• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "III. METODE PENELITIAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

III. METODE PENELITIAN

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Pantai Tanjung Bara Sangatta, Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimanan Timur selama 3 (tiga) bulan, mulai bulan Januari sampai dengan April 2010.

3.2. Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuisioner, panduan wawancara, peta kawasan, pengelola, masyarakat dan pengunjung. Alat yang digunakan adalah alat tulis menulis, kamera, binokuler, Global Position System (GPS) serta buku panduan flora dan fauna mangrove.

3.3. Metode Pengumpulan Data

Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode non experimental yaitu deskriptif eksploratif, pengamatan lapangan (observasi) dan studi pustaka guna mengumpulkan data yang diperlukan. Data yang dihimpun meliputi data primer dan sekunder yaitu data potensi penawaran ekowisata, data permintaan ekowisata dan data keadaan umum lokasi penelitian (Tabel 2 dan Tabel 3).

Tabel 2 Jenis dan komposisi data primer yang digunakan dalam penelitian

No. Jenis Data Primer

Metode Pengumpulan

Data

Aspek - aspek

1 2 3 4

1

Potensi Penawaran Daya Tarik

Pengamatan lapangan dan studi pustaka

a. Keindahan alam b. Kekhasan dan

keunikan vegetasi mangrove

c. Keanekaragaman jenis fauna

d. Keindahan fisik kawasan e. Kebersihan dan

kenyamanan pantai f. Keamanan kawasan g. Kepekaan sumberdaya

alam

h. Variasi kegiatan wisata

(2)

2 Unsur Penunjang Pengamatan lapangan, wawancara dan studi pustaka

a. Infrastruktur

b. Fasilitas dan pelayanan di dalam dan sekitar ODTWA

c. Akomodasi d. Elemen institusi e. Masyarakat sekitar

kawasan

f. Kualitas lingkungan Potensi

Permintaan (Pengunjung)

Kuisioner dan

wawancara

a. Karakteristik b. Asal

c. Pola kunjungan d. Motivasi e. Preferensi f. Persepsi g. Harapan

Tabel 3 Jenis dan komposisi data sekunder yang digunakan dalam penelitian

No. Jenis Data

Metode Pengumpulan

Data

Aspek - aspek

1 2 3

1. Kondisi umum lokasi penelitian

Wawancara dan studi pustaka

a. Kondisi fisik b. Kondisi biologi c. Kondisi sosial,

ekonomi

2. Peta Studi pustaka a. Peta kawasan

mangrove b. Peta pariwisata

daerah

3.4. Tahapan Penelitian

3.4.1. Tahap pemilihan responden dan pengumpulan data 1. Pengamatan Lapangan

Pengamatan lapangan dilakukan untuk menganalisis unsur daya tarik dan unsur penunjang sebagai penawaran ekowisata yang terdapat di kawasan mangrove Pantai Tanjung Bara Sangatta dengan mengunakan metode scoring.

2. Wawancara

Wawancara terhadap pengunjung dilakukan dengan menggunakan kuisioner (Lampiran 2). Pemilihan responden dari pengunjung dilakukan dengan metode random sampling. Metode ini memberikan probabilitas yang

(3)

sama terhadap semua pengunjung untuk dipilih menjadi responden (Singarimbun dan Effendi 1989). Jumlah responden yang diwawancarai adalah 60 orang atau sebanyak 10% dari rata-rata jumlah pengunjung selama 2 bulan. Data yang diambil dari pengunjung meliputi karakteristik, asal pengunjung, pola kunjungan, persepsi, motivasi dan preferensi kegiatan ekowisata.

Wawancara terstruktur terhadap pengelola kawasan, instansi yang terkait di lingkup Pemda Kabupaten Kutai Timur, pihak Taman Nasional Kutai dan masyarakat dilakukan dengan menggunakan panduan wawancara (Lampiran 3). Kusmayadi (2004) mengungkapkan bahwa wawancara terstruktur merupakan proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab dan bertatap muka langsung dengan menggunakan alat panduan wawancara, semua pertanyaan telah dirumuskan sebelumnya secara cermat dan secara tertulis. Pengambilan data melalui wawancara didasarkan pada alasan bahwa peneliti dapat menggali informasi yang dibutuhkan selengkap mungkin, baik yang terlihat maupun masih tersembunyi.

