• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR ONLINE RUANGGURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 5 BUKITTNGGI SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR ONLINE RUANGGURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 5 BUKITTNGGI SKRIPSI"

Copied!
164
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR ONLINE “RUANGGURU”

TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 5 BUKITTNGGI

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Meraih Gelar Sarjana Pendidikan Pada Program Studi Bimbingan Dan Konseling Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu

Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

OLEH:

Desma Wati NIM. 2617.080 Dosen Pembimbing :

Dr. Deswalantri, SS.,M.Pd NIP: 196812292000032001

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BUKITTINGGI

2021 M / 1442 H

(2)

i

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

(3)

ii

SURAT PERNYATAAN

(4)

iii ABSTRAK

Desma Wati, 2617080, Skripsi ini berjudul “Pengaruh Bimbingan Belajar Online Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SMA Negeri 5 Bukittinggi”.

Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi Tahun 2021.

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya pengguna bimbingan belajar online ruangguru di SMA Negeri 5 Bukittinggi dan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bimbingan belajar online (Ruangguru) terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 5 Bukittinggi.

Penelitian ini merupakan penelitian regresi dengan pendekatan kuantitatif.

Teknik pengambilan sampel menggunakan purpossive sampling yang berjumlah 15 orang. Data diperoleh melalui angket dengan menggunakan skala likert yang telah di uji validasinya. Teknik keabsahan data menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Penguji statistik dengan analisis uji asumsi (normalitas dan linieritas), analisis regresi linier, uji hipotesis (uji F dan uji R2). Berdasarkan hasil hipotesis menunjukkan bahwa pengaruh bimbingan belajar online (Ruangguru) terhadap hasil belajar berpengaruh sejajar dan positif terhadap hasil belajar siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan diolah menggunakan SPSS 22.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) dapat diketahui bahwa Ha diterima dan Ho ditolak maka terdapat pengaruh yang signifikan berlangganan aplikasi ruangguru terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 5 Bukittinggi kelas 12 tahun ajaran 2021/2022. 2) pengguna aplikasi ruangguru terbukti berpengaruh terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 5 Bukittinggi kelas 12 tahun ajaran 2021/2022 sebesar 29,92%.

Kata Kunci: Pengaruh, Bimbel Online, Ruangguru, Hasil Belajar

(5)

iv

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji beserta syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan berkat, rahmat dan karunia-Nya kepada penulis.

Sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan yang berjudul

“Pengaruh Bimbingan Belajar Online Ruangguru Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SMA Negeri 5 Bukittinggi”. Shalawat beriringan salam penulis ucapkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umat-Nya kepada keilmuan dan ilmu pengetahuan yang luas.

Penulisan skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi syarat untuk meraih gelar sarjana Program Studi Bimbingan dan Konseling di IAIN Bukittinggi.

Penelitian skripsi ini berhasil mendapat dukungan moril dan material yang sangat luar biasanya. Pada kesempatan ini penulis ucapkan terimakasih kepada Ibunda Yulinar, ayahanda Alm. Mardas, serta kakak-kakak penulis yang selalu memberikan motivasi dan dukungannya. Selanjutnya penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Ibu Dr. Ridha Ahida, M. Hum selaku Rektor, Bapak Dr. Asyari, M. Si selaku Wakil Rektor I, Bapak Dr. Novi Hendri, M. Ag selaku Wakil Rektot II dan Bapak Dr. Miswardi, M. Hum selaku Wakil Rektor III IAIN Bukittinggi.

2. Ibu Dr. Zulfani Sesmiarni, M. Pd selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Bapak Dr. Iswantir, M. Ag selaku Wakil Dekan I, Bapak Charles, M. Pd.I selaku Wakil Dekan II dan Bapak Dr. Supratman Zikri, M. Pd selaku Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

(6)

3. Ibu Alfi Rahmi, M. Pd selaku ketua Prodi Bimbingan dan Konseling IAIN Bukittinggi.

4. Ibu Oktarina Yusra, Lc. MA selaku dosen penasehat akademik penulis yang telah membantu penulis dalam menimba ilmu di IAIN Bukittingii.

5. Ibu Dr. Deswalantri, S.S., M. Pd selaku dosen pembimbing yang telah memberikan ilmu serta tenaganya untuk keberhasilan penulisan skripsi ini.

6. Bapak Dodi Pasila Putra M. Pd., Bapak Ahmad Masrur Firosad, S. Pd.I., M.

Pd dan Ibu Nurhasnah MA. yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membantu penulis dalam melakukan uji validasi instrument.

7. Bapak dan Ibu dosen serta karyawan dan karyawati IAIN Bukitinggi yang telah membekali peneliti dengan berbagai ilmu pengetahuan.

8. Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Bukittinggi yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian di sekolah kepada peneliti.

9. Bapak dan Ibu Guru SMA Negeri 5 Bukittinggi yang telah membantu peneliti dalam melakukan penelitian di sekolah ini.

10. Seluruh siswa kelas 12 SMA Negeri 5 Bukittinggi yang telah bersedia untuk mengisi angket yang penulis berikan.

11. Sahabat dekat peneliti Fadhila Sari, S.E, Elisa Nanda Pratiwi, Ayu Martika, dan Dwi Malahayati, S.Si yang telah memberikan bantuan, masukan dan semangat kepada peneliti.

12. Rekan-rekan mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2017 yang banyak memberikan masukan, kritikan, saran dan semangat dalam penyelesaian skripsi ini

(7)

13. Semua pihak yang telah membantu peneliti selama menyelesaikan studi di IAIN Bukitinggi tanpa terkecuali yang tidak bisa peneliti sebutkan satu persatu.

Atas segala bantuan yang telah diberikan penulis mengucapkan terimakasih, semoga apa yang telah diberikan bernilai ibadah dan dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang berlipat ganda. Aamiin. Akhirnya kepada Allah SWT penulis berserah diri dan mohon ampun dari dosa dan kekhilafan.

Bukittinggi, Oktober 2021 Penulis,

Desma Wati NIM. 2617080

(8)

vii DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... i

SURAT PERNYATAAN... ii

ABSTRAK ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GRAFIK ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 11

C. Batasan Masalah ... 12

D. Rumusan Masalah ... 12

E. Tujuan Penelitian ... 12

F. Kegunaan Penelitian ... 13

G. Penjelasan Judul ... 13

H. Sistematika Penulisan ... 14

BAB II LANDASAN TEORI ... 15

A. Bimbingan Belajar Online ... 15

1. Media Pembelajaran ... 15

2. Pengertian Bimbingan Belajar... 23

3. Pengertian Bimbingan Belajar Online ... 26

4. Macam-macam Media Bimbingan Belajar Online ... 27

(9)

5. Tujuan Bimbingan Belajar ... 33

6. Fungsi Bimbingan Belajar ... 35

7. Kelebihan dan Kekurangan Bimbingan Belajar Online ... 36

B. Hasil Belajar ... 37

1. Pengertian Belajar ... 37

2. Pengertian Hasil Belajar ... 40

3. Bentuk-Bentuk Hasil Belajar ... 43

4. Tipe Hasil Belajar ... 47

5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ... 49

C. Penelitian Relevan ... 57

D. Kerangka Berfikir ... 59

E. Hipotesis ... 59

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 61

A. Metode Penelitian ... 61

B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 61

C. Populasi dan Sampel ... 62

D. Prosedur Penelitian ... 65

E. Teknik Pengumpulan Data ... 66

F. Teknik Analisis Data ... 68

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 77

A. Aplikasi Ruangguru ... 77

B. Profil SMA Negeri 5 Bukittinggi ... 81

C. Hasil Penelitian ... 83

D. Pembahasan ... 95

BAB V PENUTUP ... 98

(10)

