• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI. 3.1 Kerangka Pikir

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI. 3.1 Kerangka Pikir"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

49

BAB III METODOLOGI

3.1 Kerangka Pikir

Di era yang sangat kompetitif sekarang ini setiap organisasi/perusahaan dituntut memiliki kemampuan untuk berubah dan meraih suatu keunggulan kompetitif dan dapat mempertahankan keunggulan kompetitif tersebut.

Seperti yang diketahui bahwa Sistem informasi maupun teknologi informasi didesain untuk mendukung kepentingan dan kebutuhan bisnis organisasi. Bila model, dan strategi bisnis organisasi berubah akibat perubahan lingkungan bisnis, maka SI/TI pun juga harus cepat menyesuaikan diri terhadap perubahan tersebut. Rencana Strategi SI/TI bertujuan untuk merancang SI/TI yang mampu memberikan keunggulan kompetitif bagi organisasi terhadap pesaing dan mampu mempertahankannya. Agar perancangan rencana starategi SI/TI dapat dibuat dengan baik maka diperlukan suatu kerangka kerja rencana strategi SI/TI.Perancangan rencana strategi SI/TI dalam penelitian ini mengacu pada metodologi perencanaan strategis SI/TI yang diperkenalkan oleh Ward dan Peppard(2002).

Penelitian ini berisi suatu organisasi yang sudah mempunyai rencana bisnis yang berisi Misi, Visi, Tujuan dan Sasaran. Untuk mempertahankan bisnis yang sudah berjalan dan untuk mendapatkan kemampuan bersaing dengan pesaingnya, organisasi ingin membuat rencana strategi SI/TI. Menyusun rencana strategi SI/TI berdasarkan hasil evaluasi serta analisis sehingga diperoleh adanya peluang-peluang dan kesempatan dari suatu kendala yang dihadapi . Agar rencana strategi ini dapat dibuat dengan baik maka diperlukan suatu alur kerja perencanaan strategi SI/TI dan dapat diimplementasikan dalam suatu organisasi

(2)

Gambar 3.1 Proses Perancangan IS/IT Strategic Planning (Ward & Peppard, 2002

3.2 Pembuatan Kerangka Pikir Perencanaan Strategi SI/TI

Kerangka pikir yang digunakan pada studi kasus penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3.1 dibawah ini :

(3)

Kerangka Pikir Penelitian

Tahap AwalTahap Pengumpulan Data AnalisisTinjauan Hasil

Identifikasi Masalah di Universitas Bakrie

Wawancara

Observasi

Studi Literatur

Dokumen Universitas terkait visi, misi dan proses bisnis

Analisis Lingkungan Eksternal Bisnis

Analisis Lingkungan Inernal Bisnis

Analisis Lingkungan Eksternal SI/TI

Analisis Lingkungan Internal SI/TI

Analisis Porter

Analisis SWOT, Analisis Value Chain, Analisis

CSF

Analisis Perkembangan

SI/TI

Analisis peranan TI, dan Portfolio Aplikasi saat ini (

McFarlan)

Strategi Bisnis SI

Strategi Manajemen SI/

TI

Strategi Bisnis TI

Porfolio Aplikasi Mendatang Hasil Analisa

Gambar 3.2 Kerangka Pikir Perencanaan Strategi SI/TI

Adapun uraingan langkah-langkah pada studi kasus ini dijabarkan sebagai berikut:

3.2.1 Tahap Awal

Pada tahap ini dipahami proses rencana kerja SI/TI yang berlangsung selama 3 tahun kebelakang. Identifikasi masalah yang didapat dijadikan acuan untuk perencanaan strategis SI/TI 3 tahun kedepannya (2013-2016).

(4)

3.2.2 Tahap Pengumpulan Data

Dari identifikasi masalah yang ditemukan sebelumnya diperkuat dengan pengumpulan data. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan beberapa cara yaitu melakukan studi literatur yang berkaitan dengan penelitian, observasi langsung di Universitas Bakrie, mempelajari dokumen-dokumen yang ada serta melakukan wawancara (depth interview) dari berbagai sumber yang dibutuhkan.

