• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

6

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1.Konsep Dasar Sistem

Saat ini sistem banyak dibicarakan oleh orang karena sistem sangat penting bagi manajemen pada semua tingkatan tertentu sistem untuk mendukung di dalam pengambilan keputusan.

Menurut Pratama (2014:7) menjelaskan bahwa, “Sistem merupakan sekumpulan prosedur yang saling berkaitan dan saling terhubung untuk melakukan suatu tugas bersama-sama”.

Menurut Wilkinson dkk dalam Ardana dan Lukman (2016:4) mengatakan bahwa, “Sistem adalah sebuah entitas yang berdiri dari bagian-bagian interaksi yang terkoordinasi untuk mencapai satu atau lebih tujuan umum”.

2.1.1. Karakteristik Sistem

Model umum dari sistem adalah input proses output hal ini merupakan

konsep sebuah sistem yang sangat sederhana, sebab sebuah sistem dapat

mempunyai beberapa masukan dan keluaran. Selain itu juga sistem mempunyai

beberapa karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang merincikan hal tersebut bisa

dikatakan sebagai sistem.

(2)

Adapun karakteristik sistem menurut Ardana dan Lukman (2016:8-9) sebagai berikut:

1. Satuan Unit/Entitas

Satuan entitas, satuan organisasi, satuan unit kerja merupakan satu-kesatuan wadah, wujud, bentuk atau tempat di mana berbagai elemen berkumpul dan saling berinteraksi.

2. Komponen-komponen

Komponen-komponen (bagian-bagian, elemen-elemen, unsur-unsur) merupakan kumpulan dari berbagai orang, benda atau ide.

3. Interaksi Komponen

Dalam setiap sistem, yang penting adalah bahwa setiap komponen mempunyai peran dan memberikan kontribusi bagi keberadaan sistem sebagai satu-kesatuan untuh. Untuk dapat memberikan kontribusi, maka setiap komponen saling berinteraksi, saling berhubungan, saling bekerjasama, membentuk suatu mekanisme dan jaringan kerja.

4. Batasan Sistem

Setiap sistem mempunyai batas dengan lingkungan luar, atau sistem-supra.

Batasan sistem adalah suatu garis, atau lingkaran, dapat berwujud fisik, atau imajiner, yang menandai, atau yang menjadi pembeda antara sistem tersebut dengan sistem-supranya.

5. Lingkungan Luar

Lingkungan luar sistem berarti semua hal yang berada diluar sistem tersebut,

seringkali juga disebut supra-sistem.

(3)

6. Model Aktivitas Sistem

Model umum aktivitas suatu sistem, yaitu: masukan (input)-proses (process)- keluaran (output). Masukan adalah suatu energi (sumber daya) yang diperlukan oleh suatu sistem yang sumbernya berasal dari lingkungan (luar) sistem. Proses adalah aktivitas suatu sistem untuk mengolah bahan baku menjadi keluaran (produk jadi). Keluaran (output) adalah hasil olahan bahan baku (energi sinyal) menjadi suatu produk jadi yang bermanfaat bagi lingkungan luar (supra-sistem), atau bisa juga merupakan hasil buangan (limbah) dari suatu sistem.

7. Tujuan/Sasaran

Suatu sistem pasti mempunyai sasaran atau tujuan. Sasaran atau tujuan ini diwujudkan dalam bentuk keluaran (output) yang diperlukan oleh sistem lain atau sistem-supra.

8. Suatu Kegiatan yang Berulang secara Natural

Setiap sistem dibuat karena adanya aktivitas yang rutin dan berulang. Oleh karena kegitan itu berulang, maka perlu suatu standarisasi dan menjadi suatu sistem.

2.1.2. Klasifikasi Sistem

Menurut Ardana dan Lukman (2016:5-6), sistem diklasifikasikan berdasarkan beberapa aspek, antara lain:

1. Ditinjau dari sudut penciptanya

a. Sistem alamiah (sistem ciptaan Tuhan), contohnya: sistem tata surya,

sistem alam jagad raya, sistem tubuh manusia, dsb.

(4)

b. Sistem buatan manusia, contohnya: sistem pendingin udara (ac), sistem transportasi umum, sistem pendidikan nasional, dsb.

