• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK BERTUKAR PASANGAN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMPN 2 SOLOK SELATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK BERTUKAR PASANGAN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMPN 2 SOLOK SELATAN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK BERTUKAR PASANGAN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS

SISWA KELAS VIII SMPN 2 SOLOK SELATAN

Oleh:

Feni Edward,*Fazri Zuzano**,Melisa**

*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat

**Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACT

The background of this research is that the students’ math concept understanding was still low and their score on math was under KKM. It was caused by the interaction among students in the classroom was not harmonies. The aim of this study is to find out the effect of implementing pair change technique on students’

math concept understanding. The design of this research is pre-experimental research design, one shot case study. The subjects of this research were eighth grade students of SMPN 2 south solok. Based on the research done, it was gotten that the average score of the students post-test is 79,91. It is higher than the average of the students previous score, 53,90. It shows that there is a positive effect of implementing pair change technique on students’ math concept understanding. Based on result of data analysis, it is known that experimental

class has the homogeneity. The result of hypothesis testing shows that P-Value = 0, 014. It tells us that P-Value < ,is  =0, 05, so the null hypothesis

is accepted with the degree of trust is 95%. Therefore, the null hypothesis: there is a positive effect of implementing pair change technique toward students’ math concept understanding, accepted. Concerning on that research result, it is recommended for the Math teachers to use pair change technique in teaching math.

Key word : cooperative learning strategies, pair change technique, math concept understanding

PENDAHULUAN

Matematika merupakan ilmu dasar dalam pendidikan dan dijadikan sebagai mata pelajaran wajib sejak bangku Sekolah Dasar (SD) sampai Perguruan Tinggi (PT). Agar dapat menjalani pendidikan selama dibangku

sekolah sampai kuliah dengan baik dan lancar, tentu anak didik dituntut untuk dapat menguasai matematika dengan baik.

Kenyataan di sekolah pembelajaran matematika selama ini belum berhasil

(2)

meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam memahami konsep pelajaran.

Hal ini disebabkan oleh kurangnya interaksi antara siswa, dan siswa bersifat individual dalam belajar, sehingga mengakibatkan pemahaman konsep matematis siswa masih rendah. Menyikapi masalah tersebut maka diterapkan pembelajan kooperatif teknik Bertukar Pasangan yang dijelaskan oleh Lie (2010: 56) bahwa teknik Bertukar Pasangan memberi kesempatan siswa untuk bekerja sama dengan orang lain.

Jadi, dengan adanya teknik Bertukar Pasangan ini menjadikan pembelajaran tidak lagi berpusat kepada guru dan siswa bisa saling berbagi ilmu pengetahuan, artinya siswa yang memiliki kemampuan tinggi bisa berbagi pengetahuan dengan siswa yang memiliki kemampuan rendah, sehingga pemahaman konsep mereka akan lebih baik.

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif teknik Bertukar Pasangan berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematis siswa.

Penelitian ini relevan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Vivi Krismona Ilya yang menunjukkan bahwa

hasil belajar matematika siswa yang menggunakan teknik Bertukar Pasangan lebih baik dari hasil belajar matematika siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.

METODE PENELITIAN

Berdasarkan masalah dan tujuan penelitian, maka jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pre- eksperimental. Menurut Arikunto (2010:123) pre-eksperimental seringkali dipandang sebagai eksperimen yang tidak sebenarnya.

Oleh karena itu, sering disebut juga dengan istilah “quasi eksperiment” atau eksperimen pura-pura Jenis penelitian ini adalah pre- eksperimental dengan rancangan penelitian One Shot Case Study.

Rancangan Penelitian

Keterangan:

X= Pembelajaran menerapkan model pembelajaran Kooperatif teknik bertukar pasangan

O = Tes akhir (Post-Test)

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 2 Solok Selatan yang berjumlah 107 orang siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara acak, dimana kelas VIII1 sebagai kelas eksperimen.

Kelas Treatment Tes Akhir

VIII1 X O

(3)

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran yang dilaksanakan dengan pembelajaran kooperatif teknik Bertukar Pasangan pada kelas eksperimen, sedangkan variabel terikatnya adalah pemahaman konsep matematis siswa.

Intrumen penelitian berbentuk esai dengan pedoman penilain menggunakan rubrik analitik seperti Tabel 1 berikut.

Tabel 1. Rubrik Analitik Skala 4 Pemahaman Konsep Matematis

Skala

Indikator

0 1 2 3

Menyatakan ulang sebuah konsep

Tidak ada menyatakan ulang sebuah konsep yang ada

Kurang jelas dan kurang tepat

Jelas dan tepat dengan sedikit kesalahan

Jelas dan tepat

Mengklasifik asi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya

Tidak ada mengklasifik asi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya

Kurang tepat dengan konsepnya

Sesuai dengan konsepnya dengan sedikit kesalahan

Sesuai dengan konsep nya

Mengaplikasi kan konsep atau Algoritma ke pemecahan masalah

Tidak ada mengaplikasi kan konsep atau algoritma ke pemecahan masalah

Kurang tepat

Benar dengan Sedikit kesalahan

Benar

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil analisis diperoleh gambaran pemahaman konsep matematis pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, terdistribusi pada Tabel 2 berikut.

Tabel 2. Jumlah Rata-Rata Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas Sampel

Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat bahwa nilai rata-rata sebelum perlakuan nilai matematika siswa pada kelas sampel adalah 53,9, setelah diberi perlakuan rata-rata kelas sampel meningkat menjadi 79,91. Selain itu persentase siswa yang tuntas sebelum perlakuan adalah 0 %, setelah diberi perlakuan persentase siswa menjadi 60 %.

Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan nilai siswa mengalami perubahan setelah diberikan perlakuan.

Jadi terlihat bahwa pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif teknik Bertukar Pasangan berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematis siswa. Pembelajaran dengan teknik Bertukar Pasangan pada kelas eksperimen ini memberikan dampak yang positif terhadap pemahaman konsep matematis siswa. Hal ini disebabkan oleh, 1) pelaksanaan dari teknik Bertukar Pasangan ini berawal dari siswa berdiskusi mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, kemudian bertukar dengan pasangan yang

Kelas Sampel

Sebelum perlakuan

Sesudah perlakuan

 53,9 79,91

% Siswa yang tuntas

0 60

(4)

lain untuk mendapatkan temuan yang baru dari tugas tersebut, kemudian kembali lagi kepasangan yang awal, dengan ini siswa akan terbiasa untuk berbagi ilmu pengetahuan, karena kadang ada siswa yang tidak mau bertanya kepada guru, tetapi dengan adanya bekerja kelompok, mereka bisa bertanya secara bebas kepada guru jika ada materi yang tidak dipahami. 2) Pembelajaran dengan teknik Bertukar Pasangan ini, siswa dibagi berdasarkan heterogen, artinya siswa yang berkemampuan rendah bisa belajar dengan siswa yang berkemampuan tinggi.

Jadi, dengan adanya teknik Bertukar Pasangan ini menjadikan pembelajaran tidak lagi berpusat kepada guru dan menjadikan interaksi antara siswa akan baik didalam proses pembelajaran matematika, sehingga pemahaman konsep lebih baik seperti yang dapat dilihat pada lembar jawaban siswa berikut:

Gambar 1. Contoh Jawaban Post-test nomor 1

Berdasarkan gambar 1 di atas, terlihat bahwa jawaban siswa sudah pada skala 3 atau sesuai dengan apa yang diminta soal, dimana siswa sudah mampu membedakan antara koefisien, konstanta, variabel, serta menentukan banyak suku dan suku sejenis dari bentuk aljabar yang diberikan.

Indikator selanjutnya pada kelas eksperimen, juga terlihat bahwa siswa sudah mampu menyatakan ulang sebuah konsep serta mengaplikasikan konsep kepemecahan masalah, separti pada Gambar 2 berikut:

Gambar 2. Contoh Jawaban Post-test Nomor 2

Berdasarkan Gambar 3 di atas, menunjukkan bahwa siswa sudah mampu mengaplikasikan konsep kepemecahan masalah, dimana siswa sudah paham mengenai perkalian bentuk aljabar sesuai dengan konsepnya.

Indikator yang sama, yaitu menyatakan ulang sebuah konsep serta mengaplikasikan konsep kepemecahan

(5)

masalah, siswa kelas eksperimen menjawab dengan skala 3, seperti Gambar 5 berikut:

Gambar 3. Contoh Jawaban Post-test Nomor 3

Gambar 3 menunjukan bahwa siswa sudah menunjukkan skala 3, yaitu siswa bisa menyatakan ulang sebuah konsep serta mengaplikasikan konsep kepemecahan masalah, dimana siswa sudah bisa melakukan operasi pembagian bentuk aljabar sesuai dengan konsepnya.

Kendala yang ditemui selama penelitian ini yaitu siswa dalam memahami materi membutuhkan waktu yang lama dan tidak sesuai dengan batas waktu yang diberikan. Tetapi, untuk mengatasi kendala diatas guru mempersingkat waktu siswa untuk berdiskusi sehingga banyak jawaban yang tidak terselesaikan.

KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang diperoleh setelah melakukan analisis dan pembahasan terhadap masalah yang telah dikemukakan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa “pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif teknik bertukar pasangan sangat berpengaruh”.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur penelitian Suatu pendekatan Praktek (edisi revisi). Jakarta:

PT. Rineka Cipta.

Ilya, Vivi Krismona. (2013). Pengaruh Penerapan pembelajaran kooperatif teknik bertukar pasangan disertai speed test Terhadap pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII SMPN 1 Linggo Sari Baganti Tahun ajaran 2012-2013. Padang: STKIP.

Iryanti, Puji. (2004). Penilaian Unjuk Kerja.

Yogyakarta: depdiknas.

Lie, Anita. (2010). Cooperative Learnaing mempraktekkan Cooperative learning di ruang-ruang kelas. Jakarta:

Grasindo.Iryanti,

Gambar

Tabel  2.  Jumlah  Rata-Rata  Pemahaman  Konsep Matematis Siswa Kelas Sampel
Gambar 1. Contoh Jawaban Post-test nomor  1
Gambar 3. Contoh Jawaban Post-test Nomor  3

Referensi

Dokumen terkait

Lama fermentasi teh daun sirsak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar tanin, aktivitas antioksidan, penilaian sensori secara deskriptif

Tuan et al.(2005) mengembangkan instrumen penilaian motivasi belajar pada pembelajaran sains berupa kuosioner dengan judul “students’ motivation towards science learning”

Menurut kartu hadir, karyawan Anisa bekerja selama seminggu sebanyak 40 jam, dengan upah per jam Rp 1.500, sedangkan karyawan Hasna selama perioda yang sama bekerja 30 jam

[r]

of a proposed agreement are relatively concentrated, it is reasonable to expect that those constituents whose interests are most affected will exert special influence on

Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan kemampuan infrastruktur TI untuk meningkatkan kemampuan dari suatu organisasi yang digunakan untuk mengembangkan

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC bermuatan nilai karakter

Hal ini menunjukkan bahwa karakter jumlah buah dan bobot per buah dapat dijadikan sebagai kriteria seleksi yang berpengaruh langsung terhadap bobot buah per