BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Penentuan Komponen Biaya
Gambar 4.1 Tahapan proses penentuan komponen biaya
Pada gambar 4.1, dalam penentuan komponen biaya terdapat 2 proses, yaitu:
a. Pengidentifikasian data biaya b. Pengidentifikasian item biaya
Penjelasan mengenai tahap dalam menentukan komponen biaya adalah sebagai berikut:
A. Pengidentifikasian data biaya
Gambar 4.2 Tahapan proses pengidentifikasian data biaya
Untuk mempermudah dalam menentukan komponen biaya, terlebih dahulu ditentukan data biayanya, yaitu dari proses identifikasi biaya dari data-data yang ada di perusahaan. Biaya-biaya yang diidentifikasi diantaranya yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang terdapat pada gambar 4.2. Terdapat 4 (empat) tahap dalam penentuan komponen biaya yaitu:
1) Identifikasi daftar kegiatan operasional perusahaan 2) Identifikasi data biaya bahan baku
3) Identifikasi data biaya tenaga kerja langsung 4) Identifikasi data biaya overhead pabrik
1
2
3
4
Penjelasan mengenai tahap-tahap dalam pengidentifikasian data biaya adalah sebagai berikut:
1) Identifikasi daftar operasional produksi
Mengidentifikasi data operasional merupakan tahap pertama dari proses membuat model worksheet dalam menentukan harga pokok produksi standar.
Dikarenakan beberapa biaya ditentukan berdasarkan kegiatan operasional maka harus ditentukan terlebih dahulu data kegiatan operasional dengan proses identifikasi daftar operasional produksi.
Proses ini membutuhkan inputan daftar kegiatan operasional. Untuk mendapatkan daftar kegiatan operasional perusahaan, perlu diketahui kegiatan operasional produksi apa saja yang akan dilakukan jika ada suatu pesanan pelanggan, dan daftar kegiatan ini harus diurutkan berdasarkan proses produksinya. Data kegiatan produksi dapat diketahui dalam tahap obeservasi dan wawancara. Dan data kegiatan operasional produksi yang urut berdasarkan proses produksi inilah yang disebut dengan output data kegiatan operasional produksi.
Gambar 4.3 Data Kegiatan Operasional
Data kegiatan operasional pada gambar 4.3 adalah data kegiatan operasional yang ada di CV. Lintas Nusa dalam memproduksi pesanan secara umum. Data ini akan mempermudah dalam beberapa proses selanjutnya yang nantinya akan menentukan harga pokok produksi standar.
Dalam proses percetakan di CV. Lintas Nusa setiap proses kegiatan operasional produksi barang mempunyai proses yang berbeda. Data kegiatan operasional produksi dapat dibedakan berdasarkan jenis cetakan, yaitu:
a. Kegiatan operasional produksi mencetak buku, majalah, blocknote, amplop, memo, great book
CV. Lintas Nusa Percetakan Offset Surabaya Jl. Kalidami no. 51, Surabaya
No. Kegiatan operasional 1 CTP (Computer to Plate)
2 Pemotongan Kertas
3 Pencetakan
4 Pelipatan
5 Penjilidan
6 Pengeplongan
7 Pemotongan kertas 2
8 Perhitungan Barang
KEGIATAN OPERASIONAL PERUSAHAAN
Gambar 4.4 Kegiatan operasional produksi untuk mencetak buku
Gambar 4.4 merupakan tabel kegiatan operasional produksi untuk mencetak buku. Kegiatan operasional produksinya diantaranya yaitu CTP, pemotongan kertas, pencetakan, pelipatan, penjilidan, pemotongan kertas 2 dan perhitungan barang.
b. Kegiatan operasional produksi mencetak brosur, kupon, kartu, sertifikat
Gambar 4.5 Kegiatan operasional produksi untuk mencetak brosur
CV. Lintas Nusa Percetakan Offset Surabaya Jl. Kalidami no. 51, Surabaya
No. Kegiatan operasional 1 CTP (Computer to Plate) 2 Pemotongan Kertas 3 Pencetakan 4 Pelipatan 5 Penjilidan
6 Pemotongan kertas 2 7 Perhitungan Barang
KEGIATAN OPERASIONAL PERUSAHAAN (mencetak buku)
CV. Lintas Nusa Percetakan Offset Surabaya Jl. Kalidami no. 51, Surabaya
No. Kegiatan operasional 1 CTP (Computer to Plate) 2 Pemotongan Kertas 3 Pencetakan
4 Pelipatan
5 Pemotongan kertas 2 6 Perhitungan Barang
KEGIATAN OPERASIONAL PERUSAHAAN (mencetak brosur)
Gambar 4.5 merupakan tabel kegiatan operasional produksi untuk mencetak buku. Kegiatan operasional produksinya diantaranya yaitu CTP, pemotongan kertas, pencetakan, pelipatan, pemotongan kertas 2 dan perhitungan barang.
c. Kegiatan operasional mencetak karton, dos
Gambar 4.6 Kegiatan operasional produksi untuk mencetak karton
Gambar 4.6 merupakan tabel kegiatan operasional produksi untuk mencetak karton. Kegiatan operasional produksinya diantaranya yaitu CTP, pemotongan kertas, pencetakan, pelipatan, penjilidan, pengeplongan, pemotongan kertas 2 dan perhitungan barang.
CV. Lintas Nusa Percetakan Offset Surabaya Jl. Kalidami no. 51, Surabaya
No. Kegiatan operasional 1 CTP (Computer to Plate) 2 Pemotongan Kertas 3 Pencetakan 4 Pelipatan 5 Penjilidan 6 Pengeplongan 7 Pemotongan kertas 2 8 Perhitungan Barang
KEGIATAN OPERASIONAL PERUSAHAAN (mencetak karton)
d. Kegiatan operasional mencetak kalender
Gambar 4.7 Kegiatan operasional produksi untuk mencetak kalender
Gambar 4.7 merupakan tabel kegiatan operasional produksi untuk mencetak kalender. Kegiatan operasional produksinya diantaranya yaitu CTP, pemotongan kertas, pencetakan, pelipatan, penjilidan, pengeplongan, pemotongan kertas 2 dan perhitungan barang.
