ANALISA PENGARUH VARIASI DIAMETER
RECEIVER DAN INTENSITAS CAHAYA TERHADAP EFISIENSI TERMAL MODEL KOLEKTOR SURYA
TIPE LINEAR PARABOLIC CONCENTRATING
Tugas Akhir Konversi Energi
Disusun Oleh :
Hendra n y tamba 2109105003 Dosen Pembimbing :
Ary Bachtiar KP, ST, MT, PhD.
Teknik Mesin
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2012
Latar Belakang
ENERGI FOSIL YANG
SEMAKIN TERBATAS POLUSI ENERGI
ALTERNATIF
ENERGI SURYA KOLEKTOR SURYA
KOLEKTOR SURYA TIPE LINEAR
PARABOLIK
Perumusan Masalah
• Bagaimana pengaruh dari perubahan diameter receiver dan intensitas cahaya terhadap efisiensi kolektor surya
• Melakukan pengujian kolektor surya
guna mengetahui beban pemanasan
dan efektivitas kolektor surya
Tujuan
1.Mengetahui besarnya energy yang dapat dimanfaatkan kolektor (useful energy), di mana energi ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai sumber panas
2.Mengetahui besarnya efisiensi aktual kolektor surya
3.Mengetahui kenaikan temperatur
air yang dikeluarkan kolektor surya
Batasan Masalah
1. Analisa performansi kolektor surya dilakukan pada steady-state condition.
2. Pengambilan data dilaksanakan didalam ruangan dengan menggunakan lampu sorot sebagai ganti sinar matahari.
3. Sudut datang radiasi dianggap normal terhadap bidang kolektor
4. Konsentrator atau reflektor dianggap sempurna dalam membentuk image
5. Analisa perpindahan panas satu dimensi
6. Kehilangan panas pada saluran yang menghubungkan antar komponen diabaikan
7. Kehilangan panas pada struktur penopang kolektor
diabaikan
Kolektor surya
Suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan
energi radiasi matahari dan mengubahnya
menjadi energi panas yang berguna
Jenis konfigurasi kolektor surya
a. Tubular absorber with difuse back reflector b. Tubular absorber with specular cusp reflector c. Plane receiver with plane reflector
d. Parabolic concentrator e. Fresnel reflector
f. Array of heliostats with central receiver
Tinjauan pustaka
Penelitian Sebelumnya :
Oleh : manoon pidhuwan, sombat teekasap, and joseph khedari
Melakukan penelitian panjang efektif (effective length) untuk kolektor surya tipe linear parabolic concentrating. Sistem dibuat dengan material lokal, antara lain lembaran stainless steel ukuran reguler (1,2 x 2,4 m) sebagai reflektor dan pipa baja karbon sebagai receiver
Pengujian dilakukan dengan melakukan pengukuran temperatur pada lima titik posisi sepanjang pipa receiver yang dilalui oli dan pengukuran temperatur dua titik posisi di inlet dan outlet air di heat exchanger. Aliran oli diatur oleh globe valve menjadi 5 macam laju aliran massa yaitu, 0.295, 0.345, 0.415, 0.515, dan 0.685 kg/menit. Dari penelitian ini diketahui bahwa panjang kolektor dan pipa receiver pada kolektor surya dapat dipendekkan ¼ dari panjang total dengan konsekuensi adanya penurunan temperatur sekitar rata-rata 3,253 %.
Gambar skematik kolektor surya
Gambar kolektor surya
Oleh : Afri argiawan
Melakukan penelitian panjang efektif untuk kolektor surya tipe linear parabolic. Sistem di buat dengan material stainless steel ukuran 1 x 2 m sebagai reflektor dan pipa tembaga sebagai receiver dengan ukuran 1/2 inch
Pengujian dilakukan dengan melakukan pengukuran temperatur pada 2 titik posisi sepanjang pipa receiver yang dilalui fluida (air) dan pengukuran temperatur 2 titik posisi di inlet dan outlet kolektor. Aliran air diatur oleh valve menjadi 3 macam laju aliran massa yaitu, 0.02, 0.03, 0.04 kg/s. Dari penelitian ini diketahui bahwa laju aliran massa untuk hasil temperature maksimum adalah sebesar 0.02 kg/s, Quseful sebesar 345, 57 watt, dengan efisiensi actual rata – rata sebesar 22.81%.
