• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI PENGARUH PERANGKAT LUNAK AKUNTANSI DAN E-COMMERCE TEHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DI LUBUK PAKAM OLEH :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI PENGARUH PERANGKAT LUNAK AKUNTANSI DAN E-COMMERCE TEHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DI LUBUK PAKAM OLEH :"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PENGARUH PERANGKAT LUNAK AKUNTANSI DAN E-COMMERCE TEHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA USAHA MIKRO,

KECIL, DAN MENENGAH DI LUBUK PAKAM

OLEH :

LAMTIUR SAPUTRI PASARIBU 170522037

PROGRAM STUDI S-1 AKUNTANSI DEPARTEMEN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2019

(2)
(3)
(4)

Telah diuji pada

Tanggal 08 Agustus 2019

TIM PENGUJI SKRIPSI

Ketua Penguji : Dr. Keulana Erwin, SE, M.Si, Ak Penguji : Drs. Hasan Sakti Siregar, M.Si,Ak Pembanding : Drs. Hotmal Jafar, MM, Ak

(5)

i

PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “Pengaruh Perangkat Lunak Akuntansi Dan E-Commerce Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Di Lubuk Pakam”. Adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai tugas akademik guna menyelesaikan beban akademik pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Bagian atau data tertentu yang saya peroleh dari perusahaan atau lembaga, dan / atau dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah dan etika penulisan ilmiah.

Apabila kemudian hari ditemukan adanya kecurangan dan plagiat dalam skripsi ini, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Medan, Agustus 2018 Yang membuat pernyataan

LAMTIUR SAPUTRI PASARIBU NIM. 170522037

(6)

ABSTRAK

Pengaruh Perangkat Lunak Akuntansi Dan E-Commerce Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Usaha Mikro,

Kecil, Dan Menengah Di Lubuk Pakam

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perangkat lunak akuntansi dan e-commerce terhadap kinerja perusahaan pada usaha mikro, kecil, dan menengah di Lubuk Pakam. Penelitian ini menggunakan sampel UMKM yang terdaftar dalam Rumah Kreatif Telkom Lubuk Pakam. Terdapat 48 UMKM yang menjadi sampel pada penelitian ini.

Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner berjumlah 37 pernyataan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dengan menggunakan skala likert, yang dikonversi menjadi data interval.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perangkat lunak akuntansi dan e- commerce berpengaruh positif dan sifnifikan terhadap kinerja perusahaan. Begitu juga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan.

Kata Kunci : Perangkat Lunak Akuntansi, E-Commerce, Kinerja Perusahaan, UMKM

(7)

ABSTRACT

The Effect of Accounting software and E-Commerce on Firm Performance in Micro, Small and Medium

Enterprises in Lubuk Pakam

The purpose from this research is to analyze the effect of accounting software and e-commerce on firm performance in micro, small and medium enterprises (SMEs) in Lubuk Pakam. This research uses sample of SMEs are listed on Rumah Kreatif Telkom Lubuk Pakam.There are 43 SMEs who become the sample in this study.

This research is analyzed using multiple linear regression analysis using SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) Data collection methods using questionnaires amounted to 37 questions. The data used for this research is quantitative data by using Likert scale, which is converted into interval data.

The result of this research shows that accounting software and e-commerce, give positive and significant on firm performance. While this research shows that simultaneously gives significant effect on firm performance

Keywords : accounting software, e-commerce, firms performance, SME

(8)

iv

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil’alamin, sebagai ungkapan rasa syukur yang tiada terhingga penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas rahmat dan ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul skripsi “ Pengaruh Perangkat Lunak Akuntansi dan E-Commerce Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Di Lubuk Pakam ”.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan menyelesaikan program pendidikan S-1 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Penulis menyadari bahwa penelitian ini tidak terlepas dari bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak sehingga skripsi ini ditulis dengan baik, dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada

1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE, MS selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Dr. Syafruddin Ginting Sugihen, MAFIS, Ak, CPA selaku Ketua Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Dr. Keulana Erwin, SE, M.Si, Ak. Selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu, pikiran, motivasi serta tenaga sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

(9)

4. Bapak Drs. Hasan Sakti Siregar, M.Si, Ak selaku Dosen Penguji dan Bapak Drs. Hotmal Jafar, MM, Ak selaku Dosen Pembanding yang telah memberikan saran dan kritikan yang membangun sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

5. Kepada ibu saya tercinta dan keluarga saya yang tiada henti dan tiada lelah untuk memberikan dukungan dan motivasi baik secara moral ataupun secara materiil.

6. Seluruh responden saya pemilik UMKM yang telah membantu pengisian kuesioner, dan seluruh teman-teman yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu, terimakasih atas bantuan dan dukungannya dalam menyelesaikan skripsi ini, Thank you for believing in me, keep in touch guys and hope we will be success.

Penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan kemampuan penulis sehingga penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dalam penulisan kedepan. Akhir kata, penulis berharap agar skripsi ini bermanfaat dan seluruh pembaca senantiasa diberkati Tuhan Yang Maha Esa.

Medan, 2019

Penulis

Lamtiur Saputri Pasaribu NIM. 170522037

(10)

DAFTAR ISI

PERNYATAAN ... i

ABSTRAK ... ii

ABSTRACT ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 8

1.3 Tujuan Penelitian ... 8

1.4 Manfaat Penelitian ... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 10

2.1 Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah ... 9

2.1.1 Definisi Kriteria UMKM ... 9

2.1.2 Peran dan Fungsi UMKM ... 11

2.2 Perangkat Lunak ... 14

2.2.1 Pengetian Sistem Informasi Akuntansi ... 14

2.2.2 Komponen dan Fungsi Sistem Infomasi Akuntansi ... 15

2.2.3 Definisi dan Klarifikasi Perangkat Lunak ... 16

2.3 E-Commerce ... 17

2.3.1 Pengertian E-Commerce ... 17

2.3.2 Tipe-Tipe E-Commerce ... 18

2.4 Kinerja Perusahaan UMKM ... 19

2.4.1 Pengertian Kinerja Perusahaan ... 19

2.4.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja UMKM ... 20

2.5 Penelitian Terdahulu ... 20

2.6 Kerangka Konseptual ... 24

2.7 Hipotesis Penelitian ... 25

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 28

3.1 Jenis Penelitian ... 28

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 28

3.3 Populasi dan Sampel ... 29

3.4 Definisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel ... 29

3.4.1 Variabel Dependen ... 29

3.4.2 Variabel Independen ... 30

3.5 Metode Pengumpulan Data ... 32

3.6 Metode Analisis Data ... 33

3.7 Uji Kualitas Data ... 34

3.7.1 Uji Validitas ... 34

3.7.2 Uji Realibilitas ... 34

(11)

