• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "UNIVERSITAS INDONESIA"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS INDONESIA

PERBANDINGAN KEDUDUKAN ANAK ANGKAT DALAM PEWARISAN MENURUT HUKUM ADAT SUKU MELAYU

JAMBI, HUKUM ISLAM DAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA

TESIS

Oleh : F I T R I A 0 8 0 6 4 2 6 9 1 2

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA MAGISTER KENOTARIATAN

2010

(2)

LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS

Tesis ini adalah hasil karya sendiri,

dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan benar.

Nama : F I T R I A

NPM : 0806426912

Tanda Tangan :

Tanggal : Juni 2010

(3)

HALAMAN PENGESAHAN

Tesis ini diajukan oleh:

Nama : F I T R I A NPM : 0 8 0 6 4 2 6 9 1 2 Program Studi : Magister Kenotariatan

Judul Tesis : Kedudukan Anak Angkat dalam Pewarisan menurut Hukum adat Suku Melayu Jambi, Hukum Islam dan Peraturan Perundang- Undangan di Indonesia

Telah berhasil dipertahankan di hadapan dewan penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Magister Kenotariatan pada Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

DEWAN PENGUJI

Pembimbing : Neng Djubaedah, S.H.,M.H. (...)

Penguji : Wenny Setiawati, S.H.,M.LI. (...)

Penguji : Wismar Ain Masuki, S.H.,M.H. (...)

Ditetapkan di : Depok

Tanggal : Juni 2010

(4)

KATA PENGANTAR Bismillahirahmanirrahim...,

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah S.W.T. yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini. Tesis yang berjudul “Perbandingan Kedudukan Anak Angkat dalam Pewarisan menurut Hukum Adat Suku Melayu Jambi, Hukum Islam dan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia” merupakan salah satu syarat dalam meraih gelar Magister Kenotariatan pada Program Pasca Sarjana Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Indonesia.

Dalam penulisan tesis ini penulis tidak terlepas dari berbagai kesulitan dan hambatan, tetapi berkat bantuan serta dorongan semangat dari orang tua dan pembimbing, akhirnya tesis ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu Neng Djubaedah S.H., M.H. selaku pembimbing atas segala waktu dan perhatiannya dengan memberikan bimbingan serta saran-saran yang sangat berarti kepada penulis.

Selain itu pada kesempatan ini pula penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat :

1. Bapak Dr. Drs. Widodo Suryandono,S.H.,M.H.., selaku Ketua sub Program Magister Kenotariatan Fakultas hukum Universitas Indonesia.

2. Para Dosen, Asisten dan Biro Pendidikan Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang telah banyak membantu penulis.

3. Bapak H. Abdullah Muslim, Pak Do, Bapak Ahmad Samingan, Bapak Anas, Bapak Drs. Abdullah, Bapak Ismail Ishak, Bapak Muhsin Syukur, Bapak Muhammad Fauzi atas segala waktu dan informasi secara teknis dilapangan yang berkaitan dengan objek penelitian dalam tesis ini.

Secara khusus, penulis ingin juga mengucapkan terima kasih yang

setulusnya kepada Ayah dan Ibu yang penulis sayangi dan hormati, atas segala

(5)

doa-doa dan dorongan semangatnya, serta kepada adikku tersayang Iit dan teman- teman seperjuangan Notariat angkatan 2008.

Jakarta, Juni 2010

Penulis

(6)

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai sivitas akademika Universitas Indonesia, saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : F I T R I A

NPM : 0806426912

Program Studi : Magister Kenotariatan Fakultas : Hukum

Jenis Karya : Tesis

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Indonesia Hak Bebas Royalti Non-Ekslusif (Non-exclussive Royalty Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul “Kedudukan Anak Angkat dalam Pewarisan menurut Hukum Islam, Hukum Adat Suku Melayu Jambi dan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia”. Dengan Hak Bebas Royalti Non- Ekslusif Universitas Indonesia berhak menyimpan, mengalih media/formatkan, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data (data base), merawat, dan mempublikasikan tugas akhir saya tanpa meminta ijin dari saya selama mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik hak cipta.

