6
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1.Konsep Dasar Sistem
Saat ini sistem banyak dibicarakan oleh orang karena sistem sangat penting bagi manajemen pada semua tingkatan tertentu sistem untuk mendukung di dalam pengambilan keputusan.
Menurut Pratama (2014:7) menjelaskan bahwa, “Sistem merupakan sekumpulan prosedur yang saling berkaitan dan saling terhubung untuk melakukan suatu tugas bersama-sama”.
Menurut Wilkinson dkk dalam Ardana dan Lukman (2016:4) mengatakan bahwa, “Sistem adalah sebuah entitas yang berdiri dari bagian-bagian interaksi yang terkoordinasi untuk mencapai satu atau lebih tujuan umum”.
2.1.1. Karakteristik Sistem
Model umum dari sistem adalah input proses output hal ini merupakan
konsep sebuah sistem yang sangat sederhana, sebab sebuah sistem dapat
mempunyai beberapa masukan dan keluaran. Selain itu juga sistem mempunyai
beberapa karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang merincikan hal tersebut bisa
dikatakan sebagai sistem.
Adapun karakteristik sistem menurut Ardana dan Lukman (2016:8-9) sebagai berikut:
1. Satuan Unit/Entitas
Satuan entitas, satuan organisasi, satuan unit kerja merupakan satu-kesatuan wadah, wujud, bentuk atau tempat di mana berbagai elemen berkumpul dan saling berinteraksi.
2. Komponen-komponen
Komponen-komponen (bagian-bagian, elemen-elemen, unsur-unsur) merupakan kumpulan dari berbagai orang, benda atau ide.
3. Interaksi Komponen
Dalam setiap sistem, yang penting adalah bahwa setiap komponen mempunyai peran dan memberikan kontribusi bagi keberadaan sistem sebagai satu-kesatuan untuh. Untuk dapat memberikan kontribusi, maka setiap komponen saling berinteraksi, saling berhubungan, saling bekerjasama, membentuk suatu mekanisme dan jaringan kerja.
4. Batasan Sistem
Setiap sistem mempunyai batas dengan lingkungan luar, atau sistem-supra.
Batasan sistem adalah suatu garis, atau lingkaran, dapat berwujud fisik, atau imajiner, yang menandai, atau yang menjadi pembeda antara sistem tersebut dengan sistem-supranya.
5. Lingkungan Luar
Lingkungan luar sistem berarti semua hal yang berada diluar sistem tersebut,
seringkali juga disebut supra-sistem.
6. Model Aktivitas Sistem
Model umum aktivitas suatu sistem, yaitu: masukan (input)-proses (process)- keluaran (output). Masukan adalah suatu energi (sumber daya) yang diperlukan oleh suatu sistem yang sumbernya berasal dari lingkungan (luar) sistem. Proses adalah aktivitas suatu sistem untuk mengolah bahan baku menjadi keluaran (produk jadi). Keluaran (output) adalah hasil olahan bahan baku (energi sinyal) menjadi suatu produk jadi yang bermanfaat bagi lingkungan luar (supra-sistem), atau bisa juga merupakan hasil buangan (limbah) dari suatu sistem.
7. Tujuan/Sasaran
Suatu sistem pasti mempunyai sasaran atau tujuan. Sasaran atau tujuan ini diwujudkan dalam bentuk keluaran (output) yang diperlukan oleh sistem lain atau sistem-supra.
8. Suatu Kegiatan yang Berulang secara Natural
Setiap sistem dibuat karena adanya aktivitas yang rutin dan berulang. Oleh karena kegitan itu berulang, maka perlu suatu standarisasi dan menjadi suatu sistem.
2.1.2. Klasifikasi Sistem
Menurut Ardana dan Lukman (2016:5-6), sistem diklasifikasikan berdasarkan beberapa aspek, antara lain:
1. Ditinjau dari sudut penciptanya
a. Sistem alamiah (sistem ciptaan Tuhan), contohnya: sistem tata surya,
sistem alam jagad raya, sistem tubuh manusia, dsb.
b. Sistem buatan manusia, contohnya: sistem pendingin udara (ac), sistem transportasi umum, sistem pendidikan nasional, dsb.
