengan penggunaan
alternatif dari dana tersebut. Sebagai salah satu untuk ukuran keefektifan, maka
semakin tinggi hasil pengembalian, semakin efektiflah perusahaan (Astuti, 2004:
37)
Berdasarkan signaling theory dan arynnetric information theory, semakin tinggi ROA, akan memberikan sinyal kepada investor kinerja perusahaan
semakin efektif. Sehingga akan seakin tinggi hasi pengembalian (Astuti, 2004:
37)
tersebut semakin efektif. Sehingga akan meningkatjkan daya tarik perusahaan
tersebut kepada investor. Peningkatan tarik perusahaan tersebut akan menjadikan
perusahaan semakin diminati oleh investor, karena tingkat pengembalian akan
semakin besar. Akibatnya harga saham perusahaan yang mempunyai nilai ROA
yang tinggi tersebut otomatis akan naik pula. Namun sebaliknya apabila
perusahaan tersebut mempunyai nilai ROA yang rendah, akan memberikan
sinyal kepada investor bahwa perusahaan terssebut memiliki kinerja yang kurang
baik. Sehingga para investor juga akan kurang berminat untuk menyerahkan
modalnya kepada perusahaan tersebut. Akibatnya harga saham perusahaan yang
mempunyai nilai ROA yang rendah juga akan turun.
Sehingga dapat ditari kesimpilan bahwa naiknya ROA akan berdampak
langsung pada kenaikan harga pasar saham perusahaan tersebut. Dan turunnya
nilai ROA juga akan berdampak langsung pada penurunan harga saham
perusahaan tersebut. Sehingga dikatakan ROA mempunyai pengaruh positif
terhadap harga saham.
2.2.4.2. Pengar uh Retur n On Equity (ROE) Ter hadap Harga Saham
Menurut Sutrisno (2001: 255) ROE memberikan ukuran kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham. Semakin
tinggi ROE maka keuntungan yang diperoleh yang diperoleh bagi pemegang
saham tinggi dan perusahaa tersebut akan diminati oleh investor sehingga harga
saham akan naik. Begitu sebaliknya, apabila ROE rendah maka keuntungan yang
30
Menurut Fakhrudin dan Hadianto (2001: 65) ROE mengukur kemampuan
perusahaan memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham
perusahaan.Apabila ROE rendah maka keuntungan yang diperoleh semakin
rendah sehingga harga saham turun. Begitu sebaliknya, semakin tinggi ROE,
maka keuntungan yang diperoleh bagi pemegang saham tinggi dan saham
perusahaan terus akan diminati oleh investor sehingga harga saham akan naik.
2.2.4.3. Pengar uh Ear ning Per Shar e (EPS) Terhadap Harga Saham
Menurut Residual Equity Theory yang dikemukakan oleh William Patom bahwa pemegang saham biasa dianggap sebagai pemilik usaha yang
sebenarnya.Teori akuitas residual berdasarkan pada perhitungan pendapatan per
lembar saham (EPS). Keperluan pendekatan ini untuk memperhalus informasi
yang lebih baik untuk para pemegang saham dalam mengambil keputusan dan
dalam memperkirakan deviden yang mungkin diterima di masa datang (Shian
dan Siegel, 2002 : 373) dalam (Rifai 2006).
Menurut Sticedan Skousen (2005 : 647), terdapat hubungan yang
signifikan antara perubahan antara earning dan perubahan saham. Apabila EPS
tinggi, investor menganggap perusahaan mempunyai prospek yang baik di masa
yang akan datang, karena investor percaya bahwa nilai suatu saham akan
tergantung pada kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba sebagai
investor saham. Apabila EPS yang dihasilkan sesuai dengan harapan investor,
maka keinginan investor untuk menanamkan modalnya juga meningkat dan akan
saham. Begitu pula sebaliknya, jika EPS rendah, investor akan menilai bahwa
perusahaan memiliki prospek yang kurang baik di masa depan, sehingga akan
mengurangi minat investor untuk berinvestasi atumembeli saham perusahaan.
Dengan menurunnya permintaan saham, maka akan menurunkan harga saham.