Demikian pernyatan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di : Depok Pada tanggal : Juni 2010 Yang menyatakan

F I T R I A

(7)

ABSTRAK Nama : F i t r i a

Program studi : Magister Kenotariatan

Judul Tesis : Kedudukan Anak Angkat dalam Pewarisan menurut Hukum Islam, Hukum Adat Suku Melayu Jambi dan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia

Peraturan hukum mengenai hak mewaris anak angkat dalam sistem kewarisan di Indonesia diatur dalam hukum Islam, hukum adat dan hukum barat.

Setiap persoalan yang terjadi harus berpatokan kepada landasan hukum yang berlaku dan dihubungkan dengan undang-undang yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami akibat hukum pengangkatan anak terhadap kedudukan mewarisnya menurut Hukum Islam, Hukum Adat suku Melayu Jambi dan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia serta mengetahui dan memahami kedudukan mewaris anak angkat terhadap harta orang tua angkatnya.Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian keperpustakaan. Dalam pengumpulan datanya ditunjang dengan wawancara dengan beberapa narasumber yang terkait.

Hukum waris di Indonesia beraneka ragam, sehingga ketentuan hukum waris bagi anak angkat tergantung pada hukum waris yang berlaku bagi orang tua angkatnya (pewaris). Menurut hukum waris barat (KUHPerdata) hak mewaris anak angkat sama dengan anak kandung, menurut hukum adat Suku Melayu Jambi terbatas artinya hanya mewaris harta gono gini dan tidak mewaris harta pusaka dan besarnya tidak boleh melebihi 1/3 harta. Sedangkan dalam hukum Islam anak angkat tidak diakui sebagai ahli waris orang tua angkatnya.

Selain itu, pengangkatan anak terkadang mengakibatkan putusnya hubungan

antara anak angkat dengan orang tua kandung, sehingga tidak dapat mewaris dari

orang tua kandungnya. Adapun menurut Hukum Islam dan Pasal 39 Undang-

Undang Nomor 23 Tahun 2002, pengangkatan anak hanya dapat dilakukan untuk

kepentingan terbaik bagi anak serta tidak memutus hubungan darah. Dengan

demikian, anak angkat dimungkinkan untuk menjadi ahli waris dari orang tua

kandungnya dikarenakan adanya hubungan darah.

(8)

ABSTRAK

Name : F i t r i a

Programe study : Magister Kenotariatan

Tittle : Comparison of the position adopted child in customary law of inheritance according to the tribe Melayu Jambi, Islamic Law and Statutory regulations in Indonesia

Laws regarding foster child inheriting rights in inheritance system in Indonesia is set in costomary law, Islamic law and Civil law. Every issue happens to be the based foundation applicable law and connected with existing laws.

Purpose of this research is to know and understand the legal effect of adoption inheritance status tribe Melayu Jambi, Islamic law and statutory regulations of inheriting an adopted child to adoptive parents treasure. Methods used in the study of juridical normative and empirical legal. Type of data used in this study are primary and secondary data.

Melayu Jambi tribal customary law is that if a child is removed from

his own family environment so will result in legal relationships of children raised

in his biological parents are not interrupted. If the children who come from

different religious family environment with foster parents, the child after being

taken will go into the religion of Islam, so the direct legal relationship with his

biological parents disconnected. According to tribal customary law Melayu jambi

adopted child can not be inheriting from the adoptive parents. To acquire the

assets of his adoptive parent’s will be done through grants or wasiat. In Islamic

legal status of the child of the foster child from his biological parents, did not

break up blood of hasab thus inheriting from him biological parents. In the

legislation that governed inheritance but can not be connected with the regulation

which states the child does not terminate the appointment of blood betwen

adopted children with biological parents so it can be interpreted to inheriting from

his biological parents.