3.8 Uji Asumsi Klasik ... 35

3.8.1 Uji Normalitas... 35

3.8.2 Uji Multikolineritas... 37

3.8.3 Uji Heterokedastisitas ... 37

3.9 Uji Hipotesis ... 38

3.9.1 Uji Koefisien Determinasi ... 39

3.9.2 Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F) ... 39

3.9.3 Uji Signifikan Parsial (Uji Statistik t) ... 39

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN... 41

4.1 Karakteristik Responden ... 41

4.1.1 Skala Usaha ... 41

4.1.2 Jenis Kelamin Responden ... 42

4.1.3 Umur Responden ... 42

4.1.4 Pendidikan Terakhir Responden ... 43

4.2 Statistik Deskriptif ... 43

4.3 Hasil Analisis Data ... 44

4.3.1 Uji Kualitas Data ... 44

4.3.1.1 Uji Validitas ... 44

4.3.1.2 Uji Realibilitas ... 46

4.3.2 Uji Asumsi Klasik ... 47

4.3.2.1 Uji Normalitas ... 47

4.3.2.2 Uji Multikolinearitas ... 49

4.3.2.3 Uji Heteroskedastisitas ... 50

4.3.3 Analisis Linear Berganda ... 51

4.3.4 Uji Hipotesis ... 53

4.3.4.1 Koefisien Determinasi ... 53

4.3.4.2 Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F) ... 54

4.3.4.3 Uji Signifikan Parsial (Uji Statistik) ... 55

4.4 Pembahasan ... 56

4.4.1 Pengaruh Perangkat Lunak Akuntansi Terhadap Kinerja Perusahaan UMKM ... 56

4.4.2 Pengaruh E-Commerce Terhadap Kinerja Perusahaan UMKM58 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 60

5.1 Kesimpulan ... 60

5.2 Saran ... 60

DAFTAR PUSTAKA ... 62

LAMPIRAN ... 65

(12)

DAFTAR TABEL

No. Tabel Judul Halaman

1.1 Tabel Research GAP ... 7

2.1 Definisi UMKM menurut UU Nomor 20 Tahun 2008 ... 11

2.2 Jumlah Unit Usaha dan Tenaga Kerja 2016-2017 ... ... ... 14

2.3 Penelitian Terdahulu ... 23

3.1 Definisi Operasional Variabel dan Skala Pengukuruan ... 31

3.2 Instrumen Skala Likert ... 33

4.1 Persentase Skala Usaha ... 41

4.2 Jenis Kelamin Responden ... 42

4.3 Umur Responden ... 42

4.4 Pendidikan Terakhir Responden ... 43

4.5 Statistik Deskriptif ... 43

4.6 Hasil Uji Validitas... 45

4.7 Uji Reliabilitas ... 46

4.8 Hasil Uji Kolmogrov-Smirnov (K-S) ... 49

4.9 Uji Multikolinearitas ... 50

4.10 Uji Heterokedastisitas dengan Uji Glejser ... 51

4.11 Analisis Regresi Linear Berganda ... 51

4.12 Hasil Koefisien Determinasi ... 53

4.13 Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji F) ... 54

4.14 Hasil Uji Signifikan Parsial (Uji Statistik t) ... 55

(13)

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Judul Halaman

2.1 Kerangka Konseptual... 24

4.1 Hasil Grafik Histogram ... 47

4.2 Hasil Grafik Probability Plot ... 48

4.3 Hasil Grafik Scatterplot ... 47

(14)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Judul Halaman

1. Kuesioner Penelitian ... 65

2. Data UMKM ... 70

3. Data Penelitian Variabel ... 72

4. Hasil Output SPSS ... 77

(15)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belaka ng

Pada zaman globalisasi perdagangan ini, peranan sektor swasta mengalami peningkatan diberbagai negara berkembang. Menurut Richardson, (2004: 100) munculnya sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi bagian yang signifikan dalam pengembangan ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan.

UMKM merupakan unit usaha yang dikelola oleh kelompok masyarakat maupun keluarga. UMKM mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional karena selain memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Data yang dipublikasikan oleh Kementrian Negara Koperasi dan UMKM menunjukkan bahwa tenaga kerja yang bekerja pada sektor UMKM mencapai 97%. UMKM juga memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto sebesar 60,34% serta mempunyai potensi sebagai salah satu sumber penting pertumbuhan ekspor. Meski mempunyai peran yang strategis, mengembangkan kinerja UMKM bukan hal yang mudah.

Perkembangan UMKM di Indonesia mengharuskan para pelaku UMKM untuk bertahan dan siap dalam persaingan dengan UMKM lainnya.

Hal ini memacu para pelaku UMKM agar menciptakan usahausaha yang baru dan berbeda, tentunya dengan kinerja yang baik.

(16)

Kebanyakan pemilik UMKM tidak memiliki pandangan dan pengetahuan yang luas, sehingga kurang berorientasi jangka panjang. Upaya untuk meningkatkan kinerjanya cenderung bersifat konvensional karena kurangnya pengetahuan dalam bidang manajemen. Dalam penentuan harga produk sering hanya berorientasi pada kondisi umum di lingkungan industrinya dan tenaga kerja jarang diperhitungkan. Dengan demikian, mereka sering keliru dalam mengukur produktivitas usaha yang pada akhirnya bermuara pada kinerja usaha (Yusni, 2009). Masalah yang sering dihadapi oleh para pelaku UMKM antara lain mengenai pemasaran produk, teknologi, pengelolaan keuangan, kualitas SDM, dan permodalan (Dharma, 2010). Beberapa masalah tersebut apabila tidak ditangani maka akan berdampak pada kinerja UMKM.

Permasalahan yang terjadi pada UMKM di Lubuk Pakam adalah kinerja yang tidak stabil. Hal ini dapat dilihat dari data yang ada di Rumah Kreatif Telkom Lubuk Pakam bahwa jumlah pendapatan dari penjualan naik turun setiap tahunnya (tahun 2015 sebanyak 3 miliar, tahun 2016 sebanyak 4 miliar, tahun 2017 sebanyak 2 miliar dan tahun 2018 sebanyak 3 miliar ).

Jumlah penjualan yang naik turun disebabkan UMKM tidak bisa produksi dalam jumlah banyak karena terkadang pemilik UMKM kekurangan dana sehingga hanya memanfaatkan budget yang tersedia.

Menurut hasil wawancara yang dilakukan penulis, pemilik UMKM menyatakan bahwa tidak memperhatikan pengelolaan keuangan usaha sehingga untuk menambah produksi yang lebih variatif sering kali

(17)

kekurangan biaya untuk operasional. Hal tersebut menyebabkan pemilik UMKM harus mengeluarkan biaya produksi dari uang pribadi, meminjam uang dari lembaga keuangan atau memilih untuk tidak menambah produksi barang dan pemilik UMKM tidak pernah mengetahui jumlah pertumbuhan modal ataupun jumlah laba usaha yang didapatkan. Hal lain yang menjadi masalah di UMKM Lubuk Pakam adalah jumlah konsumen yang tidak bertambah. Pemilik UMKM menyatakan bahwa jarang melakukan promosi ataupun iklan produk secara langsung atau lewat media.

Penggunaan sistem informasi (SI) dan teknologi informasi (TI) oleh UMKM merupakan suatu hal yang menarik untuk diketahui.Sistem dan teknologi tersebut disebutkan sebagai penggerak pembangunan yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan berkelanjutan suatu organisasi bisnis. Peningkatan investasi di bidang TI dan peran strategis yang dimainkan oleh SI membuat implementasi TI sebagai suatu isu penting dalam disiplin Sistem Informasi Manajemen (Siregar, 2008). Menurut Rainer (2011) yang dimaksud dengan teknologi informasi adalah alat berbasis komputer yang digunakan orang untuk bekerja dengan informasi dan mendukung kebutuhan informasi dan pengolahan informasi dari suatu organisasi sedangkan sistem informasi adalah suatu proses mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisa, dan menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu (mayoritas SI adalah terkomputerisasi). SI dibangun di atas suatu infrastruktur TI. Perkembangan TI membuat jangkauan SI tidak lagi terbatas

(18)

hanya pada aktifitas utama suatu organisasi, tetapi menjangkau institusi yang berada jauh di luar organisasi (Siregar, 2008).

Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang pengimplementasian SI/TI dalam rangka memperbaiki efisiensi dan efektifitas organisasi terutama dalam konteks organisasi bisnis UMKM. Sepertikita ketahui bahwa organisasi jenis ini ukurannya lebih kecil, dan adakalanya memiliki struktur terpusat dan sering dikatakan “miskin sumberdaya” baik sumberdaya manusia, keuangan maupun material, dan memiliki kontrol yang rendah terhadap faktor eksternal (Lesjak, 1995).

Untuk tetap bisa kompetitif,UMKM seharusnya menggunakan TI dalam tingkatan yang sesuai dengan ukuran perusahaan. Tanpa hal itu diyakini bahwa UMKM akan tetap lemah dibandingkan dengan perusahaan besardalam hal pemasaran, perdagangan, keterampilan manajerial, dan sebagainya. TI sebenarnya hadir sebagai penyelamat bagi UMKM karena TI memberikan peralatan yang dibutuhkan untuk operasional dan manajemen (Maksoud, 2003). Salah satu bentuknya adalah Sistem Informasi Akuntansi (SIA).

Komponen dari SIA adalah perangkat lunak. Perangkat lunak (software) adalah suatu program atau kumpulan program yang memungkinkan hardware untuk memproses data (Rainer, 2011).UMKM masih menggunakan pencatatan secara manual dan sederhana.Yang dimaksud manual disini adalah mengandalkan kertas untuk pengarsipan data transaksi

(19)

dan keuangan. Hal ini tidak efektif dan efisien, selain itu akan mempersulit dalam proses pencarian data transaksi maupun laporan keuangan.Oleh karena itu, UMKM memerlukan perangkat lunak akuntansi untuk menunjang perkembangannya. Perangkat lunak akan meminimalisir kendala yang terdapat pada pencatatan manual, salah satunya adalah berkurangnya human error. Namun, sayangnya banyak UMKM pula yang enggan untuk mengaplikasikan perangkat lunak tersebut dengan berbagai alasan, salah satunya adalah karena keterbatasan sumber daya.

Menurut Rainer (2011:87) mengemukakan bahwa electronic commerce (e-commerce) menggambarkan proses membeli, menjual, mentransfer, atau bertukar produk, jasa, atau informasi melalui jaringan komputer, termasuk internet. E-business memiliki pengertian yang lebih luas lagi. Selain membeli dan menjual barang/jasa,e-business juga mengacu pada pelayanan konsumen, kolaborasi dengan partner bisnis, dan melakukan transaksi elektronik dalam sebuah perusahaan. E-commerce juga memungkinkan perusahaan untuk memperluas jangkauan bisnis mereka.

Salah satu manfaat utama dari e-commerce adalah akses ke pasar global. E- commerce menghilangkan hambatan geografis beberapa perusahaan yang ingin melakukan perdagangan global. Namun, Internet membuat komunikasi informasi menjadi lebih mudah. Akhirnya, media yang interaktif dan teknologi database dari internet juga memungkinkan adanya kesempatan bagi sebuah perusahaan untuk mempromosikan produk dan jasa (Senn, 2000).

Hal ini meningkatkan kemampuan perusahaan untuk menarik pelanggan baru,

(20)

sehingga meningkatkan pasar dan profitabilitas mereka secara keseluruhan (Khan dkk, 2002).

Penelitian ini berfokus pada pengaruh perangkat lunak akuntansi dan e-commerce terhadap kinerja UMKM. Pengukuran kinerja adalah kualifikasi dan efisiensi perusahaan atau segmen atau keefektifan dalam pengoperasian bisnis selama periode akuntansi. Dengan demikian pengertian kinerja adalah suatu usaha formal yang dilaksanakan perusahaan untuk mengevaluasi efisien dan efektivitas dari aktivitas perusahaan yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu (Hanafi, 2003).

Kharrudinet all (2010) melakukan penelitian mengenai pengaruh sistem informasi terhadap kinerja perusahaan pada UMKM. Bentuk sistem informasi yang mereka teliti adalah perangkat lunak akuntansi. Mereka menggunakan data panel untuk menganalisa kinerja perusahaan. Hasil penelitiannya adalah UMKM yang menggunakan perangkat lunak akuntansi menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam kinerjanya dibandingkan dengan UMKM yang tidak menggunakan perangkat lunak akuntansi. Sari (2012) menyatakan hasil penelitian bahwa perangkat lunak akuntansi berpengaruh terhadap kinerja perusahaan UMKM. Hasil penelitian tersebut berbeda dengan penelitian Wahyuni (2016), hasil penelitian tersebut tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan UMKM. Sedangkan penelitian mengenai e-commerce yang dilakukan Sarastyarini (2007) hasil uji hipotesis menyatakan bahwa e-commerce berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Berbeda dengan penelitian Sari (2012) yang berjudul “Pengaruh

(21)

Perangkat Lunak Akuntansi dan E-commerce terhadap Kinerja Perusahaan Pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah” menyatakan bahwa variabel e- commerce berpengaruh negatif terhadap kinerja pada UMKM .

Tabel 1.1

Research GAP Kinerja Perusahaan UMKM No Variabel Dependen Variabel

Independen

Peneliti Hasil 1

Kinerja Perusahaan UMKM

Perangkat Lunak Akuntansi

Kharrudin (2010)

Berpengaruh positif Sari (2012) Berpengaruh

Positif Wahyuni

(2016)

Tidak Berpengaruh 2

E-Commerce

Kraemer (2002)

Berpengauh positif Sarastyarini

(2017)

Berpengaruh positif Sari (2012) Tidak

Berpengaruh Sumber: Hasil diolah peneliti (2019)

Ketidakkonsistenan hasil penelitian terdahulu membuat penelitian mengenai perangkat lunak akuntansi dan e-commerce terhadap UMKM masih dianggap sebuah masalah yang menarik untuk diteliti. Penggunaan perangkat lunak akuntansi dan e-commerce diharapkan dapat membawa hubungan positif bagi kinerja perusahaan. Penelitian ini akan memberikan suatu informasi baru apakah perangkat lunak akuntansi dan e-commerce memiliki peran dalam peningkatan kinerja perusahaan pada UMKM di Indonesia.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian ilmiah berbentuk skripsi dengan judul “Pengaruh Perangkat Lunak Akuntansi dan E-Commerce Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Di Lubuk Pakam”

1.2 Perumusan Masalah

(22)

Apakah perangkat lunak akuntansi dan E-Commerce berpengaruh terhadap kinerja perusahaan UMKM secara simultan maupun parsial pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Lubuk Pakam?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan pertanyaan penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perangkat lunak akuntansi dan E-Commerce berpengaruh terhadap kinerja perusahaan UMKM secara simultan maupun parsial pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Lubuk Pakam.

1.4 Manfaat Penelitian 1. Bagi Peniliti

Penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan sehubungan dengan pengaruh prangkat lunak akuntansi dan e-commerce terhadap kinerja perusahaan pada UMKM.

2. Bagi Pelaku UMKM

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumber informasi untuk membantu para pengelola atau pemilik UMKM dalam proses mengambil keputusan penggunaan perangkat lunak akuntansi atau e-commerce untuk mendapatkan kinerja perusahaan yang optimal.

3. Bagi Peneliti Lain

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai referensi untuk penelitian-penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan pengaruh

(23)

perangkat lunak akuntansi dane-commerce terhadap kinerja perusahaan bagi UMKM.