Menurut Tuanakota (1986, 213), salah satu sebab EPS sangat populer
adalah karena adanya anggapan bahwa EPS mengandung informasi yang penting
untuk melakukan prediksi mengenaio deviden per share dikemudian hari dan tingkat harga saham dimasa yang akan datang. EPS juga dianggap relevan dalam
menilai efektifitas manajemen dan pembagian deviden.
EPS merupakan ukuran kemampuan perusahaan untuk menghasilkan
keuntungan per lembar saham (Sutrisno, 2003 : 255). Rasio ini sangat disukai
oleh investor dan pemegang saham untuk menilai kinerja perusahaan terutama
untuk memaksimalisasi kekayaan pemegang saham dan untuk mengetahui
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan earning tiap lembar sahamnya.
2.3. Ker angka Pikir
Berdasarkan penelitian diatas dijelaskan bahwa Return On Assets (ROA),
Retun On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) berpengaruh terhadap Harga Saham. Maka Kerangka pikir dapat digambarkan dalam bagan singkat
32
Analisis Regresi Linier Berganda
Gambar 1 : Kerangka Pikir
2.4. Hipotesis
Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah dan landasan teori diatas
maka hipotesis yang dikemukakan dalam penelitian in sebagai berikut :
a.Diduga bahwa Return On Assets (ROA), Retun On Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan otomotif yang go publik di Bursa Efek Indonesia.
b.Diduga bahwa, salah satu dari Return On Assets (ROA), Retun On Equity
(ROE) dan Earning Per Share (EPS) mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap harga saham perusahaan otomotif yang go publik di Bursa
Efek Indonesia
Return On Assets
(X1)
Return On Equity
(X2)
Earning Per Share
(X3)
Harga Saham
33
3.1. Definisi Oper asional dan Pengukur an Var iabel-var iabel 3.1.1. Definisi Operasional
Variabel harus ditentukan dalam penelitian agar memudahkan di dalam pemecahan masalah yang telah dirumuskan. Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai. Hal ini berfungsi untuk memperjelas variabel yang diteliti sesuai masalah yang ada dan hubungan antar variabel, sehingga tidak menimbulkan interpretasi lain. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah X sebagai variabel bebas terdiri dari :
1. Return On Assets (ROA)
Return On Assets (ROA) adalah rasio yang menggambarkan perputaran
aktiva diukur dari volume penjualan.
2. Return On Equity (ROE)
Return On Equity (ROE) adalah rasio yang menunjukkan berapa persen
diperoleh laba bersih bila diukur dari modal pemilik.
3. Earning Per Share (EPS)
Earning Per Share (EPS) adalah rasio yang menunjukkan berapa besar
keuntungan (return) yang diperoleh investor atau pemegang saham per saham.
34
didefinisikan sebagai Suatu surat berharga yang menunjukkan adanya kepemilikan seseorang atau badan hukum terhadap perusahaan
3.1.2 Pengukur an Var iabel
Variabel – variable yang diukur dalam penelitian ini adalah variable bebas dan variable terikat. Variabel bebas terdiri dari :
1. ROA (X1)
Profitabilitas diukur dari nilai aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham.Skala pengukurannya menggunakan skala rasio dengan satuan persentase. ROA dapat dirumuskan sebagai berikut :
Return on Assets = ( x 100% )
(Bringham dan Houston, 2006 : 109)
2. ROE (X2)
Profitabilitas diukur dari modal pemilik untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham. Skala pengukurannya menggunakan skala rasio dengan satuan persentase. ROE dapat dirumuskan sebagai berikut :
Return on Equity = x 100 %
3. EPS (X3)
Earning Per Share (EPS) dihitung dengan membandingkan laba bagi
pemilik dnegan jumlah harga saham untuk menunjukkan keuntungan investor per saham. Skala pengukurannya menggunakan skala rasio dengan satuan persentase. EPS dapat dirumuskan sebagai berikut :
Earning Per Share = ( )
Sumber :Tandelilin, 2010: 374)
Sedangkan Y sebagai Variabel terikat yaitu Harga Saham adalah penyertaan modal dalam pemilikan suatu perseroan terbatas (PT) atau yang bias disebut emiten,Menurut Sunariyah (2003: 30) dan apabila menurut Tjiptono D Hendy MF (2001: 5), saham merupakan tanda penyertaan atas Perseroan terbatas (PT).