2. Ditinjau dari sudut keberadaannya

a. Sistem fisik, yaitu suatu sistem yang keberadaannya dapat dilihat secra fisik, misalnya: sistem fondasi cakar ayam, sistem komputer, sistem keamanan, sistem produksi, dsb.

b. Sistem abstrak, suatu sistem yang tidak berwujud fisik, misalnya: sistem filsafat pancasila, sistem demokrasi, sistem komunis, dsb.

3. Ditinjau dari derajat interaksi dengan lingkungan luar

a. Sistem terbuka, suatu sistem yang keberadaannya banyak dipengaruhi oleh lingkungan luar sistem tersebut, misalnya: sistem perdagangan bebas, sistem perekonomian, sistem pendidikan, dsb.

b. Sistem tertutup, suatu sistem yang keberadaannya tidak dipengaruhi oleh lingkungan luar. Dalam kehidupan sehari-hari hampir tidak ada sistem yang tertutup sepenuhnya. Sistem yang relatif agak tertutup, misalnya:

sistem arloji otomatis, sistem peradaban suku badui dalam, dsb.

4. Ditinjau dari derajat kepastiannya

a. Sistem tertentu (deterministic system), yaitu suatu sistem dimana perilaku, aktivitas atau hasil dari sistem tersebut dapat diprediksi secara pasti.

Contoh arloji otomatis, sistem pendingin udara, dsb.

b. Sistem probabilistik (probabilistic system), yaitu suatu sistem dimana perilaku, aktivitas, dan hasil dari suatu sistem sulit diprediksi secara pasti.

Contohnya: sistem latihan sepak bola, sistem pembangunan, sistem

pendidikan budi pekerti, dsb.

(5)

2.1.3. Konsep Dasar Informasi

Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Beberapa ahli mendefinisikan informasi sebagai berikut :

Menurut Pratama (2014:9) menjelaskan, “Informasi merupakan hasil pengolahan data dari satu atau berbagai sumber, yang kemudian diolah, sehingga memberikan nilai, arti dan manfaat”.

Sedangkan menurut TMBooks (2017:4) mengemukakan bahwa,

“Informasi adalah data yang telah terorganisir dan diproses sehingga bermanfaat bagi proses pengambilan keputusan”.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang dapat diolah menjadi bentuk yang berguna untuk membuat suatu keputusan.

1. Kualitas Informasi

Berikut ini disampaikan tujuh kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan nilai dari suatu informasi.

Menurut Ardana dan Lukman (2016:11), menjelaskan kualitas informasi sebagai berikut:

a. Relevansi (Relevance), informasi yang relevan akan mengurangi

ketidakpastian, mengembangkan kemampuan pengambil keputusan

untuk membuat prediksi atau mengkonfirmasikan atau mengoreksi

ekspetasi sebelumnya.

(6)

b. Handal (Reliable), informasi yang handal jika informasi itu bebas dari kesalahan atau bias dan secara akurat menggambarkan kejadian yang terjadi dalam organisasi.

c. Lengkap (Complete), informasi yang lengkap jika tidak menghilagkan aspek-aspek penting dari peristiwa yang mendasari atau kegiatan yang terukur.

d. Tepat Waktu (Timely), informasi yang tepat waktu bila informasi diberikan pada waktu pengambil keputusan membuat keputusan.

e. Dapat dimengerti (Understandable), informasi yang dapat dimengerti jika disajikan dalam format yang bermanfaat dan memenuhi persyaratan bagi penggunanya.

f. Dapat diverifikasi (Verifiable), informasi yang dapat diverifikasi jika dua orang yang kompeten bertindak secara independen akan menghasilkan informasi yang sama.

g. Dapat Diakses (Accesible), informasi yang dapat diakses jika informasi itu tersedia bagi pengguna ketika dibutuhkan dan dalam format yang sesuai.

2. Nilai Informasi

Parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi (value of information) ditentukan dari dua hal pokok yaitu manfaat (benefit) dan biaya (cost).

Namun dalam kenyataannya informasi dengan biaya tinggi belum tentu memiliki manfaat yang tinggi pula.

Menurut Wilkinson dalam Kadir (2014:56), “Suatu informasi dikatakan

bernilai kalau manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk

(7)

mendapatkannya karena pada kenyataannya nilai informasi tidak untuk dinyatakan dengan ukuran yang bersifat kuantitatif”.