(24)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

2.1.1 Definisi dan Kriteria UMKM

Berbagai negara memiliki definisi yang berbeda-beda mengenai UMKM. Hal yang sangat krusial dalam pendefinisian ini adalah batasan- batasan yang digunakan untuk menentukan apakah sebuah usaha dapat dikategorikan sebagai UMKM atau tidak. Menurut UU No 20 Tahun 2008 ini, yang disebut dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah adalah sebagai berikut:

1. Usaha Mikro

a. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50.000.000,00 (limapuluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha ; atau

b. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).

2. Usaha Kecil

a. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau

(25)

b. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).

3. Usaha Menengah

a. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau

b. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).

Tabel 2.1

Definisi UMKM menurut UU Nomor 20 Tahun 2008

No Jenis Usaha Kriteria

Kekayaan Bersih Penjualan Bersih Tahunan

1 Usaha Mikro ≤ 50 Juta ≤ 300 Juta

2 Usaha Kecil 50 Juta- 500 Juta 300 Juta – 2,5 Milyar 3 Usaha Menengah 500 Juta – 10 Milyar 2,5 Milyar – 50 Milyar Sumber: Hasil diolah peneliti (2019)

2.1.2 Peran dan Fungsi UMKM

Pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam wadah negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berkedaulatan rakyat dalam

(26)

suasana peri kehidupan bangsa yang aman, tertib, dan dinamis dalam lingkungan yang merdeka, bersahabat, dan damai. Pembangunan nasional yang mencakup seluruh aspek kehidupan bangsa diselenggarakan bersama oleh masyarakat dan pemerintah. Masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan dan pemerintah berkewajiban mengarahkan, membimbing, melindungi, serta menumbuhkan suasana dan iklim yang menunjang.

UMKM merupakan kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat, dan dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan berperan dalam mewujudkan stabilitas nasional. Selain itu, UMKM adalah salah satu pilar utama ekonomi nasional yang harus memperoleh kesempatan utama, dukungan, perlindungan dan pengembangan seluas- luasnya sebagai wujud keberpihakan yang tegas kepada kelompok usaha ekonomi rakyat, tanpa mengabaikan peranan Usaha Besar dan BUMN.Fungsi dan peran UMKM sangat besar dalam kegiatan ekonomi masyarakat (Dewi, 2009). Fungsi dan peran itu meliputi :

 Penyediaan Barang dan Jasa

 Penyerapan Tenaga Kerja

 Pemerataan Pendapatan

 Nilai Tambah Bagi Produk Daerah

 Peningkatan Taraf Hidup

(27)

Perkembangan UMKM di Indonesia

UMKM adalah sektor ekonomi nasional yang paling strategis dan menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga dapat dikatakan saat ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Pengembangan UMKM sangatlah penting untuk dilakukan, mengingat peran yang dimainkan sangat strategis. Pembenaran paling mendasar untuk mengembangkan UMKM adalah proporsi UMKM merupakan 99,99% dari seluruh jumlah unit usaha dan UMKM memiliki daya serap tenaga yang sangat besar. Berdasarkan sumber dari Badan Pusat Statistik, tercatat 3,79 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan teknologi digital atau bisnis e-commerce. Selain itu kontribusi UMKM terhadap PDB juga cukup besar. UMKM menyumbang terhadap PDB hingga 60,34 persen. Berikut data UMKM di Indonesia antara tahun 2016-2017 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.2

Jumlah Unit Usaha dan Tenaga Kerja 2016-2017 di Indonesia

Skala Usaha Unit Usaha Tenaga Kerja

2016 2017 2016 2017

Usaha Mikro 60.863.578 62.106.900 103.839.015 107.232.992 Usaha Kecil 731.047 757.090 5.402.073 5.704.321 Usaha Mengengah 56.551 58.627 3.587.522 3.736.103

Usaha Besar 5.370 5.460 3.444.746 3.586.769

Sumber : www.depkop.go.id

Dari tabel 2.2 di atas kita dapat melihat bahwa secara umum jumlah UMKM meningkat. Dalam unit usaha usaha mikro mengalami peningkatan sebesar 2,04% begitu juga dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 3.27%, usaha kecil mengalami peningkatan yang sebesar 3,56%

(28)

dan tenaga kerja mengalami kenaikan 5,60%, pada usaha menengah mengalami kenaikan sebersar 3,67% dan tenga kerja sebesar 4,14% dan usaha besar juga mengalami kenaikan sebesar 1,67% dan tenaga kerja sebesar 4,12%. Melihat besarnya jumlah unit pelaku ekonomi dan kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja, UMKM memang layak mendapat perhatian dari para pengambil keputusan kebijakan publik, khususnya lembaga pemerintahan yang bertanggung jawab atas perkembangan UMKM. Pada era globalisasi dan abad informasi ini serta didukung dengan data-data di atas, UMKM memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kompetitif dan berintegrasi dengan perekonomian modern. Sehingga usaha UMKM diharapkan mampu menjadi salah satu pilar perekonomian nasional.

2.2 Perangkat Lunak

2.2.1 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Rainer (2011:120) menyatakan bahwa Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sumber daya manusia dan modal dalam perusahaan yang bertanggung jawab untuk persiapan informasi keuangan dan informasi yang diperoleh dari mengumpulkan dan memproses berbagai transaksi perusahaan. Dalam hubungan dengan SIA, Hall (2009:50) memberikan pernyataan tentang transaksi yaitu transaksi dibagi menjadi dua kelas menjadi transaksi keuangan dan transaksi non keuangan. Jadi dalam SIA tidak hanya mengolah data keuangan saja, data non keuangan juga diikutsertakan karena

(29)

pengambilan keputusan tidak hanya informasi keuangan saja yang diperlukan, informasi non keuangan tentang suatu kondisi dan keadaan juga dapat dipergunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Pada prinsipnya SIA mempunyai peranan penting dalam sebuah perusahaan. SIA memberikan bantuan dalam proses pengambilan keputusan. Kesimpulannya bahwa sistem informasi yang baik harus memiliki prinsip-prinsip kesesuaian desain sistem dengan tujuan sistem informasi dan perusahaan.SIA dirancang dan dilaksanakan pada dasarnya untuk memberikan informasi kepada pihak manajemen perusahaan. Dari hasil SIA ini akan diperoleh mengenai informasi- informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan dalam mencapai tujuan perusahaan.

2.2.2 Komponen dan Fungsi Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Rainer (2011:135), Sistem Informasi Akuntansi terbagi menjadi enam komponen, yaitu:

a. People orang yang menggunakan system

b. Procedures and instruction yang digunakan untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data

c. Data mengenai perusahaan dan aktivitas bisnis d. Software yang digunakan untuk memproses data

e. Information technology infrastructure, termasuk komputer, peripheraldevices, dan jaringan komunikasi yang digunakan di dalam SIA

f. Internal control dan security measures yang menjaga data SIA

(30)

2.2.3 Definisi dan Klasifikasi Perangkat Lunak

Perangkat lunak merupakan salah satu dari komponen SIA.

Perangkat lunak (software) adalah suatu program atau kumpulan program yang memungkinkan hardware untuk memproses data (Rainer, 2011).Pressman (2005:103) mendefinisikan perangkat lunak sebagai perintah (program komputer) yang bila dieksekusi memberikan fungsi dan unjuk kerja seperti yang diinginkan, Struktur data yang memungkinkan program memanipulasi informasi secara proporsional dan dokumen yang menggambarkan operasi dan kegunaan program.

Sedangkan Daulay (2007) menyatakan bahwa perangkat lunak berfungsi sebagai pengatur aktivitas kerja komputer dan semua intruksi yang mengarah pada sistem komputer. Perangkat lunak menjembatani interaksi user dengan komputer yang hanya memahami bahasa mesin.