3.2. Tehnik Penentuan Sampel 3.2.1. Populasi
36
3.2.2. Sampel
Sampel adalah sebagian populasi yang dipilih untuk mewakili populasi yang menjadi objek penelitan.Cara yang digunakan dalam penarikan sampel dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Metode purposive
sampling adalah metode pengambilan sampel yang dilaksanakan dengan cara
mengambil subjek berdasar atas adanya tujuan tertentu (Djarwanto, 1996 : 114), Adapun pertimbangan dan kriteria tersebut antara lain :
1. Sampel yang dipilih adalah perusahaan Otomotif yang go publik dan telah terdaftar bi BEI.
2. Periode sampel dibatasi hanya perusahaan yang listing tahun 2008 – 2011 3. Jumlah perusahaan yang dijadikan sampel sebanyak 13 perusahaan yang
listing di BEI sesuai kriteria diatas antara lain: 1. Astra International Tbk.
2. Astra Otoparts Tbk. 3. Indo Kordsa Tbk.
4. Goodyear Indonesia Tbk. 5. Gajah Tunggal Tbk.
6. Indo Mobil Sukses int'l Tbk. 7. Indospring Tbk.
11.Prima Alloy Steel Universal Tbk. 12.Selamat Sempurna Tbk.
13.Renuka Coalindo Tbk.
3.3. Teknik Pengumpulan Data 3.3.1. J enis Data
Didalam melakukan penelitian ini data – data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari PT. BEI yang berupa annual report, harga saham, dan laporan keuangan.Peneliti menggunakan data – data yang ada bi PT. BEI tersebut dan mengolahnya sedemikian rupa untuk keperluan peneliti.
3.3.2. Sumber Data
Sumber data diperoleh dari dokumen-dokumen yang ada di Bursa Efek Surabaya yang yang diambil dari directory of capital marketing meliputi laporan keuangan, harga saham dan annual report pada tahun 2008 sampai 2011.
3.3.3. Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini diusahakan sedapat mungkin membuat data yang lengkap dan objektif. Untuk mempermudah peneliti menggunakan beberapa cara atau teknik pengumpulan data sebagai berikut :
38
a. Intervew
Dalam penelitian ini peneliti mengadakan mengadakan wawancara dengan pehak tertentu yang diperlukan dapat memberikan data mengenai harga saham pada saat offerings price dan closing price.
b. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan pencatatan baik yang disediakan atau yang diminta sendiri dan dokumen – dokumen Bursa Efek Surabaya yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan , yang diambil dari directory of capital marketing
masing – masing perusahaan mengenai annual report, laporan keuangan dan harga saham.
3.4. Teknik Analisis dan Uji Hipotesis 3.4.1. Teknik Analisis
Sesuai dengan tujuan dari hipotesis penelitian yang dikemukakan maka data yang diperoleh disusun kembali, dikelompokkan dan di olah dengan mmenggunakan analisis statistik dalam bentuk regresi linier berganda. Prosedur pengujian hipotesis dengan menggunakan persamaan linier berganda dengan rumus sebagai berikut :
Keterangan :
Y = Variabel terikat, yakni harga saham
X1 = Variabel bebas, yakni Return On Assets (ROA)
X2 = variabel bebas, yakni Return On Equity (ROE)
X3 = Variabel bebas, yakni Earning Per Share (EPS)
β1 = Variabel X
€ = Variabel pengganggu β0 = konstanta
3.4.2. Uji Asumsi Klasik
Regresi linier berganda dengan persamaan Y = β0 + β1X1 + β2X2 + β2X3
+ € harus bersifat BLUE (Best Linier Unbiased Estimator), artinya pengambilan keputusan melalui uji F tidak boleh bias. Untuk menghasilkan pengambilan keputusan yang BLUE maka harus dipenuhi diantaranya tiga asumsi dasar yang tidak boleh dilanggar oleh model model regresi linier berganda, asumsi - asumsi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Tidak terdapat multikolinieritas. 2. Tidak terjadi heteroskedastisitas. 3. Tidak ada autokorelasi.