A. Kesimpulan ... 98 B. Saran ... 99 DAFTAR KEPUSTAKAAN ... 100

(11)

x

DAFTAR TABEL

Tabel 3. 1 Jumlah Populasi Penelitian ... 62

Tabel 3. 2 Jumlah Sampel Penelitian ... 64

Tabel 3. 3 Pedoman Pemberian Skor Skala Likert ... 68

Tabel 3. 4 Hasil Uji Coba Instrumen Ruangguru (X) ... 70

Tabel 3. 5 Hasil Uji Coba Instrumen Hasil Belajar (Y) ... 70

Tabel 3. 6 Range Reliabilitas ... 71

Tabel 4. 1 Hasil Uji Validitas Variabel Ruangguru ... 84

Tabel 4. 2 Hasil Uji Validitas Variabel Hasil Belajar ... 86

Tabel 4. 3 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Ruangguru (X) ... 87

Tabel 4. 4 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Hasil Belajar (Y) ... 88

Tabel 4. 5 Uji Normalitas dengan Metode One Sample Kolmogorov-Smirnov . 89 Tabel 4. 6 Uji Linieritas ... 91

Tabel 4. 7 Regresi Linier Sederhana ... 92

Tabel 4. 8 Hasil Uji F ... 93

Tabel 4. 9 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 94

(12)

xi

DAFTAR GRAFIK

Grafik 4. 1 Histogram Uji Normalitas ... 90 Grafik 4. 2 P-P Plot Uji Normalitas ... 90

(13)

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Kerangka Konseptual ... 59

Gambar 4. 1 Logo Ruangguru ... 78

Gambar 4. 2 Fitur-fitur Ruangguru ... 78

Gambar 4. 3 Pilihan Kelas ... 79

Gambar 4. 4 Menu Ruang Belajar Kelas 12 IPA ... 80

Gambar 4. 5 Menu Ruang Belajar Kelas 12 IPS ... 80

(14)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Kisi-kisi Uji Coba Instrumen Peneltian ... 103

Lampiran 2 Instrumen Uji Coba Penelitian ... 106

Lampiran 3 Tabulasi Uji Coba Instrumen Penelitian ... 117

Lampiran 4 Hasil Uji Coba Penelitian ... 119

Lampiran 5 Kisi-kisi Instrumen Penelitian ... 123

Lampiran 6 Instrumen Penelitian ... 126

Lampiran 7 Tabulasi Instrumen Penelitian ... 134

Lampiran 8 Lembar Validasi Instrumen ... 136

Lampiran 9 Surat Bebas Plagiat ... 145

Lampiran 10 Surat SK Pembimbing ... 146

Lampiran 11 Surat Izin Penelitian Dari Kampus ... 147

Lampiran 12 Surat Izin Penelitian Dari Cabang Dinas Pendidikan Bukittinggi 148 Lampiran 13 Surat Balasan Penelitian Dari Sekolah ... 149

Lampiran 14 Dokumentasi ... 150

(15)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bukti bahwa seseorang telah belajar ialah terjadinya perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal I menyatakan bahwa "Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.1

Ayat pertama diturunkan Allah SWT, kepada Nabi Muhammad SAW.

Sebagai pertanda awal risalah kenabian adalah ayat yang berkaitan dengan pendidikan, yakni Surat Al-alaq ayat 1-5

ََۚقَلَخ ْيِ ذلَّا َكِ بَر ِ ْسْ ِبِ ْأَرْقِا –

َۚ قَلَع ْنِم َنا َسْنِ ْلْا َقَلَخ ١ -

ُۙ مَرْلَ ْلْا َكُّب َرَو ْأَرْقِا ٢ -

َُِۙلََّقْل ِبِ َذلََّع ْيِ ذلَّا ٣ -

َذلََّع ٤

َْْۗلَّْعَي ْمَل اَم َنا َسْنِ ْلْا -

٥

Artinya:

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan

1 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal I.

(16)

Tuhanmulah Yang Mahamulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena.

Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.2

Ayat tersebut menunjukkan betapa pentingnya pendidikan dalam kehidupan manusia. Dalam menuntut ilmu bahwasanya belajar merupakan aktifitasnya di dalam dunia pendidikan. Di dalam ruang lingkup sekolah, anak dituntut untuk bias memahami pelajaran apa yang diberikan oleh gurunya.

Namun kenyataannya di dalam kelas seorang guru mengajar, siswa tentunya memperhatikan dan mendengarkan apa yang sedang diuraikan.

Keadaan ini sungguh bertolak belakang dengan apa yang dialami pelajar sekarang.

Seorang praktisi pendidikan yaitu Terdif yang dikutip dalam Psikologi pendidikan oleh Muhibbin Syah mengatakan bahwa “Pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan’’.3 Pendidikan sering dikaitkan dengan proses belajar. Belajar dan pembelajaran adalah dua hal yang saling berhubungan erat dan tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan edukatif. Belajar dan pembelajaran dikatakan sebuah bentuk edukasi yang menjadikan adanya suatu interaksi antar guru dan siswa. Kegiatan belajar dan mengajar yang dilakukan dalam hal ini diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru secara sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala

2 Departemen Agama RI, Al-Qur’an Dan Terjemahannya, (Bandung: Cv Penerbit Diponegoro, 2011).

3 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Rosdakarya, 2013), Cet. 18, Hal. 10.

(17)

sesuatunya untuk kepentingan dalam pengajaran. Keberhasilan dalam proses belajar dan pembelajaran dapat dilihat melalui tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan. Dengan tercapainya tujuan pembelajaran, maka dapat dikatakan bahwa guru telah berhasil dalam mengajar.4

Sangat diharapkan para siswa belajar mengaktualisasikan nilai-nilai yang telah mereka terima secara langsung, namun kenyataannya di dalam kelas seorang guru mengajar, siswa tentunya memperhatikan dan mendengarkan apa yang sedang diuraikannya. Keadaan ini bertolak belakang dengan apa yang dialami pelajar sekarang. Mereka menyepelekan dan malas belajar yang sudah menjadi tanggung jawab seorang pelajar. Kurangnya minat terhadap mata pelajaran yang diajarkan oleh guru mengakibatkan siswa sukar mengerti isi pelajaran tersebut.

Penilaian yang dilakukan oleh guru kepada peserta didik, merupakan bentuk potret dari hasil belajar yang dilakukan dari kegiatan belajar mengajar.

Untuk dapat membantu peserta didik meningkatkan hasil belajar sesuai yang dharapkan oleh sekolah, guru, orangtua ataupun siswa itu sendiri. Indicator hasil belajar merupakan uraian kemampuan yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran. Peserta didik diberi kesempatan menggunakan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang sudah mereka kembangkan selama pembelajaran dalam menyelesaikan tugas-tugas yang sudah ditentukan.5

4 Aprida Pane dan Muhammad Darwis Dasopang, Belajar dan Pembelajaran, Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman, Vol.03 No. 2 Desember 2017, Hal. 333.

5 Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran Prinsip, Teknik, Prosedur, (Bandung: PT.

RemajaRosdakarya, 2011), Cet. 3, Hal. 27.

(18)

Daya tangkap setiap anak dalam menerima materi pelajaran disekolah memang berbeda-beda, daya tangkap anak yang rendah akan sangat mempengaruhi perolehan pengetahuannya. Padahal perolehan pengetahuan berbanding lurus dengan perolehan nilai disekolahnya. Masalah kemampuan anak dalam menerima materi disekolah ini dapat dilihat dai faktor internal, misalnya dari segi gizi yang kurang terpenuhi sehingga daya tahan tubuhnya terganggu, yang mengakibatkan jadi kurang konsentrasi di sekolah. Selain itu faktor psikologis anak, misalnya kurang diperhatikan orang tua dan gurunya.

Faktor eksternal yang mempengaruhi antara lain cara mengajar gurunya di sekolah yang kurang dipahami atau tidak disukai anak, atau kondisi belajar yang kurang kondusif. Selain belajar di sekolah, anak perlu mengulang pelajarannya di luar sekolah. Tak sedikit orang tua yang kesulitan mendampingi anaknya belajar di rumah karena kesibukannya atau pelajaran anak belum tentu dipahami oleh orang tuanya. Belum lagi setumpuk pekerjaan rumah (PR) yang diberikan oleh guru, sehingga siswa semakin malas untuk mengerjakannya karena merasa kesulitan.