Masyarakat yang di wawancarai adalah masyarakat Desa Singa Gembara dengan pertimbangan bahwa desa tersebut merupakan desa yang terdekat dengan kawasan mangrove Pantai Tanjung Bara. Pemilihan responden dilakukan dengan purposive sampling. Kusmayadi (2004) menjelaskan bahwa purposive sampling dilakukan dengan cara mengambil orang-orang yang terpilih yang dihendaki oleh peneliti dengan kriteria telah matang berpikir dan secara positif dalam mengambil tindakan. Jumlah responden sebanyak 70 responden atau 5% dari total jumlah penduduk Desa Singa Gembara (Kusmayadi 2004). Data yang diambil dari masyarakat meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, persepsi, harapan dan partisipasi masyarakat yang berhubungan dengan kegiatan ekowisata.

3. Studi Pustaka

Studi pustaka diperoleh dari berbagai sumber seperti publikasi ilmiah, perundang-undangan dan bentuk publikasi lainnya yang berhububungan

(4)

dengan keadaan umum lokasi penelitian dan potensi kawasan secara umum yang berkaitan dengan judul penelitian.

3.4.2. Pengolahan Data

Data yang telah dikumpulkan diolah dengan menggunakan metode analisa deskriptif kuantitatif, yaitu mentransformasikan data mentah ke dalam bentuk data yang mudah dimengerti dan ditafsirkan, menyusun dan menyajikan sehingga menjadi suatu informasi yang sesuai dengan tujuan penelitian. Selain metode analisis dskriptif juga digunakan metode kriteria pengembangan ADO-ODTWA dan analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity and Threats) untuk menentukan strategi pengembangan ekowisata.

3.5. Analisis Data

3.5.1. Analisis Potensi Penawaran Ekowisata Di Kawasan Mangrove PantaiTanjung Bara Sangatta

Potensi suatu kawasan untuk dikembangkan menjadi Objek Daya Tarik Ekowisata diperlukan penilaian terhadap beberapa unsur yang diperlukan sebagai potensi penawaran (Supply). Analisis potensi penawaran ekowisata menggunakan sistem nilai skor dan pembobotan menurut Pedoman Pengembangan ODTWA (PHKA 2001) dimodifikasi Kriteria Perencanaan Ekowisata (Damanik and Weber 2006). Unsur-unsur tersebut antara lain mencakup daya tarik objek, infrastruktur, fasilitas dan layanan, potensi pasar, keamanan, kondisi sosial ekonomi masyarakat, elemen institusi, kualitas lingkungan dan akomodasi.

Potensi penawaran ekowisata dalam pengembangan ekowisata mangrove di Pantai Tanjung Bara didasarkan pada ketiga klasifikasi penilaian, tinggi, sedang dan rendah (Tabel 4).

Tabel 4 Penilaian ADO-ODTWA Ekowisata di kawasan Mangrove Pantai Tanjung Bara

Unsur Penilaian

Nilai Tertimbang

Rendah Sedang Tinggi

Daya Tarik 48 - 111 112 - 175 176 – 240

Penunjang 137 - 302 303 - 469 470 - 625

(5)

Cara klasifikasinya menggunakan penghitungan :

Interval = Nilai Tertimbang Maksimal – Nilai Tertimbang Minimal Banyaknya Klasifikasi

3.5.2. Analisis Permintaan Ekowisata di Kawasan Mangrove Pantai Tanjung Bara, Sangatta

Analisis permintaan ekowisata dilakukan secara deskriptif berdasarkan tabulasi data yang telah diolah, disusun dan disajikan menjadi informasi penting berdasarkan karakteristik, pola kunjungan, motivasi, persepsi, preferensi dan harapan pengunjung. Selanjutnya dilakukan analisis ADO-ODTWA untuk mendukung analisis SWOT terhadap seluruh faktor internal dan eksternal pengembangan ekowisata di kawasan mangrove Pantai Tanjung Bara.

3.5.3. Analisis Strategi Pengembangan Ekowisata

Arahan strategi pengembangan ekowisata di kawasan mangrove Pantai Tanjung Bara dirumuskan menggunakan analisis SWOT. Menurut Rangkuti (2000), analisis SWOT mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan.

