PERBEDAAN HASIL BELAJAR MAHASISWA YANG BERASAL DARI SMA DENGAN SMK PADA MATA KULIAH SURVEY DAN PEMETAAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN JURUSAN TEKNIK SIPIL FT UNP
Riko Mario Alberto, Zulfa Eff Uli Ras2, An Arizal3 Education Building Techniques
FT Universitas Negeri Padang Email: Riko Mario [email protected].
ABSTRACT
This research is a comparative study that aims to investigate differences in learning outcomes at the course Engineering Survey and Mapping by the student's home school Education Program S1 Building Engineering Department of Civil Engineering , State University of Padang . The research hypothesis that there are differences in learning outcomes at the course Engineering Survey and Mapping by the student's home school Education Program S1 Building Engineering Department of Civil Engineering , State University of Padang . The population in this study were all students of UNP PTB FT class of 2014 were studied Engineering Survey and Mapping courses totaling 80 students . Sampling technique that is Sampling population
Based on the research results of two independent samples test shows the results of tests of significance value 0.699 > 0.05 , then Ho is rijected , there is no difference in learning outcomes between the engineering Surveying courses from high school students and students from SMK . Unproven hypothesis described . The average value ( mean ) dati students from high schools and students from vocational schools are not much different from 64.0025 and 71.0375 . It could be argued , results- based school learning techniques Image same origin or not there is a difference .
Based on the research conducted it can be concluded that the students who come from high school does not lose competitiveness in terms of Survey and Mapping primarily course . Students coming from high school to prove that they can follow courses in Survey and Mapping 've learned that students from vocational schools during the school first .
Keywords : learning outcomes , Survey and Mapping , and the school of origin
1 Alumni Prodi Pendidikan Teknik Bangunan wisuda periode 105
2 Dosen Jurusan Teknik Sipil FT UNP
3 Dosen Jurusan Teknik Sipil FT UNP
Pendahuluan
Sekolah Menengah Tingkat Atas di Indonesia terdiri dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMA dan MA bertujuan untuk menyiapkan siswa/i yang hendak melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi seperti akademi atau perguruan tinggi.
Sedangkan SMK bertujuan untuk mempersiapkan tenaga kerja sesuai dengan bidang keahlianya undang- undang (UU) nomor 20 tahun 2003 pasal 15. Siswa lulusan SMK juga bisa melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi dan akan menjadi seorang mahasiswa. Hal tersebut akan terwujud apabila mereka berhasil dalam proses belajarnya.
Suatu proses belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku. Berhasil atau tidaknya proses belajar mengajar tergantung dari Faktor-faktor dan kondisi yang mempengaruhi proses belajar mahasiswa. Faktor dan kondisi yang mempengaruhi proses belajar banyak sekali macamnya, baik yang ada pada diri mahasiswa sebagai pelajar, pada dosen sebagai pengajar, metode mengajar, bahan materi pelajaran
yang harus diterima mahasiswa, maupun sarana dan prasarana. Faktor- faktor tersebut akan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar yang diperoleh.
Universitas Negeri Padang (UNP) adalah salah satu universitas negeri yang terdiri dari tujuh Fakultas yang salah satu jurusannya adalah Teknik Sipil. Jurusan Teknik Sipil terbagi atas dua Program Studi (Prodi) antara lain Prodi Teknik Sipil (D3) dan Prodi Pendidikan Teknik Bangunan (S1). Pada Prodi Pendidikan Teknik Bangunan (PTB), mahasiswa dibekali dengan pengalaman belajar yang dikelompokan menjadi empat kelompok mata kuliah antara lain Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB), Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB) dan Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK).