2.1.4. Konsep Dasar Sistem Informasi

Menurut Pratama (2014:10) menjelaskan bahwa:

Sistem informasi merupakan gabungan dari empat bagian utama diantaranya mencangkup perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) yang terlatih.

Bagian-bagian ini saling berkaitan untuk menciptakan sistem yang mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat.

Menurut Hall dalam Kadir (2014:9), “Suatu sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikelompokan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai”.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi merupakan suatu sistem yang menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan atau kebijakan bagi manajemen.

2.1.5. Konsep Dasar Sistem Informasi Akuntansi

Menurut TMBooks (2017:6) menjelaskan bahwa, “Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan dan memproses data sehingga menghasilkan informasi bagi para pengambil keputusan”.

Menurut Bodnar dan Hopwood dalam Kadir (2014:93), “Sistem Informasi

Akuntansi adalah kumpulan sumber daya yang dirancang untuk

mentransformasikan data keuangan menjadi informasi”.

(8)

2.1.6. Konsep Dasar Pembelian

Menurut Ardana dan Lukman (2016:13) menyimpulkan bahwa,

“Pembelian merupakan suatu rangkaian kegiatan pembelian yang terjadi secara berulang-ulang dan diikuti dengan proses perekaman data dan informasi bisnis”.

Menurut (Febriani & Hidayati, 2017) menyatakan, “Pembelian adalah perkiraan yang digunakan dalam sistem persediaan berkala untuk mencatat biaya semua barang yang dibeli untuk dijual kembali”.

Menurut Romney dan Steinbart (2015:465) terdapat 4 aktivitas siklus pembelian, yaitu:

1. Memesan bahan baku, perlengkapan dan jasa.

2. Menerima bahan baku, perlengkapan dan jasa.

3. Menyetujui faktur dari pemasok.

4. Pengeluaran Kas

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pembelian merupakan salah satu fungsi yang terpenting dalam berhasilnya operasi suatu perusahaan dalam suatu proses bisnis yang terlibat untuk mengidentifikasi keperluan persediaan dan pengadaan barang, penempatan pemesanan, penerimaan barang dan pengakuan hutang dimana perusahaan membeli barang jadi untuk dijual kembali yang terdapat jaringan prosedur dan fungsi-fungsi saling berkaitan.

Jurnal-jurnal yang berhubungan dengan transaksi pembelian, hutang usaha

dan pengeluaran kas adalah sebagai berikut:

(9)

Jurnal Pembelian 1. Pembelian Kredit

Dr-Pembelian xxxx

Cr-Hutang Usaha xxxx 2. Jurnal Pembayaran

Dr-Hutang Usaha xxxx

Cr-Kas xxxx

2.1.7. Konsep Dasar Perangkat Lunak

Menurut (Swara & Pebriadi, 2016), ”Perangkat Lunak merupakan seluruh perintah yang digunakan untuk memproses informasi”.

Perangkat lunak dapat berupa program maupun prosedur yang didalam nya merupakan kumpulan perintah yang dimengerti oleh komputer sedangkan prosedur adalah perintah yang dibutuhkan oleh pengguna dalam memproses informasi.

1. Sistem Operasi (Operating Sistem)

Menurut Kadir (2014:188) mengemukakan bahwa, “Sistem operasi adalah program yang bertindak sebagai perantara antara pemakai komputer dan perangkat keras komputer”.

Sedangkan menurut (Swara & Pebriadi, 2016), “Sistem operasi merupakan

program yang mengaktifkan/memfungsikan sistem komputer, mengendalikan

seluruh sumber daya (resource) dalam komputer dan melakukan operasi-

operasi dasar dalam komputer (operasi I / O, pengelolaan file dan lain-lain)”.

(10)

2. Microsoft Visual Basic 2012

Menurut (Febriani & Hidayati, 2017):

Microsoft Visual Basic 2010 adalah sebuah bahasa pemograman yang berpusat pada object (Object Oriented Programming) digunakan dalam pembuatan aplikasi Windows yang berbasis Graphical User Interface, hal ini menjadikan Visual Basic menjadi bahasa pemograman yang wajib diketahui dan dikuasai oleh setiap programmer.