Masalah hasil belajar seorang anak tidak berada di bawah sebagaimana mestinya, baik dari hasil kognitif, afektif maupun psikomotoriknya harus diatasi. Oleh karena itu orang tualah yang wajib mengajari anaknya setelah anak mendapat pelajaran dari sekolah. Karena berbagai kesibukan, orang tua tidak mampu membimbing anaknya dalam belajar, orang tua terpaksa mengirim anaknya ke suatu bimbingan belajar tambahan misalnya les privat

(19)

Bimbingan belajar (Bimbel) adalah suatu tempat yang dibuat khusus untuk membantu siswa dalam mendalami materi pelajaran sekolah. Bimbel biasanya diperuntukan bagi mereka yang membutuhkan pelajaran tambahan selain di sekolah. Materi yang disajikan disebuah bimbel biasanya kepanjangan tangan dari materi yang di dapat di sekolah. Bedanya bimbel lebih menitik beratkan pada trik-trik mengerjakan soal pelajaran tertentu.

Siswa yang masuk ke sebuah bimbel akan selalu disajikan materi pembahasan soal. Dia dibimbing mengerjakan soal dengan cepat. Bimbel tidak memperdulikan proses materi tapi cara untuk menyelesaikan persoalan.

Semakin berkembangnya strategi, model dan media pembelajaran, bimbingan belajar di Indonesia berkembang menjadi bimbingan supercamp, bimbel konvensional dan kursus online. Pada bimbel supercamp, peserta tinggal di dalam satu rumah dan melakukan sesi belajar secara intensif setiap hari di dalam periode tertentu, sifat pembelajaran yang intensif dan fokus, menjadikan bimbel ini biasanya diperuntukan bagi pejuang ujian masuk perguruan tinggi. Pada kursus online penjelasan di depan kelas diganti dengan menonton video materi.6

Wikipedia mendefinisikan generasi atau kaum milenial adalah generasi muda yang terlahir antara tahun 1980an sampai 2000an di mana dunia modern dan teknologi canggih diperkenalkan publik. Indonesia juga tidak ketinggalan memiliki generasi milenial.

6 Samuel Gideon, Peran Media Bimbingan Belajar Online “Ruangguru” Dalam Pembelajaran IPA Bagi Siswa SMP Dan SMA Masa Kini, Vol 11, No. 2 Juli 2018, Hal. 171 dan 172.

(20)

Memasuki era revolusi industri berbagai inovasi terus bermunculan tak terkecuali inovasi dalam bidang pendidikan. Dulu proses pembelajaran lebih dominan terjadi di dalam ruangan kelas atau di alam terbuka. Namun seiring berjalannya waktu kemajuan teknologi muncul berbagai inovasi dalam proses pembelajaran, saat ini siswa-siswi bias belajar secara online.

Perkembangan teknologi gadget seperti smartphone dan laptop semakin memudahkan orang memanfaatkan internet untuk mendapatkan semua kebutuhannya secara online. Generasi yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seringkali dinamakan generasi milenial.

Pada zaman dahulu orang belum mengetahui atau belum banyak menggunakan gadget. Zaman sekarang semakin canggih dan gaya hidup pun semakin modern.

Jika mengaitkan kebiasaan anak-anak zaman sekarang dengan yang sebelumnya, kita akan menemukan hal-hal yang berbeda. Misalnya gaya hidup yang bergantung pada gadget. Waktu yang dialokasikan untuk menonton streaming juga meningkat, fakta tersebut membuktikan perilaku generasi melenial sudah tak bisa dilepaskan dari menonton video secara daring.

Generasi milenial yang sebagian besar pelajar SMP dan SMA, bagi mereka teknologi dapat diibaratkan sebagai salah satu kebutuhan yang wajib terpenuhi, tanpa gadget hidup mereka hampa karna selalu bergantung kepada benda itu. Mereka merasa kalau teknologi membuat mereka mudah berkomunikasi dan mendapatkan informasi secara cepat. Hal tersebut pada

(21)

akhirnya mempengaruhi motivasi belajar di sekolah, sementara itu proses belajar mengajar di sekolah masih banyak pembelajaran yang berpusat pada guru teacher centered learning (TCL)sehingga dirasa membosankan bagi para pelajar masa kini.

Berkembangnya m-learning, siswa dapat menggunakan bimbingan belajar online, tidak perlu datang ke lokasi bimbel karena mereka bisa belajar kapanpun. Bimbingan belajar atau les privat selain bisa dilakukan secara langsung juga bisa dilakukan secara online. Bimbingan belajar secara online dirancang untuk memungkinkan proses pembelajaran jarak jauh melalui internet tanpa harus bertatap muka dengan pengajarnya.

Munculnya lembaga bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian untuk masuk perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta yang ada di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, lembaga bimbel tidak hanya menawarkan jasa bagi siswa kelas tiga SMA saja melainkan juga program-program belajar secara intensif, reguler dan privat bagi siswa SD, SMP, SMA untuk semua kelas.

Penjelasan didepan kelas pada kursus online, diganti dengan menonton video materi. Banyak juga situs yang menyediakan akses secara cuma-cuma. Namun murid tidak bisa melakukan konsultasi secara langsung dengan mentor pemateri. Pada bimbel online kelas terjadi didalam aplikasi online chat. Kompetensi yang terjadi tidak hanya dengan sesama murid di suatu kota tertentu bahkan bisa datang dari seluruh nasional.

(22)

Panduan dalam belajar merupakan suatu tahap pemberian dukungan kepada perseorangan dengan tujuan memperoleh ilmu pengetahuan serta kemampuan pribadi yang diperlukan untuk beradaptasi secara bagus dan maksimal di manapun berada. Bimbingan belajar online dapat memberikan alternative pilihan bagi siswa yang memiliki akses jaringan internet untuk memperoleh layanan bantuan belajar yang efektif, efisien, dan interaktif secara optimal. Karena banyaknya para pelajar yang sudah bisa mengakses internet akan semakin mudah untuk menggunakan bimbingan belajar online.7

Pelajaran yang siswa dapatkan di sekolah dapat dipelajari lewat bimbel online ini. Kurikulum yang sudah disiapkan oleh pemerintah yang biasanya diaplikasikan didalam sekolah juga ada di bimbel online. Kini jasa bimbel online semakin marak tidak di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.

Maka dari itu, banyak sekali orang-orang yang berinisiatif untuk membuat jasa bimbel online dengan tutor atau guru berkompetensi tinggi serta pengalaman dan jam terbang yang tinggi. Beberapa aplikasi bimbel online yang terkenal di luar negeri bahkan mendunia di antaranya adalah Khan Academy, BYJU, Descomplica dan Yuanfudao sedangkan aplikasi yang popular antara lain adalah quipper video, zenius.net dan ruangguru.

Berdasarkan penjelasan di atas bahwa bimbel dapat berupa bimbel supercamp, bimbel konvensional dan bimbel atau kursus online. Bimbel konvensional sudah eksis terlebih dahulu untuk memfasilitasi siswa yang

7 Ana Ramadhayanti, Analisis Strategi Belajar Dengan Metode Bimbel Online Terhadap Kemampuan Pemahaman Kosa Kata Bahasa Inggris Dan Pronunciation (Pengucapan/Pelafalan) Berbahasa Remaja Saat Ini, Jurnal Kredo Vol. 2 No. 1 Oktober 2018, Hal. 42.

(23)

merasa kesulitan dalam memahami materi di sekolah. Jumlah siswa yang mencapai jutaan di seluruh Indonesia tentu tidak sebanding dengan jumlah bimbel konvensional yang ada. Hal inilah kemudian dilirik oleh bimbel online sebagai potensi bisnis yang memiliki peluang cukup tinggi.

Setiap bimbel konvensional akan memberikan siswa materi dan modul yang sesuai dengan tingkat pendidikan siswa yang bersangkutan. Kelemahan dari system seperti ini adalah siswa memang akan menerima penjelasan dari para mentor di dalam kelas namun siswa tidak akan bias mengulang apa yang mentor-mentor tersebut sampaikan kecuali siswa tersebut merekam penjelasan mereka. Sementara itu dengan system online pada bimbel online memungkinkan siswa untuk dapat mengulang materi yang diberikan. Bimbel online memberikan solusi dengan opsi pembelajaran yang jauh lebih murah.