40
pengambilan keputusan melalui uji F menjadi bias. Di bawah ini dijelaskan masing – masing asumsi dasar dari BLUE menurut Santoso (2000 : 203) sebagai berikut :
1. Uji Multikolinieritas
Tujuan uji multikolinieritas adalah menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas.Jika terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem multikolinieritas.Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas.
Identifikasi secara statistik ada atau tidaknya gejala multikolinieritas dapat dilakukan dengan menghitung nilai Variance Inflation Factorn (VIF),
2. Uji Heteroskedastisitas
Tujuan uji heteroskedastisitas adalah menguji apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual dari suatu pengamatan yang lainberbeda, maka disebut terdapat heteroskedastisitas.Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi heteroskedastisitas.
Identifikasi secara statistik ada atau tidaknya gejala heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menghitung korelasi Rank Spearman antara residual dengan seluruh variabel bebas.
3. Uji autokorelasi
kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya).Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi.Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi autokorelasi.
Identifikasi secara statistik ada atau tidaknya gejala autokorelasi dapat dilakukan dengan menghitung nilai Durbin watson.
3.4.3. Uji Hipotesis 1. Uji F
Uji F dipergunakan untuk mengetahui kecocokan model variable bebas X1, X2, dan X3 terhadap variable terikat Y.
a. Menetukan hipotesis nihil dan hipotesis alternatif
Ho : bi = 0 (model regresi yang dihasilkan tidak cocok untuk mengetahui pengaruh variable bebas terhadap variable terikat)
Hi : bi ≠ 0 (model regresi yang dihasilkan cocok untuk mengetahui pengaruh variable bebas terhadap variable terikat) b. Menentukan tingkat signifikan yaitu sebesar 5%
c. Menentukan nilai F hitung ( k – 1) F hitung =
(1 - ) (n – k)
42
Dimana :
: Koefisien determinasi atau koefisien korelasi berganda n : Junkah pengawat
k : jumlah data
d. Menentukan kriteria daerah penerimaan dan pengolahan Ho
- Apabila probabilitas (sig) < 0,05 maka Ho diterima dan Hi ditolak
- Apabila probabilitas (sig) > 0,05 maka Ho diterima dan Hi diterima
2. UJ ji T
a. Menemukan hipotesis nihil dan hipotesil alternatif
Ho : bi = b2 = 0 (model regresi yang dihasilkan tidak cocok untuk mengetahui pengaruh variable bebas terhadap variable terikat)
Hi : bi = b2 ≠ 0 (model regresi yang dihasilkan cocok untuk mengetahui pengaruh variable bebas terhadap variable terikat)
b. Meningkatkan tingkat signifikan yaitu sebesar 5% c. Menentukan Nilai T hitung
βi T hitung =
Se ( βi )
Dimana :
βi Koefisien Regresi Se : Standar Error
d. Menentukan kriteria daerah penerimaan dan pengolahan Ho
- Apabila probabilitas (sig) > 0,05 maka Ho diterima dan Hi ditolak
44
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Deskr ipsi Perusahaan
4.1.1. Gambaran Umum Perusahaan Sektor Otomotif 1. PT Astra International Tbk
PT Astra International Tbk (“Perseroan”) didirikan pada tahun 1957 dengan
nama PT Astra International Incorporated. Pada tahun 1990, Perseroan
mengubah namanya menjadi PT Astra International Tbk. Perusahaan ini
telah tercatat di Bursa Efek Jakarta sejak tanggal 4 April 1990. Saat ini
mayoritas kepemilikan sahamnya dimiliki oleh Jardine Cycle & Carriage's
sebesar 50,1%.