Berdasarkan kurikulum pada jurusan Pendidikan Teknik Bangunan, mata kuliah Survey dan Pemetaan merupakan salah satu mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB) yang berbentuk teori dan praktek yang
harus ditempuh oleh setiap mahasiswa dalam melaksanakan studi pada jurusan teknik sipil. Mata kuliah Survey dan Pemetaan terdiri dari 4 SKS. Berdasarkan buku pedoman akademik (2014:722) terdapat perbedaan antara mahasiswa (D3) dengan mahasiswa (S1), pada mahasiswa (D3) mempelajari ilmu geodesi survey satuan ukuran dan letak koordinat titik pada kuadran, macam-macam alat ukur tanah sederhana dan fungsinya, pembuatan garis lurus pada daerah bebas halangan, pembuatan garis lurus dan melakukan garis lurus ada halangan, pengukuran tanah dan theodolit, pengukuran sudut datar, menentukan koordinat satu titik cara kemuka dan kebelakang, menentukan koordianat titik banyak (polygon) untuk kerangka peta, pengukuran pembuatan peta kontur, pengukuran pembuatan peta situasi. Sedangkan mahasiswa (S1) mempelajari materi tentang dasar- dasar praktek ilmu ukur tanah, mahasiswa mampu membuat garis lurus dan mengukur jarak lapangan, membuat sudut siku-siku, mahasiswa mampu mempraktekkan pengukuran tinggi dengan menyimpat datar, pengukuran guna pembuatan peta,
penentuan luas dan pembuatan lingkaran di lapangan.
Dalam pelaksanaan
perkuliahan mata kuliah Survey dan Pemetaan mahasiswa yang berasal dari SMA dengan SMK melakukan praktek secara bersama, walaupun mereka memiliki latar belakang pengalaman belajar yang berbeda.
Berdasarkan pegamatan penulis terhadap mahasiswa angkatan 2014 Pendidikan Teknik Bangunan, mahasiswa yang berasal dari SMA pada awal perkuliahan praktek Survey kesulitan melaksanakan praktek. Kesulitan tersebut antara lain terlihat dalam penggunaan alat-alat praktek, ataupun dalam melaksanakan praktek itu sendiri.
Berdasarkan latar belakang pengalaman belajar, mahasiswa yang berasal dari SMK, dapat diduga akan memiliki nilai yang lebih baik dari pada mahasiswa yang berasal dari SMA. Namun dari segi keseriusan praktek, mahasiswa yang berasal dari SMA diduga akan memiliki hasil belajar yang lebih baik. Berdasarkan hasil belajar Survey dan Pemetaan yang diberikan kepada mahasiswa setiap minggunya terdapat sebagian besar hasil belajar Survey yang
kurang memuaskan. Masih ada hasil belajar mahasiswa tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, dan juga sebagian dari mahasiswa tidak mengumpulkan tugas Survey dan Pemetaan tepat pada waktu yang telah diberikan oleh dosen. Kurangnya perhatian mahasiswa asal SMA dengan SMK terhadap materi survey dan pemetaan yang disampaikan dosen. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 1. Nilai hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Survey dan Pemetaan Program (S1) Teknik Sipil Angkatan 2013 Dan 2014
Dokumentasi : Teknik Sipil
Tabel 1 di atas terdiri dari dua kelompok data mahasiswa yang tuntas
dan tidak tuntas di dalam pembelajaran. Mahasiswa yang memperoleh nilai A sebanyak 4 orang (6,3%), nilai A- 3 orang ( 4.8%), nilai B+ sebanyak 8 orang (13%), nilai B sebanyak 5 orang (7,9%), nilai B- sebanyak 2 orang dan nilai C+
sebanyak 7 orang (11%), nilai C sebanyak 7 orang (11%), nilai C- sebanyak 3 orang (4,8%), nilai D sebanyak 4 orang (6,3%) dan E sebanyak 20 orang (32%) baik yang berasal dari SMA dan SMK.