3.2.3 Tahap Analisa

Pada tahap dilakukan analisa-analisa berdasarkan acuan framework Perencanaan Strategis SI/TI yang digunakan. Analisa yang dilakukan diuraikan sebagai berikut :

1. Analisa Lingkungan Eksternal Bisnis

Analisa terhadap lingkungan eksternal bisnis yang ada pada Universitas Bakrie mencakup beberapa faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi strategi bisnis Universitas. Faktor-faktor eksternal dapat dilihat dari peluang maupun ancaman bagi Universitas. Analisis ini menggunakan analisis Lima Daya Porter.

2. Analisa Lingkungan Internal Binsis

Analisa terhadap lingkungan internal bisnis yang ada pada Universitas Bakrie dari sisi internal yang mempengaruhi proses bisnis yang sedang berjalan. Agar dapat memaksimalkan peluang yang ada pada internal perusahaan dan memperbaiki kelemahan internal perusahaan agar tidak menjadi ancaman nantinya. Analisis ini menggunakan analisis SWOT, CSF, dan Value Chain.

3. Analisa Lingkungan Eksternal SI/TI

Analisa terhadap lingkungan eksternal IS/IT adalah faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi strategic planning. Misalnya tren teknologi saat ini. Dimana perkembangan teknologi yang berkembang juga harus dapat mendukung bisnis yang sedang berjalan. Berdasarkan hasil wawancara dari Kepala Biro Teknologi Informasi Universitas Bakrie, didapatkan bahwa semakin banyak pengguna smartphone maupun mobile tablet dari kalangan mahasiswa, dosen maupun staf Universitas

(5)

Bakrie sendiri. Sehingga pengembangan aplikasi bagi media tersebut dapat dikembangkan.

4. Analisa Lingkungan Internal SI/TI

Analisa lingkungan internal SI/TI adalah analisa penggunaan SI/TI yang ada pada setiap fungsi bisnis perusahaan, analisa aplikasi yang digunakan dalam penyusunan portfolio aplikasi, dan analisa sarana dan prasarana TI yang ada di Universitas Bakrie. Hal ini berguna untuk dibandingkan dengan kebutuhan SI/TI yang diperlukan dalam mencapai visi misi, sehingga didapat kesimpulan peningkatan TI yang dibutuhkan oleh Universitas Bakrie.

3.2.4 Tinjuan Hasil.

Dari hasil analisa yang dilakukan sebelumnya, maka pada tahap ini bertujuan untuk menghasilkan analisa dan penentuan pioritas atas portfolio IT dan tujuan strategis yang akan dicapai. Dalam tahap ini akan mencapai hasil berupa perencanaan strategi SI/TI yang sesuai dengan visi, misi, dan proses bisnis yang akan dicapai. Untuk pencapaian tahap setrategi ini terdapat beberapa strategi SI/TI yang harus dilakukan yaitu :

1. Strategi SI

Pada tahap strategi SI adalah cara dimana sistem informasi dimanfaatkan dalam mendukung setiap kegiatan Universitas yang berhubungan dengan visi dan misi Unversitas. Dan menjelaskan berbagai permasalahan yang akan dibuat solusi, sehingga solusi tersebut dapat diimplementasikan. Hasil yang ada pada strategi SI adalah usulan-usulan aplikasi yang diajukan untuk diimplementasikan sehingga permasalahan yang terdapat pada Univerisitas dapat diselesaikan dengan baik dan menjadi alat pencapaian visi dan misinya.

2. Strategi TI

Pada tahap strategi TI dimana strategi ini berguna untuk mengetahui bagaimana TI dapat dimanfaatkan dalam memdukung pencapaian visi dan misi, dan proses bisnis utama yang ada pada Unversitas. Strategi TI ini berupa software, hardware, platform, dan topologi jaringan yang berguna untuk menunjang strategi SI yang telah dianalisis sebelumnya.

(6)

3. Strategi Manajemen SI/TI

Pada strategi manajemen SI/TI berguna untuk menetapkan kebijakan yang telah dibuat oleh pihak manajemen dimana berkaitan dengan sistem dan teknologi informasi yang akan diimplementasikan pada Unversitas.

Kebijakan ini berupa struktur organisasi yang mendukung sistem informasi perusahaan, dan sumber daya manusia TI yang berkaitan dengan universitas.

