• Tidak ada hasil yang ditemukan

Motivasi 19 Bila rasa bersalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Motivasi 19 Bila rasa bersalah"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

RENUNGAN 4

RENUNGAN 4

Bila Rasa bersalah Terus Mengikuti

Bila Rasa bersalah Terus Mengikuti

Kiat Mengembalikan Keyakinan Diri

Kiat Mengembalikan Keyakinan Diri

Bersama : Anwar Anshori MD

(2)

Bila Rasa Bersalah

terus

Mengikuti

Kiat Mengembalikan Keyakinan Diri

(3)
(4)

Bila Rasa bersalah

terus

Mengikuti

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti

langkah setan, barang siapa mengikuti

langkah-langkah setan. Maka sesungguhnya setan itu menyuruh

mengerjakan perbuatan keji dan mungkar. Sekiranya tidaklah

karena karunia Allah dan Rahmat-Nya kepada kamu

(5)

Manusia

Tempatnya

Kesalahan

“Bersungguh-sungguhlah pada hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah

pertolongan kepada Allah serta jangan merasa lemah. Bila kamu ditimpa sesuatu janganlah kamu mengatakan,

“Seandainya (tempo hari) aku melakukan ini, niscaya begini-begini.

(6)

Rasulullah mengajarkan agar kita dapat menghapus kesalahan, kita

harus merubah sikap dan akhlak kita sebagaimana sabdanya:“Akhlak

yang baik dapat menghapus kesalahan, bagaikan air yang

menghancurkan tanah yang keras. Dan akhlak yang jahat merusak

amal, seperti cuka merusak manisnya madu” (Hr. Baihaiqi)

(7)

“ Penyesalan yang hadir dari rasa

bersalah karena pernah melakukan dosa

dan kesalahan adalah awal menuju

taubat yang sesungguhnya, karena taubat

selalu di awali dari penyesalan. Taubat

tidak akan pernah ada tanpa didahului

(8)

******

Hidup adalah perjalanan kesadaran untuk

memanfaatkan potensi diri. Menggapai

kebenaran hakiki dalam menuju keridhoan

Ilahi. Begitulah seharusnya seorang muslim

berfikir”.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah pernah menyatakan:

Allah telah menggabungkan dua jiwa; yakni jiwa

yang tenang dan jiwa yang jahat dan mereka saling

(9)

Mewaspadai Pangkal Kesalahan

Kesombongan, ia adalah sikap tinggi, orang yang

sombong selalu melihat dirinya dengan kacamata

kebesaran dan serba berlebih di atas orang lain. Sehingga

seorang meremehkan dan merendahkan orang lain.

Bahkan kesombongan adalah dosa pertama yang

dipergunakan untuk menentang Allah. Sang penentang

utama adalah Iblis – la’natullah ‘alaih - :

“Dan ingatlah

ketika Kami berfirman kepada para Malaikat,

“Bersujudlah kepada Adam!’, maka mereka bersujud,

kecuali Iblis; ia enggan dan takabbur, dan adalah dia

termasuk golongan orang-orang yang kafir” ( Qs.

(10)

Ketamakan,

ia merupakan salah satu sebab

dosa manusia. Karena ketamakan itulah iblis

telah menyeret Adam dan Hawa pada

kesesatan. : “Kemudian setan membisikan

pikiran jahat kepadanya, seraya

(11)

Kedengkian,

ia adalah salah satu faktor yang

menyebabkan kemaksiatan anak Adam pertama.

Allah berfirman:

kedua putra Adam (Habil dan

Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya

mempersembahkan qurban, maka diterima dari

salah seorang diantara mereka berdua (Habil) dan

tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia (Qabil)

berkata, “Aku pasti akan membunuhmu!’,

Berkatalah Habil; “Sesungguhnya Allah hanya

menerima (kurban) dari orang-orang yang

(12)

“ Tidak ada musibah yang paling dahsyat

yang dirasakan manusia, selain ketika hatinya

sudah tidak lagi berpihak pada kebenaran.

Sebab hal itu bukan hanya menyengsarakan

hidup di dunia tetapi kelak di akhirat akan

tersiksa “

(13)

Bagi orang yang memiliki jiwa sehat (bersih),

sekecil apapun kesalahan akan membuatnya

tidak merasa tenang. Ia merasa tidak nyaman

dan terus dihantui rasa bersalah, terlebih

ketika seseorang yang disalahinya tidak juga

mau memaafkan. Ia merasakan betapa tidak

enaknya dibenci seseorang dan betapa tidak

nyamannya di kejar rasa bersalah. Bahkan

meminta maaf kepada orang yang kita telah

bersalah kepadanya terkadang bukanlah

pekerjaan mudah.

(14)

Pelanggaran atas hak Allah

Ibnul Qayyim berkata: “Taubat nashuha itu meliputi tiga unsur;

Pertama, ia mencakup seluruh dosa, sehingga tidak ada satu

dosapun tertinggal. Kedua, kebulatan tekad untuk itu, sehingga

tidak tersisa lagi keragu-raguan dan kebimbangan. Ketiga,

memurnikan dari berbagai hal yang bisa merusak keihklasan

taubat itu, juga agar tetap terjaga rasa takut kepada Allah dan

pengharapan terhadap balasan yang Allah sediakan. Di akhir

buku ini akan kita paparkan risalah taubat yang lebih sempurna

(15)

“Barang siapa pernah menzhalimi

saudaranya dalam hal harta dan

kehormatan henaklah meminta

keridhoannya, sebelum dinar dan

dirham tiak lagi bermanfaat selain

kebaikan dan keburukan”.