Sebagai contoh pada aplikasi bimbel online Ruangguru.

Aplikasi bimbel online ruangguru merupakan perusahaan teknologi terbesar dan terlengkap di Indonesia yang berfokus pada layanan yang berbasis pendidikan dan telah mamiliki lebih dari 6 juta pengguna serta telah mengelola lebih dari 150.000 guru yang menawarkan jasa di lebih dari 100 bidang pelajaran. Perusahaan ini didirikan sejak tahun 2014 oleh Belva Devara dan Iman Usman, yang keduanya sudah berhasil masuk kejajaran pengusaha sukses dibawah 30 tahun melalui forbes 30 under 30 untuk teknologi konsumen di Asia. Ruangguru adalah perusahaan penyedia layanan pendidikan berbasis teknologi berbasis learning management system yang memungkinkan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan yaitu

(24)

guru, siswa, pemerintah pusat dan daerah serta orang tua siswa untuk saling berinteraksi di dalam suatu platform digital komprehensif, yang telah mencakup lebih dari 2.000.000 siswa dan guru.8

Kemudahan dalam belajar menggunakan aplikasi Ruangguru membuat siswa belajar lebih efektif dan efisien, beda halnya jika siswa belajar di dalam ruangan kelas dan diajar oleh guru, guru yang mengajar materi tertentu dalam suatu proses pembelajaran hanya akan mengulang beberapa kali materi yang diajarkan, akan tetapi jika siswa belajar melalui bimbingan belajar Ruangguru siswa bias mengulang-ulang materi tertentu sampai benar-benar paham sehingga siswa lebih fleksibel dalam mempelajari suatu materi.

Ruangguru hadir sebagai salah satu alternatif bimbel online yang dapat dengan mudah diakses melalui smartphone, laptop ataupun tablet.

Beberapa fitur unggulan seperti Ruang Uji, Ruang Latihan, Ruang Video, Ruang Les, Ruang Les Online, Digital Boot Camp dan Edumail memungkinkan untuk meng-upgrade kemampuan belajar sehingga diharapkan dapat mencapai hasil yang diinginkan. Untuk menggunakan seluruh fitur-fitur tersebut sepuasnya, siswa dapat berlangganan aplikasi ini dengan membayar biaya langganan berdasarkan tingkatan harga sesuai dengan kelas dan fitur yang dipilih.

8 Samuel Gideon, Peran Media Bimbingan Belajar Online “Ruangguru” Dalam Pembelajaran IPA Bagi Siswa SMP Dan SMA Masa Kini, Hal. 168- 177.

(25)

Berdasarkan fitur-fitur pembelajaran yang tersedia melalui aplikasi Ruangguru serta berbagai kemudahan yang ditawarkan apakah berpengaruh kepada hasil belajar siswa yang menggunakan aplikasi bimbel online Ruangguru.

Bedasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti pada tanggal 12 Juli 2021 dengan membagikan kuesioner kepada siswa kelas XII MIPA dan IPS terdapat 15 orang siswa menggunakan aplikasi bimbel onine Ruangguru.

Pengaruh Bimbingan Belajar Online “Ruangguru” Terhadap Hasil Belajar siswa di SMA N 5 BUKITTINGGI terutama agar peserta didik mengetahui tentang memanfaatkan bimbingan belajar online dengan baik dan bisa mengambil sikap serta komitmen yang tepat dalam menggunakan aplikasi bimbingan belajar online Ruangguru.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi masalahnya sebagai berikut:

1. Aplikasi Ruangguru dapat diunduh di smartphone atau gadged 2. Aplikasi ruangguru memberikan fitur-fitur seperti soal latihan dan

materi-materi pembelajaran yang didesain berupa animasi 3. Pandemi covid-19

4. Siswa dapat mengulang materi yang kurang dipahami dengan menggunakan aplikasi ruangguru

(26)

C. Batasan Masalah

Melihat pengaruh bimbingan belajar online ruangguru dan seberapa besar pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa kelas XII MIPA dan IPS di SMA Negeri 5 Bukittinggi.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah diatas untuk memudahkan penelitian ini, maka peneliti merumuskan masalah penelitian ini sebagai berikut :

1. Apakah terdapat pengaruh aplikasi bimbingan belajar online

“Ruangguru” terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 5 Bukittinggi?

2. Seberapa besar pengaruh aplikasi bimbingan belajar online

“Ruangguru” terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 5 Bukittinggi?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui pengaruh pengguna aplikasi bimbingan belajar online

“Ruangguru” di SMA Negeri 5 Bukittinggi

2. Mengetahui seberapa besar pengaruh aplikasi bimbingan belajar online ruangguru terhadap hasil belajar

(27)

F. Kegunaan Penelitian 1. Secara Teoritis

Untuk memberikan sambungan yang positif tentang bimbingan belajar online Ruangguru dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

2. Secara Praktis a. Bagi siswa

1) Dapat memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran yang diberikan guru serta dapat belajar dimana saja dan kapan saja.

2) Meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.

3) Meningkatkan hasil belajar siswa.

b. Bagi Sekolah

1) Memiliki siswa yang berprestasi 2) Meningkatkan akreditasi sekolah 3) Menjadi sekolah favorit

c. Bagi Peneliti

1) Dapat menambah pengetahuan mengenai proses bimbingan belajar online dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

2) Sebagai bekal dalam pelaksanaan tugasnya sebagai guru bimbingan atau seorang pendidik.

G. Penjelasan Judul

Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang judul proposal ini, maka perlu penejelasan mengenai istilah yang berkenaan dengan judul ini, yaitu :

(28)

Bimbingan Belajar Online : Bimbingan dalam hal menemukan cara-cara belajar yang tepat, memilih program studi yang sesuai untuk membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman dan keterampilan dalam belajar menggunakan jaringan dalam bentuk sebuah aplikasi.

Hasil Belajar : Kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.

H. Sistematika Penulisan

Untuk mendapat gambaran dari tiap-tiap bab yang dibahas, maka dalam sistematika penulisan ini dibagi menjadi tiga bab, yaitu :

Bab I, Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, penjelasan judul dan sistematika penulisan.

Bab II, Landasan Teoritis yang terdiri dari media bimbingan belajar online, dan hasil belajar.

Bab III, Metodologi Penelitian yang terdiri dari jenis penelitian, lokasi dan waktu penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, dan teknik pengolahan data dan analisis data.

Bab IV, Hasil Penelitian dan Pembahasan yang terdiri dari aplikasi Ruangguru, profil SMA Negeri 5 Bukittinggi, Hasil Penelitian, Pembahasan.

Bab V, Penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran.

(29)

15 BAB II

LANDASAN TEORI

A. Bimbingan Belajar Online 1. Media Pembelajaran

Gerlach dan Ely mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cendrung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap , memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.1

Berdasarkan teori diatas dapat diambil kesimpulan media mempunyai peranan penting sebagai alat untuk menyampaikan pesan, dalam artian terdapat interaksi antar individu dalam setiap interaksi tersebut.

New Media atau Media online didefinisikan sebagai produk dari komunikasi yang termediasi teknologi yang terdapat bersama dengan computer digital. Media online adalah media yang didialamnya terdiri dari berbagai elemen. Itu artinya terdapat konvergensi media didalamnya, dimana beberapa media dijadikan satu. New media merupakan media yang

1 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran. (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2007), Hal. 3.

(30)

menggunakan internet, media online berbasis teknologi, berkarakter fleksibel, berpotensi interaktif dan dapat berfungsi secara privat maupun secara public.2

Menurut Laquey Asal mula internet adalah tercipta oleh suatu ledakan tak terduga pada tahun 1969, yaitu dengan lahirnya Arpanet, suatu proyek eksperimen kementerian pertahanan Amerika Serikat bernama DAPRA (Deoartement Of Defence Advenced Research Projects Agency).