4. Rekomendasi Portfolio Aplikasi

Portfolio aplikasi dibutuhkan untuk menjabarkan setiap kebutuhan dari aplikasi yang direkomendasikan untuk universitas setelah menganalisis lingkungan internal dan eksternal unversitas. Portofolio aplikasi juga berguna sebagai dasar mengidentifikasi kebutuhan perusahaan terhadap software dan hardware dimasa depan.

3.3 Metodologi Penelitian

3.3.1 Jenis dan Metode Penelitian

Perumusan perencanaan strategis SI/TI pada Universitas Bakrie ini menggunakan studi kasus kualitatif. Menurut Creswell dalam studi kasus kualitatif, seseorang dapat menyusun pertanyaan maupun sub pertanyaan melalui isu dalam tema yang dieksplorasi, juga sub pertanyaan tersebut dapat mencakup langkah-langkah dalam prosedur pengumpulan datan dan analisis. Wawancara(Interview) pun langsung dilakukan terhadap Biro Teknologi Informasi untuk menggali data yang diperlukan. Dan untuk mengetahui kondisi saat ini, peneliti juga melakukan wawancara di berbagai unit kerja di Unviersitas Bakrie.

Selain itu dilakukan observasi langsung, studi dokumen, dan studi literature yang digunakan untuk analisis dalam berbagai bentuk seperti website, jurnal, tesis, dan media elektronik lainnya.

(7)

3.3.2 Teknik Pengumpulan Data

Untuk melaksanakan penelitian ini, membutuhkan data dan informasi-informasi yang berkaitan dengan proses flow, kondisi lingkungan eksternal dan internal Unversitas Bakrie. Informasi tersebut diperoleh melalui :

1. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data dari pihak yang berinteraksi dengan proses bisnis. Bahan wawancara yang akan ditanyakan kepada pihak manajemen adalah rencana perusahaan kedepannya, dan strategi-strategi apa yang diharapkan. Adapun wawancara dilakukan kepada pihak berikut :

 Rektorat : 1 orang

 Kepala Biro Administrasi & Akademik : 1 orang

 Kepala Biro Pemasaran & Admisi : 1 orang

 Kepala Bagian Pengembangan Karir & Alumni : 1 orang

 Kepala Lembaga Penelitian : 1 orang

 Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat : 1 orang

 Kepala UPT Perpustakaan : 1 orang

 Kepala Biro Teknologi Informasi : 1 orang

 Staf TI lain yang dianggap berkompeten dibidangnya 2. Observasi

Observasi dilakukan dengan melakukan pengamatan proses bisnis yang terjadi di lapangan dan melakukan pencatatan atas informasi- informasi yang didapatkan selama proses pengamatan.

3. Studi literatur

Melalui Studi Kepustakaan, banyak hal seperti teori dan hal-hal yang perlu diperhatikan maupun langkah-langkah pengerjaan yang baik dalam merancang suatu IS/IT Strategic Planning dapat diperoleh melalui dokumen yang terdapat dalam organisasi, website, jurnal, tesis, dan literature lainnya.

(8)

3.4 Identifikasi Perusahaan

3.4.1 Profil Universitas Bakrie

Berawal dari perubahan kepemilikan STIE Mulia Persada pada tahun 2006, maka STIE Bakrie School of Management (BSM) pun berdiri pada tahun yang sama di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bakrie (YPB).

Selanjutnya, dilandasi niat luhur untuk aktif dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan Rakyat Indonesia, pada Juli 2009 Yayasan Pendidikan Bakrie (YPB) menetapkan pendirian Universitas Bakrie (UB), menggantikan status BSM yang semula STIE menjadi Universitas dengan tambahan program studi baru berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 102/D/0/2009. Pada tanggal 9 Agustus 2010, Universitas Bakrie diresmikan oleh Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Prof. Dr. Ir. H.

Mohammad Nuh, DEA yang ditandai sekaligus peresmian secara simbolik pembangunan kampus modern terpadu Universitas Bakrie di kawasan sejuk Bogor, Jawa Barat.

Kampus yang saat ini berlokasi di Kawasan Epicentrum Kuningan Jl.