2) Identifikasi data biaya bahan baku
Data biaya yang dibutuhkan dalam penentuan harga pokok produksi standar salah satunya yaitu yaitu data biaya bahan baku. Proses ini membutuhkan inputan data biaya bahan baku. Data biaya bahan baku yang dimaksud yaitu bahan baku apa saja yang dipakai dalam proses produksi pesanan pelanggan. Data biaya bahan baku dapat diketahui dalam tahap observasi dan wawancara pada tahap ketiga dan keempat pada tabel 3.1.
CV. Lintas Nusa Percetakan Offset Surabaya Jl. Kalidami no. 51, Surabaya
No. Kegiatan operasional 1 CTP (Computer to Plate) 2 Pemotongan Kertas 3 Pencetakan 4 Pelipatan 5 Penjilidan 6 Pengeplongan 7 Pemotongan kertas 2 8 Perhitungan Barang
KEGIATAN OPERASIONAL PERUSAHAAN (mencetak kalender)
Gambar 4.8 Data Item Biaya Bahan Baku
Data bahan baku yang dipakai dalam penentuan harga pokok produksi yang terdapat pada gambar 4.8 diantaranya yaitu kertas, tinta, dan plat.
3) Identifikasi data biaya tenaga kerja langsung
Data biaya tenaga kerja ditentukan berdasarkan kegiatan operasional produksi di perusahaan. Maka dari itu proses identifikasi item biaya tenaga kerja langsung yang ada di tahap selanjutnya nantinya membutuhkan inputan data kegiatan operasional produksi. Data tenaga kerja yang ditentukan dalam proses ini yaitu mengenai data tenaga kerja langsung yang langsung melakukan produksi dalam menyelesaikan pesanan pelanggan.
CV. Lintas Nusa Percetakan Offset Surabaya Jl. Kalidami no. 51, Surabaya
No. Bahan Baku
1 Kertas
2 Tinta
3 Plat
BAHAN BAKU
Gambar 4.9 Data Item Biaya Tenaga Kerja Langsung
Data item biaya tenaga kerja langsung pada gambar 4.9 merupakan data tenaga kerja yang ada di CV. Lintas Nusa, tenaga kerja yang dimaksud adalah tenaga kerja yang langsung ikut membantu dalam proses produksi pesanan pelanggan. Untuk tenaga kerja akan dipilih berdasarkan kegiatan operasional yang dilakukan dalam memproduksi suatu pesanan.
CV. Lintas Nusa Percetakan Offset Surabaya Jl. Kalidami no. 51, Surabaya
No. Tenaga Kerja
1 Bagian Desain CTP 2 Operator Mesin CTP 3 Operator Mesin 4 Bagian Finishing 5 Bagian Pengeplongan 6 Bagian Finishing
TENAGA KERJA LANGSUNG
4) Identifikasi data biaya overhead pabrik
Biaya overhead pabrik adalah biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik yang dihitung biaya yang cukup signifikan, diantaranya yaitu biaya listrik dan biaya tenaga kerja tidak langsung.
Biaya listrik dan biaya tenaga kerja tidak langsung perhitungannya berdasarkan kegiatan operasional produksi agar lebih mudah dalam penentuan harga pokok produksi standar. Data biaya overhead pabrik dapat diketahui dalam observasi dan wawancara pada tahap ketiga, kelima dan keenam.
Gambar 4.10 Data Item Biaya Overhead Pabrik
CV. Lintas Nusa Percetakan Offset Surabaya Jl. Kalidami no. 51, Surabaya
No. Biaya Overhead Pabrik
1 Biaya Listrik
2 Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung 3 Biaya Bahan Penolong
4 Biaya Pemakaian Mesin 5 Pajak Bumi dan Bangunan
BIAYA OVERHEAD PABRIK
B. Pengidentifikasian Item Biaya
Gambar 4.11 Tahapan proses pengidentifikasian item biaya
Setelah ditentukan data biayanya, maka tahap selanjutnya yaitu mengidentifikasikan item biaya yang terdapat pada gambar 4.11. Pengidentifikasian item biaya ini yaitu menentukan detail dari setiap item biaya. Item biaya beserta detailnya inilah yang dinamakan output komponen biaya. Terdapat 3 (tiga) tahap dalam penentuan komponen biaya yaitu:
1) Identifikasi item biaya bahan baku
2) Identifikasi item biaya tenaga kerja langsung 3) Identifikasi item biaya overhead pabrik
Penjelasan mengenai tahap-tahap dalam penentuan komponen biaya adalah sebagai berikut:
1) Identifikasi item biaya bahan baku
Setelah ditentukan data biaya bahan baku, maka tahap selanjutnya yaitu mengidentifikasikan item biayanya. Berbeda halnya dengan identifikasi item biaya
1
2
3
bahan baku ini tidak berdasarkan pada data kegiatan operasional produksi karena inputan data biaya bahan baku dapat langsung diidentifikasi dan ditentukan tanpa terkait dengan kegiatan operasional produksi. Proses ini mengidentifikasi secara detail data biaya bahan baku, diantaranya mengenai macam jenis, ukuran, harga, tebal. Jenis bahan baku beserta detailnya inilah yang dinamakan output komponen biaya bahan baku.
Gambar 4.12 Komponen Biaya Bahan Baku Kertas
Pada gambar 4.12 komponen biaya bahan baku kertas ini diantaranya yaitu jenis kertas, ukuran kertas, dan tebal kertas. Untuk komponen biaya bahan baku tinta
CV. Lintas Nusa Percetakan Offset Surabaya Jl. Kalidami no. 51, Surabaya
No. Jenis Tebal Ukuran No. Jenis No. Ukuran
1 Art Paper 120gr 61x86 1 Full colour 1 254x394
65x100 2 Black and White 2 570x510
79x109 3 650x550
150gr 61x86 4 670x560
65x100 5 724x600
79x109
180gr 61x86
65x100 79x109
210gr 61x86
65x100 79x109
2 Duplex 270gr 79x109
89x119,4 89x119,5 89x120
310gr 79x109
89x119,4 89x119,5 89x120
350gr 79x109
89x119,4 89x119,5 89x120
3 HVS 60gr 65x90
65x100
70gr 65x90
65x100
80gr 65x90
4 Art Carton 210gr 65x100
79x109
BAHAN BAKU BAHAN BAKU BAHAN BAKU
PLAT
KERTAS TINTA
ini adalah mengenai jenis warna tinta. Pesanan pelanggan dapat diproduksi dalam 2 jenis warna, yaitu full colour atau black and white. Full colour terdiri atas warna cyan, magenta, yellow, dan black atau black and white yang terdiri atas warna hitam dan putih. Dan komponen biaya bahan baku plat yaitu ukuran plat. Data ini telah sesuai dengan data biaya bahan baku yang digunakan oleh perusahaan untuk memproduksi pesanan pelanggan. Dan data ini telah tetap dari dokumen di perusahaan dan tidak dapat berubah kecuali adanya perubahan dari perusahaan.