Menurut Daulay (2007: 56) secara umum perangkat lunak ini dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :

1. Perangkat Lunak Sistem Operasi

Operating system software merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk mengkonfigurasikan komputer agar dapat menerima berbagai perintah dasar yang diberikan sebagai masukan.

Perangkat lunak sistem juga merupakan sekumpulan program yang ditulis untuk melayani program-program yang lain. Contoh:

Windows, Linux, Macintosh, dan lain-lain.

2. Perangkat lunak aplikasi

Perangkat lunak aplikasi merupakan program siap pakai yang digunakan untuk aplikasi dibidang tertentu. Perangkat lunak aplikasi yang membantu user sehingga dapat bekerja lebih efektif dan efisien. Contoh: Microsoft Office, Microsoft Excel, Microsoft OneNote dan lain-lain.

(31)

Microsoft Excel adalah jenis perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini. Sebagian besar UMKM memakai Microsoft Excel dalam pembuatan segala transakasi yang berhubungan dengan kegiatan UMKM tersebut.

2.3 E-Commerce

2.3.1 Pengertiaan E-Commerce

Menurut Rainer (2011:87) mengemukakan bahwa electronic commerce (e-commerce) menggambarkan proses membeli, menjual, mentransfer, atau bertukar produk, jasa, atau informasi melalui jaringan komputer, termasuk internet. E-business memiliki pengertian yang lebih luas lagi. Selain membeli dan menjual barang/jasa, e-business juga mengacu pada pelayanan konsumen, kolaborasi dengan partner bisnis, dan melakukan transaksi elektronik dalam sebuah perusahaan.

Definisi lain diungkapkan oleh Laudon (2011) yang mendefinisikan e-commerce sebagai penggunaan teknologi digital dan internet untuk menjalankan proses bisnis utama di dalam perusahaan. E- Commerce merupakan proses jual beli barang/jasa secara elektronik yang melibatkan transaksi dengan menggunakan internet, jaringan, dan teknologi digital lainnya. E-business termasuk aktivitas manajemen internal perusahaan dan koordinasi dengan pemasok dan rekan bisnis yang lain. E-Commerce merupakan bagian dari E-Business. Sedangkan Kalakota dan Whinston (1997) mendefinisikan e-commerce dari beberapa perespektif berikut ini:

(32)

a. Perspektif Komunikasi (Communication)

E-commerce adalah pengiriman informasi, produk/jasa, atau pembayaran melalui lini telepon, jaringan komputer atau sarana elektronik lainnya.

b. Perspektif Proses Bisnis (Business Process)

E-commerce adalah aplikasi teknologi menuju otomatisasi atas transaksi dan workflow bisnis.

c. Perspektif Service

E-commerce adalah satu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen dalam memangkas service cost ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan pengiriman service

d. Perspektif Online

E-commerce menyedikan kemampuan dalam jual beli produk dan informasi di Internet dan jasa online lainnya.

Dari berbagai definisi diatas dapat disimpulkan bahwa e-commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik. Pengertian inilah yang digunakan dalam penelitian ini,

2.3.2 Tipe-Tipe E-Commerce

Ada enam tipe dari e-commerce menurut Rainer (2011: 120), yaitu:

1. Business-to-consumer (B2C). Dalam B2C, penjual adalah sebuah organisasi (perusahaan) dan pembelinya adalah individu.

2. Business-to-business (B2B). Dalam transaksi B2B, baik penjual maupun pembeli adalah business organizations.

3. Consumer-to-consumer(C2C). Dalam C2C, seorang konsumen menjual barang barang kepada konsumen yang lain. Contoh dari C2C ini adalah eBay.

4. Business-to-employee (B2E). Dalam B2E, perusahaan menggunakan e-commerce secara internal untuk menyediakan informasi dan jasa bagi para pegawainya

5. E-Government. E-Government adalah penggunaan IT secara umum dan e-commerce secara khusus untuk menyampaikan informasi dan jasa public bagi penduduknya (government-to-citizen atau G2C e-

(33)

commerce), dan partner bisnis dan pemasok (government-to- business atau G2B e-commerce).

6. Mobile Commerce (m-commerce). M-commerce menggunakan teknologi wireless. Contohnya, penggunaan handphone untuk berbelanja melalui internet.

Dalam penelitian ini UMKM melakukan tipe-tipe e-commerce diatas, yaitu Business-to-consumer (B2C), Business-to-business (B2B), dan Mobile Commerce (m-commerce).

2.4 Kinerja Perusahaan UMKM

2.4.1 Pengertian Kinerja Perusahaan

Pengukuran kinerja merupakan analisis data serta pengendalian bagi perusahaan. Pengukuran kinerja digunakan perusahaan untuk melakukan perbaikan diatas kegiatan operasionalnya agar dapat bersaing dengan perusahaan lain. Bagi investor informasi mengenai kinerja perusahaan dapat digunakan untuk melihat apakah mereka akan mempertahankan investasi mereka di perusahaan tersebut. Selain itu pengukuran juga dilakukan untuk memperlihatkan kepada penanam modal maupun pelanggan atau masyarakat secara umum bahwa perusahaan memiliki kreditibilitas yang baik (Munawir, 1995).

Pengukuran kinerja adalah kualifikasi dan efisiensi perusahaan atau segmen atau keefektifan dalam pengoperasian bisnis selama periode akuntansi. Dengan demikian pengertian kinerja adalah suatu usaha formal yang dilaksanakan perusahaan untuk mengevaluasi efisien dan efektivitas dari aktivitas perusahaan yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu (Hanafi,2003).

(34)

2.4.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja UMKM

Menurut Minuzu (2010) terdapat jenis faktor yang mempengaruhi kinerja UMKM, yaitu :

a. Pertumbuhan penjualan

Pertumbuhan penjualan mencerminkan kemampuan perusahaan dari waktu kewaktu. Semakin tinggi tingkat pertumbuhan penjualan suatu perusahaan maka perusahaan tersebut berhasil menjalankan strateginya.

b. Pertumbuhan modal

UMKM disebut memiliki laju pertumbuhan tinggi jika mempunyai modal yang cukup untuk membiayai pertumbuhannya tersebut.

Makin cepat tingkat atau laju pertumbuhan UMKM, maka makin besar kebutuhan untuk membelanjai pertumbuhan UMKM tersebut.

Makin besar kebutuhan dana untuk membelanjai kebutuhannya maka UMKM tersebut makin cenderung untuk menahan sebagian besar dari keuntungan yang diperoleh.

c. Penambahan tenaga kerja setiap tahun

Kinerja UMKM akan berhasil apabila disetiap tahunnya UMKM tersebut menambah tenaga kerja setiap tahunnya karena produksi yang meningkat

d. Pertumbuhan pasar dan pemasaran

Pemasaran berperan penting untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan konsumen. Salah satu ilmu dalam pemasaran yang berperan untuk mengetahui keinginan konsumen serta perilaku konumen. Dengan begitu, para pelaku UMKM bisa mengetahui apa keinginan pasar

e. Pertumbuhan keuntungan / laba usaha.

Laba yang diperoleh UMKM akan digunakan untuk berbagai kepentingan, laba akan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan UMKM tersebut atas jasa yang diperolehnya.

2.5 Penelitian Terdahulu

Wahyuni (2016) dalam penelitian yang berjudul “Analisis Pengaruh Perangkat Lunak Akuntansi Terhadap Pengukuran Kinerja UMKM di Wilayah Depok”. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada pemilik UMKM. Hasil penelitian tersebut adalah

(35)

perangkat lunak akuntansi tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada kinerja perusahaan.