HR Rasuna Said Kav C–22, Kuningan, Jakarta Selatan memiliki Program Studi Srata 1 (S-1) yakni :

Program Studi Manajemen

Program Studi Akuntansi

Program Studi Ilmu Komunikasi

Program Studi Ilmu Politik

Program Studi Sistem Informasi

Program Studi Teknik Informatika

Program Studi Teknik Industri

Program Studi Teknik Sipil

Program Studi Teknologi Pangan

Program Studi Teknik Lingkungan

(9)

Salah satu keunggulan Universitas Bakrie adalah program beasiswa yang kontinyu dan variatif. Sejak didirikan tahun 2006, Universitas Bakrie telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 600 mahasiswa yang diseleksi melalui Ujian Saringan Mahasiswa di 33 provinsi di Indonesia.

Sejak program beasiswa bergulir, komposisi mahasiswa penerima beasiswa di Universitas Bakrie mencapai lebih dari 60% dari total jumlah mahasiswa. Dengan kondisi ini diharapkan dapat tercipta suasana belajar yang kondusif diwarnai kompetisi yang sehat, serta menjadikan mahasiswa unggul sebagai agent of change yang memberi pengaruh positif bagi kehidupan belajar mahasiswa secara keseluruhan.

Selain lima Program Studi unggulan yang telah berjalan, Universitas Bakrie juga berencana mengembangkan beberapa Program Studi baru secara bertahap seperti yang tertera pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.1 Pengembangan Program Studi Universitas Bakrie No Program Studi Tahun Akademik

1 Manajemen 2006/2007

2 Akuntansi 2007/2008

3 Ilmu Komunikasi 2010/2011 4 Teknik Informatika 2010/2011 5 Sistem Informasi 2010/2011

6 Ilmu Politik 2011/2012

7 Teknik Industri 2011/2012 8 Teknik Sipil 2011/2012 9 Agroteknologi 2012/2013 10 Teknologi Pangan 2012/2013 11 Desain Komunikasi Visual 2012/2013 12 Teknik Lingkungan 2012/2013

13 Arsitektur 2013/2014

14 Ilmu Pemerintahan 2013/2014

(10)

3.4.2 Struktur Organisasi Universitas Bakrie

Selaku perguruan tinggi swasta, Universitas Bakrie memiliki struktur organisasi yang dapat dilihat pada Gambar 3.2 berikut ini.

Gambar 3.3 Struktur Organisasi Universitas Bakrie

(11)

3.4.3 Visi

Institusi pendidikan tinggi yang berwawasan global dan sejalan dengan kepentingan nasional, berbasis teknologi ramah lingkungan untuk menghasilkan entrepreneur yang menguasai teknologi dengan kompetensi yang tinggi.

3.4.4 Misi

1. Melaksanaan pendidikan akademik di bidang manajemen dan teknologi yang bertaraf internasional;

2. Mendidik siswa unggulan dari seluruh nusantara dan luar negeri menjadi entrepreneur yang menguasai teknologi;

3. Menyelenggarakan penelitian unggulan dan penelitian bekerjasama dengan lembaga dan instansi pendidikan nasional dan internasional;

4. Menyebarkan tata nilai bisnis yang menjamin keberlanjutan usaha berbasis lingkungan serta kesejahteraan sosial;

5. Melaksanakan kegiatan pelayanan secara profesional dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat dan berperan aktif dalam modernisasi sistem pembangunan Indonesia;

6. Memberikan kontribusi pada pembangunan nasional dalam upaya memperluas lapangan pekerjaan.

3.4.5 Nilai-Nilai Peduli (Care)

1. Nilai peduli ini merupakan nilai terpenting di dalam urutan nilai yang dianut Universitas Bakrie. Kepedulian di Universitas Bakrie tidak hanya terbatas kepada sesama manusia, tetapi juga terhadap lingkungan dan alam semesta. Sifat dan nilai peduli ini menjadi ciri khas dan keunikan Universitas Bakrie.

2. Tercakup juga di dalamnya adalah nilai-nilai seperti memiliki empati terhadap masalah sesama, sifat solidaritas dan saling membantu, sifat merawat dan menjaga sesama, dan ketulusan hati.

(12)

Inovatif (Innovative)

1. Inovasi merupakan salah satu nilai pokok yang dianut oleh Universitas Bakrie. Hal ini sangat sesuai dan sangat mendukung visi Universitas Bakrie yang ingin menjadi sebuah institusi pendidikan berkelas dunia di Indonesia, di mana untuk mencapai hal tersebut Universitas Bakrie harus memiliki kekuatan inovasi dalam setiap hal yang dilakukan.