2) Identifikasi item biaya tenaga kerja langsung
Pengidentifikasian item biaya tenaga kerja langsung ditentukan berdasarkan data kegiatan operasional produksi di perusahaan, agar mempermudah dalam menentukan harga pokok produksi standar. yaitu menentukan tenaga kerja apa saja berdasarkan data kegiatan operasional produksi di perusahaan.
Gambar 4.13 Komponen Biaya Tenaga Kerja Langsung
Komponen biaya tenaga kerja langsung pada gambar 4.13 diidentifikasi berdasarkan kegiatan operasional yang ada di CV. Lintas Nusa. Hal ini akan mempermudah dalam perhitungan harga pokok produksi staandar untuk biaya tenaga kerja langsung.
3) Identifikasi item biaya overhead pabrik
Pengidentifikasian item biaya overhead pabrik ditentukan berdasarkan data kegiatan operasional produksi di perusahaan, agar mempermudah dalam menentukan harga pokok produksi standar.
No. Kegiatan Operasional Tenaga Kerja 1 CTP (Computer to Plate) Bagian Desain CTP
Operator Mesin CTP 2 Pemotongan Kertas Operator Mesin I
3 Pencetakan Operator Mesin II
4 Pelipatan Bagian Finishing
5 Penjilidan Bagian Finishing
6 Pengeplongan Bagian Pengeplongan
7 Pemotongan kertas 2 Operator Mesin Bagian Finishing 8 Perhitungan Barang Operator Mesin
Bagian Finishing (berdasarkan kegiatan operasional)
TENAGA KERJA LANGSUNG CV. Lintas Nusa Percetakan Offset Surabaya Jl. Kalidami no. 51, Surabaya
Gambar 4.14 Komponen Biaya Overhead Pabrik
Komponen biaya overhead pabrik pada gambar 4.14 diantaranya yaitu komponen biaya listrik, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya bahan penolong, biaya pemakaian mesin, dan pajak bumi dan bangunan.. Komponen biaya ini nantinya akan ditentukan rata-ratanya dari data history yang telah dilakukan.
Data biaya listrik ditentukan mengenai apa saja peralatan yang termasuk dalam proses produksi. Data tenaga kerja tidak langsung ditentukan mengenai tenaga kerja apa saja yang diperlukan dalam membantu penyelesaian pesanan pelanggan tetapi bukan dalam proses produksi. Data biaya bahan penolong ditentukan mengenai biaya bahan baku penolong apa saja yang termasuk dalam proses produksi. Data biaya pemakaian mesin ditentukan mengenai rata-rata pemakaian mesin. Dan pajak bumi bangunan ditentukan mengenai rata-rata pajak setiap bulannya berdasarkan data pajak periode lalu.
No. Biaya Overhead Pabrik Data History (Rata-rata) 1 Biaya Listrik
2 Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung 3 Biaya Bahan Penolong
4 Biaya Pemakaian Mesin 5 Pajak Bumi dan Bangunan
BIAYA OVERHEAD PABRIK (berdasarkan kegiatan operasional)
CV. Lintas Nusa Percetakan Offset Surabaya Jl. Kalidami no. 51, Surabaya
4.1.2 Penentuan Harga Standar
Gambar 4.15 Tahapan proses penentuan harga standar
Penentuan harga standar pada gambar 4.15 merupakan tahap setelah didapatkannya output komponen biaya. Penentuan harga standar dapat ditentukan dari diterapkannya rumus-rumus untuk dapat mencapai harga standar. Penentuan harga standar diantaranya yaitu:
a. Penentuan harga standar komponen biaya bahan baku
b. Penentuan harga standar komponen biaya tenaga kerja langsung c. Penentuan harga standar komponen biaya overhead pabrik
Dalam penentuan harga standar terdapat dua proses yaitu:
1. Penentuan Kuantitas Standar
Setiap komponen biaya ditentukan kuantitas standarnya. Kuantitas standar untuk penentuan harga pokok produksi standar ini berupa data history atau data rata- rata dari produksi yang pernah dilakukan. Yaitu mengenai berapa jumlah kertas yang dibutuhkan untuk suatu jenis kertas, tebal dan suatu ukuran kertas, dan mengenai
1
2
3
berapa tinta yang dikeluarkan per lembar kertas dengan masing-masing ukuran kertas yang ada, berapa total plat yang digunakan dalam suatu orderan dengan suatu ukuran kertas, berapa perkiraan jam produksi suatu orderan untuk tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
2. Penentuan Harga Standar
Setiap komponen biaya akan ditentukan harga standarnya, harga standar merupakan harga pokok atau harga detail yang digunakan sebagai acuan yang dapat mempermudah perhitungan dalam menentukan harga pokok produksi standar. Dari kuantitas standar yang telah ditentukan, maka selanjutnya menentukan harga standar dari setiap komponan biaya yang termasuk dalam biaya produksi. Untuk proses penentuan harga standar biaya bahan baku dibutuhkan inputan komponen biaya bahan baku. Dari proses penentuan harga standar akan menghasilkan output harga standar setiap komponen biaya bahan baku. Harga standar biaya bahan baku ditentukan dari harga bahan baku yang sebenarnya lalu didetailkan dan dihitung sehingga nantinya ditemukan harga standar.