Wahyudi (2016) dalam penelitiannya berjudul “Pengaruh Teknologi Informasi dan E-Commerce terhadap Kinerja Usaha (Studi Kasus Perusahaan Fabrikasi Mie, Baso dan Sossis YEN Kota Bandung). Teknik penelitian tersebut adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menyatakan adanya pengaruh secara parsial teknologi informasi terhadap kinerja usaha, begitu juga dengan variable e-commerce secara parsial e- commerce berpengaruh terhadap kinerja usaha dan secara simultan bahwa teknologi informasi dan e-commerce berpangaruh terhadap kinerja usaha.

Sarastyarini (2017) penelitiannya yang berjudul “Pengaruh E- Commerce dan Efektivitas Kerja Pengguna terhadap Kinerja Perusahaan Pada Usaha Kecil, Menengah Di Denpasar”. Dalam penelitian ini digunakan teknik analisis regresi linear berganda yang digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh variable bebas terhadap terikat. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa e-commerce dan efektivitas kerja pengguna berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.

Kharrudin dkk (2010) melakukan penelitian mengenai pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap kinerja perusahaan pada UMKM di Malaysia. Bentuk sistem informasi yang mereka teliti adalah perangkat lunak akuntansi. Mereka menggunakan data panel untuk menganalisa kinerja perusahaan. Hasil penelitiannya adalah UMKM yang menggunakan perangkat lunak akuntansi menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam

(36)

kinerjanya dibandingkan dengan UMKM yang tidak menggunakan perangkat lunak akuntansi.

Sari (2012) dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Perangkat Lunak Akuntansi dan E-Commerce Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah”. Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa penggunaan perangkat lunak akuntansi memberikan pengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan pada UMKM. UMKM yang menggunakan perangkat lunak akuntansi, lebih efisien dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh laba dan lebih efisien dalam memperoleh laba dari penjualannya. Berbanding terbalik dengan variabel yang kedua yaitu E- Commerce, E-Commerce tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada UMKM di kota Depok.

Ismail dan King (2007) dalam penelitian yang berjudul “Factors Influencing the Alignment of Accounting Information Systems in Small and Medium Sized Malaysian Manufacturing Firms”. Hasil hipotesis menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial maupun simultan terhadap kinerja perusahaan pada UMKM.

Kraemeret all (2002) dalam penelitian yang berjudul “Impact of Globalization on E-Commerce Adoption and Firm Performance: A Cross- Country Investigation”. Hasil penelitian tersebut menyatakan ada pengaruh yang positif adopsi e-comerce terhadap kinerja perusahaan. Perusahaan yang melaksanakan e-commerce memiliki kinerja yang disetiap tahunnya meningkat.

(37)

Tabel 2.3 Penelitian Terdahulu

No Nama Peneliti Variabel Penelitian Hasil Penelitian 1 Wahyuni (2016) Variabel Independen

- Perangkat Lunak Akuntansi

Variabel Dependen - Kinerja

Perusahaan

Hasil penelitian tersebut

menyimpulkan bahwa Perangkat Lunak Akuntansi tidak

memberikan pengaruh yang signifikan pada kinerja perusahaan

2 Sarastyarini (2017)

Variabel Independen - E-Commerce - Efektivitas Kerja

Pengguna Variabel Dependen

- Kinerja Perusahaan

Hasil penelitian menyatakan terdapat pengaruh yang

signifikan secara parsial maupun simultan terhadap kinerja perusahaan UMKM di Denpasar

3 Kharrudindkk (2010)

Variabel Independen - Sistem Informasi

Akuntansi Variabel Dependen

- Kinerja Perusahaan

Hasil penelitian menyimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara Sistem

Informasi Akuntansidan kinerja perusahaan

4 Wahyudi (2016) Variabel Independen - Teknologi

Informasi - E-commerce Variabel Dependen

- Kinerja perusahaan

Hasil penelitian menyatakan adanya pengaruh secara parsial teknologi informasi terhadap kinerja usaha, begitu juga dengan variabel e-commerce secara parsial e-commerce berpengaruh terhadap kinerja perusahaan UMKM dan secara simultan bahwa teknologi informasi dan e-commerce berpangaruh terhadap kinerja perusahaan UMKM

5 Sari (2012) Variabel Independen - Perangkat Lunak - Akuntansi

E-Commerce Variabel Dependen

- Kinerja Perusahaan

Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa penggunaan perangkat lunak akuntansi memberikan pengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan pada UMKM . UMKM yang

menggunakan perangkat lunak akuntansi, lebih efisien dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh laba dan lebih efisien dalam memperoleh laba dari penjualannya . Berbanding

(38)

terbalik dengan variabel yang kedua yaitu E-Commerce, E- Commercetidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada UMKM di kota Depok.

6 Ismail dan King (2007)

Variabel Independen - Sistem Akuntansi

Informasi Variabel Dependen

- Kinerja Perusahaan UMKM

Hasil hipotesis menyatakan terdapat pengaruh yang

signifikan secara parsial maupun simultan terhadap kinerja perusahaan pada UMKM

7 Kraemer et all(2002)

Variabel Independen

- Adopsi E-

Comerce

Variabel Dependen Kinerja Perusahaan

Hasil hipotesis penelitian tersebut menyatakan ada pengaruh yang positif adopsi e- comerce terhadap kinerja perusahaan UMKM. UMKM yang melaksakan e-commerce memiliki kinerja yang disetiap tahunnya meningkat.

Sumber: Hasil diolah peneliti (2019) 2.6 Kerangka Konseptual

Penelitian ini menggambarkan hubungan antara perangkat lunak akuntansi dan e-commerce dengan kinerja perusahaan. Kerangka konseptual yang mendasari penelitian ini digambarkan sebagai berikut:

.

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual

Sumber: Hasil diolah peneliti (2019) Perangkat

Lunak Akuntansi

(X1) E- Commerce

(X2)

Kinerja UMKM (Y)

(39)

2.7 Hipotesis Penelitian

2.7.1 Pengaruh Perangkat Lunak Akuntansi Terhadap Kinerja Perusahaan

Tujuan utama dari sebuah perusahaan adalah untuk memaksimalkan keuntungannya, baik perusahaan besar maupun UMKM. Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan harus responsif terhadap perubahan lingkungan, khususnya dengan revolusi teknologi informasi. Saat ini, teknologi informasi merupakan suatu keharusan di banyak perusahaan. Sulit untuk mendapatkan competitive advantage dan bertahan tanpaadanya adopsi atau implementasi dari teknologi informasi. Studi telah menunjukkan bahwa sistem informasi yang paling banyak digunakan adalah sistem informasi akuntansi, khususnya dalam aspek pelaporan keuangan. Keuntungan utama dari penggunaan yang optimal dari perangkat lunak akuntansi di UMKM adalah adaptasi lebih baik terhadap perubahan lingkungan dan meningkatnya daya saing (Grandeet all, 2011). Dalam konteks UMKM, secara tradisional perangkat lunak akuntansi telah dianggap sebagai sarana untuk menyampaikan informasi keuangan kepada perusahaan (Mia, 1993). Telah terbukti bahwa dalam UMKM, akuntansi keuangan tetap menjadi sumber utama informasi bagi manajer.