2. Tercakup dalam sifat inovatif ini adalah sifat-sifat seperti berpikiran maju, berpikiran terbuka, melihat jauh ke masa depan, kreatif, dan memiliki jiwa wirausaha.

Profesional (Professional)

1. Profesional menjadi salah satu nilai pokok yang dianut Universitas Bakrie karena Universitas Bakrie adalah sebuah institusi di mana jiwa dan sikap profesional diajarkan kepada mahasiswa dan pihak- pihak lain yang mengikuti program pendidikan di Universitas Bakrie. Sebagai institusi yang mengajarkan profesionalisme, maka dengan sendirinya Universitas Bakrie harus paling depan dalam melakukan praktek bisnis yang profesional.

2. Tercakup di dalam nilai profesional adalah sifat-sifat seperti memiliki integritas, kemauan dan kemampuan bekerja keras, keterbukaan, menjunjung tinggi rasa keadilan dalam melakukan setiap tindakan, kompeten dalam melakukan tugas, dan selalu mengedepankan sikap bertanggung jawab atas setiap tindakan.

3.4.6 Lokasi Universitas Bakrie

Saat ini Universitas Bakrie terletak di Kawasan Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan yang merupakan kawasan segitiga emas Jakarta. Universitas Bakrie dikelilingi oleh berbagai fasilitas umum.

(13)

3.4.7 Unit Kerja dan Tanggung Jawab 1. Rektor

Menentukan kebijakan umum universitas, peraturan, norma dan tolak ukur penyelenggaraan pendidikan tinggi atas dasar kebijakan pemerintah, arahan Yayasan Pendidikan Bakrie, dan keputusan Senat Universitas.

Rektor memimpin penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, pembinaan akademika dan seluruh tenaga kependidikan universitas.

2. Wakil Rektor Bidang Akademik

Membantu Rektor dalam merencanakan pengembangan dan memimpin pelaksanaan pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat serta melaksanakan fungsi pengelolaan dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, pengembangan, dan pengawasan mutu pendidikan, pengajaran dan penelitian.

3. Wakil Rektor Bidang Non Akademik

Wakil Rektor Bidang Non Akademik membantu Rektor dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum dan keuangan dan bidang kemahasiswaan, serta melaksanakan fungsi pengelolaan dalam rangka penyususnan rancangan anggaran pendapatan dan pengeluaran, pelaksanaan pengawasan anggaran keuangan, pembinaan sumberdaya manusia dan pengelolaan sumberdaya lainnya, pengelolaan administrasi umum dan keuangan, pelaksanaan pembinaan mahasiswa, pengangan pemberian beasiswa, dan pelaksanaan kegiatan di bidang pengabdian masyarakat.

4. Dekan Fakultas

Dekan Fakultas mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan akademik di tingkat Fakultas, membina tenaga administrasi yang ada di Fakultas bersangkutan serta mensupervisi pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu yang dilaksanakan di Fakultas yang bersangkutan

(14)

5. Ketua Program Studi

Ketua Program Studi menyusun rencana kerja dan rencana biaya operasional tahunan di tingkat Program Studi, memberikan penugasan dan mengevaluasi dosen di Program Studi yang bersangkutan dalam melaksanan perkuliahan, penelitian dan pengabdian masyarakat serta mengevaluasi dan meningkatkan mutu pelaksanaan kegiatan perkuliahan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di tingkat Program Studi yang bersangkutan.

6. Biro Administrasi Akademik

Biro Administrasi Akademik Universitas Bakrie merupakan unsur pelaksana penyelenggaraan akademik yang mempunyai tugas utama melaksanakan kegiatan operasional perkuliahan dan pelayanan administrasi bidang akademik. Kegiatan-kegiatan yang biasa ditangani mulai dari pemberian NIM, registrasi/herregistrasi, pembuatan kartu mahasiswa, penjadwalan, KRS, pelaksanaan perkuliahan dan magang, penerbitan dan pelayanan kartu hasil ujian, pelayanan ijazah dan transkrip nilai.

7. Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK)

Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) merupakan salah satu unit kerja pendukung proses pendidikan di Universitas Bakrie yang mempunyai fungsi pelayanan operasional umum dan fungsi pengelolaan keuangan.

8. Humas

Sesuai dengan namanya, bagian ini memiliki fungsi untuk menciptakan maupun memelihara hubungan komunikasi, baik dengan pihak-pihak internal (mahasiswa, dosen, staf) maupun eksternal (yayasan, pemerintah, media, donatur, perusahaan, masyarakat, dll) sehingga diharapkan tercipta suatu image yang positif sesuai visi dan misi yang dianut oleh Universitas Bakrie.

(15)

9. Biro Sumber Daya Manusia (SDM)

Biro Sumber Daya Manusia (SDM) membantu manajemen Universitas Bakrie dalam mengelola SDM, melaksanakan peran dan memberikan kontribusi dalam menyeleksi serta mengembangkan SDM yang unggul.

Dalam hal ini termasuk ikut membantu menyusun sistem pengembangan Dosen yang memenuhi persyaratan normatif Akreditasi Perguruan Tinggi serta nilai-nilai dan kompetensi unggul yang menjadikan kekuatan unik jajaran pengajar Universitas Bakrie.

10. Biro Teknologi Informasi

Biro Teknologi Informasi adalah biro yang menangani pengembangan sistem informasi dan memberikan pelayanan dukungan teknologi informasi bagi civitas akademika di lingkungan Universitas Bakrie . Adapun tugas dari Biro Teknologi Informasi adalah Mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menyimpan data dan informasi serta menyediakan pelayanan internal dan eksternal dengan didukung oleh infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang handal.

11. Biro Administrasi Kemahasiswaan

Biro Administrasi Kemahasiswaan Dalam kehidupan di lingkungan Universitas, mahasiswa merupakan pelanggan (customer) utama yang menjadi pusat dari segala kegiatan yang dilakukan. Sebuah kebanggaan bagi Universitas Bakrie karena memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi-potensi mahasiswanya hingga ke tingkat yang paling tinggi agar mereka bisa menyandang status sebagai pemain andal yang sangat diperhitungkan dalam percaturan global. Berangkat dari kesadaran bahwa untuk mencapai status tersebut, mahasiswa tidak hanya membutuhkan pendidikan secara akademis namun juga pembangunan dan pengembangan karakter (character building) dan soft skills melalui pembelajaran berbasiskan pengalaman (experience based learning), maka Universitas Bakrie memfasilitasinya melalui Biro Administrasi Kemahasiswaan.

(16)

12. Bakrie Learning Solution (BLS)

UB Language Solution menyelenggarakan pembelajaran dan pelatihan bahasa inggris secara online berkerjasama dengan OES (Online Educational Solutions). OES adalah teknologi interaktif e-learning pembelajaran bahasa inggris yang diimplementasikan kepada mahasiswa Universitas Bakrie berbasis jaringan internet yang dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris mahasiswa.

13. Perpustakaan

Perpustakaan menyediakan, mengolah, memelihara, dan memberikan pendayagunaan bahan pustaka; menyimpan dan menyebarkan informasi bahan pustaka di lingkungan Universitas dengan pemberian jasa pelayanan referensi serta pelayanan sirkulasi bahan pustaka;

menyimpan maskah seminar, skripsi, tesis, disertasi mahasiswa dan/atau dosen; melaksanakan pengadaan buku wajib mahasiswa sesuai dengan kurikulum, bacaan ilmiah, majalah ilmiah, bacaan penunjang dan bacaan acuan lain baik untuk dosen maupun mahsasiwa, sesuai ketentuan pendidikan tinggi yang berlaku; dan melakukan urusan tata usaha perusahaan

14. Inkubator Bisnis

Keberadaan Inkubator Bisnis difokuskan sebagai wahana untuk mempercepat penumbuhan, penguatan dan pengembangan wirausaha dari kalangan mahasiswa. Penumbuhan dilakukan melalui pendampingan implementasi rencana bisnis, penguatan dilakukan dengan memanfaatkan sarana dan akses yang dimiliki Inkubator Bisnis.