A. Penentuan harga standar komponen biaya bahan baku
1) Penentuan harga standar komponen biaya bahan baku kertas a) Kuantitas standar biaya bahan baku kertas
Dalam penentuan kuantitas biaya bahan baku kertas yaitu mengenai penentuan jenis, tebal, dan ukuran kertas yang dipakai dan jumlah kertas yang dipakai untuk memproduksi suatu produk dengan masing-masing ukuran kertas yang ada.
Perhitungan jumlah tinta didapatkan dari data history atau data rata-rata dari produksi yang yang telah dilakukan.
Tabel 4.1 Kuantitas Standar Biaya Bahan Bahan Baku Kertas
Pada tabel 4.1 terdapat sepuluh transaksi dengan masing-masing jumlah orderan, halaman dan ukuran. Dan semua transaksi tersebut ditotal dan dirata-rata sehinggan dibuat rata-rata dengan ukuran panjang dan lebar 5x5 cm agar jika terdapat orderan dari pelanggan dapat dihitung dengan lebih mudah. Dan ukuran 5x5 cm tersebut dapat menghasilkan rata-rata total kertas yang dipakai sebanyak 81 lembar dengan ukuran kertas 61x86 cm. begitu pula dengan ukuran kertas yang lainnya, ditentukan berdasarkan ukuran kertas karena masing-masing ukuran kertas menghasilkan muat orderan dan jumlah total kertas yang dipakai berbeda-beda.
Dalam penentuan jumlah kertas yang digunakan untuk memproduksi menggunakan rumus sebagai berikut:
No. Jenis Orderan Jumlah Halaman L P Hasil Lebar Hasil Panjang Muat Orderan Total lembar orderan Total kertas yang dipakai Total Biaya
1 Buku 2000 54 21 26 2 4 8 44,000 5,500 6,232,248
2 Buku 1500 58 19 25 2 4 8 37,500 4,500 4,249,260
3 Brosur 1500 6 28 20 3 3 9 4,500 500 377,712
4 Brosur 2200 2 21 30 2 4 8 2,200 275 207,742
5 Brosur 1300 14 28 20 3 3 9 9,100 1,011 954,772
6 Buku Nota 1250 148 17 11 5 5 25 2,500 100 214,037 7 Buku Nota 850 148 23 17 3 3 9 1,700 189 148,724
8 Buku 900 74 18 13 4 4 16 1,800 94 107,018
9 Buku 1700 98 14 10 6 6 36 3,400 222 293,776
10 Majalah 1000 124 27 20 3 3 9 63,000 7,000 6,693,896
14200 726 215 189 33 39 137 169,700 19,392 19,479,185 21 19 2 4 8 16,970 1,939 2,197,339.56 5 5 12 17 209 16,970 81 92,006.31
ART PAPER
Total Rata-rata 5x5 cm Rata-rata
UKURAN KERTAS 61x86
Perhitungan ini untuk mengetahui muatnya ukuran pesanan pelanggan di kertas perusahaan,
(4.1)
(4.2) Perhitungan ini untuk mengetahui berapa muatan lebar dan panjang (ukuran) pesanan pelanggan dalam satu lembar kertas yang tersedia di perusahaan
(4.3) Perhitungan ini untuk mengetahui muatnya ukuran pesanan pelanggan dalam ukuran kertas sesungguhnya di perusahaan.
(4.4)
Dan perhitungan ini untuk mengetahui total kertas yang digunakan dalam masing- masing ukuran kertas untuk suatu orderan pelanggan.
Data history yang digunakan dalam penentuan kuantitas standar biaya bahan baku kertas yaitu data rata-rata transaksi yang telah pernah dilakukan berdasarkan jenis dan ukuran kertas.
b) Harga Standar Biaya Bahan Baku Kertas
Penentuan harga standar biaya bahan baku kertas yaitu harga kertas per lembar untuk masing-masing kertas yang ada di perusahaan. Yaitu dari harga kertas per rim, Hasil Lebar = Lebar Kertas
Lebar Orderan Hasil Panjang = Panjang Kertas
Panjang Orderan
HPxHL = Hasil Panjang x Hasil Lebar
Total Kertas = Jumlah order HPxHL
lalu dihitung harga per lembar. Harga kertas per lembar inilah yang digunakan sebagai acuan atau yang disebut sebagai harga standar.
Tabel 4.2 Penentuan Harga Standar Biaya Bahan Baku Kertas
Tabel 4.2 merupakan penentuan harga standar bahan baku kertas yaitu harga kertas per lembar yang nantinya akan dapat mengetahui harga standar pokok produksi kertas yang dikeluarkan untuk memproduksi pesanan pelanggan.