3. DBMS (Data Base Management System)

Menurut (Prihasmoro et al, 2014), “DBMS (Data Base Management System) merupakan perangkat lunak untuk mengdefinisikan, menciptakan, mengelola dan mengendalikan pengaksesan basisdata”.

Sedangkan menurut Kadir (2014:185), “DBMS (Data Base Management System) adalah program yang ditujukan untuk melaksanakan manajemen data”.

2.2.Peralatan Pendukung (Tools System)

Peralatan pendukung (tools system) merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem dengan menggunakan simbol-simbol, lambang-lambang, diagram-diagram yang menunjukkan secara tepat arti dan fungsinya. Adapun peralatan pendukung (tools system) yang dijelaskan sebagai model sistem yang akan dirancang adalah:

2.2.1. Unified Modelling Language (UML)

Menurut Pratama (2014:48) mengemukakan bahwa, “UML (Unified

Modelling Language) merupakan standarisasi internasional untuk notasi yang

berbentuk grafik, yang menjelaskan tentang analisis dan desain perangkat lunak

yang dikembangkan dengan pemograman berorientasi objek”.

(11)

Sedangkan menurut Sukamto dan Shalahudin (2014:137):

UML (Unified Modelling Language) adalah standarisasi bahasa pemodelan untuk pembangun perangkat lunak yang dibangun menggunakan teknik pemograman berorientasi objek. UML (Unified Modelling Language) muncul karena adanya kebutuhan pemodelan visual untuk menspesifikasi, menggambarkan, membangun dan dokumentasi dari sistem perangkat lunak.

Dengan demikian UML (Unified Modelling Language) adalah bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan digram dan teks – teks pendukung.

1. Use Case Diagram

Menurut Pratama (2014:48) menjelaskan, “use case diagram merupakan aliran kegiatan dan proses bisnis yang dilakukan oleh pengguna (aktor)”.

Sedangkan menurut Sukamto dan Shalahudin (2014:155), “Use case diagram merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang dibuat.

Use case diagram mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor

dengan sistem informasi yang dibuat”.

(12)

Tabel II.1

Simbol Use Case Diagram

Fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar atau aktor; biasanya dinyatakan dengan menggunakan kata kerja di awal di awal frase nama use case.

Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang; biasanya dinyatakan menggunakan kata benda di awal frase nama aktor.

Komunikasi antara aktor dan use case yang berpartisipasi pada use case atau use case memiliki interaksi dengan aktor.

Relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri walau tanpa use case tambahan itu;

mirip dengan prinsip inheritance pada pemograman berorientasi objek;

biasanya use case tambahan memiliki nama depan yang sama dengan use case yang di tambahkan, misal

arah panah mengarah pada use case yang ditambahkan; biasanya use case yang menjadi extend-nya merupakan jenis yang sama dengan use case yang menjadi induknya

Hubungan generalisasi dan spesialisasi (umum-khusus) antara dua buah use case dimana fungsi yang satu adalah fungsi yang lebih umum dari lainnya.

Validasi Username

Validasi User

Validasi Sidik Jari

<<extend>>

<<extend>>

Realasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan memerlukan use case ini untuk menjalankan fungsinya atau sebagai syarat di jalankan use case ini

Simbol Deskripsi

Nama Use Case

Use Case

Aktor/actor

Asosiasi/association

Nama aktor

Ekstensi/extend

<< extend >>

Generalisasi/generalization

<< include >>

<<uses>>

Menggunakan / include/uses

Sumber: Sukamto dan Shalahudin (2014:156-158) 2. Activity Diagram

Secara grafis digunakan untuk menggambarkan rangkaian aliran aktivitas baik proses bisnis maupun use case diagram. Activity diagram dapat juga digunakan untuk memodelkan action yang akan dilakukan saat sebuah operasi dieksekusi, dan memodelkan hasil dari action tersebut.

Menurut Sukamto dan Shalahudin (2014:161), “Diagram aktivitas atau

activity diagram adalah menggambarkan aliran kerja atau aktivitas dari sebuah

sistem atau proses bisnis atau menu yang sudah ada pada perangkat lunak.

(13)

Diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan oleh aktor”.

Tabel II.2

Simbol Activity Diagram

Status awal aktivitas sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status awal.