15. Lembaga Penjaminan Mutu

Merencanakan Sistem Manajemen Mutu sesuai standar ISO 9001/IWA2 dan standar praktis terbaik penjaminan mutu perguruan tinggi yang diperlukan Universitas Bakrie. Membuat perangkat kerja

(17)

yag diperlukan dalam rangka pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu.

Memastikan ketercukupan sumber daya dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu di Universitas Bakrie sesuai dan tanggungjawabnya.

16. Lembaga Pengabdian Masyarakat

Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan bagian integral dari Tri Darma Perguruan tinggi, di samping dharma yang lain, yaitu:

pendidikan dan penelitian. Di Universitas Bakrie (UB) Darma Pengabdian dilaksanakan sebagai bentuk interaksi antara warga sivitas akademika dengan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat .Apa yang didarmakan kepada masyarakat adalah berupa ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan berbagai bentuk kemampuan kreatif-inovatif yang bermanfaat bagi kemajuan masyarakat. Karena itu pengabdian kepada masyarakat, khususnya dari Universitas Bakrie merupakan interaksi pembelajaran yang solutif (fungsional) bagi permasalahan masyarakat, pemerintah dan dunia usaha.

17. Lembaga Penelitian dan Pengembangan

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Universitas Bakrie (UB) merupakan suatu lembaga yang mengembangkan dan menyelenggarakan penelitian di bidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan manajemen. Selain itu, UB Research menjadi katalisator dalam mengembangkan budaya penelitian di lingkungan akademis untuk mewujudkan UB sebagai universitas berkelas dunia dengan mengedepankan penelitian bertaraf internasional. Hasil penelitian diharapkan dapat memberi manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, masyarakat dunia usaha serta masyarakat secara luas.

Adanya hasil penelitian tersebut akan meningkatkan kualitas proses belajar dan mengajar di lingkungan UB, untuk selanjutnya diharapkan akan berdampak kepada kualitas lulusan UB yang lebih mandiri dan professional.

(18)

3.4.8 Keragaman Sumber Daya Manusia

Saat ini, Universitas Bakrie memiliki 132 orang karyawan (staff akademik dan staff non-akademik) yang jika dilihat dari jabatan/divisi, keragaman sumber daya manusianya adalah sebagai berikut :

 Rektorat : 4 orang

o Rektor : 1 orang

o Wakil Rektor : 1 orang

o Staff Administrasi Rektorat : 2 orang

 Dekan Fakultas Ekonomi & Ilmu Sosial : 1 orang

 Dekan Fakultas Teknik & Ilmu Komputer : 1 orang

 Prodi Manajemen : 3 orang

o Ketua Prodi Manajemen : 1 orang o Sekretaris Prodi Manajemen : 1 orang o Staf Administrasi Prodi Manajemen : 1 orang

 Prodi Akuntansi : 3 orang

o Ketua Prodi Akuntansi : 1 orang o Sekretaris Prodi Akuntansi : 1 orang o Staf Administrasi Prodi Akuntansi : 1 orang

 Prodi Ilmu Komunikasi : 2 orang

o Sekretaris Prodi Akuntansi : 1 orang o Staf Administrasi Prodi Akuntansi : 1 orang

 Prodi Teknik Informatika dan Sistem Informasi : 3 orang o Kaprodi Teknik Informatika : 1 orang

o Kaprodi Sistem Informasi : 1 orang o Staf Administrasi Prodi TI & SI : 1 orang

 Prodi Teknik Industri : 2 orang

o Kaprodi Prodi Teknik Industri : 1 orang o Staf Administrasi Prodi Teknik Industri: 1 orang

 Prodi Teknik Sipil : 2 orang

o Kaprodi Prodi Teknik Sipil : 1 orang o Staf Administrasi Prodi Teknik Sipil : 1 orang

(19)

 Prodi Teknik Lingkungan : 1 orang

 Prodi Teknologi Pangan : 1 orang

 Biro Humas & Admisi : 9 orang

 Biro Administrasi Akademik : 13 orang

 Biro Kemahasiswaan : 5 orang

 Biro Teknologi Informasi : 7 orang

 Biro Administrasi Keuangan & Umum : 18 orang

 Konsultan : 2 orang

 Bakrie Learning Center : 3 orang

 Perpustakaan : 4 orang

 Inkubator Bisnis : 2 orang

 Lembaga Penjaminan Mutu : 2 orang

 Lembaga Pengabdian Masyarakat : 2 orang

 Lembaga Penelitian & Pengembangan : 2 orang

 Dosen Tetap : 40 orang

_____________________________________________________

Total : 133 orang

(20)