( HR. Bukhari)

(16)

Para bijak bertutur; “Sekali kita hidup dan

sekali kita gagal dalam menyikapinya, maka

kegagalan beruntun akan menanti

sepanjang masa. Di dunia akan sengsara,

sakaratulmaut penuh derita, dialam kubur

tersiksa, di alam mahsyar merana dan

menjadi penghuni tetap didalam neraka ”.

(17)

******

Kesalahan yang menyangkut hak Allah

tidak bisa di maafkan selain dengan permintaan maaf

dari yang melakukan kesalahan itu sendiri.

Walaupun seluruh penghuni bumi memohon maaf

baginya, sementara ia sendiri tetap betah dalam

penyimpangan “.

(18)

Taubat adalah pintu akhir yang menyingkirkan kemaksiatan yang di buka oleh Allah bagi hamba-Nya agar mereka terhindar dari dosa yang bersifat terus menerus.

Taubat adalah gerbang untuk menghilangkan rasa putus asa seseorang untuk menjadi orang baik, sekaligus langkah untuk mencari kebenaran yang hakiki agar mendapatkan kebahagiaan yang sejati.

Taubat adalah awal para penempuh jalan, modal utama untuk orang-orang sukses, kunci istiqomah bagi yang mudah terlena dan pangkal kesucian para muqarribin.

Taubat adalah kembalinya seorang hamba pada jalan Allah,

meninggalkan jalan orang-orang yang di murkai dan yang sesat.

(19)

“Dan bertaubatlah kepada Allah semuanya, wahai orang-orang yang beriman, semoga kalian mendapat kemenangan (beruntung)” ( Qs. An-Nur:31)

“Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha, semoga Rabb kalian menghapuskan keburukan-keburukan kalian dan memasukan kalian ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai”. (Qs. At-Tahrim:8).

“Dan barang siapa bertaubat dan beramal sholeh maka sesungguhnya ia telah bertaubat kepada Allah dengan sebenarnya” (Qs. Al-Furqan: 71)

“Dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka merekalah orang-orang yang dzalim” (Qs, Al-Hujurat: 11)

(20)

Motivasi Dalam Taubat

1. Agar kita dapat kembali kepada Allah

untuk beribadah kepadaNya

2. Untuk mentaati perintah Allah

3. Menyingkir dari kedzaliman menuju

kemenangan

(21)

Mengendalikan hawa nafsu dan menjauhi

pengaruh syetan

Menjauh diri dari sarana yang menyebabkan

dosa

Tidak terpedaya dengan gemerlapnya dunia

(22)

•Orang yang hatinya pecah, kaya air mata, hidup perasaanya gelisah karena rasa bersalah, jujur ungkapannya, kaya perasaan, hatinya mendidih dan nuraninya menyala-nyala, sepi dari sifat ujub, tidak sombong dan tidak banyak mengklaim dan Orang yang berada diantara harapan dan ketakutan, antara selamat dan celaka, •Orang yang memiliki pelajaran pada setiap realitas, jika melihat orang berkumpul, ia ingat akan kiamat. Jika melihat orang berdosa, ia menangis karena takut atas dosa-dosanya. Jika melihat kenikmatan, ia takut surga surga akan diharamkan baginya, jika mengingat neraka ia menyangka bahwa dirinya akan jatuh

kedalamnya.

•Orang yang menemukan manisnya melaksanakan ketaatan, menemukan eloknya beribadah, menemukan lezatnya iman dan merasakan indahnya kehidupan.

(23)

Keberhasilan taubat akan terlihat manakala kita sudah mulai terbebas dari

“rasa bersalah” yang pernah menghantui. Sebagaimana yang pernah di ungkapkan oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyyah; Bahwa seorang hamba yang berakal, jika kembali melakukan kesalahan, maka ada beberapa hal yang selalu

diingatnya:

• Ia akan mengkaji perintah Allah dan larangan-Nya sehingga ia mengakui kekeliruannya.

• Ia akanmerenungi janji dan ancaman Allah yang di sediakan oleh Alah, sehingga ia selalu di liputi rasa takut yang membawanya kepada taubat.

• Ia akan memperhatikan betapa Allah telah membiarkannya dan meninggalkannya melakukan perbuatan dosa. Padahal jika Allah menghendaki, bisa saja Allah menjaganya dari semua itu.

• Ia akan lebih mengerti akan ‘izzah (kemuliaan) Allah dalam

ketentuan-Nya. Allah adalah al-Aziz yang menentukan sekendaknya. Dan bahwa dengan kesempurnan ‘izzah-Nya Dia memutuskan

(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk membandingkan kualitas udara parameter CO (karbon monoksida) sebelum dan seletah program CSR Dinding Asri PT

Tahun 1989, Jaron Lanier, memeperkenalkan Virtual Reality dan menciptakan bisnis komersial pertama kali di dunia maya, Tahun 1992 mengembangkan Augmented Reality

Syndrome kompartemen yang paling sering terjadi adalah pada daerah tungkai bawah (yaitu Syndrome kompartemen yang paling sering terjadi adalah pada daerah tungkai bawah

Tangibilitas 1. Kurangnya fasilitas yang ada pada ruangan kamar atau tidak sesuai standar hotel. Kebersihan ruangan tidak berdasarkan standar kerapihan hotel. Terdapat beberapa

Berdasarkan analisis dan pembahasan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. 1) Indikator internal yang mempengaruhi partisipasi mahasiswa adalah kemampuan mahasiswa

Pada tahun pertama ini selain pembentukan organisasi internal Senat Akademik, beberapa keputusan penting dan strategis telah ditetapkan seperti pemilihan anggota Majelis Wali

[r]

Induksi magnetik di titik yang berjarak 10 cm dari sebuah penghantar lurus. dan panjang adalah 2x10 -6 Wb