Aktivitas yang dilakukan sistem, aktivitas biasanya diawali dengan kata kerja.

Asosiasi percabangan dimana jika ada pilihan aktivitas lebih dari satu.

Asosiasi penggabungan dimana lebih dari satu aktivitas digabungkan menjadi satu.

Status akhir yang dilakukan sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status akhir.

Memisahkan organisasi bisnis yang

bertanggung jawab terhadap aktivitas yang terjadi.

aktivitas Status Awal

Aktivitas

Percabangan / decision

Penggabungan / join

Status akhir

Swimlane

Atau

nama swimlane

na m a sw im la ne

Simbol Deskripsi

Sumber: Sukamto dan Shalahuddin (2014:162-163) 3. Sequence Diagram

Menurut Pratama (2014:48) mengemukakan bahwa, “sequence diagram

adalah diagram yang menggambarkan sequence (aliran) pengiriman pesan

(message) yang terjadi diaplikasi, sebagai bentuk interaksi denggan pengguna

(user)”.

(14)

Sedangkan Sukamto dan Shalahudin (2014:165) berpendapat, “sequence diagram menggambarkan kelakuan object pada use case dengan mendeskripsikan

waktu hidup objek dan pesan yang dikirimkan dan diterima antar objek”.

Demikian sequence diagram merupakan diagram yang menggambarkan kolabrasi dinamis antara sejumlah objek. Fungsinya untuk menunjukan rangkaian pesan yang dikirim antara object juga interaksi antar object.

4. Deployment Diagram

Menurut Sukamto dan Shalahudin (2014:154) berpendapat, “pada deployment diagram menunjukan konfigurasi komponen dalam proses eksekusi aplikasi.

Diagram deployment juga dapat digunakan untuk memodelkan hal-hal seperti sistem tambahan dan sistem client / server”.

Deployment Diagram juga dapat digunakan untuk memodelkan hal-hal

berikut:

a. Sistem tambahan (embedded system) yang menggambarkan rancangan device node dan hardware.

b. Sistem client/server.

c. Sistem terdistribusi.

d. Rekayasa ulang aplikasi

Bagian hardware adalah node yaitu nama semua jenis sumber komputasi.

Ada dua tipe note yaitu processor dan device. Processor adalah node yang bisa

mengeksekusi sebuah komponen sedangkan device tidak. Device adalah perangkat

keras seperti printer, monitor, dan perangkat keras lainnya.

(15)

2.2.2. Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Pratama (2014:49), “Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan diagram yang menggambarkan keterkaitan antara tabel beserta dengan field-field pada suatu data base sistem”.

Sedangkan menurut Fatansyah dalam Kadir (2014:15) berpendapat bahwa,

“Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan diagram yang berisi komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang mempresentasikan seluruh fakta yang ditinjaunya”.

Berdasarkan penjelasan diatas, Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.

2.2.3. Language Record Structure (LRS)

Menurut Frieyadi dalam (Isty & Afifah, 2018), “LRS merupakan hasil dari permodelan Entity Relationship (ER) beserta atributnya sehingga bisa terlihat hubungan-hubungan antar entitas”.

Menurut Tabrani dalam (Andini, 2018), “Logical Record Structure (LRS)

dibentuk dengan nomor dari tipe record. Beberapa tipe record digambarkan

dengan kotak persegi panjang dan dengan nama yang unik”.

(16)

2.2.4. Spesifikasi File

Menurut (Wijaya & Supriadi, 2015) menjelaskan bahwa:

Spesifikasi file adalah hasil normalisasi data yang menunjukan attitude (field) apa saja yang terdapat dalam sebuah file. Spesifikasi file memberikan rincian yang lebih lengkap yang berisi kode file, organisasi, primary key, panjang record, dan deskripsi field (no, nama field, type field, keterangan).

Contoh:

Nama File : Bukti Transfer Kode File : Tabel Bukti_Transfer Primary Key : No_BT

Foreign Key : No_MPP

Tabel II.3

Contoh Spesifikasi File

No Nama Field Type Panjang Keterangan

1 No_BT Character 7 Nomor Transaksi BT

2 Tgl_BT date/time none Tanggal Transaksi BT

3 Ket Character 50 Keterangan Transaksi BT

4 No_MPP Character 8 Nomor MPP

2.2.5. User Interface

Menurut (Mauladi & Suratno, 2016), “User Interface atau disebut sebagai antar muka merupakan komponen penting dari sebuah perangkat lunak yang menjadi perantara antara mesin dengan manusia”.