Geometri kolektor surya
•Sudut Rim
• Jari – jari mirror (r
r
)
• Panjang focal ( f )
.cos 2
r r
f + Φ
=
Dasar Teori
• Diameter Receiver ( D )
• Diameter Semi lingkaran receiver ( W )
• Perpindahan panas Radiasi
• Perpindahan Panas Konduksi pada Silinder
• Perpindahan Panas Konveksi
,1 ,2
2 1
2. . . .( ) ln( / )
s s
r
L k T T
q r r
π −
=
. .( s )
q = h A T − T ∞
• Konveksi Paksa Aliran dalam Pipa
• Koefisien Radiasi Linear, h r,c-a
( )
( )
1 2(
2 3)
8 (Re 1000) Pr
1 12, 7 8 Pr 1
d d
Nu f
f
= −
+ −
4 4
,
( )
( )
r sky
r c a
r a
T T
h T T
σε
−
= −
−
0, 052( 273)
1,5sky a
T = T +
(0, 79 ln Re 1, 64)
2f = −
−• Koefisien Perpindahan Panas Konveksi Udara Luar
• Untuk forced convection (Gr/Re
2<1), persamaan Nusselt antara lain untuk 0,1 < Re < 1000
untuk 1000 < Re < 50000
• faktor efisiensi kolektor F’
Re
Dρ . . V D
= µ
0, 4 0, 54 Re
0,52Nu = +
0, 3 Re
0,6Nu =
'
1 /
1 ln
2
L
o o o
L fi i i
F U
D D D
U h D k D
=
+ +
• faktor aliran kolektor F”
• Heat removal faktor kolektor
• Quseful teoritis
• Quseful aktual
' ''
' '
1 exp
R P r L
r L
P
F mC A U F
F F A U F m C
•
•
= = −
' '' R
.
F = F F
( )
r
u R a L fi a
a
Q F A S A U T T A
= − −
out in
u
.
P f fQ m C T T
•
= −
• Efisiensi Kolektor
.
u c T
Q
η = A I
Flowchart Tugas Akhir
Skema pengujian kolektor surya
Keterangan gambar : A. Reflektor
B. Kran bypass C. Rotameter
D. Pompa centrifugal E. Pipa receiver
F. Bak penampung air dingin
G. Bak penampung air panas
H. Lampu Sorot (6)
Diagram alir
pengambilan data
Diagram Alir
Perhitungan Data
Temperatur fluida kerja masuk kolektor (Tf,i).Temperatur fluida kerja keluar kolektor (Tf,o).
Temperatur udara ambient (Ta).
Temperatur pipa absorber (Tr) Kecepatan angin (vw) Intensitas radiasi (IT) Debit fluida kerja (Qf)
START
m dot = 0,02 kg/detik
γα ρ. Ib.
= S
Perpindahan panas antara pipa receiver dengan udara
sekitar
α υ β
. ).
'.(
. T T D3
Ra g s− ∞
=
Tidak
[ ]
2
27 / 168 / 9
6 / 1
Pr) / 559 , 0 ( 1
. 387 , 6 0 ,
0
+ +
= Ra
Nu
ϖ ρ.V.D Re=
2
. '.
. υ β TD GR=g ∆
ReGR2<1
1000 Re<
52 ,
Re0
54 , 0 4 , 0 +
=
Nu Nu=0,3Re0,6
Ya Tidak
Ya
a r
sky r a r
r T T
T h T
−
= −
−
) .(
. 4 4
,
ε σ
B
A
Perpindahan panas di dalam pipa receiver dengan air
Di
m . .
. Re 4
µ π
•
=
C
A
D k hw Nu. f
=
B
a r r w L
h h U
−
+
=
,
1 1
1
Faktor efisiensi kolektor F’
C
Re >2500
) 1 (Pr ) 8 / ( 7 , 12 1
Pr ) 1000 )(Re 8 / (
3 / 2 2 /
1 −
+
= −
f Nu f
Ya
14 , 3 0 / 1 3 /
Pr)1
. (Re 86 ,
1
=
L w
Nu d
µ µ Tidak
i f
fi D
k h Nu.