Dilihat dari persentase mahasiswa yang memperoleh nilai >
B- sebesar 34,92% sedangkan mahasiswa yang memperoleh nilai <
B- sebesar 65,07% secara keseluruhan tergambar bahwa hasil belajar ANGKATAN
ASAL SEKOLAH
NILAI
A A- B+ B B- C+ C C- D E JML
2013
SMA 3 1 4 3 1 1 1 0 3 4 21
SMK 1 1 2 2 0 1 1 1 0 1 10
2014
SMA 0 1 1 0 0 3 4 0 1 8 18
SMK 0 0 1 0 1 2 1 2 0 7 14
Total 4 3 8 5 2 7 7 3 4 20 63
% 34,92 65,07
mahasiswa pada mata kuliah Survey dan Pemetaan banyak yang dibawah B-
Tabel 2. Nilai hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Survey dan Pemetaan Program (S1) Teknik Sipil Angkatan 2013 Dan 2014
T
tabel 2 diatas terdiri dari nilai baik, nilai kurang dan nilai gagal, nilai SMA yang baik sebanyak 14 orang, nilai SMA yang kurang sebanyak 13 orang, nilai SMA yang gagal 12 orang dan nilai SMK yang baik sebanyak 8 orang, nilai SMK yang kurang sebanyak 8 orang dan nilai SMK yang gagal sebanyak 8 orang. Dari hasil nilai yang diperoleh Hasil belajar mahasiswa yang berasal dari SMK rata-rata rendah dibandingkan hasil belajar mahasiswa yang berasal dari SMA
Belajar merupakan proses dasar dari perkembangan hidup manusia.
Dengan belajar, manusia dapat melakukan perubahan kualitas dirinya sehingga tingkah lakunya berkembang ke arah yang lebih baik. Perubahan tersebut dapat dilakukan melalui suatu
kegiatan belajar. Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam proses pendidikan. Djamarah (2008: 15) mengatakan “belajar adalah suatu kegiatan yang kita lakukan untuk memperoleh ilmu pengetahuan”.
Selanjutnya menurut Sagala (2005: 112)
“belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari yang telah dipelajari
Hasil belajar merupakan tolak ukur yang digunakan untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam mengetahui dan memahami suatu mata
ANGKATAN
ASAL SEKOLAH
NILAI
BAIK KURANG GAGAL JUMLAH
2013
SMA 12 5 4 21
SMK 6 3 1 10
2014
SMA 2 8 8 1 18
SMK 2 5 7 14
TOTAL 63
pelajaran. Menurut Purwanto (2011: 44)
“Hasil belajar dapat dijelaskan dengan mamahami dua kata yang membentuknya, yaitu hasil dan belajar.
Pengertian hasil menunjukkan pada suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara fungsional. Sedangkan belajar adalah aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan”. Sedangkan Menurut Oemar Hamalik (2012: 21) “Hasil belajar adalah tingkah laku yang timbul dari yang tidak tahu menjadi tahu, timbulnya pengertian baru, perubahan dalam sikap, keterampilan, menghargai perkembangan sifat-sifat sosial, emosional dan pertumbuhan jasmani”. Nana sudjana (2010: 22) menjelaskan “hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pegalaman belajarnya”.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar itu adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah mengalami proses pembelajaran maka perubahan tingkah laku mencapai tujuan pembelajaran.
Perubahan itu berbentuk akibat perubahan ilmu pengetahuan, kebiasaan,
sikap, minat, ketekunan, serta keterampilan dan nilai-nilai.
Menurut Slameto (2010: 54) Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi 2 golongan saja yaitu:
1) Faktor internal
Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar. Faktor internal meliputi : a) faktor jasmaniah, yaitu terdiri dari kesehatan dan cacat tubuh. b) faktor psikologis adalah intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif dan kematangan. c) Faktor kelelahan.
Kelelahan pada seseorang dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani.
2) Faktor eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang ada diluar individu, meliputi: a) faktor keluarga yaitu cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pegertian orang tua dan latar belakang kebudayaan. b) faktor sekolah, faktor sekolah yang mempengaruhi belajar mencakup metode megajar,
kurikulum, relasi guru atau dosen dengan peserta didik, disiplin sekolah, alat pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah. c) faktor masyarakat yakni kegiatan peserta didik dalam masyarakat, media, teman bergaul, bentuk kehidupan masyarakat.
Maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar terdiri dari: a) faktor internal yang merupakan faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar seperti faktor jasmaniah, faktor psikologis dan faktor kelelehan.
b) faktor eksternal yang merupakan faktor yang ada diluar individu seperti faktor keluarga, faktor sekolah, faktor masyarakat.
Sekolah asal sebagai asal yang di maksud adalah asal sekolah siswa sebelum masuk Peguruan Tinggi. Secara umum, Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Indonesia terdiri dari tiga lembaga yakni Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) dan
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMA dan MA bertujuan untuk mendidik siswa/siswi melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi seperti akademi atau perguruan tinggi, sedangkan SMK bertujuan untuk mendidik siswa/i menjadi tenaga kerja tingkat menengah, meskipun mereka juga bisa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
Adapun penelitian yang relevan pada penelitian ini adalah Salman (2012) dengan judul “Tinjauan hasil Belajar Mahasiswa yang berasal dari SMA dan SMK Pada Mata Kuliah matematika terapan 1 DAN matematika terapan 2.
Metode Penelitian
Penelitian ini termasuk penelitian komparatif yaitu untuk meyelidiki perbedaan hasil belajar pada mata kuliah Survey dan Pemetaan berdasarkan sekolah asal pada Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan S1 Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Padang.
Populasi adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan S1 Jurusan Teknik Sipil Semester Januari-Juni 2014 yang mengambil mata kuliah Survey dan Pemetaan berjumlah sebanyak 80 mahasiswa. Menurut
Sugiyono (2013: 18) Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, Selanjutnya menurut Arikunto dalam Lufri (2010: 87) apabila populasi penelitian berjumlah kurang dari 100 maka, sampel yang diambil adalah semuanya, sehingga penelitianya merupakan penelitian populasi.
Jenis data dalam penelitian ini adalah data skunder yaitu data tentang jumlah mahasiswa program studi PTB Jurusan Teknik Sipil FT UNP angkatan 2014 sekaligus sekolah asal dan hasil belajar Survey dan Pemetaan. Sumber data dalam penelitian ini adalah Dokumentasi Teknik Sipil dan Pusat Komputer (PUSKOM) UNP.
Teknik pengumpulan data
adalah Dokumentasi.
Dokumentasi merupakan pengumpulan data yang diperoleh dari literatur atau arsip-arsip yang ada. Data yang diperoleh adalah data tentang jumlah mahasiswa Program Studi PTB Jurusan Teknik Sipil FT UNP 2014
sekaligus sekolah asal dan hasil belajar Survey dan Pemetaan.
Pada teknik analisis data dengan menggunakan uji kesamaan dua rata-rata harus dipenuhi syarat sampel berasal dari populasi yang terdistribusi normal dan kedua kelas mempunyai varians yang homogen, Dengan adanya kedua syarat di atas, maka terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan homogenitas.
Uji Kolmogorov Smirnov adalah uji beda antara data yang diuji normalitasnya dengan data normal. Seperti pada uji beda biasa, jika signifikansi di bawah 0,05 berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan, dan jika signifikansi di atas 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan
Uji homogenitas bertujuan untuk melihat apakah kedua sampel mempunyai varians yang homogen atau tidak, untuk mengujinya dilakukan dengan uji levene statistik. Pada program SPPS 17
Pegujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji
kesamaan dua rata-rata (independen sample t test) yang telah diprogram dalam SPSS Versi 17, dan yang telah dirumuskan dalam proposal.