Antar muka yang tidak tepat akan menimbulkan beberapa kerugian seperti

kesenjangan interaksi antara perangkat lunak dengan manusia, hilangnya

informasi yang disajikan, stressing pengguna, bahkan berdampak terhadap

penolakan oleh pengguna.

(17)

2.2.6. Code Generation

Menurut (Anwar et al, 2017), “Pengkodean atau Code Generation merupakan proses menerjemahkan desain ke dalam suatu bahan yang bisa dimengerti oleh komputer”.

Menurut Matulessi dalam (Kanedi et al, 2013) menjelaskan bahwa,

“sebuah program yang dibuat agar dapat menghasilkan instruksi atau kode program sesuai dengan kebutuhan pengguna dalam ruang lingkup tertentu”.

2.2.7. Blackbox Testing

Menurut Sukamto dan Shalahudin dalam (Isty & Afifah, 2018), “Black- Box Testing (pengujian kotak hitam) yaitu menguji perangkat lunak dari segi

spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program”.

Menurut (Febriani & Hidayati, 2017), “Black Box artinya menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui fungsi-fungsi, masukan dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan”.

2.2.8. Spesifikasi Hardware dan Software (Setiawan & Qadafi, 2017) menjelaskan:

Suatu sistem yang baik tidak akan berhasil dengan baik apabila tidak

didukung oleh sarana pendukung yang baik pula. Sarana pendukung yang

dimaksud bukan harus menggunakan suatu unit komputer dengan merek

tertentu dan harga yang mahal tetapi harus berintegrasi dengan baik antara

satu dengan yang lainnya. Sistem dikatakan baik dan akan berhasil

digunakan atau diterapkan jika didukung dengan beberapa unsur atau

beberapa aspek antara lain, perangkat keras (Hardware), perangkat lunak

(Software). Diantara unsur tersebut yaitu prasarana atau peralatan

pendukung yang dibutuhkan harus sesuai dengan spesifikasi sistem yang

diusulkan.

(18)

1. Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras adalah seluruh komponen yang membentuk suatu sistem komputer dan peralatan lainnya yang memungkinkan komputer dapat melaksanakan tugasnya.

2. Perangkat Lunak (Software)

Bagian penting lain yang mendukung program adalah perangkat lunak yang

digunakan dalam mengeksekusi program aplikasi serta sistem operasi yang

akan digunakan untuk menjalankan program tersebut.

Gambar

Tabel II.1
Diagram  aktivitas  menggambarkan  aktivitas  sistem  bukan  apa  yang  dilakukan  oleh aktor”
Diagram  deployment  juga  dapat  digunakan  untuk  memodelkan  hal-hal  seperti  sistem tambahan dan sistem client / server”
Tabel II.3

Referensi

Dokumen terkait

Dalam blog ini diberikan beberapa contoh perhitungan struktur jembatan beton prategang mulai dari struktur atas yang terdiri dari slab lantai jembatan dan girder

Seseorang yang memiliki keyakinan bahwa mengiring Tuhan Yesus adalah pilihan yang terbaik, maka keyakinan tersebut harus terekspresi dalam tindakan yang konkret, bahkan

Pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari corrosion fatigue pada sambungan las SMAW baja API 5L Grade X65 yang dicelup dalam larutan HCl

Metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,

Dengan melihat nilai probabilitas Jarque-Bera sebesar 0,048174 yang lebih rendah dari tingkat signifikasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 5% atau 0,05, maka dapat

pemikiran di atas dapat disimpulkan bahwa peran Agama dalam Antropologi sebagai panduan untuk membimbing manusia untuk memiliki moral dan perilaku sesuai dengan

Untuk mengetahui exercise Half Semont Manuver lebih baik dari exercise Brandt-doroff Manuver dalam menggurangi keluhan vertigo pada gangguan fungsi Vestibular Posterior

Melalui belajar sejarah guru sejarah bisa menanamkan nilai karakter pada siswa, hal ini sesuai dengan Permendiknas no 22 Tahun 2002 yang menyatakan tujuan