Misi awalnya sederhana, yaitu menggali teknologi jaringan yang dapat menghubungkan para peneliti dengan berbagai sumber daya yang jauh seperti system computer dan pangkalan data yang besar. Arpanet berhasil membantu membudidayakan sejumlah jaringan lainnya, yang kemudian saling berhubungan. Yang membedakan internet sebagai new media dengan media massa terdahulu adalah tingkat interaksi dan kecepatan yang dapat dinikmati pengguna untuk menyiarkan pesanannya. Tak ada media yang memberikan setiap penggunanya kemampuan untuk berkomunikasi secara seketika dengan ribuan orang.3

Dari uraian diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa internet merupakan salah satu teknologi komunikasi baru yang memiliki kemampuan untuk membantu kita memilih dan mengatur informasi yang kita perlukan dengan lebih efisien. Internet jauh lebih luwes dalam

2 Mondry, Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik. (Bogor: Ghalia Indonesia, 2008), Hal. 13.

3 Trancy Laquey, Sahabat Internet: Pedoman Bagi Pemula Untuk Memasuki Jaringan Global (Bandung: ITB, 1997)

(31)

menjembatani waktu dan jarak dibandingkan media yang terlebih dahulu seperti koran.

Media pembelajaran merupakan suatu teknologi pembawa pesan yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran dan media pembelajaran merupakan sarana fisik untuk menyampaikan materi pembelajaran. Media pembelajaran merupakan sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang dengar yang termasuk teknologi perangkat keras.4

Adapun 4 fungsi media pembelajaran sebagai berikut Levie & lents 1. Fungsi Atensi

Media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarah perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pengajaran, yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan. Khususnya gambar yang diproyeksikan melalui projector dapat mengarahkan siswa pada pelajaran yang akan diterima.

2. Fungsi Afektif

Media visual dapat terlihat dari tingkat ketertarikan siswa ketika belajar teks yang disertai gambar. Gambar atau lambing visual dapat mengggungah emosi dan sikap siswa.

4 Rusman, Model-model Pembelajaran. (Depok : PT Rajagrafindo Persada, 2012), Hal.

170.

(32)

3. Fungsi kognitif

Media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi yang tekandung dalam gambar.

4. Fungsi kompensatoris

Media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang meberikan konteks untuk memahami teks, membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Dengan kata lain, media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lemah memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.5

Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang memudahkan proses belajar bagi siswa dan pendidik atau guru dan merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar. Media pembelajaran merupakan sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang dengar yang termasuk teknologi perangkat keras.

a. Pengertian E-Learning

Menurut Dahiya E-Learning adalah teknologi informasi dan komunikasi untuk mengaktifkan siswa untuk belajar kapanpun dan

5 M. Rudy Sumiharsono dan Hisbiyatul Hasanah, Media Pembelajaran. (Jawa Timur: CV PUSTAKA ABADI, 2017), Hal. 12 dan 13

(33)

dimanapun.6 Pembelajaran e-learning sudah dimulai pada tahun 1970- an. Berbagai istilah digunakan untuk mengemukakan pendapat atau gagasan tentang pembelajaran elektronik, antara lain adalah: on- linelearning, internet-enabled learning, virtual learning, atau web- based leraning.

Dapat disimpulkan bahwa e-learning adalah sebuah teknologi yang membantu siswa untuk belajar lebih efisien dan efektif secara online kapan saja dan dimana saja.

Ada tiga hal penting sebagai persyaratan kegiatan belajar elektronik (e-learning), yaitu:

1) Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan, dalam hal ini dibatasi pada pengguna internet,

2) Tersedianya dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta belajar, misalnya External Harddisk, Flaskdish, CD-ROM, atau bahan cetak,

3) Tersedianya dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta belajar apabila mengalami kesulitan.

Disamping ketiga persyaratan lainnya, seperti adanya:

1) Lembaga yang menyelenggarakan dan mengelola kegiatan e- learnin,

2) Sikap positif dari peserta didik dan tenaga kependidikan terhadap teknologi computer dan internet,

6 Husnussaadah, Strategi Pembelajaran E-learning di Era Digitalisasi, Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol 1 Nomor 1, Juni 2021, Hal. 11

(34)

3) Rancangan system pembelajaran yang dapat dipelajari dan diketahui oleh setiap peserta belajar,

4) System evaluasi terhadap kemajuan atau perkembangan belajar peserta belajar,

5) Mekanisme umpan balik yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara.7

b. Karakteristik dan Manfaat E-learning

Sebagai sebuah metode atau strategi baru dalam pembelajaran E- learning memiliki beberapa karakteristik, yaitu:

1) Memanfaatkan jasa teknologi elektronik ini guru atau dosen dan siswa atau peserta didik dapat berkomunikasi relative mudah tanpa dibatasi oleh ruang maupun waktu.

2) Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials), sehingga materi pembelajaran tersebut dapat diakses kapan saja, dimana saja.

3) Jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di internet.

4) Menggunakan jasa internet sebagai media utama. Internet memberikan sumber belajar dan strategi dalam proses pembelajaran di era digital.

7 Wiwin Hartanto, Penggunaan E-Learning Sebagai Media Pembelajaran, (Studi Ekonomi:

FKIP UNEJ, 2016). Hal. 4

(35)

Sebagai sebuah metode atau strategi baru dalam dalam pembelajaran, E-learning dapat membawa suasana baru dalam ragam pengembangan pembelajaran. Pemanfaatan E-learning dengan baik dapat meningkatkan hasil pembelajaran dengan maksimal. E-learning memiliki beberapa manfaat, yaitu:

1) Melalui E-learning, siswa atau peserta didik dapat mengakses pengetahuan setiap saat tak terbatas waktu dan tempat.

2) Melalui E-learning, siswa atau peserta didik dapat menjalin komunikasi melalui internet sehingga lebih banyak lagi pengetahuan yang dapat mereka peroleh.

3) Melalui E-learning siswa atau peserta didik beajar lebih mudah dan menyenangkan.

4) Melalui E-learning. Proses pembelajaran lebih interaktif dan inovatif.8

c. Strategi Pembelajaran E-Learning

Strategi pengguna e-learning untuk penunjang pelaksanaan proses pembelajaran, diharapkan dapat meningkatkan daya serap dari peserta didik atas materi yang diajarkan, meningkatkan partisipasi aktif dari peserta didik, meningkatkan kemampuan belajar mandiri peserta didik, meningkatkan kualitas materi pendidikan dan pelatihan, meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, memperluas daya jangkau proses belajar-

8 Husnussaadah, Strategi Pembelajaran E-learning di Era Digitalisasi, Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol 1 Nomor 1, Juni 2021. Hal. 12

(36)

mengajar dengan menggunakan internet, tidak terbatas pada ruang dan waktu.9

Untuk mencapai hal-hal di atas, dalam pengembangan suatu aplikasi e-learning perlu diperhatikan bahwa materi yang ditampilkan harus menunjang penyampaian informasi yang benar, tidak hanya mengutamakan sisi keindahan saja, memperhatikan dengan seksama teknik belajar-mengajar yang dihgunakan, memperhatikan teknik evaluasi kemajuan peserta didik dan penyimpanan data kemajuan peserta didik.

d. E-Learning dalam Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran secara online dapat diselenggarakan dalam berbagai cara berikut:

1) Proses pembelajaran secara konvensional (lebih banyak face to face meeting) dengan tambahan pembelajaran melalui media interaktif atau menggunakan grafik interaktif computer

2) Dengan metode campuran, yakni sebagian besar proses pembelajaran dilakukan melalui komputer, namun tetap juga memerlukan face to face meeting untuk kepentingan tutorial atau mendiskusikan bahan ajar.

3) Metode pembelajaran yang secara keseluruhan hanya dilakukan secara online, metode ini sama sekali tidak ditemukan face to face meeting.10

9 Wiwin Hartanto, Penggunaan E-Learning Sebagai Media Pembelajaran, (Studi Ekonomi:

FKIP UNEJ, 2016). Hal. 9.

(37)

Dengan model ini, komunikasi antar peserta didik dengan staf pengajar berlangsung secara bersamaan atau sendiri-sendiri melalui dukungan jaringan computer.