Tahapan yang dilakukan dalam analisis SWOT adalah :

1. Identifikasi dan pemberian bobot faktor internal dan eksternal (Tabel 5).

Tabel 5 Matrik identifikasi dan pemberian bobot faktor internal dan eksternal pengembangan ekowisata di kawasan mangrove Pantai Tanjung Bara

No. Faktor Nilai ADO-ODTWA*) Bobot

I. Internal Kekuatan

Kelemahan

Nilai unsur ADO-ODTWA Nilai unsur ODTWA dibagi total nilai

keseluruhan unsur II. Eksternal

a. Peluang b. Ancaman

Nilai unsur ADO-ODTWA Nilai unsur ODTWA dibagi total nilai

keseluruhan unsur

(6)

2. Analisis faktor internal dan eksternal.

Berdasarkan matrik internal dan eksternal yang telah dibuat, maka bobot dan rating dapat diberikan terhadap masing-masing parameter yang telah ditentukan untuk memperoleh nilai tertimbang. Nilai tersebut kemudian akan memberikan arahan tentang prospek pengembangan ekowisata di kawasan mangrove guna memperoleh konsep strategi pengembangan ekowisata di kawasan mangrove di Pantai Tanjung Bara (Tabel 6).

Tabel 6 Rangkuman matrik internal dan eksternal SWOT pengembangan ekowisata di kawasan mangrove Pantai Tanjung Bara

No. Faktor Bobot Rating Nilai tertimbang

1 Strategi Internal a. Kekuatan b. Kelemahan

0 – 1 2 - 4 (Bobot x Rating)

2 Strategi Eksternal a. Peluang b. Ancaman

0 – 1 2 - 4 (Bobot x Rating)

Unsur-unsur tersebut kemudian dihubungkan keterkaitannya satu sama lain dalam bentuk matriks untuk memperoleh beberapa alternatif strategi.

Matriks ini akan menghasilkan empat kemungkinan strategi pengembangan ekowisata mangrove di Pantai Tanjung Bara (Tabel 7). Perumusan alternatif strategi pengembangan ekowisata mangrove kemudian dilanjutkan dengan pembuatan matrik grand strategy untuk menentukan strategi pengembangan ekowisata mangrove di Pantai Tanjung Bara (Gambar 2).

Tabel 7 Tabel analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan ekowisata di Pantai Tanjung Bara

Internal Eksternal

Kekuatan (Strengths) Kelemahan (weaknesses)

Peluang (opportunities) SO, Strategi kekuatan- peluang yaitu

menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang

WO, Strategi kelemahan- peluang yaitu menciptakan strategi yang

meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang

Ancaman (threats) ST, Strategi kekuatan- ancaman yaitu

menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman

WT, Strategi kelemahan- ancaman yaitu

menciptakan strategi untuk meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman

(7)

Penentuan posisi strategi pengembangan meliputi analisis matriks space dan analisis grand strategy (Gambar2).

Sel 2 Sel 1

Sel 3 Sel 4

Gambar 2 Model matriks grand strategy.

3.6. Sintesis Data

Hasil analisis SWOT selanjutnya diintegrasikan dalam sintesis terhadap rumus rencana pengembangan. Hasil sintesis secara kuantitatif akan mengarahkan pengembangan ekowisata di kawasan mangrove Pantai Tanjung Bara sesuai dengan potensi dan kondisi objek ekowisata.

Peluang

Kelemahan Kekuatan

Ancaman

Referensi

Dokumen terkait

resistensi metabolik dipertimbangkan sebagai mekanisme utama resistensi terhadap organofosfat. Resistensi dapat terjadi jika terjadi peningkatan aktivitas enzim atau

Dalam perkembangannya, masyarakat telah menunjukkan kepedulian terhadap masalah pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan anak usia dini untuk usia 0 sampai dengan 6

Kesimpulan penelitian ini ada hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian ISPA.Penelitian ini dilaksanakan di Poli Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)

Teman-teman sekelas Keperawatan Internasional yang hanya terdiri atas 22 mahasiswa yang telah menjadi teman seperjuangan selama empat tahun menempuh masa

Bimbingan dan konseling merupakan salah satu bentuk hubungan yang bersifat membantu. Makna bantuan disini yaitu sebagai upaya untuk membantu orang lain agar ia mampu tumbuh kearah

9 tahun 1975 tentang pelaksanaan UUP dan KHI pasal 116 menyebutkan pada poin g diantaranya adalah Suami melanggar ta’lik talak.Berkaitan dengan hal tersebut, salah

Potensi ini meliputi panjang garis pantai sepanjang 41 km yang terletak pada jalur Pantai Utara Jawa (pantura), sehingga Kabupaten Kendal menjadi penopang daerah Provinsi Jawa

Hal ini dikarenakan banyaknya warga masyarakat Kampung Padajaya yang masuk kedalam tangga kehidupan sedang dan tangga kehidupan miskin, yang menyebabkan mereka