Dalam penentuan harga standar komponen biaya bahan baku kertas menggunakan perbandingan antar kertas. Jadi antara ukuran kertas satu dan yang lainnya paling efektif menggunakan ukuran kertas yang mana untuk setiap pesanan
Jenis Tebal Satuan Lebar Panjang Harga per kg saat ini Harga per rim Satuan Pcs Harga per pcs Satuan
Art Paper 120 gram 61 86 12000 377,712 rim 500 755 lembar
65 100 12000 468,000 rim 500 936 lembar
79 109 12000 619,992 rim 500 1,240 lembar
150 gram 61 86 12000 472,140 rim 500 944 lembar
65 100 12000 585,000 rim 500 1,170 lembar
79 109 12000 774,990 rim 500 1,550 lembar
180 gram 61 86 12000 566,568 rim 500 1,133 lembar
65 100 12000 702,000 rim 500 1,404 lembar
79 109 12000 929,988 rim 500 1,860 lembar
210 gram 61 86 12000 660,996 rim 500 1,322 lembar
65 100 12000 819,000 rim 500 1,638 lembar
79 109 12000 1,084,986 rim 500 2,170 lembar
240 gram 61 86 12000 755,424 rim 500 1,511 lembar
65 100 12000 936,000 rim 500 1,872 lembar
79 109 12000 1,239,984 rim 500 2,480 lembar
270 gram 61 86 12000 849,852 rim 500 1,700 lembar
65 100 12000 1,053,000 rim 500 2,106 lembar
79 109 12000 1,394,982 rim 500 2,790 lembar
HVS 60 gram 61 92 12000 202,032 rim 500 404 lembar
65 90 12000 210,600 rim 500 421 lembar
65 100 12000 234,000 rim 500 468 lembar
70 gram 61 92 12000 235,704 rim 500 471 lembar
65 90 12000 245,700 rim 500 491 lembar
65 100 12000 273,000 rim 500 546 lembar
80 gram 61 92 12000 269,376 rim 500 539 lembar
65 90 12000 280,800 rim 500 562 lembar
65 100 12000 312,000 rim 500 624 lembar
Art Carton 210 gram 61 92 12000 707,112 rim 500 1,414 lembar
65 90 12000 737,100 rim 500 1,474 lembar
65 100 12000 819,000 rim 500 1,638 lembar
79 109 12000 1,084,986 rim 500 2,170 lembar
260 gram 61 92 12000 875,472 rim 500 1,751 lembar
65 90 12000 912,600 rim 500 1,825 lembar
65 100 12000 1,014,000 rim 500 2,028 lembar
79 109 12000 1,343,316 rim 500 2,687 lembar
310 gram 61 92 12000 1,043,832 rim 500 2,088 lembar
65 90 12000 1,088,100 rim 500 2,176 lembar
65 100 12000 1,209,000 rim 500 2,418 lembar
79 109 12000 1,601,646 rim 500 3,203 lembar
KERTAS
pelanggan. Yang lebih sedikit nilai habis bahan baku kertasnya, maka itulah yang dianggap paling efektif dalam penggunaan kertas. Tapi disini digunakan perbandingan dengan tiga ukuran kertas yang berbeda, agar nantinya perusahaan dapat mengetahui penggunaan kertas dari masing-masing ukuran.
Harga per kg kertas Rp. 12.000 pada tabel 4.2 adalah harga per kg kertas yang sewaktu-waktu dapat berubah, yang dapat berubah karena naik turunnya permintaan eksport import dan juga naik turunnya harga dollar. Bila ada perubahan harga kertas dari supplier yang naik ataupun turun maka bagian administrasi perusahaan dapat mengubah sewaktu-waktu. Dan setelah harga kertas di ubah maka secara otomatis harga yang bersangkutan dengan perhitungan akan ikut berubah.
Untuk mengetahui harga per kg kertas dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut:
(4.5) (4.6) Pembelian kertas oleh perusahaan dalam satuan rim. Untuk menghitung harga standar kertas, maka terlebih dahulu menghitung harga kertas per lembar dengan rumus sebagai berikut:
(4.7) (4.8) Berat 1 rim kertas (kg) = Tebal kertas (gr) x Lebar (cm) x Panjang (cm)
20000
Harga kertas perlembar = harga 1 rim kertas 500
Jumlah PxL = Lebar x Panjang
Harga 1 rim kertas = Berat 1 rim kertas (kg) x Harga per kg kertas
Setelah diketahui harga per lembar kertas maka akan dikalikan dengan total kertas yang dipakai yang telah dihitungan di penentuan kuantitas standar yaitu pada rumus,
(4.9) Perhitungan ini untuk mengetahui total kertas yang dipakai untuk pesanan pelanggan
(4.10) Rumus ini utuk menghitung total dari bahan baku kertas.
Tabel 4.3 Penentuan Harga Standar Biaya Bahan Baku Kertas Duplex
Untuk penentuan standar harga kertas jenis duplexnpada tabel 4.3 berbeda dengan jenis kertas lainnya yang terdapat pada tabel 4.2. Harga per kg duplex menggunakan prosentase (%). Prosentase itulah yang dapat berubah-ubah setiap waktu. Sama halnya dengan kertas biasa, bila ada perubahan harga kertas karton yang naik ataupun turun maka bagian administrasi perusahaan dapat mengubah. Dan setelah harga per kg kertas duplex di ubah maka secara otomatis harga yang bersangkutan dengan perhitungan akan ikut berubah.
Jenis Tebal Satuan Lebar Panjang Harga Kertas Harga per kg saat ini Harga Satuan Pcs Harga Duplex 250 gram 79 109 253,000 240% rim607,200 500 1,214
89 119.4 312,500 240% rim750,000 500 1,500 89 119.5 312,500 240% rim750,000 500 1,500 89 120 313,725 240% rim752,940 500 1,506 270 gram 79 109 265,000 240% rim636,000 500 1,272 89 119.4 327,090 240% rim785,016 500 1,570 89 119.5 327,400 240% rim785,760 500 1,572 89 120 328,750 240% rim789,000 500 1,578 310 gram 79 109 287,000 240% rim688,800 500 1,378 89 119.4 354,125 240% rim849,900 500 1,700 89 119.5 354,450 240% rim850,680 500 1,701 89 120 355,925 240% rim854,220 500 1,708 350 gram 79 109 311,000 240% rim746,400 500 1,493 89 119.4 383,840 240% rim921,216 500 1,842 89 119.5 384,200 240% rim922,080 500 1,844 89 120 385,800 240% rim925,920 500 1,852
Total harga = Total kertas x Harga kertas per lembar Total Kertas = Jumlah order
HPxHL
Dan rumus untuk menentukan harga kertas (per rim) adalah sebagai berikut:
(4.11) Dan untuk rumus penentuan harga standar duplex, sama dengan rumus penentuan kertas biaya.
2) Penentuan harga standar komponen biaya bahan baku tinta a) Kuantitas Standar Biaya Bahan Baku Tinta
Dalam penentuan kuantitas standar biaya bahan baku tinta yaitu mengenai jumlah tinta yang keluar (ml) dalam setiap lembar kertas. Perhitungan jumlah tinta didapatkan dari data history atau data rata-rata dari produksi yang yang telah dilakukan.