2. Ditinjau dari sudut keberadaannya
a. Sistem fisik, yaitu suatu sistem yang keberadaannya dapat dilihat secra fisik, misalnya: sistem fondasi cakar ayam, sistem komputer, sistem keamanan, sistem produksi, dsb.
b. Sistem abstrak, suatu sistem yang tidak berwujud fisik, misalnya: sistem filsafat pancasila, sistem demokrasi, sistem komunis, dsb.
3. Ditinjau dari derajat interaksi dengan lingkungan luar
a. Sistem terbuka, suatu sistem yang keberadaannya banyak dipengaruhi oleh lingkungan luar sistem tersebut, misalnya: sistem perdagangan bebas, sistem perekonomian, sistem pendidikan, dsb.
b. Sistem tertutup, suatu sistem yang keberadaannya tidak dipengaruhi oleh lingkungan luar. Dalam kehidupan sehari-hari hampir tidak ada sistem yang tertutup sepenuhnya. Sistem yang relatif agak tertutup, misalnya:
sistem arloji otomatis, sistem peradaban suku badui dalam, dsb.
4. Ditinjau dari derajat kepastiannya
a. Sistem tertentu (deterministic system), yaitu suatu sistem dimana perilaku, aktivitas atau hasil dari sistem tersebut dapat diprediksi secara pasti.
Contoh arloji otomatis, sistem pendingin udara, dsb.
b. Sistem probabilistik (probabilistic system), yaitu suatu sistem dimana perilaku, aktivitas, dan hasil dari suatu sistem sulit diprediksi secara pasti.
Contohnya: sistem latihan sepak bola, sistem pembangunan, sistem
pendidikan budi pekerti, dsb.
2.1.3. Konsep Dasar Informasi
Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Beberapa ahli mendefinisikan informasi sebagai berikut :
Menurut Pratama (2014:9) menjelaskan, “Informasi merupakan hasil pengolahan data dari satu atau berbagai sumber, yang kemudian diolah, sehingga memberikan nilai, arti dan manfaat”.
Sedangkan menurut TMBooks (2017:4) mengemukakan bahwa,
“Informasi adalah data yang telah terorganisir dan diproses sehingga bermanfaat bagi proses pengambilan keputusan”.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang dapat diolah menjadi bentuk yang berguna untuk membuat suatu keputusan.
1. Kualitas Informasi
Berikut ini disampaikan tujuh kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan nilai dari suatu informasi.
Menurut Ardana dan Lukman (2016:11), menjelaskan kualitas informasi sebagai berikut:
a. Relevansi (Relevance), informasi yang relevan akan mengurangi
ketidakpastian, mengembangkan kemampuan pengambil keputusan
untuk membuat prediksi atau mengkonfirmasikan atau mengoreksi
ekspetasi sebelumnya.
b. Handal (Reliable), informasi yang handal jika informasi itu bebas dari kesalahan atau bias dan secara akurat menggambarkan kejadian yang terjadi dalam organisasi.
c. Lengkap (Complete), informasi yang lengkap jika tidak menghilagkan aspek-aspek penting dari peristiwa yang mendasari atau kegiatan yang terukur.
d. Tepat Waktu (Timely), informasi yang tepat waktu bila informasi diberikan pada waktu pengambil keputusan membuat keputusan.
e. Dapat dimengerti (Understandable), informasi yang dapat dimengerti jika disajikan dalam format yang bermanfaat dan memenuhi persyaratan bagi penggunanya.
f. Dapat diverifikasi (Verifiable), informasi yang dapat diverifikasi jika dua orang yang kompeten bertindak secara independen akan menghasilkan informasi yang sama.
g. Dapat Diakses (Accesible), informasi yang dapat diakses jika informasi itu tersedia bagi pengguna ketika dibutuhkan dan dalam format yang sesuai.