(9)

DAFTAR ISI

Halaman

Halaman Judul...i

Lembar Pernyataan Orisinalitas...ii

Halaman Pengesahan...iii

Kata Pengantar...iv

Halaman Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah...vi

Abstrak...vii

Abstact...viii

Dafrat Isi...ix

BAB I PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang Permasalahan...1

1.2 Pokok Permasalahan...6

1.3 Tujuan Penelitian...7

1.4 Definisi Operasional...7

1.5 Metode Penelitian...8

1.6 Sistematika penulisan...10

BAB II PERBANDINGAN KEDUDUKAN ANAK ANGKAT DALAM PEWARISAN MENURUT HUKUM ISLAM, HUKUM ADAT SUKU MELAYU JAMBI DAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA...11

2.1 Kedudukan Hukum dan Hak-Hak Anak...11

2.1.1 Kedudukan Hukum Anak...11

2.1.2 Anak Sebagai Subjek Hukum...12

2.1.3 Kedudukan Anak Menurut Hukum...14

(10)

2.2 Anak Angkat dalam Sistem Hukum Kewarisan di Indonesia...27

2.2.1 Hukum Kewarisan di Indonesia...27

2.2.1.1 Hukum Kewarisan yang berlaku di Indonesia...27

2.2.1.2 Asas-Asas Hukum Waris...36

2.2.1.3 Penggolongan Ahli Waris...40

2.2.2 Anak Angkat Sebagai Ahli Waris...44

2.3 Kedudukan Anak angkat Dalam Hukum Kewarisan di Indonesia...55

2.3.1 Hukum Pengangkatan Anak menurut Hukum Islam, Hukum Adat Suku Melayu Jambi dan Perundang-Undangan di Indonesia...55

2.3.2 Kedudukan Kewarisan Anak Angkat menurut Hukum Islam, Hukum Adat Suku Melayu Jambi dan Perundang- Undangan di Indonesia...63

2.4 Studi Kasus Pembagian Harta Waris kepada Anak Angkat dalam Masyarakat Suku Melayu Jambi...64

2.4.1 Kasus Posisi...64

2.4.2 Analisis Kasus menurut Hukum Adat Suku Melayu Jambi...64

2.4.3 Analisis Kasus menurut Hukum Islam...66

2.4.4 Analisis Kasus menurut Hukum Barat...70

2.4.5 Analisa Kasus menurut Peraturan Perundang- Undangan...72

2.5 Studi Kasus Hukum dalam Penyeseaian Sengketa Kewarisan Islam Putusan Mahkamah Agung Nomor 353 K/AG/2005...73

2.5.1 Para Pihak...73

2.5.2 Kasus Posisi...73

2.5.3 Pertimbangan Hukum Pengadilan Agama...80

2.5.4 Putusan Pengadilan Tinggi Agama...80

2.5.5 Putusan Mahkamah Agung/Tingkat Kasasi...80

2.5.6 Analisa Putusan...81

(11)

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan...84

3.2 Saran...85

DAFTAR PUSTAKA...86

LAMPIRAN

Referensi

Dokumen terkait

Indikator laut tercemar atau rusak berdasarkan hasil pemantauan kualtias laut dan pengukuran kerusakan pada zona penting ekosistem laut. Sedangkan untuk mengetahui

Banyak kalangan masyarakat nelayan Kelurahan Blimbing beranggapan bahwa setinggi apapun suatu pendidikan tidak berarti jika mereka tidak mampu bekerja, sehingga bagi mereka

Xilitol dihasilkan dari biokonversi xilosa menjadi xilitol, dan besarnya xilitol yang dihasilkan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu konsentrasi substrat dan

Haji Adam Malik Medan periode 2014 dan 2015 paling banyak adalah nyeri pada. tangan sebanyak 30 pasien (66,7%) dan kebas pada tangan sebanyak

Salah satu upaya untuk mewujudkan peningkatan kompetensi tersebut adalah dengan mewadahi siswa, dalam hal ini siswa SMA, dengan kegiatan posiif yang memacu semangat

Berdasarkan keterangan di atas terjemahan yang baik adalah terjemahan yang menggunakan bahasa yang lazim pada bahasa sasaran sehingga penutur bahasa sasaran dapat

Mungkin aktifitas inilah yang mendapatkan gelar saya jadi S.H, M.H ( Sudah Hitam Makin Hitam ) tapi ini semua mmbuat saya senang skali Melihat keramahan senyum

Menyiapkan alat evaluasi berupa tes tertulis (pilihan ganda) dan lembar kerja siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa. Guru menjelaskan cara kerja untuk