Tabel 4.4 Harga Tinta per Lembar
Tabel 4.5 Kuantitas Standar Biaya Bahan Baku Tinta
Cyan Magenta Yellow Black
14.06 14.2 14.06 12.3
Harga per lembar
No. Jenis Ordera Cyan Magenta Yellow Black Total kertas yang dipakai Cyan Magenta Yellow Black Total Biaya
1 Buku 40% 75% 50% 10% 10,000 56,240 70,300106,500 12,300 245,340 40% 75% 50% 10% 1,000 5,624 10,650 7,030 1,230 24,534 2 Buku 80% 45% 30% 40% 8,250 92,796 52,718 34,799 40,590 220,902 80% 45% 30% 40% 750 8,436 4,793 3,164 3,690 20,082 3 Brosur 55% 75% 40% 20% 1,000 7,733 10,650 5,624 2,460 26,467 4 Brosur 35% 60% 85% 25% 550 2,707 4,686 6,573 1,691 15,657 5 Brosur 65% 70% 55% 25% 2,022 18,481 20,101 15,638 6,218 60,438 6 Buku Nota 55% 45% 75% 25% 200 1,547 1,278 2,109 615 5,549 7 Buku Nota 60% 50% 80% 25% 378 3,187 2,682 4,249 1,162 11,280 8 Buku 65% 35% 75% 25% 225 2,056 1,118 2,373 692 6,239 9 Buku 25% 74% 62% 30% 189 664 1,985 1,647 697 4,992 10 Majalah 65% 70% 55% 30% 444 4,062 4,418 3,437 1,640 13,556 65% 70% 55% 30% 13,556 134,742123,884 104,825 50,020 413,472
38,564
356,320327,416 261,766 123,005 1,068,508 JENIS KERTAS: ART PAPER
UKURAN KERTAS 61x86
Harga Kertas (per rim) = Harga Tetap x Harga kertas (prosentase)
Pada tabel 4.5 terdapat sepuluh transaksi dengan masing-masing jenis orderan, total kertas yang dipakai, prosentase desain orderan dan biaya yang dikeluarkan per tinta untuk desain orderan tersebut. Perhitungan ini dihitung berdasarkan ukuran kertas, karena masing-masing ukuran dapat menghasilkan total kertas yang dipakai berbeda dan berpengaruh pada biaya tinta yang dikeluarkan.
Semua transaksi tersebut ditotal dan dirata-rata sehingga dibuat rata-rata sehingga dapat menghasilkan rata-rata satu kertas dengan ukuran 61x86 cm dapat menghasilkan data-rata biaya per tinta sesuai dengan yang ada pada tabel 4.5. biaya per tinta ini didapatkan dari prosentase desain orderan dikalikan dengan biaya tinta per lembar kertas pada tabel 4.4.
Dalam penentuan jumlah tinta yang digunakan menggunakan rumus sebagai berikut:
Setelah prosentase desain warna dari orderan pelanggan diisi, maka secara otomatis biaya tinta akan muncul, dengan rumus sebagai berikut:
(4.12) Dan untuk harga tinta per lembar dapat dilihat pada tabel 4.4. Setelah dihitung biaya tinta dari per lembar kertas, maka selanjutnya menghitung harga tinta dari total lembar orderan dengan rumus sebagai berikut:
(4.13) Jumlah kertas tersebut diperoleh dari rumus sebagai berikut:
(4.14) Setelah didapat harga per warna tinta dari seluruh total lembar orderan maka Biaya Tinta = Desain warna (%) x Harga Tinta per Lembar
Jumlah Lembar Kertas = Total Lembar Kertas yang digunakan (pada Bahan Kertas) x 2
Harga Tinta Orderan = Biaya Tinta x Jumlah lembar kertas
selanjutnya menghitung total biaya dari seluruh warna tinta dengan rumus sebagai berikut:
(4.15) b) Harga Standar Standar Biaya Bahan Baku Tinta
Tabel 4.6 Penentuan Harga Standar Bahan Baku Tinta
Penentuan harga standar biaya bahan baku tinta pada tabel 4.6 merupakan penentuan acuan standar harga yang nantinya akan digunakan dalam perhitungan harga pokok produksi. Penentuannya dibagi berdasarkan masing-masing warna tinta, dan juga berdasarkan prosentase warna tinta pada desain yang dibuat.
Untuk menghitung harga standar bahan baku tinta pada tabel 4.6, maka perlu mengetahui harga setiap warna dalam satuan 1000 ml, Karena perusahaan dalam membeli bahan baku tinta dalam satuan 1000 ml. Diketahui bahwa 4000 ml tinta (CMYK) dapat habis untuk memproduksi 5000 lembar kertas, dengan ketentuan:
1. 5000 lembar adalah warna campuran bukan hanya blok 1 warna.
2. 5000 lembar berlaku untuk semua ukuran.
Untuk menghitung harga tinta per lembar kertas dapat digunakan rumus sebagai berikut:
... (4.16)
Jenis
Full colour Cyan Magenta Yellow Black
per 1000 ml >> 70300 71000 70300 61500
per 1 lembar >> 14.1 14.2 14.1 12.3 1000 ml utk 5000 lbr
5000
Harga warna tinta yang dibutuhkan
Harga tinta untuk 1 lembar kertas = Harga tinta 1000ml 5000
Total Biaya Tinta = Harga Tinta Orderan Cyan+Magenta+Yellow+Black
Perhitungan tinta yang terdapat pada tabel 4.6 merupakan perhitungan dari setiap warna tinta yang ada, karena setiap warna tinta mempunyai harga yang berbeda dan harga tinta tersebut yang dapat berubah sewaktu-waktu. Bila ada perubahan harga tinta yang naik ataupun turun maka bagian administrasi perusahaan dapat mengubahnya. Dan setelah di ubah maka secara otomatis harga yang bersangkutan dengan perhitungan akan ikut berubah.
3) Penentuan harga standar komponen biaya bahan baku plat a) Kuantitas Biaya Bahan Baku Plat
Dalam penentuan kuantitas biaya bahan baku plat sama halnya dengan penentuan kuantitas bahan baku kertas yaitu mengenai ukuran plat yang dipakai dan juga jumlah plat yang dipakai untuk memproduksi suatu produk. Perhitungan jumlah plat didapatkan dari data history atau data rata-rata dari produksi yang yang telah dilakukan.