2. Nilai Informasi
Parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi (value of information) ditentukan dari dua hal pokok yaitu manfaat (benefit) dan biaya (cost).
Namun dalam kenyataannya informasi dengan biaya tinggi belum tentu memiliki manfaat yang tinggi pula.
Menurut Wilkinson dalam Kadir (2014:56), “Suatu informasi dikatakan
bernilai kalau manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk
mendapatkannya karena pada kenyataannya nilai informasi tidak untuk dinyatakan dengan ukuran yang bersifat kuantitatif”.
2.1.4. Konsep Dasar Sistem Informasi
Menurut Pratama (2014:10) menjelaskan bahwa:
Sistem informasi merupakan gabungan dari empat bagian utama diantaranya mencangkup perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) yang terlatih.
Bagian-bagian ini saling berkaitan untuk menciptakan sistem yang mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat.
Menurut Hall dalam Kadir (2014:9), “Suatu sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikelompokan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai”.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi merupakan suatu sistem yang menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan atau kebijakan bagi manajemen.
2.1.5. Konsep Dasar Sistem Informasi Akuntansi
Menurut TMBooks (2017:6) menjelaskan bahwa, “Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan dan memproses data sehingga menghasilkan informasi bagi para pengambil keputusan”.
Menurut Bodnar dan Hopwood dalam Kadir (2014:93), “Sistem Informasi
Akuntansi adalah kumpulan sumber daya yang dirancang untuk
mentransformasikan data keuangan menjadi informasi”.
2.1.6. Konsep Dasar Pembelian
Menurut Ardana dan Lukman (2016:13) menyimpulkan bahwa,
“Pembelian merupakan suatu rangkaian kegiatan pembelian yang terjadi secara berulang-ulang dan diikuti dengan proses perekaman data dan informasi bisnis”.
Menurut (Febriani & Hidayati, 2017) menyatakan, “Pembelian adalah perkiraan yang digunakan dalam sistem persediaan berkala untuk mencatat biaya semua barang yang dibeli untuk dijual kembali”.
Menurut Romney dan Steinbart (2015:465) terdapat 4 aktivitas siklus pembelian, yaitu:
1. Memesan bahan baku, perlengkapan dan jasa.
2. Menerima bahan baku, perlengkapan dan jasa.
3. Menyetujui faktur dari pemasok.
4. Pengeluaran Kas
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pembelian merupakan salah satu fungsi yang terpenting dalam berhasilnya operasi suatu perusahaan dalam suatu proses bisnis yang terlibat untuk mengidentifikasi keperluan persediaan dan pengadaan barang, penempatan pemesanan, penerimaan barang dan pengakuan hutang dimana perusahaan membeli barang jadi untuk dijual kembali yang terdapat jaringan prosedur dan fungsi-fungsi saling berkaitan.
Jurnal-jurnal yang berhubungan dengan transaksi pembelian, hutang usaha
dan pengeluaran kas adalah sebagai berikut:
Jurnal Pembelian 1. Pembelian Kredit
Dr-Pembelian xxxx
Cr-Hutang Usaha xxxx 2. Jurnal Pembayaran
Dr-Hutang Usaha xxxx
Cr-Kas xxxx
2.1.7. Konsep Dasar Perangkat Lunak
Menurut (Swara & Pebriadi, 2016), ”Perangkat Lunak merupakan seluruh perintah yang digunakan untuk memproses informasi”.
Perangkat lunak dapat berupa program maupun prosedur yang didalam nya merupakan kumpulan perintah yang dimengerti oleh komputer sedangkan prosedur adalah perintah yang dibutuhkan oleh pengguna dalam memproses informasi.
1. Sistem Operasi (Operating Sistem)
Menurut Kadir (2014:188) mengemukakan bahwa, “Sistem operasi adalah program yang bertindak sebagai perantara antara pemakai komputer dan perangkat keras komputer”.
Sedangkan menurut (Swara & Pebriadi, 2016), “Sistem operasi merupakan
program yang mengaktifkan/memfungsikan sistem komputer, mengendalikan
seluruh sumber daya (resource) dalam komputer dan melakukan operasi-
operasi dasar dalam komputer (operasi I / O, pengelolaan file dan lain-lain)”.