Perangkat lunak digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan strategi bisnis juga memiliki peran yang sama

(40)

untuk membantu mengambil keputusan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Perangkat Lunak Akuntansi dapat digunakan sebagai alat untuk mendukung kinerja perusahaan agar efisien dan untuk memberikan informasi akuntansi bagi semua pengguna dalam membuat keputusan. Kemudian, perusahaan akan mencapai tujuannya dan menjadi sukses, hal ini akan meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, menambah nilai bisnis itu sendiri, mengurangi anggaran operasional, meningkatkan pendapatan, meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, dan mencapai target pelanggan.

2.7.2 Pengaruh E-Commerce Terhadap Kinerja Perusahaan

E-Commerce memungkinkan perusahaan untuk memperluas jangkauan bisnis mereka. Salah satu manfaat utama dari e-commerce adalah akses ke dan dari pasar global (Efraim, 2000). E-commerce menghilangkan hambatan geografis beberapa perusahaan yang ingin melakukan perdagangan global. Akhirnya, media yang interaktif dan teknologi database dari internet juga memungkinkan adanya kesempatan bagi sebuah perusahaan untuk mempromosikan produk dan jasa (Senn, 2000). Hal ini meningkatkan kemampuan perusahaan untuk menarik pelanggan baru, sehingga meningkatkan pasar dan profitabilitas mereka secara keseluruhan (Khan, 2002).Kreamer et all (2002) menemukan hubungan yang positif dan signifikan antara e- commerce terhadap kinerja perusahaan, yaitu meningkatnya kinerja perusahaan dalam pengembangan e-commerce. Sutikno dkk (2012)

(41)

penerapan e-commerce mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja individu dalam memperluas pemasaran usaha, sehingga kinerja peusahaan berkembang dan mendapatkan pembeli dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, manfaat yang diperoleh dengan diterapkannya e-commerce dapat menjangkau biaya komunikasi antara pemilik usaha dan konsumen lebih cepat, murah dan dapat berperan penting dalam peningkatan kinerja perusahaan. E- commerce juga dapat meningkatkan kecepatan dan akurasi informasi serta dapat membantu menghemat biaya operasional

(42)

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah studi assosiatif kausal. Penelitian jenis ini berusaha untuk menguji hipotesis yang menyatakan hubungan sebab akibat antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini ingin melihat hubungan sebab akibat antara tiga variabel, yaitu perangkat lunak akuntansi dan e-commerce sebagai variabel independen dan kinerja perusahaan sebagai variabel dependen. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif karena data yang disajikan berhubungan dengan angka atau scoring. Data- data yang tersebut lalu dianalisis dan diolah ke dalam bentuk analisis statistik untuk menguji hipotesis yang menjelaskan hubungan antar variabel yang digunakan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer .

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di UMKM yang berada di Lubuk Pakam dimulai pada bulan Agustus 2018. Adapun subjek dalam penelitian ini langsungpada pemilik. Penelitian dilakukan dengan obyek UMKM yang terdaftar pada Dinas Koperasi dan UMKM Deli Serdang dan terdaftar sebagai anggota Rumah Kreatif Telkom Lubuk Pakam yang beralamat di jalan Sultan Hasanuddin, Lubuk Pakam.

(43)

3.3 Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek atau obyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi pada penelitian ini adalah UMKM yang tersebar diwilayah Lubuk Pakam, terdaftar pada Dinas Koperasi dan UMKM Deli Serdang dan UMKM terdaftar sebagai Rumah Kreatif Telkom Lubuk Pakam. Jumlah Populasi pada penelitian ini adalah 43 UMKM.

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan metode sampling jenuh, yaitu teknik pengambilan sample dimana seluruh anggota populasi di jadikan sample (sugiyono 2011:156). Sehingga sampel pada penelitian ini adalah 43 UMKM.

3.4 Definisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel

Pada sebagian ini dijelaskan mengenai variabel-variabel yang digunakan oleh penelitidan bagaimana pengukurannya. Variabel tersebut terdiri dari variabel dependen, independen, dimana variabel independen dalam penelitian ini adalah perangkat lunak akuntansi dan e-commerce, variabel dependen adalah kinerja perusahaan pada UMKM.

3.4.1 Variabel Dependen

Sinulingga (2014:85) mendefinisikan variabel dependen sebagai varibel yangnilai atau valuenya dipengaruhi atau ditentukan oleh nilai variabel lain. Variabel dependen merupakan variabel utama

(44)

yang menjadi factor yang berlaku dalam investigasi. Variabel dependen dalam penelitian iniadalah kinerja perusahaan.

a. Kinerja Perusahaan pada UMKM

Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang ataukelompok orang dalam sebuah usaha dan merupakan sarana penentu dalam suatu proses untuk mencapai tujuan usaha. Kinerja usaha harusdapat diukur berdasarkan ukuran tertentu dan dalam kesatuan waktu.Variabel kinerja UMKM dalam penelitian ini diukur menggunakanmodifikasi atas instrumen yang dikembangkan oleh Musran Minuzu(2010). Pengukuran tersebut menggunakan 5 indikator yaitu:

a. Pertumbuhan penjualan b. Pertumbuhan modal

c. Penambahan tenaga kerja setiap tahun d. Pertumbuhan pasar dan pemasaran e. Pertumbuhan keuntungan / laba usaha.

3.4.2 Variabel Independen

Sinulingga (2014:85) mendefinisikan variabel independen sering disebut juga sebagai variabel predictor (predictor variable) ialah variabel yang mempengaruhi variabel dependen baik secara positif maupun secara negative. Dengan kata lain, varians variabel dependen ditentukan oleh variabel independen. Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel independen yaitu perangkat lunak akuntansi dan e-commerce. Dua variabel ini diukur dengan kuesioner.

(45)

a. Perangkat Lunak Akuntansi

Variabel perangkat lunak akuntansi dibentuk oleh 4 indikator yaitu kualitas software, kualitas informasi, kepuasan pengguanaan software dan dampak penggunaan software. Pada penelitian ini software yang dimaksud adalah Microsoft Excel.

UMKM dibantu dengan pemberian file yang sudah diberikan oleh Bank Indonesia. Sumber kuisioner pada variabel ini diadopsi dari McGill, Hobbs dan Klobas (2003)

b. E-commerce

Variabel E-commerce dibentuk oleh lima indikator yaitu aktifitas pemasaran umum, meneliti pasar, dan meraih penetrasi internasional. Indikator-indikator variabel tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.1

Definisi Operasional Variabel dan Skala Pengukuran

Variabel Definisi Indikator Skala

Perangkat Lunak Akuntansi (X1)

Perangkat lunak

merupakan salah satu dari komponen SIA. Perangkat lunak (software) adalah suatu program atau kumpulan program yang memungkinkan hardware untuk memproses data

Di adopsi dari McGill, Hobbs

dan Klobas (2003) meliputi :

1. Kualitas Software 2. Kualitas

Informasi 3. Kepuasan

Pengguna Software 4. Dampak

Penggunaan Software Akuntansi

Interval

E-Commerce(X2) Electronic commerce (e- commerce)

menggambarkan proses membeli, menjual,

Diadopsi dari Nelson dan Shaw (2003) meliputi :

1. Aktifitas

Interval

(46)

mentransfer, atau bertukar produk, jasa, atau

informasi melalui jaringan komputer, termasuk internet

pemasaran umum 2. Meneliti pasar 3. Meraih penetrasi

internasional Kinerja

Perusahaan UMKM (Y)

Kinerja perusahaan adalah suatu usaha formal yang dilaksanakan perusahaan untuk

mengevaluasi efisien dan efektivitas dari aktivitas perusahaan yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu

(Hanafi,2003).