Tabel 4.7 Kuantitas Biaya Bahan Baku Plat
Pada tabel 4.7 terdapat sepuluh transaksi dengan masing-masing jenis orderan, jumlah, halaman, dan ukuran orderan, yang akan menghasilkan jumlah muat
No. Jenis Orderan Jumlah Halaman Lebar Panjang Muat Lebar Muat Panjang Muat Orderan Jumlah plat yang dipakai
1 Buku 2000 54 25.5 21 0 1 0 0
2 Buku 1500 58 25 19 1 2 2 29
3 Brosur 1500 6 19.5 28 1 1 1 6
4 Brosur 2200 2 29.5 21 0 1 0 0
5 Brosur 1300 14 20 28 1 1 1 14
6 Buku Nota 1250 149 10.5 16.5 2 2 4 37
7 Buku Nota 850 149 16.5 23 1 1 1 149
8 Buku 900 74 12.5 17.5 2 2 4 74
9 Buku 1700 98 10 13.5 2 2 4 98
10 Majalah 1000 124 20 27 1 1 1 124
14200 728 189 214.5 11 14 18 531.25
129.09 72.8 18.9 21.45 1.1 1.4 1.8 53.125
5 5 5 8 39 2
Total Rata-rata Rata-rata 5x5 cm
UKURAN PLAT 25X39
orderan di kertas perusahaan beserta jumlah plat yang dipakai untuk masing-masing ukuran plat. Perhitungan ini dihitung berdasarkan ukuran kertas, karena masing- masing ukuran dapat menghasilkan muat orderan dan jumlah plat yang dipakai berbeda. Berdasarkan contoh ukuran plat yang digunakan yaitu ukuran 25x39 cm.
Semua transaksi tersebut ditotal dan dirata-rata sehinggan dibuat rata-rata dengan ukuran panjang dan lebar 5x5 cm agar jika terdapat orderan dari pelanggan dapat dihitung dengan lebih mudah. Dan ukuran 5x5 cm tersebut dapat menghasilkan rata- rata total plat yang dipakai sebanyak 2 lembar dengan ukuran plat 25x39 cm. begitu pula dengan ukuran plat yang lainnya, ditentukan berdasarkan ukuran plat karena masing-masing ukuran plat menghasilkan muat orderan dan jumlah total plat yang dipakai berbeda-beda.
Dalam perhitungan plat, akan dilakukan perbandingan harga antara satu ukuran dengan yang lainnya, karena dari perbandingan tersebut akan diketahui ukuran plat mana yang lebih efektif untuk suatu produk pesanan sebagai harga standar dari perhitungan harga pokok produksi standar.
Dalam penentuan jumlah plat yang digunakan untuk memproduksi menggunakan rumus sebagai berikut:
Perhitungan ini untuk mengetahui muatnya ukuran pesanan pelanggan di plat perusahaan,
(4.17) Hasil Lebar = Lebar Kertas
Lebar Orderan
(4.18) Perhitungan ini untuk mengetahui berapa muatan lebar dan panjang (ukuran) pesanan pelanggan dalam satu lembar plat yang tersedia di perusahaan. HPxHL ini disebut juga dengan muat orderan (jika dilihat pada tabel).
(4.19) Perhitungan ini untuk mengetahui jumlah plat yang digunakan untuk memproduksi suatu orderan pelanggan.
(4.20) b) Harga Standar Biaya Bahan Baku Plat
Penentuan harga standar biaya bahan baku plat yaitu harga kertas per lembar untuk masing-masing plat yang ada di perusahaan. Yaitu dari harga plat per rim, lalu dihitung harga per lembar platnya. Harga plat per lembar inilah yang disebut sebagai harga standar.
Tabel 4.8 Penentuan Harga Standar Biaya Bahan Baku Plat
Penentuan harga standar biaya bahan baku plat pada tabel 4.8 merupakan penentuan acuan standar harga yang nantinya akan digunakan dalam perhitungan harga pokok produksi standar. Harga plat per box nya dapat berubah sewaktu-waktu.
Dan bila ada perubahan harga per box plat maka bagian administrasi perusahaan
Jenis Ukuran Jumlah Satuan Harga Satuan Harga Satuan Lebar Panjang Total PxL Plat 25x39 100 Pcs 300,200 Box 3,002 Lembar 25 39 64
Plat 57x51 50 Pcs 581,400 Box 11,628 Lembar 57 51 108
Plat 65x55 50 Pcs 729,300 Box 14,586 Lembar 65 55 120
Plat 67x56 50 Pcs 750,400 Box 15,008 Lembar 67 56 123
Plat 72x60 50 Pcs 886,150 Box 17,723 Lembar 72 60 132
PLAT
HPxHL = Hasil Panjang x Hasil Lebar
Jumlah plat yang dipakai = Jumlah lembar pesanan Total muatan lembar
dapat mengubahnya. Dan setelah di ubah maka secara otomatis harga yang bersangkutan dengan perhitungan akan ikut berubah.
Pembelian kertas oleh perusahaan dalam satuan rim. menghitung harga plat per lembar dengan rumus sebagai berikut:
(4.21)
Dalam perhitungan plat, akan dilakukan perbandingan harga antara satu ukuran dengan yang lainnya, karena dari perbandingan tersebut akan diketahui ukuran plat mana yang lebih efektif untuk suatu produk pesanan sebagai harga standar dari perhitungan harga pokok produksi standar.
Setelah jumlah plat yang dipakai telah dihitung (pada kuantitas standar plat) dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
(4.22) Maka dapat ditentukan total harga plat, yang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
(4.23) B. Penentuan harga standar komponen biaya tenaga kerja langsung
a) Kuantitas Biaya Tenaga Kerja Langsung
Dalam penentuan kuantitas tenaga kerja langsung perlu diketahui berapa lama (jam) dalam memproduksi suatu pesanan. Hal ini dapat diketahui dengan melihat
Harga plat per lembar = harga 1 rim plat jumlah pcs
Jumlah plat yang dipakai = Jumlah lembar pesanan Total muatan lembar
Total harga plat = Harga plat x Total warna tinta
dilakukan yang dapat ditentukan dengan cara menghitung rata-rata jam kerja yang dikonsumsi dalam suatu pekerjaan periode lalu.