2. Pengertian Bimbingan Belajar

Tim jurusan Psikologi Pendidikan mendefinisikan bimbingan belajar sebagai proses pemberian bantuan kepada siswa dakam memecahkan kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan masalah belajar.11

Bimbingan belajar ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah- masalah yang berhubungan dengan kegiatan belajar baik disekolah maupun di luar sekolah. Bimbingan meliputi :

a. Cara belajar, baik secara kelompok ataupun individu b. Cara bagaimana merencanakan waktu dan kegiatan belajar c. Efiseinsi dalam menggunakan buku-buku pelajaran

d. Cara mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu

e. Cara, proses dan prosedur tentang mengikuti pelajaran 12

Bimbingan belajar menurut Syamsu Yusuf adalah bimbingan yang diarahkan untuk membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman dan keterampilan dalam belajar, dan memecahkan masalah-masalah belajar.13

10 Wiwin Hartanto, Penggunaan E-Learning Sebagai Media Pembelajaran, (Studi Ekonomi: FKIP UNEJ, 2016). Hal. 11.

11 Mulyadi, Diagnosis Kesulitan Belajar dan Bimbingan Terhadap Kesulitan Belajar Khusus. Cetakan Pertama (Jakarta : Nuha Lentera, 2010)

12 Wardati & Mohammad Jauhar, Implementasi Bimbingan Dan Konseling di Sekolah, (Jakarta :Prestasi Pustakaraya, 2011), Hal. 56

(38)

Menurut Miller dalam Willis bimbingan belajar adalah panduan dalam bejar merupakan suatu tahap pemberian dukungan kepada perseorangan dengan tujuan memperoleh ilmu pengetahuan serta kemampuan pribadi yang diperlukan untuk beradptasi secara bagus dan maksimal dimanapun berada.

Berdasarkan berbagai pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa bimbingan belajar adalah suatu proses pemberian bantuan oleh individu terhadap individu yang membutuhkan mengenai masalah belajarnya agar siswa dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Biasa kursus belajar memiliki maksud berhasil dalam pembiasaan secara akademisi dengan maksimal berdasarkan kekuatan yang dalam diri murid menurut Syamsuddin, standar yang ditetapkan Depdiknas adalah sebagai beriku :

Merancangkan aktifitas dalam belajar serta profesi dimasa depan a. Menumbuhkan seluruh kemampuan dan keterampilan dalam diri

secara maksimal

b. Beradaptasi dengan situasi tempat bekerja

c. Menangani gangguan dan kesukaran yang ditemui ketika belajar, adaptasi dengan tempat pembelajaran, publik, atau situasi tempat pekerjaan.

13 Husamah dkk, Belajar dan Pembelajaran. (Malang : UMM Pres, 2018)

(39)

Menurut Brown dalam Sumarwiah menyatakan bahwa bantuk layanan bimbingan belajar dengan indikator :

a. Pengaturan waktu belajar b. Cara mempelajari materi belajar c. Motivasi belajar

d. Pengaturan waktu belajar dengan kegiatan lain e. Upaya mencari informasi yang menunjang f. Persiapan menghadapi tes atau ujian.

Menurut Suherman secara umum maupun khusus tujuan dalam bimbingan belajar atau privat dimaksudkan agar individu dapat :

a. Dapat mengukur kemampuan yang dimiliki diri sendiri secara jasmani dan kejiwaan.

b. Memahami keadaan, ketentuan dan situasi yang naik turun baik disaat gembira ataupun tidak secara pasti berdasarkan aturan perseorangan, kemasyarakatan serta sesuai dengan anjuran kepercayaan dalam diri.

c. Mampu dalam menyusun aktivitas belajar, agenda kerja, serta aktivitas selanjutnya.

d. Meningkatkan potensi dalam diri dan menggunakan kepiawaian dengan baik.

e. Dapat beradaptasi dalam ketentuan kondisi edukasi , umum, karier ataupun kepercayaan.

(40)

f. Menanggulanggi permasalahan dan kesukaran dalam proses belajar baik di tempat dunia pendidikan, public, termasuk melakukan penghambatan kepada sang pencipta.14

3. Pengertian Bimbingan Belajar Online

Bimbingan belajar atau les privat selain bisa dilakukan secara langsung juga bisa dilakukan secara online. Bimbingan belajar secara online dirancang untuk memungkinkan proses pembelajaran jarak jauh melalui internet tanpa harus bertatap muka dengan pengajarnya.

Bimbingan belajar online dapat memberikan alternatif pilihan bagi siswa yang memiliki akses jaringan internet untuk memperoleh layanan bantuan belajar yang efektif, efisien, dan interaktif secara optimal.

Lebih lanjut enterprise menerang bahwa selain untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian, para siswa bisa mengikuti bimbingan online. Bimbingan belajar online ini hanya sekedar untuk belajar lebih dalam tentang bidang studi tertentu diluar apa yang sudah diajarkan guru mereka. Komunikasi antara para murid dengan tutor (guru) juga dilakukan secara online melalui video, audio, ataupun e-mail. Karena banyaknya para pelajar yang sudah bisa mengakses internet, prospek bisnis online tutoring (les privat) ini akan sangat menjanjikan. 15

14 Ahmad Susanto, Bimbingan dan Konseling Di Sekolah Konsep, Teori, dan Aplikasinya, (Jakarta: Prenada Media Group, 2018)

15 Jubilee Enterprise, 30 Bisnis Berbasis Ide Untuk Siapa Pun. (Jakarta : PT. Elex Media Komputindo, 2010)

(41)

Berdasarkan pengertian diatas dapat diambil kesimpulan pengertian bimbingan belajar online adalah bimbingan belajar yang dirancang khusus untuk memungkinkan proses pembelajaran jarak jauah melalui internet tanpa harus bertatap muka dengan pengajarnya.

4. Macam-macam Media Bimbingan Belajar Online

Beberapa aplikasi bimbingan online yang terkenal di luar negri bahkan mendunia antara lain :

a. Khan Acadmy

Salah satu bimbingan online yang terkenal sedunia. Di inisasi oleh orang yang bernama Salman Khan, Khan Academy merupakan jasa bimbel online yang memproduksi video-video pembelajaran lewat YouTube. Khan Academy memang merupakan bimbel online gratis, siswa bisa mengakses ribuan video yang berisikan materi-materi pembelajaran. Keunikan dari Khan Academy adalah mereka memiliki misi untuk menyuguhkan pelajaran gratis untuk siapapun dimanapun.

Mereka sudah bekerjasama dengan organisasi seperti NASA, Te Museum Of Modern Art, California Academy Of Sciences hingga MID.

b. BYJU

Aplikasi bimbingan online yang sangat terkenal diddunia.

Didirikan sejak tahun 2011 oleh BYJU Raveendran di Begluru, India Selatan, BYJU menjadi jasa online di smartphone yang menyuguhkan materi pelajaran untuk siswa kelas 4 SD hingga 12 SMA. Fokus dari bimbel online ini adalah Matematika dan Ilmu pengetahuan. BYJU

(42)

menjelaskan segala materi pembelajaran lewat animasi dan ilustri yang sangat menyenangkan , seperti gambar dan juga video yang tidak membosankan .

c. Descom Plica

Aplikasi bimbingan online terbesar di Brazil dan berbahasa Portugis. Mereka menawarkan lima belas ribu video pembelajaran dan video-video live setiap harinya untuk setiap siswa yang ingin belajar di Descom Plica. Fitur yang paling unik dari Descom Plica adalah animasi dan ilustri dari video serta template situsnya. Warna yang mencolok dan animasi yang nyentrik menyerupai kartun menjadikan Descom Plica salah satu bimbel online yang diminati di dunia.

d. Zenius

Salah satu aplikasi pendidikan di Indonesia yang didirikan oleh Sapda PS dan Medy Suharta pada 7 Juli 2007. Zenius menyediakan layanan akses pendidikan dengan format video dengan berbahasa Indonesia yang disajikan baik secara Online melalui website (Zenius.net) maupun secara Offline dengan media CD dan DVD.

e. Ruangguru

Selain belajar di sekolah, saat ini orang tua mulai menambah waktu anaknya belajar di luar jam sekolah yang sering disebut les ataupun bimbingan belajar, les ini dilakukan guna menambah wawasan serta ilmu anak dan membantu anak lebih memahami pelajaran yang didapatkan ketika belajar di sekolah. Namun semakin berkembangnya

(43)

teknologi komunikasi dan informasi, sekarang jika ingin melakukan bimbingan belajar dapat dilakukan hanya dengan mengakses di smartphone sehingga tidak harus pergi ketempat bimbingan dan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja dengan biaya yang tidak mahal juga.