Perseroan berdomisili di Jakarta, Indonesia, dengan kantor pusat di JI. Gaya
Motor Raya No. 8, Sunter II, Jakarta. Ruang lingkup kegiatan Perseroan
seperti yang tertuang dalam Anggaran Dasarnya adalah perdagangan umum,
perindustrian, jasa pertambangan, pengangkutan, pertanian, pembangunan
dan jasa konsultasi. Ruang lingkup kegiatan utama entitas anak meliputi
perakitan dan penyaluran mobil, sepeda motor berikut suku cadangnya,
penjualan dan penyewaan alat berat, pertambangan dan jasa terkait,
pengembangan perkebunan, jasa keuangan, infrastruktur dan teknologi
PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) adalah perusahaan komponen otomotif
terkemuka Indonesia yang menghasilkan suku cadang kendaraan bermotor,
baik untuk segmen pabrikan otomotif atau Original Equipment for
Manufacturer (OEM) maupun segmen pasar suku cadang pengganti atau
Replacement Market (REM). Pelanggan Astra Otoparts di segmen OEM, antara lain Toyota, Daihatsu, Isuzu, Mitsubishi, Suzuki, Honda, Yamaha,
Kawasaki, dan Hino. Astra Otoparts telah tumbuh pesat di Indonesia dan
telah menjadi sinonim dengan produk suku cadang bermutu tinggi.
Produk Astra Otoparts tidak hanya memenuhi konsumsi atau kebutuhan
pasar dalam negeri yang terus berkembang tetapi juga diekspor ke 49 negara
di Timur Tengah, Asia Oceania, Afrika, Eropa dan Amerika. Guna
mendukung penjualan di luar negeri, Astra Otoparts saat ini memiliki tiga
kantor perwakilan masing-masing di Singapura, Dubai dan Australia
3. Indo Kordsa Tbk
Indo Kordsa Tbk merupakan perusahaan multinasional yang
memproduksi ban yang bermarkas di Jakarta,Indonesia. Perusahaan ini
didirikan pada tahun 1975. Perusahaan ini menghasilkan berbagai
46
4. PT. Goodyear Indonesia Tbk
Perusahaan ini bergerak dalam industri ban dan status perusahaan PMA
(Penanaman Modal Asing). Kantor pusat dan pabrik PT. Goodyear
Indonesia berlokasi di Bogor, Jawa Barat. PT.
Goodyear Indonesia ini didirikan pada tahun 1935. Pada awalnya
perusahaan ini adalah distributor dari perusahaan ban Goodyear dan
perusahaan karet dari Amerika Serikat. PT. Goodyear Indonesia pada saat
ini memiliki kapasitas produksi sebesar 2,2 juta ban per tahun. Hasil
produksi ini dipasarkan dengan merek dagang Goodyear. Saham PT.
Goodyear Indonesia ini memiliki 85% oleh The Goodyear Tire & Rubber
Co dan 15% dimiliki oleh masyarakat. PT. Goodyear Indonesia
memperkerjakan sebanyak 899 karyawan. PT. Goodyear Indonesia pertama
kali menjual sahamnya ke masyarakat pada tanggal, 22 Desember 1980.
5. PT Gajah Tunggal Tbk.
PT Gajah Tunggal Tbk. (IDX: GJTL) adalah salah satu perusahaan
pembuat ban di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada 1951dengan
memproduksi dan mendistribusikan ban luar dan ban dalam sepeda.
Selanjutnya perusahaan ini berkembang memperluas produksi dengan
membuat variasi produk melalui produksi ban sepeda motor tahun 1971,
diikuti oleh ban bias untuk mobil penumpang dan niaga pada tahun 1981.
untuk memproduksi ban radial, ban bias dan ban sepeda motor, serta 2
pabrik yang memproduksi kain ban dan SBR (Styrene Butadiene Rubber)
yang terkait dengan fasilitas produksi ban. Kelima pabrik ban dan pabrik
kain ban ini berlokasi di Tangerang, sekitar 30 kilometer disebelah
barat Jakarta. Sedangkan pabrik SBR berlokasi di komplek Industri Kimia
di Merak, Banten, sekitar 90 km disebelah barat Jakarta.
6. PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk.
PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IDX: IMAS) adalah sebuah
perusahaan otomotif yang terbesar dan terkemuka di Indonesia, dengan
fokus usaha di bidang ritel, pelayanan purna jual dan pembiayaan kendaraan
bermotor. Indomobil dan anak perusahaan-anak perusahaannya merupakan
agen tunggal pemegang merek (ATPM) dan atau distributor dari sembilan
merek kendaraan yang terkenal, yaitu Audi, Chery, Foton, Hino, Nissan,
Renault, Suzuki, Ssangyong, Volkswagen dan Volvo, dengan ragam produk
yang mencakup kendaraan roda empat dan dua, kendaraan niaga, kendaraan
serbaguna, truk, bis, alat berat dan kendaraan angkutan umum. Indomobil
juga memiliki investasi dibeberapa perusahaan jasa keuangan, teknologi
informasi, jasa pengelolaan gedung, manufaktur, perdagangan, penyewaan
kendaraan bermotor dan sektor usaha lainnya yang merupakan jaringan
48
7. PT Indospring Tbk.
PT Indospring Tbk. (Perusahaan) berkedudukan di Gresik, didirikan
berdasarkan Akta Notaris nomor 10 tanggal 5 Mei 1978 dari Notaris
Stefanus Sindunatha, SH dengan status Penanaman Modal Dalam Negeri
(PMDN). Akta pendirian tersebut telah disahkan dengan Keputusan Menteri
Kehakiman Republik Indonesia nomor YA.5/324/1 tanggal 14 Desember
1979 dan telah didaftarkan di Register Kepaniteraan Pengadilan Negeri
Gresik, tanggal 11 Maret 1980,serta telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia nomor 71 tanggal 2 September 1980, tambahan nomor
674 tahun 1980. Anggaran Perusahaan mengalami beberapa kali perubahan,
dan terakhir berdasarkan pada Akta Notaris No. 3 tanggal 2 Mei 2011 oleh
Notaris Siti Nurul Yuliami, S.H.,M.Kn mengenai perubahan modal dasar
Perusahaan dari Rp 150 miliar yang terbagi dalam 150 juta lembar saham
menjadi Rp 900 miliar yang terbagi dalam 900 juta lembar saham.
Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi
Manusia dalam Surat Keputusan nomor AHU- 22444.AH.01.02.Tahun 2011
pada tanggal 4 Mei 2011.
Perusahaan didirikan dengan nama PT Lippo Champion Glory pada tanggal
7 Januari 1982. Pada tanggal 21 September 1989, nama PT Lippo Champion
Glory diubah menjadi PT Champion Spark Plug Industries. Menjadi
perusahaan publik pada tahun 1989. Pada tanggal 21 Agustus 1990, nama
Perubahan nilai nominal saham yang semula Rp 1,000 per lembar saham
menjadi Rp 500 per lembar saham. Pada tahun 1997 nama PT Lippo
Industries Tbk diubah menjadi PT Lippo Enterprises Tbk. Pada tahun 2000
perusahan mencatatkan seluruh sahamnya (company listing). Pada tahun
2001 nama PT Lippo Enterprises Tbk diubah menjadi PT Multi Prima
Sejahtera Tbk.
8. PT Multi Prima Sejahtera Tbk
1988 - MASA merupakan produsen ban yang didirikan dengan nama PT Oroban Perkasa.
1991 - MASA didirikan degnan bantuan desain dan teknologi Pirelli.
1995 - Melanjutkan kerja sama dengan Continental GMbh, Germanyyang menyediakan bantuan-bantuan teknis dan distribusi. Memulai kegiatan produksi komersial.
1999 - Selama krisis di Asia, seluruh kewajiban MASA dialihkan ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional ("BPPN").
2001- Produksi dan distribusi menggunakan nama: CORSA dan STRADA.
2004 - Diambil alih oleh manajemenbaru (PVP XVIII Pte Ltd dan PT. Indomika Jayatama), dan melakukan proses restrukturisasi, termasuk konversi dari pinjaman menjadi ekuilitas.
2006 - Dalam kurun waktu dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2006 perusahaan mendapatkan tambahan pendanaan berupa pinjaman dari Bank Niaga dan Sindikasi sejumlah US $ 54 juta.