Tabel 4.9 Kuantitas Standar Biaya Tenaga Kerja Langsung
Pada tabel 4.9 terdapat total jam produksi dari tujuh transaksi yang telah dilakukan. Total jam produksi ini dapat diketahui dari tabel berikut:
Tabel 4.10 Jam Mesin dalam Penentuan Harga Standar Biaya Tenaga Kerja Langsung
Dari tabel 4.10 di atas dapat diketahui pesanan buku ataupun berupa lembaran kertas (semacam brosur) dari pelanggan. Total jam mesin berasal dari lama hari kerja dalam memproduksi masing-masing pesanan. Dari total jam mesin yang terdapat
Buku Lembar
1 Januari 395 790 64,200
2 Februari 800 596 213,100
3 Maret 569 600 155,150
4 April 260 200 30,000
5 Mei 362 - 184,949
6 Juni 476 1,870 182,267
7 Juli 334 2,232 54,000
3196 6,288 883,666 457 898 126,238
1.97 276.49
RATA-RATA per jam DATA HISTORY
RATA-RATA per bulan
No. Bulan Lama Produksi Qty
TOTAL
Tgl Order Tgl Selesai Day Qty Satuan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1/2/2013 15/2/2013 14 1000 lembar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
3-Jan 17/2/2013 15 1000 lembar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
8-Jan 10/2/2013 34 12000 lembar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
9-Jan 30/1/2013 22 200 buku 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
9-Jan 30/1/2014 22 200 buku 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
12/1/2013 31/01/2013 20 5000 Lembar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
20 5000 Lembar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
15/01/2013 15/02/2013 32 10000 Lembar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
32 2000 Lembar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
21/01/2013 5/2/2013 16 1000 pcs 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
21/01/2013 20/02/2013 31 3000 Lembar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
1 3000 Lembar 1
21-Jan 4/2/2013 15 200 Lembar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
22-Jan 25/02/2013 35 15000 Lembar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
26-Jan 13/02/2013 20 190 buku 1 1 1 1 1 1
26-Jan 13/02/2014 20 200 buku 1 1 1 1 1 1
31-Jan 21/02/2013 23 3000 lembar 1
31-Jan-2013 21/02/2014 23 3000 lembar 1
395 64200 LBR
JANUARI
JAN
268 Total Jam Mesin
pada tabel 4.10 dapat diketahui rata-rata jam kerja produksi untuk suatu pesanan pelanggan. Total jam mesin atau kapasitas mesin per bulan dapat diketahui dengan rumus sebagai berikut:
(4.24)
Rata-rata per jam tersebut dapat diketahui dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
(4.25)
(4.26) b) Harga Standar Biaya Tenaga Kerja Langsung
Penentuan harga standar biaya tenaga kerja langsung yaitu menentukan tarif biaya tenaga kerja langsung per jam. Komponen biaya ini diidentifikasi berapa gaji per bulan dan menghitung gaji karyawan setiap jamnya. Jadi untuk penentuan harga pokok produksi standar untuk biaya tenaga kerja langsung nantinya akan menggunakan hitungan jam. Misalnya untuk memproduksi brosur A 1000 pcs diperlukan waktu 8 jam, dari hal tersebut dapat diidentifikasi kegiatan memotong kertas yang berarti diperlukan pula tenaga kerja pemotong kertas dengan gaji Rp.
1.000.000 per bulan. Dari gaji tersebut, dihitung gaji per jamnya. Gaji per jamnya inilah yang disebut harga standar untuk biaya tenaga kerja langsung.
Kapasitas Mesin = Total Jam Mesin Jumlah bulan yang dihitung
Rata-rata per jam (Buku) = Total Quantity Buku Lama Produksi
Rata-rata per jam (Lembar) = Total Quantity Lembar Lama Produksi
Tabel 4.11 Penentuan Harga Standar Biaya Tenaga Kerja Langsung
Pada tabel 4.11 penentuan harga standar biaya tenaga kerja langsung harus mengetahui mengenai tarif biaya per jam dari masing-masing tenaga kerja. Untuk biaya dari tenaga kerja adalah biaya yang telah disepakati di perusahaan dan lama jam kerja juga ketetapan jam kerja yang ada di perusahaan. Tarif biaya dapat diketahui dengan rumus sebagai berikut:
(4.27)
Penentuan harga standar biaya tenaga kerja langsung pada tabel 4.11 merupakan penentuan acuan standar harga yang nantinya akan digunakan dalam perhitungan harga pokok produksi standar. Perhitungannya menggunakan acuan dalam jam untuk setiap peralatan. Bila ada perubahan gaji per bulannya untuk tenaga kerja maka bagian administrasi perusahaan dapat mengubahnya. Dan setelah di ubah maka secara otomatis harga yang bersangkutan dengan perhitungan akan ikut berubah.
No. Kegiatan Operasional Tenaga Kerja Biaya Lama Jam Kerja Satuan Tarif (per jam) Koordinator Produksi 1,775,000 176 Jam 10,085 1 CTP (Computer to Plate) Koordinator Bagian Desain CTP 1,600,000 176 Jam 9,091
Bagian Desain CTP 2,400,000 176 Jam 13,636
Operator Mesin CTP 1,425,000 176 Jam 8,097
Teknik Mesin CTP 900,000 176 Jam 5,114
2 Pemotongan Kertas Koordinator Operator Mesin 1,712,500 176 Jam 9,730 Operator Mesin Pemotongan Kertas 1,900,000 176 Jam 10,795
3 Pencetakan Operator Mesin Cetak 2,375,000 176 Jam 13,494
4 Pelipatan Koordinator Bagian Finishing 850,000 176 Jam 4,830
5 Penjilidan Bagian Finishing 1,550,000 176 Jam 8,807
6 Pengeplongan Bagian Pengeplongan 1,000,000 176 Jam 5,682
7 Pemotongan kertas 2 Operator Mesin 1,000,000 176 Jam 5,682
Bagian Finishing 800,000 176 Jam 4,545
8 Perhitungan Barang Operator Mesin 900,000 176 Jam 5,114
Bagian Finishing 750,000 176 Jam 4,261
TOTAL BIAYA
Tarif per jam BTKL = Gaji per bulan Jam kerja 1 bulan