Diadopsi dari Musran Minuzu (2010) meliputi :

1. Pertumbuhan penjualan 2. Pertumbuhan

modal 3. Penambahan

tenaga kerja setiap tahun

4. Pertumbuhan pasar dan pemasaran 5. Pertumbuhan

keuntungan / laba usaha.

Interval

Sumber: Hasil diolah peneliti (2019) 3.5 Metode Pengumpulan Data

Pengukuran masing-masing variabel dalam penelitian ini menggunakan skala interval dengan teknik penskalaan skala likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan (Sugiyono, 2017:93). Instrumen penelitian dengan skala likert menggunakan checklist.

Data dalam penelitian ini adalah kuantitatif, maka jawaban dari responden akan diberi skor. Adapun skor yang peneliti tentukan dalam penelitian ini terdapat pada Tabel 3.2 di bawah ini.

(47)

Tabel 3.2

Instrument Skala Likert

No Skala Skor

1 Sangat Setuju (SS) 5

2 Setuju (S) 4

3 Cukup Setuju (CS) 3

4 Tidak Setuju (TS) 2

5 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sumber: Hasil diolah peneliti (2019)

3.6 Model Analisa Data

Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan alat analisis statistik yakni analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh kualitas perangkat lunak akuntansi (X1), e-commerce (X2) terhadap kinerja perusahaan UMKM (Y). Rumus regresi yang digunakan adalah :

Y= + ( ) + ( ) + e Dalam hal ini adalah :

= Konstanta

= perangkat lunak akuntansi = e-commerce

Y = kinerja perusahaan UMKM = Koefisien regresi untuk , e = error term

(48)

3.7 UjiKualitas Data 3.7.1 Uji Validitas

Uji validitas dilakukan untuk mengukur data yang telah di dapat setelah penelitian merupakan data yang valid atau tidak, dengan alat ukur yang telah disediakan (kuesioner). Valid artinya data yang diperoleh melalui kuesioner dapat menjawab tujuan penelitian.

Pengujian validitas dapat dilakukan dengan menggunakan software SPSS (Statistik Product and Services Solution), dengan kriteria sebagai berikut:

1. Jika Positif, dan > maka pernyataan tersebut valid

2. Jika Negatif, dan < maka pernyataan tersebut tidak valid (Priyatno, 2010:90).

3.7.2 Uji Reabilitas

Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau srabil dari waktu ke waktu (Ghozali. 2016:47). Untuk melihat reliabilitas masing-masing instrumen yang digunakan, peneliti menggunakan koefisien Cronbach Alpha (α). Menurut kriteria Nunnally (1967), variabel atau konstruk dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha > 0,60. Semakin nilai alphanya mendekati satu maka nilai reliabilitas datanya semakin terpercaya untuk masing-masing

(49)

variabel. Pengujian realibilitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS.

3.8 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik merupakan syarat statistik yang harus dipenuhi analisis regresi linear berganda yang berbasis ordinary least square (OLS). Selain itu, untuk mendapatkan model regresi linear berganda yang baik harus memenuhi kriteria BLUE (Best Linear Unbiased Estimator). BLUE dapat dicapai jika memenuhi asumsi klasik.Tujuan pengujian asumsi klasik adalah untuk memberikan suatu kepastian bahwa dalam penelitian ini tidak terdapat masalah multikolonieritas, heteroskedastisitas, dan data yang dihasilkan memiliki distribusi normal.

Pada penelitian ini tidak dilakukan uji autokorelasi. Uji autokolerasi hanya dilakukan pada data time series (runtut waktu), dan tidak perlu dilakukan pada data seperti kuesioner dimana pengukuran semua variabel dilakukan secara serempak pada saat yang bersamaan.

3.8.1 Uji Normalitas

Uji Normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah variabel dependen dan variabel Independen terdistribusi secara normal. Jika data instrument penelitian terdistribusi secara normal maka telah memenuhi model regresi yang baik. Untuk menguji normalitas data penelitian ini menggunakan Normal Probability Plot yang membandingkan data distribusi kumulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi kumulatif dari data distribusi normal. Grafik

(50)

Normal Probability Plot yang berdistribusi normal menunjukkan pola atau titik–titik menyebar disekitar garis diagonal atau mengikuti garis diagonal. Cara mendeteksinya yaitu dengan melihat grafik histrogram yang membandingkan dengan data observasi dengan yang mendekati distribusi normal. Menurut Ghozali (2008:110), ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdisribusi normal atau tidak dengan analisis garafik dan analisis statistik.

1. Analisis grafik untuk melihat norrmalitas dapat dilakukan dengan melihat dengan melihat historigram atau pola distribusi data. Normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari nilai residualnya. Jika data menyebar disekitar garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukan pola distribusi normal, maka modal regresi memenuhi asumsi normalitas analisis statistic.

2. Analisis statistik yang digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik Kolmogorov Smirnov (K-S).

Pedoman pengambilan keputusan tentang data tersebut mendekati atau merupakan disribusi normal berdasarkan uji Kolmogorov Smirnov dapat di lihat dari:

a. Nilai Sig. atau probalitas < 0,05, maka distribusi data adalah tidak normal

(51)

b. Nilai Sig. atau probabilitas > 0,05, maka distribusi data adalah normal (Ghozali ,2008:115)

3.8.2 Uji Multikolinieritas

Multikolinearitas adalah situasi adanya korelasi variabel–

variabel independen antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini, kita sebut variabel–variabel independen ini tidak ortogonal (Erlina, 2008:156). Variabel–variabel independen yang bersifat ortogonal adalah variabel independen yang memiliki nilai korelasi diantara sesamanya sama dengan nol. Model regresi yang baik selayaknya tidak terjadi multikolinearitas. Multikolinearitas dapat dilihat dari VIF (Variance Inflation Factor), jika VIF 10 maka tingkat multikolinearitas dapat ditoleransi. Multikolinearitas dilihat juga melalui TOL (Tolerance). Nilai TOL berkebalikan dengan nilai VIF. Tolerance (TOL) mengukur variabilitas dari variabel independen yang tidak dijelaskan oleh variabel inpenden lainnya.

Jadi multikolinearitas terjadi jika VIF > 10 dan nilai tolerance<

0,10

3.8.3 Uji Heterokedastisitas

Menurut Ghozali (2016: 134) uji heterokedastisitas bertujuan untuk melihat apakah didalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari satu pengamatan lain, suatu model regresi yang baik adalah tidak terjadi heterokedastisitas. Salah satu Uji heterokedastisitas dapat dilakukan dengan menganalisis uji

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran berupa perangkat lunak Lectora Inspire pada

Tujuan dari penelitian ini: (a) Mendeskripsikan penerapan asas kebebasan berkontrak dalam perjanjian lisensi perangkat lunak BlackBerry, (b) Mendeskripsikan

Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian pembuatan perangkat lunak simpan pinjam adalah bagaimana membangun

Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan perangkat lunak swishmax 4 sebagai media pembelajaran ditinjau dari

Tujuan penelitian yang dilakukan dengan membangun rekayasa perangkat lunak mobile commerce adalah sebagai produk inovatif dalam bentuk prototype yang diharapkan

Bab ini membahas latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat, dan ruang lingkup penelitian tugas akhir mengenai Perangkat Lunak Pengukuran Efisiensi Kinerja

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi para pemilik usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tentang akuntansi, dan bagaimana alasan pemilik

Tujuan dari penelitian ini adalah memodelkan perkiraan usaha pengembangan perangkat lunak dengan Fuzzy - Intermediate COCOMO menggunakan fungsi keanggotaan