Sebuah aplikasi belajar yang bernama ruangguru muncul dengan memberikan suasana yang baru, dengan aplikasi ini orang tua tidak perlu takut untuk memberiakn smartphone kepada anaknya karena dengan smartphone anak dapat melakukan proses belajar dan didampingi langsung oleh orang tuanya. Selain itu semakin meningkatnya waktu dan perkembangan ekonomi mengakibatkan banyak anak yang status ekonominya rendah tidak bias melakukan bimbingan belajar karena biaya yang mahal sehingga hal tersebut menunjukkan besarnya perbedaan anak yang status ekonominya rendah dan menengah ke atas. Karena hal tersebutlah adanya aplikasi Ruangguru, dengan biaya yang jauh lebih murah anak dapat dengan bebas melakukan bimbingan belajar.

Ruangguru memiliki berbagai fitur yang menarik seperti cara pemecehan soal yang jauh lebih mudah dan gampang diingat.

Ruangguru juga kerap melakukan acara untuk menarik minat anak sekolah Indonesia dengan melakukan acara-acra yang disukai oleh pelajar-pelajar. Ruangguru dapat digunakan oleh anak SD kelas 1 sampai kelas 6 dengan ata pelajaran yang dipelajari disekolah, selain itu

(44)

juga ada beberapa pelajaran tambahan seperti bahasa asing yang mungkin tidak diajarkan di sekolah dan adanya fitur ruangngaji untuk yang beragama Islam sampai pada pendidikan karakter untuk anak SD kelas 1. Selain itu juga ada latihan soal-soal ujian untuk anak kelas 6 yang akan mengikuti ujian akhir sekolah.

Sama halnya dengan SD, fitur ruangguru juga ada untuk anak SMP mulai dari kelas 1 sampai kelas kelas 3 di mana semua mata pelajaran dapat diakses dan dipelajari kapan saja dan di mana saja.

Begitu juga dengan SMA kelas 1 sampai kelas 3, Ruangguru memiliki banyak sekali fitur dan terlengkap dari semua aplikasi. Dengan biaya yang cukup murah orang tua tidak perlu takut lagi membiarkan anak bermain smartphone karna digunakan untuk belajar. Selain untuk SD, SMP, dan SMA Ruangguru juga memiliki fitur belajaruntuk yang ingin mengikuti SBMPTN & STAN dan Pelatihan Guru.

Dalam hal ini Ruangguru hadir untuk membantu pelajar maupun pengajar yang merasa kurang mampu dan ingin belajar lebih banyak.

Ruangguru hadir dengan begitu banyak fitur dan mata pelajaran terlengkap yang berbeda dengan aplikasi yang lain sehingga membuat Ruangguru menjadi aplikasi belajar yang paling diminati oleh semua orang. selain terlengkap Ruangguru juga sering melakukan diskon harga agar semua orang dapat menikmati fitur-fitur yang disediakan oleh Ruangguru.

(45)

1. Ruang Belajar

Fitur Ruang Belajar adalah tempat untuk belajar mandiri online lewat misi-misi belajar (Learning Jouney) yang terdiri dari ribuan video, rangkuman infografis, serta ribuan kuis dan latihan soal untuk masing-masing sub-topik pelajaran. Dapatkan juga USB On The Go (OTG) biar kamu bias tonton video ini tanpa kuota (khusus pengguna Android). Memahami materi pelajaran jadi lebih mudah dengan mengikuti misi bersama Master Teacher.

Dalam ruang belajar juga ada beberapa fitur lainnya yaitu : a. Terdapat ribuan video pembelajaran

Video pembelajaran Dikemas dengan animasi dan diajarkan oleh tutor terbaik yang memudahkan anak untuk memahami setiap materi yang diajarkan pada video pembelajaran.

b. Latihan soal dan latihan

Ruangguru juga menyediakan fitur latihan soal pembahasan. Latihan soal dan pembahasan akan membantu mempertajam pengetahuan anak terhadap materi pelajaran yang dipelajari.

c. Rangkuman modul bimbel

Setiap materi yang disajikan menarik secara visual dan dapat diunduh sebagai bahan untuk belajar.

(46)

2. Fitur Ruang lessonline

Tutor ruang lessonline akan membantu kamu membahas soal dan mengerti pelajaran via live chat dengan cara:

a. Foto soal yang tidak mengerti

b. Langsung terhubung dengan tutor-tutor

c. Soal tersebut akan dibahas oleh tutor melalui chat 3. Digitalbootcamp + Ruangguru

Fitur ini adalah bimbel online pendukung segala persiapan belajar mulai dari kelas 6 SD sampai dengan kelas 12 SMA hingga SBMPTN. Dalam fitur ini ada grup chat dengan tutor, modul belajar, try out online, dan materi belajar yang lengkap.

4. Fitur ruang uji

Ruanguji adalah tempat untuk mengukur kesiapan mengikuti ujian dengan mengikuti try out. Tampilannya seperti UNBK da nada penjelasan soal ujian yang sudah dikerjakan. Di akhir juga aka nada hasil dan peringkat try out yang dikerjakan.

5. Fitur ruang les

Fitur ini digunakan untuk mencari guru privat.

Ruangguru adalah aplikasi belajar terlengkap untuk segala kesulitan. Ruangguru menyediakan system tata kelola pembelajaran yang dapat digunakan murid dan guru dalam mengelola kegiatan belajar di kelas secara virtual. Dilengkapi dengan ribuan bank soal yang kontennya disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia,

(47)

serta peralatan analisis hasil tes, pengguna dapat memanfaatkannya tanpa dipungut biaya. Konten yang dimiliki aplikasi ruangguru mencakup SD, SMP, dan SMA sesuai dengan kurikulum nasional dan dirancang khusus oleh pengajar terbaik dan berpengalaman.

5. Tujuan Bimbingan Belajar

Munurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriono tujuan pelayanan bimbingan belajar secara umum adalah membantu murid-murid mendapatkan penyesuaian yang baik dalam situasi belajar, sehingga setiap murid dapat belajar dengan efisien sesuai kemampuan yang dimilikinya, mencapai perkembangan yang optimal.

Bimbingan belajar memiki tujuan, diantaranya adalah :

a. Mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi siswa.

b. Menunjukkan cara-cara belajar yang sesuai cara dan fungsi menggunakan buku pelajaran

c. Memberikan infornmasi berupa saran dan opetunjuk bagi yang memanfaatkan perpustakaan

d. Membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian.

e. Memilih suatu bidang studi sesuai dengan bakat, minat, kecerdasan, cita-cita dan kondisi fisik atau kondisi kesehatan yang dimiliki

f. Menunjukkan cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu.

g. Menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajar.

(48)

h. Memilih pelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran yang berhubungan dengan pelajaran disekolah maupun untuk penmgembangan bakat dan karir dimasa depan.