Gambar 3.4 Keragaman SDM

4 1 1 3 3 2 3 2 2 1 1

9 13 7 5

2 18 4 3 2 2 2 2

40

Keragaman Sumber Daya Manusia Berdasarkan Departemen

Rektorat

Dekan Fakultas Ekonomi

& Ilmu Sosial

Dekan Fakultas Teknik &

Ilmu Komputer Prodi Manajemen Prodi Akuntansi Prodi Ilmu Komunikasi Prodi Teknik Informatika dan Sistem Informasi Prodi Teknik Industri Prodi Teknik Sipil Prodi Teknik Lingkungan Prodi Teknologi Pangan Biro Humas & Admisi Biro Administrasi Akademik

Biro Kemahasiswaan Biro Teknologi Informasi Biro Administrasi Keuangan & Umum Konsultan

Bakrie Learning Center Perpustakaan

Inkubator Bisnis Lembaga Penjaminan Mutu

Lembaga Pengabdian Masyarakat

Lembaga Penelitian &

Pengembangan

(21)

3.4.9 Proses Bisnis Universitas Bakrie

Gambar 3.5 Proses Bisnis Univesitas Bakrie

Gambar diatas merupakan proses bisnis yang mencakup keseluruhan fungsi di Universitas Bakrie. Fungsi-fungsi seperti akademik, prosmosi & adminsi, humas, pengabdian masyarakat, pelayanan kemahasiswaan & alumni serta kerjasama antar institusi, didukung oleh fungsi-fungsi pengadaan barang & jasa, pengembangan & pengelolaan infrastruktur, pembinaan organisasi kemahasiswaan, pengembangan &

pengelolaan dana serta sumber daya manusia. Dapat dilihat bahwa fungsi Pengembangan & Pengelolaan infrastruktur merupakan salah satu penyokong kegiatan proses bisnis di Universitas Bakrie. Biro Teknologi Informasi termasuk di dalam fungsi tersebut sehingga biro ini menjadi pengelola utama agar pengembangan SI/TI dapat mendukung proses bisnis berjalan dengan baik.

(22)

Gambar

Gambar 3.1 Proses Perancangan IS/IT Strategic Planning (Ward & Peppard,  2002
Gambar 3.2 Kerangka Pikir Perencanaan Strategi SI/TI
Tabel 3.1 Pengembangan Program Studi Universitas Bakrie  No  Program Studi  Tahun Akademik
Gambar 3.3 Struktur Organisasi Universitas Bakrie
+3

Referensi

Dokumen terkait

Dalam kajlan Inl, peralatan kajlan yang dlgunakan lalah soalseildlk berstruktur yang dltadblr sendlrl oleh responden Kajlan mendapatl tahap keperluan latlhan dalam enam

Pengaduk dipilih tipe Marine Proppeler atau helical ribbon merupakan tipe pengaduk berkecepatan rendah. Tipe ini berbentuk seperti ulir yang yang berongga

Metode yang digunakan pada kegiatan dharma pengabdian ini adalah metode penyuluhan individu dan kelompok, serta diskusi yang dilaksanakan di kantor desa Curio, sedangkan

Karena itu negara memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap warganya tanpa terkecuali termasuk mereka yang memiliki

Untuk dapat mengembangkan kemahiran ber- bicara BA, mahasiswa juga dituntut untuk secara nyata menggunakan bahasa target dalam tindak komunikasi sosial. Hal itu

melaporkan temuan mereka dari kelompok lain. 5) Kelompok mencocokkan dan membahas hasil-hasil kerja mereka. Adapun tujuan model pembelajaran ini adalah siswa di ajak

8 Oleh itu, secara umumnya, kalimah fanatik, taksub, ekstrem, melampau, berlebih-lebih dalam sesuatu perkara atau kepercayaan adalah mempunyai maksudnya sama yang

Atau mereka menyatakan, bahwa agama adalah persepsi relatif terhadap Tuhan yang mutlak, sehingga-karena kerelativannya-maka setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim atau