=
+ +
=
i o o i fi
o L
L
D D k D D h
D U F U
ln. . 2 . 1
/ ' 1
Faktor aliran kolektor F”
−
=
p L r L
r p
C m
F U A F
U A
C F m
. ' . exp . ' 1 . .
" . .
.
Faktor heat removal FR
"
'.F F FR=
Panas berguna teoritis Qu,teo
− −
= . . . .( )
, L fi a
a r a R teo
u U T T
A S A A F Q
Panas berguna aktual Qu,akt
) .(
,akt . p fo fi
u mC T T
Q = • −
A1
A1
Efisiensi kolektor
T a
u
I A
Q
= . η
END
Kehilangan panas kolektor
) .(
. r r a
L
loss U A T U
Q = −
Plot grafik :
à Tfo = f(intensitas,diameter pipa) à UL = f(intensitas, diameter pipa) à Quseful,teo = f(intensitas,diameter pipa) à Quseful,act =f(intensitas,diameter pipa) à ηteo = f(intensitas,diameter pipa) à ηact = f(intensitas,diameter pipa) à F’ = f(intensitas,diameter pipa) à Qloss = f(intensitas,diameter pipa)
Grafik hasil
Grafik Pengaruh Intensitas dan diameter pipa terhadap Temperatur Air Keluar Kolektor (T
fo)
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
0 100 200 300 400
T fluida out( ͦͦC)
Intensitas Radiasi ( W/m2)
Tfofungsi intensitas radiasi
3/8 inch 1/2 inch 5/8 inch
Grafik Pengaruh Intensitas dan Diameter pipa terhadap Koefisien Kehilangan Panas Kolektor (U
L)
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
0 50 100 150 200 250 300 350 400
UL ( W/m2.C )
Intensitas Radiasi (W/m2)
ULfungsi intensitas radiasi
3/8 inch 1/2 inch 5/8 inch
Grafik Pengaruh Intensitas dan diameter pipa terhadap Kalor Berguna (Q
u)
Grafik pengaruh intensitas radiasi dan diameter pipa terhadap energi kalor berguna teoritis (Qu,teo)
Grafik pengaruh intensitas radiasi dan diameter pipa terhadap energi kalor berguna aktual (Qu,akt)
0 100 200 300 400 500 600
0 100 200 300 400
Qu teo ( Watt)
Intensitas Radiasi (W/m2)
Qu,teofungsi intensitas radiasi
3/8 inch 1/2 inch 5/8 inch
0 100 200 300 400 500 600 700 800 900
0 100 200 300 400
Qu Akt (Watt)
Intensitas Radiasi (W/m2)
Qu,actfungsi intensitas radiasi
3/8 Inch 1/2 inch 5/8 inch
Grafik Pengaruh Intensitas dan Diameter pipa terhadap Efisiensi Kolektor (η)
Grafik pengaruh intensitas radiasi dan laju aliran massa terhadap efisiensi teoritis kolektor (ηteo)
Grafik pengaruh intensitas radiasi dan laju aliran massa terhadap efisiensi aktual kolektor (ηakt)
50 55 60 65 70 75
0 100 200 300 400
Efisiensi (%)
Intensitas Radiasi ( W/m2)
ηteofungsi intensitas radiasi
3/8 inch 1/2 inch 5/8 inch
100 2030 4050 6070 8090 100
0 100 200 300 400
Efisiensi (%)
Intensitas Radiasi ( W/m2)
ηactfungsi intensitas radiasi
3/8 inch 1/2 inch 5/8 inch
Grafik Pengaruh Intensitas dan Diameter Pipa terhadap Faktor Efisiensi Kolektor (F’)
0.984 0.986 0.988 0.99 0.992 0.994 0.996 0.998 1
0 100 200 300 400
Faktor efisiensi
Intensitas Radiasi ( W/m2)
F' fungsi intensitas radiasi
3/8 inch 1/2 inch 5/8 inch
Grafik Pengaruh Intensitas dan Diameter Pipa terhadap Heat Loss (Qloss)
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
0 50 100 150 200 250 300 350 400
Q Loss (Watt)
Intensita s Radiasi (W/m2)
Qlossfungsi intensitas radiasi
3/8 Inch 1/2 Inch 5/8 Inch