Menurut Suherman secara umum maupun khusus tujuan dalam bimbingan belajar atau privat dimaksudkan agar individu dapat :

a. Dapat mengukur kemampuan yang dimiliki diri sendiri secara jasmani dan kejiwaan.

b. Memahami keadaan, ketentuan dan situasi yang naik turun baik disaat gembira ataupun tidak secara pasti berdasarkan aturan perseorangan, kemasyarakatan serta sesuai dengan anjuran kepercayaan dalam diri.

c. Mampu dalam menyusun aktivitas belajar, agenda kerja, serta aktivitas selanjutnya.

d. Meningkatkan potensi dalam diri dan menggunakan kepiawaian dengan baik.

e. Dapat beradaptasi dalam ketentuan kondisi edukasi , umum, karir ataupun kepercayaan.

f. Menanggulanggi permasalahan dan kesukaran dalam proses belajar baik di tempat dunia pendidikan, publik, termasuk melakukan penghambatan kepada sang pencipta.16

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan bimbingan belajar secara umum yaitu membantu murid-murid agar mendapatkan penyesuaian yang baik dalam situasi belajar, sehingga setiap murid dapat

16 Ahmad Susanto, Bimbingan dan Konseling Di Sekolah Konsep, Teori, dan Aplikasinya.

(49)

belajar dengan efesien sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, dan mencapai perkembangan yang optimal.

6. Fungsi Bimbingan Belajar

Fungsi utama dari bimbingan adalah membantu murid dalam masalah-masalah pribadi dan sosial yang berhubungan dengan pendidikan dan pengajaran atau penempatan dan juga menjadi perantara dari siswa dalam hubungannya dengan para guru maupun tenaga administrasi.

a. Fungsi Pencegahan

Bimbingan bealajar berupaya untuk mencegah atau meredukasi kemungkinan timbulnya masalah

b. Fungsi Penyaluran

Yang berarti menyediakan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan bakat minat sehingga mencapai hasil belajar yang sesuai dengan kemampuannya

c. Fungsi Penyesuaian

Membantu siswa untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan d. Fungsi Perbaikan

Melalui pengajaran remedial e. Fungsi Pemeliharaan

Hasil belajar siswa yang dipandang positif harus tetap dipertahankan, atau bahkan ditingkatkan agar tidak mengalami kesulitan lagi.17

17 Ahmadi Abu & Widodo Supriyono, Psikologi Belejar,( Jakarta : PT Rineka Cipta 2008).

(50)

7. Kelebihan dan Kekurangan Bimbingan Belajar Online

Bimbingan belajar online adalah salah satu fasilitas penunjang pendidikan yang kegiatan belajar- mengajarnya tidak harus bertatap muika dengan pengajar selayaknya bimbingan belajar konvensional. Para murid cukup mengunduh aplikasi di smarphone untuk belajar. Disamping itu tentu terdapat keunggulan dan juga kekurangan bimbingan belajar online.

Berikut beberapa keunggulan bimbingan belajar online :

a. Belajar bisa dilakukan di mana dan kapan saja, menggunakan aplikasi yang telah diunduh di gadget masing-masing siswa.

b. Waktu belajar pun semakin fleksibel. Murid yang meentukan jadwal belajar.

c. Pelajaran bias diulang-ulang karena materi belajar sudah ada di aplikasi.

d. Selalu ada pengajar yang stand by dan mudah dihubungi lewat chatting.

Di samping keunggulan, bimbingan belajar online juga memiliki kekurangan antara lain :

a. Saat belajar harus terkoneksi dengan jaringan internet.

b. Penggunaannya belum sebanyak bimbingan belajar konvensional.

c. Ukuran data aplikasi cukup besar karena banyak materi serta video pelajaran.18

18 Tetta, Kelebihan dan kekurangan bimbingan belajar online, Jurnaltetta, oktober 2017.

(51)

B. Hasil Belajar

1. Pengertian Belajar

Sebagian orang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata mengumpulkan atau menghafalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi atau materi belajar. Disamping itu ada pula sebagian orang yang memandang belajar sebagai latihan belaka seperti yang tampak pada latihan membaca dan menulis. Berdasarkan presepsi semacam ini, biasanya mereka akan merasa cukup puas bila anak-anak mereka telah mampu memperlihakan keterampilan jasmaniah tertentu walaupun tanpa pengetahuan mengenai arti, hakikat, tujuan keterampilan tersebut.

Skinner, seperti yang dikutip Barlo dalam bukunya Educational Psycology : the thching-leaching proces, berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses adaptasi (penyesuaian tingkah laku) yang berlangsung secara progresif.

Caplin, dalam dictionary of psycology memabatasi belajar dalam dua macam rumusan. Rumusan pertama berbunti : “acquisition of anyrelatively permanent chang in behavior as a result of practice and experience” (bejar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman). Rumusan keduannya adalah proces of axcuaring responsef as a result of special praktisi (belajar adalah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus).

(52)

Hintzman, dalam bukunya the psycology of learning and memory berpendapat bahwa “learning is a change in organism due to experience which can affect the organism, as behavior” (belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme, manusia atau hewan disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut).

Jadi, dalam pandangan hitzman, perubahan yang ditimbulkan oleh pengalaman tersebut baru dapat dikatakan belajar apabila mempengaruhi organisme.

Wittig dalam bukunya Psycologi of learning mendefenisikan brlajar sebagai any relatively permanent change in an organism’s behavioral repertoire that occurs as a result of experience (Belajar adalah perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam segala macam / keseluruhan tingkah laku suatu organisme sebagai hasil pengalaman).

Biggs dalam pendahuluan Teaching For Learning : The View from Cognitive Psycology mendefinisikan belajar dalam tiga rumusan yaitu : a. Secara Kuantitatif (ditinjau dari sudut jumlah)

Belajar berarti kegiatan atau pengembangan kemampuan kognitif dengan fakta sebanyak-banyaknya. Jadi belajar dalam hal ini dipandang dari sudut berapa banyak materi yang dikuasai siswa.

b. Secara intitusional (tinjauan kelembagaan)

Belajar dipandang sebagai proses validasi (pengabsahan) terhadap penguasaan siswa atas materi-materi yang telah ia pelajari.

(53)

Ukurannya adalah semakin baik mutu mengajar yang dilakukan guru maka semakin baik pula mutu perolehan siswa yang kemudian dinyatakan dalam bentuk skor atau nikai.

c. Secara kualitatif (tinjauan mutu)

Proses memperoleh arti-arti dan pemahaman-pemahaman serta cara-cara menafsirkan dunia di sekeliling siswa, belajar dalam pengertian ini difokuskan pada tercapainya daya pikir dan tindakan yang berkualitas untuk memecahkan masalah-masalah yang kini dan nanti dihadapi siswa.

Timbulnya aneka ragam pendapat para ahli tersebut adalah fenomena yang wajar karena adanya perbedaan titik pandang. Selain itu, perbedaan antara situasi belajar dengan situasi belajar lainnya yang diamati oleh para ahli juga dapat menimbulkan perbedaan pandangan. 19

Menurut pengertian psikologi, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan di dalam tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan- perubahan tersebut akan dinyatakan dalam seluruh aspek tingkah laku.

Pengertian belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.20

19 Syah Muhibbin, Psikologi Belajar, ( Jakarta : Rajawali Pres, 2011 ), Hal. 64-68.

20 Ahmadi Abu dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, Hal 128.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

[r]

Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Gayamsari Kota Semarang Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 1, Nomor 2, Tahun

Diffusion bonding : Mono filament diperkuat AMCs terutama dihasilkan oleh ikatan difusi (foil-serat-foil) rute atau oleh penguapan lapisan yang relatif tebal dari

Ketika direaksikan dengan asam kolorida, tidak bereaksi, dengan asam sulfida, tidak bereaksi, dengan Amonium hidroksida dan Amonium klorida, tidak bereaksi,

Berdasarkan Berat Badan menurut Umur diperoleh kategori : 1) Tergolong gizi buruk jika hasil ukur lebih kecil dari -3 SD. 2) Tergolong gizi kurang jika hasil ukur -3 SD sampai

Hasil yang dicapai adalah berupa karya visual dalam bentuk buku ilustrasi yang target pasarnya adalah remaja akhir berusia 17-21, dikemas dengan visual yang sesuai.. Warna

1) Penelitian ini menghasilkan sistem CBR untuk mendiagnosa penyakit gigi dan mulut dengan memperhitungkan kedekatan antara permasalahan baru dan kasus lama

Di samping itu, melalui beragam pola judul berita, penelitian ini akan membuktikan munculnya produktivitas dan kreativitas berbahasa (khususnya ragam tulis), yang