Hasil penelitian yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan rumus t- test Hasil Penelitian
Deskripsi data tentang hasil belajar mahasiswa yang mengambil mata kuliah Survey dan Pemetaan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 5. Deskripsi Data Hasil Belajar Mahasiswa
Statistics
N
Valid 80
Missing 3
Mean 64.0025
Median 71.0375
Mode 71.00
Std. Deviation 22.15563
Variance 490.872
Reng 86.30
Minimum 00
Maximum Sum
86.30 5120.20
Tabel 5. menggambarkan bahwa hasil belajar mahasiswa angkatan 2014 diperoleh nilai
rata-rata hasil belajar mata kuliah Survey dan Pemetaan sebesar 64,00 dari 80 orang mahasiswa yang terpilih menjadi sampel penelitian, nilai tengah hasil belajar 71,03 ditentukan berdasarkan kelas interval dengan frekuensi yang paling besar, angka yang sering muncul 71 penyimpangan baku 22,15 penyimpangan kuadrat 490 yang menunjukkan tingkat keragaman data, nilai terendah 0 dan nilai tertinggi 83 sehingga range (86,30 - 0) = 86,30 artinya semakin besar range semakin bervariasi suatu data. Hasil belajar mahasiswa S1 angkatan 2014 semester Januari - Juni pada mata kuliah Survey dan Pemetaan termasuk kategori cukup.
a. Uji normalitas
Pengujian normalitas dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya data sampel yang di teliti. Pengujian normalitas menggunakan
uji One Sampel
Kolmogorov-Smirnov Test pada program SPSS Versi
17.0. Dasar dalam pengambilan keputusan adalah jika nilai signifikansi > 0,05 maka data terdistribusi normal, sebaliknya jika nilai signifikansi < 0,05 maka data tidak terdistribusi secara normal, dapat di lihat pada tabel 6.
Tabei 6. Uji Normalitas
Berdasarkan tabel 6 dapat
dilihat nilai signifikansi SMA dan SMK 0,00 <
0,05 maka dapat disimpulkan data tidak terdistribusi secara normal.
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas bertujuan untuk melihat
apakah sampel
mempunyai varians yang
homogen atau tidak. Uji
homogenitas dilakukan
Tests of Normality
Asal Sekolah
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Hasil Belajar
SMA .293 43 .000 .683 43 .000
SMK .318 37 .000 .681 37 .000
Tabel 7. Uji Homogenitas Data
Test of Homogeneity of Variance
Levene Statistic df1 df2 Sig.
Hasil belajar
Based on Mean 2.154 1 78 .146
Based on Median .523 1 78 .472
Based on Median and with adjusted df
.523 1 73.570 .472
Based on trimmed mean 1.926 1 78 .169
Berdasarkan data dari tabel di atas, terlihat bahwa uji homogenitas didapatkan nilai signifikan nilai survey 0,146 > 0,05. Maka dapat disimpulkan Ho ditolak Ha diterima data homogen pada hasil belajar mata kuliah Survey dan Pemetaan Terhadap sekolah asal (SMA/SMK) mahasiswa program S1 Teknik Sipil UNP memiliki varian berbeda c. Uji Hipotesis
Untuk melihat adakah perbandigan hasil belajar mata Survey dan Pemetaan terhadap sekolah asal mahasiswa Program S1 Teknik Sipil UNP, maka dilakukan pengujian hipotesis, Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan Uji-t yaitu Independent Samples T Test yang telah diprogram dalam SPSS Versi 17.
Persyaratan uji-t dilakukan apabila data
terdistribusi secara normal, sedangkan data tidak terdistribusi secara normal. Maka di pakai persyaratan non parametric yaitu uji two independent samples tests.
Dasar pengambilan keputusan yaitu jika nilai signifikansi < 0,05 maka Ho diterima, sebaliknya jika nilai signifikansi >
0,05 maka Ho ditolak.
Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel 7.
Tabel 8. Uji Hipotesis
Dari Tabel 8 dapat dilihat bahwa signifikansi ( Asymp Sig ) adalah 0,699 > 0,05 maka Ho ditolak, sebaliknya jika nilai signifikan < 0,05 maka Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat
Test Statistics
Hasil Belajar
Chi-Square .149
Df 1
Asymp. Sig. .699
perbedaan hasil belajar Survey dan Pemetaan antara SMA dan SMK.dengan menggunakan SPSS Versi
17. Dasar dalam
pengambilan keputusan adalah jika nilai signifikansi
> 0,05 maka Ho ditolak, sebaliknya jika nilai signifikansi < 0,05 maka Ho diterima. Hasil dari uji homogenitas dapat dilihat pada tabel 7.
Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian uji independent samples tests menunjukkan hasil nilai signifikan 0.699 >
0.05, maka Ho ditolak, sebaliknya jika nilai signifikan < 0.05 maka Ha diterima. Jadi, hipotesis yang dijelaskan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar pada mata kuliah Survey dan Pemetaan antara mahasiswa yang berasal dari SMA dan mahasiswa yang berasal dari SMK Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan S1 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Negeri Padang berdasarkan sekolah asal terbukti.
Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat nilai rata-rata (mean) mahasiswa yang berasal dari SMA 64.0025 dan mahasiswa yang berasal dari SMK 71.0375 tidak jauh berbeda. Hal ini dapat saja terjadi karena apabila dilihat dari sisi teori belajar stimulus yang diterima mahasiswa yang berasal dari SMK berbeda dengan mahasiswa yang berasal dari SMA, sehingga mereka memberikan respon yang berbeda. Mahasiswa yang berasal dari SMK lebih
terfokus kepada
praktek/pisikomotor,
sedangkan mahasiswa yang berasal dari SMA lebih terfokus kepada koknitif / berfikir. Jadi mahasiswa yang berasal dari SMK hanya terfokus kepada apa yang mereka kerjakan dan tidak berkembang sedangkan mahasiswa yang berasal dari SMA mereka berfikir
sebelum melakukan sesuatu pekerjaan dan dapat berkembang pada saat belajar.
Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang berasal dari SMA terdapat perbedaan dengan SMK dalam hal praktek survey terutama mata kuliah Survey dan Pemetaan.
Mahasiswa yang berasal dari SMA membuktikan bahwa mereka bisa mengikuti mata kuliah Survey dan Pemetaan yang sudah dipelajari mahasiswa yang berasal dari SMK sewaktu di sekolah dulu. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata (mean) Survey dan Pemetaan mahasiswa yang berasal dari SMA 64.0025 dan mahasiswa yang berasal dari SMK 71.0375. Jika dilihat dari asal sekolah yang memperoleh nilai rata-rata terbaik adalah mahasiswa yang berasal dari SMK, karena
mereka sudah pernah mempelajari Praktek Survey sewaktu di sekolah dulu, namun kenyataannya Mahasiswa yang berasal dari SMA dapat mempelajarinya dengan cepat.
Saran:
1. Bagi mahasiswa yang berasal dari SMA dengan SMK hendaknya dapat mengembangkan pelajaran yang pernah dipelajari sewaktu di sekolah dulu. Jangan terpengaruh dengan lingkungan yang baru harus bisa beradaptasi terhadap perkembangan zaman
2. Bagi mahasiswa yang berasal dari SMA dengan SMK jangan cepat puas dengan apa yang telah dicapai karena ilmu yang telah didapatkan akan berguna di dunia kerja nantinya.
Catatan : Artikel ini disusun berdasarkan skripsi penulis dengan Pembimbing 1 Drs. Zulfa Eff Uli Ras,
M.Pd dan Pembimbing 2 Drs. An Arizal, M.Pd
DAFTAR PUSTAKA
Nana sujana. 2010, penelitian hasil proses belajar megajar, bandung: PT Rosdakarya Ngalim Purwanto. 2011. Evaluasi Hasil
Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Oemar Hamalik. 2012. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
Salman. 2012. Tinjauan Hasil Belajar Mahasiswa dari yang berasal
dari SMA dan SMK pada Mata Kuliah Matematika Terapan II dan Mekanika Terapan II Angkatan 2012 Jurusan Teknik Sipil
Slameto (2010). Belajar dan Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi nya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kualitatif R & D.. Bandung:
Alfabeta
Syaiful sagala. 2005. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: CV. Alfabeta
Syaiful Bahri Djamarah. 2008. Rahasia Sukses Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.