2. Microsoft Visual Basic 2012
Menurut (Febriani & Hidayati, 2017):
Microsoft Visual Basic 2010 adalah sebuah bahasa pemograman yang berpusat pada object (Object Oriented Programming) digunakan dalam pembuatan aplikasi Windows yang berbasis Graphical User Interface, hal ini menjadikan Visual Basic menjadi bahasa pemograman yang wajib diketahui dan dikuasai oleh setiap programmer.
3. DBMS (Data Base Management System)
Menurut (Prihasmoro et al, 2014), “DBMS (Data Base Management System) merupakan perangkat lunak untuk mengdefinisikan, menciptakan, mengelola dan mengendalikan pengaksesan basisdata”.
Sedangkan menurut Kadir (2014:185), “DBMS (Data Base Management System) adalah program yang ditujukan untuk melaksanakan manajemen data”.
2.2.Peralatan Pendukung (Tools System)
Peralatan pendukung (tools system) merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem dengan menggunakan simbol-simbol, lambang-lambang, diagram-diagram yang menunjukkan secara tepat arti dan fungsinya. Adapun peralatan pendukung (tools system) yang dijelaskan sebagai model sistem yang akan dirancang adalah:
2.2.1. Unified Modelling Language (UML)
Menurut Pratama (2014:48) mengemukakan bahwa, “UML (Unified
Modelling Language) merupakan standarisasi internasional untuk notasi yang
berbentuk grafik, yang menjelaskan tentang analisis dan desain perangkat lunak
yang dikembangkan dengan pemograman berorientasi objek”.
Sedangkan menurut Sukamto dan Shalahudin (2014:137):
UML (Unified Modelling Language) adalah standarisasi bahasa pemodelan untuk pembangun perangkat lunak yang dibangun menggunakan teknik pemograman berorientasi objek. UML (Unified Modelling Language) muncul karena adanya kebutuhan pemodelan visual untuk menspesifikasi, menggambarkan, membangun dan dokumentasi dari sistem perangkat lunak.
Dengan demikian UML (Unified Modelling Language) adalah bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan digram dan teks – teks pendukung.
1. Use Case Diagram
Menurut Pratama (2014:48) menjelaskan, “use case diagram merupakan aliran kegiatan dan proses bisnis yang dilakukan oleh pengguna (aktor)”.
Sedangkan menurut Sukamto dan Shalahudin (2014:155), “Use case diagram merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang dibuat.
Use case diagram mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor
dengan sistem informasi yang dibuat”.
Tabel II.1
Simbol Use Case Diagram
Fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar atau aktor; biasanya dinyatakan dengan menggunakan kata kerja di awal di awal frase nama use case.
Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang; biasanya dinyatakan menggunakan kata benda di awal frase nama aktor.
Komunikasi antara aktor dan use case yang berpartisipasi pada use case atau use case memiliki interaksi dengan aktor.
Relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri walau tanpa use case tambahan itu;
mirip dengan prinsip inheritance pada pemograman berorientasi objek;
biasanya use case tambahan memiliki nama depan yang sama dengan use case yang di tambahkan, misal
arah panah mengarah pada use case yang ditambahkan; biasanya use case yang menjadi extend-nya merupakan jenis yang sama dengan use case yang menjadi induknya
Hubungan generalisasi dan spesialisasi (umum-khusus) antara dua buah use case dimana fungsi yang satu adalah fungsi yang lebih umum dari lainnya.
Validasi Username
Validasi User
Validasi Sidik Jari
<<extend>>
<<extend>>
Realasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan memerlukan use case ini untuk menjalankan fungsinya atau sebagai syarat di jalankan use case ini
Simbol Deskripsi
Nama Use Case
Use Case
Aktor/actor
Asosiasi/association
Nama aktor
Ekstensi/extend
<< extend >>
Generalisasi/generalization
<< include >>
<<uses>>